📗 👆🏻 TEBAR MAJALAH ASY-SYARI'AH EDISI 2 : MENGAPA TERORIS TIDAK PERNAH HABIS?
🍃 "Wahai Anak Adam, Sesungguhnya engkau sedekahkan kelebihan hartamu itu lebih baik bagimu, dan jika engkau menahannya maka itu keburukan bagimu." (HR. Muslim)
➖➖➖➖
✅ Mari manfaatkan waktu, usia, tenaga, dan harta yang kita miliki untuk menyebarkan agama Allah..
📝 al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullah mengatakan,
من أحب أن ﻻ ينقطع عمله بعد موته فلينشر العلم
"Barangsiapa yang ingin amalannya tidak terputus setelah meninggal, hendaknya ia menyebarkan ilmu agama." (At-Tadzkiroh 55)
➖➖➖➖
🕋 Alhamdulillah
Program Tebar Majalah Asy-Syari'ah kembali hadir, kali ini dengan edisi khusus tentang TERORISME.
💢 Ini adalah kesempatan kita untuk ikut andil dalam berdakwah dan menyebarkan ilmu agama.
🔊🔊 Dengarkan Audio Nasehat al-Ustadz Luqman secara lengkap anda akan mengetahui pentingnya program ini.
✅ Di antara tujuan yang bisa didapat dari program ini adalah:
☑️ Menjelaskan kepada kaum muslimin dan pemerintahnya tentang terorisme.
☑️ Menjelaskan bahwa terorisme bukan bagian dari Islam.
☑️ Membendung laju teroris dan memadamkan paham terorisme.
☑️ Menyelamatkan Pemuda Muslimin dari ideologi sesat mereka.
🔵 Majalah ini akan dibagikan kepada kaum muslimin, sekolah-sekolah, instansi-instansi, dan aparatur negara di seluruh Indonesia.
🌻 Mari sisihkan sebagian rejeki yang Allah berikan kepada kita untuk menyebarkan agama-Nya.
💰 1 Majalah = Rp. 5.000
🎁 Anda mau beramal jariyah??
💢 segera hubungi kardinator di wilayah anda.
📞 Atau hubungi Admin Warisan Salaf di no 085276328934 (SMS/WA/Telegram)
☀️ Insya Allah kami akan membantu anda..
Admin Warisan Salaf
www.warisansalaf.com
🍃 "Wahai Anak Adam, Sesungguhnya engkau sedekahkan kelebihan hartamu itu lebih baik bagimu, dan jika engkau menahannya maka itu keburukan bagimu." (HR. Muslim)
➖➖➖➖
✅ Mari manfaatkan waktu, usia, tenaga, dan harta yang kita miliki untuk menyebarkan agama Allah..
📝 al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullah mengatakan,
من أحب أن ﻻ ينقطع عمله بعد موته فلينشر العلم
"Barangsiapa yang ingin amalannya tidak terputus setelah meninggal, hendaknya ia menyebarkan ilmu agama." (At-Tadzkiroh 55)
➖➖➖➖
🕋 Alhamdulillah
Program Tebar Majalah Asy-Syari'ah kembali hadir, kali ini dengan edisi khusus tentang TERORISME.
💢 Ini adalah kesempatan kita untuk ikut andil dalam berdakwah dan menyebarkan ilmu agama.
🔊🔊 Dengarkan Audio Nasehat al-Ustadz Luqman secara lengkap anda akan mengetahui pentingnya program ini.
✅ Di antara tujuan yang bisa didapat dari program ini adalah:
☑️ Menjelaskan kepada kaum muslimin dan pemerintahnya tentang terorisme.
☑️ Menjelaskan bahwa terorisme bukan bagian dari Islam.
☑️ Membendung laju teroris dan memadamkan paham terorisme.
☑️ Menyelamatkan Pemuda Muslimin dari ideologi sesat mereka.
🔵 Majalah ini akan dibagikan kepada kaum muslimin, sekolah-sekolah, instansi-instansi, dan aparatur negara di seluruh Indonesia.
🌻 Mari sisihkan sebagian rejeki yang Allah berikan kepada kita untuk menyebarkan agama-Nya.
💰 1 Majalah = Rp. 5.000
🎁 Anda mau beramal jariyah??
💢 segera hubungi kardinator di wilayah anda.
📞 Atau hubungi Admin Warisan Salaf di no 085276328934 (SMS/WA/Telegram)
☀️ Insya Allah kami akan membantu anda..
Admin Warisan Salaf
www.warisansalaf.com
Forwarded from Warisan Salaf
✅🍃🌻 NASEHAT BAGI PARA ORANG TUA TERKAIT TARBIYAH ANAK-ANAK MEREKA
➖➖➖➖
📝 Nasihat teruntuk para wali tentang tarbiyah yang baik bagi anak-anak mereka dan mendidik mereka di masa pertumbuhan.
🔊 Asy-Syaikh Sholeh al-Fauzan ditanya dengan pertanyaan berikut:
"Kami memohon nasihat ringkas dari Yang mulia bagi para wali tentang bagusnya tarbiyah putra-putra mereka dan mendidik anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan dengan pendidikan yang baik. Terlebih pada masa sekarang yang muncul padanya media-media sosial. Dan sungguh telah banyak pemuda dan manusia secara umum yang bergantung dengan media-media itu.
▶️ Beliau menjawab,
🍃 "Tidak diragukan lagi bahwa para wali anak didik yang masih kecil memiliki beban untuk menjaga mereka dari perkara-perkara yang akan merusak agama dan kepribadian mereka. Sehingga wajib bagi para wali untuk menarbiyah mereka dengan tarbiyah yang baik dan lurus:
💢 Menyuruh mereka menjalankan sholat karena Rasulullah shallallah 'alaihi wa sallam bersabda,
«مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ لِسَبْعٍ، واضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا لِعَشْرٍ، وفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي المَضَاجِعِ» .
"Suruhlah anak-anak kalian untuk menjalankan sholat ketika berumur tujuh tahun. Dan pukullah mereka karena tidak sholat ketika telah berusia sepuluh tahun. Dan pisahlah mereka ketika tidur."
Sehingga para wali mendidik mereka semenjak usia mumayiz agar menjaga beribadah, melakukan thaharah, berakhlak yang baik, agar tumbuh di atasnya (perkara-perkara yang diperintahkan,-pen)
⚠️Janganlah membiarkan mereka begitu saja sehingga mereka akan terdidik di atas perkara-perkara yang tidak dibolehkan berupa akhlak (perangai) yang buruk.
⚠️Jangan pula menyia-nyiakannya bersama sembarang anak.
‼️⚠️ Yang terpenting dari itu semua adalah tidak memberikan peluang kepada mereka untuk membuka situs-situs rendahan dan merusak. Atau malah menyediakannya untuk mereka di rumah-rumah.
🔵 Atau memberikan kesempatan kepada mereka untuk membuka hp yang sekarang menjadi sarana penarik bagi orang-orang jahat. Kecuali orang-orang dirahmati Allah.
☑️ Dibolehkan bagi siapa saja untuk menggunakan hp sebagai sarana berbicara (jarak jauh). Bahkan sangat membantu.
🔥 Adapun bagi yang mengadakan hp untuk mendapatkan pemandangan yang buruk dan pemikiran serta pemikiran yang jahat dan seruan-seruan yang menyesatkan, maka, yang seperti ini bahayanya sangat besar. Hendaklah anak-anak dijauhkan darinya dan hendaklah dijaga dengan serius."
🌍 Sumber:
📝 Diterjemahkan oleh: al Ustadz Fathul Mujib
#Fawaidumum #tarbiyah #pendidikan #pendidkan_anak
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
➖➖➖➖
📝 Nasihat teruntuk para wali tentang tarbiyah yang baik bagi anak-anak mereka dan mendidik mereka di masa pertumbuhan.
🔊 Asy-Syaikh Sholeh al-Fauzan ditanya dengan pertanyaan berikut:
"Kami memohon nasihat ringkas dari Yang mulia bagi para wali tentang bagusnya tarbiyah putra-putra mereka dan mendidik anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan dengan pendidikan yang baik. Terlebih pada masa sekarang yang muncul padanya media-media sosial. Dan sungguh telah banyak pemuda dan manusia secara umum yang bergantung dengan media-media itu.
▶️ Beliau menjawab,
🍃 "Tidak diragukan lagi bahwa para wali anak didik yang masih kecil memiliki beban untuk menjaga mereka dari perkara-perkara yang akan merusak agama dan kepribadian mereka. Sehingga wajib bagi para wali untuk menarbiyah mereka dengan tarbiyah yang baik dan lurus:
💢 Menyuruh mereka menjalankan sholat karena Rasulullah shallallah 'alaihi wa sallam bersabda,
«مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ لِسَبْعٍ، واضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا لِعَشْرٍ، وفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي المَضَاجِعِ» .
"Suruhlah anak-anak kalian untuk menjalankan sholat ketika berumur tujuh tahun. Dan pukullah mereka karena tidak sholat ketika telah berusia sepuluh tahun. Dan pisahlah mereka ketika tidur."
Sehingga para wali mendidik mereka semenjak usia mumayiz agar menjaga beribadah, melakukan thaharah, berakhlak yang baik, agar tumbuh di atasnya (perkara-perkara yang diperintahkan,-pen)
⚠️Janganlah membiarkan mereka begitu saja sehingga mereka akan terdidik di atas perkara-perkara yang tidak dibolehkan berupa akhlak (perangai) yang buruk.
