#ILCEdisi411
*ANTARA VALIDITAS PESAN DAN OTORITAS SUMBER*
Saya mengusulkan kepada Bapak Karni Ilyas agar selektif dalam memilih tamu undangan dalam acara Bapak. Kegiatan malam ini menjadi kurang menarik dan berkurang semangat keilmiahannya ketika Syafii Ma'arif dan Yenni Wahid memaparkan pendapatnya yang sangat tidak esensi dan memperlihatkan kapasitas yang tidak sebanding dengan pemateri lainnya.
Jika Yenni Wahid menyatakan bahwa ketika manusia sudah pergi ke Bulan, manusia masih senang terlibat dalam pertikaian, maka Syafii Ma'arif masih sibuk dengan pesan-pesan HOAX di dalam handphone-nya, ketakutannya dengan demo berjumlah besar namun ternyata tidak apa-apa, menegaskan bahwa dirinya hanya kenal 'calon tersangka' sekedarnya saja, mengingatkan bahwa 'calon tersangka' tidak jahat, meyakini bahwa 'kebenaran tidak bisa dikalahkan dengan emosi', dan menceritakan saling berbalas SMS beliau dengan sosok guru kami yang mulia, Prof. Dr. Didin Hafidhuddin.
Menjadi lebih tidak menarik lagi melihat paparan non-esensi dari Syafi'i Ma'arif ketika setelah beliau memperkenalkan sosoknya sebagai orang tua berumur 81 tahun, mengakui diri bukan ahli, tidak mengerti tafsir mendalam namun menyebutkan bahwa dirinya *MENGERTI BENANG MERAH*-nya, dan bahwa landasan teologis sikap keagaman MUI belum kokoh. Bahkan untuk kedua kalinya beliau mengklaim bahwa ada banyak ahli tafsir yang bersesuaian dengan beliau tapi tidak berani bersuara. Berdalil Q.S. Al-Maidah [5] ayat 8 beliau menyebutkan bahwa Q.S. 5:51 telah diplintir. Bagi saya, ini satu untaian kalimat yang agak susah dimengerti.
Atas ketidakfokusan Syafi'i Ma'arif, dua ulama umat Islam mengingatkan beliau dengan prinsip ilmu yang luar biasa.
- Aa Gym menasihati beliau tentang SMS perdebatan di HP beliau dihapus saja, tidak perlu diceritakan ke orang. Adapun berita-berita HOAX perlu diteliti dahulu sumbernya.
- Habib Ahmad Al Kaff menasihati beliau jangan memplintir kalimat seseorang, dan mengingatkan satu ayat Allah dalam hal ilmu, " _fas-alū ahl adz-dzikri in kuntum lā ta'lamūn_, maka bertanyalah kepada ulama jika engkau tidak mengetahui, sehingga tanyalah kepada ahli, bukan kepada sembarangan orang. Jika ada orang-orang yang berkata kepada beliau, maka lihat dahulu siapa yang berbicara, tidak semua perlu ditanggapi. Maksud kalimat tangkap itu maknanya adalah segera proses.
Kedua ulama ini pun mengingatkan perlunya juga merevisi beberapa kalimat dari Kapolri:
- Habib Ahmad Al Kaff menegaskan bahwa demo 411 adalah demo DAMAI SAMPAI AKHIR. MUI adalah yang paling patuh terhadap hukum dengan membuat sikap keagamaan dengan sumber bukan dari Buni Yani. Maka proses jangan dicampuraduk. Perkara Buni Yani itu urusan Buni Yani, jangan dicampurkan dengan penyelidikan Ahok. Tanyakan domain agama kepada ahli agama, bukan kepada yang bukan ahli agama. Demo pertama 14 Oktober sejatinya juga demo damai, bahkan begitu ingin berniat baik, meski izin sampai jam 6 sore, jam 4 sudah pulang (dikorting), karena kepastian hukum telah diperoleh. Namun setelah 3 (tiga) minggu masa penantian ternyata tidak ada pergerakan, disinilah umat kemudian bangkit dan tidak pernah takut kepada apapun dalam bergerak. Namun demo ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tidak perlu ditakuti.
