Warisan Salaf
8.34K subscribers
512 photos
14 videos
46 files
1.98K links
Warisan Salaf
ميراث السلف

Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah

Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Download Telegram
🍃🔻 QUNUT NAZILAH TIDAK PERLU DILAKUKAN PADA SHOLAT JUM’AT 🔻🍃

🔰 Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah pernah ditanya:

“Apa hukum qunut pada sholat Jum’at?”

🌷 Jawaban beliau:
Para ulama menjelaskan, Bahwasanya tidak ada qunut pada sholat Jum’at. Karena pada khuthbah sholat Jum’at terdapat doa untuk kaum mukminin. Maka ketika khuthbah, doakan orang-orang yang ingin di doakan pada saat qunut. Demikianlah penjelasan para Ulama, Wallahu a’lam.

👍 Dan yang terbaik adalah (itu tadi); berdoa pada saat khuthbah, untuk orang-orang yang ingin di doakan ketika qunut. (selesai)

سئل فضيلة الشيخ - رحمه الله تعالى -: ما حكم القنوت في صلاة الجمعة؟
فأجاب فضيلته بقوله: يقول العلماء إنه لا يُقنت في صلاة الجمعة؛ لأن الخطبة فيها دعاء للمؤمنين، ويُدعى لمن يُقنت لهم في أثناء الخطبة. هكذا قال أهل العلم، والله أعلم. فالأحسن أن يدعو لمن أراد القنوت لهم في أثناء الخطبة.

📚 [ Majmu' Fatawa wa Rosail: 16/115 ]

Wallahul Muwaffiq


📝 Dikirim oleh: Al Ustadz Abdul Hadi Pekalongan hafizhahullah

#Fawaidumum #qunut

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
UCAPAN YANG BAIK DAPAT MEMBENTENGI DARI ADZAB NERAKA



🗻 Dari 'Adi bin Hatim radhiallahu 'anhu, ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda

اتقوا النار ولو بشق تمرة فمن لم يجد فبكلمة طيبة

📡 'Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun dengan (bersedekah) sepotong buah kurma. Barangsiapa tidak menemukan (sesuatu yang dapat ia sedekahkan), maka dengan ucapan yang baik.'." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)


📙📔 Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjelaskan,

☑️ "Jadikanlah tameng pelindung antara kalian dengan api neraka, walaupun dengan bersedekah sepotong buah kurma. Karena sesungguhnya hal itu dapat membentengi kalian dari api neraka, jika Allah menerima sedekah tersebut."

☑️ 'Barangsiapa tidak menemukan (sesuatu yang dapat ia sedekahkan), maka dengan ucapan yang baik' seperti engkau mengatakan kepadanya,

👉🏻 bagaimana kabarmu?
👉🏻 bagaimana keadaanmu?
👉🏻 bagaimana kabar saudara-saudaramu?
👉🏻 bagaimana keadaan keluargamu?

🔵 dan yang semisal dengan itu. Karena kata-kata seperti ini termasuk ucapan yang dapat menggembirakan sahabatmu."


🌍 Lihat: Syarah Riyadhus Shalihin (4/62)
📝 Diterjemahkan oleh: Tim Warisan Salaf


#Fawaidumum

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃🔻 TIGA JENIS MANUSIA YANG DOANYA MUSTAJAB 🔻🍃

🔰 Dari shahabat Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu , bahwasanya Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

ثَلَاثَةٌ لَا يَرُدُّ اللهُ دُعَاءَهُمُ: الذَّاكِرُون اللهَ كَثِيرًا، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَالْإِمَامُ الْمُقْسِطُ

”Tiga jenis manusia yang mana Allah Ta’ala tidak menolak doa mereka:

1⃣ Orang yang banyak berdzikir kepada Allah,

2⃣ Doa orang terzholimi,

3⃣ Pemimpin yang adil bijaksana.”

📚 [ HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abil Iman no.582 (2/104). Hadits ini shohih, Lihat Shohih Al-Jami’ no.3063 & Ash-Shohihah no.1211 ]

Wallahul Muwaffiq

📝 Dikirim oleh: al Ustadz Abdul Hadi Pekalongan

#fawaidumum #doamustajab #doa

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🌻▶️ MENGINFAKKAN HARTA YANG DISUKAI



🍃 Allah berfirman,

(لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ) (آل عمران: 92)

🌱 "Kalian tidak akan meraih kebaikan hingga menginfakkan sebagian harta yang kalian cintai." (QS. Ali Imron:92)


وكان ابن عمر ـ رضي الله عنهما ـ إذا أعجبه شيء من ماله تصدق به، اتباعاً لهذا الآية.

