#IslamIsBeautiful
Faidah Ulama, bersama Prof. Dr. Huzaemah Tauhid Yanggo.
https://youtu.be/znWJ8AlO0WM
Faidah Ulama, bersama Prof. Dr. Huzaemah Tauhid Yanggo.
https://youtu.be/znWJ8AlO0WM
YouTube
Hikmah Ulama Prof. Dr. Huzaemah Tauhid Tanggo bersama Dr. Wido Supraha
Wawancara dengan Ketua MUI Pusat Bidang Fatwa
-Sahabat Adab-
Bantu Like & Share yah
https://youtu.be/IymFca4JwMo
Video ini diproduksi oleh tim kami dari Yayasan Adab Insan Mulia.
Bantu Like & Share yah
https://youtu.be/IymFca4JwMo
Video ini diproduksi oleh tim kami dari Yayasan Adab Insan Mulia.
YouTube
[ADAB TV] Amalan Ringan yg Sering Diabaikan di Masjid - YouTube
Wido Supraha
Photo
"Saat dahulu kami bakar Masjid Al-Aqsha, aku tak bisa tidur sepanjang malam khawatir rakyat Arab memasuki negara Israel berbondong-bondong dari berbagai penjuru. Namun paginya saat matahari terbit ternyata kondisi aman. Sejak itu aku berpikir bahwa kami bisa berbuat apapun yang kami mau, karena yang kami hadapi ternyata hanyalah Umat yang Tidur."
(Perdana Menteri Israel, Golda Meir)
(Perdana Menteri Israel, Golda Meir)
🍂🌾 Tanya Jawab Metodologi Studi Islam
🔴 #MewaspadaiAliranEkstrim 0⃣3⃣
👳🏼 Oleh: Dr. Wido Supraha
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
🧕♂Pertanyaan:
Benarkah jika seseorang beribadah dengan sesuatu yang Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah melakukannya maka ibadah yang dilakukannya *PASTI* terhukumi _bid'ah_ ?
🏜 Jawaban
♻ Wa 'alaikumussalām wa rahmatullāh,
Berikut jawaban saya untuk pertanyaan yang sama dengan dalil ketiga.
عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانُوا فى سَفَرٍ فَمَرُّوا بِحَىٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ فَاسْتَضَافُوهُمْ فَلَمْ يُضِيفُوهُمْ. فَقَالُوا لَهُمْ هَلْ فِيكُمْ رَاقٍ فَإِنَّ سَيِّدَ الْحَىِّ لَدِيغٌ أَوْ مُصَابٌ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ نَعَمْ فَأَتَاهُ فَرَقَاهُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ فَبَرَأَ الرَّجُلُ فَأُعْطِىَ قَطِيعًا مِنْ غَنَمٍ فَأَبَى أَنْ يَقْبَلَهَا. وَقَالَ حَتَّى أَذْكُرَ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم-. فَأَتَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ. فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ مَا رَقَيْتُ إِلاَّ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ. فَتَبَسَّمَ وَقَالَ « وَمَا أَدْرَاكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ ». ثُمَّ قَالَ « خُذُوا مِنْهُمْ وَاضْرِبُوا لِى بِسَهْمٍ مَعَكُمْ »
Dari Abu Sa’id al-Khudri r.a., bahwa ada sekelompok sahabat Rasūlullāh ﷺ dahulu berada dalam perjalanan, lalu melewati suatu perkampungan 'Arab. Saat itu mereka meminta untuk dijamu, namun penduduk kampung tersebut enggan untuk menjamu. Penduduk kampung tersebut lantas berkata pada para sahabat yang mampir, “Apakah di antara kalian ada yang bisa meruqyah, karena pembesar kampung tersebut tersengat binatang atau terserang demam.”
Di antara para sahabat lantas berkata, “Ada.” Lalu ia pun mendatangi pembesar tersebut dan ia meruqyahnya dengan membaca surat Al-Fatihah. Akhirnya, pembesar tersebut sembuh. Lalu yang membacakan ruqyah tadi diberikan seekor kambing, namun ia enggan menerimanya. Ia mau menerima, sampai kisah tadi diceritakan pada Nabi ﷺ. Lalu ia mendatangi Nabi ﷺ dan menceritakan kisahnya tadi pada beliau. Ia berkata, “Ya Rasūlullāh, aku tidaklah meruqyah kecuali dengan membaca surat Al Fatihah.” Rasūlullāh ﷺ lantas tersenyum dan berkata, “Bagaimana engkau bisa tahu Al Fatihah adalah ruqyah?”
