Wido Supraha
4.02K subscribers
1.08K photos
159 videos
375 files
1.57K links
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
Download Telegram
#IslamIsBeautiful
PEGANGLAH JALUR WASATHIYAH
Jika Anda meninggalkan ulama salaf, saya khawatir metode Anda jatuh pada Liberalisme.
Jika Anda menafsirkan teks dengan akal Anda saja, saya khawatir metode Anda menyerupai Khawarij
Jangan jadikan terma 'manhaj salaf' yang membuat anda sudah merasa dalam ruang salaf, padahal Anda meninggalkan metode ulama Salaf.
Pada saat itu, Anda sedang berdusta atas nama Manhaj Salaf.

#salaf #nurulfikri #supraha #wasathiyah
#IslamIsBeautiful
BERSIAPLAH UNTUK RIBET
Jika Anda adalah orang awam yang hanya ingin beribadah dengan benar, maka belajarlah yang sederhana, ambil produk dari guru yang antum yakin (tsiqah) kepadanya, namun jangan mudah menghukumi orang, sesuai tujuan pribadi awal Anda.

Jika Anda adalah penuntut ilmu yang ingin mengetahui hukum sesuatu secara mendalam, maka bersiaplah untuk ribet, karena ada banyak hal yang Anda harus kuasai untuk menjadi seorang faqih, tapi Anda akan menjadi seorang yang toleran luar biasa.

Namun jika Anda orang awam yang ingin segera jadi 'ulama penghukum' secara instan, memang model belajarnya juga instan dan sederhana, dan Anda akan segera meraih cita-cita Anda.

#salaf #supraha #wasathiyah
*#IslamIsBeautiful*
_Bulan Dzulqa'dah adalah bulan suci, bulan haram. Berpuasa di bulan ini masuk dalam kemuliaan. Minimal berpuasa 3 (tiga) hari, dan di antara pilihan 3 (tiga) hari adalah Ayyamul Bidh, dan tanggal 13, 14, 15 dimulai hari ini._

Semangat Pagi.
instagram.com/supraha
*KAJIAN MUSLIM UMMAH – TADABBUR AL-QUR’AN*
Jum'at, 13 Dzulhijjah 1439 H

📚 *10 PERINTAH DASAR ISLAM (1)*

📌 Di antara cara dakwah yang sering dilakukan oleh Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabat adalah dengan membacakan ayat suci Al-Qur'ān.

📌 Demikian pula ketika ditanya apa sebenarnya inti ajaran Islam seperti pertanyaan orang-orang Anshar, Nabi ﷺ pun menjawabnya dengan ayat Al-Qur'ān.

📌 Jawaban Nabi Muhammad ﷺ dan sahabat dalam banyak kesempatan ternyata begitu mudah langsung diterima, hal ini karena sifat ajaran Islam yang sejalan dengan fitrah bersih manusia dan justru menguatkan

📌 Di antara ayat yang sering diangkat untuk menjawab pertanyaan terkait inti ajaran Islam ada pada surat Al-An'ām [6] ayat 151-152, dimana di dalamnya mengandung 10 (sepuluh) perintah dasar jika seseorang memeluk Islam, masing-masing 5 (lima) ayat. Perhatikan firman-Nya:

*Ayat 151:*

قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۖ وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ ۖ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ۖ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

_Katakanlah (Muhammad), “Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu. Jangan mempersekutukan-Nya dengan apa pun, berbuat baik kepada ibu bapak, janganlah membunuh anak-anakmu karena miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; janganlah kamu mendekati perbuatan yang keji, baik yang terlihat ataupun yang tersembunyi, janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu mengerti._

*Ayat 152:*

وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُ ۖ وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ ۖ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ ۖ وَبِعَهْدِ اللَّهِ أَوْفُوا ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

_Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, sampai dia mencapai (usia) dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Apabila kamu berbicara, bicaralah sejujurnya, sekalipun dia kerabat(mu) dan penuhilah janji Allah. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu ingat.”_

Semangat pagi🌞🌞

🌤🌤🌤

Pemateri: Dr. Wido Supraha
*Muslim Ummah*

Download Application and we invite you to enter: Room: Wido Supraha New
*KAJIAN MUSLIM UMMAH – TADABBUR AL-QUR’AN*
Jum'at, 13 Dzulhijjah 1439 H

📚 *10 PERINTAH DASAR ISLAM (1)*

📌 Di antara cara dakwah yang sering dilakukan oleh Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabat adalah dengan membacakan ayat suci Al-Qur'ān.

