Wido Supraha
#SirahNabawiyah
Dalam kajian rutin kitab Sirah Nabawiyah yg saya pandu di Masjid Nurul Faizin TB Depok, kemarin kita memasuki Bab Perang Bani Quraizhah.
Ada yang menarik ketika melihat perintah Nabi ﷺ kepada 3000 pasukan yang berangkat secara bergelombang, yakni:
لَا يُصَلِّيَنَّ أَحَدٌ الْعَصْرَ إِلَّا فِي بَنِي قُرَيْظَةَ
Janganlah ada satupun yang shalat ‘Ashar kecuali di perkampungan Bani Quraizhah [HR. Bukhâri, al-Fath, 15/293, no. 4119]
📌 Jika kita secara zhahir membaca hadits tersebut, maka yg terjadi sebagaimana sebagian gelombang sahabat Nabi ﷺ, mereka ada yg shalat 'Ashar di waktu 'Isya, karena memang tibanya waktu itu
📌 Namun ada juga yang ternyata tidak melaksanakan perintah itu secara harfiah, mungkin karena memandang perintah Allah ﷻ untuk dapat menegakkan Shalat tepat pada waktunya, sehingga sebagian shalat 'Ashar meski belum tiba di Bani Quraizhah.
💡Hal yang menarik perhatian adalah pengakuan para sahabat Nabi ﷺ dimana di antara mereka tidak saling mengomentari keputusan pelaksanaan shalat.
💡Lebih menarik lagi ketika ternyata Nabi Muhammad ﷺ hanya tersenyum melihat kedua kelompok amal yg dilakukan sahabat-sahabatnya.
📚 Sedikit pelajaran yang dapat kita ambil adalah bahwa untuk kembali kepada As-Sunnah tidak serta merta ketika membaca hadits dapat langsung dipahami dan diamalkan sesuai teks hadits, bahkan meyakini hanya itu yang benar atau memaksa pihak lain melaksanakan hanya sesuai teks tersebut.
Kembali kepada Sunnah sejatinya adalah melalui metodologi yang komprehensif, mengikuti langkah yang telah diambil oleh para ulama, sehingga sebuah teks hadits mampu melahirkan manusia penuh hikmah.
Salam Ta'zhim,
Wido Supraha
Join Channel: t.me/supraha
Ada yang menarik ketika melihat perintah Nabi ﷺ kepada 3000 pasukan yang berangkat secara bergelombang, yakni:
لَا يُصَلِّيَنَّ أَحَدٌ الْعَصْرَ إِلَّا فِي بَنِي قُرَيْظَةَ
Janganlah ada satupun yang shalat ‘Ashar kecuali di perkampungan Bani Quraizhah [HR. Bukhâri, al-Fath, 15/293, no. 4119]
📌 Jika kita secara zhahir membaca hadits tersebut, maka yg terjadi sebagaimana sebagian gelombang sahabat Nabi ﷺ, mereka ada yg shalat 'Ashar di waktu 'Isya, karena memang tibanya waktu itu
📌 Namun ada juga yang ternyata tidak melaksanakan perintah itu secara harfiah, mungkin karena memandang perintah Allah ﷻ untuk dapat menegakkan Shalat tepat pada waktunya, sehingga sebagian shalat 'Ashar meski belum tiba di Bani Quraizhah.
💡Hal yang menarik perhatian adalah pengakuan para sahabat Nabi ﷺ dimana di antara mereka tidak saling mengomentari keputusan pelaksanaan shalat.
💡Lebih menarik lagi ketika ternyata Nabi Muhammad ﷺ hanya tersenyum melihat kedua kelompok amal yg dilakukan sahabat-sahabatnya.
📚 Sedikit pelajaran yang dapat kita ambil adalah bahwa untuk kembali kepada As-Sunnah tidak serta merta ketika membaca hadits dapat langsung dipahami dan diamalkan sesuai teks hadits, bahkan meyakini hanya itu yang benar atau memaksa pihak lain melaksanakan hanya sesuai teks tersebut.
Kembali kepada Sunnah sejatinya adalah melalui metodologi yang komprehensif, mengikuti langkah yang telah diambil oleh para ulama, sehingga sebuah teks hadits mampu melahirkan manusia penuh hikmah.
Salam Ta'zhim,
Wido Supraha
Join Channel: t.me/supraha
📚 ARAB DAN JAZIRAH ARAB
Secara bahasa, Arab berarti gurun tandus nan kering. Adapun Jazirah bermakna semenanjung.
Disebut Jazirah Arab, karena semenanjung wilayah Arab ini penuh dengan gurun tandus, tanpa sungai dan curah hujan, sehingga banyak bangsa tidak tertarik menguasainya karena dianggap tidak memiliki potensi ekonomi.