- Aa Gym mengingatkan bahwa tidak ada wajah jahat dari para peserta demo, mereka bergerak dengan sendirinya. Yang beraksi jangan diangap musuh, justru mereka adalah aset bangsa sesungguhnya. Mereka terluka tapi tidak membalas dan merusak. Tidak ada yang terancam, sampai rumput sekalipun dijaga. Mereka tidak minta negara dan harta, hanya minta adil yang kita cita-citakan. Untuk itu, jangan selalu obrolin masalahnya, tapi kita harus ambil pelajaran dari masalah.
Wido Supraha
*URL*: supraha.com
*FB*: https://www.facebook.com/wido.supraha
NB: Catatan saya berpotensi mengandung kesalahan. Lebih jelasnya silahkan nanti melihat di rekaman YouTube jika telah tersedia.
*ANTARA VALIDITAS PESAN DAN OTORITAS SUMBER*
Saya mengusulkan kepada Bapak Karni Ilyas agar selektif dalam memilih tamu undangan dalam acara Bapak. Kegiatan malam ini menjadi kurang menarik dan berkurang semangat keilmiahannya ketika Syafii Ma'arif dan Yenni Wahid memaparkan pendapatnya yang sangat tidak esensi dan memperlihatkan kapasitas yang tidak sebanding dengan pemateri lainnya.
Jika Yenni Wahid menyatakan bahwa ketika manusia sudah pergi ke Bulan, manusia masih senang terlibat dalam pertikaian, maka Syafii Ma'arif masih sibuk dengan pesan-pesan HOAX di dalam handphone-nya, ketakutannya dengan demo berjumlah besar namun ternyata tidak apa-apa, menegaskan bahwa dirinya hanya kenal 'calon tersangka' sekedarnya saja, mengingatkan bahwa 'calon tersangka' tidak jahat, meyakini bahwa 'kebenaran tidak bisa dikalahkan dengan emosi', dan menceritakan saling berbalas SMS beliau dengan sosok guru kami yang mulia, Prof. Dr. Didin Hafidhuddin.
Menjadi lebih tidak menarik lagi melihat paparan non-esensi dari Syafi'i Ma'arif ketika setelah beliau memperkenalkan sosoknya sebagai orang tua berumur 81 tahun, mengakui diri bukan ahli, tidak mengerti tafsir mendalam namun menyebutkan bahwa dirinya *MENGERTI BENANG MERAH*-nya, dan bahwa landasan teologis sikap keagaman MUI belum kokoh. Bahkan untuk kedua kalinya beliau mengklaim bahwa ada banyak ahli tafsir yang bersesuaian dengan beliau tapi tidak berani bersuara. Berdalil Q.S. Al-Maidah [5] ayat 8 beliau menyebutkan bahwa Q.S. 5:51 telah diplintir. Bagi saya, ini satu untaian kalimat yang agak susah dimengerti.
Atas ketidakfokusan Syafi'i Ma'arif, dua ulama umat Islam mengingatkan beliau dengan prinsip ilmu yang luar biasa.
- Aa Gym menasihati beliau tentang SMS perdebatan di HP beliau dihapus saja, tidak perlu diceritakan ke orang. Adapun berita-berita HOAX perlu diteliti dahulu sumbernya.
- Habib Ahmad Al Kaff menasihati beliau jangan memplintir kalimat seseorang, dan mengingatkan satu ayat Allah dalam hal ilmu, " _fas-alū ahl adz-dzikri in kuntum lā ta'lamūn_, maka bertanyalah kepada ulama jika engkau tidak mengetahui, sehingga tanyalah kepada ahli, bukan kepada sembarangan orang. Jika ada orang-orang yang berkata kepada beliau, maka lihat dahulu siapa yang berbicara, tidak semua perlu ditanggapi. Maksud kalimat tangkap itu maknanya adalah segera proses.
