Jika saat ini Anda harus memilih Qurban dan Handphone Baru sementara 2.5jt di tangan Anda, pilihlah Qurban.
(supraha.com)
(supraha.com)
#IslamIsBeautiful
_Allāhummaj'alhum hajjan mabrūran._
Sahabat, bacakan teks di atas dalam bagian doa doa kita, semoga Allah aminkan untuk mereka dan untuk yang mendoakan.
(supraha.com)
_Allāhummaj'alhum hajjan mabrūran._
Sahabat, bacakan teks di atas dalam bagian doa doa kita, semoga Allah aminkan untuk mereka dan untuk yang mendoakan.
(supraha.com)
#IslamIsBeautiful
Nabi Muhammad ﷺ pernah bersabda, dari Tamim ad-Dari r.a.:
ليبلغن هذا الأمر ما بلغ الليل والنهار، ولا يترك الله بيت مدر ولا وبر إلا أدخله الله هذا الدين، بعز عزيز أو بذل ذليل، عزًّا يعز به الإسلام وذلاً يذل به الكفر
“Islam pasti akan mencapai wilayah yang diliputi siang dan malam. Allah tidak akan membiarkan rumah yang megah mahupun yang sederhana, melainkan akan memasukkan agama ini ke dalamnya, dengan memuliakan orang-orang yang mulia dan menghinakan orang-orang yang hina. Mulia kerana Allah memuliakannya dengan Islam. Hina kerana Allah menghinakannya akibat kekafirannya."
(HR. Ahmad: 4/103:16894)
Nabi Muhammad ﷺ pernah bersabda, dari Tamim ad-Dari r.a.:
ليبلغن هذا الأمر ما بلغ الليل والنهار، ولا يترك الله بيت مدر ولا وبر إلا أدخله الله هذا الدين، بعز عزيز أو بذل ذليل، عزًّا يعز به الإسلام وذلاً يذل به الكفر
“Islam pasti akan mencapai wilayah yang diliputi siang dan malam. Allah tidak akan membiarkan rumah yang megah mahupun yang sederhana, melainkan akan memasukkan agama ini ke dalamnya, dengan memuliakan orang-orang yang mulia dan menghinakan orang-orang yang hina. Mulia kerana Allah memuliakannya dengan Islam. Hina kerana Allah menghinakannya akibat kekafirannya."
(HR. Ahmad: 4/103:16894)
#KajianIslam
TADABBUR SURAT AL-INSYIRAH
Surat Al-Insyarah diturunkan sesudah Surat Adh-Dhuhā, sementara Surat Adh-Dhuhā diturunkan sesudah surat Al-Fajr, kemudian surat Al-Lail, kemudian surat Al-A’lā, dan seterusnya.
....
Namun begitu, sebagaimana seluruh ayat Al-Qur’an, ia pasti juga hadir untuk memberi pelajaran penting untuk seluruh umat Nabi Muhammad ﷺ sepanjang zaman. Demikian pula dengan surat Al-Insyrah. Sekurangnya saya mengelompokkan pada 3 (tiga) pelajaran besar yang akan saya detailkan point-pointnya, sebagai berikut ini:
Selengkapnya klik: http://supraha.com/?p=1106
Join Channel: t.me/supraha
TADABBUR SURAT AL-INSYIRAH
Surat Al-Insyarah diturunkan sesudah Surat Adh-Dhuhā, sementara Surat Adh-Dhuhā diturunkan sesudah surat Al-Fajr, kemudian surat Al-Lail, kemudian surat Al-A’lā, dan seterusnya.
....
Namun begitu, sebagaimana seluruh ayat Al-Qur’an, ia pasti juga hadir untuk memberi pelajaran penting untuk seluruh umat Nabi Muhammad ﷺ sepanjang zaman. Demikian pula dengan surat Al-Insyrah. Sekurangnya saya mengelompokkan pada 3 (tiga) pelajaran besar yang akan saya detailkan point-pointnya, sebagai berikut ini:
Selengkapnya klik: http://supraha.com/?p=1106
Join Channel: t.me/supraha
Supraha
3 Pelajaran dari Surat Al-Insyirah
Assalāmu 'alaikum wa rahmatullāh, Semoga Allah ﷻ memberikan rahmat-Nya yang tidak pernah kering kepada siapapun yang terus bergerak pada apa yang telah dimulainya dari sebuah kebaikan. Nama Surat ke-94 dari Al-Qur'an ini adalah Al-Insyirah atau Alam Nasyrah…
*** *Kursus STUDI PEMIKIRAN ISLAM* Short Course of Islamic Thought, di BSD Serpong.
LATARBELAKANG.
Mencermati keprihatinan kondisi ummat Islam dan berawal dari kegelisahan sejumlah aktivis Dakwah akan *semakin meluasnya medan pertempuran 'Ghazwul Fikri' (perang pemikiran)*, dalam rangka melahirkan Pribadi Mukmin yang peduli dengan kondisi ummat, Aktivis-aktivis Dakwah serta Pengurus Masjid dan Ormas Islam yang paham, berwawasan luas dan tangkas dalam membela agama,
* *FMMB bersama SEKOLAH PEMIKIRAN ISLAM (SPI)* dan Islamic Leadership & Management Indonesia (ILMI), *bekerjasama dengan ICMI Tangsel, Dewan Dakwah (DDII) Tangsel*, Kelompok Pengkajian & Studi Islam (KPSI) berencana mengadakan :
*STUDI PEMIKIRAN ISLAM* Short Course of Islamic Thought.
Kursus ini akan membahas secara mendalam mengenai Pemikiran Islam, sejarah dan perkembangannya kini dalam format Perkuliahan singkat.
Materi dan Pengajar akan dikelola oleh Sekolah Pemikiran Islam (SPI) yang sejak 2014 telah menghasilkan Alumni di kota Jakarta, Bandung dan Padang, dan akan terus berkembang.
* Metode kursus :
Perkuliahan singkat dan Diskusi.
* *Lama Perkuliahan* :
*3 (tiga) bulan.*
* Waktu :
Setiap hari SABTU,
jam 9.30 - 15.00 WIB *(Total : 12 kali pertemuan).*
* *Jumlah Materi* :
*24 Materi*
(Setiap Pertemuan :
2 Materi pengajaran).
*PESERTA.*
- Ikhwan dan Akhwat Aktivis Dakwah.