⚠️Jangan pula menyia-nyiakannya bersama sembarang anak.
‼️⚠️ Yang terpenting dari itu semua adalah tidak memberikan peluang kepada mereka untuk membuka situs-situs rendahan dan merusak. Atau malah menyediakannya untuk mereka di rumah-rumah.
🔵 Atau memberikan kesempatan kepada mereka untuk membuka hp yang sekarang menjadi sarana penarik bagi orang-orang jahat. Kecuali orang-orang dirahmati Allah.
☑️ Dibolehkan bagi siapa saja untuk menggunakan hp sebagai sarana berbicara (jarak jauh). Bahkan sangat membantu.
🔥 Adapun bagi yang mengadakan hp untuk mendapatkan pemandangan yang buruk dan pemikiran serta pemikiran yang jahat dan seruan-seruan yang menyesatkan, maka, yang seperti ini bahayanya sangat besar. Hendaklah anak-anak dijauhkan darinya dan hendaklah dijaga dengan serius."
🌍 Sumber:
http://www.alfawzan.af.org.sa/node/15889.📝 Diterjemahkan oleh: al Ustadz Fathul Mujib
#Fawaidumum #tarbiyah #pendidikan #pendidkan_anak
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Website:
https://warisansalaf.wordpress.com
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Website:
https://warisansalaf.wordpress.com
Forwarded from Warisan Salaf
⚠️🚫 MEREKA SEPERTI TANAH YANG TANDUS...
➖➖➖➖
📝 Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullah berkata,
🚫 "Betapa banyak manusia saat ini yang keadaan mereka seperti tanah yang tandus, yaitu (tanah) yang tidak bisa menampung air dan tidak menumbuhkan tetumbuhan, disebabkan mereka berpaling, lalai, dan tidak memiliki perhatian terhadap ilmu (agama)." selesai.
➖➖➖➖
✅ Syaikh mengisyaratkan kepada hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang mempermisalkan orang yang belajar ilmu agama dan mengajarkannya seperti air hujan yang turun di atas tanah yang subur, sebagian dari tanah itu bisa menampung air dan disekitarnya tetumbuhan tumbuh subur. Dengan tumbuhan dan air tersebut manusia bisa mengambil manfaatnya.
⚠️ Sedangkan orang yang tidak peduli dengan ilmu syar'i diperumpamakan seperti tanah tandus yang kering, ketika air hujan turun menyiraminya, tanah tersebut tidak bisa menampung airnya dan tidak menumbuhkan tetumbuhan, jenis yang seperti ini tidak bermanfaat untuk dirinya dan orang lain. (
➖➖➖➖➖
🌍 Sumber:
📝 Diterjemahkan Oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #akhlak #ilmu
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
➖➖➖➖
📝 Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullah berkata,
🚫 "Betapa banyak manusia saat ini yang keadaan mereka seperti tanah yang tandus, yaitu (tanah) yang tidak bisa menampung air dan tidak menumbuhkan tetumbuhan, disebabkan mereka berpaling, lalai, dan tidak memiliki perhatian terhadap ilmu (agama)." selesai.
➖➖➖➖
✅ Syaikh mengisyaratkan kepada hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang mempermisalkan orang yang belajar ilmu agama dan mengajarkannya seperti air hujan yang turun di atas tanah yang subur, sebagian dari tanah itu bisa menampung air dan disekitarnya tetumbuhan tumbuh subur. Dengan tumbuhan dan air tersebut manusia bisa mengambil manfaatnya.
⚠️ Sedangkan orang yang tidak peduli dengan ilmu syar'i diperumpamakan seperti tanah tandus yang kering, ketika air hujan turun menyiraminya, tanah tersebut tidak bisa menampung airnya dan tidak menumbuhkan tetumbuhan, jenis yang seperti ini tidak bermanfaat untuk dirinya dan orang lain. (
Lihat Shahih al Bukhari no.79 dan Shahih Muslim no.2282 )➖➖➖➖➖
🌍 Sumber:
فضل العلم وأخلاق أهله hal.38📝 Diterjemahkan Oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #akhlak #ilmu
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Website:
https://warisansalaf.wordpress.com
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Website:
https://warisansalaf.wordpress.com
🍃🌙 WAHAI AHLI IBADAH MENDEKATLAH, BULAN SYA'BAN TELAH TIBA !! 1️⃣
➖➖➖➖
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولاه، أما بعد
🕋 Alhamdulillah, senantiasa seorang mukmin dipertemukan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dengan musim kebaikan dan berkah. Ini merupakan karunia Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk melipatgandakan pahala hamba-hamba-Nya, dan menambahkan kebaikan bagi orang-orang yang beribadah dan bersyukur.
🍃 Sekarang kita berada di salah satu musim kebaikan dan berkah tersebut, yaitu bulan Sya'ban.
🌻 Jika kita melihat kepada pendahulu kita, kita akan mendapati bahwa mereka benar-benar memanfaatkan bulan Sya'ban (sebelum datangnya bulan Ramadhan) untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa tala'a.
✅ SHOUM (PUASA)
🍃 Di antara ibadah yang giat dilakukan oleh salaf kita di bulan ini adalah berpuasa. Bahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memperbanyak puasa di bulan ini melebihi puasa di bulan lainnya selain Ramadhan.
🔊 Saking banyaknya puasa beliau, sampai-sampai sebagian periwayat hadits mengibaratkannya dengan puasa selama sebulan penuh (padahal tidak sebulan penuh),
لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ
"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah berpuasa dalam satu bulan lebih banyak dari (puasa di) bulan Sya'ban. Sesungguhnya beliau berpuasa Sya'ban seutuhnya."
💢 Tentu saja yang dimaksud "seutuhnya" bukanlah satu bulan penuh, tetapi karena banyaknya puasa yang beliau lakukan di bulan Sya'ban maka digunakan istilah tersebut.
Hal ini diterangkan oleh 'Aisyah radhiallahu 'anha dalam riwayat lain,
فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ
"Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyempurnakan puasa selama satu bulan kecuali pada puasa Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa lebih banyak dari bulan Sya'ban."
Dipertegas lagi dalam riwayat muslim no.1156
كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلَّا قَلِيلًا "
"Dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berpuasa di bulan Sya'ban kecuali hanya beberapa hari saja (beliau tidak berpuasa)."
🌴 Oleh karenanya, sudah sepantasnya bagi seorang mukmin untuk meneladani Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Mari kita gunakan musim kebaikan ini dengan sebaik-baiknya...
✅ TATACARA PUASA SYA'BAN
Tidak ada hadits yang shahih yang menerangkan tatacaranya. Sebagai gambaran seseorang bisa melakukannya dengan cara berikut:
☑️ Satu hari puasa dan satu hari berbuka, seperti puasa Nabi Daud.
☑️ Berpuasa beberapa hari lalu berbuka beberapa hari.
☑️ atau berpuasa terus menerus hingga satu atau dua hari menjelang Ramadhan lalu berbuka.
bersambung insya Allah...
🌍 Sumber Panduan:
📝 Oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #syaban #musimkebaikan
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
➖➖➖➖
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولاه، أما بعد
🕋 Alhamdulillah, senantiasa seorang mukmin dipertemukan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dengan musim kebaikan dan berkah. Ini merupakan karunia Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk melipatgandakan pahala hamba-hamba-Nya, dan menambahkan kebaikan bagi orang-orang yang beribadah dan bersyukur.
🍃 Sekarang kita berada di salah satu musim kebaikan dan berkah tersebut, yaitu bulan Sya'ban.
🌻 Jika kita melihat kepada pendahulu kita, kita akan mendapati bahwa mereka benar-benar memanfaatkan bulan Sya'ban (sebelum datangnya bulan Ramadhan) untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa tala'a.
✅ SHOUM (PUASA)
🍃 Di antara ibadah yang giat dilakukan oleh salaf kita di bulan ini adalah berpuasa. Bahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memperbanyak puasa di bulan ini melebihi puasa di bulan lainnya selain Ramadhan.
🔊 Saking banyaknya puasa beliau, sampai-sampai sebagian periwayat hadits mengibaratkannya dengan puasa selama sebulan penuh (padahal tidak sebulan penuh),
لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ
"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah berpuasa dalam satu bulan lebih banyak dari (puasa di) bulan Sya'ban. Sesungguhnya beliau berpuasa Sya'ban seutuhnya."
(HR. al-Bukhari no.1970 dari 'Aisyah radhiallahu 'anha) 💢 Tentu saja yang dimaksud "seutuhnya" bukanlah satu bulan penuh, tetapi karena banyaknya puasa yang beliau lakukan di bulan Sya'ban maka digunakan istilah tersebut.
Hal ini diterangkan oleh 'Aisyah radhiallahu 'anha dalam riwayat lain,
فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ
"Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyempurnakan puasa selama satu bulan kecuali pada puasa Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa lebih banyak dari bulan Sya'ban."
(HR. al-Bukhari no.1969 dan Muslim no.1156) Dipertegas lagi dalam riwayat muslim no.1156
كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلَّا قَلِيلًا "
"Dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berpuasa di bulan Sya'ban kecuali hanya beberapa hari saja (beliau tidak berpuasa)."
🌴 Oleh karenanya, sudah sepantasnya bagi seorang mukmin untuk meneladani Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Mari kita gunakan musim kebaikan ini dengan sebaik-baiknya...