▶️ "Dahulu Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma apabila ada bagian dari hartanya yang ia kagumi, maka ia menyedekahkannya, dalam rangka mengikuti ayat ini."


🌍 Lihat: Syarah Riyadhus Shalihin (2/153)
📝 Diterjemahkan oleh: Tim Warisan Salaf


#Fawaidumum #keutamaan_amal

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 3⃣9⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

فَمَنْ صَرَفَ مِنْهَا شَيْئًا لِغَيْرِ اللهِ فَهُوَ مُشْرِكٌ كَافِرٌ
وَالدَّلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى: {وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ لاَ بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لاَ يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ} (2) [سورة المؤمنون، الآية: 117]

🔻 Barangsiapa memalingkan satu saja darinya (dari ibadah-ibadah itu, pent) untuk selain Allah –Ta’ala- , maka dia orang musyrik lagi kafir.

🔻Dalilnya adalah firman Allah –Ta’ala-:
“Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.” [ Al-Mu'minun: 117 ]


💢PENJELASAN:
(1⃣) Para pembaca –rahimakallah-,
Pembahasan kali ini, Asy-Syaikh –rohimahullah- menjelaskan bahaya memalingkan ibadah kepada selain Allah –Ta’ala-. Pelakunya bisa berubah status menjadi seorang musyrik atau kafir. Hal ini berdasarkan sebuah ayat nomer 117 di dalam surat Al-Mu'minuun (artinya);

_”Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.”_ [ Al-Mu'minuun :117 ]

🌷 Sisi pendalilan:
Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin –rohimahullah- menjelaskan, “Sisi pendalilan dari ayat ini adalah ; Allah –Ta’ala- menjelaskan kepada kita , bahwasanya orang yang berdoa kepada selain Allah –Ta’ala- dihukumi dengan kafir. Karena Allah –Ta’ala- berfirman;

إِنَّهُ لا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung” (selesai).


👍 Semoga Allah –Ta’ala- menjaga kita dan keluarga kita dari perbuatan syirik dan kekafiran. Aamiin

Wallahu a’lamu bisshowaab

Bersambung insya Allah,...

📚 [ Referensi: Syarah Tsalatsatil Ushul; Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin ]


🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah

🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
👍1
🍃🔻 TIDAK ADA KESIALAN DALAM ISLAM 🔻🍃

▶️ Dahulu orang Arab Jahiliyyah menganggap bulan Shofar dan beberapa jenis burung sebagai pertanda sial.

🔰 Namun semenjak Islam datang, anggapan itu ditepis oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, dengan bersumber dari wahyu; Beliau shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَ عَدْوَى وَلاَ طِيَرَةَ، وَلاَ هَامَةَ وَلاَ صَفَرَ

”Tidak ada penyakit yang menular (dengan sendirinya), tidak ada kesialan pada burung-burung, tidak ada kesialan pada burung hantu, tidak ada kesialan pada bulan Shofar.”

📚 [ HR. Al-Bukhori no.5707 & Muslim no.2220-(102) ]


👍 Sehingga yang wajib diyakini oleh umat Islam adalah musibah yang menimpa seseorang itu adalah dengan ijin Allah Ta’ala

🔻 Sebagaimana tertera dalam pedoman hidup kita; Al-Qur'an, surat At-Thaghaabun ayat 11 (artinya);
”Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [ At-Thagaabun: 11 ]

Wallahul Muwaffiq


📝 Dikirim oleh: al Ustadz Abdul Hadi Pekalongan

#fawaidumum #aqidah

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Forwarded from Warisan Salaf
🔆 KEUTAMAAN BERMAJELIS ILMU BERSAMA ULAMA



🔘 Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,

🔵 "Bahwasanya Amirul Mukminin Umar bin al Khattab radhiallahu 'anhu berkata,

☑️ 'Sesungguhnya seseorang benar-benar keluar dari rumahnya dalam keadaan ia memiliki dosa seperti pegunungan Tihamah.

