Wido Supraha
4.02K subscribers
1.08K photos
159 videos
375 files
1.57K links
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
Download Telegram
Audio
Wido Supraha - Anak-anak Sentuhan Rasūlullāh
Wido Supraha - Anak-anak Sentuhan Rasulullah ﷺ Bagian 01.pdf
2.8 MB
Slide Materi "Anak-anak Sentuhan Rasūlullāh ﷺ Bagian 01".
MARI PERBANYAK DZIKIR MENJELANG SHALAT SUBUH

Telah menceritakan kepada kami Yusuf bin Isa Al Marwazi berkata; telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Idris berkata; Aku mendengar Malik bin Anas dari Abu An Nadlr dari Abu Salamah dari 'Aisyah ia berkata; "Setelah Nabi shallvallahu 'alaihi wasallam selesai shalat dua rakaat sebelum subuh, beliau berbicara denganku jika ada keperluan dan jika tidak maka beliau ke masjid untuk shalat subuh." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih. Sebagian ahli ilmu dari kalangan sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan selainnya memakruhkan berbicara setelah terbitnya fajar hingga melaksanakan shalat subuh, kecuali dzikir kepada Allah atau hal-hal yang tidak bisa ditunda. Ini adalah pendapat yang diambil oleh Ahmad dan Ishaq."

HR. Tirmidzi No. 383
Kitab: Shalat
Bab: Doa setelah dua rakaat fajar

#supraha #AdabInsanMulia
BALADA SALAH SATU KETURUNAN SOEKARNO YANG TIDAK MENGETAHUI SYARIAT AGAMANYA

Kesedihan yang mendalam jika usia kita melewati 40 tahun, namun kita semakin awam atas syariat agama kita.

Kesedihan yang mendalam jika kita lahir sebagai Muslim, namun kita semakin bodoh atas keindahan syariat yang dengannya kita akan dibungkus, dikubur dan dihisab.

Kesedihan yang mendalam jika kita anak tokoh pendiri bangsa, namun kita asing dengan syariat yang telah menjadi ruh para tokoh bangsa membebaskan negeri ini.

Kesedihang yang mendalam jika kita dikaruniai rizki yang besar di dunia, namun tidak digunakan untuk menikmati suara adzan, menggerakan jasad ke masjid, dan justeru berdo'a dan berharap surgawi gemulai tari senandung kidung.

Depok, 17 Rajab 1439 H
@supraha
https://twitter.com/supraha

----------------------

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu *Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan azan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi

https://m.detik.com/news/berita/3948690/bandingkan-azan-dengan-kidung-ibu-indonesia-puisi-sukmawati-disoal
AYAH BUNDA, JADIKAN ANAK KITA MENCINTAI SYARIAT ISLAM

Kita sering bangga jika nilai pelajaran agama anak kita 9, tapi apakah aqidah, ibadah dan akhlaknya di kehidupan sehari-hari juga bernilai 9?

Kita sangat bahagia bahkan meneteskan air mata jika anak kita sukses meraih capaian-capaian dunia, tapi apakah kita juga meneteskan air mata bahagia jika anak kita sukses meraih capaian-capaian kehidupan sesudah dunia?

Kita selalu menyiapkan dana besar untuk pendidikan dan keterampilan duniawi anak kita, namun sudahkah kita menyiapkan dana besar untuk pendidikan akhirat mereka?

Kita tanpa sadar memprogramkan pelajaran syariat selain Islam kepada ananda tercinta, entah syariat sekular, syariat kapitalis, syariat atheis, syariat apatis, syariat pragmatis, tapi kita lupa potensi kesombongan manusia, sehingga ia pun asing, tidak mencintai bahkan memusuhi syari'at Islam.

Ayah Bunda, jadikan anak kita mencintai Syariat Islam, karena itu wasiat Ayahanda Ibrahim dan Ya'qub, dan itulah pelajaran inti Ayah dan Bunda kepada ananda di dunia.

Catatan Ayah di Depok, 17 Rajab 1439 H
Wido Supraha
https://instagram.com/supraha
SELAMAT HARI FUSI PUI KE-66

5 April 1952 bertepatan dengan 9 Rajab 1371 H, PUI (Perikatan Umat Islam) pimpinan KH. Abdul Halim di Majalengka dan PUII (Persatuan Umat Islam Islam Indonesia) KH. Sanusi
#IslamIsBeautiful
MARI BERTASBIH SENTIASA

Al-Baihaqi meriwayatkan dari Abdur Rahman ibnu Qart, bahwa Rasulullah Saw. di malam beliau di-isra-kan mendengar suara tasbih di langit yang tertinggi mengatakan:

"سُبْحَانَ الْعَلِيِّ الْأَعْلَى سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى"

Subhanal 'aliyyil A’la subhanahu wa ta'ala (Mahasuci Tuhan Yang Maha Tinggi atas segalanya, Mahasuci Dia dan Maha Tinggi).