✅ TATACARA PUASA SYA'BAN
Tidak ada hadits yang shahih yang menerangkan tatacaranya. Sebagai gambaran seseorang bisa melakukannya dengan cara berikut:
☑️ Satu hari puasa dan satu hari berbuka, seperti puasa Nabi Daud.
☑️ Berpuasa beberapa hari lalu berbuka beberapa hari.
☑️ atau berpuasa terus menerus hingga satu atau dua hari menjelang Ramadhan lalu berbuka.
bersambung insya Allah...
🌍 Sumber Panduan:
Khutbah Syaikh Khalid azh-Zhafiri yang berjudul شعبان أقبل فأين العابدون؟ 📝 Oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #syaban #musimkebaikan
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Website:
https://warisansalaf.wordpress.com
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Website:
https://warisansalaf.wordpress.com
👍1
✅ DONASI TEBAR MAJALAH ASY-SYARI'AH
📝 Edisi Khusus 2 :Mengapa Teroris Tidak Pernah Habis?
Silakan baca keterangan lengkapnya klik disini
🌻 Alhamdulillah, kami ucapkan Jazakumullahu khairan kepada ikhwan yang telah berpartisipasi dalam program ini.
🕋 Semoga usaha yang kita lakukan digolongkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai amal sholih, sedekah jariyah, dan jihad fii sabilillah.
✏️ Program Tebar Majalah dibagi menjadi dua tahap: tahap 1 dan tahap 2 dengan target minimal 100.000 eksemplar.
⚠️ Donasi Untuk tahap 1 insya Allah akan ditutup besok (tanggal 3 mei 2017).
🔵 Bagi ikhwan yang ingin ikut andil membela dan menyebarkan agama Allah melalui majalah ini masih ada waktu sampai besok.
💰 Donasi bisa ditransfer melalui rek bank (silahkan hub admin)
✅ bagi ikhwan yang sudah transfer MOHON KONFIRMASI KE NOMOR ADMIN (SMS/WA/TELEGRAM)
Jazakumullahu khairan..
Admin Warisan Salaf
📞 085276328934 (sms/wa/telegram)
📝 Edisi Khusus 2 :Mengapa Teroris Tidak Pernah Habis?
Silakan baca keterangan lengkapnya klik disini
🌻 Alhamdulillah, kami ucapkan Jazakumullahu khairan kepada ikhwan yang telah berpartisipasi dalam program ini.
🕋 Semoga usaha yang kita lakukan digolongkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai amal sholih, sedekah jariyah, dan jihad fii sabilillah.
✏️ Program Tebar Majalah dibagi menjadi dua tahap: tahap 1 dan tahap 2 dengan target minimal 100.000 eksemplar.
⚠️ Donasi Untuk tahap 1 insya Allah akan ditutup besok (tanggal 3 mei 2017).
🔵 Bagi ikhwan yang ingin ikut andil membela dan menyebarkan agama Allah melalui majalah ini masih ada waktu sampai besok.
💰 Donasi bisa ditransfer melalui rek bank (silahkan hub admin)
✅ bagi ikhwan yang sudah transfer MOHON KONFIRMASI KE NOMOR ADMIN (SMS/WA/TELEGRAM)
Jazakumullahu khairan..
Admin Warisan Salaf
📞 085276328934 (sms/wa/telegram)
Telegram
WarisanSalaf.Com
📗 👆🏻 TEBAR MAJALAH ASY-SYARI'AH EDISI 2 : MENGAPA TERORIS TIDAK PERNAH HABIS?
🍃 "Wahai Anak Adam, Sesungguhnya engkau sedekahkan kelebihan hartamu itu lebih baik bagimu, dan jika engkau menahannya maka itu keburukan bagimu." (HR. Muslim)
➖➖➖➖
✅ Mari manfaatkan…
🍃 "Wahai Anak Adam, Sesungguhnya engkau sedekahkan kelebihan hartamu itu lebih baik bagimu, dan jika engkau menahannya maka itu keburukan bagimu." (HR. Muslim)
➖➖➖➖
✅ Mari manfaatkan…
✅👆🏻 Alhamdulillah, penutupan donasi tebar majalah Asy-Syari'ah edisi khusus 2 diperpanjang hingga:
⏰ TANGGAL 7 MEI
💪🏻 Mari kita sisihkan sedikit harta yang kita miliki untuk membela agama Allah Subhanahu wa Ta'ala,
🔥⚠️ semoga Allah menjadikan sedekah yang kita keluarkan sebagai benteng yang menghalangi kita dari siksa neraka pada hari kiamat.
"Barangsiapa di antara kalian sanggup menghalangi dirinya dari siksa neraka walaupun dengan BERSEDEKAH SEPARUH BUAH KURMA, maka lakukanlah."
📗 "Sedikitnya harta bukan penghalang untuk bersedekah, karena bersedekah dengan sesuatu yang sedikit merupakan sebab keselamatan dari siksa neraka." Imam an-Nawawi
💰 BAGI TEMAN-TEMAN YANG INGIN BERDONASI SILAHKAN HUBUNGI ADMIN. SETELAH TRANSFER WAJIB KONFIRMASI.
Admin Warisan Salaf
085276328934
⏰ TANGGAL 7 MEI
💪🏻 Mari kita sisihkan sedikit harta yang kita miliki untuk membela agama Allah Subhanahu wa Ta'ala,
🔥⚠️ semoga Allah menjadikan sedekah yang kita keluarkan sebagai benteng yang menghalangi kita dari siksa neraka pada hari kiamat.
"Barangsiapa di antara kalian sanggup menghalangi dirinya dari siksa neraka walaupun dengan BERSEDEKAH SEPARUH BUAH KURMA, maka lakukanlah."
(HR. Muslim no.1016) 📗 "Sedikitnya harta bukan penghalang untuk bersedekah, karena bersedekah dengan sesuatu yang sedikit merupakan sebab keselamatan dari siksa neraka." Imam an-Nawawi
💰 BAGI TEMAN-TEMAN YANG INGIN BERDONASI SILAHKAN HUBUNGI ADMIN. SETELAH TRANSFER WAJIB KONFIRMASI.
Admin Warisan Salaf
085276328934
Forwarded from Warisan Salaf
⛔️⚠️🔥BAHAYA TIDAK MENGINGKARI PERBUATAN MUNKAR
➖➖➖➖
📝 Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin rahimahullah berkata,
ومن رضي بالذنب، واطمأن إليه، فهو كفاعله
⚠️ "Barangsiapa yang ridho dengan perbuatan dosa dan merasa tenang dengannya, maka ia seperti pelaku dosa tersebut." (
........................
✅ Seorang muslim wajib mengingkari kemunkaran walaupun hanya dengan hatinya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ
☑️ "Barangsiapa dari kalian melihat kemunkaran, maka ubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka (ubahlah) dengan lisannya, dan jika tidak mampu maka (ingkarilah) dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya keimanan." (
Dalam hadits Abdullah bin Mas'ud Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
وَلَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ مِنَ الْإِيمَانِ حَبَّةُ خَرْدَلٍ
⚠️ "dan tidak ada lagi setelah itu keimanan walaupun sebesar biji sawi." (
🔵 Ulama' kita menjelaskan,
إن من ترك إنكار كل منكر بقلبه، فهو كافر
💢 "Barangsiapa yang tidak mengingkari dengan hatinya setiap kemunkaran yang terjadi, maka ia kafir." (
......................
📝 Dirangkum oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #inkarulmunkar
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
➖➖➖➖
📝 Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin rahimahullah berkata,
ومن رضي بالذنب، واطمأن إليه، فهو كفاعله
⚠️ "Barangsiapa yang ridho dengan perbuatan dosa dan merasa tenang dengannya, maka ia seperti pelaku dosa tersebut." (
Al Muntaqa min Faraidul Fawaid hal.7)........................
✅ Seorang muslim wajib mengingkari kemunkaran walaupun hanya dengan hatinya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ
☑️ "Barangsiapa dari kalian melihat kemunkaran, maka ubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka (ubahlah) dengan lisannya, dan jika tidak mampu maka (ingkarilah) dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya keimanan." (
HR. Muslim no.78)Dalam hadits Abdullah bin Mas'ud Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
وَلَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ مِنَ الْإِيمَانِ حَبَّةُ خَرْدَلٍ
⚠️ "dan tidak ada lagi setelah itu keimanan walaupun sebesar biji sawi." (
HR. Muslim no.80)🔵 Ulama' kita menjelaskan,
إن من ترك إنكار كل منكر بقلبه، فهو كافر
💢 "Barangsiapa yang tidak mengingkari dengan hatinya setiap kemunkaran yang terjadi, maka ia kafir." (
Al Muntaqa min Faraidul Fawaid hal.7)......................
📝 Dirangkum oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #inkarulmunkar
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Website:
https://warisansalaf.wordpress.com
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Website:
https://warisansalaf.wordpress.com
🍃🌙 WAHAI AHLI IBADAH MENDEKATLAH, BULAN SYA'BAN TELAH TIBA !! 2️⃣
➖➖➖➖
Baca bagian pertama (klik di sini)
☀️ Puasa di bulan Sya'ban memiliki keutamaan yang agung disebabkan waktunya yang berdekatan dengan puasa Ramadhan. Para ulama' menyebutnya sebagai puasa rowatib bagi Ramadhan
🌴 Ibadah rowatib adalah ibadah sunnah yang dilakukan sebelum dan setelah ibadah fardhu. Fungsinya adalah menyempurnakan kekurangan yang ada pada ibadah wajib tersebut.