📡 Apabila ia mendengar ilmu, lalu ia takut (atas dosa-dosanya), sehingga ia kembali (kepada Allah) dan bertaubat. Maka ia pulang ke rumahnya dalam keadaan TIDAK MEMILIKI DOSA.

💯 MAKA JANGAN SAMPAI KALIAN MENJAUHKAN DIRI DARI MAJELISNYA ULAMA."


🌍 Sumber: Miftahu Dari As-Sa'adah (1/122)
📝 Diterjemahkan oleh: Tim Warisan Salaf

#fawaidumum

🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Forwarded from Warisan Salaf
⛵️ MEMBIASAKAN LISAN MENGUCAPKAN YANG BAIK, KARENA MALAIKAT AKAN MENGAMINKANNYA

🌻 Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

🕋 "Janganlah kalian mendoakan atas diri-diri kalian kecuali dengan kebaikan. Karena sesungguhnya para malaikat akan mengaminkan apa yang kalian ucapkan." (HR. Muslim)

📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃🔻 HADITS TENTANG RABU WEKASAN DHOIF JIDDAN 🔻🍃

▶️ “Dhoif Jiddan” artinya sangat lemah derajatnya, dan tidak bisa diamalkan atau diyakini.

🔰 Disebutkan sebuah riwayat hadits dari shahabat Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhuma, bunyinya:

آخِرُ أَرْبَعَاءَ مِنَ الشَّهْرِ يَوْم نَحْسٍ مُسْتَمِرٍّ

”Hari Rabu terakhir dalam sebulan adalah hari sial yang (terus menerus ada) berkesinambungan.”

📚 [HR. Al-Khotib dalam kitab Tarikh Baghdad (14/406) no.7726 , disebutkan oleh As-Suyuthi dalam Al-Jami’ Ash-Shoghir no.1016 bahwasanya hadits ini diriwayatkan oleh Wakii’ dalam Al-Ghuror dan Al-Mardawaih dalam Tafsirnya]

🔰 DERAJAT HADITS

Asy-Syaikh Al-Albani rohimahullah mengatakan: Hadits ini “Dhoif Jiddan” (artinya sangat lemah derajatnya).

🔻 Beliau menambahkan, bahwa hal itu dikarenakan pada sanad (rantai pembawa) haditsnya ada seorang yang bernama Maslamah bin Ash-Sholti, Dikatakan oleh Imam Abu Hatim bahwasanya orang ini “Matrukul Hadits” – ditinggalkan haditsnya. [ Lihat Dhoif Al-Jami’ no.3 dan Adh-Dhoifah no. 1581 , Lihat pula Mizanul I’tidal ; 4/109, Adz-Dzahabi, tentang ucapan Imam Abu Hatim ]

🌷 Al-Imam Ibnul Jauzi rohimahullah (wafat th.597 H) menerangkan dalam kitabnya ”Al-Maudhu’at” (2/72-74), bahwa hadits ini datang dari tiga shahabat Abdullah bin Abbas, Jabir bin Abdillah, dan Ibnu Umar rodhiyallahu ‘anhum, namun kesemuanya itu dikategorikan oleh beliau rohimahullah sebagai hadist maudhu’ (palsu).

Wallahul Muwaffiq

📝 Dikirim oleh: al Ustadz Abdul Hadi Pekalongan

#fawaidumum #hadits

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
▶️⛔️ BAHAYA PERBUATAN ZHALIM 1⃣



🍃 Zhalim terbagi menjadi dua,
1⃣ Kezhaliman terkait dengan hak Allah,
2⃣ Kezhaliman terkait dengan hak sesama hamba Allah.

▶️ Kezhaliman yang terbesar ialah yang berkaitan dengan hak Allah dan mensekutukan-Nya.
▶️ Adapun kezhaliman yang berkaitan dengan hak sesama hamba, ialah menzhalimi dirinya, hartanya, atau kehormatannya.

Kezhaliman dengan dua jenisnya merupakan perbuatan yang haram dilakukan. Dan Allah telah menyiapkan balasan yang dahsyat bagi pelaku kezhaliman tersebut. Di antaranya ialah,

🔴 Orang yang zhalim tidak memiliki penolong dan pembela yang bisa menyelamatkannya dari adzab Allah.

