✅⛵️ MEMBIASAKAN LISAN MENGUCAPKAN YANG BAIK, KARENA MALAIKAT AKAN MENGAMINKANNYA
🌻 Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
🕋 "Janganlah kalian mendoakan atas diri-diri kalian kecuali dengan kebaikan. Karena sesungguhnya para malaikat akan mengaminkan apa yang kalian ucapkan." (HR. Muslim)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🌻 Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
🕋 "Janganlah kalian mendoakan atas diri-diri kalian kecuali dengan kebaikan. Karena sesungguhnya para malaikat akan mengaminkan apa yang kalian ucapkan." (HR. Muslim)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
✅💢 MENGAJARI ANAK KECINTAAN KEPADA ABU BAKAR DAN UMAR
Al Imam Malik Rahimahullah berkata,
"Dahulu para salaf mengajarkan kepada anak-anak mereka kecintaan kepada dua syaikh yaitu Abu Bakar dan Umar sebagaimana mereka mengajarkan surat al Quran'"
🌍 Sumber: شرح أصول اعتقاد أهل السنة (7/1312)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Al Imam Malik Rahimahullah berkata,
"Dahulu para salaf mengajarkan kepada anak-anak mereka kecintaan kepada dua syaikh yaitu Abu Bakar dan Umar sebagaimana mereka mengajarkan surat al Quran'"
🌍 Sumber: شرح أصول اعتقاد أهل السنة (7/1312)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
✅PELAJARAN TAUHID : Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 7⃣)
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah berkata,
وَ الدَّلِيلُ قَولُهُ تَعَالَى:
وَ العَصْرِ ، إِنَّ الإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ * إلّا الَّذِينَ آمَنُوا وَ عَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَ تَوَاصَوا بِالحَقِّ وَ تَوَاصَوا بِالصَّبْرِ
“Dalilnya firman Allah Ta’ala,
{ Demi Masa (1) Sesungguhnya (semua) manusia benar-benar dalam kerugian (2) Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran (3) } (QS. Al-Ashr:1-3)
〰〰➰〰〰
💢 PENJELASAN:
🔘 Dalilnya firman Allah Ta’ala
Yaitu dalil tentang keempat permasalahan yang beliau sebutkan sebelumnya
🔘 {Demi Masa (1) Sesungguhnya (semua) manusia dalam kerugian (2)
Kemudian Allah Ta’ala sebutkan kriteria orang-orang yang beruntung dan selamat dari kerugian:
1⃣ Yang Pertama: Kecuali orang-orang yang beriman
2⃣ Yang Kedua: Dan beramal sholeh
3⃣ Yang Ketiga: Orang-orang yang saling menasehati untuk mentaati kebenaran
4⃣ Yang Keempat: Orang-orang yang saling menasehati untuk menetapi kesabaran
✅ Berkata Al-Imam Ibnu Katsir Rohimahullah,
"Allah Ta’ala bersumpah dengan masa bahwa semua manusia berada dalam kerugian dan kehancuran, kecuali orang-orang yang di dalam hatinya terdapat keimanan, beramal sholeh dengan anggota tubuhnya, melakukan amalan-amalan taat, meninggalkan perkara-perkara yang haram, bersabar terhadap musibah-musibah (yang menimpanya), bersabar terhadap takdir (yang telah ditentukan untuknya), bersabar terhadap gangguan orang-orang yang mengganggu yang ditujukan kepada orang-orang yang melakukan amar ma’ruf nahi munkar. (Tafsir Ibnu Katsir 8/480 secara ringkas)
✅ Berkata Asy-Syaikh Bin Baz Rohimahullah:
"Surat ini sebagai dalil tentang empat permasalahan (yang disebutkan sebelumnya). (Syarh Tsalatsatil Ushul, hal. 25)
🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis
📝 FAEDAH INI DIKIRIM OLEH AL-USTADZ ABDUL HADI PEKALONGAN HAFIZHAHULLAH.
🔘 Insya Allah mulai hari ini, pelajaran Tsalatsatul Ushul akan dipandu oleh Beliau, Jazahullahu Khairan.
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah berkata,
وَ الدَّلِيلُ قَولُهُ تَعَالَى:
وَ العَصْرِ ، إِنَّ الإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ * إلّا الَّذِينَ آمَنُوا وَ عَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَ تَوَاصَوا بِالحَقِّ وَ تَوَاصَوا بِالصَّبْرِ
“Dalilnya firman Allah Ta’ala,
{ Demi Masa (1) Sesungguhnya (semua) manusia benar-benar dalam kerugian (2) Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran (3) } (QS. Al-Ashr:1-3)
〰〰➰〰〰
💢 PENJELASAN:
🔘 Dalilnya firman Allah Ta’ala
Yaitu dalil tentang keempat permasalahan yang beliau sebutkan sebelumnya
🔘 {Demi Masa (1) Sesungguhnya (semua) manusia dalam kerugian (2)
Kemudian Allah Ta’ala sebutkan kriteria orang-orang yang beruntung dan selamat dari kerugian:
1⃣ Yang Pertama: Kecuali orang-orang yang beriman
2⃣ Yang Kedua: Dan beramal sholeh
3⃣ Yang Ketiga: Orang-orang yang saling menasehati untuk mentaati kebenaran
4⃣ Yang Keempat: Orang-orang yang saling menasehati untuk menetapi kesabaran
✅ Berkata Al-Imam Ibnu Katsir Rohimahullah,
"Allah Ta’ala bersumpah dengan masa bahwa semua manusia berada dalam kerugian dan kehancuran, kecuali orang-orang yang di dalam hatinya terdapat keimanan, beramal sholeh dengan anggota tubuhnya, melakukan amalan-amalan taat, meninggalkan perkara-perkara yang haram, bersabar terhadap musibah-musibah (yang menimpanya), bersabar terhadap takdir (yang telah ditentukan untuknya), bersabar terhadap gangguan orang-orang yang mengganggu yang ditujukan kepada orang-orang yang melakukan amar ma’ruf nahi munkar. (Tafsir Ibnu Katsir 8/480 secara ringkas)
✅ Berkata Asy-Syaikh Bin Baz Rohimahullah:
"Surat ini sebagai dalil tentang empat permasalahan (yang disebutkan sebelumnya). (Syarh Tsalatsatil Ushul, hal. 25)
🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis
📝 FAEDAH INI DIKIRIM OLEH AL-USTADZ ABDUL HADI PEKALONGAN HAFIZHAHULLAH.
🔘 Insya Allah mulai hari ini, pelajaran Tsalatsatul Ushul akan dipandu oleh Beliau, Jazahullahu Khairan.
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
👍1
✅🔘 SIFAT ORANG YANG BERILMU DAN ORANG YANG JAHIL
▶️ Masruq rahimahullah (wafat 163 H) berkata,
كَفَى بِالْمَرْءِ عِلْمًا أَنْ يَخْشَى اللهَ، وَكَفَى بِالْمَرْءِ جَهْلًا أَنْ يَعْجَبَ بِعَمَلِهِ
🔶 "Cukuplah seseorang dikatakan berilmu ketika iia memiliki rasa khasyah kepada Allah, dan cukuplah seseorang dikatakan jahil ketika ia bangga dengan amalannya."
💡 Khasyah adalah rasa takut yang dibangun di atas ilmu dan dibarengi dengan amalan.
➖➖➖
💢 Masruq bin al-Ajda' bin Malik Al-Hamdani Al-Wadi'i, kunyahnya adalah Abu Aisyah. Beliau berasal dari Kufah.