💢 Tidak dipungkiri, ketika berpuasa Ramadhan sering kali seseorang terjatuh ke dalam perbuatan yang mengurangi nilai pahalanya, sehingga dengan berpuasa di bulan Sya'ban maka kekurangan-kekurangan tersebut akan tertutupi.
🍃 Sebagian ulama' berpendapat, bahwasanya ibadah sunnah rowatib (yang mengiringi ibadah fardhu) lebih afdhal daripada ibadah sunnah yang waktunya berjauhan dengan ibadah fardhu. Sebagai contoh, shalat sunnah rowatib (shalat sunnah yang dilakukan sebelum dan setelah shalat fardhu, pen) lebih afdhal daripada shalat sunnah lainnya yang waktunya berjauhan dengan shalat fardhu.
🌻 Demikian pula dengan puasa Sya'ban, karena kedudukannya sebagai ibadah rowatib bagi Ramadhan, maka ia lebih afdhal ketimbang puasa sunnah lainnya. Bahkan sebagian Ulama' mengutamakannya daripada puasa di bulan Muharram (dan dalam masalah ini ada khilaf di antara ulama',pen).
🔵 WAKTU MANUSIA LALAI BERIBADAH
Di antara yang membuat lebih istimewanya puasa Sya'ban adalah karena di bulan ini banyak manusia yang lalai dari ibadah. Dan beribadah di waktu manusia lalai lebih utama daripada melakukannya di saat manusia giat beribadah.
Sebagai contoh shalat tahajjud di akhir malam, ia memiliki keistemawaan yang luar biasa disebabkan waktu pelaksanaannya di saat banyak manusia tertidur lelap (lalai dari ibadah).
📝 Dari Usamah bin Zaid radhiallahu 'anhu, "Aku bertanya (kepada Rasulullah),
يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ، قَالَ: «ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ»
'Wahai Rasulullah, aku tidak melihat engkau (banyak) berpuasa di bulan-bulan yang lain seperti (banyaknya) puasa engkau di bulan Sya'ban?'
🔊 Beliau menjawab,
'Ini adalah bulan yang banyak manusia lalai darinya, yaitu (bulan sya'ban) yang terletak antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan.
di bulan ini pula amalan manusia diangkat (dihadapkan,pen) kepada Rabbul 'alamin, dan aku senang amalanku diangkat dalam keadaan aku berpuasa."
▶️
bersambung insya Allah
🌍 Sumber Panduan:
📝 Oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #syaban #musimkebaikan
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
➖➖➖➖
Baca bagian pertama (klik di sini)
☀️ Puasa di bulan Sya'ban memiliki keutamaan yang agung disebabkan waktunya yang berdekatan dengan puasa Ramadhan. Para ulama' menyebutnya sebagai puasa rowatib bagi Ramadhan
🌴 Ibadah rowatib adalah ibadah sunnah yang dilakukan sebelum dan setelah ibadah fardhu. Fungsinya adalah menyempurnakan kekurangan yang ada pada ibadah wajib tersebut.
💢 Tidak dipungkiri, ketika berpuasa Ramadhan sering kali seseorang terjatuh ke dalam perbuatan yang mengurangi nilai pahalanya, sehingga dengan berpuasa di bulan Sya'ban maka kekurangan-kekurangan tersebut akan tertutupi.
🍃 Sebagian ulama' berpendapat, bahwasanya ibadah sunnah rowatib (yang mengiringi ibadah fardhu) lebih afdhal daripada ibadah sunnah yang waktunya berjauhan dengan ibadah fardhu. Sebagai contoh, shalat sunnah rowatib (shalat sunnah yang dilakukan sebelum dan setelah shalat fardhu, pen) lebih afdhal daripada shalat sunnah lainnya yang waktunya berjauhan dengan shalat fardhu.
🌻 Demikian pula dengan puasa Sya'ban, karena kedudukannya sebagai ibadah rowatib bagi Ramadhan, maka ia lebih afdhal ketimbang puasa sunnah lainnya. Bahkan sebagian Ulama' mengutamakannya daripada puasa di bulan Muharram (dan dalam masalah ini ada khilaf di antara ulama',pen).
🔵 WAKTU MANUSIA LALAI BERIBADAH
Di antara yang membuat lebih istimewanya puasa Sya'ban adalah karena di bulan ini banyak manusia yang lalai dari ibadah. Dan beribadah di waktu manusia lalai lebih utama daripada melakukannya di saat manusia giat beribadah.
Sebagai contoh shalat tahajjud di akhir malam, ia memiliki keistemawaan yang luar biasa disebabkan waktu pelaksanaannya di saat banyak manusia tertidur lelap (lalai dari ibadah).
📝 Dari Usamah bin Zaid radhiallahu 'anhu, "Aku bertanya (kepada Rasulullah),
يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ، قَالَ: «ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ»
'Wahai Rasulullah, aku tidak melihat engkau (banyak) berpuasa di bulan-bulan yang lain seperti (banyaknya) puasa engkau di bulan Sya'ban?'
🔊 Beliau menjawab,
'Ini adalah bulan yang banyak manusia lalai darinya, yaitu (bulan sya'ban) yang terletak antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan.
di bulan ini pula amalan manusia diangkat (dihadapkan,pen) kepada Rabbul 'alamin, dan aku senang amalanku diangkat dalam keadaan aku berpuasa."
▶️
(HR. an-Nasaa'i no.2357, dihasankan Syaikh al-Albani rahimahulla) bersambung insya Allah
🌍 Sumber Panduan:
Khutbah Syaikh Khalid azh-Zhafiri yang berjudul شعبان أقبل فأين العابدون؟ 📝 Oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #syaban #musimkebaikan
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
WarisanSalaf.Com
🍃🌙 WAHAI AHLI IBADAH MENDEKATLAH, BULAN SYA'BAN TELAH TIBA !! 1️⃣
➖➖➖➖
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولاه، أما بعد
🕋 Alhamdulillah, senantiasa seorang mukmin dipertemukan oleh Allah subhanahu wa ta'ala…
➖➖➖➖
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولاه، أما بعد
🕋 Alhamdulillah, senantiasa seorang mukmin dipertemukan oleh Allah subhanahu wa ta'ala…
👍1
🍃🌙 WAHAI AHLI IBADAH MENDEKATLAH, BULAN SYA'BAN TELAH TIBA !! 3️⃣
➖➖➖➖
🔵 MEMBIASAKAN DIRI SEBELUM RAMADHAN
Di antara tujuan puasa di bulan Sya'ban untuk melatih dan membiasakan diri dengan puasa, agar ketika memasuki bulan Ramadhan tidak merasa berat dengan puasa selama sebulan penuh.
💪🏻 Di saat jiwa terbiasa dengan puasa di bulan Sya'ban, maka bila tiba Ramadhan, ia dalam keadaan kuat dan bersemangat, sehingga ia benar-benar merasakan manisnya ibadah Ramadhan.
Oleh karena itu, bulan Sya'ban ini seperti pendahuluan (muqoddimah) bagi Ramadhan. Akan Tetapi tidak disukai berpuasa satu atau dua hari menjelang Ramadhan bagi orang yang tidak biasa berpuasa sebelumnya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
«لَا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلَا يَوْمَيْنِ إِلَّا رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا، فَلْيَصُمْهُ»
"Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan puasa satu hari atau dua hari (sebelumnya), kecuali seseorang yang berpuasa sebelum itu, maka hendaknya ia melanjutkan puasanya."
▶️
🔵 BULAN MEMBACA AL-QUR'AN
Sebagian salaf, sebagaimana disebutkan Ibnu Rajab rahimahullah, menyebut bulan Sya'ban sebagai bulannya para pembaca al-Qur'an. Karena di bulan ini, selain berpuasa, mereka juga menyibukkan diri dengan membaca al-Qur'anul karim.
☑️ Salamah bin Kuhail (wafat 121H) rahimahullah berkata,
كان يقال شهر شعبان شهر القراء
"Dahulu dikatakan, bulan Sya'ban adalah bulannya Qurro' (para pembaca al-Qur'an)."
☑️ dan Habib bin Abi Tsabit (wafat tahun 119H) rahimahullah, apabila memasuki bulan Sya'ban beliau mengatakan, "Ini adalah bulannya para pembaca al-Qur'an."
☑️ Disebutkan bahwasanya Qois bin Amr al-Mula'i (wafat tahun 146 H) rahimahullah apabila memasuki bulan Sya'ban, beliau mengunci tokonya dan menyibukkan diri dengan membaca al-Qur'an.
Maka di bulan Sya'ban yang mulia ini sudah sepatutnya kita menyibukkan diri dengan ibadah. Dunia adalah tempat bagi seorang mukmin untuk menanam benih-benih ibadah. Jika seseorang berhasil dalam cocok tanam ini maka ia akan memanennya di akhirat dengan laba yang berlipat ganda, akan tetapi jika gagal, dia akan celaka dan merugi. Wallahul musta'an
wallahu a'lam bish showab...
bersambung insya Allah
🌍 Sumber Panduan:
📝 Oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #syaban #musimkebaikan
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
➖➖➖➖
🔵 MEMBIASAKAN DIRI SEBELUM RAMADHAN
Di antara tujuan puasa di bulan Sya'ban untuk melatih dan membiasakan diri dengan puasa, agar ketika memasuki bulan Ramadhan tidak merasa berat dengan puasa selama sebulan penuh.