📌 Demikian pula ketika ditanya apa sebenarnya inti ajaran Islam seperti pertanyaan orang-orang Anshar, Nabi ﷺ pun menjawabnya dengan ayat Al-Qur'ān.

📌 Jawaban Nabi Muhammad ﷺ dan sahabat dalam banyak kesempatan ternyata begitu mudah langsung diterima, hal ini karena sifat ajaran Islam yang sejalan dengan fitrah bersih manusia dan justru menguatkan

📌 Di antara ayat yang sering diangkat untuk menjawab pertanyaan terkait inti ajaran Islam ada pada surat Al-An'ām [6] ayat 151-152, dimana di dalamnya mengandung 10 (sepuluh) perintah dasar jika seseorang memeluk Islam, masing-masing 5 (lima) ayat. Perhatikan firman-Nya:

*Ayat 151:*

قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۖ وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ ۖ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ۖ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

_Katakanlah (Muhammad), “Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu. Jangan mempersekutukan-Nya dengan apa pun, berbuat baik kepada ibu bapak, janganlah membunuh anak-anakmu karena miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; janganlah kamu mendekati perbuatan yang keji, baik yang terlihat ataupun yang tersembunyi, janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu mengerti._

*Ayat 152:*

وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُ ۖ وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ ۖ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ ۖ وَبِعَهْدِ اللَّهِ أَوْفُوا ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

_Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, sampai dia mencapai (usia) dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Apabila kamu berbicara, bicaralah sejujurnya, sekalipun dia kerabat(mu) dan penuhilah janji Allah. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu ingat.”_

Semangat pagi🌞🌞

🌤🌤🌤

Pemateri: Dr. Wido Supraha
*Muslim Ummah*

Download Application and we invite you to enter: Room: Wido Supraha New

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.muslim.android
Berkata Imam al-Ghazali terkait adab saat terjadi gerhana:

آداب الخسوف: دَوَامُ الْفَزَعِ، وَإِظْهَارُ الجَزَعِ، وَمُبَادَرَةُ التَّوْبَةِ، وَتَرْكُ المِلَلِ، وَسُرْعَةُ القِيَامِ إِلَى الصَّلَاةِ، وَطُوْلُ القِيَامِ فِيْهَا، وَاسْتِشْعَارُ الحَذَرِ

“Perilaku yang semestinya ditunjukkan saat terjadi gerhana bulan: senantiasa memiliki rasa takut, menampakkan rasa gelisah, segera bertobat, tidak bersikap mudah bosan, segera melaksanakan shalat, berlama-lama dalam shalatnya, dan merasakan adanya peringatan.”
TADABBUR TERMA

[ وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ ۖ ]

Potongan ayat dalam surat Al-An'am [6] ayat 151 ini bermakna: "Janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan."

Terma 'imlaq' adalah mashdar dari perkataan seseorang 'amlaqtu min az-zad', yang diucapkan ketika bekal seseorang telah habis dan telah bangkrut.

@supraha
*KAJIAN MUSLIM UMMAH – TADABBUR AL-QUR’AN*
Senin, 17 Dzulhijjah 1439 H

📚 *10 PERINTAH DASAR ISLAM (4)*
_Studi Surat Al-An'ām [6] ayat 151-152_

3⃣ *PERINTAH KETIGA: JANGAN TAKUT MISKIN KARENA ANAK*

[ وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ ۖ ]

📌 Anak adalah rizki, fadhilah dari Allah, dan potensi investasi jariyah besar dalam kehidupan. Jika sahabat telah berlaku baik kepada kedua orang tua dan kakek nenek, maka saatnya kemudian sahabat wajib berlaku baik kepada anak-anak dan keturunannya kelak

📌 Setiap manusia dilahirkan dengan ketetapan rizki dari Allah, maka hendaknya manusia meyakini akan janji-Nya, dan tidak memastikan kefakiran dan kesengsaraan untuk diri maupun keturunannya. Jauhi bisikan syaithan, karena kalimat Ilahiyah tentu di atas segalanya.

