Wido Supraha
4.02K subscribers
1.08K photos
159 videos
375 files
1.57K links
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
Download Telegram
Wido Supraha
Photo
Kajian Rutin Senang Mengaji Setelah Dhuha (SMS-Dhuha)

Bersama :
👳 *_Dr. H. Wido Supraha_*
(Peneliti Insists / Wakil Sekretaris Komisi Ukhuwah MUI Pusat)
📚 *_Berkata Baik atau Diam_*
🗓 *_Ahad, 14 Januari 2018_*
🕘 *_Pkl. 09.30-11.30 WIB_*
🏡 *_Masjid Asy Syarif_ Komplek Sekolah Al Azhar BSD*
https://goo.gl/maps/46fsD1dCXno

👋🏼 Ayyuhal ikhwan dan akhwat 👋🏼

Baiknya sebuah masyarakat dimulai dari lisan-lisan yang mengenal adab. Sedangkan, buruknya masyarakat adalah akibat mulut-mulut yang berbicara tanpa ilmu dan suka mengadu domba.

☝🏻 Nah, Memperbaiki masyarakat, dimulai dari diri sendiri, mulai dari lisan.

_"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”_ (HR Bukhari dan Muslim). 

🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃

*FREE alias GRATIS*
#YukNgaji
#PemudaCintaMasjid
#NgajiBarengid
#BSDKotaSantri
#GivingEveryday

Presented by :
🌟 *Keluarga Remaja Islam Bsd (KARIB-FMMB)*🌟
MENCERDASKAN YANG SHALIH
MENSHALIHKAN YANG CERDAS

Info:
08979228341 (Ikhwan)
082112041308 (Akhwat)

*Follow*
FP - IG : @Sahabat.karib
Twitter : @karibfmmb
FP - FB : Sahabat KARIB
*#IslamIsBeautiful*
Tim Tafsir Ilmi Kemenag RI membuat serial kajian Al-Qur'ān multi-disiplin secara populer dalam bentuk video:
1. Menelusuri Jejak Kaum Luth di Laut Mati (sdh ada di Youtube).
2. As-habul Kahfi (dlm proses penyelesaian).
3. Kejayaan dan Kejatuhan Mesir Kuno (dlm proses penyelesaian).

https://youtu.be/LJjAZOr-OnU

Sebarkan ya Bapak/Ibu.

@supraha
instagram.com/supraha
*Live streaming Kajian Senang Mengaji setelah Dhuha Karib-FMMB*

https://youtu.be/o_UiH0khOnw
SUBSCRIBE & LIKE ADABTV
www.youtube.com/adabtvonline/

📚 *DOKUMENTASI PELATIHAN MANAJEMEN MASJID 2016*
--------------------------
*Sekolah Manajemen Masjid*
*Yayasan Adab Insan Mulia*

Ahad, 27 Nopember 2016 M./ 27 Shafar 1438 H.
Pk. 08.00 – 15.00 WIB
Pesantren Nusantara, Beji, Depok, Jawa Barat

Keynote Speaker: KH. Dr. Idris Abdushshomad, Lc., MA. (Walikota Depok)
Pemateri: Drs. H. Ahmad Yani (Dewan Masjid Indonesia)

[AdabTV] Urgensi Masjid | Pelatihan Manajemen Masjid SMM Angkatan I
https://youtu.be/pVlDOVULW5M

[AdabTV] Urgensi Masjid [1/2] | Pelatihan Manajemen Masjid SMM Angkatan I
https://youtu.be/EU6NKgD1vo0

[AdabTV] Urgensi Masjid [2/2] | Pelatihan Manajemen Masjid SMM Angkatan I
https://youtu.be/a_h7nm2NJ4k

[AdabTV] Menyusun Program Masjid | Pelatihan Manajemen Masjid SMM Angkatan I
https://youtu.be/3-U_bALKxlA

[AdabTV] Mengatasi Problematika Masjid | Pelatihan Manajemen Masjid SMM Angkatan I
https://youtu.be/zgBfIn4BLV0

[AdabTV] Metode Pelibatan Jama'ah [1/3] | Pelatihan Manajemen Masjid SMM Angkatan I
https://youtu.be/PdzS40GU7aU

[AdabTV] Metode Pelibatan Jama'ah 2/3 | Pelatihan Manajemen Masjid SMM Angkatan I
https://youtu.be/pWj32oUtLHQ

[AdabTV] Metode Pelibatan Jama'ah 3/3 | Pelatihan Manajemen Masjid SMM Angkatan I
https://youtu.be/7If3qluSV_I

