Warisan Salaf
8.27K subscribers
521 photos
14 videos
46 files
1.99K links
Warisan Salaf
ميراث السلف

Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah

Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)

Website:
https://warisansalaf.wordpress.com
Download Telegram
FIKIH MUYASSAR (2️⃣6️⃣):

📌 Pembahasan Ketiga: Mandi-Mandi yang Disunnahkan

Telah dijelaskan sebelumnya mengenai mandi yang wajib. Adapun mandi yang disunnahkan dan dianjurkan, yaitu:

1️⃣ Mandi setiap kali selesai melakukan hubungan badan:

Berdasarkan hadis Abu Rafi’,

أن النبي صلى الله عليه وسلم كان ذات ليلة يغتسل عند هذه وعند هذه قال: فقلت يا رسول الله ألا تجعله واحداً؟ قال: (هذا أزكى وأطيب وأطهر)

Bahwa Nabi ﷺ pada suatu malam mandi setelah bersama (isteri beliau) yang ini dan setelah bersama (isteri beliau) yang itu. Ia berkata: Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, tidakkah engkau menjadikannya satu kali saja?” Beliau menjawab, “Ini lebih suci, lebih baik, dan lebih bersih.” (HR. Abu Daud, dihasankan Syaikh Al-Albani)

2️⃣ Mandi untuk salat Jumat:
Berdasarkan sabda beliau ﷺ,

إذا جاء أحدكم الجمعة فليغتسل

“Apabila salah seorang di antara kalian datang untuk salat Jumat, hendaklah ia mandi.” (HR. Al-Bukhari no. 877)

Mandi ini merupakan mandi sunnah yang paling ditekankan.

3️⃣ Mandi untuk dua hari raya.

4️⃣ Mandi ketika berihram untuk umrah dan haji: Karena beliau ﷺ mandi ketika hendak berihram.

5️⃣ Mandi setelah memandikan jenazah: Berdasarkan sabda beliau ﷺ,

من غَسَّلَ ميتاً فليغتسل
“Barang siapa memandikan jenazah, hendaklah ia mandi.” (HR. Ibnu Majah np. 1463, dishahihkan al-Albani)

📌 Pembahasan Keempat: Hukum-Hukum yang Berkaitan dengan Orang yang Wajib Mandi

Hukum-hukum yang berkaitan dengannya dapat diringkas sebagai berikut:

1️⃣ Tidak boleh baginya berdiam di masjid kecuali sekadar melewati saja, berdasarkan firman Allah Ta’ala:

وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّى تَغْتَسِلُوا

“Dan jangan pula dalam keadaan junub, kecuali sekadar berlalu saja, sampai kalian mandi.” [An-Nisa: 43]

Apabila ia berwudhu, diperbolehkan baginya berdiam di masjid, berdasarkan hal tersebut dari sejumlah sahabat pada masa Nabi ﷺ. Selain itu, wudhu dapat meringankan hadas, dan wudhu merupakan salah satu dari dua bentuk bersuci.

2️⃣ Tidak boleh baginya menyentuh mushaf, berdasarkan firman Allah Ta’ala:

لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ
“Tidak ada yang menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.” [Al-Waqi’ah: 79]

Dan berdasarkan sabda beliau ﷺ,

لا يمس المصحف إلا طاهر
“Tidak boleh menyentuh mushaf kecuali orang yang suci.” (HR. Malik dalam al-Muwatho' no. 468)

3️⃣ Tidak boleh baginya membaca Al-Qur’an. Orang yang junub tidak boleh membaca sesuatu pun dari Al-Qur’an sampai ia mandi. Berdasarkan hadis Ali, ia berkata,

كان عليه الصلاة والسلام لا يمنعه من قراءة القرآن شيء إلا الجنابة

“Beliau ﷺ tidak terhalangi dari membaca Al-Qur’an oleh sesuatu pun kecuali janabah.” (HR. Ahmad no. 1014)

Selain itu, larangan membaca Al-Qur’an bagi orang yang junub mendorongnya untuk segera mandi dan menghilangkan penghalang yang menghalanginya untuk membaca (al-Qur'an).

Diharamkan pula baginya:
4️⃣ Shalat.
5️⃣ Tawaf di Baitullah.
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya ketika membahas masalah: “Hal-hal yang mewajibkan wudhu”, pada bab kelima.


📘 Al-Fiqhul Muyassar hlm. 29-30

#pelajaranfikih #fikihmuyassar
〰️〰️〰️〰️
Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah

📌 Web: https://warisansalaf.wordpress.com
💡 Telegram: https://t.me/warisansalaf
🔌 Saluran Wa Indo: https://whatsapp.com/channel/0029VbAxhy9H5JM5OEORok26
🔦 Saluran wa Arab: https://whatsapp.com/channel/0029VbBtadpJ93wPQUHZtT3f