📌 Membunuh adalah dosa besar, dan membunuh karena takut miskin telah menyatukan dua keburukan besar dalam diri seorang Muslim

Ayat senada dapat merujuk surat Al-Isrā [17] ayat 31:

وَلَا تَقۡتُلُوٓاْ أَوۡلَٰدَكُمۡ خَشۡيَةَ إِمۡلَٰقٖۖ نَّحۡنُ نَرۡزُقُهُمۡ وَإِيَّاكُمۡۚ إِنَّ قَتۡلَهُمۡ كَانَ خِطۡ‍ٔٗا كَبِيرٗا
_Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar._

Jika ayat-Nya di atas mendahulukan penekanan rizqi untuk anak karena sesuai konteks persoalannya, maka di surat Al-An’am ini, Allah mendahulukan penekanan rizqi untuk kedua orang tua-nya, agar semakin kokoh dalam tauhid kepada-Nya.

💡 *Jika Allah telah mengaruniai sahabat anak keturunan, itu pertanda sahabat sebenarnya mampu dititipi amanah tersebut. Maka kembangkanlah kompetensi dan kapasitas sahabat sehingga menjadi sosok pendidik (muaddib) yang membanggakan Allah dan Rasul-Nya. Rencanakanlah kehidupan sahabat bersama bimbingan-Nya, karena keluarga yang berencana ke Jannah, akan mensukseskan setiap tahapan dalam kehidupannya.*

Semangat Pagi! 🌤🌤

👤 Pemateri: Dr. Wido Supraha
*Muslim Ummah*

_Download Application and we invite you to enter: Room: Wido Supraha New_
_https://play.google.com/store/apps/details?id=com.muslim.android_
KAJIAN MUSLIM UMMAH – TADABBUR AL-QUR’AN
Rabu, 19 Dzulqa’dah 1439 H

📚 10 PERINTAH DASAR ISLAM (8)
Studi Surat Al-An'ām [6] ayat 151-152

PERINTAH KETUJUH: PROFESIONAL DALAM TAKARAN DAN TIMBANGAN

[ ۚ وَأَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ وَٱلۡمِيزَانَ بِٱلۡقِسۡطِۖ لَا نُكَلِّفُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۖ ]

📌 Jika sahabat diberikan kesempatan untuk memberikan hak saudara lain secara adil (بِٱلۡقِسۡطِ), maka tegakkanlah semaksimal dan seoptimal mungkin. Di antara konteks penerapan adil adalah presisi, maka lakukanlah dengan profesional, karena Allah tidak menginginkan hadirnya kesempitan jiwa pada diri siapapun. Hal yang sama berlaku saat sahabat menjadi penjual maupun pembeli, karena akad, kesepakatan di antara dua pihak harus didahulukan.

📌 Takaran dan timbangan adalah 2 (dua) perkara yang menyebabkan binasanya generasi-generasi terdahulu, seperti penduduk Madyan dimana diutus Nabi Syu’aib atas mereka.