Sudah kebayang kan, mengapa Islam justru disempurnakan dari negeri dengan kondisi ekstrim seperti itu?
Salam Ta'zhim,
Wido Supraha
t.me/supraha
Secara bahasa, Arab berarti gurun tandus nan kering. Adapun Jazirah bermakna semenanjung.
Disebut Jazirah Arab, karena semenanjung wilayah Arab ini penuh dengan gurun tandus, tanpa sungai dan curah hujan, sehingga banyak bangsa tidak tertarik menguasainya karena dianggap tidak memiliki potensi ekonomi.
Sudah kebayang kan, mengapa Islam justru disempurnakan dari negeri dengan kondisi ekstrim seperti itu?
Salam Ta'zhim,
Wido Supraha
t.me/supraha
Telegram
Wido Supraha
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
📚 AL-FĀTIHAH, ANTARA TARGHIB DAN TARHIB
Ketika ayat kedua disebutkan Rabb al-'Ālamīn, segera manusia teringat bahwa seluruh alam ini dalam kekuasaan-Nya, sehingga hendaknya manusia berada dalam ketakutan untuk tidak bersyukur, bersujud dan memuji-Nya.
Ketika ayat ketiga disebutkan ternyata Allah menegaskan dua asmā-Nya yang justru menguatkan harapan manusia.
Ketika ayat keempat dihadirkan, ternyata Allah hadirkan kembali sifat-Nya sebagai Penguasa dan Raja Hari Akhir dan Hari Pembalasan.
⚖ Berada di antara motivasi dan ancaman, targhib dan tarhib, adalah bagian dari cara Allah untuk meneguhkan qalbu yang mudah terbolak balik.
Salam Ta'zhim,
Wido Supraha
t.me/supraha
Ketika ayat kedua disebutkan Rabb al-'Ālamīn, segera manusia teringat bahwa seluruh alam ini dalam kekuasaan-Nya, sehingga hendaknya manusia berada dalam ketakutan untuk tidak bersyukur, bersujud dan memuji-Nya.
Ketika ayat ketiga disebutkan ternyata Allah menegaskan dua asmā-Nya yang justru menguatkan harapan manusia.
Ketika ayat keempat dihadirkan, ternyata Allah hadirkan kembali sifat-Nya sebagai Penguasa dan Raja Hari Akhir dan Hari Pembalasan.
⚖ Berada di antara motivasi dan ancaman, targhib dan tarhib, adalah bagian dari cara Allah untuk meneguhkan qalbu yang mudah terbolak balik.
Salam Ta'zhim,
Wido Supraha
t.me/supraha
Telegram
Wido Supraha
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
Wido Supraha
#IslamIsBeautiful
#IslamIsBeautiful
📚 *Diskusi dengan dua pendekar Islamisasi Muslim Jadid*
Bertemu dua pendekar, Ustadz Fadhlan Gharamatan dan Ustadz Abu Deedat, langsung dimanfaatkan untuk mengambil faidah.
Ustadz Abu Deedat sekarang fokus di pembinaan Muslim Jadid, di pesantrennya di Bintaro. Saya jadi ingat, Ustadz Pande Nababan di Bekasi, dan Ustadzah Irena Handono di Sentul. Ada pendekar lain di setiap wilayah. Dalam sharingnya, Ustadz Abu Deedat menyampaikan pentingnya membina para muallaf, karena hasil temuan beliau, ada 3 jenis muallaf, 1) Kembali Islam karena faktor ekonomi; 2) Kembali Islam karena faktor siasat penyusupan; dan 3) Kembali Islam karena faktor kebenaran.
Lain faidah dari Ustadz Garamatan. Beliau ditolak di Pulau Seribu karena dianggap terlalu keras. Beliau jg menyampaikan, kalau di Indonesia, sandal hilang, maka di Filipina, sandal dan kaki yang bisa hilang. Dalam undangan ke Belanda yg ke-7 kali dalam waktu dekat, rencananya beliau akan ke Komnas HAM Internasional, untuk menyampaikan bahwa Nabi Isa a.s. telah dihinakan sebagian manusia dengan membunuhnya, menelanjanginya, menyalibnya dan memakunya. Dibawa ke mana-mana, padahal beliau mengajarkan untuk menutup aurat. Beliau juga sharing seorang Muslim yg terpana ketika beliau mskan pisang dengan dikuliti, padahal mereka makan dengan kulitnya. Beliau menjelaskan bahkan sunat pun diwajibkan karena lebih bersih. Akhirnya beliau kembali ke Islam tapi di Majeliz Dzikir Arifin Ilham.