💪🏻 Di saat jiwa terbiasa dengan puasa di bulan Sya'ban, maka bila tiba Ramadhan, ia dalam keadaan kuat dan bersemangat, sehingga ia benar-benar merasakan manisnya ibadah Ramadhan.
Oleh karena itu, bulan Sya'ban ini seperti pendahuluan (muqoddimah) bagi Ramadhan. Akan Tetapi tidak disukai berpuasa satu atau dua hari menjelang Ramadhan bagi orang yang tidak biasa berpuasa sebelumnya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
«لَا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلَا يَوْمَيْنِ إِلَّا رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا، فَلْيَصُمْهُ»
"Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan puasa satu hari atau dua hari (sebelumnya), kecuali seseorang yang berpuasa sebelum itu, maka hendaknya ia melanjutkan puasanya."
▶️
(HR. al-Bukhari no. 1914 dan Muslim no.1082) 🔵 BULAN MEMBACA AL-QUR'AN
Sebagian salaf, sebagaimana disebutkan Ibnu Rajab rahimahullah, menyebut bulan Sya'ban sebagai bulannya para pembaca al-Qur'an. Karena di bulan ini, selain berpuasa, mereka juga menyibukkan diri dengan membaca al-Qur'anul karim.
☑️ Salamah bin Kuhail (wafat 121H) rahimahullah berkata,
كان يقال شهر شعبان شهر القراء
"Dahulu dikatakan, bulan Sya'ban adalah bulannya Qurro' (para pembaca al-Qur'an)."
☑️ dan Habib bin Abi Tsabit (wafat tahun 119H) rahimahullah, apabila memasuki bulan Sya'ban beliau mengatakan, "Ini adalah bulannya para pembaca al-Qur'an."
☑️ Disebutkan bahwasanya Qois bin Amr al-Mula'i (wafat tahun 146 H) rahimahullah apabila memasuki bulan Sya'ban, beliau mengunci tokonya dan menyibukkan diri dengan membaca al-Qur'an.
Maka di bulan Sya'ban yang mulia ini sudah sepatutnya kita menyibukkan diri dengan ibadah. Dunia adalah tempat bagi seorang mukmin untuk menanam benih-benih ibadah. Jika seseorang berhasil dalam cocok tanam ini maka ia akan memanennya di akhirat dengan laba yang berlipat ganda, akan tetapi jika gagal, dia akan celaka dan merugi. Wallahul musta'an
wallahu a'lam bish showab...
bersambung insya Allah
🌍 Sumber Panduan:
Khutbah Syaikh Khalid azh-Zhafiri yang berjudul شعبان أقبل فأين العابدون؟ 📝 Oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #syaban #musimkebaikan
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Website:
https://warisansalaf.wordpress.com
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Website:
https://warisansalaf.wordpress.com
👍1
🍃🌙 WAHAI AHLI IBADAH MENDEKATLAH, BULAN SYA'BAN TELAH TIBA !! 4️⃣
-selesai-
➖➖➖➖
🔵 MENGQADHA' PUASA RAMADHAN
🍃 Perkara yang juga wajib diperhatikan di bulan Sya'ban ini adalah melunasi hutang puasa Ramadhan sebelumnya.
💢 Bagi kaum muslimin dan muslimat yang masih memiliki tanggungan puasa hendaknya bersegera melunasi hutangnya sebelum bulan Ramadhan tiba.
⚠️ Karena banyak dari kaum muslimin yang bermudah-mudahan dalam perkara ini, dimana mereka tidak bersegera melunasi hutang puasanya hingga masuk Ramadhan berikutnya.
✅ Abu Salamah berkata,
سَمِعْتُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، تَقُولُ: «كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلَّا فِي شَعْبَانَ»
"Aku mendengar 'Aisyah radhiallahu 'anha berkata, 'dahulu aku memiliki hutang puasa Ramadhan, dan aku tidak mampu melunasinya melainkan di bulan Sya'ban."
▶️
✅ Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan,
وَيُؤْخَذُ مِنْ حِرْصِهَا عَلَى ذَلِكَ فِي شَعْبَانَ أَنَّهُ لَا يَجُوزُ تَأْخِيرُ الْقَضَاءِ حَتَّى يَدْخُلَ رَمَضَانُ آخَرُ
"Diambil faedah dari semangat beliau yang mengqodho' puasanya di bulan Sya'ban, yaitu tidak bolehnya menunda qodho' (melunasi hutang puasa) hingga memasuki Ramadhan berikutnya."
▶️
Sebagai penutup...
🍃 Kaum muslimin rahimakumullah.... Kesempatan hidup hanya sesaat, sedangkan hari berlalu begitu cepat. Setiap kali berlalu satu hari maka bertambah dekat ajal menyapa.
🌻 Orang yang beruntung adalah orang yang mampu memanfaatkan waktu dengan melakukan kebaikan...
⚠️ Sedangkan orang yang lalai adalah yang melupakan dzikrullah dan menyibukkan diri dengan perkara yang sia-sia..
🌴 Usia adalah tempat bercocok tanam, jika yang ditanam adalah kebaikan maka yang dipanen juga kebaikan...
🔥 Namun jika yang ditanam adalah kejelekan maka jangan menyalahkan melainkan dirimu sendiri...
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-Mu yang taat dan bersyukur, dan bantulah kami untuk selalu berdzikir mengingat-Mu, mensyukuri nikmat-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan baik..
Ya Rabb kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka..
Ya Allah, pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan, dan jadikanlah kami pada bulan tersebut termasuk hamba-Mu yang diterima amalannya....
Amin ya Rabbal 'alamin
Wallahu a'lam bish showab..
-SELESAI-
—------------—
Baca Juga Bagian Sebelumnya di bawah ini:
Bagian 1 : Baca di sini
Bagian 2 : Baca di sini
Bagian 3 : Baca di sini
—------------—
🌍 Sumber Panduan:
📝 Oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #syaban #musimkebaikan
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
-selesai-
➖➖➖➖
🔵 MENGQADHA' PUASA RAMADHAN
🍃 Perkara yang juga wajib diperhatikan di bulan Sya'ban ini adalah melunasi hutang puasa Ramadhan sebelumnya.
💢 Bagi kaum muslimin dan muslimat yang masih memiliki tanggungan puasa hendaknya bersegera melunasi hutangnya sebelum bulan Ramadhan tiba.
⚠️ Karena banyak dari kaum muslimin yang bermudah-mudahan dalam perkara ini, dimana mereka tidak bersegera melunasi hutang puasanya hingga masuk Ramadhan berikutnya.
✅ Abu Salamah berkata,
سَمِعْتُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، تَقُولُ: «كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلَّا فِي شَعْبَانَ»
"Aku mendengar 'Aisyah radhiallahu 'anha berkata, 'dahulu aku memiliki hutang puasa Ramadhan, dan aku tidak mampu melunasinya melainkan di bulan Sya'ban."
▶️
(HR. al-Bukhari no.1950 dan Muslim no.1146) ✅ Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan,
وَيُؤْخَذُ مِنْ حِرْصِهَا عَلَى ذَلِكَ فِي شَعْبَانَ أَنَّهُ لَا يَجُوزُ تَأْخِيرُ الْقَضَاءِ حَتَّى يَدْخُلَ رَمَضَانُ آخَرُ
"Diambil faedah dari semangat beliau yang mengqodho' puasanya di bulan Sya'ban, yaitu tidak bolehnya menunda qodho' (melunasi hutang puasa) hingga memasuki Ramadhan berikutnya."
▶️
(Fathul Baari 4/191) Sebagai penutup...
🍃 Kaum muslimin rahimakumullah.... Kesempatan hidup hanya sesaat, sedangkan hari berlalu begitu cepat. Setiap kali berlalu satu hari maka bertambah dekat ajal menyapa.
🌻 Orang yang beruntung adalah orang yang mampu memanfaatkan waktu dengan melakukan kebaikan...
⚠️ Sedangkan orang yang lalai adalah yang melupakan dzikrullah dan menyibukkan diri dengan perkara yang sia-sia..
🌴 Usia adalah tempat bercocok tanam, jika yang ditanam adalah kebaikan maka yang dipanen juga kebaikan...
🔥 Namun jika yang ditanam adalah kejelekan maka jangan menyalahkan melainkan dirimu sendiri...
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-Mu yang taat dan bersyukur, dan bantulah kami untuk selalu berdzikir mengingat-Mu, mensyukuri nikmat-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan baik..
Ya Rabb kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka..
Ya Allah, pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan, dan jadikanlah kami pada bulan tersebut termasuk hamba-Mu yang diterima amalannya....
Amin ya Rabbal 'alamin
Wallahu a'lam bish showab..