Beliau seorang yang kokoh, faqih, ahli ibadah, mukhadram (yakni merasakan hidup di masa jahiliyah dan masa kenabian akan tetapi tidak menjadi shahabat).
➖➖➖
🌍 Sumber: Hilyatul Auliya (5/24)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
▶️ Masruq rahimahullah (wafat 163 H) berkata,
كَفَى بِالْمَرْءِ عِلْمًا أَنْ يَخْشَى اللهَ، وَكَفَى بِالْمَرْءِ جَهْلًا أَنْ يَعْجَبَ بِعَمَلِهِ
🔶 "Cukuplah seseorang dikatakan berilmu ketika iia memiliki rasa khasyah kepada Allah, dan cukuplah seseorang dikatakan jahil ketika ia bangga dengan amalannya."
💡 Khasyah adalah rasa takut yang dibangun di atas ilmu dan dibarengi dengan amalan.
➖➖➖
💢 Masruq bin al-Ajda' bin Malik Al-Hamdani Al-Wadi'i, kunyahnya adalah Abu Aisyah. Beliau berasal dari Kufah.
Beliau seorang yang kokoh, faqih, ahli ibadah, mukhadram (yakni merasakan hidup di masa jahiliyah dan masa kenabian akan tetapi tidak menjadi shahabat).
➖➖➖
🌍 Sumber: Hilyatul Auliya (5/24)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
✅🌴 SEBAB-SEBAB KEBAHAGIAAN
🌻 Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz Rahimahullah berkata,
"Setiap insan apabila baik akidahnya dan istiqomah di atas perintah Allah, maka sempurna baginya sebab-sebab kebahagiaan." (Majmu' Fatawa 20/323)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🌻 Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz Rahimahullah berkata,
"Setiap insan apabila baik akidahnya dan istiqomah di atas perintah Allah, maka sempurna baginya sebab-sebab kebahagiaan." (Majmu' Fatawa 20/323)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
✅💢 BERLINDUNG DARI KHUSYU' KEMUNAFIKAN
🌻 Abu Darda Radhiallahu anhu berkata kepada para shahabatnya,
استعيذوا بالله من خشوع النفاق. قالوا: يا أبا الدّرداء وما خشوع النفاق؟ قال: أن يرى الجسد خاشعا والقلب ليس بخاشع.
‼️ "Berlindunglah kalian kepada Allah dari khusyu kemunafikan!"
▶️ Mereka bertanya, "Wahai Abu Darda, apa yang dimaksud khusyu' kemunafikan?"
💥 Ia menjawab, " yaitu terlihat (seseorang) tubuhnya khusyu' padahal sebenarnya hatinya tidak khusyu'."
🌍 Sumber: Ceramah Syaikh Shalih Alu Syaikh berjudul "Washaya Abi Darda"
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🌻 Abu Darda Radhiallahu anhu berkata kepada para shahabatnya,
استعيذوا بالله من خشوع النفاق. قالوا: يا أبا الدّرداء وما خشوع النفاق؟ قال: أن يرى الجسد خاشعا والقلب ليس بخاشع.
‼️ "Berlindunglah kalian kepada Allah dari khusyu kemunafikan!"
▶️ Mereka bertanya, "Wahai Abu Darda, apa yang dimaksud khusyu' kemunafikan?"
💥 Ia menjawab, " yaitu terlihat (seseorang) tubuhnya khusyu' padahal sebenarnya hatinya tidak khusyu'."
🌍 Sumber: Ceramah Syaikh Shalih Alu Syaikh berjudul "Washaya Abi Darda"
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
✅🌻 ANTARA MENUNTUT ILMU DAN IBADAH
📌 Al-Imam Qotadah bin Di'amah As-Sadusi (murid Ibnu Abbas) rahimahullah berkata,
باب من العلم يحفظه الرجل يطلب به صلاح نفسه وصلاح الناس أفضل من عبادة حول كامل
🌷 "Satu bab dari ilmu yang dihafal oleh seseorang, yang dengannya dia menginginkan kebaikan bagi dirinya dan kebaikan bagi orang lain, maka itu lebih afdhal daripada beribadah selama satu tahun penuh." (Hilyatul Auliya 2/341)
➖➖➖
🍏 Ungkapan ini bukan dimaksudkan untuk meremehkan kedudukan ibadah. Para ulama salaf adalah ahli ibadah yang menghabiskan waktu mereka untuk mendekatkan diri kepada Allah. Akan tetapi ungkapan di atas menunjukkan keutamaan ilmu yang sangat agung, dengannya seseorang dapat membenahi dirinya dan juga orang lain. Adapun ibadah, kebaikannya hanya berlaku bagi dirinya sendiri. Sehingga, jangan sampai seseorang meremahkan ilmu dan menjauhi tempat-tempat menimba ilmu.
➖➖➖
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
📌 Al-Imam Qotadah bin Di'amah As-Sadusi (murid Ibnu Abbas) rahimahullah berkata,
باب من العلم يحفظه الرجل يطلب به صلاح نفسه وصلاح الناس أفضل من عبادة حول كامل
🌷 "Satu bab dari ilmu yang dihafal oleh seseorang, yang dengannya dia menginginkan kebaikan bagi dirinya dan kebaikan bagi orang lain, maka itu lebih afdhal daripada beribadah selama satu tahun penuh." (Hilyatul Auliya 2/341)
➖➖➖
🍏 Ungkapan ini bukan dimaksudkan untuk meremehkan kedudukan ibadah. Para ulama salaf adalah ahli ibadah yang menghabiskan waktu mereka untuk mendekatkan diri kepada Allah. Akan tetapi ungkapan di atas menunjukkan keutamaan ilmu yang sangat agung, dengannya seseorang dapat membenahi dirinya dan juga orang lain. Adapun ibadah, kebaikannya hanya berlaku bagi dirinya sendiri. Sehingga, jangan sampai seseorang meremahkan ilmu dan menjauhi tempat-tempat menimba ilmu.
➖➖➖
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
✅PELAJARAN TAUHID : Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 8⃣)
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah berkata,
قال الشافعي رحمه الله : لَوْ مَا أَنْزَلَ اللهُ حُجَّةً عَلَى خَلْقِهِ إِلا هَذِهِ السورة لكفتهم
▶️ Berkata Al-Imam Asy-Syafi’i rohimahullah,
🌴 “Kalau seandainya Allah Azza wajalla tidak menurunkan hujjah kepada makhluk-Nya kecuali surat ini saja, niscaya (surat ini) sudah mencukupi mereka.
〰〰➰〰〰
💢 PENJELASAN:
✅ Pembahasan kali ini terbagi menjadi dua bagian:
1⃣ Bagian Pertama: berisi biografi ringkas Al-Imam Asy-Syafi’i rohimahullah.
2⃣ Bagian Kedua: berisi kandungan makna ucapan beliau rohimahullah.