Demikian sharing saya,
Salam Ta'zhim,
Wido Supraha
t.me/supraha
📚 *Diskusi dengan dua pendekar Islamisasi Muslim Jadid*
Bertemu dua pendekar, Ustadz Fadhlan Gharamatan dan Ustadz Abu Deedat, langsung dimanfaatkan untuk mengambil faidah.
Ustadz Abu Deedat sekarang fokus di pembinaan Muslim Jadid, di pesantrennya di Bintaro. Saya jadi ingat, Ustadz Pande Nababan di Bekasi, dan Ustadzah Irena Handono di Sentul. Ada pendekar lain di setiap wilayah. Dalam sharingnya, Ustadz Abu Deedat menyampaikan pentingnya membina para muallaf, karena hasil temuan beliau, ada 3 jenis muallaf, 1) Kembali Islam karena faktor ekonomi; 2) Kembali Islam karena faktor siasat penyusupan; dan 3) Kembali Islam karena faktor kebenaran.
Lain faidah dari Ustadz Garamatan. Beliau ditolak di Pulau Seribu karena dianggap terlalu keras. Beliau jg menyampaikan, kalau di Indonesia, sandal hilang, maka di Filipina, sandal dan kaki yang bisa hilang. Dalam undangan ke Belanda yg ke-7 kali dalam waktu dekat, rencananya beliau akan ke Komnas HAM Internasional, untuk menyampaikan bahwa Nabi Isa a.s. telah dihinakan sebagian manusia dengan membunuhnya, menelanjanginya, menyalibnya dan memakunya. Dibawa ke mana-mana, padahal beliau mengajarkan untuk menutup aurat. Beliau juga sharing seorang Muslim yg terpana ketika beliau mskan pisang dengan dikuliti, padahal mereka makan dengan kulitnya. Beliau menjelaskan bahkan sunat pun diwajibkan karena lebih bersih. Akhirnya beliau kembali ke Islam tapi di Majeliz Dzikir Arifin Ilham.
Demikian sharing saya,
Salam Ta'zhim,
Wido Supraha
t.me/supraha
Telegram
Wido Supraha
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
🌺💐🍂 *HUKUM MINUM LANGSUNG DARI BOTOL*
📨 *PERTANYAAN*:
Assalamualaykum Ustad,
Ada hadist sbb.:
Dari Abu Hurairah, beliau berkata, “Rasulullah melarang minum langsung dari mulut qirbah (wadah air yang terbuat dari kulit) atau wadah air minum yang lainnya.” (HR Bukhari).
Lalu bagaimana hukumnya minum di botol kemasan langsung, apakah terkena hadist diatas?
📬 *JAWABAN*
💡 _Jika tidak ada gelas, dan yakin betul keamanan isinya, terlebih botol tidak berbagi, maka dibolehkan meminum langsung dari botol, dengan tetap memprioritaskan gelas sebagai keutamaan._
📌 Hadits di atas diriwayatkan Imam Bukhari No. 5627, diperkuat No. 5628 dan 5629. Imam Bukhari memberi judul: Minum dari Mulut Wadah Minuman
📌 Imam an-Nawawi berkata, 'Mereka sepakat bahwa larangan disini berindikasi _tanzih_ bukan _tahrim_.' Hal ini bermakna lebih dekat ke boleh daripada diharamkan.
📌 Para ulama menyambungkannya dengan wadah kulit tertutup yang sering dibuat minum menyebabkan ada potensi serangga dan binatang bahkan ular yang berbahaya jika minum langsung. Meminum langsung juga berpotensi bernafas di dalamnya yang membuatnya berubah. Meminum langsung juga berpotensi tersedak atau tumpah ke baju. Berkata Ibn 'Arabi, 'Satu saja sebab itu ada sudah cukup untuk menyatakan _makruh_ meminum langsung, apalagi jika semua sebab itu ada.' Pendapat senada juga datang dari Syaikh Muhammad bin Abu Jamrah.
📌 Menjadi berbeda dengan kemasan botol hari ini yang transparan, dan diminum sendiri.
📌 Terdapat hadits shahih riwayat Tirmidzi, juga dalam Kitab _Syamāil,_ _Musnad Ahmad_, _Al-Ma'āni_, dan ath-Thabrani yang menjelaskan bahwa suatu ketika Nabi Muhammad ﷺ juga meminum dari wadah langsung. Sehingga tentunya jika dipadukan akan kita peroleh hikmahnya.
💦 _Tahrim_ dan _Tanzih_ dikembalikan kepada status wadah minuman.
