Wido Supraha
4.02K subscribers
1.08K photos
159 videos
375 files
1.57K links
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
Download Telegram
#Islamphobia
ERNEST, PELAWAK NON-MUSLIM, DAN TUDUHANNYA KEPADA ULAMA ZAKIR NAIK

Dalam twitternya, dengan tanpa basa-basi, beliau telah melemparkan pernyataan bahwa Zakir Naik mendanai ISIS, dan menyesalkan Wakil Presiden, yang kita muliakan, Bapak Jusuf Kalla, menjamu Zakir Naik, padahal yayasannya sudah di-banned di India dan UK.
----------------------
Tentunya apa yang dilakukan seorang Ernest, menambah daftar panjang sosok-sosok Non-Muslim yang berani masuk ke wilayah dan domain kaum muslimin, dan tentu hal seperti ini sangat kita sesalkan. Tidak bisa terbayangkan jika seorang Muslim berani berbuat yang sama di negeri Vatikan, negeri dengan mayoritas Katolik. Kesabaran kaum Muslimin di Indonesia memang layak pada akhirnya menjadi teladan bagi bangsa manapun di dunia bahkan telah diteladani sepanjang zaman.

Zakir Naik sebagai Da'i Internasional selalu membiasakan model ceramahnya bukan dalam bentuk debat, tapi perkuliahan, akademis, dan dilanjutkan dengan tanya jawab. Hafalan kokoh beliau terhadap Al-Quran, As-Sunnah dan Kitab-kitab yang beliau bahas seperti Injil dan Weda, berikut pengayaan bahan bacaan beliau dari karya-karya akademis selainnya, menjadikan siapapun yang mencoba menggugurkan dalil-dalil yang diangkatnya kelabakan.

Zakir Naik dalam seluruh upaya dakwahnya, selalu menegaskan bahwa dirinya sedang mengamalkan firman Allah: "Serulah Mereka kepada kalimat yang sama ( _kalimatun sawā_ ). Hal ini karena kesamaan kalimat akan melahirkan toleransi, saling kesepahaman akan perbedaan yang harus dimaklumi, semangat bersinergi dan meningkatkan kualitas diri pada persamaan yang tercermin dalam 'kalimat sama', dan runtuhnya berbagai tuduhan buruk kepada Islam seperti terorisme.

Zakir Naik berkali-kali dalam ceramahnya telah ditanya tentang hubungan Islam dan Terorisme termasuk ISIS, namun, berkali-kali pula ia mampu menegaskan secara lugas, bahwa terorisme dan ISIS bukanlah bagian dari Islam. Dalil dan fakta ilmiah yang diangkatnya menunjukkan kapasitas keulamaannya, sekaligus menunjukkan kepada dunia bahwa Islam mendorong umatnya untuk berpikir ilmiah dan kritis, bukan 'asal patuh' pada apapun keputusan ulamanya, karena ilmiah merupakan sifat generasi Rabbani, ilmiah yang bernaungkan wahyu.

Zakir Naik terhadap pendapatnya yang menolak keras ISIS berikut mengangkat argumen penting mengapa ISIS tidak layak diikuti, sejatinya telah diberitakan oleh banyak media dunia. Siapapun yang mengklaim sebagai Negeri Islam haruslah berhukum dengan Al-Quran dan As-Sunnah, dan tidak ada satupun ayat dan hadits yang mengajarkan terorisme atau membunuh manusia yang tidak bersalah. Bahkan Zakir mengingatkan kaum muslimin untuk tidak turut membesarkan tema ISIS jika fakta sesungguhnya adalah A-ISIS, karena hanya akan menyudutkan keindahan falsafah dasar Islamic State, sehingga tanpa sadar mendukung propaganda media yang memusuhi Islam.