Tadzakkuri ayat-ayat Allāh ﷻ berikut:

Q.S. Hūd [11] ayat 84-86:
۞وَإِلَىٰ مَدۡيَنَ أَخَاهُمۡ شُعَيۡبٗاۚ قَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥۖ وَلَا تَنقُصُواْ ٱلۡمِكۡيَالَ وَٱلۡمِيزَانَۖ إِنِّيٓ أَرَىٰكُم بِخَيۡرٖ وَإِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٖ مُّحِيطٖ وَيَٰقَوۡمِ أَوۡفُواْ ٱلۡمِكۡيَالَ وَٱلۡمِيزَانَ بِٱلۡقِسۡطِۖ وَلَا تَبۡخَسُواْ ٱلنَّاسَ أَشۡيَآءَهُمۡ وَلَا تَعۡثَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُفۡسِدِينَ بَقِيَّتُ ٱللَّهِ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَۚ وَمَآ أَنَا۠ عَلَيۡكُم بِحَفِيظٖ
Dan kepada (penduduk) Mad-yan (Kami utus) saudara mereka, Syu'aib. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan, sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu) dan sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab hari yang membinasakan (kiamat)". Dan Syu'aib berkata: "Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan. Sisa (keuntungan) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang-orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu."


Q.S. Al-Isrā [17] ayat 35:

وَأَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ إِذَا كِلۡتُمۡ وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِۚ ذَٰلِكَ خَيۡرٞ وَأَحۡسَنُ تَأۡوِيلٗا
Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.


Q.S. Ar-Rahmān [55] ayat 9:

وَأَقِيمُواْ ٱلۡوَزۡنَ بِٱلۡقِسۡطِ وَلَا تُخۡسِرُواْ ٱلۡمِيزَانَ
Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.


Q.S. Al-Muthaffifīn [83] ayat 1-3:

وَيۡلٞ لِّلۡمُطَفِّفِينَ ٱلَّذِينَ إِذَا ٱكۡتَالُواْ عَلَى ٱلنَّاسِ يَسۡتَوۡفُونَ وَإِذَا كَالُوهُمۡ أَو وَّزَنُوهُمۡ يُخۡسِرُونَ
Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi. dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.

Dalam sebuah hadits dengan derajat Mursal Gharib sebagaimana disebutkan oleh Ibn Katsir:

وَقَدْ رَوَى ابْنُ مَرْدُوَيه مِنْ حَدِيثِ بَقِيَّة، عَنْ مُبَشر بْنِ عُبَيْدٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونِ بْنِ مهْران، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ المسَيَّب قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا} فَقَالَ: "مِنْ أَوْفَى عَلَى يَدِهِ فِي الْكَيْلِ وَالْمِيزَانِ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ صِحَّةَ نِيَّتِهِ بِالْوَفَاءِ فِيهِمَا، لَمْ يُؤَاخَذْ". وَذَلِكَ تَأْوِيلُ {وُسْعَهَا}

Ibnu Murdawaih meriwayatkan melalui hadis Baqiyyah, dari Maisarah ibnu Ubaid, dari Amr ibnu Maimun ibnu Mahran, dari ayahnya, dari Sa'id ibnul Musayyab yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ. sehubungan dengan firman-Nya: Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikul beban kepada seseorang melainkan sekadar kesanggupannya. (Al-An'am: 152) pernah bersabda: Barang siapa yang menunaikan dengan sempurna takaran dan timbangan yang ada di tangannya —Allah lebih mengetahui keben
aran niatnya dalam melakukan keduanya—, maka ia tidak berdosa. Demikianlah takwil 'sebatas kemampuannya'.

وَقَدْ رَوَاهُ ابْنُ مَرْدُوَيه فِي تَفْسِيرِهِ، مِنْ حَدِيثِ شَرِيك، عَنِ الْأَعْمَشُ، عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الجَعْد، عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "إِنَّكُمْ مَعْشَر الْمَوَالِي قَدْ بَشَّرَكم اللَّهُ بِخَصْلَتَيْنِ بِهَا هَلَكَتِ الْقُرُونُ الْمُتَقَدِّمَةُ: الْمِكْيَالِ وَالْمِيزَانِ"

Ibnu Murdawaih telah meriwayatkan di dalam kitab tafsirnya melalui hadis Syarik, dari Al-A’masy, dari Salim ibnu Abul Ja'd, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ. pernah bersabda: Sesungguhnya kalian, hai para Mawali, Allah telah mempercayakan kepada kalian dua perkara yang pernah menjadi penyebab kebinasaan generasi-generasi yang terdahulu, yaitu takaran dan timbangan.