💢 Bagian Pertama:
🌴 Biografi Ringkas Al-Imam Asy-Syafi’i rohimahullah:
🔘 Nama Beliau
Adalah: Muhammad bin Idris bin al-‘Abbas bin ‘Utsman bin Syafi’ al-Muttholibi al-Qurosyi
🔹 Beliau masih satu nasab dengan Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam. Karena kakek buyut beliau yang bernama Al-Muttholibi merupakan saudara kandung Hasyim yang merupakan kakek buyut Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam." (Lihat Siyar A'lam An-Nubala 10/6)
Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam menegaskan:
إِنَّمَا بَنُو الْمُطَّلِبُ وَبَنُو هَاشِمٌ شَيْءٌ وَاحِدٌ
“Sungguh anak keturunan Al-Muttholib dan anak keturunan Hasyim (masih) satu nasab.” (HR. Al-Bukhori no.3502)
🔘 Asy-Syafi’i termasuk Shighor Tabi’ut Tabi’in
Al-Hafizh Ibnu Hajar rohimahullah dalam kitabnya Taqribut Tahdzib (no.5717) menyebutkan bahwa beliau berada pada thobaqoh (tingkatan) ke-9. (yaitu termasuk “Shighor Tabi’ut Tabi’in”)
Sehingga beliau termasuk orang-orang yang direkomendasikan oleh Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam dengan kebaikan, sebagaimana disebutkan dalam hadits:
خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
“Sebaik-baik manusia adalah yang semasa denganku, kemudian setelahnya, kemudian setelahnya (lagi).” (Muttafaqun ‘alaih, dari Shahabat Abdullah bin Mas’ud Rodhiyallahu ‘anhu)
🔘 Beliau Termasuk Mujaddid (Pembaharu) Islam.
Maksudnya seorang (ulama) yang menjelaskan sunnah dari bid’ah, menyebarkan ilmu, dan menolong para Ulama, serta mengalahkan ahli bid’ah dan menghinakan mereka. (Lihat ‘Aunul Ma’bud 11/260)
➖(Yaitu) Ketika mayoritas manusia menyimpang dari jalan agama yang lurus.. (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah (Vol.1- (2/247)
‼️ Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الْأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَهَا
“Sesungguhnya Allah Aazza wa Jalla akan mengutus untuk umat ini seseorang yang (akan) memperbaharui agama mereka, pada setiap penghujung 100 tahun.” (HR. Abu Dawud no.4291, Al-Hakim dalam Al-Mustadrok no.8592 dan 8593. Dari shahabat Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu)
Asy-Syaikh Al-Albani menshohihkan hadits ini dalam Shohih Al-Jami’ (no.1874)
📝 Al-Imam Ahmad bin Hanbal Rohimahullah menjelaskan, bahwa pada penghujung 100 tahun pertama Allah Azza wa Jalla- memunculkan ‘Umar bin Abdul ‘Aziz (meninggal tahun 101 H) , kemudian pada 100 tahun kedua Allah Azza wa Jalla memunculkan Asy-Syafi’i (meninggal tahun 204 H). (lihat ‘Aunul Ma’bud 11/260 - 261)
✅ Ucapan Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam "Pada setiap penghujung 100 tahun" ada yg mengartikan pada setiap awal 100 tahun. Namun yg dipilih oleh penulis kitab 'Aunul Ma'bud adalah setiap akhir 100 tahun. Wallahu a'lam . (lihat 'Aunul Ma'bud 11/262)]
🌼🍃 Semoga Allah –ta’ala- merahmati beliau dan kita semua. Aamiin
🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis
📝 FAEDAH INI DIKIRIM OLEH AL-USTADZ ABDUL HADI PEKALONGAN HAFIZHAHULLAH.
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah berkata,
قال الشافعي رحمه الله : لَوْ مَا أَنْزَلَ اللهُ حُجَّةً عَلَى خَلْقِهِ إِلا هَذِهِ السورة لكفتهم
▶️ Berkata Al-Imam Asy-Syafi’i rohimahullah,
🌴 “Kalau seandainya Allah Azza wajalla tidak menurunkan hujjah kepada makhluk-Nya kecuali surat ini saja, niscaya (surat ini) sudah mencukupi mereka.
〰〰➰〰〰
💢 PENJELASAN:
✅ Pembahasan kali ini terbagi menjadi dua bagian:
1⃣ Bagian Pertama: berisi biografi ringkas Al-Imam Asy-Syafi’i rohimahullah.
2⃣ Bagian Kedua: berisi kandungan makna ucapan beliau rohimahullah.
💢 Bagian Pertama:
🌴 Biografi Ringkas Al-Imam Asy-Syafi’i rohimahullah:
🔘 Nama Beliau
Adalah: Muhammad bin Idris bin al-‘Abbas bin ‘Utsman bin Syafi’ al-Muttholibi al-Qurosyi
🔹 Beliau masih satu nasab dengan Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam. Karena kakek buyut beliau yang bernama Al-Muttholibi merupakan saudara kandung Hasyim yang merupakan kakek buyut Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam." (Lihat Siyar A'lam An-Nubala 10/6)
Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam menegaskan:
إِنَّمَا بَنُو الْمُطَّلِبُ وَبَنُو هَاشِمٌ شَيْءٌ وَاحِدٌ
“Sungguh anak keturunan Al-Muttholib dan anak keturunan Hasyim (masih) satu nasab.” (HR. Al-Bukhori no.3502)
🔘 Asy-Syafi’i termasuk Shighor Tabi’ut Tabi’in
Al-Hafizh Ibnu Hajar rohimahullah dalam kitabnya Taqribut Tahdzib (no.5717) menyebutkan bahwa beliau berada pada thobaqoh (tingkatan) ke-9. (yaitu termasuk “Shighor Tabi’ut Tabi’in”)
Sehingga beliau termasuk orang-orang yang direkomendasikan oleh Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam dengan kebaikan, sebagaimana disebutkan dalam hadits:
خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
“Sebaik-baik manusia adalah yang semasa denganku, kemudian setelahnya, kemudian setelahnya (lagi).” (Muttafaqun ‘alaih, dari Shahabat Abdullah bin Mas’ud Rodhiyallahu ‘anhu)
🔘 Beliau Termasuk Mujaddid (Pembaharu) Islam.
Maksudnya seorang (ulama) yang menjelaskan sunnah dari bid’ah, menyebarkan ilmu, dan menolong para Ulama, serta mengalahkan ahli bid’ah dan menghinakan mereka. (Lihat ‘Aunul Ma’bud 11/260)
➖(Yaitu) Ketika mayoritas manusia menyimpang dari jalan agama yang lurus.. (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah (Vol.1- (2/247)
‼️ Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الْأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَهَا
“Sesungguhnya Allah Aazza wa Jalla akan mengutus untuk umat ini seseorang yang (akan) memperbaharui agama mereka, pada setiap penghujung 100 tahun.” (HR. Abu Dawud no.4291, Al-Hakim dalam Al-Mustadrok no.8592 dan 8593. Dari shahabat Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu)
Asy-Syaikh Al-Albani menshohihkan hadits ini dalam Shohih Al-Jami’ (no.1874)
📝 Al-Imam Ahmad bin Hanbal Rohimahullah menjelaskan, bahwa pada penghujung 100 tahun pertama Allah Azza wa Jalla- memunculkan ‘Umar bin Abdul ‘Aziz (meninggal tahun 101 H) , kemudian pada 100 tahun kedua Allah Azza wa Jalla memunculkan Asy-Syafi’i (meninggal tahun 204 H). (lihat ‘Aunul Ma’bud 11/260 - 261)
✅ Ucapan Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam "Pada setiap penghujung 100 tahun" ada yg mengartikan pada setiap awal 100 tahun. Namun yg dipilih oleh penulis kitab 'Aunul Ma'bud adalah setiap akhir 100 tahun. Wallahu a'lam . (lihat 'Aunul Ma'bud 11/262)]
🌼🍃 Semoga Allah –ta’ala- merahmati beliau dan kita semua. Aamiin
🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis
📝 FAEDAH INI DIKIRIM OLEH AL-USTADZ ABDUL HADI PEKALONGAN HAFIZHAHULLAH.
