Do'a kita untuk sahabat-sahabat yang akan menunaikan ibadah haji:
أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ
زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ
اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَ سَعْيًا مَشْكُوْرًا وَ ذَنْبًا مَغْفُوْرًا
بَرَّ العَمَلُ
@supraha
https://chat.whatsapp.com/9tSmCKnLkP22ncfZ5ATIiO
أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ
زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ
اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَ سَعْيًا مَشْكُوْرًا وَ ذَنْبًا مَغْفُوْرًا
بَرَّ العَمَلُ
@supraha
https://chat.whatsapp.com/9tSmCKnLkP22ncfZ5ATIiO
WhatsApp.com
WhatsApp Group Invite
Do'a kita untuk saudara kita di Lombok pada khususnya, dan NKRI pada umumnya:
لا حول ولا قوة إلا بالله
حسبنا الله ونعم الوكيل
لا إله إلا أنت سبحانك إنا كنا من الظالمين
يا حي برحمتك نستغيث
يا حي برحمتك نستغيث
يا حي برحمتك نستغيث
يا حي برحمتك نستغيث
يا حي برحمتك نستغيث
يا حي برحمتك نستغيث
يا حي برحمتك نستغيث لسلامة وعافية إخواننا المسلمين في لومبوك وغيرها
اللهم لا تؤاخذنا بما كسبت أيدينا
اللهم لا تؤاخذنا بما فعل السفهاء منا ولا تعذّبنا يا الله بما عمل المجرمون بيننا
اللهم أنت ربنا لا إله إلا أنت خلقنا ونحن عبيدك ونحن على عهدك ووعدك ما استطعنا نعوذ بك من شرّ ما صنعنا ونبوء لك بنعمتك علينا ونبوء بذنوبنا فاغفر لنا فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت
اَللَّهُمّ إِنّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ؛ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّمَافِيْهَا وَشَرِّمَا أَرْسَلْتَ بِهِ
آمين 🤲🤲🤲😭
@supraha
https://chat.whatsapp.com/9tSmCKnLkP22ncfZ5ATIiO
لا حول ولا قوة إلا بالله
حسبنا الله ونعم الوكيل
لا إله إلا أنت سبحانك إنا كنا من الظالمين
يا حي برحمتك نستغيث
يا حي برحمتك نستغيث
يا حي برحمتك نستغيث
يا حي برحمتك نستغيث
يا حي برحمتك نستغيث
يا حي برحمتك نستغيث
يا حي برحمتك نستغيث لسلامة وعافية إخواننا المسلمين في لومبوك وغيرها
اللهم لا تؤاخذنا بما كسبت أيدينا
اللهم لا تؤاخذنا بما فعل السفهاء منا ولا تعذّبنا يا الله بما عمل المجرمون بيننا
اللهم أنت ربنا لا إله إلا أنت خلقنا ونحن عبيدك ونحن على عهدك ووعدك ما استطعنا نعوذ بك من شرّ ما صنعنا ونبوء لك بنعمتك علينا ونبوء بذنوبنا فاغفر لنا فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت
اَللَّهُمّ إِنّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ؛ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّمَافِيْهَا وَشَرِّمَا أَرْسَلْتَ بِهِ
آمين 🤲🤲🤲😭
@supraha
https://chat.whatsapp.com/9tSmCKnLkP22ncfZ5ATIiO
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10214137217677133&id=1014022147
YUK KADER PEMIMPIN MUDA NKRI | PEMUDA LEADER NOT FOLLOWER
Seorang pemimpin tidak cukup bermodalkan semangat, namun ia harus terus membangun kapasitasnya yang melingkupi seluruh dimensi apa yang mempengaruhi keputusan kepemimpinannya. Akademi 'Islamic Leadership' yang digagas AQL ini akan kita dorong menjadi salah satu sumber kelahiran calon-calon pemimpin di masa datang. Pemimpin yang tidak meminta jabatan, namun selalui siap saat ia ditugaskan. Laksana anak panah yang dilesatkan dari busurnya.
(Wido Supraha | Wakil Sekretaris Komisi Ukhuwah MUI Pusat)
YUK KADER PEMIMPIN MUDA NKRI | PEMUDA LEADER NOT FOLLOWER
Seorang pemimpin tidak cukup bermodalkan semangat, namun ia harus terus membangun kapasitasnya yang melingkupi seluruh dimensi apa yang mempengaruhi keputusan kepemimpinannya. Akademi 'Islamic Leadership' yang digagas AQL ini akan kita dorong menjadi salah satu sumber kelahiran calon-calon pemimpin di masa datang. Pemimpin yang tidak meminta jabatan, namun selalui siap saat ia ditugaskan. Laksana anak panah yang dilesatkan dari busurnya.
(Wido Supraha | Wakil Sekretaris Komisi Ukhuwah MUI Pusat)
Facebook
Wido Supraha
YUK KADER PEMIMPIN MUDA NKRI | PEMUDA LEADER NOT FOLLOWER Seorang pemimpin tidak cukup bermodalkan semangat, namun ia harus terus membangun kapasitasnya yang melingkupi seluruh dimensi apa yang...
https://www.instagram.com/p/BmLepb0hPKT/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=4x2x91l0c99h
Silahkan disebarkan bagi jaringan yang tertarik untuk ikut Sekolah Pemikiran Islam.
Silahkan disebarkan bagi jaringan yang tertarik untuk ikut Sekolah Pemikiran Islam.
Instagram
Sekolah Pemikiran Islam
Apa Saja Materi Yang Akan Kamu Dapatkan? . . Coba deh kamu simak info di atas. Nah, materi itulah yg akan kamu terima dan akan kamu buat tulisan-tulisan berpengaruh nantinya. Asalkan rajin baca dan terus melatih menulis, pasti kamu bisa membuat tulisan yg…
*APAKAH NABI ﷺ PERNAH SESAT?*
📚 *DIALOG ISLAMI*
Kamis, 27 Dzulqa’dah 1439 H
▶ Tema: Tadabbur Al-Qur’an
📬 *PERTANYAAN*
_Bagaimana memahami firman-Nya dalam surat Adh-Dhuha [93] ayat 7. Apakah benar Nabi Muhammad Saw dahulu pernah sesat dan kemudian mendapatkan petunjuk?_
📂 *JAWABAN*
_Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah berada dalam kesesatan tauhid, juga kesesatan amal seperti orang-orang jahiliyah di zamannya. Hendaknya memahami Al-Qur’an tidak menggunakan metode membaca terjemah, namun memahami makna bahasa dan sejarah saat ayat itu diturunkan, sebagaimana telah diteliti oleh para ulama bahasa dan tafsir sebelumnya._
📌 Dalam Kitab Sirah Nabawiyah yang ditulis oleh Ibn Hisyam disebutkan sabda Nabi yang diingatkan sejak untuk tidak lagi membuka bajunya bertelanjang dada saat melakukan pekerjaan di luar rumah. Dalam riwayat yang lain juga disebutkan bagaimana Nabi pun diingatkan untuk tidak membuka pahanya saat melakukan pekerjaan di luar rumah. Tentunya ini bagian dari pembiasaan-pembiasaan baik dari-Nya sebagai bentuk pemuliaan dan kekhususan dibandingkan orang-orang Arab Jahiliyah.