Beliau pun bersabda, “Ambil kambing tersebut dari mereka dan potongkan untukku sebagiannya bersama kalian.”[1]
♦️ Perhatikanlah bahwa sahabat Nabi ber-Islam dengan metodologi yang benar. Ia terbiasa tadabbur Al-Qur'ān sehingga mendapatkan prinsip-prinsip ushul yang menjadikan sahabat berani melakukan sesuatu yang tidak pernah diketahuinya pernah dilakukan oleh Nabiuhammad ﷺ
♦️ Hasil tadabbur-nya mendorongnya di atas keyakinan yang kuat bahwa Surat al-Fatihah, Ummul Kitāb, Ummul Qur'ān, sebagai surat yang paling prioritas dijadikan sebagai ayat ruqyah
♦️ Hal ini dengan sangat jelas terlihat dari pertanyaan Nabi ﷺ:
“Bagaimana engkau bisa tahu Al Fatihah adalah ruqyah?”
♦️ Sahabat khawatir bukan pada perkara baru yang dibuatnya dalam persoalan ibadah, namun justeru yang dikhawatirkannya ada pada persoalan mu'amalah, hubungan manusia dengan manusia, dalam konteks ini terkait kebolehan menerima hadiah yang dianggap upah atas ruqyahnya
✨ Wallāhu a'lam,
📚 Referensi
📕 HR. Bukhari No. 5736 dan Muslim No. 2201
__
💠 Facebook: www.facebook.com/wido.supraha
📷 Instagram: www.instagram.com/supraha
🐦 Twitter: www.twitter.com/supraha
📠 Telegram: telegram.me/supraha
🔴 #MewaspadaiAliranEkstrim 0⃣3⃣
👳🏼 Oleh: Dr. Wido Supraha
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
🧕♂Pertanyaan:
Benarkah jika seseorang beribadah dengan sesuatu yang Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah melakukannya maka ibadah yang dilakukannya *PASTI* terhukumi _bid'ah_ ?
🏜 Jawaban
♻ Wa 'alaikumussalām wa rahmatullāh,
Berikut jawaban saya untuk pertanyaan yang sama dengan dalil ketiga.
عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانُوا فى سَفَرٍ فَمَرُّوا بِحَىٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ فَاسْتَضَافُوهُمْ فَلَمْ يُضِيفُوهُمْ. فَقَالُوا لَهُمْ هَلْ فِيكُمْ رَاقٍ فَإِنَّ سَيِّدَ الْحَىِّ لَدِيغٌ أَوْ مُصَابٌ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ نَعَمْ فَأَتَاهُ فَرَقَاهُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ فَبَرَأَ الرَّجُلُ فَأُعْطِىَ قَطِيعًا مِنْ غَنَمٍ فَأَبَى أَنْ يَقْبَلَهَا. وَقَالَ حَتَّى أَذْكُرَ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم-. فَأَتَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ. فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ مَا رَقَيْتُ إِلاَّ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ. فَتَبَسَّمَ وَقَالَ « وَمَا أَدْرَاكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ ». ثُمَّ قَالَ « خُذُوا مِنْهُمْ وَاضْرِبُوا لِى بِسَهْمٍ مَعَكُمْ »
Dari Abu Sa’id al-Khudri r.a., bahwa ada sekelompok sahabat Rasūlullāh ﷺ dahulu berada dalam perjalanan, lalu melewati suatu perkampungan 'Arab. Saat itu mereka meminta untuk dijamu, namun penduduk kampung tersebut enggan untuk menjamu. Penduduk kampung tersebut lantas berkata pada para sahabat yang mampir, “Apakah di antara kalian ada yang bisa meruqyah, karena pembesar kampung tersebut tersengat binatang atau terserang demam.”
Di antara para sahabat lantas berkata, “Ada.” Lalu ia pun mendatangi pembesar tersebut dan ia meruqyahnya dengan membaca surat Al-Fatihah. Akhirnya, pembesar tersebut sembuh. Lalu yang membacakan ruqyah tadi diberikan seekor kambing, namun ia enggan menerimanya. Ia mau menerima, sampai kisah tadi diceritakan pada Nabi ﷺ. Lalu ia mendatangi Nabi ﷺ dan menceritakan kisahnya tadi pada beliau. Ia berkata, “Ya Rasūlullāh, aku tidaklah meruqyah kecuali dengan membaca surat Al Fatihah.” Rasūlullāh ﷺ lantas tersenyum dan berkata, “Bagaimana engkau bisa tahu Al Fatihah adalah ruqyah?”