- Pengurus DKM dan Jamaah Masjid.
- Pengurus dan Anggota Ormas Islam.
- Pribadi Mukmin yang peduli terhadap upaya pembentengan Diri dan Keluarga Islami.
*MATERI KURSUS.*
- Ghazwul Fikri
- The Worldview of Islam
- Tauhidullaah
- Konsep Diin
- Wahyu dan Kenabian.
- Memahami Masyarakat Jahiliyyah
- Adab
- Fitnah Kubra
- Sejarah & Doktrin Syi’ah
- Mengenal Filsafat
- Sekularisme
- Nativisasi
- Pluralisme Agama
- Konsep Gender
- Hakikat Manusia
- Hakikat Kebahagiaan
- The Golden Age of Islam
- Dakwah Islam.
*TIM PENGAJAR.*
Pengajar adalah Spesialis di bidang kajian masing-masing, bekerjasama dengan INSISTS (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization).
Dr. Syamsuddin Arif (INSISTS)
Dr. Wido Supraha (INSISTS, MUI)
Dr. Tiar Anwar Bachtiar (MIUMI)
Dr. Wendi Zarman (PIMPIN Bandung)
Dr. Nashruddin Syarief (PERSIS)
Ahmad Rofiqi, M.Pd.I. (DDII)
Akmal Sjafril, M.Pd.I. (INSISTS)
Asep Sobari, Lc. (INSISTS, SCI), dan lainnya.
*BIAYA KURSUS.*
Rp 1.200.000/per-peserta.
(* Hanya senilai Rp 50.000/per-sesi Materi).
*HAK PESERTA.*
- Mengikuti Sesi Perkuliahan.
Selama 3 (tiga) bulan : 12 Sesi Pertemuan. Jumlah : 24 Materi Perkuliahan.
- Handout Materi.
- Makan Siang (12X).
- Sertifikat keikutsertaan.
*TEMPAT KURSUS*.
Di BSD, Serpong, Tangerang Selatan.
*WAKTU PENDAFTARAN.*
Pendaftaran :
*1 - 22 September 2017.*
Rencana Perkuliahan :
Oktober - Januari 2018.
Sesi pertama :
7 Oktober 2017.
TEMPAT TERBATAS.
*INFORMASI & PENDAFTARAN* :
(WA/SMS) : 0816 115 8797
*AYO ! KINI SAATNYA KITA JAGA DIRI, KELUARGA dan JAMAAH MASJID dari Bahaya Kesesatan Pemikiran di sekitar kita.*
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
/Panitia SPI-FMMB.
LATARBELAKANG.
Mencermati keprihatinan kondisi ummat Islam dan berawal dari kegelisahan sejumlah aktivis Dakwah akan *semakin meluasnya medan pertempuran 'Ghazwul Fikri' (perang pemikiran)*, dalam rangka melahirkan Pribadi Mukmin yang peduli dengan kondisi ummat, Aktivis-aktivis Dakwah serta Pengurus Masjid dan Ormas Islam yang paham, berwawasan luas dan tangkas dalam membela agama,
* *FMMB bersama SEKOLAH PEMIKIRAN ISLAM (SPI)* dan Islamic Leadership & Management Indonesia (ILMI), *bekerjasama dengan ICMI Tangsel, Dewan Dakwah (DDII) Tangsel*, Kelompok Pengkajian & Studi Islam (KPSI) berencana mengadakan :
*STUDI PEMIKIRAN ISLAM* Short Course of Islamic Thought.
Kursus ini akan membahas secara mendalam mengenai Pemikiran Islam, sejarah dan perkembangannya kini dalam format Perkuliahan singkat.
Materi dan Pengajar akan dikelola oleh Sekolah Pemikiran Islam (SPI) yang sejak 2014 telah menghasilkan Alumni di kota Jakarta, Bandung dan Padang, dan akan terus berkembang.
* Metode kursus :
Perkuliahan singkat dan Diskusi.
* *Lama Perkuliahan* :
*3 (tiga) bulan.*
* Waktu :
Setiap hari SABTU,
jam 9.30 - 15.00 WIB *(Total : 12 kali pertemuan).*
* *Jumlah Materi* :
*24 Materi*
(Setiap Pertemuan :
2 Materi pengajaran).
*PESERTA.*
- Ikhwan dan Akhwat Aktivis Dakwah.
- Pengurus DKM dan Jamaah Masjid.
- Pengurus dan Anggota Ormas Islam.
- Pribadi Mukmin yang peduli terhadap upaya pembentengan Diri dan Keluarga Islami.
*MATERI KURSUS.*
- Ghazwul Fikri
- The Worldview of Islam
- Tauhidullaah
- Konsep Diin
- Wahyu dan Kenabian.
- Memahami Masyarakat Jahiliyyah
- Adab
- Fitnah Kubra
- Sejarah & Doktrin Syi’ah
- Mengenal Filsafat
- Sekularisme
- Nativisasi
- Pluralisme Agama
- Konsep Gender
- Hakikat Manusia
- Hakikat Kebahagiaan
- The Golden Age of Islam
- Dakwah Islam.
*TIM PENGAJAR.*
Pengajar adalah Spesialis di bidang kajian masing-masing, bekerjasama dengan INSISTS (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization).
Dr. Syamsuddin Arif (INSISTS)
Dr. Wido Supraha (INSISTS, MUI)
Dr. Tiar Anwar Bachtiar (MIUMI)
Dr. Wendi Zarman (PIMPIN Bandung)
Dr. Nashruddin Syarief (PERSIS)
Ahmad Rofiqi, M.Pd.I. (DDII)
Akmal Sjafril, M.Pd.I. (INSISTS)
Asep Sobari, Lc. (INSISTS, SCI), dan lainnya.
*BIAYA KURSUS.*
Rp 1.200.000/per-peserta.
(* Hanya senilai Rp 50.000/per-sesi Materi).
*HAK PESERTA.*
- Mengikuti Sesi Perkuliahan.
Selama 3 (tiga) bulan : 12 Sesi Pertemuan. Jumlah : 24 Materi Perkuliahan.
- Handout Materi.
- Makan Siang (12X).
- Sertifikat keikutsertaan.