Wallāhu 'alam,
Wido Supraha
Join Channel: t.me/supraha
📚 Rujukan: _Fath al-Bāri_
🌎 Twitter: @risalahaqidah
🖥 Website: supraha.com
📨 *PERTANYAAN*:
Assalamualaykum Ustad,
Ada hadist sbb.:
Dari Abu Hurairah, beliau berkata, “Rasulullah melarang minum langsung dari mulut qirbah (wadah air yang terbuat dari kulit) atau wadah air minum yang lainnya.” (HR Bukhari).
Lalu bagaimana hukumnya minum di botol kemasan langsung, apakah terkena hadist diatas?
📬 *JAWABAN*
💡 _Jika tidak ada gelas, dan yakin betul keamanan isinya, terlebih botol tidak berbagi, maka dibolehkan meminum langsung dari botol, dengan tetap memprioritaskan gelas sebagai keutamaan._
📌 Hadits di atas diriwayatkan Imam Bukhari No. 5627, diperkuat No. 5628 dan 5629. Imam Bukhari memberi judul: Minum dari Mulut Wadah Minuman
📌 Imam an-Nawawi berkata, 'Mereka sepakat bahwa larangan disini berindikasi _tanzih_ bukan _tahrim_.' Hal ini bermakna lebih dekat ke boleh daripada diharamkan.
📌 Para ulama menyambungkannya dengan wadah kulit tertutup yang sering dibuat minum menyebabkan ada potensi serangga dan binatang bahkan ular yang berbahaya jika minum langsung. Meminum langsung juga berpotensi bernafas di dalamnya yang membuatnya berubah. Meminum langsung juga berpotensi tersedak atau tumpah ke baju. Berkata Ibn 'Arabi, 'Satu saja sebab itu ada sudah cukup untuk menyatakan _makruh_ meminum langsung, apalagi jika semua sebab itu ada.' Pendapat senada juga datang dari Syaikh Muhammad bin Abu Jamrah.
📌 Menjadi berbeda dengan kemasan botol hari ini yang transparan, dan diminum sendiri.
📌 Terdapat hadits shahih riwayat Tirmidzi, juga dalam Kitab _Syamāil,_ _Musnad Ahmad_, _Al-Ma'āni_, dan ath-Thabrani yang menjelaskan bahwa suatu ketika Nabi Muhammad ﷺ juga meminum dari wadah langsung. Sehingga tentunya jika dipadukan akan kita peroleh hikmahnya.
💦 _Tahrim_ dan _Tanzih_ dikembalikan kepada status wadah minuman.
Wallāhu 'alam,
Wido Supraha
Join Channel: t.me/supraha
📚 Rujukan: _Fath al-Bāri_
🌎 Twitter: @risalahaqidah
🖥 Website: supraha.com
Telegram
Wido Supraha
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
#IslamIsBeautiful
PELANTIKAN PENGURUS PUSAT BADAN KERJASAMA PONDOK PESANTREN SELURUH INDONESIA
Mohon do'a sahabat agar tugas ditunaikan, dan seluruh Pondok Pesantren mampu melahirkan generasi beradab
PELANTIKAN PENGURUS PUSAT BADAN KERJASAMA PONDOK PESANTREN SELURUH INDONESIA
Mohon do'a sahabat agar tugas ditunaikan, dan seluruh Pondok Pesantren mampu melahirkan generasi beradab
#IslamIsBeautiful
Sahabat bacalah doa ini setiap kali kita berangkat ke Masjid
Sahabat bacalah doa ini setiap kali kita berangkat ke Masjid
#IslamIsBeautiful
Sahabat, masa Paripurna kita akan segera lewat. Untuk apa saja sudah kita lewatkan selama ini?
Sahabat, masa Paripurna kita akan segera lewat. Untuk apa saja sudah kita lewatkan selama ini?
📚 *#KajianCabangIman* 💐
0⃣1⃣ - Iman Kepada Allah
Dari 70-an cabang Iman, Iman kepada Allah ﷻ menempati tempat tertinggi. Iman sendiri merupakan lawan dari _khauf_ (takut), dengan makna membenarkan, meyakini dan menetapkan. Maka Iman ada yang _khafi_ (niat dan tekad), ada yang _jali_ (perbuatan anggota badan).
Iman kepada Allah tanpa _ta'thil_ berarti menetapkan bahwa Allah _mubdi'_ (pencipta), _muhdits_ (penemu) terhadap segala sesuatu selain-Nya dari segala yang _jauhar_ dan _aradh._
💡 Imanilah Allah hingga akhir hayat kita, _man ākhiru kalāmihi lā ilāha illa ALLAH, dakhala al-Jannah._
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
0⃣1⃣ - Iman Kepada Allah
Dari 70-an cabang Iman, Iman kepada Allah ﷻ menempati tempat tertinggi. Iman sendiri merupakan lawan dari _khauf_ (takut), dengan makna membenarkan, meyakini dan menetapkan. Maka Iman ada yang _khafi_ (niat dan tekad), ada yang _jali_ (perbuatan anggota badan).