Kedua ulama ini pun mengingatkan perlunya juga merevisi beberapa kalimat dari Kapolri:
- Habib Ahmad Al Kaff menegaskan bahwa demo 411 adalah demo DAMAI SAMPAI AKHIR. MUI adalah yang paling patuh terhadap hukum dengan membuat sikap keagamaan dengan sumber bukan dari Buni Yani. Maka proses jangan dicampuraduk. Perkara Buni Yani itu urusan Buni Yani, jangan dicampurkan dengan penyelidikan Ahok. Tanyakan domain agama kepada ahli agama, bukan kepada yang bukan ahli agama. Demo pertama 14 Oktober sejatinya juga demo damai, bahkan begitu ingin berniat baik, meski izin sampai jam 6 sore, jam 4 sudah pulang (dikorting), karena kepastian hukum telah diperoleh. Namun setelah 3 (tiga) minggu masa penantian ternyata tidak ada pergerakan, disinilah umat kemudian bangkit dan tidak pernah takut kepada apapun dalam bergerak. Namun demo ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia tidak perlu ditakuti.
- Aa Gym mengingatkan bahwa tidak ada wajah jahat dari para peserta demo, mereka bergerak dengan sendirinya. Yang beraksi jangan diangap musuh, justru mereka adalah aset bangsa sesungguhnya. Mereka terluka tapi tidak membalas dan merusak. Tidak ada yang terancam, sampai rumput sekalipun dijaga. Mereka tidak minta negara dan harta, hanya minta adil yang kita cita-citakan. Untuk itu, jangan selalu obrolin masalahnya, tapi kita harus ambil pelajaran dari masalah.
Wido Supraha
*URL*: supraha.com
*FB*: https://www.facebook.com/wido.supraha
NB: Catatan saya berpotensi mengandung kesalahan. Lebih jelasnya silahkan nanti melihat di rekaman YouTube jika telah tersedia.
Supraha
e-Mail: wido@supraha.com
Meretas Amal Jariyah
#ILCEdisi411
*TIGA SEMANGAT BARU UNTUK ANAK BANGSA, SEBUAH INTISARI PEMIKIRAN ISLAMI*
Apresiasi untuk Ustadz Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) yang mampu merangkum seluruh diskusi dan memberikan 3 (tiga) point masukan berharga untuk seluruh anak bangsa. Sejatinya seorang Muslim jika mau dan mampu berpikir mendalam akan ajaran agamanya dikorelasikan dengan realitas dan fenomena di dunia, ia akan mudah menghadirkan panduan untuk diri dan bangsanya dengan nilai-nilai yang bersifat universal.
Aa Gym dalam taushiyahnya meruntuhkan seluruh teori bahwa Aksi Damai 411 2,3 juta manusia adalah Aksi bayaran dan tunggangan Aktor Politik. Beliau menegaskan tidak ada satu partai manapun yang sanggup menghadirkan massa sebanyak itu, tidak ada satu tokoh manapun yang juga sanggup menghadirkan massa sedahsyat itu. Siapa yang menggerakkan mereka adalah juga yang menggerakkan Aa Gym untuk ikut. Siapa yang menggerakkan santri Daarut Tauhid (DT) mendonasikan hartanya untuk mendukung aksi itu adalah juga yang menggerakkan seorang pedagang kecil yang tidak mampu ikut tapi menitipkan IDR 10,000,- kepada Aa Gym, juga yang menggerakan ribuan rakyat kecil yang tidak bisa ikut tapi tetap ingin membantu dalam wujud apapun. Seseorang yang tidak merasakannya tidak akan mengerti dan memahami mengapa ini bisa terjadi. Mengapa mereka mau mengongkoso perjalanannya sendiri bahkan perjalanan orang lain.