*TEMPAT KURSUS*.
Di BSD, Serpong, Tangerang Selatan.
*WAKTU PENDAFTARAN.*
Pendaftaran :
*1 - 22 September 2017.*
Rencana Perkuliahan :
Oktober - Januari 2018.
Sesi pertama :
7 Oktober 2017.
TEMPAT TERBATAS.
*INFORMASI & PENDAFTARAN* :
(WA/SMS) : 0816 115 8797
*AYO ! KINI SAATNYA KITA JAGA DIRI, KELUARGA dan JAMAAH MASJID dari Bahaya Kesesatan Pemikiran di sekitar kita.*
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
/Panitia SPI-FMMB.
Khutbah Jum'at: Rohingya Kembali Memanggil Kita
Rubrik: Khutbah Jum'at, Sejarah | Kontributor: Dr. Wido Supraha
Sebanyak 12.000 pengungsi Rohingya di Indonesia, 87.000 pengungsi yang berlari ke Bangladesh, hingga ratusan ribu yang berada di kamp-kamp pengungsian, menantikan sikap kaum muslimin di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Baca selengkapnya di: http://bit.ly/2eE4Gtm
Rubrik: Khutbah Jum'at, Sejarah | Kontributor: Dr. Wido Supraha
Sebanyak 12.000 pengungsi Rohingya di Indonesia, 87.000 pengungsi yang berlari ke Bangladesh, hingga ratusan ribu yang berada di kamp-kamp pengungsian, menantikan sikap kaum muslimin di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Baca selengkapnya di: http://bit.ly/2eE4Gtm
Wido Supraha
Photo
📚 *BERBUAT BAIKLAH SEKECIL APAPUN*
📖 Allah ﷻ berfirman dalam Surat Az-Zalzalah [9] ayat 7-8:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ
وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
📌 _Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya._
📌 _Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya._
📖 Nabi Muhammad ﷺ pernah bersabda,
أهل المعروف في الدنيا، هم أهل المعروف في الآخرة | و أهل المنكر في الدنيا هم أهل امنكر في الآخرة
_Pelaku kebaikan di dunia, akan mendapatkan kebaikan di Akhirat | Pelaku keburukan di dunia, akan mendapatkan keburukan di Akhirat._
(HR. Al-Bukhari dari Qabidhah bin Burmah al-Asdi | Adab al-Mufrad)
💡 _Jangan tinggalkan kebaikan sekecil apapun namun tinggalkan keburukan sekecil apapun._
🌎 supraha.com
⚜ Join Channel: t.me/supraha
📺 adabinsanmulia.org/tv
📖 Allah ﷻ berfirman dalam Surat Az-Zalzalah [9] ayat 7-8:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ
وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
📌 _Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya._
📌 _Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya._
📖 Nabi Muhammad ﷺ pernah bersabda,
أهل المعروف في الدنيا، هم أهل المعروف في الآخرة | و أهل المنكر في الدنيا هم أهل امنكر في الآخرة
_Pelaku kebaikan di dunia, akan mendapatkan kebaikan di Akhirat | Pelaku keburukan di dunia, akan mendapatkan keburukan di Akhirat._
(HR. Al-Bukhari dari Qabidhah bin Burmah al-Asdi | Adab al-Mufrad)
💡 _Jangan tinggalkan kebaikan sekecil apapun namun tinggalkan keburukan sekecil apapun._
🌎 supraha.com
⚜ Join Channel: t.me/supraha
📺 adabinsanmulia.org/tv
📆 Jumat , 17 Dzulhijjah 1438H / 08 September 2017
📚 *DUNIA ISLAM*
📝 Pemateri: *Ustadz DR. Wido Supraha*
📋 *Rohingya Kembali Memanggil Kita*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
الحمد لله الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق وأيده بالحفظ والنصرة، وأعزّ أصحابه الطيبين الطاهرين والصلاة والسلام على سيد الأولين والآخرين، إمام الغر المحجلين، سيدنا محمد الأمين، وعلى آله وأصحابه الميامين . اشهد ان لا إله إلا الله وأشهد ان محمد رسول الله . اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ وَنَصَرَهُ وَوَالاَهُ. أَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ اللهِ, أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّاىَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى
_Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,_
Nabi Muhammad ﷺ telah berpesan kepada kita, umatnya, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.,
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
Siapa yang membantu menyelesaikan kesulitan seorang mukmin dari sebuah kesulitan di antara berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan salah satu kesulitan di antara berbagai kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim Allah akan tutupkan aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hambaNya selama hambaNya itu menolong saudaranya. (HR. Muslim No. 2699)
Nabi Muhammad ﷺ juga telah berpesan,
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)’.” (HR. Al Bukhari No. 6011)
_Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,_
*Rohingya Kembali Memanggil Kita!*
Rohingya kembali bergolak memanggil saudaranya di seluruh dunia untuk melaksanakan pesan Rasulullah ﷺ di atas. Penderitaan umat Islam di Rohingya semakin bergolak bulan ini ditandai dengan aksi represif dan diduga kembali telah melakukan pemerkosaan kepada para muslimah, penyiksaan, pembakaran desa hingga pembunuhan.
12.000 pengungsi Rohingya di Indonesia, 87.000 pengungsi yang berlari ke Bangladesh, hingga ratusan ribu lainnya, baik yang berada di kamp-kamp pengungsian maupun di tempat lain yang tidak diketahui, menantikan sikap kaum muslimin di seluruh dunia, termasuk Indonesia.[1] Mereka digelari warga negara illegal oleh Pemerintah Myanmar sejak berlakunya Burmese Nationality Law (1982 Citizenship Act).
_Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,_
*Rohingya Kembali Memanggil Kita!*
Ketika Pemerintah Myanmar mengkampanyekan bahwa penduduk Muslim Rohingya adalah pendatang baru dari subkontinen India, dan sehingga mereka tidak berhak mendapatkan kewarganegaraan Myanmar maka penelitian para ahli sejarah justeru menegaskan bahwa mereka telah tinggal di sana minimal sejak abad ke-12 M, jauh sebelum negara Myanmar ada, bahkan peta kuno otentik seperti cetakan tahun 1829 dan 1901 masih menetapkan Arakan sebagai wilayah terpisah dari Burma.[2] Lebih awal lagi, Abu Tahay, dari Union Nationals Development Party (UNDP) Myanmar, pada 29 Juli 2013 merilis hasil penelitiannya bahwa Rohingya merupakan warga asli keturunan Indo-Arya yang memeluk Islam di abad ke-8 M, dan mewarisi darah campuran Arab pada periode 788-801 M, Persia pada periode 700-1500 M, dan Bengali pada periode 1400-1736 M, ditambah Mughal pada abad ke-16 M.[3] Fakta ini menunjukkan bahwa dakwah Islam telah menyentuh wilayah Arakan sejak abad ke-8 M.
