Wido Supraha
4.02K subscribers
1.08K photos
159 videos
375 files
1.57K links
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
Download Telegram
Audio
Wido Supraha - Jawaban Mendisiplinkan Anak
🇮🇩 *#IndonesiaBangkit*
Renungan Pasca Kemerdekaan Ustadz Abdushshomad agar Rakyat Memiliki Adab kepada Mereka yang berjasa kepada Kemerdekaan Indonesia

https://goo.gl/Vtr3T7
Audio
Wido Supraha - Khutbah - Mensyukuri Kemerdekaan @KPUPusat
Sahabat, berikut saya share materi Sirah Nabawiyah mengupas tentang rahasia di balik Surat Menyurat Nabi kepada 7 Negara atau Kerajaan.
Audio
Wido Supraha - Sirah Nabawiyah - Surat Menyurat Politik dan Dakwah
@MasjidNurulFaizin
Sahabat, berikut saya share materi Hak Bertetangga dalam kajian malam ini bakda Isya.
Audio
Wido Supraha - Hak Bertetangga
Wido Supraha
Wido Supraha - Hak Bertetangga
Berikut ini catatan dari salah seorang ikhwah terkait materi Hak Bertetangga yang disampaikan:

*Materi : Hak Bertetangga*

Oleh : Dr. Wido Supraha

(Ahad, 20 Agustus 2017)

1. Ikhwah adalah pribadi yang senang berkumpul dan bersosialisasi dg masyarakat. Oleh karenanya, harus mempunyai kepribadian yang kuat, sehingga dapat memberikan warna yang baik kepada masyarakat.

2. Pepatah Arab mengatakan bahwa *Lihat Tetangga, sebelum rumahnya*. Perhatikanlah lingkungannya terlebih dahulu, baru kemudian lihat rumahnya (harganya, tipenya dan kualitas bangunannya).

3. Tetangga adalah Ayat Ayat Allah. Adabnya adalah mencintai, memuliakan dan menghormatinya.

4. Dalam Al-Quran, surah An-Nisa ayat 36 :

. وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Artinya :
Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, *tetangga dekat dan tetangga jauh*, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri,

5. Rasulullah seringkali diingatkan oleh Malaikat Jibril mengenai hak hak dgn adab dalam bertetangga. Sehingga Rasulullah sempat berkata karena seringnya diingatkan mengenai hak tetangga, seakan akan aku akan berwasiat kepada tetangga (mendapatkan wasiat).

6. Prinsipnya adalah jangan sampai keberadaan kita membuat tetangga kita menjadi tidak nyaman.

7. Agama ini mengajarkan empati dalam bertetangga. Tidak hanya kepada yang muslim saja, tetapi juga kepada yang Non Muslim.

8. Bantulah tetangga kita.

9. Tetaplah berbuat baik kepada tetangga kita, walaupun mereka belum sholeh atau berbuat baik. Mudah mudahan dgn wasilah kita berbuat baik kepadanya, akan menjadikannya ke jalan yang lebih baik.

10. Ciri orang beriman adalah : *berbuat baik kepada tetangga, muliakan tamu dan berbicaralah yang baik atau diam.*

Agama ini mengajarkan agar kita berpikir terlebih dahulu, sebelum berbicara, agar tidak menyakiti hati tetangga.

11. Berilah hadiah kepada tetangga terdekat. Tetangga terdekat adalah tetangga yang paling dekat pintunya dengan pintu rumahmu.

12. Dalam bertetangga harus ada adab-adabnya.

Note:
---------
Suami (laki laki) dekat dengan suami (laki laki) tetangganya, Istri (perempuan) dekat dengan istri (perempuan) tetangga. Jangan sebaliknya.
Wido Supraha
Wido Supraha - Sirah Nabawiyah - Surat Menyurat Politik dan Dakwah @MasjidNurulFaizin
Berikut ana share ringkasan kajian yang disusun oleh salah satu pengurus DKM yang menghadiri majelis ilmu tadi.

🎞 *Kajian Sirah Nabawiyah*
🕌 *Masjid​ Nurul Faizin*
🗓 *20 Agustus 2017/28 Dzulqa'da 1438 H*
*18.24-19.10 WIB*
👳🏼 *Dr. Wido Supraha*

📚 Tema: Diplomasi Politik Nabi Pasca Perjanjian Hudaibiyah

📌 Nabi ﷺ mengirim surat politik ke Mesir. Raja Mesir menghadiahkan Mariah (dijadikan istri Nabi ﷺ) dan Sirrin, serta 1 ekor bighal. Terjadi hubungan saudara antara Arab dan Mesir.

📌Nabi ﷺ menulis surat kepada Raja Persia Kisra. Penganut Persia mayoritas agama Majusi (penyembah api). Isi surat mengajak masuk Islam. Sahabat Abdullah bin Huzafah as-Sahmi membawa surat Nabi ﷺ melalui Raja Bahrain ke Raja Kisra.