-SELESAI-
—------------—
Baca Juga Bagian Sebelumnya di bawah ini:
Bagian 1 : Baca di sini
Bagian 2 : Baca di sini
Bagian 3 : Baca di sini
—------------—
🌍 Sumber Panduan:
Khutbah Syaikh Khalid azh-Zhafiri yang berjudul شعبان أقبل فأين العابدون؟ 📝 Oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #syaban #musimkebaikan
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
WarisanSalaf.Com
🍃🌙 WAHAI AHLI IBADAH MENDEKATLAH, BULAN SYA'BAN TELAH TIBA !! 1️⃣
➖➖➖➖
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولاه، أما بعد
🕋 Alhamdulillah, senantiasa seorang mukmin dipertemukan oleh Allah subhanahu wa ta'ala…
➖➖➖➖
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولاه، أما بعد
🕋 Alhamdulillah, senantiasa seorang mukmin dipertemukan oleh Allah subhanahu wa ta'ala…
👍1
Forwarded from Warisan Salaf
✅💢 HUKUM MERAYAKAN MALAM NISHFU SYA'BAN
▶️ Asy syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah ditanya:
🌸 "Apakah boleh merayakan malam nishfu (pertengahan) sya'ban dan menghidupkan malam tersebut (dengan ibadah, pen) ? "
✳️ Beliau menjawab, "Tidak boleh merayakan malam nishfu sya'ban, ia tdk ada asalnya (dalam agama,pen), dan tidak pula (merayakan) malam 27 rajab yg mereka namakan malam isra' mi'raj, semua itu adalah bid'ah.
‼️ Tidak dilakukan perayaan malam nishfu sya'ban, tidak pula malam 27 rajab, ini semua termasuk bid'ah yang diada-adakan oleh manusia.
⛔️ Demikian pula perayaan maulid Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam adalah bid'ah, tidak boleh merayakan maulid nabi, tidak pula malam nishfu sya'ban, dan tidak pula malam 27 rajab yg mereka namakan dgn malam isra' mi'raj, INI SEMUA ADALAH BID'AH.
☑️ (amalan tersebut,pen) tidak diamalkan oleh Rasulullah dan khulafa ar rasyidun, serta para sahabat nabi (yang lainnya). dan tidak pula diamalkan oleh salafus sholih pada tiga generasi utama. Bahkan ini adalah sesuatu yg diada-adakan oleh manusia. Kita memohon kepada Allah keselamatan."
🌍 Sumber: http://cutt.us/TFdC
📝 Diterjemahkan oleh Al-Ustadz Abu Ja'far Jember hafizhahullah
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
▶️ Asy syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah ditanya:
🌸 "Apakah boleh merayakan malam nishfu (pertengahan) sya'ban dan menghidupkan malam tersebut (dengan ibadah, pen) ? "
✳️ Beliau menjawab, "Tidak boleh merayakan malam nishfu sya'ban, ia tdk ada asalnya (dalam agama,pen), dan tidak pula (merayakan) malam 27 rajab yg mereka namakan malam isra' mi'raj, semua itu adalah bid'ah.
‼️ Tidak dilakukan perayaan malam nishfu sya'ban, tidak pula malam 27 rajab, ini semua termasuk bid'ah yang diada-adakan oleh manusia.
⛔️ Demikian pula perayaan maulid Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam adalah bid'ah, tidak boleh merayakan maulid nabi, tidak pula malam nishfu sya'ban, dan tidak pula malam 27 rajab yg mereka namakan dgn malam isra' mi'raj, INI SEMUA ADALAH BID'AH.
☑️ (amalan tersebut,pen) tidak diamalkan oleh Rasulullah dan khulafa ar rasyidun, serta para sahabat nabi (yang lainnya). dan tidak pula diamalkan oleh salafus sholih pada tiga generasi utama. Bahkan ini adalah sesuatu yg diada-adakan oleh manusia. Kita memohon kepada Allah keselamatan."
🌍 Sumber: http://cutt.us/TFdC
📝 Diterjemahkan oleh Al-Ustadz Abu Ja'far Jember hafizhahullah
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Website:
https://warisansalaf.wordpress.com
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Website:
https://warisansalaf.wordpress.com
🕋🍃 FIQIH SHALAT SUNNAH SEBELUM DAN SESUDAH SHALAT FARDHU 5️⃣
➖➖➖➖
✅ DUA RAKA’AT SEBELUM MAGHRIB DAN ISYA’
🍃 Para Ulama’ sepakat disunnahkannya shalat nafilah di antara adzan dan iqomat. Berdasarkan Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ، ثَلاَثًا لِمَنْ شَاءَ
“Di antara dua adzan itu ada shalat,” beliau mengulanginya sebanyak tiga kali, “Bagi yang mau melakukannya.” Lanjut beliau.”
⏺ Kecuali shalat sunnah sebelum maghrib, maka ada perbedaan pendapat di antara Ulama. Berkata al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Baari (2/106) menukil ucapan Ibnu Bathol rahimahumallah,
“Para ulama tidak berbeda pendapat tentang shalat sunnah di antara adzan dan iqomat kecuali pada shalat maghrib.”
☑️ Maka dalam permasalahan ini ada dua pendapat:
1️⃣ Pendapat Pertama: tidak disunnahkan shalat nafilah sebelum maghrib. Pendapat ini dinukil dari khalifah yang empat; Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin ‘Affan, dan Ali bin Abi Thalib, dan juga sebagian sahabat yang lainnya.
▶️ Ibrahim an-Nakhai berkata,
“Abu Bakar, Umar, dan Utsman, tidak melakukan shalat dua raka’at sebelum maghrib.”
▶️ Sa’id bin al-Musayyib berkata,
“Dahulu sahabat muhajirin tidak melakukan shalat dua raka’at sebelum maghrib, sedangkan sahabat anshor melakukannya.”
💢 Ini adalah pendapat Imam Malik, sebagian besar madzhab Syafi’i, dan mayoritas Ahli Fikih (fuqoha).
⚠️ Bahkan Ibrahim an-Nakho’i dengan tegas mengatakan, “Shalat nafilah sebelum maghrib adalah bid’ah.”
🔰 Di antara alasan pendapat ini adalah, shalat maghrib diperintahkan untuk dikerjakan di awal waktu, sementara melakukan shalat sunnah sebelumnya akan menundanya dari awal waktu.
🔰 Pendapat ini juga menyatakan bahwa hadits-hadits yang menerangkan tentang shalat sunnah sebelum maghrib telah dimansukh (dihapus hukumnya).
2️⃣ Pendapat Kedua: Disunnahkan shalat dua raka’at sebelum maghrib. Ini adalah pendapat sebagian sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagian tabi’in, Imam Ahmad bin Hanbal, dan Ishaq bin Ibrahim bin Rahawaih.
🍃 Dan pendapat ini yang dipilih oleh Imam an-Nawawi rahimahullah.
🔵 Dalil yang menguatkan pendapat ini adalah:
📌 Dalil Pertama: Keumuman hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ، ثَلاَثًا لِمَنْ شَاءَ
"Di antara dua adzan itu ada shalat,’ beliau mengulanginya sebanyak tiga kali, ‘Bagi yang mau melakukannya.’ Lanjut beliau.”
📌 Dalil Kedua: Persetujuan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu menuturkan:
وَكُنَّا نُصَلِّي عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ غُرُوبِ الشَّمْسِ قَبْلَ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ»، فَقُلْتُ لَهُ: أَكَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّاهُمَا؟ قَالَ: «كَانَ يَرَانَا نُصَلِّيهِمَا فَلَمْ يَأْمُرْنَا، وَلَمْ يَنْهَنَا»
"Dahulu kami melakukan shalat dua raka’at setelah matahari terbenam, sebelum shalat maghrib.’
Aku (Mukhtar bin Fulful murid Anas bin Malik) bertanya, ‘apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga melakukannya?’
Ia menjawab, ‘Beliau melihat kami melakukannya, beliau tidak memerintahkan kami dan juga tidak melarang.”
Bersambung insyaallah....
📝 Dirangkum oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #fikihshalat #sholatsunnah
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://t.me/warisansalaf
☀️ Twitter: https://twitter.com/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
➖➖➖➖
✅ DUA RAKA’AT SEBELUM MAGHRIB DAN ISYA’
🍃 Para Ulama’ sepakat disunnahkannya shalat nafilah di antara adzan dan iqomat. Berdasarkan Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ، ثَلاَثًا لِمَنْ شَاءَ
“Di antara dua adzan itu ada shalat,” beliau mengulanginya sebanyak tiga kali, “Bagi yang mau melakukannya.” Lanjut beliau.”
(HR. al-Bukhari no.624 dan Muslim no.838) ⏺ Kecuali shalat sunnah sebelum maghrib, maka ada perbedaan pendapat di antara Ulama. Berkata al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Baari (2/106) menukil ucapan Ibnu Bathol rahimahumallah,
“Para ulama tidak berbeda pendapat tentang shalat sunnah di antara adzan dan iqomat kecuali pada shalat maghrib.”
☑️ Maka dalam permasalahan ini ada dua pendapat:
1️⃣ Pendapat Pertama: tidak disunnahkan shalat nafilah sebelum maghrib. Pendapat ini dinukil dari khalifah yang empat; Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin ‘Affan, dan Ali bin Abi Thalib, dan juga sebagian sahabat yang lainnya.
▶️ Ibrahim an-Nakhai berkata,
“Abu Bakar, Umar, dan Utsman, tidak melakukan shalat dua raka’at sebelum maghrib.”
(Mushannaf Abdurrazaq no.3985) ▶️ Sa’id bin al-Musayyib berkata,
“Dahulu sahabat muhajirin tidak melakukan shalat dua raka’at sebelum maghrib, sedangkan sahabat anshor melakukannya.”
(Diriwayatkan Abdurrazaq dalam al-Mushonnaf no.3984) 💢 Ini adalah pendapat Imam Malik, sebagian besar madzhab Syafi’i, dan mayoritas Ahli Fikih (fuqoha).