📌 Dalam kitab Sirah Nabawiyah yang ditulis oleh Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri, disebutkan riwayat dari Ibn Atsir bahwa Nabi ﷺ pernah berkeinginan 2 (dua) kali mengikuti kebiasaan Jahiliyah, namun kemudian Allah menjadi penghalang antara dirinya dan keinginannya. Selepas itu Nabi ﷺ tidak lagi memiliki keinginan sebagaimana kebiasaan orang-orang Jahiliyah.
📌 Disebutkan juga dalam _Majma’ az-Zawa’id_ bahwa Nabi ﷺ pernah diminta kakeknya mencari unta yang hilang, namun lama tidak kembali hingga membuat kakeknya menyesal dan mengkhawatirkan terjadi sesuatu pada diri cucu kesayangannya tersebut. Nabi kecil kembali dengan selamat.
Sekitar 3 (tiga) tahun menjelang kenabian (nubuwwah), Nabi ﷺ melakukan pengasingan diri, uzlah, khulwah, ikhtila’, atau tahannuts. Sebagaimana kebiasaan orang-orang di saat itu, mencari tempat yang tinggi. Hal ini karena beliau melihat ada yang keliru di ummatnya, dan jurang perbedaan keyakinan antara dirinya dan kaumnya, namun beliau tidak faham apa dan bagaimana kebenaran itu sejatinya. Beliau bertemu dengan seorang penganut ajaran Ibrahim, ajaran samawi, yang sangat menjaga dirinya, namun ia hanya sendirian. Perasaan kebingungan dan gundah gulana inilah yang dirasakan oleh Nabi sebelum beliau diangkat menjadi Nabi.
Setelah memahami apa yang dialami Nabi, maka bagaimana pendapat ulama Tasir terhadap ayat tersebut. Berikut ini 3 (tiga) pendapat yang sejalan dengan apa yang dialami oleh beliau dalam hidupnya:
1⃣ *Allah mendapati beliau ﷺ sedang tidak berada atas jalan yang sekarang beliau berada di atasnya.*
Pendapat ini disebutkan oleh Ath-Thabari dalam tafsirnya. Beliau juga mengutip pendapat dari As-Suddi yang juga ada dalam ath-Thabaqat al-Kubra-nya Ibn Sa’ad, bahwa maknanya adalah bingung berada dalam perkara kaumnya selama 40 (empat puluh) tahun:
وقال السدي في ذلك ما حدثنا ابن حميد ، قال : ثنا مهران ، عن السدي ( { ووجدك ضالا } ) قال : كان على أمر قومه أربعين عاما . وقيل : عني بذلك : ووجدك في قوم ضلال فهداك .
Dalam pendapat lain, dikutip ath-Thabari, bahwa Allah mendapati Nabi ﷺ ‘berada di tengah kaum yang sesat’, lalu Allah memberikan beliau ﷺ petunjuk. Maka kesesatan dalam tauhid dan amal itu dapat kita temukan telah dialami dan dilakukan oleh kaum dimana Nabi hidup, tumbuh dan besar, bukan pada diri Nabi ﷺ sendiri.
2⃣ *Belum mengetahui berbeda dengan kesesatan, karena belum mengetahui dapat bermakna belum tahu apa yang seharusnya dikerjakan, namun juga menahan diri dari apa yang dikerjakan orang lain.*
Ibn Katsir menafsirkan bahwa beliau ﷺ dahulu belum mengetahui Kitab Suci, belum mengetahui iman, sebagaimana surat Asy-Syūrā [42] ayat 52:
وَكَذَٰلِكَ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ رُوحٗا مِّنۡ أَمۡرِنَاۚ مَا كُنتَ تَدۡرِي مَا ٱلۡكِتَٰبُ وَلَا ٱلۡإِيمَٰنُ وَلَٰكِن جَعَلۡنَٰهُ نُورٗا نَّهۡدِي بِهِۦ مَن نَّشَآءُ مِنۡ عِبَادِنَاۚ وَإِنَّكَ لَتَهۡدِيٓ إِلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ
Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab
📚 *DIALOG ISLAMI*
Kamis, 27 Dzulqa’dah 1439 H
▶ Tema: Tadabbur Al-Qur’an
📬 *PERTANYAAN*
_Bagaimana memahami firman-Nya dalam surat Adh-Dhuha [93] ayat 7. Apakah benar Nabi Muhammad Saw dahulu pernah sesat dan kemudian mendapatkan petunjuk?_
📂 *JAWABAN*
_Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah berada dalam kesesatan tauhid, juga kesesatan amal seperti orang-orang jahiliyah di zamannya. Hendaknya memahami Al-Qur’an tidak menggunakan metode membaca terjemah, namun memahami makna bahasa dan sejarah saat ayat itu diturunkan, sebagaimana telah diteliti oleh para ulama bahasa dan tafsir sebelumnya._
📌 Dalam Kitab Sirah Nabawiyah yang ditulis oleh Ibn Hisyam disebutkan sabda Nabi yang diingatkan sejak untuk tidak lagi membuka bajunya bertelanjang dada saat melakukan pekerjaan di luar rumah. Dalam riwayat yang lain juga disebutkan bagaimana Nabi pun diingatkan untuk tidak membuka pahanya saat melakukan pekerjaan di luar rumah. Tentunya ini bagian dari pembiasaan-pembiasaan baik dari-Nya sebagai bentuk pemuliaan dan kekhususan dibandingkan orang-orang Arab Jahiliyah.
📌 Dalam kitab Sirah Nabawiyah yang ditulis oleh Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri, disebutkan riwayat dari Ibn Atsir bahwa Nabi ﷺ pernah berkeinginan 2 (dua) kali mengikuti kebiasaan Jahiliyah, namun kemudian Allah menjadi penghalang antara dirinya dan keinginannya. Selepas itu Nabi ﷺ tidak lagi memiliki keinginan sebagaimana kebiasaan orang-orang Jahiliyah.
📌 Disebutkan juga dalam _Majma’ az-Zawa’id_ bahwa Nabi ﷺ pernah diminta kakeknya mencari unta yang hilang, namun lama tidak kembali hingga membuat kakeknya menyesal dan mengkhawatirkan terjadi sesuatu pada diri cucu kesayangannya tersebut. Nabi kecil kembali dengan selamat.
Sekitar 3 (tiga) tahun menjelang kenabian (nubuwwah), Nabi ﷺ melakukan pengasingan diri, uzlah, khulwah, ikhtila’, atau tahannuts. Sebagaimana kebiasaan orang-orang di saat itu, mencari tempat yang tinggi. Hal ini karena beliau melihat ada yang keliru di ummatnya, dan jurang perbedaan keyakinan antara dirinya dan kaumnya, namun beliau tidak faham apa dan bagaimana kebenaran itu sejatinya. Beliau bertemu dengan seorang penganut ajaran Ibrahim, ajaran samawi, yang sangat menjaga dirinya, namun ia hanya sendirian. Perasaan kebingungan dan gundah gulana inilah yang dirasakan oleh Nabi sebelum beliau diangkat menjadi Nabi.