Ketika ban
📚 *DUNIA ISLAM*
📝 Pemateri: *Ustadz DR. Wido Supraha*
📋 *Rohingya Kembali Memanggil Kita*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
الحمد لله الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق وأيده بالحفظ والنصرة، وأعزّ أصحابه الطيبين الطاهرين والصلاة والسلام على سيد الأولين والآخرين، إمام الغر المحجلين، سيدنا محمد الأمين، وعلى آله وأصحابه الميامين . اشهد ان لا إله إلا الله وأشهد ان محمد رسول الله . اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ وَنَصَرَهُ وَوَالاَهُ. أَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ اللهِ, أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّاىَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى
_Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,_
Nabi Muhammad ﷺ telah berpesan kepada kita, umatnya, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.,
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
Siapa yang membantu menyelesaikan kesulitan seorang mukmin dari sebuah kesulitan di antara berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan salah satu kesulitan di antara berbagai kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim Allah akan tutupkan aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hambaNya selama hambaNya itu menolong saudaranya. (HR. Muslim No. 2699)
Nabi Muhammad ﷺ juga telah berpesan,
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)’.” (HR. Al Bukhari No. 6011)
_Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,_
*Rohingya Kembali Memanggil Kita!*
Rohingya kembali bergolak memanggil saudaranya di seluruh dunia untuk melaksanakan pesan Rasulullah ﷺ di atas. Penderitaan umat Islam di Rohingya semakin bergolak bulan ini ditandai dengan aksi represif dan diduga kembali telah melakukan pemerkosaan kepada para muslimah, penyiksaan, pembakaran desa hingga pembunuhan.
12.000 pengungsi Rohingya di Indonesia, 87.000 pengungsi yang berlari ke Bangladesh, hingga ratusan ribu lainnya, baik yang berada di kamp-kamp pengungsian maupun di tempat lain yang tidak diketahui, menantikan sikap kaum muslimin di seluruh dunia, termasuk Indonesia.[1] Mereka digelari warga negara illegal oleh Pemerintah Myanmar sejak berlakunya Burmese Nationality Law (1982 Citizenship Act).
_Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,_
*Rohingya Kembali Memanggil Kita!*
Ketika Pemerintah Myanmar mengkampanyekan bahwa penduduk Muslim Rohingya adalah pendatang baru dari subkontinen India, dan sehingga mereka tidak berhak mendapatkan kewarganegaraan Myanmar maka penelitian para ahli sejarah justeru menegaskan bahwa mereka telah tinggal di sana minimal sejak abad ke-12 M, jauh sebelum negara Myanmar ada, bahkan peta kuno otentik seperti cetakan tahun 1829 dan 1901 masih menetapkan Arakan sebagai wilayah terpisah dari Burma.[2] Lebih awal lagi, Abu Tahay, dari Union Nationals Development Party (UNDP) Myanmar, pada 29 Juli 2013 merilis hasil penelitiannya bahwa Rohingya merupakan warga asli keturunan Indo-Arya yang memeluk Islam di abad ke-8 M, dan mewarisi darah campuran Arab pada periode 788-801 M, Persia pada periode 700-1500 M, dan Bengali pada periode 1400-1736 M, ditambah Mughal pada abad ke-16 M.[3] Fakta ini menunjukkan bahwa dakwah Islam telah menyentuh wilayah Arakan sejak abad ke-8 M.
Ketika ban
yak sebagian manusia yang meragukan adanya unsur kebencian agama di Rohingya, Paus Fransiskus dalam khutbah mingguannya di Vatikan justeru menegaskan menegaskan bahwa derita Rohingya disebabkan kebencian agama:
_“They had been tortured and killed simply because they wanted to keep their culture and Muslim faith. … They have been thrown out of Myanmar, moved from one place to the other because no one wants them. But they are good people, peaceful people.”_
“Mereka menderita bertahun-tahun, mereka disiksa, dibunuh hanya karena mereka ingin menjalani budaya dan keyakinan muslim mereka. … Mereka diusir dari Myanmar, berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya karena tidak ada yang menginginkan mereka. Tapi mereka orang-orang baik, orang-orangcinta damai.”[4]
Fakta ini menegaskan bahwa umat beragama sudah semestinya membenci kejahatan kemanusiaan dalam bentuk apapun.
_Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,_
*Rohingya Kembali Memanggil Kita!*
Negara Burma yang merubah namanya menjadi Myanmar pada 18 Juni 1989 dan berbatasan langsung dengan Bangladesh, India dan Teluk Benggala di sebelah Barat, dengan Laut Andaman di sebelah Selatan, dengan China di sebelah Utara, dan dengan Laos, Thailand, dan China di sebelah Timur ini, dihuni oleh 50 juta orang penduduk, dengan minimal 4.3%-nya adalah Muslim, sudah termasuk perkiraan 1.090.000 jiwa di Rakhine yang sengaja tidak disensus Pemerintah pada tahun 2014. Populasi Muslim terbesar terdapat di wilayah Arakan, wilayah yang memanjang sejauh 560 km sepanjang Pantai Timur Teluk Bengali, yang secara letak geografis terisolasi oleh serangkaian perbukitan yang memanjang dan sulit dilalui. Wilayah ini baru dikuasai oleh Kerajaan Burma di akhir abad ke-18 M, dan kemudian disebut Propinsi Rakhine.
