Wido Supraha
4.02K subscribers
1.08K photos
159 videos
375 files
1.57K links
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
Download Telegram
"Di dunia ini kita tidak akan bertemu dengan orang yang netral. Bahkan ketika seseorang mengatakan dirinya adalah seorang yang netral, maka sesungguhnya hal tersebut menunjukkan bahwa dirinya tidak netral". Kata-kata ini menjadi pembuka pertemuan ketiga Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Jakarta angkatan ke-7 yang dinarasumberi oleh Dr. Wido Supraha M.Si. pada Rabu (20/12/17) lalu di Aula INSISTS, Jakarta.

http://www.islamedia.id/2018/01/worldview-islam-spekulasi-atau-wahyu.html
Mari Lafazhkan bersama do'a berikut, terkait gempa yang kita alami, dan dapat digunakan pada bencana lainnya:


ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢّ ﺇِﻧّﻲْ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ ﻓِﻴْﻬَﺎ، ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺖَ ﺑِﻪِ؛ ﻭَﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّﻫَﺎ، ﻭَﺷَﺮِّﻣَﺎﻓِﻴْﻬَﺎ ﻭَﺷَﺮِّﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺖَ ﺑِﻪِ


Allâhumma innî asaluka khairaha wa khaira mâ fîhâ, wa khaira mâ arsalta bihi, wa a’ûdzubika min syarrihâ, wa syarri mâ fîhâ wa syarri mâ arsalta bihi


Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi didalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan.”

t.me/supraha
instagram.com/supraha
Photo from Wido Supraha
#SaveIndonesia
BENARKAH PECINTA DUBUR DIDISKRIMINASI?

Atas keinginan PDIP Ingin Atur LGBT (https://t.co/vj9fs3d0Nj) agar Tak Didiskriminasi dan Dikriminalisasi, maka kita katakan, memang saat ini LGBT telah mengalami Diskriminasi. Ketika Narkotika ada Badan 'Penanggulangannya', ketika Miras ada Badan 'Penanggulangannya', maka jika LGBT tidak segera dibentuk Badan Penanggulangan dan Pengobatannya, tentu inilah Diskriminasi sebenarnya.

Kriminalisasi wajib ada sebagai bagian komprehensifitas metode penanggulangan bahaya virus LGBT ini. Agar kelak anak kita dapat berjalan di atas muka bumi ini dengan damai dan aman tanpa khawatir duburnya dimangsa oleh monster pecinta dubur.

Adapun selama ini, Indonesia telah begitu mensetarakan pelaku LGBT. Terbukti mereka tetap dapat KTP, mengikuti Pemilu, sekolah, pengobatan saat terkena AIDS. Bahkan semua itu, termasuk penyakit AIDS-nya, ditanggulangi dengan pajak rakyat yang mayoritas sehat jiwanya.

t.me/supraha
instagram.com/supraha
Photo from Wido Supraha
📆 Sabtu, 10 Jumadil Awwal 1439H / 26 Januari 2018

📚 *AKHLAQ ISLAMI*

📝 Pemateri: *Ustadz DR. Wido Supraha*

📋 *Berkata Baik atau Diam*

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹

_Assalamu 'alaikum warahmatullah,_

_Alhamdulillah, washshalatu wassalamu 'ala rasulillah, wa 'ala alihi washahbihi wa man walahu, laa haula wa laa quwwata illaa billah,_

Materi yang akan dibahas kali ini adalah

*Berkata yang baik atau diam*
Studi kasus: Komika

🍂 *Al-Qur'an*

Pertama kita coba tadabburi 3 (tiga) ayat Allah:

*Surat Al-Isra’ [17] ayat 36:*

إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُوولًا

_‘Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggung-jawaban.’_

*Surat Qaf [50] ayat 18:*

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

_‘Tiada suatu kalimat pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.’_

*Surat Al-Infithar [82] ayat 10-12:*

وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ( )كِرَامًا كَاتِبِينَ( )يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ

_‘Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah), dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu). Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.’_

🌙 Dari ketiga ayat ini Allah ﷻ menguatkan hamba-Nya agar menghadirkan perasaan selalu diawasi oleh-Nya, dan keyakinan bahwa setiap geraknya ada yang mencatat, yakni malaikat yang mulia lagi taat.