Setelah memahami apa yang dialami Nabi, maka bagaimana pendapat ulama Tasir terhadap ayat tersebut. Berikut ini 3 (tiga) pendapat yang sejalan dengan apa yang dialami oleh beliau dalam hidupnya:
1⃣ *Allah mendapati beliau ﷺ sedang tidak berada atas jalan yang sekarang beliau berada di atasnya.*
Pendapat ini disebutkan oleh Ath-Thabari dalam tafsirnya. Beliau juga mengutip pendapat dari As-Suddi yang juga ada dalam ath-Thabaqat al-Kubra-nya Ibn Sa’ad, bahwa maknanya adalah bingung berada dalam perkara kaumnya selama 40 (empat puluh) tahun:
وقال السدي في ذلك ما حدثنا ابن حميد ، قال : ثنا مهران ، عن السدي ( { ووجدك ضالا } ) قال : كان على أمر قومه أربعين عاما . وقيل : عني بذلك : ووجدك في قوم ضلال فهداك .
Dalam pendapat lain, dikutip ath-Thabari, bahwa Allah mendapati Nabi ﷺ ‘berada di tengah kaum yang sesat’, lalu Allah memberikan beliau ﷺ petunjuk. Maka kesesatan dalam tauhid dan amal itu dapat kita temukan telah dialami dan dilakukan oleh kaum dimana Nabi hidup, tumbuh dan besar, bukan pada diri Nabi ﷺ sendiri.
2⃣ *Belum mengetahui berbeda dengan kesesatan, karena belum mengetahui dapat bermakna belum tahu apa yang seharusnya dikerjakan, namun juga menahan diri dari apa yang dikerjakan orang lain.*
Ibn Katsir menafsirkan bahwa beliau ﷺ dahulu belum mengetahui Kitab Suci, belum mengetahui iman, sebagaimana surat Asy-Syūrā [42] ayat 52:
وَكَذَٰلِكَ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ رُوحٗا مِّنۡ أَمۡرِنَاۚ مَا كُنتَ تَدۡرِي مَا ٱلۡكِتَٰبُ وَلَا ٱلۡإِيمَٰنُ وَلَٰكِن جَعَلۡنَٰهُ نُورٗا نَّهۡدِي بِهِۦ مَن نَّشَآءُ مِنۡ عِبَادِنَاۚ وَإِنَّكَ لَتَهۡدِيٓ إِلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ
Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab
(Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
Ibn Katsir menjelaskan bahwa ulama tafsir lainnya sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Al-Baghawi, menjelaskan bahwa di antara maknanya adalah bahwa Nabi ﷺ pernah tersesat di lereng-lereng pegunungan Makkah saat ia masih kecil, kemudian ia dapat pulang kembali ke rumahnya. Pendapat lain, ia pernah tersesat bersama pamannya di tengah jalan menuju negeri Syam. Saat itu Nabi ﷺ mengendarai unta betina di malam yang gelap, dan datanglah Iblis yang menyesatkannya dari jalur jalannya. Maka datanglah Malaikat Jibril yang langsung meniup Iblis hingga terpental jauh sampai ke negeri Habasyah. Kemudian Jibril meluruskan kembali arah tunggangan Nabi ﷺ ke jalur yang dituju:
وَمِنْهُمْ مَنْ قَالَ [إِنَّ] الْمُرَادَ بِهَذَا أَنَّهُ، عَلَيْهِ السَّلَامُ، ضَلَّ فِي شِعَابِ مَكَّةَ وَهُوَ صَغِيرٌ، ثُمَّ رَجَعَ. وَقِيلَ: إِنَّهُ ضَلَّ وَهُوَ مَعَ عَمِّهِ فِي طَرِيقِ الشَّامِ، وَكَانَ رَاكِبًا نَاقَةً فِي اللَّيْلِ، فَجَاءَ إِبْلِيسُ يَعْدِلُ بِهَا عَنِ الطَّرِيقِ، فَجَاءَ جِبْرِيلُ، فَنَفَخَ إِبْلِيسَ نَفْخَةً ذَهَبَ مِنْهَا إِلَى الْحَبَشَةِ، ثُمَّ عَدَلَ بالراحلة إلى الطريق. حكاهما البغوي
3⃣ *Menganut syariat Ibrahim*
Al-Alusi menjelaskan bahwa sebelum Nubuwwah, Nabi ﷺ mengikuti ajaran Ibrahim a.s., sebagaimana keterangan Ibn Aqil:
ونص أبو الوفاء على ابن عقيل على أنه صلى الله عليه وسلم كان متديناً قيل بعثه بما يصح عنه أنه من شريعة إبراهيم عليه السلام
_Abul Wafa Ali bin Aqil menegaskan bahwa sebelum diutus, Nabi ﷺ menganut syariat Ibrahim yang shahih dari beliau._
*[Tafsir al-Alusi, 23/160]*
💡 _Sebelum menjadi Nabi, Allah jaga beliau agar sentiasa berada dalam kelurusan (_hanifiyah as-samhah_), Allah jaga beliau dari perbuatan yang sia-sia, Allah takdirkan beliau menjadi orang yang terpercaya (Al-Amin) meski berada di tengah orang-orang yang sesat, dan Allah biasakan beliau dengan adab-adab yang baik. Maka Nabi kita yang mulia tidak pernah berada dalam kesesatan, tidak pernah menjadi orang yang sesat. Petunjuk wahyu yang kemudian diberikan kepadanya pada akhirnya mengubah kaum yang sesat ke jalan cahaya petunjuk._
Wallāhu a'lam,
Semangat pagi🌞🌞
🌤🌤🌤
➖➖➖➖➖➖➖➖
👤 Teman Dialog Islami: Dr. Wido Supraha (Wakil Sekretaris Komisi Ukhuwah MUI Pusat | Dosen Tetap Magister Pendidikan Agama Islam Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor)
Silahkan bergabung dalam Channel Dialog Islami: https://chat.whatsapp.com/9tSmCKnLkP22ncfZ5ATIiO
*Terima kasih telah membantu menyebarkan pesan dakwah ini.*
Ibn Katsir menjelaskan bahwa ulama tafsir lainnya sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Al-Baghawi, menjelaskan bahwa di antara maknanya adalah bahwa Nabi ﷺ pernah tersesat di lereng-lereng pegunungan Makkah saat ia masih kecil, kemudian ia dapat pulang kembali ke rumahnya. Pendapat lain, ia pernah tersesat bersama pamannya di tengah jalan menuju negeri Syam. Saat itu Nabi ﷺ mengendarai unta betina di malam yang gelap, dan datanglah Iblis yang menyesatkannya dari jalur jalannya. Maka datanglah Malaikat Jibril yang langsung meniup Iblis hingga terpental jauh sampai ke negeri Habasyah. Kemudian Jibril meluruskan kembali arah tunggangan Nabi ﷺ ke jalur yang dituju:
وَمِنْهُمْ مَنْ قَالَ [إِنَّ] الْمُرَادَ بِهَذَا أَنَّهُ، عَلَيْهِ السَّلَامُ، ضَلَّ فِي شِعَابِ مَكَّةَ وَهُوَ صَغِيرٌ، ثُمَّ رَجَعَ. وَقِيلَ: إِنَّهُ ضَلَّ وَهُوَ مَعَ عَمِّهِ فِي طَرِيقِ الشَّامِ، وَكَانَ رَاكِبًا نَاقَةً فِي اللَّيْلِ، فَجَاءَ إِبْلِيسُ يَعْدِلُ بِهَا عَنِ الطَّرِيقِ، فَجَاءَ جِبْرِيلُ، فَنَفَخَ إِبْلِيسَ نَفْخَةً ذَهَبَ مِنْهَا إِلَى الْحَبَشَةِ، ثُمَّ عَدَلَ بالراحلة إلى الطريق. حكاهما البغوي