📌Setelah diserahkan, surat dirobek oleh Raja Kisra. Mendengar kabar tsb, Nabi ﷺ berdoa, "Semoga Allah merobek-robek kerajaannya." Raja Kisra memerintahkan Raja Bazan di Yaman untuk mengirim 2 laki-laki terbaik utk membawa Nabi ﷺ ke Raja Kisra. Tak berselang lama setelah Nabi ﷺ berdoa, ada pemberontakan besar di Persia oleh anak Kisra sendiri. Raja Kisra dibunuh. Nabi ﷺ mendapatkan berita ini dari wahyu.

📌Dua orang utusan Raja Bazan itu kembali melaporkan hasil pertemuan nya dengan Nabi, dan Badzan kemudian masuk Islam krn mengetahui doa Nabi yang benar2 terjadi. Rakyat Yaman kemudian banyak yg mengikuti Badzan masuk Islam.

📌Nabi ﷺ mengirim surat kepada Raja Romawi Heraklius. Suratnya sama dengan surat lain.

*** Surat2 Nabi ﷺ yg dikirimkan ke para raja relatif sama. Isinya ringkas dan padat. Diawali dg _bismillāhir rahmānir rahīm_. Disebutkan dalam surat bahwa jika raja tak masuk Islam, dosa rakyatnya akan ditanggung oleh Raja. Tetapi bila masuk Islam dan diikuti rakyatnya, maka raja akan mendapatkan pahala 2 kali.
Surat2 Nabi ﷺ mengutip surat 'Āli `Imrān:64 - _*Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah". Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".*_

📌 Pembawa surat ke Raja Romawi adalah Dihyah bin Khalifah al-Kalbiy. Abu Sofyan (orang Arab) yg sedang berdagang, posisinya sedang berada dekat dan diminta datang menemui Raja Heraklius yang sedang di Palestina. Abu Sofyan tidak suka dengan dakwah Nabi ﷺ.

📌 Raja Heraklius tanya ttg siapa diantara rombongan yg paling dekat nasabnya dengab Nabi. Dijawab oleh Abu Sofyan, dirinyalah yang paling dekat nasabnya.
Kemudian Raja Heraklius mengajukan pertanyaan tentang Nabi Muhammad ﷺ dan dijawab Abu Sofyan.
1) Bagaimana nasabnya di tengah kalian? Muhammad punya nasab terpandang.
2) Apa ada seseorang sebelumnya yang perkataannya mirip dg yg dikatakan Muhammad? Belum ada.
3) Apa ada dr keturunan sblm Muhammad yg jadi raja? Tidak.
4) Apa yg mengikuti agama Muhammad orang kaya atau orang lemah? Paling banyak adalah orang2 lemah.
5) Pengikutnya bertambah banyak atau berkurang? Tambah banyak.
6) Apa ada yg keluar dr Islam meskipun 1 aja setelah ber-Islam? Belum ada.
7) Apa ia pernah dituduh pendusta sebelumnya? Tidak.
8) Apakah dia pernah berkhianat? Belum pernah.
9) Apa kamu memeranginya? Ya.
10) Bagaimana cara memeranginya? Perang terjadi, kadang menang kadang kalah.
11) Apa isi perintahnya? Sembahlah Allah dan jangan syirik. Tinggalkan perkataan nenek moyang, jaga sholat, shadaqah, kehormatan dan hubungan saudara.

📌 Raja Heraklius selanjutnya menjelaskan kenapa dia bertanya seperti itu. Semua dilakukan utk memastikan Muhammad itu Nabi atau bukan. Menurut Heraklius, tidak mungkin Nabi dibangkitkan selain dr kaumnya. Jika ada yg mengatakan serupa sebelumnya, maka Muhammad hanya mencontoh. Jika ada pendahulunya seorang raja, maka dakwah hanya ingin mendapat kekuasaan lagi. Kalau tak pernah dusta ke manusia, dia tak akan dusta kepada Allah. Orang2 lemah yg plg banyak mengikuti seruan Muhammad. Begitup
Wido Supraha
Wido Supraha - Sirah Nabawiyah - Surat Menyurat Politik dan Dakwah @MasjidNurulFaizin
ula tidak ada yang keluar dari Islam jika iman sudah meresap dalam hati. Nabi juga tidak pernah berkhianat. Jika seluruh perintahnya benar ia sebutkan, maka ia akan menguasai tempat Heraklius berpijak.

Kesimpulannya, kata Heraklius, "Seandainya yg kau katakan itu benar, jika aku berkesempatan bertemu dg Muhammad, maka aku prioritaskan bertemu dengannya dan aku akan basuh kedua kakinya dg tanganku." Heraklius juga tak menduga Nabi terakhir itu ternyata datang dr Hijaz. Dari situ, Abu Sofyan akhirnya mulai mengakui kebenaran Nabi ﷺ. Dia pun memnlberi banyak hadiah kepada Dihyah, pembawa surat Nabi ﷺ.