🍃 *As-Sunnah*

*Dari Sahl bin Sa’id r.a., Nabi Muhammad ﷺ bersabda,*

مَنْ يَضْمَنَّ لِي مَابَيْنَ لِحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ

_“Barang siapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) sesuatu yang ada di antara dua janggutnya dan dua kakinya, kuberikan kepadanya jaminan masuk surga.”_ (HR. Al-Bukhari No. 6474)

*Dari Abu Hurairah r.a., Nabi Muhammad ﷺ bersabda,*

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

_“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.”_ (HR. Al-Bukhari No. 6018)

*Dari Abdullah ibn ‘Umar r.a., Nabi Muhammad ﷺ bersabda,*

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

_“Seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari ganguan lisan dan tangannya.”_ (HR. Al-Bukhari No. 10)

💫 Dari ketiga hadits yang mulia ini, Nabi Muhammad ﷺ mengingatkan kepada kita akan nikmat Allah berupa otot yang paling kuat dalam jasad, yakni lidah. Keberadaannya akan membawa manusia ke Jannah, tapi keberadaannya pun dapat membawa manusia ke Neraka.

🌾 Jika dihayati lebih mendalam, setiap muslim jika mengikuti tuntunan Al-Qur'an dan As-Sunnah, maka akan membawa dirinya pada sosok manusia cerdas (al-kayyis), karena terbiasa dengan:

*Berpikir dahulu sebelum berbicara, bukan berbicara dahulu baru kemudian berpikir.*

Para 'ulama telah mengingatkan kita dengan kata-kata mutiaranya yang luar biasa,

1⃣ Banyak yang menyesal karena bicara dan sedikit yang menyesal karena diam (Ibn Hibban)

2⃣ 🌾 Jika dihayati lebih mendalam, setiap muslim jika mengikuti tuntunan Al-Qur'an dan As-Sunnah, maka akan membawa dirinya pada sosok manusia cerdas (al-kayyis), karena terbiasa dengan:

*Berpikir dahulu sebelum berbicara, bukan berbicara dahulu baru kemudian berpikir.*

Para 'ulama telah mengingatkan kita dengan kata-kata mutiaranya yang luar biasa,

1⃣ Banyak yang menyesal karena bicara dan sedikit yang menyesal karena diam (Ibn Hibban)

2⃣ Dia perlu menyadari bahwa dia diberi dua telinga, sedangkan diberi hanya satu mulut, supaya dia lebih banyak mendengar daripada berbicara. (Ibn Hibban)

3⃣ Apabila seseorang tengah berbicara maka perkataan-perkataannya akan menguasai dirinya. Sebaliknya, bila tidak sedang berbicara maka dia akan mampu mengontrol perkataan-perkataannya.

Jika demikian adanya, bolehkah kita menggunakan lisan ini untuk bercanda?

Terdapat beberapa keterangan tentang senangnya Nabi ﷺ bercanda,

Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

لاَ يُؤْمِنُ الْعَبْدُ الإِيمَانَ كُلَّهُ حَتَّى يَتْرُكَ الْكَذِبَ فِى الْمُزَاحَةِ وَيَتْرُكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ
كَانَ صَادِقاً

_“Seseorang tidak dikatakan beriman seluruhnya sampai ia meninggalkan dusta saat bercanda dan ia meninggalkan debat walau itu benar.”_ (HR. Ahmad 2:352)


Dari ‘Abdullah ibn Umar r.a., Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