Iman kepada Allah tanpa _ta'thil_ berarti menetapkan bahwa Allah _mubdi'_ (pencipta), _muhdits_ (penemu) terhadap segala sesuatu selain-Nya dari segala yang _jauhar_ dan _aradh._
💡 Imanilah Allah hingga akhir hayat kita, _man ākhiru kalāmihi lā ilāha illa ALLAH, dakhala al-Jannah._
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
🕌💐💐💐💐💐💐💐💐💐🕌
📚 *HIDAYAH ADALAH MILIK ALLAH SEMATA, MANUSIA HANYA BERIKHTIAR*
Hadits Riwayat Muslim No. 24 atau 35:
🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱
و حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى التُّجِيبِيُّ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ
_Dan telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya at-Tujibi telah mengabarkan kepadaku Abdullah bin Wahb dia berkata, telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab dia berkata, telah mengabarkan kepadaku Said bin al-Musayyab dari bapaknya dia berkata,_
*لَمَّا حَضَرَتْ أَبَا طَالِبٍ الْوَفَاةُ جَاءَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَجَدَ عِنْدَهُ أَبَا جَهْلٍ وَعَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي أُمَيَّةَ بْنِ الْمُغِيرَةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَمِّ قُلْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ كَلِمَةً أَشْهَدُ لَكَ بِهَا عِنْدَ اللَّهِ فَقَالَ أَبُو جَهْلٍ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي أُمَيَّةَ يَا أَبَا طَالِبٍ أَتَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَلَمْ يَزَلْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْرِضُهَا عَلَيْهِ وَيُعِيدُ لَهُ تِلْكَ الْمَقَالَةَ حَتَّى قَالَ أَبُو طَالِبٍ آخِرَ مَا كَلَّمَهُمْ هُوَ عَلَى مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ وَأَبَى أَنْ يَقُولَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَا وَاللَّهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ مَا لَمْ أُنْهَ عَنْكَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ*
_{ مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ }_
*وَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى فِي أَبِي طَالِبٍ فَقَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ*
_{ إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ }_
*"Rasulullāh _shallallahu 'alaihi wasallam_ menziarahi Abu Thālib di saat-saat dirinya tengah menghadapi sakaratul maut. Beliau mendapati Abu Jahal dan Abdullāh bin Abu Umaiyyah bin al-Mughirah turut berada di sana. Rasulullāh _shallallāhu 'alaihi wasallam_ bersabda: "Paman! Ucaplah Dua Kalimah Syahadat, aku akan menjadi saksi kamu di hadapan Allāh." Lalu Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Umayyah mencelah, 'Wahai Abu Thālib sanggupkah kamu meninggalkan agama Abdul Muththalib? ' Rasulullah _shallallahu 'alaihi wasallam_ tidak berputus asa malah tetap mengajarnya mengucap Dua Kalimah Syahadat serta berkali-kali mengulanginya. Sehingga Abu Thalib menjawab sebagai ucapan terakhir kepada mereka, bahwa dia tetap bersama dengan agama Abdul Muththalib, dan enggan mengucapkan Kalimah Syahadat. Rasulullah _shallallahu 'alaihi wasallam_ pun bersabda: "Demi Allah, aku akan mohonkan ampunan dari Allah untukmu," sehingga Allāh menurunkan ayat:*
*_'(Tidak dibenarkan bagi Nabi dan orang-orang yang beriman meminta ampun bagi orang-orang yang syirik sekalipun orang itu kaum kerabat sendiri setelah nyata bagi mereka bahwa orang-orang syirik itu adalah ahli Neraka) ' (QS. At-Taubah [9] ayat 113)._*
*Lalu Allāh menurunkan firman-Nya berkenaan dengan peristiwa Abu Thālib: _'(Sesungguhnya kamu wahai Muhammad tidak berkuasa memberi hidayah petunjuk kepada siapa yang kamu kasihi supaya dia menerima Islam tetapi Allāh jualah yang berkuasa memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Dia jualah yang lebih mengetahui siapakah orang-orang yang (bersedia) untuk mendapat petunjuk memeluk Islam)'._ (QS. Al-Qashash [28] ayat 56).*
و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَا أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ ح و حَدَّثَنَا حَسَنٌ الْحُلْوَانِيُّ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَا حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ وَهُوَ ابْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ صَالِحٍ كِلَاهُمَا عَنْ الزُّهْرِيِّ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ غَيْرَ أَنَّ حَدِيثَ صَالِحٍ انْتَهَى عِنْدَ قَوْلِهِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِيهِ وَلَمْ يَذْكُرْ الْآيَتَيْنِ وَقَالَ فِي حَدِيثِهِ وَيَعُودَانِ فِي تِلْكَ الْمَقَالَةِ وَفِي حَدِيثِ مَعْمَرٍ مَكَانَ هَذِهِ الْكَلِمَةِ فَلَمْ يَزَالَ