Aa Gym dalam taushiyahnya menegaskan tidak ada wajah orang jahat dari seluruh yang berangkat. Mereka yang turut dalam Aksi Damai jangan dianggap musuh, justru merekalah asset bagi negeri ini. Merekalah yang terluka tapi tidak membalas dengan kerusakan. Sedemikian kuatnya keyakinan Islam mereka sehingga rumput pun tidak merasa terancam keberadaanya. Sungguh, mereka tidak minta apa-apa dari Pemerintah, mereka tidak minta negara apalagi harta, mereka hanya meminta satu hal, ADIL, yang dicita-citakan. Oleh karenanya, jangan terlalu lama dan sering membicarakan masalahnya, tapi lupa mengambil pelajaran dari permasalahan.
Aa Gym dalam taushiyahnya mengajukan 3 (tiga) semangat yang perlu dibangun oleh seluruh komponen anak bangsa, disingkat menjadi *3S*:
1. *SEMANGAT BERSAUDARA*
Anak bangsa dalam melihat perbedaan, semangatnya bukan melihat musuh. Ada saudara se-Aqidah, ada saudara se-Bangsa. Aa Gym bersumpah, Demi Allah tidak rela melihat bangsa ini pecah. Oleh karenanya kalau mendapatkan SMS yang tidak menunjukkan perbedaan dengan keyakinan seseorang, cukup dihapus. Kalau mendapatkan pesan berisi HOAX yang membuat bertengkar sebaiknya dihapus saja.
2. *SEMANGAT SOLUSI*
Anak bangsa harus mulai bergerak selalu melihat solusi, bukan sekedar masalah. Cara pandang ini menunjukkan tingkat kenegarawanan seorang. Kalau bangsa ini hanya mampu membicarakan masalah, maka mungkin memang inilah kadar dan kapasitas bangsa ini.
3. *SEMANGAT SUKSES BERSAMA*
Anak bangsa harus menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Selurh jabatan yang kita miliki pun sebentar lagi akan hilang, banyak juga yang akan pensiun dari jabatan formal masing-masing. Aa Gym merindukan seandainya setiap tokoh bangsa selalu berbicara dengan mengawali permohonan maaf. Alangkah indahnya jika kemarin RI-1 mengawali pidatonya dengan, "Mohon maaf, saya terlambat berbicara kepada rakyat, saya tidak menyambut tamu dengan baik ..". Alangkah indahnya jika Kapolri mengawali pidatonya dengan, "Mohon maaf, anak buah saya tadi sempat bergerak melebihi batas ...". Alangkah indahnya jika para pemimpin Aksi Damai mengawali pidatonya dengan, "Mohon maaf, ada sebagian kecil dari peserta aksi kami yang bertindak melampaui batas ..." ( _Aw kama qāl_).
Wido Supraha
*URL*: supraha.com
*FB*: https://www.facebook.com/wido.supraha
*Telegram Channel*: @supraha
*NB*: _Catatan saya berpotensi mengandung kesalahan. Lebih jelasnya silahkan nanti melihat di rekaman YouTube jika telah tersedia._
📚📚📚📚📚📚📚📚📚📚📚
*TIGA SEMANGAT BARU UNTUK ANAK BANGSA, SEBUAH INTISARI PEMIKIRAN ISLAMI*
Apresiasi untuk Ustadz Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) yang mampu merangkum seluruh diskusi dan memberikan 3 (tiga) point masukan berharga untuk seluruh anak bangsa. Sejatinya seorang Muslim jika mau dan mampu berpikir mendalam akan ajaran agamanya dikorelasikan dengan realitas dan fenomena di dunia, ia akan mudah menghadirkan panduan untuk diri dan bangsanya dengan nilai-nilai yang bersifat universal.