📌 Pelajaran dari kisah ini adalah:
1⃣ Nabi ﷺ menginisiasi hubungan politik melalui surat kpd para raja. Madinah akhirnya diperhitungkan Persia dan Romawi. Dunia akhirnya mengakui Madinah dan masuk kedalam peta.
2⃣ Kaum muslim harus bisa memahami bahasa bangsa lain utk sampaikan dakwah ke orang lain.
3⃣ Dakwah harus dilakukan berjamaah. Nabi ﷺ membagi2 tugas ke sahabat beliau ke beberapa tempat.

📬 *Pertanyaan:*
1⃣ Apakah pembawa surat ke Raja Persia dibunuh?
2⃣ Mengapa Kerajaan Persia di Irak, bukankah Persia di Iran?

📨 *Jawaban*
1⃣ Pembawa surat tidak dibunuh. Abdullah bin Huzafah as-Sahmi nanti di masa pemerintahan 'Umar r.a. diperintahkan untuk membawa surat ke Roma, namun ada kisah panjang menarik yang nanti membuat 'Umar memerintahkan para sahabat untuk mencium kening Abullah bin Huzafah as-Sahmi. [Akan dibahas pada pertemuan berikutnya]

2⃣ Pada masa itu di antara kerajaan yang memimpin Persia adalah Sasanid yang kekuasaanya sampai ke Irak. Wilayahnya adalah al-Madāin.
Audio
Wido Supraha - Khutbah - Dzikrul Maut
Wido Supraha
Wido Supraha - Khutbah - Dzikrul Maut
📚 *#TadabburToday* 🕌

🚨 *DZIKRUL MAUT*
👳🏼 Dr. Wido Supraha

*Dzikir awal penguatan hidup dan mati*

تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ ۖ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ ۖ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

_Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.”_

-Surat Āli 'Imrān [3] ayat 27

-------------------------------------------

*Allah punya definisi sendiri tentang kehidupan dan kematian*

وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ يُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتٌ ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ وَلَٰكِنْ لَا تَشْعُرُونَ

_Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Sebenarnya (mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya._

-Surat Al-Baqarah [2] ayat 154

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

_Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya mendapat rezeki._

-Surat Āli 'Imrān [3] ayat 169


الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

_Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun._

-Surat Al-Mulk [67] Ayat 2


-------------------------------------------

*Bukan definisi kematian menurut manusia*

وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ ۚ وَمَا لَهُمْ بِذَٰلِكَ مِنْ عِلْمٍ ۖ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ

_Dan mereka berkata, “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa.” Tetapi mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu, mereka hanyalah menduga-duga saja._

-Surat Al-Jātsiyāt [45] Ayat 24

-------------------------------------------

*Kematian adalah Kepastian*

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ ۗ وَإِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِكَ ۚ قُلْ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ فَمَالِ هَٰؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا

_Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, “Ini dari sisi Allah,” dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka mengatakan, “Ini dari engkau (Muhammad).” Katakanlah, “Semuanya (datang) dari sisi Allah.” Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?”_

-Sura An-Nisa' [4] ayat 78


قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُون

_Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”_

-Surat Al-Jumu'ah [61] ayat 8

*Kematian dalam kehinaan atau kemuliaan?*

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا ۗ وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ

_Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu, dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur._

-Surat Āli 'Imrān [3] Ayah
Wido Supraha
Wido Supraha - Khutbah - Dzikrul Maut
145


كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

_Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya._

-Sura Āli 'Imrān [3] ayat 185


كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

_Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami._

-Sura Al-Anbiya' [21] ayat 35


كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

_Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan._

-Surat Al-Ankabūt [29] ayat 57

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ

_Sesungguhnya engkau (Muhammad) akan mati dan mereka akan mati (pula)._

-Surat Az-Zumar [39] ayat 30

-------------------------------------------

*Hiduplah dan Matilah Bersama Islam*

وَوَصَّىٰ بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

_Dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. “Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”_

-Surat Al-Baqarah [2] ayat 132


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

_Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim._

-Sura Āli 'Imrān [3] Ayat 102

-------------------------------------------

*Kematian dalam kemuliaan*

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

_Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya._

-Surat An-Nisā' [4] ayat 69


إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

_Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuzh)._

-Surat Yā-Sīn [36] ayat 12

-------------------------------------------

*Karena pahitnya kematian selain dalam Islam*

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

_Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya._

-Sura Al-Baqarah [2] ayat 161

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ ۖ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ ۖ وَصَدٌّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَكُفْرٌ بِهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِ مِنْهُ أَكْبَرُ عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا ۚ وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

_Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, “Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Tetapi menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam, dan m
Wido Supraha
Wido Supraha - Khutbah - Dzikrul Maut
engusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Sedangkan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup. Barangsiapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”_

-Surat Al-Baqarah [2] ayat 217


إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِمْ مِلْءُ الْأَرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ افْتَدَىٰ بِهِ ۗ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

_Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong._

-Sura Āli 'Imrān [3] ayat 91

-------

*Maka sentiasalah kita berdoa menemui kematian yang membahagiakan*

رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا ۚ رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu,” maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami beserta orang-orang yang berbakti.