📚 *HIDAYAH ADALAH MILIK ALLAH SEMATA, MANUSIA HANYA BERIKHTIAR*
Hadits Riwayat Muslim No. 24 atau 35:
🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱
و حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى التُّجِيبِيُّ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ
_Dan telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya at-Tujibi telah mengabarkan kepadaku Abdullah bin Wahb dia berkata, telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab dia berkata, telah mengabarkan kepadaku Said bin al-Musayyab dari bapaknya dia berkata,_
*لَمَّا حَضَرَتْ أَبَا طَالِبٍ الْوَفَاةُ جَاءَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَجَدَ عِنْدَهُ أَبَا جَهْلٍ وَعَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي أُمَيَّةَ بْنِ الْمُغِيرَةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَمِّ قُلْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ كَلِمَةً أَشْهَدُ لَكَ بِهَا عِنْدَ اللَّهِ فَقَالَ أَبُو جَهْلٍ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي أُمَيَّةَ يَا أَبَا طَالِبٍ أَتَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَلَمْ يَزَلْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْرِضُهَا عَلَيْهِ وَيُعِيدُ لَهُ تِلْكَ الْمَقَالَةَ حَتَّى قَالَ أَبُو طَالِبٍ آخِرَ مَا كَلَّمَهُمْ هُوَ عَلَى مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ وَأَبَى أَنْ يَقُولَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَا وَاللَّهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ مَا لَمْ أُنْهَ عَنْكَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ*
_{ مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ }_
*وَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى فِي أَبِي طَالِبٍ فَقَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ*
_{ إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ }_
*"Rasulullāh _shallallahu 'alaihi wasallam_ menziarahi Abu Thālib di saat-saat dirinya tengah menghadapi sakaratul maut. Beliau mendapati Abu Jahal dan Abdullāh bin Abu Umaiyyah bin al-Mughirah turut berada di sana. Rasulullāh _shallallāhu 'alaihi wasallam_ bersabda: "Paman! Ucaplah Dua Kalimah Syahadat, aku akan menjadi saksi kamu di hadapan Allāh." Lalu Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Umayyah mencelah, 'Wahai Abu Thālib sanggupkah kamu meninggalkan agama Abdul Muththalib? ' Rasulullah _shallallahu 'alaihi wasallam_ tidak berputus asa malah tetap mengajarnya mengucap Dua Kalimah Syahadat serta berkali-kali mengulanginya. Sehingga Abu Thalib menjawab sebagai ucapan terakhir kepada mereka, bahwa dia tetap bersama dengan agama Abdul Muththalib, dan enggan mengucapkan Kalimah Syahadat. Rasulullah _shallallahu 'alaihi wasallam_ pun bersabda: "Demi Allah, aku akan mohonkan ampunan dari Allah untukmu," sehingga Allāh menurunkan ayat:*
*_'(Tidak dibenarkan bagi Nabi dan orang-orang yang beriman meminta ampun bagi orang-orang yang syirik sekalipun orang itu kaum kerabat sendiri setelah nyata bagi mereka bahwa orang-orang syirik itu adalah ahli Neraka) ' (QS. At-Taubah [9] ayat 113)._*
*Lalu Allāh menurunkan firman-Nya berkenaan dengan peristiwa Abu Thālib: _'(Sesungguhnya kamu wahai Muhammad tidak berkuasa memberi hidayah petunjuk kepada siapa yang kamu kasihi supaya dia menerima Islam tetapi Allāh jualah yang berkuasa memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Dia jualah yang lebih mengetahui siapakah orang-orang yang (bersedia) untuk mendapat petunjuk memeluk Islam)'._ (QS. Al-Qashash [28] ayat 56).*
و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَا أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ ح و حَدَّثَنَا حَسَنٌ الْحُلْوَانِيُّ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَا حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ وَهُوَ ابْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ صَالِحٍ كِلَاهُمَا عَنْ الزُّهْرِيِّ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ غَيْرَ أَنَّ حَدِيثَ صَالِحٍ انْتَهَى عِنْدَ قَوْلِهِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِيهِ وَلَمْ يَذْكُرْ الْآيَتَيْنِ وَقَالَ فِي حَدِيثِهِ وَيَعُودَانِ فِي تِلْكَ الْمَقَالَةِ وَفِي حَدِيثِ مَعْمَرٍ مَكَانَ هَذِهِ الْكَلِمَةِ فَلَمْ يَزَالَ
ا بِهِ