Aa Gym dalam taushiyahnya meruntuhkan seluruh teori bahwa Aksi Damai 411 2,3 juta manusia adalah Aksi bayaran dan tunggangan Aktor Politik. Beliau menegaskan tidak ada satu partai manapun yang sanggup menghadirkan massa sebanyak itu, tidak ada satu tokoh manapun yang juga sanggup menghadirkan massa sedahsyat itu. Siapa yang menggerakkan mereka adalah juga yang menggerakkan Aa Gym untuk ikut. Siapa yang menggerakkan santri Daarut Tauhid (DT) mendonasikan hartanya untuk mendukung aksi itu adalah juga yang menggerakkan seorang pedagang kecil yang tidak mampu ikut tapi menitipkan IDR 10,000,- kepada Aa Gym, juga yang menggerakan ribuan rakyat kecil yang tidak bisa ikut tapi tetap ingin membantu dalam wujud apapun. Seseorang yang tidak merasakannya tidak akan mengerti dan memahami mengapa ini bisa terjadi. Mengapa mereka mau mengongkoso perjalanannya sendiri bahkan perjalanan orang lain.
Aa Gym dalam taushiyahnya menegaskan tidak ada wajah orang jahat dari seluruh yang berangkat. Mereka yang turut dalam Aksi Damai jangan dianggap musuh, justru merekalah asset bagi negeri ini. Merekalah yang terluka tapi tidak membalas dengan kerusakan. Sedemikian kuatnya keyakinan Islam mereka sehingga rumput pun tidak merasa terancam keberadaanya. Sungguh, mereka tidak minta apa-apa dari Pemerintah, mereka tidak minta negara apalagi harta, mereka hanya meminta satu hal, ADIL, yang dicita-citakan. Oleh karenanya, jangan terlalu lama dan sering membicarakan masalahnya, tapi lupa mengambil pelajaran dari permasalahan.
Aa Gym dalam taushiyahnya mengajukan 3 (tiga) semangat yang perlu dibangun oleh seluruh komponen anak bangsa, disingkat menjadi *3S*:
1. *SEMANGAT BERSAUDARA*
Anak bangsa dalam melihat perbedaan, semangatnya bukan melihat musuh. Ada saudara se-Aqidah, ada saudara se-Bangsa. Aa Gym bersumpah, Demi Allah tidak rela melihat bangsa ini pecah. Oleh karenanya kalau mendapatkan SMS yang tidak menunjukkan perbedaan dengan keyakinan seseorang, cukup dihapus. Kalau mendapatkan pesan berisi HOAX yang membuat bertengkar sebaiknya dihapus saja.
2. *SEMANGAT SOLUSI*
Anak bangsa harus mulai bergerak selalu melihat solusi, bukan sekedar masalah. Cara pandang ini menunjukkan tingkat kenegarawanan seorang. Kalau bangsa ini hanya mampu membicarakan masalah, maka mungkin memang inilah kadar dan kapasitas bangsa ini.
3. *SEMANGAT SUKSES BERSAMA*
Anak bangsa harus menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Selurh jabatan yang kita miliki pun sebentar lagi akan hilang, banyak juga yang akan pensiun dari jabatan formal masing-masing. Aa Gym merindukan seandainya setiap tokoh bangsa selalu berbicara dengan mengawali permohonan maaf. Alangkah indahnya jika kemarin RI-1 mengawali pidatonya dengan, "Mohon maaf, saya terlambat berbicara kepada rakyat, saya tidak menyambut tamu dengan baik ..". Alangkah indahnya jika Kapolri mengawali pidatonya dengan, "Mohon maaf, anak buah saya tadi sempat bergerak melebihi batas ...". Alangkah indahnya jika para pemimpin Aksi Damai mengawali pidatonya dengan, "Mohon maaf, ada sebagian kecil dari peserta aksi kami yang bertindak melampaui batas ..." ( _Aw kama qāl_).
Wido Supraha
*URL*: supraha.com
*FB*: https://www.facebook.com/wido.supraha
*Telegram Channel*: @supraha
*NB*: _Catatan saya berpotensi mengandung kesalahan. Lebih jelasnya silahkan nanti melihat di rekaman YouTube jika telah tersedia._
📚📚📚📚📚📚📚📚📚📚📚
Supraha
e-Mail: wido@supraha.com
Meretas Amal Jariyah