Moshe Yegar memaparkan hasil penelitiannya dalam bukunya yang berjudulBetween Integration and Secession: The Muslim Communities of the Southern Philippines, Shouthern Thailand, and Western Burma/Myanmar. Di antara hasil penelitiannya adalah bahwa Bengali menjadi Muslim di tahun 1203 M., dan menjadi titik terjauh penyebaran Islam di Bagian Timur saat itu. Mulai abad ke-14 hingga abad ke-18 M, sejarah Arakan sangat didominasi oleh Muslim Bengali. Di tahun 1430, Kesultanan Bengali, Raja Ahmad Shah, membantu Raja Narameikhla (1404-1434 M) kembali dari pengasingannya di Bengali ke Arakan[5]dengan menyertakan 50.000 pasukan Muslim untuk mengembalikan kekuasaan Kerajaan Arakan.
Raja Narameikhla meminta suaka kepada Raja Bengal saat diserang oleh Kerajaan Ava adalah karena hubungan baik yang terbangun antara Kerajaan Arakan dengan Kesultanan Bengali selama ini, dan Kerajaan Arakan yang merasa tidak terancam selama ini dengan keberadaan Kesultanan Muslim Bengali yang penuh kasih. Pertempuran antara Kerajaan Buddha seperti Ava dan Arakan ini terjadi karena runtuhnya Kerajaan Pagan Burma saat diinvasi Kerajaan Mongol di bawah Kubilai Khan, sehingga muncul banyak kerajaan-kerajaan kecil Buddha yang saling berebut wilayah di Burma.
Sebagai bentuk terima kasih, Raja Narameikhla (Sulaiman Shah) kemudian membagi sebagian wilayah teritorinya kepada Kesultanan Bengali dan mengakui kedaulatannya di wilayah tersebut, bahkan merestui gelar Muslim bagi diri dan kerajaannya, Sulaiman Shah. Koin logam Kesultanan Bengali pun akhirnya menjadi salah satu alat pembayaran resmi. Raja Narameikhla kemudian membuat koin logam baru dengan menuliskan nama Raja Burma di satu sisi, dan gelar Muslimnya di sisi lain dalam bahasa Persia. Arakan kemudian menjadi wilayah subordinat Bengali sampai tahun 1531 M. Setelah wilayah Arakan terpisah dari Kesultanan Bengali, ternyata 9 raja Arakan berikutnya masih tetap menggunakan gelar Muslim.[6] Fakta ini menegaskan kontribusi besar kaum muslimin dalam membangun peradaban ekonomi dan budaya di Arakan.
Ribuan pasukan Muslim yang dulu membersamai Raja Narameikhla kemudian menetap di Mraung (Mrauk-U) dan mendirikan Masjid Sandi Khan. Masjid ini di tahun 1960-an masih kokoh berdiri sebelum kemudian dihancurkan. Terdapat banyak masjid tua lainnya di Arakan seperti Masjid Badae Maqam
_“They had been tortured and killed simply because they wanted to keep their culture and Muslim faith. … They have been thrown out of Myanmar, moved from one place to the other because no one wants them. But they are good people, peaceful people.”_
“Mereka menderita bertahun-tahun, mereka disiksa, dibunuh hanya karena mereka ingin menjalani budaya dan keyakinan muslim mereka. … Mereka diusir dari Myanmar, berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya karena tidak ada yang menginginkan mereka. Tapi mereka orang-orang baik, orang-orangcinta damai.”[4]
Fakta ini menegaskan bahwa umat beragama sudah semestinya membenci kejahatan kemanusiaan dalam bentuk apapun.
_Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,_
*Rohingya Kembali Memanggil Kita!*
Negara Burma yang merubah namanya menjadi Myanmar pada 18 Juni 1989 dan berbatasan langsung dengan Bangladesh, India dan Teluk Benggala di sebelah Barat, dengan Laut Andaman di sebelah Selatan, dengan China di sebelah Utara, dan dengan Laos, Thailand, dan China di sebelah Timur ini, dihuni oleh 50 juta orang penduduk, dengan minimal 4.3%-nya adalah Muslim, sudah termasuk perkiraan 1.090.000 jiwa di Rakhine yang sengaja tidak disensus Pemerintah pada tahun 2014. Populasi Muslim terbesar terdapat di wilayah Arakan, wilayah yang memanjang sejauh 560 km sepanjang Pantai Timur Teluk Bengali, yang secara letak geografis terisolasi oleh serangkaian perbukitan yang memanjang dan sulit dilalui. Wilayah ini baru dikuasai oleh Kerajaan Burma di akhir abad ke-18 M, dan kemudian disebut Propinsi Rakhine.
Moshe Yegar memaparkan hasil penelitiannya dalam bukunya yang berjudulBetween Integration and Secession: The Muslim Communities of the Southern Philippines, Shouthern Thailand, and Western Burma/Myanmar. Di antara hasil penelitiannya adalah bahwa Bengali menjadi Muslim di tahun 1203 M., dan menjadi titik terjauh penyebaran Islam di Bagian Timur saat itu. Mulai abad ke-14 hingga abad ke-18 M, sejarah Arakan sangat didominasi oleh Muslim Bengali. Di tahun 1430, Kesultanan Bengali, Raja Ahmad Shah, membantu Raja Narameikhla (1404-1434 M) kembali dari pengasingannya di Bengali ke Arakan[5]dengan menyertakan 50.000 pasukan Muslim untuk mengembalikan kekuasaan Kerajaan Arakan.
Raja Narameikhla meminta suaka kepada Raja Bengal saat diserang oleh Kerajaan Ava adalah karena hubungan baik yang terbangun antara Kerajaan Arakan dengan Kesultanan Bengali selama ini, dan Kerajaan Arakan yang merasa tidak terancam selama ini dengan keberadaan Kesultanan Muslim Bengali yang penuh kasih. Pertempuran antara Kerajaan Buddha seperti Ava dan Arakan ini terjadi karena runtuhnya Kerajaan Pagan Burma saat diinvasi Kerajaan Mongol di bawah Kubilai Khan, sehingga muncul banyak kerajaan-kerajaan kecil Buddha yang saling berebut wilayah di Burma.