Beliau pun bersabda, “Ambil kambing tersebut dari mereka dan potongkan untukku sebagiannya bersama kalian.”[1]
♦️ Perhatikanlah bahwa sahabat Nabi ber-Islam dengan metodologi yang benar. Ia terbiasa tadabbur Al-Qur'ān sehingga mendapatkan prinsip-prinsip ushul yang menjadikan sahabat berani melakukan sesuatu yang tidak pernah diketahuinya pernah dilakukan oleh Nabiuhammad ﷺ
♦️ Hasil tadabbur-nya mendorongnya di atas keyakinan yang kuat bahwa Surat al-Fatihah, Ummul Kitāb, Ummul Qur'ān, sebagai surat yang paling prioritas dijadikan sebagai ayat ruqyah
♦️ Hal ini dengan sangat jelas terlihat dari pertanyaan Nabi ﷺ:
“Bagaimana engkau bisa tahu Al Fatihah adalah ruqyah?”
♦️ Sahabat khawatir bukan pada perkara baru yang dibuatnya dalam persoalan ibadah, namun justeru yang dikhawatirkannya ada pada persoalan mu'amalah, hubungan manusia dengan manusia, dalam konteks ini terkait kebolehan menerima hadiah yang dianggap upah atas ruqyahnya
✨ Wallāhu a'lam,
📚 Referensi
📕 HR. Bukhari No. 5736 dan Muslim No. 2201
__
💠 Facebook: www.facebook.com/wido.supraha
📷 Instagram: www.instagram.com/supraha
🐦 Twitter: www.twitter.com/supraha
📠 Telegram: telegram.me/supraha
Facebook
Log in or sign up to view
See posts, photos and more on Facebook.
#TadabburAyat
🍂 MAKNA AL-ILAH 🌾
👳🏼 Oleh: Dr. Wido Supraha
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
قُلْ لَوْ كَانَ مَعَهُ آلِهَةٌ كَمَا يَقُولُونَ إِذًا لَابْتَغَوْا إِلَىٰ ذِي الْعَرْشِ سَبِيلًا
Katakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai ’Arsy.”
📕 Surat Al-Isrā' [17] ayat 42
♦️ Al-ilah adalah sesuatu yang kita meras tentram, terlindungi, merindui, hingga selalu cenderung kepadanya
♦️ Intensitas kedekat dengan al-Ilah akan membawa seseorang pada kecintaan dan ketundukan sempurna yang mengarah pada penghambaan, pada saat itu tanpa sadar ia telah menyembahnya
♦️ Muncullah kalimat konsep hidup seperti: "Aku tidak bisa hidupmu" atau "Aku rela menyerahkan segalanya untukmu", konsep-konsep penghambaan yang akan hina jima ditujukan kepada makhluk
♦️ Islam dengan demikian mendorong manusia untuk membersihkan jiwanya dari seluruh Ilah dan penghambaan kepada mereka, kecuali menghadirkan hanya satu Ilah semata, Allah Jalla Jalāluh.
♦️ Lahirlah konsep hidup, "Tidak ada yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah saja."
✨ Wallāhu a'lam,
__
💠 Facebook: www.facebook.com/wido.supraha
📷 Instagram: www.instagram.com/supraha
🐦 Twitter: www.twitter.com/supraha
📠 Telegram: telegram.me/supraha
🍂 MAKNA AL-ILAH 🌾
👳🏼 Oleh: Dr. Wido Supraha
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
قُلْ لَوْ كَانَ مَعَهُ آلِهَةٌ كَمَا يَقُولُونَ إِذًا لَابْتَغَوْا إِلَىٰ ذِي الْعَرْشِ سَبِيلًا
Katakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai ’Arsy.”