_Dan telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim dan Abd bin Humaid keduanya berkata, telah mengabarkan kepada kami Abdurrazzāq telah mengabarkan kepada kami Ma'mar. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami Hasan al-Hulwani dan Abd bin Humaid keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Ya'qub -yaitu Ibnu Ibrahim bin Sa'ad- dia berkata, telah menceritakan kepada kami bapakku dari Shalih keduanya dari az-Zuhri dengan sanad ini semisalnya. Hanya saja hadits Shalih selesai pada perkataannya, 'lalu Allah menurunkan firman-Nya tentangnya, ' dan dia tidak menyebutkan dua ayat tersebut. Dan dia menyebutkan di dalam haditsnya, 'Dan keduanya kembali mengucapkan perkataan tersebut, ' pada hadits Ma'mar adalah sebagai pengganti kalimat ini. Dan mereka berdua tetap berpedoman padanya."_
🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱
📌 Dakwah dilakukan dengan penuh kesabaran, terus-menerus, bahkan hingga kesempatan terakhir tetap terus optimis
📌 Tugas manusia hanyalah menyerukan kebenaran dan kebaikan, mendorong lahirnya kedua hal tersebut
📌 Manusia tidak dapat memastikan hasil dakwahnya, dan tidak perlu bersedih terlalu dalam jika hasil dakwahnya tidak sesuai keinginan
📌 Islam menghormati proses dengan tetap mendorong fokus pada hasil _(Process Based with Result Oriented)_
📌 Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Umayyah adalah 2 (dua) contoh manusia yang juga bersabar dalam 'dakwahnya', dakwah kepada selain Allah, dakwah kepada kesesatan dan kebathilan
📌 Kalimat tauhid adalah hal terakhir yang membedakan Muslim dan Kafir. Dengannya, untuknya, bersamanya hingga semoga akhir setiap manusia adalah kalimat thayyibah itu
📌 Ibn Katsir menjelaskan bahwa kehendak Allah ﷻ mendahului keinginan Nabi Muhammad ﷺ, sehingga Abu Thalib wafat dalam agama 'Abdul Muththalib.
📌 Upaya maksimal dan do'a hendaklah terus menerus dilakukan untuk menjadikan seseorang beriman, karena ketika ia dalam kondisi sakarāt hingga wafatnya dalam kondisi tidak beriman, tidak lagi bermanfaat do'a anak Adam kepada target dakwahnya. Imam Nawawi mengingatkan tidak pantas dan larangan mendo'akan ampunan bagi musyrikin
📌 Imam Nawawi menjelaskan bahwa kematian Abu Thalib di Makkah sebelum hijrah. Mengutip Ibn Faris bahwa Abu Thālib wafat saat Nabi Muhammad ﷺ berumur 49 tahun, 8 bulan, 11 hari, dan Khadijah r.a. wafat 3 hari setelahnya.
📚 Tafsir Ibn Katsīr
📚 Al-Minhaj, Syarah Shahih Muslim
🌎 Join Channel: t.me/supraha
💐💐 💐💐💐💐💐💐💐💐
_Dan telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim dan Abd bin Humaid keduanya berkata, telah mengabarkan kepada kami Abdurrazzāq telah mengabarkan kepada kami Ma'mar. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami Hasan al-Hulwani dan Abd bin Humaid keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Ya'qub -yaitu Ibnu Ibrahim bin Sa'ad- dia berkata, telah menceritakan kepada kami bapakku dari Shalih keduanya dari az-Zuhri dengan sanad ini semisalnya. Hanya saja hadits Shalih selesai pada perkataannya, 'lalu Allah menurunkan firman-Nya tentangnya, ' dan dia tidak menyebutkan dua ayat tersebut. Dan dia menyebutkan di dalam haditsnya, 'Dan keduanya kembali mengucapkan perkataan tersebut, ' pada hadits Ma'mar adalah sebagai pengganti kalimat ini. Dan mereka berdua tetap berpedoman padanya."_
🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱
📌 Dakwah dilakukan dengan penuh kesabaran, terus-menerus, bahkan hingga kesempatan terakhir tetap terus optimis
📌 Tugas manusia hanyalah menyerukan kebenaran dan kebaikan, mendorong lahirnya kedua hal tersebut
📌 Manusia tidak dapat memastikan hasil dakwahnya, dan tidak perlu bersedih terlalu dalam jika hasil dakwahnya tidak sesuai keinginan
📌 Islam menghormati proses dengan tetap mendorong fokus pada hasil _(Process Based with Result Oriented)_
📌 Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Umayyah adalah 2 (dua) contoh manusia yang juga bersabar dalam 'dakwahnya', dakwah kepada selain Allah, dakwah kepada kesesatan dan kebathilan
📌 Kalimat tauhid adalah hal terakhir yang membedakan Muslim dan Kafir. Dengannya, untuknya, bersamanya hingga semoga akhir setiap manusia adalah kalimat thayyibah itu
📌 Ibn Katsir menjelaskan bahwa kehendak Allah ﷻ mendahului keinginan Nabi Muhammad ﷺ, sehingga Abu Thalib wafat dalam agama 'Abdul Muththalib.