إِنِّي لأَمْزَحُ , وَلا أَقُولُ إِلا حَقًّا

_“Aku juga bercanda namun aku tetap berkata yang benar.”_ (HR. Thabrani dalam Al-Kabir 12: 391)

Dari ayah dari Bahz bin Hakim r.a., Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

لاَ تُكْثِرُ الضَّحَكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحَكِ تُمِيْتُ القَلْبَ

_“Celakalah bagi yang berbicara lantas berdusta hanya karena ingin membuat suatu kaum tertawa. Celakalah dia, celakalah dia.”_ (HR. Abu Daud no. 4990)


Dari Abu Hurairah r.a., Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

لاَ تُكْثِرُ الضَّحَكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحَكِ تُمِيْتُ القَلْبَ

_“Janganlah banyak tertawa karena banyak tertawa dapat mematikan hati.”_ (Shahihul Jami’ no. 7345)

💫 Bercanda ternyata dibutuhkan agar hidup tidak monoton, membangkitkan semangat, menguatkan persaudaraan, meningkatkan rasa cinta, dan menghilangkan kepenatan, rasa bosan, dan kelesuan, sehingga hidup lebih bergairah. Namun Islam juga mengingatkan bahwa terlalu sering bercanda, bahkan menyebabkan gelak tawa yang berlebihan justeru akan mematikan hati, pada saat itu hati menjadi keras, dan khawatir sulit menerima ilmu.

Pada akhirnya, segala sesuatu yang terlalu kurang dan terlalu lebih menyebabkan ketidakseimbangan.

Terakhir, Ibn Hibban pernah berkata, "Menarik diri dari perkataan yang belum diucapkan itu lebih mudah daripada menarik perkataan yang telah terlanjur diucapkan."

Bagaimana agar bercanda menjadi indah dalam Islam?

*1. Meluruskan Tujuan*
Seperti jika melihat ummahat yang sedang sedih, bimbang, galau, maka hendaknya ada yang datang untuk membahagiakannya dari sahabat wanitanya.

*2. Jangan Melewati Batas*
Batasi secukupnya hingga sahabat kita kembali riang gembira dan terbuka.

*3. Pastikan mereka senang dicandai*
Jangan lakukan untuk mereka yang baru antum kenal, lihat juga situasi yang tepat.

*4. Jangan bercanda pada hal yang serius*
Jangan lakukan jika situasi sedang membahas hal yang serius karena menjadi perkara yang kontra produktif.

*5. Jangan menakut-nakuti*
Tidak boleh bercanda seperti menyembunyikan sepatu, senjata perang, atau barang-barang yang dimiliki sehingga lahir ketakutan.

*6. Tinggalkan berdusta*
Jangan berdusta.

*7. Jangan melecehkan agama*
Jangan menjadikan agama sebagai permainan.

Lihat Q.S. At-Taubah [9] ayat 64-65:

يَحۡذَرُ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ أَن تُنَزَّلَ عَلَيۡهِمۡ سُورَةٞ تُنَبِّئُهُم بِمَا فِي قُلُوبِهِمۡۚ قُلِ ٱسۡتَهۡزِءُوٓاْ إِنَّ ٱللَّهَ مُخۡرِجٞ مَّا تَحۡذَرُونَ ٦٤ وَلَئِن سَأَلۡتَهُمۡ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلۡعَبُۚ قُلۡ أَبِٱللَّهِ وَءَايَٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنتُمۡ تَسۡتَهۡزِءُونَ ٦٥

_64. Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: "Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya)". Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu_
_65. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab, "Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dgn Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?_

Sebagai kesimpulan:
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
🔸 *Silahkan bercanda namun jagalah diri dengan Adab Bercanda.*

🔹 *Meraih ridha Allah melahirkan kemuliaan, meraih ridha manusia melahirkan kehinaan.*


🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Sebarkan! Raih Pahala

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dipersembahkan oleh: manis.id

📱 Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis

💰Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637

Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis
Siapa membaca tentu punya asa,
Siapa menghafal tentu menjadi bekal.