📕 Surat Al-Isrā' [17] ayat 42
♦️ Al-ilah adalah sesuatu yang kita meras tentram, terlindungi, merindui, hingga selalu cenderung kepadanya
♦️ Intensitas kedekat dengan al-Ilah akan membawa seseorang pada kecintaan dan ketundukan sempurna yang mengarah pada penghambaan, pada saat itu tanpa sadar ia telah menyembahnya
♦️ Muncullah kalimat konsep hidup seperti: "Aku tidak bisa hidupmu" atau "Aku rela menyerahkan segalanya untukmu", konsep-konsep penghambaan yang akan hina jima ditujukan kepada makhluk
♦️ Islam dengan demikian mendorong manusia untuk membersihkan jiwanya dari seluruh Ilah dan penghambaan kepada mereka, kecuali menghadirkan hanya satu Ilah semata, Allah Jalla Jalāluh.
♦️ Lahirlah konsep hidup, "Tidak ada yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah saja."
✨ Wallāhu a'lam,
__
💠 Facebook: www.facebook.com/wido.supraha
📷 Instagram: www.instagram.com/supraha
🐦 Twitter: www.twitter.com/supraha
📠 Telegram: telegram.me/supraha
Facebook
Log in or sign up to view
See posts, photos and more on Facebook.
#IslamIsBeautiful
DAMPAK MENGKAJI DEMONSTRASI DENGAN FANATISME GOLONGAN
Hari ini muncul banyak kajian sempalan yang menghukumi demonstrasi itu haram, tanpa ada diskusi sama sekali. Bahkan terdapat di antara pengajarnya yang menyebutkan mereka yang berdemonstrasi laksana kebun binatang, yang lainnya menyebutkan agar pendemo layak dibunuh jika tidak mau dibubarkan, yang lainnya menghukumi bid'ah, dan banyak fatwa mulai dari sangat menggelikan sampai sangat mengkhawatirkan kerukunan bangsa.
Demonstrasi di negeri dimana demonstrasi dijadikan satu instrumen yang disediakan konstitusi untuk menyampaikan pendapat, demonstrasi yang tidak melahirkan kerusakan alam, demonstrasi yang tidak menghinakan pemimpin, demonstrasi yang berjalan tertib dalam skala masif, tidak pernah mau mereka kaji secara ilmiah. Demikianlah, bahaya menghadiri kajian-kajian sempalan yang hanya melahirkan manusia terdogma produk, bukan manusia yang berpikir mendalam.
Kajian yang saya posting ini cukup menarik, mendengarkan jawaban murid dari Fadilatusysyaikh Bin Bāz, imam Masjid Quba, yang mengajak mereka agar mengaji dengan metodologi yang benar agar tidak lahir fanatisme buta dan ekstrimisme. Klik linknya di: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1529826917036653&id=581188611900493
✨ Wido Supraha II
__
💠 Facebook: www.facebook.com/wido.supraha
📷 Instagram: www.instagram.com/supraha
🐦 Twitter: www.twitter.com/supraha
📠 Telegram: telegram.me/supraha
DAMPAK MENGKAJI DEMONSTRASI DENGAN FANATISME GOLONGAN
Hari ini muncul banyak kajian sempalan yang menghukumi demonstrasi itu haram, tanpa ada diskusi sama sekali. Bahkan terdapat di antara pengajarnya yang menyebutkan mereka yang berdemonstrasi laksana kebun binatang, yang lainnya menyebutkan agar pendemo layak dibunuh jika tidak mau dibubarkan, yang lainnya menghukumi bid'ah, dan banyak fatwa mulai dari sangat menggelikan sampai sangat mengkhawatirkan kerukunan bangsa.
Demonstrasi di negeri dimana demonstrasi dijadikan satu instrumen yang disediakan konstitusi untuk menyampaikan pendapat, demonstrasi yang tidak melahirkan kerusakan alam, demonstrasi yang tidak menghinakan pemimpin, demonstrasi yang berjalan tertib dalam skala masif, tidak pernah mau mereka kaji secara ilmiah. Demikianlah, bahaya menghadiri kajian-kajian sempalan yang hanya melahirkan manusia terdogma produk, bukan manusia yang berpikir mendalam.
Kajian yang saya posting ini cukup menarik, mendengarkan jawaban murid dari Fadilatusysyaikh Bin Bāz, imam Masjid Quba, yang mengajak mereka agar mengaji dengan metodologi yang benar agar tidak lahir fanatisme buta dan ekstrimisme. Klik linknya di: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1529826917036653&id=581188611900493
✨ Wido Supraha II
__
💠 Facebook: www.facebook.com/wido.supraha
📷 Instagram: www.instagram.com/supraha
🐦 Twitter: www.twitter.com/supraha
📠 Telegram: telegram.me/supraha
Facebook
Log in or sign up to view
See posts, photos and more on Facebook.