📔 Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلا شَفِيعٍ يُطَاع

"Orang-orang yang zhalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorangpun pemberi syafa'at yang diterima syafa'atnya." (QS. Ghafir: 18)

🔥 Pada hari kiamat, orang yang berlaku zhalim tidak memiliki teman setia yang bisa menyelamatkannya dari adzab Allah, demikian pula (ia tidak memiliki) pembela yang diterima pembelaannya.

📛 Karena ia telah tercampakkan dengan kezhalimannya, kelakuannya yang semena-mena, dan permusuhannya.

🚫 Sehingga, orang yang zhalim benar-benar tidak mendapati seorangpun yang bisa menolongnya (dari adzab Allah).

وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

📡 "Dan orang-orang yang zhalim tidak ada seorang penolongpun baginya." (QS. Al-Baqarah:270)

🔵Pada saat-saat yang genting ketika itu (pada hari kiamat), manusia sangat butuh bantuan, pertolongan, dan pembelaan. Tapi tidak seorangpun yang bisa menolong orang yang berlaku zhalim.

Hanya kepada Allah kita memohon keselamatan.


📝 Disajikan Oleh: Tim Warisan Salaf
🌍 Sumber Panduan: Syarah Riyadhus Shalihin (2/485-486)

#Fawaidumum #kezhaliman

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian4⃣0⃣)
—---------------------------------------—

🌴Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

وَفِي الْحَدِيثِ: «الدُّعَاءُ مخ الْعِبَادَةِ» .
وَالدَّلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى: {وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ} [غافر:60] [14]

🔻 Dan di dalam hadits : “Doa adalah inti ibadah.”

Dalilnya adalah firman Allah –Ta’ala-:
“Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." [ Ghofir: 60 ]


💢PENJELASAN:
(1⃣) Para pembaca –rohimakallah-,
Sekarang Asy-Syaikh –rohimahullah- akan menyebutkan dalil dari macam-macam ibadah secara rinci, Setelah menyebutkan macam-macamnya secara global.


1⃣ Dimulai dari ibadah Doa;
Asy-Syaikh –rohimahullah- menyebutkan sebuah hadits dari shahabat Anas bin Malik –rodhiyallahu ‘anhu- yang berbunyi:
الدُّعَاءُ مخ الْعِبَادَةِ
Artinya: “Doa itu inti ibadah.”

👉 Hadits ini diriwayatkan oleh imam At-Tirmidzi dalam kitab “Sunan”-nya no.3371.

🔻 Hadits ini derajatnya dhoif (lemah) dikarenakan ada seorang rowi (pembawa) hadits yang bernama Ibnu Lahiiah. Di mana keadaan Ibnu Lahiiah ini adalah “Sayyi`ul Hifzh” (Jelek hafalannya). Sebagaimana dijelaskan oleh Asy-Syaikh Al-Albani –rohimahullah- dalam kitab “Ahkamul Janaiz”; (1/194).


📙 Namun di sana, ada riwayat lain yang shohih; dari shahabat Nu’man bin Basyir –rodhiyallahu ‘anhu-; bahwasanya Rasulullah –shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa itu adalah ibadah.”

📕 Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad (18352), Abu Dawud (1479), At-Tirmidzi (2969), Ibnu Majah (3828), Al-Hakim (1802).

👍 Dishohihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani –rohimahullah- dalam kitab “Shohih Al-Jami’” no.3407, “Shohih Abi Dawud” no.1329.


🌷 Asy-Syaikh Al-Fauzan –hafizhohullah- menjelaskan, bahwa kedua riwayat tersebut maknanya satu. Namun, riwayat kedua lebih shohih dibandingkan yang pertama.

🔰 Intinya, makna hadits tersebut menjelaskan bahwa doa adalah satu jenis ibadah yang paling agung.
Sehingga sangat tidak patut, apabila seorang muslim meninggalkan ibadah ini.