🌏 http://adabinsanmulia.org
__
💠 Facebook: facebook.com/adabinsanmulia
🎦 Instagram: instagram.com/adabinsanmulia
🐦 Twitter: twitter.com/AdabInsanMulia
📠 Telegram: telegram.me/adabinsanmulia

❤️ Mohon bantu disebarkan jika informasi ini bermanfaat untuk umat.
*Beasiswa Turki 2018 – 2019*

*Pendaftaran untuk program S2 dan S3 dimulai pada 5 Februari s/d 5 Maret 2018, sedangkan untuk S1 dimulai pada 16 April s/d 14 Mei 2018.*

Beasiswa Turki 2018 – 2019 akan segera dibuka! Siapkan diri anda mulai saat ini. Setiap tahunnya, Pemerintah Turki menawarkan beasiswa penuh bagi pelamar internasional (termasuk Indonesia) untuk melanjutkan kuliah S1, S2, dan S3 di universitas-universitas yang ada di Turki. Beasiswa ini tersedia untuk berbagai jurusan dan bidang studi.

Beasiswa yang diberikan oleh Pemerintah Turki bersifat full scholarships, meliputi:
1. Tanggungan biaya perkuliahan hingga lulus studi.

2. Tunjangan per bulan senilai 700 TL (± Rp 2,4juta) untuk mahasiswa S1, 950 TL (± Rp 3,3juta) untuk mahasiswa S2, 1400 TL (± Rp 4,9juta) untuk mahasiswa S3, dan 3000 TL (± Rp 10juta) untuk beasiswa penelitian.

3. Asrama gratis.

4. Asuransi kesehatan.

5. Biaya perjalanan PP (Indonesia-Turki). 6. Gratis kursus bahasa Turki selama satu tahun sebelum perkuliahan.

Persyaratan:
1. Merupakan warganegara selain Turki.

2. Tidak terdaftar sebagai mahasiswa di universitas Turki pada jenjang studi yang dilamar.

3. Berusia maksimal 21 tahun untuk pelamar program S1, maksimal 30 tahun untuk pelamar program S2, dan maksimal 35 tahun untuk pelamar program S3.

4. Tidak memiliki masalah kesehatan.

5. Memenuhi persyaratan akademik dari program studi dan jenjang beasiswa yang dilamar. Bagi pelamar program S1, rata-rata Ujian Akhir Nasional minimal 70. Sedangkan bagi pelamar jenjang S2 dan S3, IPK minimal 3,00 skala 4,00.

Deadline: 5 Maret 2018 (S2 dan S3) dan 14 Mei 2018 (S1)

https://www.turkiyeburslari.gov.tr/en/universiteler/
Wido Supraha
Photo
DONASI | Mari kita bantu keluarga tukang parkir yang anaknya lahir prematur dan sejak Desember masih di ruang ICU dan membutuhkan 1.8jt/hari, dan update malam ini, butuh transfusi darah lagi dua kantong.
Terbayang kesulitannya.
Bantuan BPJS belum bisa dimaksimalkan, bansos Depok terbatas, dan kondisi ibunya dengan jahitan masih basah plus terkena infeksi air ketuban. Sedikit dana kita, jika terkumpul sangat berarti. Salurkan ke nomor di atas.

Penanggung Jawab Pengumpulan dana :
Dr. Wido Supraha
(Komisi Ukhuwah MUI Pusat/Pembina Yayasan Adab Insan Mulia/+628158912522)

Yuk bantu disebarkan ya, sahabat.
*#KajianMalam*
*Berkata Baik atau Diam*
Oleh: Dr. Wido Supraha

_Assalamu 'alaikum warahmatullah,_

_Alhamdulillah, washshalatu wassalamu 'ala rasulillah, wa 'ala alihi washahbihi wa man walahu, laa haula wa laa quwwata illaa billah,_

Materi yang akan kita diskusikan malam ini adalah:

*Berkata yang baik atau diam*
Studi kasus: Komika

🍂 *Al-Qur'an*

Pertama kita coba tadabburi 3 (tiga) ayat Allah:

*Surat Al-Isra’ [17] ayat 36:*

إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُوولًا

_‘Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggung-jawaban.’_

*Surat Qaf [50] ayat 18:*

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

_‘Tiada suatu kalimat pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.’_

*Surat Al-Infithar [82] ayat 10-12:*

وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ( )كِرَامًا كَاتِبِينَ( )يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ

_‘Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah), dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu). Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.’_

🌙 Dari ketiga ayat ini Allah ﷻ menguatkan hamba-Nya agar menghadirkan perasaan selalu diawasi oleh-Nya, dan keyakinan bahwa setiap geraknya ada yang mencatat, yakni malaikat yang mulia lagi taat.