#AdabInsanMulia
🌾 PENDIDIKAN ADAB TANGGUNG JAWAB ORANG TUA 🍂
Oleh: Dr. Wido Supraha
حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ الْقَوَارِيرِيُّ وَخَلَفُ بْنُ هِشَامٍ قَالَا حَدَّثَنَا عَامِرُ بْنُ أَبِي عَامِرٍ الْخَزَّازُ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدَهُ نُحْلًا أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ
Telah menceritakan kepada kami Abdullah berkata; telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah bin 'Umar Al Qawariri dan Khalaf bin Hisyam berkata; telah menceritakan kepada kami 'Amr bin Abu 'Amr al-Khazari dari Ayyub bin Musa dari Bapaknya dari kakeknya berkata; Rasūlullāh ﷺ bersabda:
"Orang tua tidak bisa memberi pemberian kepada anaknya yang lebih utama daripada adab yang baik."
♦️ Adab adalah tujuan utama pendidikan
♦️ Orang tua, siap tidak siap, harus siap menjadi pendidik bagi anak biologisnya
♦️ Orang tua harus saling bersepakat untuk menanamkan adab sebelum konten materi lainnya
♦️ Adab bukanlah sesuatu yang muncul tiba-tiba dalam waktu singkat, ia muncul bersama kesabaran orang tua berikut kesungguhan dalam mengevaluasi dan mengawasi terus menerus terinternalisasinya adab dalam seluruh dimensi manusia
✨ Wallāhu a'lam,
__
💠 Facebook: www.facebook.com/wido.supraha
📷 Instagram: www.instagram.com/supraha
🐦 Twitter: www.twitter.com/supraha
📠 Telegram: telegram.me/supraha
🌾 PENDIDIKAN ADAB TANGGUNG JAWAB ORANG TUA 🍂
Oleh: Dr. Wido Supraha
حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ الْقَوَارِيرِيُّ وَخَلَفُ بْنُ هِشَامٍ قَالَا حَدَّثَنَا عَامِرُ بْنُ أَبِي عَامِرٍ الْخَزَّازُ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدَهُ نُحْلًا أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ
Telah menceritakan kepada kami Abdullah berkata; telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah bin 'Umar Al Qawariri dan Khalaf bin Hisyam berkata; telah menceritakan kepada kami 'Amr bin Abu 'Amr al-Khazari dari Ayyub bin Musa dari Bapaknya dari kakeknya berkata; Rasūlullāh ﷺ bersabda:
"Orang tua tidak bisa memberi pemberian kepada anaknya yang lebih utama daripada adab yang baik."
♦️ Adab adalah tujuan utama pendidikan
♦️ Orang tua, siap tidak siap, harus siap menjadi pendidik bagi anak biologisnya
♦️ Orang tua harus saling bersepakat untuk menanamkan adab sebelum konten materi lainnya
♦️ Adab bukanlah sesuatu yang muncul tiba-tiba dalam waktu singkat, ia muncul bersama kesabaran orang tua berikut kesungguhan dalam mengevaluasi dan mengawasi terus menerus terinternalisasinya adab dalam seluruh dimensi manusia
✨ Wallāhu a'lam,
__
💠 Facebook: www.facebook.com/wido.supraha
📷 Instagram: www.instagram.com/supraha
🐦 Twitter: www.twitter.com/supraha
📠 Telegram: telegram.me/supraha
Facebook
Log in or sign up to view
See posts, photos and more on Facebook.
🗂 _*Al-Waqtu 'indanā juz-un min al-'ilāj*_
(Waktu bagi kita adalah bagian dari solusi)
Oleh: Dr. Wido Supraha
📌 Manusia hidup dibatasi waktu, sehingga jangan sampai sekedar hilang ditelan waktu, namun muliakan waktu dengan perencanaan yang matang.
🌹Nabi Muhammad ﷺ pernah berpesan:
أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ
_“Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yg bisa melampaui umur tersebut”_ (HR. Ibnu Majah No. 4236)
📚 Hadits ini berkorelasi dengan taujih Rabbani dalam surat Al-Hasyr [59] ayat 18:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
_“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan“._
📌 60 tahun menjadi target akhir hidup manusia, di antara target terbaik tentunya menemukan _husnul khatimah_ pada batas akhir waktu hidup di dunia, di antaranya semoga mudah mengucapkan kalimat tauhid dan sedang berprasangka baik kepada Allah ﷻ, sebagaimana pesan-pesan Nabawiyah.