Sebagai bentuk terima kasih, Raja Narameikhla (Sulaiman Shah) kemudian membagi sebagian wilayah teritorinya kepada Kesultanan Bengali dan mengakui kedaulatannya di wilayah tersebut, bahkan merestui gelar Muslim bagi diri dan kerajaannya, Sulaiman Shah. Koin logam Kesultanan Bengali pun akhirnya menjadi salah satu alat pembayaran resmi. Raja Narameikhla kemudian membuat koin logam baru dengan menuliskan nama Raja Burma di satu sisi, dan gelar Muslimnya di sisi lain dalam bahasa Persia. Arakan kemudian menjadi wilayah subordinat Bengali sampai tahun 1531 M. Setelah wilayah Arakan terpisah dari Kesultanan Bengali, ternyata 9 raja Arakan berikutnya masih tetap menggunakan gelar Muslim.[6] Fakta ini menegaskan kontribusi besar kaum muslimin dalam membangun peradaban ekonomi dan budaya di Arakan.
Ribuan pasukan Muslim yang dulu membersamai Raja Narameikhla kemudian menetap di Mraung (Mrauk-U) dan mendirikan Masjid Sandi Khan. Masjid ini di tahun 1960-an masih kokoh berdiri sebelum kemudian dihancurkan. Terdapat banyak masjid tua lainnya di Arakan seperti Masjid Badae Maqam
, Masjid Diwan Moosa (dibangun 1258 Masehi), dan Masjid Wali Khan (dibangun abad ke 15 Masehi). Fakta sejarah ini menegaskan bahwa Muslim dan Budha telah berabad-abad lamanya hidup berdampingan secara damai di Arakan.
_Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,_
*Rohingya Kembali Memanggil Kita!*
Penggunaan kata Rohingya sebagaimana tulisan Jacques P. Leider di tahun 1799 berjudul A Comparative Vocabulary of Some of the Languages Spoken in the Burma Empire, berarti Warga Rohang, nama Muslim awal untuk Arakan.[7] Fakta ini menguatkan keberadaan Muslim Rohingya sejak awal.
Kerajaan Arakan baru mendapatkan serangan besar dari Kerajaan Moghul saat Putra Mahkota Shah Shuja yang melarikan diri dan meminta suaka ke Kerajaan Arakan, ternyat pada akhirnya nanti dibunuh Raja Arakan karena dituduh akan melakukan pemberontakan kepada Raja Sandathudama. Kerajaan Arakan pun akhirnya diambil alih oleh kekuatan Muslim dari sisa pasukan Shah Shuja. Kerajaan ini terus memerintah hingga direbut kembali oleh Raja Burma Bodawpaya tahun 1784. 40 tahun kemudian penjajah Inggris menguasai Burma melalui 3 periode perang: I (1824-1826), II (1852-1853), III (1885). Maka sejak 1885, mulailah Burma dijajah Inggris hingga terbentuk Negara Modern Burma di tahun 1948.
Moshe Yagar dalam karya penelitiannya yang lain berjudul Muslim of Burma menyebutkan bahwa di masa penjajahan Inggris, terjadi peningkatan populasi Muslim dari India. Komunitas Muslim ini sangat aktif dalam seluruh aktifitasnya. Mereka mendirikan Masjid, Sekolah Islam, surat kabar, dan organisasi-organisasi filantrofis, sesuatu yang belum dilakukan oleh Muslim sebelumnya dalam skala massif, dan warga lokal Arakan.[8]
_Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,_
*Rohingya Kembali Memanggil Kita!*
Dari seluruh fakta ilmiah sejarah di atas, tidak ada lagi alasan yang dapat diterima oleh dunia modern hari ini, untuk tidak mendukung dimasukkanya warga Muslim Arakan di Propinsi Rakhine sebagai Warga Myanmar. Apalagi diskriminasi yang telah berjalan bertahun-tahun ini hanya mengkhususukan kepada warga Muslim semata.
Dari seluruh fakta ilmiah sejarah di atas, tidak ada lagi alasan bahwa kaum muslim Rohingya, sebagaimana klaim rezim Militer Myanmar, baru masuk ke Arakan pada periode penjajahan Inggris saja. Padahal Ensiklopedia Myanmar (1964) telah mendeskripsikan secara detail tentang asal muasal populasi ini.[9] Bahkan di dalam buku Teks Geografi yang diterbitkan oleh Universitas Yangon dan diterbitkan Kementerian Pendidikan Myanmar di tahun 2008 menegaskan bahwa kaum minoritas Rohinggas telah hidup di sana sejak dahulu.[10]
Patut dipertanyakan mengapa Pemimpin Myanmar yang juga peraih Nobel Perdamaian, Aung San Suu Kyi berdiam diri atas pembantaian Muslim di Rohingya. Patut dipertanyakan, mengapa PBB tidak segera menurunkan pasukan perdamaian atas derita Muslim di Rohingya, dimana banyak di antara mereka harus meregang nyawa di tengah lautan yang ganas hanya tidak ada alternatif lain untuk melarikan diri.
Jika sosok non-Muslim, seperti Dr. Maung Zarni, seorang Buddhis eks warga Myanmar yang sekarang tinggal di Inggris, sangat bersungguh-sungguh bersama istrinya, Alice, sehari-hari aktif menyuarakan aksi genosida perlahan-lahan[11] yang dilakukan Pemerintah Myanmar terhadap Muslim Rohingya di dunia internasional melalui kajian akademik dan literasi, bagaimana dengan kita kaum muslimin?
_Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,_
*Rohingya Kembali Memanggil Kita!*
Apa yang terjadi di Myanmar adalah Kejahatan Kemanusiaan (Crime Against Humanity) dan pembersihan etnis dan pemusnahan suku bangsa (Genocide), sebagaimana hasil penelitian pakar Hukum di Indonesia, Heru Susetyo Nuswanto sejak tahun 2008. Rohingya adalah kaum minoritas yang paling teraniaya di dunia (the world’s most persecuted minority), sebagaimana penelitian Lindsey N. Kingston yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.[12]
Jika Barat terlihat tidak terlalu garang atas darurat kemanusiaan yang terjadi di Rohingya, besar kemungkinan karena korbannya adalah Muslim.
Namun, jika Muslim tetap tidak mau tahu de
_Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,_
*Rohingya Kembali Memanggil Kita!*
Penggunaan kata Rohingya sebagaimana tulisan Jacques P. Leider di tahun 1799 berjudul A Comparative Vocabulary of Some of the Languages Spoken in the Burma Empire, berarti Warga Rohang, nama Muslim awal untuk Arakan.[7] Fakta ini menguatkan keberadaan Muslim Rohingya sejak awal.