Yuk hafalkan bersama.

1. مَنْ جَدَّ وَجَدَ
2. مَنْ سَارَ عَلَى الدَرْبِ وَصَلَ
3. مَن صَبَرَ ظَفِرَ
4. مَنْ قَلَ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ
5. جَالِسْ أَهْلَ الصِدْقِ وَ الوَفَاءِ
6. مَوَدَّةُ الصَدِيْقِ تَظْهَرُ وَقْتَ الضِيْقِ
7. وَمَااللَّذَّةُ إِلاَّ بَعْدَ التَعَبِ
8. الصَبْرُ يُعِيْنُ عَلَى كُلِّ عَمَلٍ
9. جَرِّبْ وَلاَحِظْ تَكُنْ عَارِفًا
10. اطْلَبِ العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلىَ اللَحْدِ
11. بَيْضَةُ اليَوْمِ خَيْرٌ مِنْ دَجَاجَةِ الغَدِ
12. الوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَهَبِ
13. العَقْلُ السَلِيْمُ فىِ الجِسْمِ السَلِيْمِ
14. خَيْرُ جَلِيْسٍ فىِ الزَمَانِ كِتَابٌ
15. مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ
16. خَيْرُ الأَصْحَابِ مَنْ يَدُلُّكَ عَلَى الخَيْرِ
17. لَوْلاَ العِلْمُ لَكَانَ النَاسُ كَالبَهَائِمِ
18. العِلْمُ فىِ الصِغَرِ كَالنَقْشِ عَلَى الحَجَرِ
19. لَنْ تَرْجِعَ الأَيَّامُ التِى مَضَتْ
20. تَعَلَّمَنْ صَغِيْرًا وَاعْمَلْ بِهِ كَبِيْرًا
21. العِلْمُ بِلاَ عَمَلٍ كَالشَجَرِ بِلاَ ثَمَرٍ
22. الإِتِّحَادُ أَسَاسُ النَجَاحِ
23. لَا تَحْتَقِرْ مِسْكِيْنًا وَكُنْ لَهُ مُعِيْنًا
24. الشَرَفُ بِالأَدَبِ لَابِالنَسَبِ
25. سَلَامَةُ الإِنْسَانِ فِى حِفْظِ اللِّسَانِ
26. آدَبُ المَرْءِ خَيْرٌ مِنْ ذَهَبِهِ
27. سُوْءُ الخُلُقِ يُعْدِى
28. آفَةُ العِلْمِ النِّسْيَانُ
29. إِذَا صَدَقَ العَزْمُ وَضَحَ السَّبِيْلُ
30. لَا تَحْتَقِرْ مَنْ دُوْنَكَ فَلِكُلِّ شَىءٍ مَزِيَّةٌ
31. اَصْلِحْ نَفْسَكَ يَصْلُحْ لَكَ النَّاسُ
32. فَكِّرْ قَبْلَ أَنْ تَعْزِمَ
33. مَنْ عَرَفَ بُعْدَ السَّفَرِ اِسْتَعَدَّ
34. مَنْ حَفَرَ حُفْرَةً وَقَعَ فِيْهَا
35. عَدُوٌّ عَاقِلٌ خَيْرٌ مِنْ صَدِيْقٍ جَاهِلٍ
36. مَنْ كَثُرَ إِحْسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ
37. اِجْهَدْ وَلَا تَكْسَلْ وَلَا تَكُ غَافِلًا # فَنَدَامَةُ العُقْبَى لِمَنْ يَتَكَاسَلُ
38. لَا تُؤَخِّرْ عَمَلَكَ إِلَى الغَدِ مَاتَقْدِرُ أَنْ تَعْمَلَهُ اليَوْمَ
39. اُتْرُكِ الشَّرَّ يَتْرُكْكَ
40. خَيْرُ النَّاسِ اَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَاَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
41. فِى التَّأَنِّى السَّلَامَةُ وَفِى العَجَلَةِ النَّدَامَةُ
42. ثَمْرَةُ التَفْرِيْطِ النَدَامَةُ وَثَمْرَةُ الحَزْمِ السَلاَمَةُ
43. الرِّفْقُ بِالضَّعِيْفِ مِنْ خُلُقِ الشَّرِيْفِ
44. فَجَزَاءُ سَيَّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا
45. تَرْكُ الجَوَابِ عَلَى الجَاهِلَ جَوَابٌ
46. مَنْ عَذُبَ لِسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ
47. إِذَا تَمَّ العَقْلُ قَلَّ الْكَاَةمُ
48. مَنْ طَلَبَ اَخًا بِلَا عَيْبٍ بَقِيَ بِلَا اَخٍ
49. قُلِ الحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا
50. خَيْرُ مَالِكَ مَا نَفَعَكَ
51. خَيْرُ الأُمُوْرِ أَوْسَطُهَا
52. لِكُلِّ مَقَامٍ مَقَالٌ وَلِكُلِّ مَقَالٍ مَقَامٌ
53. إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
54. لَيْسَ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ فَقِيْرًا بَلْ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ بَخِيْلًا
55. لَيْسَ اليَتِيْمُ الَّذِى قَدْ مَاتَ وَالِدُهُ بَلْ اليَتِيْمُ يَتِيْمُ العِلْمِ وَالأَدَبِ
56. لِكُلِّ عَمَلٍ ثَوَابٌ وَلِكُلِّ كَاَامٍ جَوَابٌ
57. وَعَامِلِ النَّاسَ كَمَا تُحِبُّ أَنْ يُعَامِلُوْكَ
58. هَلَكَ اِمْرُؤٌ لَمْ يَعْرِفْ قَدْرَهُ
59. رَأْسُ الذُّنُوْبِ الكَذِبُ
60. مَنْ ظَلَمَ ظُلِمَ
61. لَيْسَ الجَمَالُ بِأَثْوَابٍ تُزَيِّنُنَا إِنَّ الَجمَالَ جَمَالُ العِلْمِ وَالأَدَبِ
62. لَا تَكُنْ رَطْبًا فَتُعْصَرَ وَلَا يَابِسًا فَتُكَسَّرَ
63. مَنْ اَعَانَكَ عَلَى الشَّرِّ ظَلَمَكَ
64. العَمَلُ يَجْعَلُ الصَّعْبَ سَهْلًا
65. أَخِىْ لَنْ تَنَالُ العِلْمَ إِلَّا بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَ طُوْلُ زَمَانٍ
66. مَنْ تَأَنَّى نَالَ مَا تَمَنَّى
67. اُطْلُبِ العِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ
68. النَّظَافَةُ مِنَ الْإِيْمَانِ
69. إِذَا كَثُرَ الـمَطْلُوْبُ قَلَّ الـمُسَاعِدُ
70. لَا خَيْرَ فِى لَذَّةٍ تَعْقِبُ نَدَمًا
71. تَنْظِيْمُ العَمَلِ يُوَفِّرُ نِصْفَ الوَقْتِ
72. رُبَّ أَخٍ لَمْ تَلِدْهُ وَالِدَةٌ
73. دَاوُوا الغَضَبَ بِالصُّمْتِ
74. الكَاَِمُ يَنْفُذُ مَا لَا تَنْفُذُهُ الإِبَرُ
75. لَيْسَ كُلُّ مَا يَلْمَعُ ذَهَبًا
76. سِيْرَةُ الـمَرْءِ تُنْبِئُ عَنْ سَرِيْرَتِهِ
77. قِيْمَةُ الـمَرْءِ بِقَدْرِ مَا يُحْسِنُهُ
78. صَدِيْقُكَ مَنْ اَبْكَاكَ لَا مَنْ اَضْحَكَكَ
79. عَثْرَةُ القَدَمِ اَسْلَمُ مِنْ عَثْرَةِ اللِّسَانِ
80. خَيْرُ الكَاَُمِ مَا قَلَّ وَدَلَّ
81. كُلُّ شَيْءٍ إِذَا كَثُرَ رَخُصَ إِلَّا الاَدَبُ
82. أَوَّلُ الغَضَبِ جُنُوْنٌ وَآخِرُهُ نَدَمٌ
83. العَبْدُ يُضْرَبُ بِالعَصَا وَالحُ
رُّ يَكْفِيْهِ بِالإِشَارَةِ
84. اُنْظُرْ مَا قَالَ وَلَا تَنْظُرْ مَنْ قَالَ
85. الحَسُوْدُ لَا يَسُوْدُ
86. الأَعْمَالُ بِخَوَاتِمِهَا