🍃 *As-Sunnah*

*Dari Sahl bin Sa’id r.a., Nabi Muhammad ﷺ bersabda,*

مَنْ يَضْمَنَّ لِي مَابَيْنَ لِحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ

_“Barang siapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) sesuatu yang ada di antara dua janggutnya dan dua kakinya, kuberikan kepadanya jaminan masuk surga.”_ (HR. Al-Bukhari No. 6474)

*Dari Abu Hurairah r.a., Nabi Muhammad ﷺ bersabda,*

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

_“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.”_ (HR. Al-Bukhari No. 6018)

*Dari Abdullah ibn ‘Umar r.a., Nabi Muhammad ﷺ bersabda,*

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

_“Seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari ganguan lisan dan tangannya.”_ (HR. Al-Bukhari No. 10)

💫 Dari ketiga hadits yang mulia ini, Nabi Muhammad ﷺ mengingatkan kepada kita akan nikmat Allah berupa otot yang paling kuat dalam jasad, yakni lidah. Keberadaannya akan membawa manusia ke Jannah, tapi keberadaannya pun dapat membawa manusia ke Neraka.

🌾 Jika dihayati lebih mendalam, setiap muslim jika mengikuti tuntunan Al-Qur'an dan As-Sunnah, maka akan membawa dirinya pada sosok manusia cerdas (al-kayyis), karena terbiasa dengan:

*Berpikir dahulu sebelum berbicara, bukan berbicara dahulu baru kemudian berpikir.*

Para 'ulama telah mengingatkan kita dengan kata-kata mutiaranya yang luar biasa,

1⃣ Banyak yang menyesal karena bicara dan sedikit yang menyesal karena diam (Ibn Hibban)

2⃣ 🌾 Jika dihayati lebih mendalam, setiap muslim jika mengikuti tuntunan Al-Qur'an dan As-Sunnah, maka akan membawa dirinya pada sosok manusia cerdas (al-kayyis), karena terbiasa dengan:

*Berpikir dahulu sebelum berbicara, bukan berbicara dahulu baru kemudian berpikir.*

Para 'ulama telah mengingatkan kita dengan kata-kata mutiaranya yang luar biasa,

1⃣ Banyak yang menyesal karena bicara dan sedikit yang menyesal karena diam (Ibn Hibban)

2⃣ Dia perlu menyadari bahwa dia diberi dua telinga, sedangkan diberi hanya satu mulut, supaya dia lebih banyak mendengar daripada berbicara. (Ibn Hibban)

3⃣ Apabila seseorang tengah berbicara maka perkataan-perkataannya akan menguasai dirinya. Sebaliknya, bila tidak sedang berbicara maka dia akan mampu mengontrol perkataan-perkataannya.

Jika demikian adanya, bolehkah kita menggunakan lisan ini untuk bercanda?

Terdapat beberapa keterangan tentang senangnya Nabi ﷺ bercanda,

Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

لاَ يُؤْمِنُ الْعَبْدُ الإِيمَانَ كُلَّهُ حَتَّى يَتْرُكَ الْكَذِبَ فِى الْمُزَاحَةِ وَيَتْرُكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ صَادِقاً

_“Seseorang tidak dikatakan beriman seluruhnya sampai ia meninggalkan du
sta saat bercanda dan ia meninggalkan debat walau itu benar.”_ (HR. Ahmad 2:352)


Dari ‘Abdullah ibn Umar r.a., Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

إِنِّي لأَمْزَحُ , وَلا أَقُولُ إِلا حَقًّا

_“Aku juga bercanda namun aku tetap berkata yang benar.”_ (HR. Thabrani dalam Al-Kabir 12: 391)

Dari ayah dari Bahz bin Hakim r.a., Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

لاَ تُكْثِرُ الضَّحَكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحَكِ تُمِيْتُ القَلْبَ

_“Celakalah bagi yang berbicara lantas berdusta hanya karena ingin membuat suatu kaum tertawa. Celakalah dia, celakalah dia.”_ (HR. Abu Daud no. 4990)


Dari Abu Hurairah r.a., Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

لاَ تُكْثِرُ الضَّحَكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحَكِ تُمِيْتُ القَلْبَ

_“Janganlah banyak tertawa karena banyak tertawa dapat mematikan hati.”_ (Shahihul Jami’ no. 7345)

💫 Bercanda ternyata dibutuhkan agar hidup tidak monoton, membangkitkan semangat, menguatkan persaudaraan, meningkatkan rasa cinta, dan menghilangkan kepenatan, rasa bosan, dan kelesuan, sehingga hidup lebih bergairah. Namun Islam juga mengingatkan bahwa terlalu sering bercanda, bahkan menyebabkan gelak tawa yang berlebihan justeru akan mematikan hati, pada saat itu hati menjadi keras, dan khawatir sulit menerima ilmu.