💡 Muslim pasti mampu berlaku adil karena setiap ayat hadir kepada manusia agar manusia menegakkannya. Keadilan akan melahirkan cinta kasih, kezhaliman akan melahirkan kesempitan dalam kehidupan.

Semangat Pagi! 🌤🌤

👤 Pemateri: Dr. Wido Supraha
Muslim Ummah

Download Application and we invite you to enter: Room: Wido Supraha New
_https://play.google.com/store/apps/details?id=com.muslim.android_
https://news.detik.com/australia-plus-abc/d-4144484/prancis-melarang-penggunaan-telepon-dan-tablet-di-sekolah

Mulai bulan September 2018, Prancis akan melarang penggunaan telepon genggam dan tablet di sekolah-sekolah di seluruh wilayahnya.

Perancis sudah memulai, bagaimana dengan negeri Muslim, atau kita sebagai keluarga Muslim. Masihkah kita jadikan HP sebagai hadiah terbaik bagi para pemuda kita? Masihkah kita biarkan anak kita menikmati kesendiriannya di dalam kamar yang sepi dengan gadget di tangannya, dan merebut kekuatannya dalam berlari, bersosialisasi dan mereguk ilmu?

@supraha
*DIALOG ISLAM*
Kamis, 20 Dzulqa’dah 1439 H

*Tema: Akhlak*

📬 *PERTANYAAN*
_Assalamualaikum Pak Ustad, pekerjaaan saya membuat laporan, dalam proses pembuatan nya, kadang harus merubah bukti dan merubah laporan. yang ingin saya tanyakan apakah perbuatan itu termasuk ciri orang munafik? dan apakah pekerjaan tersebut bisa di kategorikan haram? terima kasih._

📂 *JAWABAN*
_Sebuah laporan dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kinerja dari gerak atau dana kepada para pemangku kepentingan. Laporan sangat dibutuhkan agar pemangku kepentingan dapat menganalisa dan membuat keputusan yang tentunya terkait dengan rencana pribadi berkorelasi dengan dukungan kepada pembuat laporan di masa mendatang. Laporan yang jujur, hanya 1 (satu) versi, jelas, dan didukung dengan bukti-bukti yang kuat menjadi perintah dalam Islam yang wajib dilaksanakan, sebagaimana tujuan utama syariat Islam ini. Laporan yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya tentu hanya akan membuat kesalahan keputusan yang dibuat oleh pemangku kepentingan, dan ini adalah bentuk-bentuk rekayasa atau cara-cara mafia yang jauh dari nilai Islam._

Jika dikaitkan dengan kemunafikan, maka di antara ciri orang munafik adalah menampakkan kebaikan dan menyembunyikan keburukan. Dalam kasus ini, masuk pada kemunafikan amal yang dapat dipandang bagian dari dosa besar.

Berkata Ibn Katsir dalam tafsirnya (1/176):

النفاق هو إظهار الخير وإسرار الشر
_Kemunafikan adalah menampakkan kebaikan dan menyembunyikan kejahatan._

و)النفاق) أنواع: اعتقادي، وهو الذي يخلد صاحبه في النار، وعملي وهو من أكبر الذنوب
_Dan kemunafikan bermacam-macam: [1] kemunafikan keyakinan (i’tiqadi), itulah kemunafikan yang menyebabkan pelakunya di neraka, [2] kemunafikan amali, dan itu termasuk dosa terbesar._


Ibn Rajab dalam kitabnya Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam, memasukkan nifak amal dalam nifak kecil:

والثاني: النفاق الأصغر، وهو نفاق العمل، وهو أنْ يُظهر الإنسانُ علانيةً صالحةً، ويُبطن ما يُخالف ذلك.
_Itulah nifak amal, yaitu seseorang menampakkan kebaikan di muka umum, namun bertentangan dengan apa yang ada di hatinya._