3⃣ *Menganut syariat Ibrahim*
Al-Alusi menjelaskan bahwa sebelum Nubuwwah, Nabi ﷺ mengikuti ajaran Ibrahim a.s., sebagaimana keterangan Ibn Aqil:
ونص أبو الوفاء على ابن عقيل على أنه صلى الله عليه وسلم كان متديناً قيل بعثه بما يصح عنه أنه من شريعة إبراهيم عليه السلام
_Abul Wafa Ali bin Aqil menegaskan bahwa sebelum diutus, Nabi ﷺ menganut syariat Ibrahim yang shahih dari beliau._
*[Tafsir al-Alusi, 23/160]*
💡 _Sebelum menjadi Nabi, Allah jaga beliau agar sentiasa berada dalam kelurusan (_hanifiyah as-samhah_), Allah jaga beliau dari perbuatan yang sia-sia, Allah takdirkan beliau menjadi orang yang terpercaya (Al-Amin) meski berada di tengah orang-orang yang sesat, dan Allah biasakan beliau dengan adab-adab yang baik. Maka Nabi kita yang mulia tidak pernah berada dalam kesesatan, tidak pernah menjadi orang yang sesat. Petunjuk wahyu yang kemudian diberikan kepadanya pada akhirnya mengubah kaum yang sesat ke jalan cahaya petunjuk._
Wallāhu a'lam,
Semangat pagi🌞🌞
🌤🌤🌤
➖➖➖➖➖➖➖➖
👤 Teman Dialog Islami: Dr. Wido Supraha (Wakil Sekretaris Komisi Ukhuwah MUI Pusat | Dosen Tetap Magister Pendidikan Agama Islam Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor)
Silahkan bergabung dalam Channel Dialog Islami: https://chat.whatsapp.com/9tSmCKnLkP22ncfZ5ATIiO
*Terima kasih telah membantu menyebarkan pesan dakwah ini.*
WhatsApp.com
WhatsApp Group Invite
[Sahabat, begitu masuk adzan Maghrib malam ini, maka telah masuk bulan Dzulhijjah. Persiapkan amal-amal shalih terbaikmu. Berkurbanlah nanti di tanggal 10, dan janganlah memotong kuku dan rambu hingga kurban telah disembelih.]
Berpuasa di hari Senin, hari dilahirkannya Nabi ﷺ sekaligus diangkat sbg Rasul. Lebih spesial lagi, karena hari ini, Senin pertama di awal bulan. Jauh lebih spesial, karena ini hari ke-I dari 10 hari terbaik dalam kurun satu tahun hijriyah. Semoga Allah berkahi kehidupan kita.
t.me/supraha
t.me/supraha
Telegram
Wido Supraha
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
ANTARA AMAL SHĀLIH DAN FĀSID
Amal Shalih adalah amal yang jika dikerjakan akan memperbaiki dirinya, keluarganya, masyarakatnya bahkan lingkungannya. Lawannya adalah Amal Fasid, amal yang jika dikerjakan akan merusak dirinya, keluarganya, masyarakatnya bahkan lingkungannya.
Kejarlah amal shalih yang diridhai.
Join Dialog Islami:
https://chat.whatsapp.com/9tSmCKnLkP22ncfZ5ATIiO
Amal Shalih adalah amal yang jika dikerjakan akan memperbaiki dirinya, keluarganya, masyarakatnya bahkan lingkungannya. Lawannya adalah Amal Fasid, amal yang jika dikerjakan akan merusak dirinya, keluarganya, masyarakatnya bahkan lingkungannya.
Kejarlah amal shalih yang diridhai.
Join Dialog Islami:
https://chat.whatsapp.com/9tSmCKnLkP22ncfZ5ATIiO
*SIAPAKAH SEBAIK-BAIK MANUSIA?*
Terdapat minimal 11 (sebelas) golongan *sebaik-baik manusia* di dunia:
1. Rasūlullāh ﷺ bersabda:
( خيركم من تعلم القرآن وعلمه )
صحيح البخاري 5027
_Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya._
*[HR. al-Bukhari No. 5027]*
2. Rasūlullāh ﷺ bersabda:
( خياركم أحاسنكم أخلاقا )
صحيح البخاري6035
_Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik akhlaknya._
*[HR. al-Bukhari No. 6035]*
3. Rasūlullāh ﷺ bersabda:
( خيركم أحسنكم قضاء )
أي عند رد القرض .
صحيح البخاري رقم 2305
_Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam membayar (mengembalikan hutang)._
*[HR. al-Bukhari No. 2305]*
4. Rasūlullāh ﷺ bersabda:
( خيركم من يُرجى خيره ويُؤمٓن شره )
صحيح الترمذي / 2263
_Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling boleh diharapkan kebaikannya dan aman dari keburukannya._
*[HR. Tirmidzi No. 2263]*
5. Rasūlullāh ﷺ bersabda:
( خيركم خيركم لأهله )
صحيح ابن حبان / 4177
_Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik terhadap ahli keluarganya._
*[HR. Ibnu Hibban No. 4177]
6. Rasūlullāh ﷺ bersabda:
( خيركم من أطعم الطعام وردَّ السلام )
صحيح الجامع / 3318
_Sebaik-baik kalian adalah orang yang memberi makan (kepada orang lain) dan menjawab salam._
*[Shahih al-Jami' No. 3318]*
7. Rasūlullāh ﷺ bersabda:
( خياركم ألينُكم مناكب في الصلاة )
الترغيب والترهيب 234/1
أي: يفسح لمن يدخل الصف في الصلاة .
_Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam meluaskan tempat ( bagi orang masuk dalam saf) dalam solat._
*[Targhib wa Tarhib 1/234]*
8. Rasūlullāh ﷺ bersabda:
( خير الناس من طال عمره وحسن عمله )
صحيح الجامع 3297
_Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya._
*[Shahih al Jami' 3297]*
9. Rasūlullāh ﷺ bersabda:
( خير الناس أنفعهم للناس )
صحيح الجامع 3289
_Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain._
*[Shahih al-Jami' 3289]*
10. Rasūlullāh ﷺ bersabda:
( خير الأصحاب عند الله خيركم لصاحبه، وخير الجيران عند الله خيركم لجاره )
صحيح الأدب المفرد/84
_Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah orang yang paling baik terhadap sahabatnya. Sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah orang yang paling baik terhadap tetangganya._
*[Shahih Adab al-Mufrad No. 84]*
11. Rasūlullāh ﷺ bersabda:
( خير النَّاس ذو القلب المَخْمُوم واللِّسان الصَّادق ) قالوا : صدوق اللسان نعرفه ، فما مخموم القلب ؟ قال :
( هو النقي ، التقي ، لا إثم عليه ، ولا بغي ، ولا غل ، ولا حسد ) .