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
✅🔘 SIKAP WARA' ULAMA SALAF
💢 Muhammad bin Sirin rahimahullah berkata,
ما أتيت امرأة في نوم ولا يقظة إلا أم عبد الله يعني زوجته وقال إني أرى المرأة في المنام فأعرف أنها لا تحل لي فأصرف بصري عنها
تاريخ بغداد 5/336
🌻 "Aku tidak pernah mendatangi seorang wanita baik di dalam mimpi atau terjaga kecuali ummu Abdillah (yaitu isterinya sendiri)."
🌸 Dan ia berkata, "Sesungguhnya aku melihat seorang wanita di dalam tidurku, aku mengetahui bahwa ia tidak halal bagiku, maka aku palingkan pandanganku darinya." (Tarikh Baghdad 5/336)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
💢 Muhammad bin Sirin rahimahullah berkata,
ما أتيت امرأة في نوم ولا يقظة إلا أم عبد الله يعني زوجته وقال إني أرى المرأة في المنام فأعرف أنها لا تحل لي فأصرف بصري عنها
تاريخ بغداد 5/336
🌻 "Aku tidak pernah mendatangi seorang wanita baik di dalam mimpi atau terjaga kecuali ummu Abdillah (yaitu isterinya sendiri)."
🌸 Dan ia berkata, "Sesungguhnya aku melihat seorang wanita di dalam tidurku, aku mengetahui bahwa ia tidak halal bagiku, maka aku palingkan pandanganku darinya." (Tarikh Baghdad 5/336)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
✅ PELAJARAN FIKIH (8⃣): BAB KEEMPAT: TENTANG SIWAK DAN SUNNAH-SUNNAH FITHROH (BAG: 1⃣
🔘 Pada bab ini terdapat beberapa permasalahan yang akan dibahas:
☑️ Siwak adalah: menggunakan ranting pohon atau yang sejenisnya (untuk membersihkan) gigi dan gusi. Fungsinya untuk menghilangkan sisa makanan atau aroma yang menempel pada keduanya.
1⃣ Permasalahan Pertama: Hukum Bersiwak
🔗 Disunnahkan bersiwak pada setiap waktu. Bahkan bagi orang yang berpuasa sekalipun. Seandainya ia bersiwak pada saat sedang berpuasa maka tidak mengapa, baik dilakukan di awal siang atau di akhir siang. Disebabkan Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam telah mengimbau (agar bersiwak) secara mutlak dan tidak mengaitkannya dengan waktu tertentu.
🔹 Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
السواك مطهرة للفم مرضاة للرب
🔸 "Siwak merupakan pembersih bagi mulut dan (perbuatan yang) diridhai oleh Allah." (HR. Al-Bukhari secara mu'allaq dengan shighah jazem, Ahmad dan Nasai)
🔹 dan beliau Shallallahu 'alaihi wa Sallam juga bersabda,
لولا أن أشق على أمتي لأمرتهم بالسواك عند كل صلاة
🔸 "Seandainya aku tidak khawatir memberatkan umatku, niscaya akan aku perintahkan mereka agar bersiwak setiap kali hendak melaksanakan shalat." (HR. Al-Bukhari no.887 dan Muslim no.252)
- Bersambung Insya Allah -
🌻 Ikuti terus pelajaran FIKIH setiap hari Selasa dan Kamis, Insya Allah.
🌍 Sumber Panduan: الفقه الميسر (hal.13)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🔘 Pada bab ini terdapat beberapa permasalahan yang akan dibahas:
☑️ Siwak adalah: menggunakan ranting pohon atau yang sejenisnya (untuk membersihkan) gigi dan gusi. Fungsinya untuk menghilangkan sisa makanan atau aroma yang menempel pada keduanya.
1⃣ Permasalahan Pertama: Hukum Bersiwak
🔗 Disunnahkan bersiwak pada setiap waktu. Bahkan bagi orang yang berpuasa sekalipun. Seandainya ia bersiwak pada saat sedang berpuasa maka tidak mengapa, baik dilakukan di awal siang atau di akhir siang. Disebabkan Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam telah mengimbau (agar bersiwak) secara mutlak dan tidak mengaitkannya dengan waktu tertentu.
🔹 Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
السواك مطهرة للفم مرضاة للرب
🔸 "Siwak merupakan pembersih bagi mulut dan (perbuatan yang) diridhai oleh Allah." (HR. Al-Bukhari secara mu'allaq dengan shighah jazem, Ahmad dan Nasai)
🔹 dan beliau Shallallahu 'alaihi wa Sallam juga bersabda,
لولا أن أشق على أمتي لأمرتهم بالسواك عند كل صلاة
🔸 "Seandainya aku tidak khawatir memberatkan umatku, niscaya akan aku perintahkan mereka agar bersiwak setiap kali hendak melaksanakan shalat." (HR. Al-Bukhari no.887 dan Muslim no.252)
- Bersambung Insya Allah -
🌻 Ikuti terus pelajaran FIKIH setiap hari Selasa dan Kamis, Insya Allah.
🌍 Sumber Panduan: الفقه الميسر (hal.13)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
✍1👍1
✅🕋 TAHIYYATUL MASJID HANYA BAGI ORANG YANG INGIN DUDUK DI MASJID
🌷 Syari’at shalat tahiyyatul masjid hanya diperuntukkan bagi orang yang ingin duduk di masjid. Sedangkan masuk masjid karena sekadar lewat, mengambil sesuatu, atau ingin menyampaikan keperluan kepada orang lain, maka tidak disyari’atkan shalat tahiyyatul masjid. Hal ini berdasarkan hadits Abu Qatadah Al-Anshari Radhiallahu ‘anhu,
إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلاَ يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّىَ رَكْعَتَيْنِ
📡 “Apabila seorang di antara kalian masuk masjid, janganlah ia duduk hingga (mengerjakan) shalat dua raka’at.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
💢 Al-Imam Malik Rahimahullah menerangkan, “Perintah tersebut berlaku bagi orang yang ingin duduk saja. Oleh karena itu beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, '… hendaklah ia shalat dua raka'at sebelum duduk.'.” (Al-Muntaqo Syarhul Muwatto' 1/399, dan Al-Muntaqa Syarhul Muwatho’ 1/286)
💢 Ibnu Rajab Rahimahullah berkata: ”Pada riwayat ini terdapat larangan untuk duduk sebelum melakukan shalat (tahiyyatul masjid). Sehingga barangsiapa masuk masjid bukan untuk duduk, yaitu sekadar lewat melintasi masjid atau masuk untuk suatu kebutuhan kemudian keluar lagi dan bukan untuk duduk, maka tidak terkenai larangan tersebut.” (Fathul Baari Syarhu Shahihil Bukhari Ibnu Rajab 3/275)
🔗 Di dalam kitab Al-Muntaqo Min Fatawa Al-Fauzan (4/26), Asy-Syaikh Shalih Al Fauzan juga menjelaskan, "Barangsiapa masuk masjid karena ingin duduk (di dalamnya), maka hendaknya dia shalat dua raka'at sebelum duduk. Adapun seorang yang masuk masjid hanya sekadar lewat bukan untuk duduk atau ingin mengambil kebutuhan kemudian keluar lagi, maka tidak disyari’atkan shalat (tahiyyatul masjid) atasnya.”
📌 Dan diriwayatkan pula bahwasanya Ibnu Umar dan para shahabat lainnya Radhiallahu ‘anhum memasuki masjid kemudian keluar tanpa melakukan shalat tahiyyatul masjid.