Kerajaan Arakan baru mendapatkan serangan besar dari Kerajaan Moghul saat Putra Mahkota Shah Shuja yang melarikan diri dan meminta suaka ke Kerajaan Arakan, ternyat pada akhirnya nanti dibunuh Raja Arakan karena dituduh akan melakukan pemberontakan kepada Raja Sandathudama. Kerajaan Arakan pun akhirnya diambil alih oleh kekuatan Muslim dari sisa pasukan Shah Shuja. Kerajaan ini terus memerintah hingga direbut kembali oleh Raja Burma Bodawpaya tahun 1784. 40 tahun kemudian penjajah Inggris menguasai Burma melalui 3 periode perang: I (1824-1826), II (1852-1853), III (1885). Maka sejak 1885, mulailah Burma dijajah Inggris hingga terbentuk Negara Modern Burma di tahun 1948.
Moshe Yagar dalam karya penelitiannya yang lain berjudul Muslim of Burma menyebutkan bahwa di masa penjajahan Inggris, terjadi peningkatan populasi Muslim dari India. Komunitas Muslim ini sangat aktif dalam seluruh aktifitasnya. Mereka mendirikan Masjid, Sekolah Islam, surat kabar, dan organisasi-organisasi filantrofis, sesuatu yang belum dilakukan oleh Muslim sebelumnya dalam skala massif, dan warga lokal Arakan.[8]
_Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,_
*Rohingya Kembali Memanggil Kita!*
Dari seluruh fakta ilmiah sejarah di atas, tidak ada lagi alasan yang dapat diterima oleh dunia modern hari ini, untuk tidak mendukung dimasukkanya warga Muslim Arakan di Propinsi Rakhine sebagai Warga Myanmar. Apalagi diskriminasi yang telah berjalan bertahun-tahun ini hanya mengkhususukan kepada warga Muslim semata.
Dari seluruh fakta ilmiah sejarah di atas, tidak ada lagi alasan bahwa kaum muslim Rohingya, sebagaimana klaim rezim Militer Myanmar, baru masuk ke Arakan pada periode penjajahan Inggris saja. Padahal Ensiklopedia Myanmar (1964) telah mendeskripsikan secara detail tentang asal muasal populasi ini.[9] Bahkan di dalam buku Teks Geografi yang diterbitkan oleh Universitas Yangon dan diterbitkan Kementerian Pendidikan Myanmar di tahun 2008 menegaskan bahwa kaum minoritas Rohinggas telah hidup di sana sejak dahulu.[10]
Patut dipertanyakan mengapa Pemimpin Myanmar yang juga peraih Nobel Perdamaian, Aung San Suu Kyi berdiam diri atas pembantaian Muslim di Rohingya. Patut dipertanyakan, mengapa PBB tidak segera menurunkan pasukan perdamaian atas derita Muslim di Rohingya, dimana banyak di antara mereka harus meregang nyawa di tengah lautan yang ganas hanya tidak ada alternatif lain untuk melarikan diri.
Jika sosok non-Muslim, seperti Dr. Maung Zarni, seorang Buddhis eks warga Myanmar yang sekarang tinggal di Inggris, sangat bersungguh-sungguh bersama istrinya, Alice, sehari-hari aktif menyuarakan aksi genosida perlahan-lahan[11] yang dilakukan Pemerintah Myanmar terhadap Muslim Rohingya di dunia internasional melalui kajian akademik dan literasi, bagaimana dengan kita kaum muslimin?
_Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,_
*Rohingya Kembali Memanggil Kita!*
Apa yang terjadi di Myanmar adalah Kejahatan Kemanusiaan (Crime Against Humanity) dan pembersihan etnis dan pemusnahan suku bangsa (Genocide), sebagaimana hasil penelitian pakar Hukum di Indonesia, Heru Susetyo Nuswanto sejak tahun 2008. Rohingya adalah kaum minoritas yang paling teraniaya di dunia (the world’s most persecuted minority), sebagaimana penelitian Lindsey N. Kingston yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.[12]
Jika Barat terlihat tidak terlalu garang atas darurat kemanusiaan yang terjadi di Rohingya, besar kemungkinan karena korbannya adalah Muslim.
Namun, jika Muslim tetap tidak mau tahu de
ngan persoalan Rohingya, bagaimana kita mempertanggungjawabkan diri di hadapan Ilahi Rabbi?
Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-Hujurāt [49] ayat 10:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.
Nabi Muhammad ﷺ mengingatkan kita sebagai umatnya dalam sebuah hadits dengan derajah lemah namun diriwayatkan dari banyak jalur,
مَن لَمْ يهتَمَّ بأمرِ المُسلِمينَ فليس منهم
Barangsiapa yang tidak memperhatikan urusan kaum Muslimin, maka dia bukan golongan mereka. (HR. Thabrani dalamMu’jam ash-Shagir hal. 188)
_Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,_
*Rohingya Kembali Memanggil Kita!*
Kaum muslimin tidak bisa menggantungkan harapannya kepada para pemimpin Barat dan PBB, karena sepanjang sejarah, kaum muslimin hanya akan dihormati dan berada dalam posisi terhormat hanya jika kaum muslimin bersatu dalam tali keimanan agama Allah, tanpa terbatasi sekat-sekat kenegaraan.
Mari kita dorong pemerintah NKRI yang berdaulat untuk berkontribusi aktif dalam melawan segala bentuk penjajahan di atas muka bumi, menginisiasi terlaksananya pertemuan darurat negara-negara ASEAN, OKI dan PBB khususnya untuk menyelamatkan warga sipil yang tidak bersenjata.
Mari kita ciptakan kebersamaan negeri-negeri kaum Muslimin pada khususnya, dan negeri-negeri pendukung tegaknya kemanusiaan pada umumnya, untuk memberi rasa aman kepada kaum muslimin Rohingya, menekan Pemerintah Myanmar agar mau memberi status kewarganegaraan untuk Muslim Rohingya sebagai bagian integral dari Negara Myanmar yang demokratis, serta membuka keran akses kemanusiaan ke wilayah tersebut.
Mari kita salurkan shadaqah kita kepada lembaga-lembaga sosial yang kredibel dan amanah untuk membantu kebutuhan kaum muslimin di Rohingya.