Pada akhirnya, segala sesuatu yang terlalu kurang dan terlalu lebih menyebabkan ketidakseimbangan.

Terakhir, Ibn Hibban pernah berkata, "Menarik diri dari perkataan yang belum diucapkan itu lebih mudah daripada menarik perkataan yang telah terlanjur diucapkan."

Bagaimana agar bercanda menjadi indah dalam Islam?

*1. Meluruskan Tujuan*
Seperti jika melihat ummahat yang sedang sedih, bimbang, galau, maka hendaknya ada yang datang untuk membahagiakannya dari sahabat wanitanya.

*2. Jangan Melewati Batas*
Batasi secukupnya hingga sahabat kita kembali riang gembira dan terbuka.

*3. Pastikan mereka senang dicandai*
Jangan lakukan untuk mereka yang baru antum kenal, lihat juga situasi yang tepat.

*4. Jangan bercanda pada hal yang serius*
Jangan lakukan jika situasi sedang membahas hal yang serius karena menjadi perkara yang kontra produktif.

*5. Jangan menakut-nakuti*
Tidak boleh bercanda seperti menyembunyikan sepatu, senjata perang, atau barang-barang yang dimiliki sehingga lahir ketakutan.

*6. Tinggalkan berdusta*
Jangan berdusta.

*7. Jangan melecehkan agama*
Jangan menjadikan agama sebagai permainan.

Lihat Q.S. At-Taubah [9] ayat 64-65:

يَحۡذَرُ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ أَن تُنَزَّلَ عَلَيۡهِمۡ سُورَةٞ تُنَبِّئُهُم بِمَا فِي قُلُوبِهِمۡۚ قُلِ ٱسۡتَهۡزِءُوٓاْ إِنَّ ٱللَّهَ مُخۡرِجٞ مَّا تَحۡذَرُونَ ٦٤ وَلَئِن سَأَلۡتَهُمۡ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلۡعَبُۚ قُلۡ أَبِٱللَّهِ وَءَايَٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنتُمۡ تَسۡتَهۡزِءُونَ ٦٥

_64. Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: "Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya)". Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu_
_65. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab, "Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dgn Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?_

Sebagai kesimpulan:
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Silahkan bercanda namun jagalah diri dengan Adab Bercanda.

Meraih ridha Allah melahirkan kemuliaan,
meraih ridha manusia melahirkan kehinaan.

🎦 Instagram.com/supraha
📠 Telegram.me/supraha

_Wassalamu 'alaikum warahmatullah,_
Silahkan jika ada pertanyaan.
Khutbah Jum'at di IM2 bertema: Memuliakan Waktu Kehidupan

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=571964016496489&id=301668640192696
Jadwal Kajian Akhir Pekan saya di Pebruari 2018:

http://supraha.com/?page_id=1046
“Kepada hadits Nabi kita harus punya adab, apalagi itu hadits shahih, demikian disampaikan Wakil Sekretaris Komisi Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dr. Wido Supraha, mengatakan di sela-sela perkuliahan “Konsep Ad-Din”, yang diadakan oleh Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Jakarta, Rabu malam (10/01/2018), di Aula Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations INSISTS, Kalibata.

https://www.hidayatullah.com/berita/berita-dari-anda/read/2018/01/21/133566/kencing-unta-bantahan-untuk-freud.html
“Ad-Diin bermakna keadaan diri manusia yang berhutang, menundukkan diri menurut perintah dan menjadikan diri lebih bersifat keinsanan, berlawanan dengan sifat kebinatangannya, sehingga menjadikan manusia lebih berperikemanusiaan. Manusia senantiasa berhutang diri, budi, dan daya kepada Allah yang telah menjadikannya dari tiada kepada ada. Makna seperti ini tidak ditemukan dalam kata 'agama’ yang biasa kita gunakan,” ujar Dr. Wido Supraha, Peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) dalam perkuliahan Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Jakarta angkatan ke-7 di Aula INSISTS, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu malam (10/01/2018) lalu.

https://www.hidayatullah.com/berita/berita-dari-anda/read/2018/01/17/133238/islam-bukan-agama-buatan-manusia.html