-Sura Āli 'Imrān [3] ayat 193


*Doa Kematian hanya untuk Allah*

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

_Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam_

-Sura Al-An'ām [6] ayat 162


وَمَا تَنْقِمُ مِنَّا إِلَّا أَنْ آمَنَّا بِآيَاتِ رَبِّنَا لَمَّا جَاءَتْنَا ۚ رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ

_Dan engkau tidak melakukan balas dendam kepada kami, melainkan karena kami beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami.” (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-Mu).”_

-Surat Al-A'rāf [7] ayat 126


اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

_Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir._

-Surat Az-Zumar [39] ayat 42

-------------------------------------------

*Kematian menegaskan bahwa makhluk adalah milik Allah dan akan kembali padanya*

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

_(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata *“Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn”* (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)._

-Surat Al-Baqarah [2] ayat 156

🌏 @supraha
📡 Channel: https://telegram.dog/supraha/
🌘 supraha.com

💐💐💐💐💐💐💐💐💐
#IslamIsBeautiful
PRIORITASKAN SELALU PILIHAN AKHIRAT
Jika saat ini Anda harus memilih Qurban dan Handphone Baru sementara 2.5jt di tangan Anda, pilihlah Qurban.
(supraha.com)
#IslamIsBeautiful
BID'AHKAH PUASA HARI INI?

_Assalāmu 'alaikum wa rahmatullāh,_

Bermaksud memberikan sumbang saran atas artikel yang banyak beredar yang menghukumi bid'ah dalam masalah puasa tarwiyah, sbb.:

Tarwiyah berasal dari terma *_tarawwa_* bermakna membawa bekal air, karena jamaah haji membawa bekal air zam-zam berjalan menuju arafah dan mina. (Lihat Ibn Qudamah, _Al-Mughni_)

Hadits terkait puasa Tarwiyah sudah dikenal lama dan sudah didiskusikan oleh para ulama salaf, sehingga ini bukanlah masalah baru.

Menghukumi bid'ah berpuasa pada hari tarwiyah dengan terburu-buru adalah perkara yang sangat berbahaya dalam mengkaji sesuatu yang sudah sering dibahas oleh para ulama

Berpuasa di hari ini sangat dianjurkan baik merujuk pada keutamaan beramal dengan hadits yang tidak shahih apalagi merujuk pada keumuman kemuliaan hari-hari di bulan Dzulhijjah

Di antara kitab yang sangat menganjurkan berpuasa di 8 hari pertama adalah:
📌 *Madzhab Maliki*
🔸 _Minah al-Jalil Syarh al-Mukhtashar al-Khalil_

📌 *Madzhab Syafi'i*
🔸 _Al-Majmu' Syarah Muhadzdzab_
🔸 _Mughni al-Muhtaj ila Ma'rifat Ma'ani al-Faz al-Minhaj_

📌 *Madzhab Hanbali*
🔸 _Al-Mughni_

📌 *Madzhab Zhahiri*
🔸 _Al-Muhalla_

📌 *Ulama Kontemporer*
🔸 Diwakili Kitab _Al-Maushu'ah al-Kuwaitiyah_: ulama sepakat hukum berpuasa delapan hari sebelum Arafah hukumnya Sunnah.
🔸 Diwakili Lembaga Fatwa Saudi: jika hendak berpuasa sehari sebelumnya silahkan.

Di antara kalimat berkesan dari ulama sebenarnya:
1⃣ Imam Nawawi saat mensyarahkan Shahih Muslim:
_"Berpuasa selama hari itu hukumnya tidaklah makruh"_
2⃣ Imam Ibn Hajar al-Atsqallani yang kitabnya kita bahas setiap Kamis malam pekan pertama:
_"Keistimewaan itu tidak ada di hari lain"_

💡Semoga luasnya khazanah akan meluaskan rahmat Allah akan persatuan kaum muslimin dan kekuatan cinta untuk beribadah kepada-Nya.

_Wallāhu waliyyittaufīq,_
@supraha
🌎 Channel: https://telegram.dog/supraha
Puncak Iman dan Islam adalah Jihad, namun tidak ada jihad yang tidak disertai pengorbanan.

(supraha.com)