Apa yang dilakukan seorang Ernest, pelawak non-Muslim, telah melukai hati banyak kaum muslimin yang mayoritas di NKRI. Sudah sepantasnyalah beliau mengajukan maafnya tidak hanya kepada bangsa besar dan berjiwa besar ini, namun sudilah beliau meminta maaf langsung kepada Zakir Naik, saat kedatangan beliau kembali ke Indonesia di bulan April (jika tidak mundur).

Salam Ta'zhim,
Wido Supraha
Dosen Pemikiran Islam
Sekolah Pascasarjana, Univ. Ibn Khaldun, Bogor
Join Channel: t.me/supraha

Link Penting:
1. https://international.sindonews.com/read/1125868/40/zakir-naik-isis-telah-salah-artikan-konsep-jihad-1469363270

2. ISIS as A-ISIS
https://youtu.be/grKd_Xfe3hE

2. Pandangan Dr. Zakir Naik tentang ISIS
https://youtu.be/zXOGFTcvS7s

3. ISIS dan Konflik Timur Tengah
https://youtu.be/_1H0XVjH0jo
#Islamphobia
*MASIH BANYAK KAMPUS SELAIN UIN SUKA*

Oleh: https://twitter.com/supraha

Jika di kampus syari'ah tidak lagi dapat diharapkan kebebasan ilmiah, masih ada Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pimpinan Sutrisno Wibowo, yang punya konsep memfasilitas setiap perbedaan dalam warga bangsa. [1]

Jika di kampus syari'ah tidak lagi dapat menghormati perbedaan penafsiran teks agama di atas diskursus ulama yang otoritatif, masih ada Universitas Islam Indonesia (UII) Yogya pimpinan Nandang Sutrisno, yang punya konsep radikalisme pun bisa terjadi pada yang tidak berhijab, dan menghadirkan fakta bahwa salah satu lulusan terbaik UII Yogya yang mendapatkan pin emas pun bercadar, sebagaimana lulusan Kedokteran Bantul yang sangat berprestasi dan melayani di masyarakatnya pun bercadar. [2]

Jika di kampus syari'ah masih lebih mementingkan pemaksaan pendapat tafsir daripada profesionalisme akademik mahasiswa, masih ada Universitas Gajah Mada (UGM) pimpinan Panut Mulyono, yang menghormati pilihan berpakaian seseorang. [3]

Jika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogya pimpinan Kasiyarno berencana ikut-ikutan jejak UIN SUKA karena dianggap tidak sesuai dengan nilai ke-Muhammadiyah-an, maka apalah arti sebuah kampus jika tidak memahami komprehensifitas dalam menghidupkan ajaran Islam. Sementara pimpinan MUI Pusat dari unsur Muhammadiyah, Prof. Dr. Anwar Abbas, menganggap hal itu tidak bertentangan dengan hukum. [4]

Sebuah kemunduran dalam cara ber-Islam di Zaman Now, ketika konsentrasi lebih berfokus pada yang telah mengenakan jilbab daripada membina yang belum mendapatkan hidayah untuk menutupi auratnya, ketika nasihat Ketua MUI Pusat pun tidak lagi menjadi makna,[5] kecuali kampus telah menjadi pusat industri daripada pusat persemaian adab manusia, generasi NKRI.

t.me/supraha

Referensi:
1] https://news.detik.com/jawatengah/3901348/tak-buat-aturan-khusus-soal-cadar-begini-penjelasan-rektor-uny
2] https://news.detik.com/jawatengah/3901064/yakin-hanya-soal-beda-tafsir-uii-yogya-tak-larang-mahasiswi-bercadar
3] https://news.detik.com/jawatengah/3900481/kata-rektor-ugm-tentang-mahasiswinya-yang-bercadar
4] http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/18/03/05/p546at396-ini-tanggapan-mui-soal-pelarangan-cadar-di-uin-jogja
5] https://news.detik.com/berita/3901563/ketum-mui-di-islam-boleh-mengapa-uin-larang-mahasiswi-bercadar