صحيح الجامع / 3291
_Sebaik-baik manusia adalah orang yang memiliki hati yang makhmum dan lisan yang jujur. Para sahabat bertanya: Lisan yang jujur kami faham, maka apa yang dimaksud dengan hati yang makhmum? Baginda bersabda: "orang yang memiliki hati bersih dan bertakwa, tidak ada dosa, tidak berbuat zalim, serta tidak ada kebencian dan hasad."_
*[Shahih al Jami' 3201]*
جعلني الله واياكم من خير الناس
_Semoga Allah Ta'ala menjadikan kita semua sebagai orang yang terbaik, Amin.
اللهم صل على محمد وآل محمد
Dari Guru kami, Raihan Iskandar, Lc.
Semangat pagi🌞🌞
🌤🌤🌤
➖➖➖➖➖➖➖➖
👤 Teman Dialog Islami: Dr. Wido Supraha (Dosen Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor)
Silahkan bergabung dalam Channel Dialog Islami: https://chat.whatsapp.com/0fGNS6MLp1ECiCCQU0GQfz
*Terima kasih telah membantu menyebarkan pesan dakwah ini.*
Terdapat minimal 11 (sebelas) golongan *sebaik-baik manusia* di dunia:
1. Rasūlullāh ﷺ bersabda:
( خيركم من تعلم القرآن وعلمه )
صحيح البخاري 5027
_Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya._
*[HR. al-Bukhari No. 5027]*
2. Rasūlullāh ﷺ bersabda:
( خياركم أحاسنكم أخلاقا )
صحيح البخاري6035
_Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik akhlaknya._
*[HR. al-Bukhari No. 6035]*
3. Rasūlullāh ﷺ bersabda:
( خيركم أحسنكم قضاء )
أي عند رد القرض .
صحيح البخاري رقم 2305
_Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam membayar (mengembalikan hutang)._
*[HR. al-Bukhari No. 2305]*
4. Rasūlullāh ﷺ bersabda:
( خيركم من يُرجى خيره ويُؤمٓن شره )
صحيح الترمذي / 2263
_Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling boleh diharapkan kebaikannya dan aman dari keburukannya._
*[HR. Tirmidzi No. 2263]*
5. Rasūlullāh ﷺ bersabda:
( خيركم خيركم لأهله )
صحيح ابن حبان / 4177
_Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik terhadap ahli keluarganya._
*[HR. Ibnu Hibban No. 4177]
6. Rasūlullāh ﷺ bersabda:
( خيركم من أطعم الطعام وردَّ السلام )
صحيح الجامع / 3318
_Sebaik-baik kalian adalah orang yang memberi makan (kepada orang lain) dan menjawab salam._
*[Shahih al-Jami' No. 3318]*
7. Rasūlullāh ﷺ bersabda:
( خياركم ألينُكم مناكب في الصلاة )
الترغيب والترهيب 234/1
أي: يفسح لمن يدخل الصف في الصلاة .
_Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam meluaskan tempat ( bagi orang masuk dalam saf) dalam solat._
*[Targhib wa Tarhib 1/234]*
8. Rasūlullāh ﷺ bersabda:
( خير الناس من طال عمره وحسن عمله )
صحيح الجامع 3297
_Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya._
*[Shahih al Jami' 3297]*
9. Rasūlullāh ﷺ bersabda:
( خير الناس أنفعهم للناس )
صحيح الجامع 3289
_Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain._
*[Shahih al-Jami' 3289]*
10. Rasūlullāh ﷺ bersabda:
( خير الأصحاب عند الله خيركم لصاحبه، وخير الجيران عند الله خيركم لجاره )
صحيح الأدب المفرد/84
_Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah orang yang paling baik terhadap sahabatnya. Sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah orang yang paling baik terhadap tetangganya._
*[Shahih Adab al-Mufrad No. 84]*
11. Rasūlullāh ﷺ bersabda:
( خير النَّاس ذو القلب المَخْمُوم واللِّسان الصَّادق ) قالوا : صدوق اللسان نعرفه ، فما مخموم القلب ؟ قال :
( هو النقي ، التقي ، لا إثم عليه ، ولا بغي ، ولا غل ، ولا حسد ) .
صحيح الجامع / 3291
_Sebaik-baik manusia adalah orang yang memiliki hati yang makhmum dan lisan yang jujur. Para sahabat bertanya: Lisan yang jujur kami faham, maka apa yang dimaksud dengan hati yang makhmum? Baginda bersabda: "orang yang memiliki hati bersih dan bertakwa, tidak ada dosa, tidak berbuat zalim, serta tidak ada kebencian dan hasad."_
*[Shahih al Jami' 3201]*
جعلني الله واياكم من خير الناس
_Semoga Allah Ta'ala menjadikan kita semua sebagai orang yang terbaik, Amin.
اللهم صل على محمد وآل محمد
Dari Guru kami, Raihan Iskandar, Lc.
Semangat pagi🌞🌞
🌤🌤🌤
➖➖➖➖➖➖➖➖
👤 Teman Dialog Islami: Dr. Wido Supraha (Dosen Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor)
Silahkan bergabung dalam Channel Dialog Islami: https://chat.whatsapp.com/0fGNS6MLp1ECiCCQU0GQfz
*Terima kasih telah membantu menyebarkan pesan dakwah ini.*
*BOLEHKAH PATUNGAN KURBAN DENGAN NILAI PATUNGAN TIDAK SAMA?*
📚 *DIALOG ISLAMI*
Kamis, 04 Dzulqa’dah 1439 H
▶ *Tema: Fiqh > Kurban*
📬 *PERTANYAAN*
_Assalamu'alaikum Doktor Wido,_
_Izin bertanya. Di masjid kami ada 7 orang warga sepakat ingin urunan sapi qurban. Tetapi yang 3 orang urunan @Rp.3.000.000 per orang dan sisa 4 orangnya cuma punya uang @Rp.2.700.000 per orang._
_(1). Apakah boleh patungan urunan sapi dgn kontribusi tiap orang berbeda nominalnya? (Ada yg 2,7 juta dan 3 juta)._
_(2). Ataukah kami samakan saja pakai angka batas bawah @Rp.2.700.000 supaya bisa sepakat satu nilai patungan?_
_Min fadhlik, mohon pencerahan._
📂 *JAWABAN*
_Wa ‘alaikumussalām warahmatullāh,_
_Berserikat dalam berkurban diperbolehkan, yakni maksimal 7 (tujuh) orang untuk sapi. Mekanisme teknisnya tidak diatur secara detail dalam teks agama. Maka dikembalikan kepada keumuman kondisi, dimana hendaknya nilai yang dibayarkan dari setiap pekurban adalah nilai minimal hewan kambing yang dapat diperoleh di sebuah tempat dan zaman. Adapun, jika di antara pekurban lainnya ada yang ingin memberikan lebih maka hal ini justru dianjurkan, dikarenakan dalam berkurban disyariatkan memberikan yang terbaik._
Kedua opsi yang sahabat sampaikan dapat dilakukan, namun kami menganjurkan opsi yang pertama, karena dampaknya yang lebih besar. Hal ini berdasarkan pertimbangan kami atas dalil berikut ini:
عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ اشْتَرَكْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ كُلُّ سَبْعَةٍ فِي بَدَنَةٍ فَقَالَ رَجُلٌ لِجَابِرٍ أَيُشْتَرَكُ فِي الْبَدَنَةِ مَا يُشْتَرَكُ فِي الْجَزُورِ قَالَ مَا هِيَ إِلَّا مِنْ الْبُدْنِ وَحَضَرَ جَابِرٌ الْحُدَيْبِيَةَ قَالَ نَحَرْنَا يَوْمَئِذٍ سَبْعِينَ بَدَنَةً اشْتَرَكْنَا كُلُّ سَبْعَةٍ فِي بَدَنَةٍ
_Dari Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Abu Zubair bahwa ia mendengar Jābir bin ‘Abdullāh r.a. berkata: “Kami bersekutu bersama Nabi ﷺ dalam haji dan umrah, yakni 7 (tujuh) orang berkurban dengan seekor *badanah*.” Maka berkata seorang laki-laki kepada Jābir, “Bolehkah bersekutu dalam *jazūr* sebagaimana bolehnya bersekutu dalam badanah?” Jabir menjawab, “Jazūr itu sudah termasuk badanah.” Jabir juga ikut dalam peristiwa Hudaibiyah. Ia berkata, “Di hari itu, kami menyembelih 70 (tujuh puluh) ekor badanah. Setiap tujuh orang dari kami bersekutu untuk kurban seekor badanah.”_
*[HR. Muslim (6/476)]*
Makna _badanah_ adalah unta yang disiapkan untuk dikurbankan dalam ibadah haji, dan makna _jazūr_ adalah unta yang disiapkan untuk disembelih, dan jazur itu tentu termasuk badanah.
كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ فَحَضَرَ الأَضْحَى فَاشْتَرَكْنَا فِى الْبَقَرَةِ سَبْعَةً وَفِى الْبَعِيرِ عَشَرَةً
_Dahulu kami penah bersafar bersama Rasulullah ﷺ lalu tibalah hari raya Idul Adha maka kami pun berserikat sepuluh orang untuk qurban seekor unta. Sedangkan untuk seekor sapi kami berserikat sebanyak tujuh orang._
*[HR. Tirmidzi No. 905, Ibnu Majah No. 3131]*
فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ أَفْضَلَ الضَّحَايَا أَغْلاَهَا وَأَسْمَنَهَا
_Maka berkata Nabi ﷺ: “Sesungguhnya sembelihan yang paling afdhal adalah yang paling mahal dan paling gemuk.”_
Berkata Imam Nawawi dalam madzhab Syāfi’i dalam karyanya _Al-Majmū’_:
يجوز أن يشترك سبعة في بدنة أو بقرة للتضحية سواء كانوا كلهم أهل بيت واحد أو متفرقين
_Dibolehkan patungan sebanyak tujuh orang untuk kurban unta atau sapi, baik keseluruhannya bagian dari keluarga maupun orang lain._
يستحب التضحية بالاسمن الاكمل قال البغوي وغيره حتى أن التضحية بشاة سمينة أفضل من شاتين دونها قالوا وقد قال الشافعي رحمه الله استكثار القيمة في الاضحية أفضل من استكثار العدد
_Dianjurkan berkurban dengan hewan yang lebih gemuk dan lebih sempurna. Berkata al-Baghawī dan yang lainnya: “Bahkan berkurban dengan satu kambing yang gemuk lebih utama daripada berkurban dengan dua kambing yang lebih kurus darinya”. Mereka berkata bahwa Imam asy-Syafi’i berkata: “Memperhatikan kualitas hewan kurban lebih utama daripada memperbanyak jumlah hew
📚 *DIALOG ISLAMI*
Kamis, 04 Dzulqa’dah 1439 H
▶ *Tema: Fiqh > Kurban*
📬 *PERTANYAAN*
_Assalamu'alaikum Doktor Wido,_
_Izin bertanya. Di masjid kami ada 7 orang warga sepakat ingin urunan sapi qurban. Tetapi yang 3 orang urunan @Rp.3.000.000 per orang dan sisa 4 orangnya cuma punya uang @Rp.2.700.000 per orang._
_(1). Apakah boleh patungan urunan sapi dgn kontribusi tiap orang berbeda nominalnya? (Ada yg 2,7 juta dan 3 juta)._
_(2). Ataukah kami samakan saja pakai angka batas bawah @Rp.2.700.000 supaya bisa sepakat satu nilai patungan?_
_Min fadhlik, mohon pencerahan._
📂 *JAWABAN*
_Wa ‘alaikumussalām warahmatullāh,_
_Berserikat dalam berkurban diperbolehkan, yakni maksimal 7 (tujuh) orang untuk sapi. Mekanisme teknisnya tidak diatur secara detail dalam teks agama. Maka dikembalikan kepada keumuman kondisi, dimana hendaknya nilai yang dibayarkan dari setiap pekurban adalah nilai minimal hewan kambing yang dapat diperoleh di sebuah tempat dan zaman. Adapun, jika di antara pekurban lainnya ada yang ingin memberikan lebih maka hal ini justru dianjurkan, dikarenakan dalam berkurban disyariatkan memberikan yang terbaik._
Kedua opsi yang sahabat sampaikan dapat dilakukan, namun kami menganjurkan opsi yang pertama, karena dampaknya yang lebih besar. Hal ini berdasarkan pertimbangan kami atas dalil berikut ini:
عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ اشْتَرَكْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ كُلُّ سَبْعَةٍ فِي بَدَنَةٍ فَقَالَ رَجُلٌ لِجَابِرٍ أَيُشْتَرَكُ فِي الْبَدَنَةِ مَا يُشْتَرَكُ فِي الْجَزُورِ قَالَ مَا هِيَ إِلَّا مِنْ الْبُدْنِ وَحَضَرَ جَابِرٌ الْحُدَيْبِيَةَ قَالَ نَحَرْنَا يَوْمَئِذٍ سَبْعِينَ بَدَنَةً اشْتَرَكْنَا كُلُّ سَبْعَةٍ فِي بَدَنَةٍ
_Dari Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Abu Zubair bahwa ia mendengar Jābir bin ‘Abdullāh r.a. berkata: “Kami bersekutu bersama Nabi ﷺ dalam haji dan umrah, yakni 7 (tujuh) orang berkurban dengan seekor *badanah*.” Maka berkata seorang laki-laki kepada Jābir, “Bolehkah bersekutu dalam *jazūr* sebagaimana bolehnya bersekutu dalam badanah?” Jabir menjawab, “Jazūr itu sudah termasuk badanah.” Jabir juga ikut dalam peristiwa Hudaibiyah. Ia berkata, “Di hari itu, kami menyembelih 70 (tujuh puluh) ekor badanah. Setiap tujuh orang dari kami bersekutu untuk kurban seekor badanah.”_
*[HR. Muslim (6/476)]*
Makna _badanah_ adalah unta yang disiapkan untuk dikurbankan dalam ibadah haji, dan makna _jazūr_ adalah unta yang disiapkan untuk disembelih, dan jazur itu tentu termasuk badanah.
كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ فَحَضَرَ الأَضْحَى فَاشْتَرَكْنَا فِى الْبَقَرَةِ سَبْعَةً وَفِى الْبَعِيرِ عَشَرَةً
_Dahulu kami penah bersafar bersama Rasulullah ﷺ lalu tibalah hari raya Idul Adha maka kami pun berserikat sepuluh orang untuk qurban seekor unta. Sedangkan untuk seekor sapi kami berserikat sebanyak tujuh orang._
*[HR. Tirmidzi No. 905, Ibnu Majah No. 3131]*
فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ أَفْضَلَ الضَّحَايَا أَغْلاَهَا وَأَسْمَنَهَا
_Maka berkata Nabi ﷺ: “Sesungguhnya sembelihan yang paling afdhal adalah yang paling mahal dan paling gemuk.”_
Berkata Imam Nawawi dalam madzhab Syāfi’i dalam karyanya _Al-Majmū’_:
يجوز أن يشترك سبعة في بدنة أو بقرة للتضحية سواء كانوا كلهم أهل بيت واحد أو متفرقين
_Dibolehkan patungan sebanyak tujuh orang untuk kurban unta atau sapi, baik keseluruhannya bagian dari keluarga maupun orang lain._
يستحب التضحية بالاسمن الاكمل قال البغوي وغيره حتى أن التضحية بشاة سمينة أفضل من شاتين دونها قالوا وقد قال الشافعي رحمه الله استكثار القيمة في الاضحية أفضل من استكثار العدد
_Dianjurkan berkurban dengan hewan yang lebih gemuk dan lebih sempurna. Berkata al-Baghawī dan yang lainnya: “Bahkan berkurban dengan satu kambing yang gemuk lebih utama daripada berkurban dengan dua kambing yang lebih kurus darinya”. Mereka berkata bahwa Imam asy-Syafi’i berkata: “Memperhatikan kualitas hewan kurban lebih utama daripada memperbanyak jumlah hew
an kurban.”_
*[Al-Majmū’ (8/396)]*
Berkata Ibnu Qudamah dalam madzhab Hanbali dalam karyanya _Al-Mughni_:
وتجزئ البدنة عن سبعة وكذلك البقرة وهذا قول أكثر أهل العلم
_Kurban satu ekor unta ataupun sapi atas nama tujuh orang diperbolehkan oleh mayoritas ulama._
💡 *Berserikat adalah bentuk tolong-menolong dalam ketaqwaan dengan hikmah memberikan yang terbaik untuk kebutuhan masyarakat sekaligus sebagai solusi dalam kondisi yang membutuhkan dampak dari berserikat.*
_Wallāhu a'lam,_
Semangat pagi🌞🌞
🌤🌤🌤
➖➖➖➖➖➖➖➖
👤 Teman Dialog Islami: Dr. Wido Supraha (Dosen Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor)
Silahkan bergabung dalam Channel Dialog Islami: https://chat.whatsapp.com/0fGNS6MLp1ECiCCQU0GQfz
*Terima kasih telah membantu menyebarkan pesan dakwah ini.*
*[Al-Majmū’ (8/396)]*
Berkata Ibnu Qudamah dalam madzhab Hanbali dalam karyanya _Al-Mughni_:
وتجزئ البدنة عن سبعة وكذلك البقرة وهذا قول أكثر أهل العلم
_Kurban satu ekor unta ataupun sapi atas nama tujuh orang diperbolehkan oleh mayoritas ulama._
💡 *Berserikat adalah bentuk tolong-menolong dalam ketaqwaan dengan hikmah memberikan yang terbaik untuk kebutuhan masyarakat sekaligus sebagai solusi dalam kondisi yang membutuhkan dampak dari berserikat.*
_Wallāhu a'lam,_
Semangat pagi🌞🌞
🌤🌤🌤
➖➖➖➖➖➖➖➖
👤 Teman Dialog Islami: Dr. Wido Supraha (Dosen Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor)
Silahkan bergabung dalam Channel Dialog Islami: https://chat.whatsapp.com/0fGNS6MLp1ECiCCQU0GQfz
*Terima kasih telah membantu menyebarkan pesan dakwah ini.*
*TADABBUR SURAT AL-A’RAF [7] AYAT KE-2?*
📚 *DIALOG ISLAMI*
Kamis, 04 Dzulqa’dah 1439 H
▶ *Tema: Al-Qur'ān > Tadabbur*
📬 *PERTANYAAN*
_Ustad maaf sebelumnya saya ada pertanyaan.. Saya lagi meminta petunjuk ALLAH melalui Al-Qur'an selepas sholat terkait hajat saya kemudian membuka Al-Qur'an lalu surah ke 7 ayat 2 lah yg pertama kali saya lihat.. boleh tolong dibantu menjelaskan apa makna yang terkandung pada ayat tersebut. Jazakallah khair ????_
📂 *JAWABAN*
_Surat Al-A’rāf [7] ayat 2 mendorong setiap manusia agar siap secara totalitas untuk mengamalkan 6236 ayat Al-Qur’an tanpa menunda-nunda, kecuali Allah yang menundanya. Surat ini juga mendorong manusia untuk sentiasa berdzikir kepada-Nya, mengambil pelajaran dari setiap peristiwa, dan berusaha untuk menerima, memaafkan, berprasangka baik, dan berpikir positif, karena ini semua akan membuat jiwa menjadi tenang, dan jasad menjadi sehat. Ketenangan jiwa akan memudahkan untuk membangun komitmen kembali bersama di atas keyakinan akan sesuatu. Ketenangan akan membawa manusia dapat melakukan amal-amal positif yang penuh energi, dan di antara amal terbaik itu adalah dalam aktifitas-aktifas terkait dengan dakwah dan syi’ar Islam. Ketenangan itu ada pada kebenaran yang sahabat yakini, maka tetaplah fokus dan jangan terganggu fokus dalam kehidupan karena bisikan atau dorongan yang menjauhkan kita dari kebenaran._
Allāh ﷻ berfirman dalam Surat Al-A’rāf [7] ayat 2:
كِتَٰبٌ أُنزِلَ إِلَيۡكَ فَلَا يَكُن فِي صَدۡرِكَ حَرَجٞ مِّنۡهُ لِتُنذِرَ بِهِۦ وَذِكۡرَىٰ لِلۡمُؤۡمِنِينَ
_Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu, dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman._
Nabi Muhammad ﷺ terhibur dengan ayat ini saat beliau merasakan kesempitan hati atas perilaku orang-orang di sekitarnya. Beliau ﷺ menjalankan tugas sucinya dengan penuh kesabaran, dengan keyakinan penuh tanpa ada keraguan sedikit pun, bahwa Allāh sentiasa bersamanya, dan bahwa apa yang diembannya adalah sebuah kebenaran yang sejati. Setiap beban berat berhasil dipikulnya, sehingga beliau termasuk _Ulu al-‘Azhmi_.