📌 Upaya maksimal dan do'a hendaklah terus menerus dilakukan untuk menjadikan seseorang beriman, karena ketika ia dalam kondisi sakarāt hingga wafatnya dalam kondisi tidak beriman, tidak lagi bermanfaat do'a anak Adam kepada target dakwahnya. Imam Nawawi mengingatkan tidak pantas dan larangan mendo'akan ampunan bagi musyrikin
📌 Imam Nawawi menjelaskan bahwa kematian Abu Thalib di Makkah sebelum hijrah. Mengutip Ibn Faris bahwa Abu Thālib wafat saat Nabi Muhammad ﷺ berumur 49 tahun, 8 bulan, 11 hari, dan Khadijah r.a. wafat 3 hari setelahnya.
📚 Tafsir Ibn Katsīr
📚 Al-Minhaj, Syarah Shahih Muslim
🌎 Join Channel: t.me/supraha
💐💐 💐💐💐💐💐💐💐💐
Telegram
Wido Supraha
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
Ustadz Menjawab
Ahad, 12 Maret 2017
Ustadz Wido Supraha
🌿🍁🌺 Hijrah dengan Kaffah
Assalamu'alaykum ustadz/ah...Jika seseorang rajin mlaksanakan salahsatu ato beberapa sunnah rasul saw, tp ia tetep sering janjian dgn lawan jenis karena saling cinta walau ga pegang2an. Bagaimana cara meluruskan yg baik terhadap hatinya itu agar hijrahnya total?
🐝🐝🐝 Jawaban
و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
🔓 _Amal Sunnah akan dibalas dengan kebaikan, dan Amal Maksiat akan dibalas dengan keburukan, maka sanggupkah kita menakar mana yang paling berat kelak di antara kedua timbangan itu?_
📌 Cintanya manusia pada satu atau beberapa Sunnah adalah wujud ilmu yang telah melekat pada dirinya.
📌 Jatuhnya ia kepada perilaku yang membuka pintu kemaksiatan adalah perbuatan zhahir yang boleh jadi disebabkan belum lengkapnya ilmu, belum totalnya hijrah, atau masih adanya penyakit dalam jiwanya
✅ Mari kita raih ridha Allah ﷻ dengan mengerjakan SELURUH yang diperintahkan-Nya, dan meninggalkan SELURUH yang dilarang-Nya, karena letak 'kāffah' ada pada makna SELURUH.
Wallahu a'lam.
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Dipersembahkan oleh:
www.manis.id
📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c
Ahad, 12 Maret 2017
Ustadz Wido Supraha
🌿🍁🌺 Hijrah dengan Kaffah
Assalamu'alaykum ustadz/ah...Jika seseorang rajin mlaksanakan salahsatu ato beberapa sunnah rasul saw, tp ia tetep sering janjian dgn lawan jenis karena saling cinta walau ga pegang2an. Bagaimana cara meluruskan yg baik terhadap hatinya itu agar hijrahnya total?
🐝🐝🐝 Jawaban
و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
🔓 _Amal Sunnah akan dibalas dengan kebaikan, dan Amal Maksiat akan dibalas dengan keburukan, maka sanggupkah kita menakar mana yang paling berat kelak di antara kedua timbangan itu?_
📌 Cintanya manusia pada satu atau beberapa Sunnah adalah wujud ilmu yang telah melekat pada dirinya.
📌 Jatuhnya ia kepada perilaku yang membuka pintu kemaksiatan adalah perbuatan zhahir yang boleh jadi disebabkan belum lengkapnya ilmu, belum totalnya hijrah, atau masih adanya penyakit dalam jiwanya
✅ Mari kita raih ridha Allah ﷻ dengan mengerjakan SELURUH yang diperintahkan-Nya, dan meninggalkan SELURUH yang dilarang-Nya, karena letak 'kāffah' ada pada makna SELURUH.
Wallahu a'lam.
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Dipersembahkan oleh:
www.manis.id
📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c
Telegram
Majelis_MANIS
Majelis Iman Islam. Chat & Pertanyaan Silahkan bergabung di Group Area Masing".