- wallahu a'lam-
📝 Dikumpulkan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🌷 Syari’at shalat tahiyyatul masjid hanya diperuntukkan bagi orang yang ingin duduk di masjid. Sedangkan masuk masjid karena sekadar lewat, mengambil sesuatu, atau ingin menyampaikan keperluan kepada orang lain, maka tidak disyari’atkan shalat tahiyyatul masjid. Hal ini berdasarkan hadits Abu Qatadah Al-Anshari Radhiallahu ‘anhu,
إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلاَ يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّىَ رَكْعَتَيْنِ
📡 “Apabila seorang di antara kalian masuk masjid, janganlah ia duduk hingga (mengerjakan) shalat dua raka’at.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
💢 Al-Imam Malik Rahimahullah menerangkan, “Perintah tersebut berlaku bagi orang yang ingin duduk saja. Oleh karena itu beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, '… hendaklah ia shalat dua raka'at sebelum duduk.'.” (Al-Muntaqo Syarhul Muwatto' 1/399, dan Al-Muntaqa Syarhul Muwatho’ 1/286)
💢 Ibnu Rajab Rahimahullah berkata: ”Pada riwayat ini terdapat larangan untuk duduk sebelum melakukan shalat (tahiyyatul masjid). Sehingga barangsiapa masuk masjid bukan untuk duduk, yaitu sekadar lewat melintasi masjid atau masuk untuk suatu kebutuhan kemudian keluar lagi dan bukan untuk duduk, maka tidak terkenai larangan tersebut.” (Fathul Baari Syarhu Shahihil Bukhari Ibnu Rajab 3/275)
🔗 Di dalam kitab Al-Muntaqo Min Fatawa Al-Fauzan (4/26), Asy-Syaikh Shalih Al Fauzan juga menjelaskan, "Barangsiapa masuk masjid karena ingin duduk (di dalamnya), maka hendaknya dia shalat dua raka'at sebelum duduk. Adapun seorang yang masuk masjid hanya sekadar lewat bukan untuk duduk atau ingin mengambil kebutuhan kemudian keluar lagi, maka tidak disyari’atkan shalat (tahiyyatul masjid) atasnya.”
📌 Dan diriwayatkan pula bahwasanya Ibnu Umar dan para shahabat lainnya Radhiallahu ‘anhum memasuki masjid kemudian keluar tanpa melakukan shalat tahiyyatul masjid.
- wallahu a'lam-
📝 Dikumpulkan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
👍2
✅🌴🌸 SIFAT-SIFAT AL-JANNAH, KENIKMATANNYA, DAN SIFAT PENDUDUKNYA
======================
📕 Pelajaran Shohih Muslim
🔰 Kitabul-Jannah
🔘 Hadits No.1
—-------------------
✅ Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ، وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
“Al-Jannah (surga) dikelilingi oleh perkara-perkara yang tidak disenangi, dan An-Naar (neraka) dikelilingi oleh syahwat (hawa nafsu).” (HR. Muslim No.2822)
✅ Takhrij Hadits
Hadits ini diriwayatkan pula oleh:
Ahmad (12559), (13671), (14030), At-Tirmidzi (2559), Abu Nu’aim dlm “Sifatul-Jannah” (42), dan selain mereka.
📌 Disebutkan pula dalam Shohih Al-Bukhori No. 6487 , dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu dengan lafazh,
حُجِبَتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ، وَحُجِبَتِ الجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ
“An-Naar ditutupi dengan syahwat (hawa nafsu), dan Al-Jannah ditutupi dengan perkara-perkara yang dibenci.”
〰➰〰
✅ Syarah (Penjelasan):
📝📮 Makna Hadits ini, Al-Jannah tidak akan bisa dicapai kecuali dengan melakukan hal-hal yang dibenci hawa nafsu, misalnya:
➖ Bersungguh-sungguh dalam ibadah serta menekuninya,
➖ Bersabar dalam menghadapi kesulitan (kesukaran) ketika menjalankan ibadah tersebut,
➖ Menahan amarah,
➖ Memaafkan orang lain,
➖ Bersikap tenang (tidak terburu-buru),
➖ Bersedekah,
➖ Berbuat baik kepada orang yang menyakitinya,
➖ Bersabar dalam melawan tuntutan hawa nafsu,
➖ Dan yang semisalnya.
⚠️ Adapun An-Naar, dikelilingi oleh Syahwat (hawa nafsu) yang diharamkan,
🔻Misalnya:
❌ Minuman Keras (khomr),
❌ Perzinaan,
❌ Melihat wanita yang bukan mahrom,
❌ Ghibah (membicarakan aib orang lain),
❌ Bermain alat musik,
❌ Dan yang semisalnya.
↔️ Adapun Syahwat (hawa nafsu) yang diperbolehkan tidak masuk dalam pembahasan tadi. Namun makruh (dibenci hukumnya) jika dilakukan secara berlebihan, karena dikhawatirkan akan menyeret pelakunya ke dalam:
⭕️ Perbuatan haram,
⭕️ Membuat hatinya keras,
⭕️ Melalaikan dirinya dari amal ketaatan,
atau justru...
🚫 Menjadikan dirinya semakin tamak dalam mendapatkan harta dunia untuk digunakan foya-foya,
🚫 Dan yang semisalnya.
- SELESAI -
Semoga Allah Ta’ala memasukkan kita semua ke dalam al-Jannah dan menjauhkan kita dari Adzab-Nya. Aamiin
Wallahu a’lamu bisshowab...
🌍 Diringkas dari Al-Minhaj Syarh Shohih Muslim (8/165 - 166), karya: Al-Imam An-Nawawi rohimahullah
📝 FAEDAH INI DIKIRIMKAN OLEH AL-USTADZ ABDUL HADI PEKALONGAN HAFIZHAHULLAH
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
======================
📕 Pelajaran Shohih Muslim
🔰 Kitabul-Jannah
🔘 Hadits No.1
—-------------------
✅ Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ، وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
“Al-Jannah (surga) dikelilingi oleh perkara-perkara yang tidak disenangi, dan An-Naar (neraka) dikelilingi oleh syahwat (hawa nafsu).” (HR. Muslim No.2822)
✅ Takhrij Hadits
Hadits ini diriwayatkan pula oleh:
Ahmad (12559), (13671), (14030), At-Tirmidzi (2559), Abu Nu’aim dlm “Sifatul-Jannah” (42), dan selain mereka.
📌 Disebutkan pula dalam Shohih Al-Bukhori No. 6487 , dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu dengan lafazh,
حُجِبَتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ، وَحُجِبَتِ الجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ
“An-Naar ditutupi dengan syahwat (hawa nafsu), dan Al-Jannah ditutupi dengan perkara-perkara yang dibenci.”
〰➰〰
✅ Syarah (Penjelasan):
📝📮 Makna Hadits ini, Al-Jannah tidak akan bisa dicapai kecuali dengan melakukan hal-hal yang dibenci hawa nafsu, misalnya:
➖ Bersungguh-sungguh dalam ibadah serta menekuninya,
➖ Bersabar dalam menghadapi kesulitan (kesukaran) ketika menjalankan ibadah tersebut,
➖ Menahan amarah,
➖ Memaafkan orang lain,
➖ Bersikap tenang (tidak terburu-buru),
➖ Bersedekah,
➖ Berbuat baik kepada orang yang menyakitinya,
➖ Bersabar dalam melawan tuntutan hawa nafsu,
➖ Dan yang semisalnya.