Wallahu a’lamu bisshowaab
Bersambung,…

📚 [ Referensi: Ahkamul Janaiz; Asy-Syaikh Al-Albani, Syarah Tsalatsatil Ushul; Asy-Syaikh Al-Fauzan]

🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ushultsalatsah

🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
▶️⛔️ BAHAYA PERBUATAN ZHALIM 2⃣



🚫 Orang-orang yang zhalim benar-benar dalam bahaya yang amat besar. Dalam firman-Nya Allah Subhanahu wa Ta'ala memperingatkan dan mengancam mereka,

وَلا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الأبْصَارُ * مُهْطِعِينَ مُقْنِعِي رُءُوسِهِمْ لا يَرْتَدُّ إِلَيْهِمْ طَرْفُهُمْ وَأَفْئِدَتُهُمْ هَوَاءٌ

📛 "Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zhalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak)." (QS. Ibrahim:42)

▶️ Di dalam ayat ini terdapat ancaman bagi orang-orang yang zalim, dan di sisi lain merupakan hiburan bagi orang yang terzalimi.

🔵 Dimana Allah Subhanahu wa Ta'ala membiarkan mereka (orang yang zalim) hidup berlimpahkan rejeki dan harta benda. Hanyasaja itu bukan wujud kecintaan Allah padanya, akan tetapi sebagai bentuk penguluran waktu, jika telah tiba waktunya maka Allah akan mengadzabnya dan tidak akan melepaskannya,

وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ

🔥 "Dan begitulah adzab Rabbmu, apabila Dia mengadzab penduduk negeri-negeri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya adzab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras." (QS. Huud:102)

🔴 Dan kezhaliman pada ayat di atas mencakup kezhaliman terkait dengan hak-hak Allah, dan kezhaliman antar sesama makhluk.

📛📛 Sehingga, janganlah orang-orang yang berlaku zhalim mengira bahwa kezhaliman mereka akan dibiarkan begitu saja tanpa ada pembalasan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

📛📛 Jangan pula ia terlena dengan ketentraman hidup yang ia rasakan. Karena itu merupakan bentuk penguluran waktu, jika telah tiba waktunya maka ia akan merasakan adzab dan tidak bisa lepas darinya. wal'iyadzu billah.

📝 Disajikan Oleh: Tim Warisan Salaf
🌍 Sumber Panduan: Tafsir As-Sa'di (hal.427) dan Tafsir Ibnu Katsir (4/515)

#Fawaidumum #kezhaliman

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃📮 KEUTAMAAN MEMBACA SURAT AL-KAHFI PADA HARI JUM’AT 📮🍃
Pembacanya akan disinari di antara dua Jum’at.

🔰 Dari shahabat Abu Sa’id Al-Khudri rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shollallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

” “Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada hari Jum'at, dia akan disinari cahaya di antara dua jum'at.”

📚 [HR. Al-Baihaqi dalam As-Sunan Ash-Shoghir no.606 ]

🔘 Derajat Hadits: Shohih.

Hadits ini dishohihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rohimahullah dalam kitabnya; Shohih Al-Jami’ no.6470 ]


🌷 Asy-Syaikh Al-'Utsaimin rohimahullah menjelaskan, Surat tersebut (seluruhnya) dibaca sebelum sholat Jum’at atau setelahnya; boleh yang ini dan boleh pula yang itu, di luar sholat. [Lihat Durus al-Haram al-Madani lil 'Utsaimin ; 3/11]


Mari hidupkan Sunnah Nabi shollallahu 'alaihi wasallam di atas cahaya ilmu.

Wallahul Muwaffiq


📝 Dikirim oleh: al Ustadz Abdul Hadi Pekalongan

#fawaidumum #harijumat #ahkamjumat

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🍃📮 MENDOAKAN KEBAIKAN UNTUK PENGUASA 📮🍃

▶️ Termasuk Prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

🔰 Berkata Al-Imam Al-Barbahari rohimahullah dalam kitab Syarhus Sunnah hal.113 ,

👎 ”Jika engkau melihat seseorang mendoakan penguasa dengan kejelekan, ketahuilah ia merupakan pengikut hawa nafsu.

👍 Dan jika engkau melihat seorang mendoakan penguasa dengan kabaikan, ketahuilah ia adalah seorang Ahlus Sunnah , inSya Allah.”

🌷 Hal ini berdasarkan ucapan Imam Fudhoil bin ‘Iyadh (📌) rohimahullah, beliau mengatakan;

لَوْ أَنَّ لِي دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ مَا جَعَلْتُهَا إِلَّا فِي السُّلْطَانِ.