1. Siapa bersungguh-sungguh dia berhasil.
2. Siapa berjalan pada relnya akan sampai.
3. Siapa bersabar berhasil.
4. Siapa sedikit kejujurannya, sedikit temannya.
5. Bergaullah dengan orang jujur dan menepati janji.
6. Kasih sayang teman tampak pada waktu kesempitan.
7. Tak ada kenikmatan kecuali setelah susah payah.
8. Kesabaran membantu atas setiap pekerjaan.
9. Coba dan perhatikan, kau akan jadi tahu.
10. Tuntutlah ilmu sejak buaian hingga liang lahat.
11. Telur hari ini lebih baik dari ayam besok hari.
12. Waktu itu lebih berharga daripada emas.
13. Pikiran yang sehat terdapat pada badan yang sehat.
14. Sebaik-baik teman duduk sepanjang waktu adalah buku.
15. Siapa menanam dia akan memetik.
16. Sebaik-baik kawan adalah yang menunjukkanmu pada kebaikan.
17. Jika tak ada ilmu maka pasti manusia seperti binatang.
18. Pengetahuan pada waktu kecil seperti lukisan di atas batu.
19. Tak akan kembali hari-hari yang telah berlalu.
20. Belajarlah pada waktku kecil dan amalkan dia saat kau besar.
21. Ilmu tanpa diamalkan bagaikan pohon tanpa buah.
22. Persatuan adalah dasar keberhasilan.
23. Jangan menghina orang miskin dan jadilah penolong baginya.
24. Kemuliaan itu dengan adab bukan karena keturunan.
25. Keselamatan manusia ada pada menjaga pembicaraannya.
26. Perilaku (baik) seseorang lebih baik dari emasnya.
27. Kejelekan perilaku itu menular.
28. Bencana pengetahuan adalah lupa.
29. Jika benar tekadnya maka akan jelas perjalanannya.
30. Jangan menghina orang yang lebih rendah darimu, karena setiap sesuatu memiliki kelebihan.
31. Perbaiki dirimu, maka akan baik kepadamu semua manusia.
32. Berpikirlah sebelum bertindak.
33. Siapa yang mengetahui jauhnya perjalanan dia akan bersiap-siap.
34. Siapa menggali lobang akan terposok ke dalamnya.
35. Musuh yang cerdas lebih baik dari kawan yang bodoh.
36. Siapa yang banyak kebaikannya maka banyak sahabatnya.
37. Bersungguh-sungguhlah dan jangan malas dan jangan jadi lalai, karena penyesalan mendalam itu adalah milik mereka yang bermalas-malasan.
38. Jangan tunda pekerjaanmu hingga besok, apa yang dapat kau kerjakan hari ini.
39. Tinggalkannlah kejahatan itu, dia pasti meninggalkanmu.
40. Sebaik-baik manusia adalah yang terbaik akhlaknya dan paling bermanfaat bagi manusia.
41. Dalam kehati-hatian ada keselamatan dan dalam ketergesa-gesaan ada penyesalan.
42. Buah dari penyia-nyiaan adalah penyesalan dan buah dari keteguhan adalah keselamatan.
43. Kasih sayang pada yang lemah termasuk akhlak yang mulia.
44. Balasan dari kejelekan adalah kejelakan yang setimpal.
45. Meninggalkan jawaban untuk orang bodoh adalah jawabannya.
46. Barang siapa yang manis tutur katanya banyak sahabatnya.