⚠️ Adapun An-Naar, dikelilingi oleh Syahwat (hawa nafsu) yang diharamkan,
🔻Misalnya:
❌ Minuman Keras (khomr),
❌ Perzinaan,
❌ Melihat wanita yang bukan mahrom,
❌ Ghibah (membicarakan aib orang lain),
❌ Bermain alat musik,
❌ Dan yang semisalnya.
↔️ Adapun Syahwat (hawa nafsu) yang diperbolehkan tidak masuk dalam pembahasan tadi. Namun makruh (dibenci hukumnya) jika dilakukan secara berlebihan, karena dikhawatirkan akan menyeret pelakunya ke dalam:
⭕️ Perbuatan haram,
⭕️ Membuat hatinya keras,
⭕️ Melalaikan dirinya dari amal ketaatan,
atau justru...
🚫 Menjadikan dirinya semakin tamak dalam mendapatkan harta dunia untuk digunakan foya-foya,
🚫 Dan yang semisalnya.
- SELESAI -
Semoga Allah Ta’ala memasukkan kita semua ke dalam al-Jannah dan menjauhkan kita dari Adzab-Nya. Aamiin
Wallahu a’lamu bisshowab...
🌍 Diringkas dari Al-Minhaj Syarh Shohih Muslim (8/165 - 166), karya: Al-Imam An-Nawawi rohimahullah
📝 FAEDAH INI DIKIRIMKAN OLEH AL-USTADZ ABDUL HADI PEKALONGAN HAFIZHAHULLAH
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
✍1👍1
✅PELAJARAN TAUHID : Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 8⃣)
🌴 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah berkata,
قال الشافعي: لَوْ مَا أَنْزَلَ اللهُ حُجَّةً عَلَى خَلْقِهِ إِلا هَذِهِ السورة لكفتهم
"Asy-Syafi'i berkata, Kalau seandainya Allah Azza wa Jalla tidak menurunkan hujjah kepada makhluk-Nya kecuali surat ini saja, niscaya (surat ini) sudah mencukupi mereka."
〰〰➰〰〰
💢 PENJELASAN:
📝📌 Ucapan Imam Asy-Syafi’i bagian-2
🔘 Makna Ucapan tsb:
📝📌 Empat sebab kebahagiaan hakiki (yang telah kita pelajari) pada hakekatnya dijelaskan secara ringkas di dalam surat ini (secara garis besar).
🔻Adapun isi Al-Qur`an (seluruhnya) beserta As-Sunnah, menjabarkan rinciannya.
🔰📕 (Sehingga perlu kita pahami) Bahwa tatkala surat ini menjelaskan sebab-sebab kebahagiaan secara garis besar. Saat itulah hujjah telah ditegakkan terhadap makhluk dengan surat ini.
🔻Adapun dalil-dalil yang ada, Yakni selain surat ini –baik dari Al-Qur`an maupun dari as-Sunnah- maka (kedudukannya) sebagai perinci dan penjelas empat hal tadi.
📛 Jangan sampai kita memahami:
Bahwa, “Surat ini (sudah) cukup bagi makhluk-Nya, andaikata Allah tidak menurunkan selainnya.”
✅ 👍 Namun (yang seharusnya kita katakan),
“Surat ini sudah cukup sebagai hujjah (penuntut atau pembela, -pen) bagi makhluk-Nya (secara garis besar) , karena Allah Ta’ala telah menjelaskan sebab-sebab kebahagiaan dan kesengsaraan (di dalamnya).
↔️ Sehingga pada hari kiamat nanti, tidak ada seorang pun yang mengatakan:
➖Saya tidak tahu sebab-sebab kebahagiaan, (atau mengatakan)
➖ Saya tidak tahu sebab-sebab kesengsaraan.
Dalam keadaan, (di dunia) dia telah membaca surat yang ringkas dan pendek ini.
» (Disadur dari Syarh Al-Ushul Ats-Tsalatsah (hal.24), karya Asy-Syaikh Sholih Al-Fauzan Hafizhohullah)
➖➖➖➖➖
‼️ Sebagian Ulama menyatakan bahwa pernyataan ini tidak benar. Karena terdapat beberapa versi riwayat dari Asy-Syafi’i rohimahullah yang secara dhohir maknanya berbeda.
👌 Namun di atas tadi kita telah baca bersama makna yang seharusnya kita pahami dari ucapan seorang Imam, seperti Asy-Syafi’i rohimahullah, hal ini karena menimbang kepercayaan kita kepada penukilnya, yaitu Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullahu Ta’ala. Wallahu A’lamu bish showab
🔘Sebagai Penutup:
—------------------—
🔻Sebagai seorang mukmin; Seharusnya hati kita tergerak untuk meraih kebahagiaan tatkala membaca surat ini.
🔻Dengan giat berusaha:
- Menjadi insan beriman yang melandasi keimanannya dengan ilmu,
- (kemudian) Beramal sholih,
- Berdakwah kepada kebenaran ,
- Serta Bersabar hingga kita bertemu dengan Allah Azza wa Jalla-.
👍 Semoga Allah Azza wa Jalla memudahkan jalan kita untuk meraih kebahagiaan yang hakiki....
Aamiin Yaa Robbal 'Aalaamiin
🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis
📝 FAEDAH INI DIKIRIM OLEH AL-USTADZ ABDUL HADI PEKALONGAN HAFIZHAHULLAH.
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🌴 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah berkata,
قال الشافعي: لَوْ مَا أَنْزَلَ اللهُ حُجَّةً عَلَى خَلْقِهِ إِلا هَذِهِ السورة لكفتهم
"Asy-Syafi'i berkata, Kalau seandainya Allah Azza wa Jalla tidak menurunkan hujjah kepada makhluk-Nya kecuali surat ini saja, niscaya (surat ini) sudah mencukupi mereka."
〰〰➰〰〰
💢 PENJELASAN:
📝📌 Ucapan Imam Asy-Syafi’i bagian-2
🔘 Makna Ucapan tsb:
📝📌 Empat sebab kebahagiaan hakiki (yang telah kita pelajari) pada hakekatnya dijelaskan secara ringkas di dalam surat ini (secara garis besar).
🔻Adapun isi Al-Qur`an (seluruhnya) beserta As-Sunnah, menjabarkan rinciannya.
🔰📕 (Sehingga perlu kita pahami) Bahwa tatkala surat ini menjelaskan sebab-sebab kebahagiaan secara garis besar. Saat itulah hujjah telah ditegakkan terhadap makhluk dengan surat ini.
🔻Adapun dalil-dalil yang ada, Yakni selain surat ini –baik dari Al-Qur`an maupun dari as-Sunnah- maka (kedudukannya) sebagai perinci dan penjelas empat hal tadi.
📛 Jangan sampai kita memahami:
Bahwa, “Surat ini (sudah) cukup bagi makhluk-Nya, andaikata Allah tidak menurunkan selainnya.”
✅ 👍 Namun (yang seharusnya kita katakan),
“Surat ini sudah cukup sebagai hujjah (penuntut atau pembela, -pen) bagi makhluk-Nya (secara garis besar) , karena Allah Ta’ala telah menjelaskan sebab-sebab kebahagiaan dan kesengsaraan (di dalamnya).
↔️ Sehingga pada hari kiamat nanti, tidak ada seorang pun yang mengatakan:
➖Saya tidak tahu sebab-sebab kebahagiaan, (atau mengatakan)
➖ Saya tidak tahu sebab-sebab kesengsaraan.
Dalam keadaan, (di dunia) dia telah membaca surat yang ringkas dan pendek ini.