📌 Menuju target besar di atas, Allah ﷻ mengingatkan manusia untuk membuat target-target medium, karena tidak ada kesuksesan yang bersifat instan, maka sebelum itu, manusia diarahkan untuk sukses di usia 40 tahun.
📚 Allah ﷻ berfirman dalam surat Al-Ahqāf [46] ayat 15:
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
_Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai *40 tahun* dia berdoa,_
_“Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. *Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sungguh, aku termasuk orang muslim.”*_
📌 Tadabbur memahamkan setiap manusia bahwa periodisasi kehidupannya terbagi atas 3 tahapan, masing-masing 20 tahun: Periode Fokus Menuntut Ilmu, Mengamalkan Ilmu hingga ditutup dengan Menyebarkan Ilmu
📌 Tugas manusia adalah menghadirkan kesuksesan pada setiap tahapan, karena memang hidup manusia penuh dengan tahapan, sebagaimana Surat Al-Insyiqaq [84] ayat 19:
لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَنْ طَبَقٍ
_sungguh, akan kamu jalani tingkat demi tingkat (dalam kehidupan)._
📌 Tiada kesuksesan besar kecuali berawal dari kesuksesan di setiap tahapannya. Tiada tahapan kecuali mengandung program. Tiada program kecuali karena kuat perencanaan. Adanya perencanaan tidak menjadikan manusia seperti air yang mengalir, namun sebaliknya justeru penuh semangat dalam menjalani program kehidupan yang disusunnya sehingga kelelahan demi kelelahan pun dilaluinya, karena ia sadar kematian adalah istirahat panjangnya menuju Yaumul Hisab. Di waktu yang panjang itu kelak, ia ingin terus menerus memperoleh rizqi dari Rabb-Nya.
📌 Bersabarlah melalui waktu yang sebentar karena waktu dalam cara pandang kita bagian dari cara Allah mematangkan akal, hati dan jasad manusia, sehingga ruh meninggalkan jasad dalam penuh keridhoan, insya Allahu Ta'āla.
Yassirlanā,
Akhukum fiddin,
@supraha
__
💠 Facebook: www.facebook.com/wido.supraha
📷 Instagram: www.instagram.com/supraha
🐦 Twitter: www.twitter.com/supraha
📠 Telegram: telegram.me/supraha
(Waktu bagi kita adalah bagian dari solusi)
Oleh: Dr. Wido Supraha
📌 Manusia hidup dibatasi waktu, sehingga jangan sampai sekedar hilang ditelan waktu, namun muliakan waktu dengan perencanaan yang matang.
🌹Nabi Muhammad ﷺ pernah berpesan:
أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ
_“Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yg bisa melampaui umur tersebut”_ (HR. Ibnu Majah No. 4236)
📚 Hadits ini berkorelasi dengan taujih Rabbani dalam surat Al-Hasyr [59] ayat 18:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
_“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan“._
📌 60 tahun menjadi target akhir hidup manusia, di antara target terbaik tentunya menemukan _husnul khatimah_ pada batas akhir waktu hidup di dunia, di antaranya semoga mudah mengucapkan kalimat tauhid dan sedang berprasangka baik kepada Allah ﷻ, sebagaimana pesan-pesan Nabawiyah.
📌 Menuju target besar di atas, Allah ﷻ mengingatkan manusia untuk membuat target-target medium, karena tidak ada kesuksesan yang bersifat instan, maka sebelum itu, manusia diarahkan untuk sukses di usia 40 tahun.
📚 Allah ﷻ berfirman dalam surat Al-Ahqāf [46] ayat 15:
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
_Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai *40 tahun* dia berdoa,_
_“Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. *Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sungguh, aku termasuk orang muslim.”*_
📌 Tadabbur memahamkan setiap manusia bahwa periodisasi kehidupannya terbagi atas 3 tahapan, masing-masing 20 tahun: Periode Fokus Menuntut Ilmu, Mengamalkan Ilmu hingga ditutup dengan Menyebarkan Ilmu
📌 Tugas manusia adalah menghadirkan kesuksesan pada setiap tahapan, karena memang hidup manusia penuh dengan tahapan, sebagaimana Surat Al-Insyiqaq [84] ayat 19:
لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَنْ طَبَقٍ
_sungguh, akan kamu jalani tingkat demi tingkat (dalam kehidupan)._
📌 Tiada kesuksesan besar kecuali berawal dari kesuksesan di setiap tahapannya. Tiada tahapan kecuali mengandung program. Tiada program kecuali karena kuat perencanaan. Adanya perencanaan tidak menjadikan manusia seperti air yang mengalir, namun sebaliknya justeru penuh semangat dalam menjalani program kehidupan yang disusunnya sehingga kelelahan demi kelelahan pun dilaluinya, karena ia sadar kematian adalah istirahat panjangnya menuju Yaumul Hisab. Di waktu yang panjang itu kelak, ia ingin terus menerus memperoleh rizqi dari Rabb-Nya.