47. Jika sempurna akal seseorang maka sedikit bicaranya.
48. Barang siapa yang mencari kawan tanpa aib maka dia tetap tidak memiliki kawan.
49. Katakanlah yang benar meskipun pahit.
50. Sebaik-baik hartamu adalah yang memberikan manfaat bagimu.
51. Sebaik-baik perkara adalah pertengahan.
52. Setiap tempat ada kata-katanya (yg cocok) dan setiap kata-kata ada tempatnya (yg cocok.
53. Jika kamu tidak malu maka berbuatlah sekehendakmu.
54. Bukannya aib bagi mereka yang miskin, tapi aib itu milik mereka yang pelit.
55. Bukannya yatim itu yang telah mati orang tuanya, tapi yatim itu adalah yang tidak memiliki ilmu dan sopan santun.
56. Setiap pekerjaan ada balasannya dan setiap perkataan ada jawabannya.
57. Dan perlakukanlah manusia sebagaimana kamu ingin diperlakukan.
58. Hancurlah seseorang yang tidak mengetahui kemampuannya.
59. Otak dari dosa adalah kebohongan.
60. Siapa yang menzalimi akan terzalimi.
61. Bukannya keindahan itu dengan pakaian yang menghiasi kita tapi keindahan itu adalah keindahan ilmu dan adab.
62. Jangan kamu lemah nanti kamu diperas dan jangan keras nanti kamu dipatahkan.
63. Barang siapa yang membantumu melakukakan kejelekan, dia menzalimimu.
64. Tindakan, membuat yang sulit menjadi mudah.
65. Saudaraku! Kamu tidak akan mendapat ilmu kecuali dengan en
am perkara, akan ku berikan perincian dengan jelas : Kecerdasan, Harta Benda, Ketamakan ilmu, berguru dengan Ustadz dalam Kesungguhan Waktu yang panjang.
66. Barang siapa yang berhati-hati maka dia akan mendapatkan apa yang dia impikan.
67. Tuntutlah ilmu itu walaupun ke negeri Cina.
68. Kebersihan adalah bagian dari iman.
69. Jika perminataan terlalu banyak, sediki yang membantu.
70. Tak ada kebaikan pada kenikmatan yang diiringi penyesalan.
71. Mengatur pekerjaan akan menghemat setengah waktu.
72. Banyak saudara yang tidak dilahirkan oleh seorang ibu.
73. Obatilah kemarahan itu dengan diam.
74. Perkataan itu menembus apa yang tak ditembus oleh jarum.
75. Tidak setiap yang berkilap itu adalah emas.
76. Tindak tanduk seseorang menunjukkan kepribadiannya.
77. Nilai seseorang sesuai dengan kebaikan yang dilakukannya.
78. Sahabatmu adalah yang membuatmu menangis bukan yang membuatmu tertawa.
79. Terpelesetnya kaki lebih aman dari terpelesetnya lidah.
80. Sebaik-baik kata adalah yang ringkas dan mengena.
81. Segala sesuatu jika kebanyakan akan murah kecuali sopan santun.
82. Awal kemarahan adalah kegilaan dan berakhir dengan penyesalan.
83. Budak itu dipukul dengan tongkat sedangkan orang yang merdeka itu cukup dengan isyarat.
84. Perhatikan apa yang dikatakan dan jangan perhatikan siapa yang mengatakan.
85. Pendengki tak akan bahagia.
86. Semua pekerjaan harus dituntaskan