» (Disadur dari Syarh Al-Ushul Ats-Tsalatsah (hal.24), karya Asy-Syaikh Sholih Al-Fauzan Hafizhohullah)
➖➖➖➖➖
‼️ Sebagian Ulama menyatakan bahwa pernyataan ini tidak benar. Karena terdapat beberapa versi riwayat dari Asy-Syafi’i rohimahullah yang secara dhohir maknanya berbeda.
👌 Namun di atas tadi kita telah baca bersama makna yang seharusnya kita pahami dari ucapan seorang Imam, seperti Asy-Syafi’i rohimahullah, hal ini karena menimbang kepercayaan kita kepada penukilnya, yaitu Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rohimahullahu Ta’ala. Wallahu A’lamu bish showab
🔘Sebagai Penutup:
—------------------—
🔻Sebagai seorang mukmin; Seharusnya hati kita tergerak untuk meraih kebahagiaan tatkala membaca surat ini.
🔻Dengan giat berusaha:
- Menjadi insan beriman yang melandasi keimanannya dengan ilmu,
- (kemudian) Beramal sholih,
- Berdakwah kepada kebenaran ,
- Serta Bersabar hingga kita bertemu dengan Allah Azza wa Jalla-.
👍 Semoga Allah Azza wa Jalla memudahkan jalan kita untuk meraih kebahagiaan yang hakiki....
Aamiin Yaa Robbal 'Aalaamiin
🌍 Ikuti terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis
📝 FAEDAH INI DIKIRIM OLEH AL-USTADZ ABDUL HADI PEKALONGAN HAFIZHAHULLAH.
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
👍1
✅ PELAJARAN FIKIH (9⃣): BAB KEEMPAT: TENTANG SIWAK DAN SUNNAH-SUNNAH FITHROH (BAG: 2⃣
💢 PERMASALAHAN KEDUA: KAPAN DITEKANKAN (BERSIWAK)?
📡 Ditekankan (bersiwak) :
▶️ ketika hendak berwudhu'
▶️ ketika terbangun dari tidur
▶️ ketika terjadi perubahan aroma mulut,
▶️ sebelum membaca Al-Qur'an
▶️ sebelum mengerjakan shalat
▶️ demikian juga ketika masuk masjid dan masuk rumah.
🔹 Hal ini berdasarkan hadits Miqdam bin Syuraih dari bapaknya, ia berkata,
🔸 "Aku bertanya kepada Aisyah Radhiallahu 'anha, "Perkara apa yang pertama kali dilakukan Nabi Shallalallahu 'alaihi wa Sallam pada saat masuk ke rumahnya?"
🔹 Aisyah menjawab, "(beliau memulai) dengan siwak."
dan ditekankan pula untuk bersiwak ketika:
▶️ Diam dalam waktu yang lama
▶️ dan menguningnya gigi.
🌻 berdasarkan hadits-hadits yang telah lalu.
💢 Dahulu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam apabila bangun pada malam hari, beliau menggosok mulutnya dengan siwak.
✳️ dan seorang muslim ketika beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah diperintahkan dalam kondisi yang paling baik dari sisi kebersihannya dan kesuciannya.
- Bersambung Insya Allah -
🌻 Ikuti terus pelajaran FIKIH setiap hari Selasa dan Kamis, Insya Allah.
🌍 Sumber Panduan: الفقه الميسر (hal.13)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
💢 PERMASALAHAN KEDUA: KAPAN DITEKANKAN (BERSIWAK)?
📡 Ditekankan (bersiwak) :
▶️ ketika hendak berwudhu'
▶️ ketika terbangun dari tidur
▶️ ketika terjadi perubahan aroma mulut,
▶️ sebelum membaca Al-Qur'an
▶️ sebelum mengerjakan shalat
▶️ demikian juga ketika masuk masjid dan masuk rumah.
🔹 Hal ini berdasarkan hadits Miqdam bin Syuraih dari bapaknya, ia berkata,
🔸 "Aku bertanya kepada Aisyah Radhiallahu 'anha, "Perkara apa yang pertama kali dilakukan Nabi Shallalallahu 'alaihi wa Sallam pada saat masuk ke rumahnya?"
🔹 Aisyah menjawab, "(beliau memulai) dengan siwak."
dan ditekankan pula untuk bersiwak ketika:
▶️ Diam dalam waktu yang lama
▶️ dan menguningnya gigi.
🌻 berdasarkan hadits-hadits yang telah lalu.
💢 Dahulu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam apabila bangun pada malam hari, beliau menggosok mulutnya dengan siwak.
✳️ dan seorang muslim ketika beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah diperintahkan dalam kondisi yang paling baik dari sisi kebersihannya dan kesuciannya.
- Bersambung Insya Allah -
🌻 Ikuti terus pelajaran FIKIH setiap hari Selasa dan Kamis, Insya Allah.
🌍 Sumber Panduan: الفقه الميسر (hal.13)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
🌻🌷 LAKSANA POHON YANG HIJAU DI TENGAH PEPOHONAN GERSANG
🌴 Humaid bin Hilal al-'Adawi Rahimahullah berkata,
مثل ذاكر الله في السوق كمثل شجرة خضراء وسط شجر ميت
Perumpamaan orang yang berdzikir mengingat Allah di tengah pasar laksana pohon yang hijau di tengah pepohonan yang gersang." (Hilyatul Auliya 2/252)
➖➖➖
💢 Humaid bin Hilal bin Hubairah al-Adawi, Abu Nashr al-Bashri. Beliau seorang tabi'in yang faqih dan hafizh. Meriwayatkan dari Abdullah bin Ma'qil, Abdurrahman bin Samurah, Anas bin Malik, dan yang lainnya. Beliau hidup sampai mendekati tahun 120 H. (Siyar 5/310)
➖➖➖
📝 Dikumpulkan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
🌴 Humaid bin Hilal al-'Adawi Rahimahullah berkata,
مثل ذاكر الله في السوق كمثل شجرة خضراء وسط شجر ميت
Perumpamaan orang yang berdzikir mengingat Allah di tengah pasar laksana pohon yang hijau di tengah pepohonan yang gersang." (Hilyatul Auliya 2/252)
➖➖➖
💢 Humaid bin Hilal bin Hubairah al-Adawi, Abu Nashr al-Bashri. Beliau seorang tabi'in yang faqih dan hafizh. Meriwayatkan dari Abdullah bin Ma'qil, Abdurrahman bin Samurah, Anas bin Malik, dan yang lainnya. Beliau hidup sampai mendekati tahun 120 H. (Siyar 5/310)
➖➖➖
📝 Dikumpulkan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
📕 2⃣ PELAJARAN SHAHIH MUSLIM (PEMBAHASAN TENTANG SURGA )
〰〰〰〰〰〰
🔘 Kitabul-Jannah
—————————-
📗 Hadits No.2
—————————————————
📚📌 Dari Abu Huroiroh –rodhiyallahu ‘anhu-, bahwa Rasulullah –shollallahu ‘alaihi wasallam- pernah bersabda:
Allah –subhanahu wata’ala- berfirman:
أَعْدَدْتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ، وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ
“Telah ku sediakan untuk hamba-hamba-Ku yang sholih, sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terbayang di dalam hati seorang manusia pun.”
🔻Kemudian Rasulullah –shollallahu ‘alaihi wasallam- mengatakan, “Pembenarnya terdapat di dalam Al-Qur`an:
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (As-Sajdah:17)
》[HR. Muslim No.2824 dalam beberapa lafadz.