📌 Bersabarlah melalui waktu yang sebentar karena waktu dalam cara pandang kita bagian dari cara Allah mematangkan akal, hati dan jasad manusia, sehingga ruh meninggalkan jasad dalam penuh keridhoan, insya Allahu Ta'āla.
Yassirlanā,
Akhukum fiddin,
@supraha
__
💠 Facebook: www.facebook.com/wido.supraha
📷 Instagram: www.instagram.com/supraha
🐦 Twitter: www.twitter.com/supraha
📠 Telegram: telegram.me/supraha
Facebook
Log in or sign up to view
See posts, photos and more on Facebook.
*#AdabInsanMulia*
🏘 RUMAH PUSAT PERSEMAIAN ADAB
Oleh: Dr. Wido Supraha
📚 Allah ﷻ berfirman dalam Surat An-Nahl [16] ayat 68:
وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ
_Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, “Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia._
📚 Juga dalam surat An-Naml [27] ayat 18:
حَتَّىٰ إِذَا أَتَوْا عَلَىٰ وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ
_Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, “Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam maskan-maskan (sarang-sarang) mu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.”_
♦️ *Bait* (rumah) mengandung makna tempat (maskan) bermalam, tempat beristirahat, tempat berlindung dari panas, angin dan hujan
♦️ *Maskan* (rumah tempat tinggal) mengandung makna tempat menyerap energi ketenangan dalam istirahatnya hingga seseorang menemukan ketentraman dan kebahagiaan jiwanya.
♦️ Maksimalkan fungsi _bait_ atau _maskan_ untuk mencapai tujuan filsafatnya dengan variasi amal shalih yang diridhai-Nya seperti memperbanyak tilawah Al-Qur'ān, shalat Sunnah berjama'ah, halaqah keluarga, pembiasaan-pembiasaan baik, _mau'izhah hasanah_, agar adab mulia terinternalisasikan dari pusatnya langsung: rumah.
✨ _Wallāhu a'lam,_
__
💠 Facebook: www.facebook.com/wido.supraha
📷 Instagram: www.instagram.com/supraha
🐦 Twitter: www.twitter.com/supraha
📠 Telegram: telegram.me/supraha
🏘 RUMAH PUSAT PERSEMAIAN ADAB
Oleh: Dr. Wido Supraha
📚 Allah ﷻ berfirman dalam Surat An-Nahl [16] ayat 68:
وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ
_Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, “Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia._
📚 Juga dalam surat An-Naml [27] ayat 18:
حَتَّىٰ إِذَا أَتَوْا عَلَىٰ وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ
_Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, “Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam maskan-maskan (sarang-sarang) mu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.”_
♦️ *Bait* (rumah) mengandung makna tempat (maskan) bermalam, tempat beristirahat, tempat berlindung dari panas, angin dan hujan
♦️ *Maskan* (rumah tempat tinggal) mengandung makna tempat menyerap energi ketenangan dalam istirahatnya hingga seseorang menemukan ketentraman dan kebahagiaan jiwanya.
♦️ Maksimalkan fungsi _bait_ atau _maskan_ untuk mencapai tujuan filsafatnya dengan variasi amal shalih yang diridhai-Nya seperti memperbanyak tilawah Al-Qur'ān, shalat Sunnah berjama'ah, halaqah keluarga, pembiasaan-pembiasaan baik, _mau'izhah hasanah_, agar adab mulia terinternalisasikan dari pusatnya langsung: rumah.
✨ _Wallāhu a'lam,_
__
💠 Facebook: www.facebook.com/wido.supraha
📷 Instagram: www.instagram.com/supraha
🐦 Twitter: www.twitter.com/supraha
📠 Telegram: telegram.me/supraha
Facebook
Log in or sign up to view
See posts, photos and more on Facebook.