_Wallāhu a'lam,_

Semangat pagi🌞🌞

🌤🌤🌤

👤 Teman Dialog: Dr. Wido Supraha

Silahkan bergabung dalam Channel Kajian dan Tanya Jawab, bersama: Dr. Wido Supraha | Dosen Tetap Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor dengan klik:

https://chat.whatsapp.com/9tSmCKnLkP22ncfZ5ATIiO
4 (EMPAT) LANGKAH SUKSES BERHAJI
1. MULIAKAN WAKTU DAN RENCANAKAN HAJI
Q.S. Al-Baqarah [2] ayat 189:
۞يَسْأَلُونَكَ عَنِ ٱلۡأَهِلَّةِۖ قُلۡ هِيَ مَوَٰقِيتُ لِلنَّاسِ وَٱلۡحَجِّۗ
189. Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji

Q.S. At-Taubah [9] ayat 36:
إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثۡنَا عَشَرَ شَهۡرٗا فِي كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوۡمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ مِنۡهَآ أَرۡبَعَةٌ حُرُمٞۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُۚ فَلَا تَظۡلِمُواْ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمۡۚ
36. Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.

B. SAMBUT PANGGILAN BERHAJI
Q.S. Ali ‘Imran [3] ayat 97:
وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلۡبَيۡتِ مَنِ ٱسۡتَطَاعَ إِلَيۡهِ سَبِيلٗاۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ ٱلۡعَٰلَمِينَ
97. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

Q.S. Al-Hajj [22] ayat 27:
وَأَذِّن فِي ٱلنَّاسِ بِٱلۡحَجِّ يَأۡتُوكَ رِجَالٗا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٖ يَأۡتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٖ
27. Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh

Rasūlullāh Muhammad ﷺ bersabda:
أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ فَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ الْحَجَّ فَحُجُّوا ». فَقَالَ رَجُلٌ أَكُلَّ عَامٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَسَكَتَ حَتَّى قَالَهَا ثَلاَثًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لَوْ قُلْتُ نَعَمْ لَوَجَبَتْ وَلَمَا اسْتَطَعْتُمْ
“Rasūlullāh ﷺ pernah berkhutbah di tengah-tengah kami. Beliau bersabda, “Wahai sekalian manusia, Allah telah mewajibkan haji bagi kalian, maka berhajilah.” Lantas ada yang bertanya, “Wahai Rasūlullāh, apakah setiap tahun (kami mesti berhaji)?” Beliau lantas diam, sampai orang tadi bertanya hingga tiga kali. Rasūlullāh ﷺ lantas bersabda, “Seandainya aku mengatakan ‘iya’, maka tentu haji akan diwajibkan bagi kalian setiap tahun, dan belum tentu kalian sanggup.”_
[HR. Muslim No. 1337]

C. BERHAJI DENGAN TOTALITAS
Q.S. Al-Baqarah [2] ayat 196:
وَأَتِمُّواْ ٱلۡحَجَّ وَٱلۡعُمۡرَةَ لِلَّهِۚ
196. Dan sempurnakanlah ibadah haji dan 'umrah karena Allah.

Q.S. Al-Baqarah [2] ayat 158:
۞إِنَّ ٱلصَّفَا وَٱلۡمَرۡوَةَ مِن شَعَآئِرِ ٱللَّهِۖ فَمَنۡ حَجَّ ٱلۡبَيۡتَ أَوِ ٱعۡتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيۡهِ أَن يَطَّوَّفَ بِهِمَاۚ وَمَن تَطَوَّعَ خَيۡرٗا فَإِنَّ ٱللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
158. Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi'ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber'umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.

D. WASPADAI FAKTOR KEGAGALAN
Q.S. Al-Baqarah [2] ayat 197:
ٱلۡحَجُّ أَشۡهُرٞ مَّعۡلُومَٰتٞۚ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ ٱلۡحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي ٱلۡحَجِّۗ وَمَا تَفۡعَلُواْ مِنۡ خَيۡرٖ يَعۡلَمۡهُ ٱللَّهُۗ وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيۡرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقۡوَىٰۖ وَٱتَّقُونِ يَٰٓأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ
197. (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.