🔻 Disebutkan pula pada nomer 2825 hadits yang semakna, dari shahabat Sahl bin Sa’ad As-Sa’idy –rodhiyallahu ‘anhu]
🔘Takhrij Hadits:
—————————-
Hadits ini diriwayatkan pula oleh:
Al-Bukhori (3244), (4779), (4780), (7498), Ahmad (8143), (9649), (10017), (10423), (10577), At-Tirmidzi (3197), (3292), Ibnu Majah (4328), dan selain mereka.
🔘 Syarah (Penjelasan):
——————————————-
📕🍃 Di dalam hadits ini dijelaskan, bahwa kenikmatan di dalam Jannah tidak pernah dilihat, didengar, atau dibayangkan oleh seorang pun.
🔻Pendalilan ini diperkuat dengan surat As-Sajdah ayat 17 yang dibacakan oleh Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam. Allah Ta’ala berfirman (artinya):
“Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (As-Sajdah:17)
🔻Di dalam hadits ini pula disebutkan, bahwa Allah Subhanahu wata’ala telah menyediakan Jannah bagi hamba-hamba-Nya yang sholih, yaitu yang bertakwa.
🔻Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur`an, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
“Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari Tuhan kalian dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang (telah) disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (Al-Imron:133)
🔘 Faedah:
———————————
🌼✏️ Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini bahwa al-Jannah (surga)) sekarang sudah diciptakan dan sudah ada.
✅📜 Inilah keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama’ah sebagaimana disebutkan dalam kitab-kitab Aqidah. Di antaranya kitab “Al-Aqidah Ath-Thohawiyyah” karya Imam Ath-Thohawi, kitab “Lum’atul I’tiqod” karya Imam Ibnu Qudamah –rohimahullah, dimana mereka menjelaskan:
الجَنَّةُ وَ النَّارُ مَخْلُوقَتَان ...
“Al-Jannah dan An-Nar (keduanya) sudah diciptakan....”
📒 Di antara dalil yang menunjukkan permasalahan itu adalah Surat Ali Imron ayat 133 yang tadi disebutkan di atas.
Kemudian hadits ini.
🔻Kemudian sabda Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam (setelah beliau sholat gerhana):
إِنِّي رَأَيْتُ الْجَنَّةَ، فَتَنَاوَلْتُ مِنْهَا عُنْقُودًا، وَلَوْ أَخَذْتُهُ لَأَكَلْتُمْ مِنْهُ مَا بَقِيَتِ الدُّنْيَا...
“Sesungguhnya aku telah melihat Jannah (surga) (ketika dalam sholat gerhana tersebut), Akupun berusaha mengambil setandan (buah-buahan). Andai aku berhasil mengambilnya, niscaya kalian dapat memakannya selama dunia ini masih ada.” 🔻(HR. Al-Bukhori No.1052 dan Muslim No.907 , dari Abdullah bin Abbas Rodhiyallahu ‘anhuma)
▶️ (Silahkan lihat penjelasan Asy-Syaikh Al-‘Utsaimin –rohimahullah- selengkapnya di kitab “Syarh Lum’atul I’tiqod" karya beliau Hal.131-133)
🌷 Ikuti terus pelajaran Shahih Muslim di channel ini, insya Allah.
📝 FAEDAH INI DIKIRIMKAN OLEH AL-USTADZ ABDUL HADI PEKALONGAN HAFIZHAHULLAH
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
〰〰〰〰〰〰
🔘 Kitabul-Jannah
—————————-
📗 Hadits No.2
—————————————————
📚📌 Dari Abu Huroiroh –rodhiyallahu ‘anhu-, bahwa Rasulullah –shollallahu ‘alaihi wasallam- pernah bersabda:
Allah –subhanahu wata’ala- berfirman:
أَعْدَدْتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ، وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ
“Telah ku sediakan untuk hamba-hamba-Ku yang sholih, sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terbayang di dalam hati seorang manusia pun.”
🔻Kemudian Rasulullah –shollallahu ‘alaihi wasallam- mengatakan, “Pembenarnya terdapat di dalam Al-Qur`an:
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (As-Sajdah:17)
》[HR. Muslim No.2824 dalam beberapa lafadz.
🔻 Disebutkan pula pada nomer 2825 hadits yang semakna, dari shahabat Sahl bin Sa’ad As-Sa’idy –rodhiyallahu ‘anhu]
🔘Takhrij Hadits:
—————————-
Hadits ini diriwayatkan pula oleh:
Al-Bukhori (3244), (4779), (4780), (7498), Ahmad (8143), (9649), (10017), (10423), (10577), At-Tirmidzi (3197), (3292), Ibnu Majah (4328), dan selain mereka.
🔘 Syarah (Penjelasan):
——————————————-
📕🍃 Di dalam hadits ini dijelaskan, bahwa kenikmatan di dalam Jannah tidak pernah dilihat, didengar, atau dibayangkan oleh seorang pun.
🔻Pendalilan ini diperkuat dengan surat As-Sajdah ayat 17 yang dibacakan oleh Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam. Allah Ta’ala berfirman (artinya):
“Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (As-Sajdah:17)
🔻Di dalam hadits ini pula disebutkan, bahwa Allah Subhanahu wata’ala telah menyediakan Jannah bagi hamba-hamba-Nya yang sholih, yaitu yang bertakwa.
🔻Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur`an, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
“Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari Tuhan kalian dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang (telah) disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (Al-Imron:133)
🔘 Faedah:
———————————
🌼✏️ Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini bahwa al-Jannah (surga)) sekarang sudah diciptakan dan sudah ada.
✅📜 Inilah keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama’ah sebagaimana disebutkan dalam kitab-kitab Aqidah. Di antaranya kitab “Al-Aqidah Ath-Thohawiyyah” karya Imam Ath-Thohawi, kitab “Lum’atul I’tiqod” karya Imam Ibnu Qudamah –rohimahullah, dimana mereka menjelaskan:
الجَنَّةُ وَ النَّارُ مَخْلُوقَتَان ...
“Al-Jannah dan An-Nar (keduanya) sudah diciptakan....”
📒 Di antara dalil yang menunjukkan permasalahan itu adalah Surat Ali Imron ayat 133 yang tadi disebutkan di atas.
Kemudian hadits ini.
🔻Kemudian sabda Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam (setelah beliau sholat gerhana):
إِنِّي رَأَيْتُ الْجَنَّةَ، فَتَنَاوَلْتُ مِنْهَا عُنْقُودًا، وَلَوْ أَخَذْتُهُ لَأَكَلْتُمْ مِنْهُ مَا بَقِيَتِ الدُّنْيَا...
“Sesungguhnya aku telah melihat Jannah (surga) (ketika dalam sholat gerhana tersebut), Akupun berusaha mengambil setandan (buah-buahan). Andai aku berhasil mengambilnya, niscaya kalian dapat memakannya selama dunia ini masih ada.” 🔻(HR. Al-Bukhori No.1052 dan Muslim No.907 , dari Abdullah bin Abbas Rodhiyallahu ‘anhuma)
▶️ (Silahkan lihat penjelasan Asy-Syaikh Al-‘Utsaimin –rohimahullah- selengkapnya di kitab “Syarh Lum’atul I’tiqod" karya beliau Hal.131-133)
🌷 Ikuti terus pelajaran Shahih Muslim di channel ini, insya Allah.
📝 FAEDAH INI DIKIRIMKAN OLEH AL-USTADZ ABDUL HADI PEKALONGAN HAFIZHAHULLAH
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)