Semoga bermanfaat.
🕌 *DAFTAR MASJID PENYELENGGARA SHALAT GERHANA BULAN 31 JANUARI 2018*

_Revisi: 2018013005_

*Rekapitulasi 250 Masjid:* 43 Masjid di Depok | 33 Masjid di Bogor | 43 Masjid di Jakarta | 19 Masjid di Tangerang | 47 Masjid di Bekasi | 3 Masjid di Kalimantan Timur | 1 Masjid di Sumatera Barat | 61 Masjid di Jawa Timur

*Daftar Masjid Terupdate* segera klik link berikut ini:
1⃣ http://ukhuwahislamiyah.org/blog/2018/01/30/daftar-masjid-penyelenggara-shalat-gerhana-bulan-31-januari-2018/
2⃣ http://supraha.com/?p=1150

*Gabung Komunitas Pengurus Masjid:* t.me/paguyubanmasjid

*JANGAN LUPA LIKE & SUBSCRIBE:*
1⃣ *Channel Komisi Ukhuwah MUI Pusat:* https://youtube.com/channel/UCrlY9Wsd91X1jIikv5JHXNg
2⃣ *Channel Adab TV* | _Saluran Islam Wasathiyah:_ youtube.com/adabtvonline/
FENOMENA COPAS FATWA MENGKRITIK PENYEBARAN INFORMASI SHALAT GERHANA

Menjelang shalat gerhana, ramai yang mengirimkan fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullahu ta'ala akan ketidaksukaan beliau disebarkannya informasi shalat gerhana.

Banyak yang bertanya bagaimana pendapat saya terkait fenomena ini. Maka saya jawab, sbb.:

• Persoalan 'mereka' adalah selalu menyebarkan copas fatwa pada saat yang tidak tepat, tidak efektif bagi umat. Inilah ciri utama mereka.

• Ketika menjelang pemilu, akan hadir copas fatwa agar tidak mengikuti pemilu. Namun ketika menjelang pemilu presiden di Mesir, langsung turun fatwa agar mendukung As-Sisi yang tangannya berlumuran darah.

• Ketika ekonomi syariah mulai bangkit, langsung muncul copas fatwa bahwa bank syariah tidak syariah, dan menyeru agar tinggalkan bank syariah.

• Ketika TV dan Radio mulai terbentuk, muncul copas fatwa, bahwa TV dan Radio adalah perkara baru dalam agama, dan agar segera ditinggalkan.

• Ketika arisan keluarga mengadakan acara tukar kado, langsung muncul copas fatwa bahwa tukar kado adalah riba.

• Demikian juga ketika umat sedang bergelora semangat memakmurkan masjid, muncul copas fatwa bahwa menginformasikan adanya masjid-masjid yang menyelenggarakan shalat gerhana, mengkonsolidasikan umat, membangun kesadaran umat, tidaklah dianjurkan, maka jawaban saya kepada mereka yang bertanya:

1. Hormati Syaikh Al-'Utsaimin rahimahullahu ta'ala, karena beliau ulama yang luar biasa, namun biarlah kami mengambil nasihat ulama kami di Indonesia, karena kami tinggal di Indonesia, di masa kini, bukan di Saudi Arabia, di masa lalu, dan bahwa etika dakwah para ulama mendorong umat untuk merujuk ulama negaranya;

2. Janganlah orang awam membuat hukum larangan baru atas sesuatu yang belum pernah dilarang oleh Nabi Muhammad ﷺ, karena memaksakan hukum baru di luar syari'at bagian dari ciri pengikut Yahudi;

3. Rasa takut akan fenomena kiamat terbangun dengan lingkungan yang mendukungnya, seluruh sarana dapat dilakukan agar umat ini kembali punya jiwa ketundukan;

4. Berbicaralah pada waktu yang tepat, selalu perhatikan kondisi lingkunganmu, dan selalu berpikir apakah dampak dari copasmu untuk umat.

@supraha
t.me/supraha
Wido Supraha - Gerhana Bulan.pdf