⚠️ Bahkan Ibrahim an-Nakho’i dengan tegas mengatakan, “Shalat nafilah sebelum maghrib adalah bid’ah.”
(Lihat Syarhu an-Nawawi ‘ala Muslim 6/124) 🔰 Di antara alasan pendapat ini adalah, shalat maghrib diperintahkan untuk dikerjakan di awal waktu, sementara melakukan shalat sunnah sebelumnya akan menundanya dari awal waktu.
🔰 Pendapat ini juga menyatakan bahwa hadits-hadits yang menerangkan tentang shalat sunnah sebelum maghrib telah dimansukh (dihapus hukumnya).
2️⃣ Pendapat Kedua: Disunnahkan shalat dua raka’at sebelum maghrib. Ini adalah pendapat sebagian sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagian tabi’in, Imam Ahmad bin Hanbal, dan Ishaq bin Ibrahim bin Rahawaih.
🍃 Dan pendapat ini yang dipilih oleh Imam an-Nawawi rahimahullah.
🔵 Dalil yang menguatkan pendapat ini adalah:
📌 Dalil Pertama: Keumuman hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ، ثَلاَثًا لِمَنْ شَاءَ
"Di antara dua adzan itu ada shalat,’ beliau mengulanginya sebanyak tiga kali, ‘Bagi yang mau melakukannya.’ Lanjut beliau.”
(HR. al-Bukhari no.624 dan Muslim no.838) 📌 Dalil Kedua: Persetujuan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu menuturkan:
وَكُنَّا نُصَلِّي عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ غُرُوبِ الشَّمْسِ قَبْلَ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ»، فَقُلْتُ لَهُ: أَكَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّاهُمَا؟ قَالَ: «كَانَ يَرَانَا نُصَلِّيهِمَا فَلَمْ يَأْمُرْنَا، وَلَمْ يَنْهَنَا»
"Dahulu kami melakukan shalat dua raka’at setelah matahari terbenam, sebelum shalat maghrib.’
Aku (Mukhtar bin Fulful murid Anas bin Malik) bertanya, ‘apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga melakukannya?’
Ia menjawab, ‘Beliau melihat kami melakukannya, beliau tidak memerintahkan kami dan juga tidak melarang.”
(HR. Muslim no.836) Bersambung insyaallah....
📝 Dirangkum oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #fikihshalat #sholatsunnah
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://t.me/warisansalaf
☀️ Twitter: https://twitter.com/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Website:
https://warisansalaf.wordpress.com
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Website:
https://warisansalaf.wordpress.com
🕋🍃 FIQIH SHALAT SUNNAH SEBELUM DAN SESUDAH SHALAT FARDHU 6️⃣
➖➖➖➖
🔺 Sambungan bagian ke 5 tentang Shalat Sunnah sebelum Maghrib
✅ Dalam lafazh lain,
كَانَ المُؤَذِّنُ إِذَا أَذَّنَ قَامَ نَاسٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَبْتَدِرُونَ السَّوَارِيَ، حَتَّى يَخْرُجَ النَّبِيُّ صلّى الله عليه وسلم وَهُمْ كَذَلِكَ، يُصَلُّونَ الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ المَغْرِبِ، وَلَمْ يَكُنْ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ شَيْءٌ»، قَالَ عُثْمَانُ بْنُ جَبَلَةَ، وَأَبُو دَاوُدَ: عَنْ شُعْبَةَ، لَمْ يَكُنْ بَيْنَهُمَا إِلَّا قَلِيلٌ.
“Dahulu apabila seorang muadzin telah mengundangkan adzannya, maka banyak dari sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yang bersegera menuju tiang-tiang (masjid) untuk melakukan shalat dua raka’at sebelum maghrib, hingga Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam datang. Dan ketika itu jarak antara adzan dan iqomat hanya sebentar saja.”
🔵 Adapun dalam riwayat Muslim (no.837) dan Ibnu Majah (no.1163) dengan lafazh:
“Dahulu kami di Madinah apabila seorang muadzin telah mengundangkan adzannya, maka (para sahabat) bersegera menuju tiang-tiang masjid, mereka pun shalat dua raka’at (dibalik tiang tersebut). Hingga seseorang yang asing bila masuk masjid akan mengira bahwa shalat sudah selesai dikerjakan, disebabkan banyaknya sahabat yang melakukan shalat tersebut.”
📌 Dalil Ketiga: Perintah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dari Abdullah al-Muzani radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
«صَلُّوا قَبْلَ صَلاَةِ المَغْرِبِ»، قَالَ: «فِي الثَّالِثَةِ لِمَنْ شَاءَ كَرَاهِيَةَ أَنْ يَتَّخِذَهَا النَّاسُ سُنَّةً»
“Shalatlah sebelum maghrib, shalatlah sebelum maghrib, shalatlah sebelum maghrib, bagi yang ingin melakukannya.’ Beliau tidak suka manusia menjadikannya sebagai sunnah (kebiasaan terus menerus dan mengingkari orang yang meninggalkannya, pen).”
✅ ATSAR SAHABAT
🍃 Berikut beberapa atsar dari Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Abdurrazaq ash-Shan’ani rahimahullah dalam Mushonnafnya,
عَنْ أَنَسٍ، أَنَّهُ سُئِلَ عَنْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْمَغْرِبِ قَالَ: «رَأَيْتُ اللُّبَابَ مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلُّونَهُمَا»
📌 Anas bin Malik ditanya tentang shalat dua raka’at sebelum maghrib, maka beliau menjawab, “Aku melihat para Penggawa dari sahabat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam melakukannya.”
عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ قَالَ: «كَانَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ، وَأُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ يُصَلِّيَانِ الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْمَغْرِبِ»
📌 Dari Zir bin Hubaisy ia berkata, “Dahulu Abdurrahman bin ‘Auf dan Ubay bin Ka’ab melakukan shalat dua raka’at sebelum maghrib.”
📌 Sa’id bin al-Musayyib berkata,
“Dahulu sahabat anshor melakukannya (yaitu dua raka'at sebelum maghrib).”
Bersambung insya Allah...
📝 Dirangkum oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #fikihshalat #sholatsunnah
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://t.me/warisansalaf
☀️ Twitter: https://twitter.com/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
➖➖➖➖
🔺 Sambungan bagian ke 5 tentang Shalat Sunnah sebelum Maghrib
✅ Dalam lafazh lain,
كَانَ المُؤَذِّنُ إِذَا أَذَّنَ قَامَ نَاسٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَبْتَدِرُونَ السَّوَارِيَ، حَتَّى يَخْرُجَ النَّبِيُّ صلّى الله عليه وسلم وَهُمْ كَذَلِكَ، يُصَلُّونَ الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ المَغْرِبِ، وَلَمْ يَكُنْ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ شَيْءٌ»، قَالَ عُثْمَانُ بْنُ جَبَلَةَ، وَأَبُو دَاوُدَ: عَنْ شُعْبَةَ، لَمْ يَكُنْ بَيْنَهُمَا إِلَّا قَلِيلٌ.
“Dahulu apabila seorang muadzin telah mengundangkan adzannya, maka banyak dari sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yang bersegera menuju tiang-tiang (masjid) untuk melakukan shalat dua raka’at sebelum maghrib, hingga Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam datang. Dan ketika itu jarak antara adzan dan iqomat hanya sebentar saja.”
(HR. al-Bukhari no.625) 🔵 Adapun dalam riwayat Muslim (no.837) dan Ibnu Majah (no.1163) dengan lafazh:
“Dahulu kami di Madinah apabila seorang muadzin telah mengundangkan adzannya, maka (para sahabat) bersegera menuju tiang-tiang masjid, mereka pun shalat dua raka’at (dibalik tiang tersebut). Hingga seseorang yang asing bila masuk masjid akan mengira bahwa shalat sudah selesai dikerjakan, disebabkan banyaknya sahabat yang melakukan shalat tersebut.”
📌 Dalil Ketiga: Perintah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dari Abdullah al-Muzani radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
«صَلُّوا قَبْلَ صَلاَةِ المَغْرِبِ»، قَالَ: «فِي الثَّالِثَةِ لِمَنْ شَاءَ كَرَاهِيَةَ أَنْ يَتَّخِذَهَا النَّاسُ سُنَّةً»
“Shalatlah sebelum maghrib, shalatlah sebelum maghrib, shalatlah sebelum maghrib, bagi yang ingin melakukannya.’ Beliau tidak suka manusia menjadikannya sebagai sunnah (kebiasaan terus menerus dan mengingkari orang yang meninggalkannya, pen).”
(HR. Al-Bukhari no.1183, Abu Daud no.1281, dan Ahmad no.20552) ✅ ATSAR SAHABAT
🍃 Berikut beberapa atsar dari Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Abdurrazaq ash-Shan’ani rahimahullah dalam Mushonnafnya,
عَنْ أَنَسٍ، أَنَّهُ سُئِلَ عَنْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْمَغْرِبِ قَالَ: «رَأَيْتُ اللُّبَابَ مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلُّونَهُمَا»
📌 Anas bin Malik ditanya tentang shalat dua raka’at sebelum maghrib, maka beliau menjawab, “Aku melihat para Penggawa dari sahabat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam melakukannya.”