Rasūlullāh ﷺ pernah bersabda:
وَعَنْ جَابِرٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، يَقُوْلُ : (( أَفْضَلُ الذِّكْرِ : لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ )) . رَوَاهُ التِّرْمِذِي ، وَقَالَ : (( حَدِيْثٌ حَسَنٌ ))
_Dari Jābir r.a., ia berkata, bahwa ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:_
_“Dzikir yang paling utama adalah *lā ilāha illallāh* (tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar selain Allah).”_
*[HR. Tirmidzi No. 3383]*
💡 *Keyakinan itu hadir karena rasa aman. Keamanan dalam jiwa itu hadir karena paham. Kepahaman itu hadir karena ilmu.*
_Wallāhu a'lam,_
Semangat pagi🌞🌞
🌤🌤🌤
➖➖➖➖➖➖➖➖
👤 Teman Dialog Islami: Dr. Wido Supraha (Dosen Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor)
Silahkan bergabung dalam Channel Dialog Islami: https://chat.whatsapp.com/0fGNS6MLp1ECiCCQU0GQfz
*Terima kasih telah membantu menyebarkan pesan dakwah ini.*
📚 *DIALOG ISLAMI*
Kamis, 04 Dzulqa’dah 1439 H
▶ *Tema: Al-Qur'ān > Tadabbur*
📬 *PERTANYAAN*
_Ustad maaf sebelumnya saya ada pertanyaan.. Saya lagi meminta petunjuk ALLAH melalui Al-Qur'an selepas sholat terkait hajat saya kemudian membuka Al-Qur'an lalu surah ke 7 ayat 2 lah yg pertama kali saya lihat.. boleh tolong dibantu menjelaskan apa makna yang terkandung pada ayat tersebut. Jazakallah khair ????_
📂 *JAWABAN*
_Surat Al-A’rāf [7] ayat 2 mendorong setiap manusia agar siap secara totalitas untuk mengamalkan 6236 ayat Al-Qur’an tanpa menunda-nunda, kecuali Allah yang menundanya. Surat ini juga mendorong manusia untuk sentiasa berdzikir kepada-Nya, mengambil pelajaran dari setiap peristiwa, dan berusaha untuk menerima, memaafkan, berprasangka baik, dan berpikir positif, karena ini semua akan membuat jiwa menjadi tenang, dan jasad menjadi sehat. Ketenangan jiwa akan memudahkan untuk membangun komitmen kembali bersama di atas keyakinan akan sesuatu. Ketenangan akan membawa manusia dapat melakukan amal-amal positif yang penuh energi, dan di antara amal terbaik itu adalah dalam aktifitas-aktifas terkait dengan dakwah dan syi’ar Islam. Ketenangan itu ada pada kebenaran yang sahabat yakini, maka tetaplah fokus dan jangan terganggu fokus dalam kehidupan karena bisikan atau dorongan yang menjauhkan kita dari kebenaran._
Allāh ﷻ berfirman dalam Surat Al-A’rāf [7] ayat 2:
كِتَٰبٌ أُنزِلَ إِلَيۡكَ فَلَا يَكُن فِي صَدۡرِكَ حَرَجٞ مِّنۡهُ لِتُنذِرَ بِهِۦ وَذِكۡرَىٰ لِلۡمُؤۡمِنِينَ
_Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu, dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman._
Nabi Muhammad ﷺ terhibur dengan ayat ini saat beliau merasakan kesempitan hati atas perilaku orang-orang di sekitarnya. Beliau ﷺ menjalankan tugas sucinya dengan penuh kesabaran, dengan keyakinan penuh tanpa ada keraguan sedikit pun, bahwa Allāh sentiasa bersamanya, dan bahwa apa yang diembannya adalah sebuah kebenaran yang sejati. Setiap beban berat berhasil dipikulnya, sehingga beliau termasuk _Ulu al-‘Azhmi_.
Rasūlullāh ﷺ pernah bersabda:
وَعَنْ جَابِرٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، يَقُوْلُ : (( أَفْضَلُ الذِّكْرِ : لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ )) . رَوَاهُ التِّرْمِذِي ، وَقَالَ : (( حَدِيْثٌ حَسَنٌ ))
_Dari Jābir r.a., ia berkata, bahwa ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:_
_“Dzikir yang paling utama adalah *lā ilāha illallāh* (tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar selain Allah).”_
*[HR. Tirmidzi No. 3383]*
💡 *Keyakinan itu hadir karena rasa aman. Keamanan dalam jiwa itu hadir karena paham. Kepahaman itu hadir karena ilmu.*
_Wallāhu a'lam,_
Semangat pagi🌞🌞
🌤🌤🌤
➖➖➖➖➖➖➖➖
👤 Teman Dialog Islami: Dr. Wido Supraha (Dosen Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor)
Silahkan bergabung dalam Channel Dialog Islami: https://chat.whatsapp.com/0fGNS6MLp1ECiCCQU0GQfz
*Terima kasih telah membantu menyebarkan pesan dakwah ini.*
*#IslamIsBeautiful*
*KERINDUAN NABI AKAN SIFAT TAQWA*
Beliau terus membiasakan berdo'a:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ
اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَعِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَدَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا
*_Allahumma inni a`udzu bika minal-`ajzi wal-kasali wal-bukhli wal-jubni wal-harami wa `adzabil-qabri._*
*_Allahumma aati nafsi taqwaha wa zakkiha, anta khairu man zakkaha, anta waliyyuha, wa maulaha._*
*_Allahumma inni a`udzu bika min qalbin la yakhsha`, wa min nafsin la tashba`, wa
_“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah, malas, bakhil, pengecut, kejelekan di waktu tua, dan adzab kubur._
_Ya Allah, kurniakanlah jiwaku akan sifat taqwa dan sucikanlah ia, Engkau lah sebaik-baik yang mensucikannya, Engkau lah penjaganya dan pelindungnya._
_Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan-Mu dari kalbu yang tidak ada rasa takut (kepada-Mu), dan dari jiwa yang tidak rasa puas, dan ilmu yang tidak bermanfaat, dan doa yang tidak dikabulkan.”_
*[HR. Muslim No. 4899]*
Group WA: https://chat.whatsapp.com/0fGNS6MLp1ECiCCQU0GQfz
*KERINDUAN NABI AKAN SIFAT TAQWA*
Beliau terus membiasakan berdo'a:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ
اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَعِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَدَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا
*_Allahumma inni a`udzu bika minal-`ajzi wal-kasali wal-bukhli wal-jubni wal-harami wa `adzabil-qabri._*
*_Allahumma aati nafsi taqwaha wa zakkiha, anta khairu man zakkaha, anta waliyyuha, wa maulaha._*
*_Allahumma inni a`udzu bika min qalbin la yakhsha`, wa min nafsin la tashba`, wa
ilmin la yanfa, wa da`watin la yustajabu laha._*_“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah, malas, bakhil, pengecut, kejelekan di waktu tua, dan adzab kubur._
_Ya Allah, kurniakanlah jiwaku akan sifat taqwa dan sucikanlah ia, Engkau lah sebaik-baik yang mensucikannya, Engkau lah penjaganya dan pelindungnya._
_Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan-Mu dari kalbu yang tidak ada rasa takut (kepada-Mu), dan dari jiwa yang tidak rasa puas, dan ilmu yang tidak bermanfaat, dan doa yang tidak dikabulkan.”_
*[HR. Muslim No. 4899]*
Group WA: https://chat.whatsapp.com/0fGNS6MLp1ECiCCQU0GQfz