Bersama kita satukan hati, satukan fikir dan satukan gerak untuk menyelamatkan saudara kita di Rohingya.
*Doa*
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَخْلَعُ مَنْ يَفْجُرُكَ،
اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُد، ولَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُد، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنحْفِدُ، نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ، إنَّ عَذَابَكَ الجِدَّ بالكُفَّارِ مُلْحِقٌ
Ya Allah kami memohon pertolongan kepada-Mu, beristighfar kepada-Mu dan tidak kufur pada-Mu, kami beriman kepada-Mu dan berlepas dari orang yang bermaksiat kepada-Mu. Ya Allah hanya kepada-Mulah kami beribadah, shalat dan sujud, kepada Engkau kami beramal dan berusaha, kami mengharap rahmat-Mu dan takut akan adzab-Mu. Sesungguhnya adzab-Mu pasti sampai pada orang kafir.
اللهُمَّ أَعِزَّ الإسْلَامَ وَالْمُسلمين، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْن
اللَّهُمَّ أَنْجِ الْمُؤْمِنِينَ فِى بورما خَاصَّةً وَفِى أَنْـحَاءِ بُلْدَانِ المْـُؤْمِنِيْنَ عَامّةً
Ya Allah muliakanlah Islam dan kaum muslimin, dan hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrikin. Ya Allah hancurkan musuh-musuh-Mu yang merupakan musuh-musuh agama (Islam).
Ya Allah, selamatkan orang-orang beriman di Burma pada khususnya, dan di negeri-negeri orang-orang beriman lainnya.
أَللَّهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَى الْكُفَّارِ وَشُرَكَائِهِمْ وَشَطِّطْ شَمْلَهُمْ وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ أَللَّهُمَّ إِهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ
Ya Allah keraskanlah pijakan-Mu atas orang-orang kafir dan sekutu-sekutunya, dan goncangkanlah mereka, dan cerai-beraikanlah kesatuan mereka. Ya Allah, hancurkanlah mereka dan porak-porandakanlah mereka.
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Dipersembahkan oleh:
http://www.manis.id
📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c
Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-Hujurāt [49] ayat 10:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.
Nabi Muhammad ﷺ mengingatkan kita sebagai umatnya dalam sebuah hadits dengan derajah lemah namun diriwayatkan dari banyak jalur,
مَن لَمْ يهتَمَّ بأمرِ المُسلِمينَ فليس منهم
Barangsiapa yang tidak memperhatikan urusan kaum Muslimin, maka dia bukan golongan mereka. (HR. Thabrani dalamMu’jam ash-Shagir hal. 188)
_Ma’āsyiral Muslimīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,_
*Rohingya Kembali Memanggil Kita!*
Kaum muslimin tidak bisa menggantungkan harapannya kepada para pemimpin Barat dan PBB, karena sepanjang sejarah, kaum muslimin hanya akan dihormati dan berada dalam posisi terhormat hanya jika kaum muslimin bersatu dalam tali keimanan agama Allah, tanpa terbatasi sekat-sekat kenegaraan.
Mari kita dorong pemerintah NKRI yang berdaulat untuk berkontribusi aktif dalam melawan segala bentuk penjajahan di atas muka bumi, menginisiasi terlaksananya pertemuan darurat negara-negara ASEAN, OKI dan PBB khususnya untuk menyelamatkan warga sipil yang tidak bersenjata.
Mari kita ciptakan kebersamaan negeri-negeri kaum Muslimin pada khususnya, dan negeri-negeri pendukung tegaknya kemanusiaan pada umumnya, untuk memberi rasa aman kepada kaum muslimin Rohingya, menekan Pemerintah Myanmar agar mau memberi status kewarganegaraan untuk Muslim Rohingya sebagai bagian integral dari Negara Myanmar yang demokratis, serta membuka keran akses kemanusiaan ke wilayah tersebut.
Mari kita salurkan shadaqah kita kepada lembaga-lembaga sosial yang kredibel dan amanah untuk membantu kebutuhan kaum muslimin di Rohingya.
Bersama kita satukan hati, satukan fikir dan satukan gerak untuk menyelamatkan saudara kita di Rohingya.
*Doa*
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَخْلَعُ مَنْ يَفْجُرُكَ،
اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُد، ولَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُد، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنحْفِدُ، نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ، إنَّ عَذَابَكَ الجِدَّ بالكُفَّارِ مُلْحِقٌ
Ya Allah kami memohon pertolongan kepada-Mu, beristighfar kepada-Mu dan tidak kufur pada-Mu, kami beriman kepada-Mu dan berlepas dari orang yang bermaksiat kepada-Mu. Ya Allah hanya kepada-Mulah kami beribadah, shalat dan sujud, kepada Engkau kami beramal dan berusaha, kami mengharap rahmat-Mu dan takut akan adzab-Mu. Sesungguhnya adzab-Mu pasti sampai pada orang kafir.
اللهُمَّ أَعِزَّ الإسْلَامَ وَالْمُسلمين، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْن
اللَّهُمَّ أَنْجِ الْمُؤْمِنِينَ فِى بورما خَاصَّةً وَفِى أَنْـحَاءِ بُلْدَانِ المْـُؤْمِنِيْنَ عَامّةً
Ya Allah muliakanlah Islam dan kaum muslimin, dan hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrikin. Ya Allah hancurkan musuh-musuh-Mu yang merupakan musuh-musuh agama (Islam).
Ya Allah, selamatkan orang-orang beriman di Burma pada khususnya, dan di negeri-negeri orang-orang beriman lainnya.
أَللَّهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَى الْكُفَّارِ وَشُرَكَائِهِمْ وَشَطِّطْ شَمْلَهُمْ وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ أَللَّهُمَّ إِهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ
Ya Allah keraskanlah pijakan-Mu atas orang-orang kafir dan sekutu-sekutunya, dan goncangkanlah mereka, dan cerai-beraikanlah kesatuan mereka. Ya Allah, hancurkanlah mereka dan porak-porandakanlah mereka.
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Dipersembahkan oleh:
http://www.manis.id
📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c
Pagi ini, Allah kembali hidupkan kita, yuk bersyukur dan beribadah. Alhamdulillāhilladzī ahyānā ba'da mā amātanā wa ilaihinnusyūr.