(No.3980) عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ قَالَ: «كَانَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ، وَأُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ يُصَلِّيَانِ الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْمَغْرِبِ»
📌 Dari Zir bin Hubaisy ia berkata, “Dahulu Abdurrahman bin ‘Auf dan Ubay bin Ka’ab melakukan shalat dua raka’at sebelum maghrib.”
(No.3981) 📌 Sa’id bin al-Musayyib berkata,
“Dahulu sahabat anshor melakukannya (yaitu dua raka'at sebelum maghrib).”
(No.3984) Bersambung insya Allah...
📝 Dirangkum oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #fikihshalat #sholatsunnah
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://t.me/warisansalaf
☀️ Twitter: https://twitter.com/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Website:
https://warisansalaf.wordpress.com
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Website:
https://warisansalaf.wordpress.com
Forwarded from Warisan Salaf
🔊⚠️ BERSABARLAH KETIKA KAMU DIOLOK-OLOK
➖➖➖➖
📝 Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin rahimahullah berkata,
واصبر على ما يقال فيك من استهزاء وسخرية؛ لأن أعداء الدين كثيرون
🔵 "Bersabarlah atas ejekan dan penghinaan yang diarahkan kepadamu, karena sesungguhnya musuh-musuh agama itu banyak."
🌍 Sumber:
📝 Diterjemahkan Oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #nasehat #ilmu
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
➖➖➖➖
📝 Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin rahimahullah berkata,
واصبر على ما يقال فيك من استهزاء وسخرية؛ لأن أعداء الدين كثيرون
🔵 "Bersabarlah atas ejekan dan penghinaan yang diarahkan kepadamu, karena sesungguhnya musuh-musuh agama itu banyak."
🌍 Sumber:
Syarah al 'Aqidah al Wasithiyyah 2/377📝 Diterjemahkan Oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #nasehat #ilmu
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Website:
https://warisansalaf.wordpress.com
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Website:
https://warisansalaf.wordpress.com
Forwarded from Warisan Salaf
🍂🌻 ANUGERAH TERBESAR SEORANG MUKMIN
➖➖➖➖
📝 Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
{وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَنِعْمَةً وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ} [سورة الحجرات: 7 - 8] .
🍃 "Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan.
Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,
Sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (
✅ Syaikh Abdurrahman as Sa'di rahimahullah berkata,
فهذه أكبر المنن: أن يحبب الله الإيمان للعبد، ويزينه في قلبه، ويذيقه حلاوته، وتنقاد جوارحه للعمل بشرائع الإسلام، ويبغض الله إليه أصناف المحرمات.
🍂 "Ini merupakan anugerah terbesar, yaitu disaat Allah menjadikan seorang hamba cinta kepada keimanan, dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatinya, serta merasakan kepadanya manisnya keimanan tersebut.
🌱 Begitu juga anggota tubuhnya tunduk melaksanakan syari'at-syari'at Islam, dan Allah menjadikannya benci melakukan perbuatan yang diharamkan."
🌎 Sumber:
📝 Diterjemahkan Oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #akhlak #tafsir #alquran
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
➖➖➖➖
📝 Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
{وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَنِعْمَةً وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ} [سورة الحجرات: 7 - 8] .
🍃 "Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan.
Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,
Sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (
QS. Al Hujurot:7-8)✅ Syaikh Abdurrahman as Sa'di rahimahullah berkata,
فهذه أكبر المنن: أن يحبب الله الإيمان للعبد، ويزينه في قلبه، ويذيقه حلاوته، وتنقاد جوارحه للعمل بشرائع الإسلام، ويبغض الله إليه أصناف المحرمات.
🍂 "Ini merupakan anugerah terbesar, yaitu disaat Allah menjadikan seorang hamba cinta kepada keimanan, dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatinya, serta merasakan kepadanya manisnya keimanan tersebut.
🌱 Begitu juga anggota tubuhnya tunduk melaksanakan syari'at-syari'at Islam, dan Allah menjadikannya benci melakukan perbuatan yang diharamkan."
🌎 Sumber:
At-Taudhihu wal Bayan li Syajarotil Iman, hal.55📝 Diterjemahkan Oleh: Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #akhlak #tafsir #alquran
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Website:
https://warisansalaf.wordpress.com
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Website:
https://warisansalaf.wordpress.com
Forwarded from Warisan Salaf
✅📡 MENGINGKARI BID'AH DI MAJLIS
☑️ Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah Ar-Rajihi hafizhahullah berkata,
💢 Apabila seseorang duduk di suatu majlis yang di situ ada MUBTADI' (pelaku bid'ah) dan ia menampakkan kebid'ahannya, sementara orang yg duduk tersebut diam tdk mengingkari, tidak pula berdiri (meninggalkannya) padahal ia sanggup, maka dia (digolongkan sebagai) MUBTADI' (pelaku bid'ah) sepertinya. Maka yg wajib atasnya adalah:
⭕️ dia mengingkari bid'ah
⭕️ atau ia berdiri (meninggalkannya).
▶️ (Al-I'anah ala Taqribis Syarhi wal Ibanah, hal 258)
إنكار البدع في المجالس )
إذا جلس الإنسان في مجلس فيه صاحب بدعة، وهو يظهر بدعته، وسكت الجالس ولم ينكر، ولم يقم وهو يستطيع، فهو مبتدع مثله، فالواجب عليه، إما ينكر البدعة أو يقوم.
( الإعانة على تقريب الشرح والإبانة )ص258
📝 Diterjemahkan Oleh: al-Ustadz Abu Ja'far Hafizhahullah
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
☑️ Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah Ar-Rajihi hafizhahullah berkata,
💢 Apabila seseorang duduk di suatu majlis yang di situ ada MUBTADI' (pelaku bid'ah) dan ia menampakkan kebid'ahannya, sementara orang yg duduk tersebut diam tdk mengingkari, tidak pula berdiri (meninggalkannya) padahal ia sanggup, maka dia (digolongkan sebagai) MUBTADI' (pelaku bid'ah) sepertinya. Maka yg wajib atasnya adalah:
⭕️ dia mengingkari bid'ah
⭕️ atau ia berdiri (meninggalkannya).
▶️ (Al-I'anah ala Taqribis Syarhi wal Ibanah, hal 258)
إنكار البدع في المجالس )
إذا جلس الإنسان في مجلس فيه صاحب بدعة، وهو يظهر بدعته، وسكت الجالس ولم ينكر، ولم يقم وهو يستطيع، فهو مبتدع مثله، فالواجب عليه، إما ينكر البدعة أو يقوم.
( الإعانة على تقريب الشرح والإبانة )ص258
📝 Diterjemahkan Oleh: al-Ustadz Abu Ja'far Hafizhahullah
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Website:
https://warisansalaf.wordpress.com
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Website:
https://warisansalaf.wordpress.com
Forwarded from Warisan Salaf
📚 RANGKAIAN FATWA PUASA (1⃣): DEFENISI SHIYAM (PUASA)
〰〰⚪️〰〰
▶️ Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin rahimahullah ditanya tentang defenisi shiyam (puasa)?
✳️ Maka beliau menjawab, “Shiyam secara bahasa artinya “menahan diri”, di antaranya (yang menunjukkan makna ini) adalah firman Allah Ta’ala,
🔗 “Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Rabb yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini". (QS. Maryam:26)
👉🏻 Yakni “aku bernadzar untuk menahan diri dari berbicara.”
🔘 Dan di antaranya pula ucapan seorang penyair,
"Ada kuda yang berpuasa (tidak bekerja) dan ada pula kuda yang tidak berpuasa"
"Di bawah debu ia meringik dan yang lainnya mengunyah tali kekangnya.”
✳️ Adapun (makna shiyam) secara syari’at adalah, “Beribadah kepada Allah dengan cara menahan diri dari pembatal-pembatal (puasa) dimulai terbitnya fajar dan berakhir hingga terbenamnya matahari.”
🌏 Sumber: Majmu' Fatawa wa Rasail Ibnu Utsaimin (19/11)
📖 Diterjemahkan Oleh: Tim Warisan Salaf
#silsilahfatawashiyam #shiyam #puasa
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
〰〰⚪️〰〰
▶️ Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin rahimahullah ditanya tentang defenisi shiyam (puasa)?
✳️ Maka beliau menjawab, “Shiyam secara bahasa artinya “menahan diri”, di antaranya (yang menunjukkan makna ini) adalah firman Allah Ta’ala,
🔗 “Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Rabb yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini". (QS. Maryam:26)
👉🏻 Yakni “aku bernadzar untuk menahan diri dari berbicara.”
🔘 Dan di antaranya pula ucapan seorang penyair,
"Ada kuda yang berpuasa (tidak bekerja) dan ada pula kuda yang tidak berpuasa"
"Di bawah debu ia meringik dan yang lainnya mengunyah tali kekangnya.”
✳️ Adapun (makna shiyam) secara syari’at adalah, “Beribadah kepada Allah dengan cara menahan diri dari pembatal-pembatal (puasa) dimulai terbitnya fajar dan berakhir hingga terbenamnya matahari.”
🌏 Sumber: Majmu' Fatawa wa Rasail Ibnu Utsaimin (19/11)
📖 Diterjemahkan Oleh: Tim Warisan Salaf
#silsilahfatawashiyam #shiyam #puasa
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Telegram
Warisan Salaf
Warisan Salaf
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Website:
https://warisansalaf.wordpress.com
ميراث السلف
Menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
Admin
Abdurrahman Rauf Almaidany
085276328934 (Tegur Sapa)
Website:
https://warisansalaf.wordpress.com