Dari: Ibn Katsir
بسم الله الرحمن الرحيم

╔═📕📙📗═══════╗
TADABBUR AYAT-AYAT
🇦 🇱 - 🇶 🇺 🇷'🇦 🇳
╚═══════📗📙📕═╝

📚 *TEMA: DO’A-DO’A DALAM AL-QUR’ĀN*

_Serial tulisan ini sesuai tema, mentadabburi do’a-do’a yang ada di dalam Al-Qur’an. Tema ini penting karena teks do’a dalam Al-Qur’an menjadi lebih prioritas untuk kita hayati, pahami dan amalkan, hingga hadir inspirasi dan keberkahan darinya. Semoga bermanfaat._

1⃣ *DO’A IFTITAH DALAM SHALAT*

Allah ﷻ berfirman dalam Surat Al-An’ām [6] ayat 71:

إِنِّي وَجَّهۡتُ وَجۡهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ حَنِيفٗاۖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ

_Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan._

📌 Kalimat dalam ayat-Nya ini diucapkan oleh Nabi Ibrahim a.s. setelah proses pengembaraan akalnya mencari kebenaran yang menentramkan jiwanya tentang siapa dan bagaimana Tuhan yang pantas disembah, apakah bintang, bulan, matahari ataukah yang menciptakan semua itu, termasuk langit dan bumi.

📌 Kalimat dalam ayat-Nya ini diucapkan oleh Nabi Ibrahim a.s. untuk menegaskan dan melugaskan keyakinan dalam hatinya akan kebenaran yang sesungguhnya, karena Iman tidak sekedar pembenaran dalam hati _(at-tashdiq)_, namun juga harus dilafazhkan dalam perkataan _(al-qaul)_, dan dibuktikan dengan amal. Dalam hal ini, Nabi Ibrahim a.s. membuktikan keyakinannya dengan mengumumkan kepada publik bahwa beliau berlepas diri dari kemusyrikan yang ada di sekitarnya:

يَٰقَوۡمِ إِنِّي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُشۡرِكُونَ

_“Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.”_

💡 Di atas pemahaman utuh akan ayat yang mulia ini, Rasulullah ﷺ mengajarkan Sunnahnya kepada kita untuk membacanya sebelum Al-Fātihah di dalam shalat-shalat kita. Marilah do'a ini selalu dibaca dengan penuh penghayatan, tidak terburu-buru tanpa makna, agar iman semakin kokoh bersama kesyahduan dan kemuliaan Shalat.

*CATATAN:*
Terdapat 12 redaksi do’a Iftitah sebelum Al-Fātihah yang berbeda dari Rasulullah ﷺ. Adalah hal yang disukai untuk membacanya bergantian dalam setiap shalat kita, dan maknai pula seluruh teks yang dibaca, karena Iftitah adalah awal untuk menyelami kondisi khusyu’ di dalam Shalat, setelah _takbiratul ihram._

*Bersambung ...*

┅┅══✿❀🌕❀✿══┅┅

✍🏻 *Penulis :*
Dr. Wido Supraha
_Wakil Sekretaris Komisi Ukhuwah MUI Pusat | Dosen Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor | Peneliti INSISTS | PP BKSPPI | PP PUI | Pembina Yayasan Adab Insan Mulia dan Yayasan Iman Islam_

🌐 http://www.adabinsanmulia.org

📱 https://telegram.me/supraha
💠 https://twitter.com/supraha
📥 https://instagram.com/supraha

┅┅══✿❀🌕❀✿══┅┅

🌹 _Silahkan, boleh disebarkan tanpa diedit. Semoga sahabat mendapat bagian dari jariyah yang tak terputus. Bersama kita lahirkan manusia beradab, dan institusi pendidikan untuk manusia beradab._

🤲🏼 Bapak/Ibu yang ingin menitip untuk dido'akan oleh para asatidz dan guru di Yayasan Adab Insan Mulia dapat dikirimkan kepada nomor +62 815 891 2522, semoga menjadi kebersamaan dalam kebaikan.

Silahkan di isi :
Nama : ....
Bin/binti : ......
Hajat/doa : ....

┅┅══✿❀🌕❀✿══┅┅

💳 *Wakaf dan Donasi Dakwah*
1⃣ Pembangunan Sekolah Adab Insan Mulia
2⃣ Pembangunan Rumah Tahfizh Adab Insan Mulia
3⃣ Radio TV Dakwah Wasathiyah

*DKI Syariah 702 0900 2643*
*a.n. Yayasan Adab Insan Mulia*
(Konfirmasi ke +62 813-1717-1714)
__
🍵 _Durūs lil Muaddib_ 📚
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