”Jika seandainya aku memiliki satu doa mustajab, Aku tidak akan memberikannya kecuali untuk pemimpin.”

Ketika beliau ditanya; “Kenapa demikian?”

Jawabannya; “Karena kebaikan pemimpin merupakan kebaikan suatu bangsa dan negara.”

📚 [ Ucapan Imam Fudhoil tersebut juga diriwayatkan oleh Abu Nu’aim di dalam Al-Hilyah ; 8/91 ]


📌 Imam Fudhoil termasuk generasi tabi’ut tabi’in.
Dikatakan oleh al-Hafizh ibnu Hajar, bahwasanya beliau seorang yang tsiqoh (terpercaya), ‘abid (ahli ibadah), imam. [ Lihat At-Taqrib no.5431 ]


Jangan lupa untuk mendoakan penguasa dengan kebaikan di waktu-waktu mustajab.

Wallahul Muwaffiq


📝 Dikirim oleh: al Ustadz Abdul Hadi Pekalongan

#fawaidumum

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
▶️ MEMULIAKAN ORANG YANG SUDAH LANJUT USIA



📝 Abu Musa Al Asy'ari radhiallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إن من إجلال الله إكرام ذي الشيبة المسلم، وحامل القرآن، غير الغالي فيه، ولا الجافي عنه، وإكرام ذي السلطان المقسط

🍃 "Sesungguhnya termasuk bentuk memuliakan/mengagungkan Allah ialah,

1⃣ memuliakan seorang muslim yang sudah beruban,

2⃣ dan (memuliakan) penghafal Al-Qur'an yang tidak berlebih-lebihan pada Al-Qur'an tersebut dan tidak mengurang-nguranginya,

3⃣ dan juga memuliakan pemimpin yang adil."



🔵 Di antara bentuk memuliakan orang yang sudah tua ialah berlaku lemah lembut kepadanya dalam berbicara dan berinteraksi.

🔴 Adapun makna "Penghafal Al Qur'an yang berlebihan", ialah berlebihan dalam mengamalkannya, berlebihan meneliti sesuatu yang samar dan mutasyabih dari maknanya, batasan membacanya, dan makhorijul hurufnya. Demikian pula berlebihan dalam hal tajwidnya dan terlalu cepat bacaannya sehingga tidak mentadabburi kandungannya.

▶️ Sedangkan "mengurang-ngurangi Al-Qur'an" yaitu dengan berpaling dari Al-Qur'an, tidak menguatkan hafalannya, dan tidak mengamalkan kandungannya.


🌍 HR. Abu Daud no.4843, dihasankan Syaikh al Albani rahimahullah. Lihat 'Aunul Ma'bud (13/132)
📝 Disajikan Oleh: Tim Warisan Salaf

#Fawaidumum #adab

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Forwarded from Warisan Salaf
💢 SEMANGAT SALAF DALAM MENCARI ILMU DAN PERBEDAAN ANTARA ORANG YANG MENCATAT DAN TIDAK MENCATAT

🌴 Shalih bin Kaisan berkata,

روى معمر، عن صالح قال: اجتمعت أنا وابن شهاب, ونحن نطلب العلم فاجتمعنا على أن نكتب السنن, فكتبنا كل شيء سمعنا، عن النبي -صلى الله عليه وسلم- ثم قال نكتب ما جاء، عن أصحابه فقلت: ليس بسنة فقال: بل هو سنة فكتب ولم أكتب, فأنجح وضيعت.

🌻 "Aku pernah berkumpul bersama Ibnu Syihab pada saat kami sedang menuntut ilmu. Kami pun sepakat untuk menulis sunnah-sunnah. Lalu kami menulis segala sesuatu yang kami dengar dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam.

🔹 Kemudian ia (yakni Ibnu Syihab,pen) berkata, "Mari kita tulis apa yang datang dari para shahabatnya."

🔸 Aku menjawab, " (apa yang datang dari shahabat) bukan sunnah ."

🔹 Ia menjawab, "bahkan ia juga sunnah."

☑️ Lantas ia menulisnya sedangkan aku tidak menulis. Maka ia berhasil sementara aku telah menyia-nyiakan (sunnah para shahabat)."

🌍 Siyar A'lam An-Nubala (6/168)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf

🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com