Wido Supraha
4.02K subscribers
1.08K photos
159 videos
375 files
1.57K links
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
Download Telegram
Fatwa_MUI_No_24_Tahun_2017_Tentang.pdf
660.1 KB
Fatwa MUI No.24 Tahun 2017 Tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial.pdf
#Islamphobia
*MASIH BANYAK KAMPUS SELAIN UIN SUKA*

Oleh: https://twitter.com/supraha

Jika di kampus syari'ah tidak lagi dapat diharapkan kebebasan ilmiah, masih ada Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pimpinan Sutrisno Wibowo, yang punya konsep memfasilitas setiap perbedaan dalam warga bangsa. [1]

Jika di kampus syari'ah tidak lagi dapat menghormati perbedaan penafsiran teks agama di atas diskursus ulama yang otoritatif, masih ada Universitas Islam Indonesia (UII) Yogya pimpinan Nandang Sutrisno, yang punya konsep radikalisme pun bisa terjadi pada yang tidak berhijab, dan menghadirkan fakta bahwa salah satu lulusan terbaik UII Yogya yang mendapatkan pin emas pun bercadar, sebagaimana lulusan Kedokteran Bantul yang sangat berprestasi dan melayani di masyarakatnya pun bercadar. [2]

Jika di kampus syari'ah masih lebih mementingkan pemaksaan pendapat tafsir daripada profesionalisme akademik mahasiswa, masih ada Universitas Gajah Mada (UGM) pimpinan Panut Mulyono, yang menghormati pilihan berpakaian seseorang. [3]

Jika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogya pimpinan Kasiyarno berencana ikut-ikutan jejak UIN SUKA karena dianggap tidak sesuai dengan nilai ke-Muhammadiyah-an, maka apalah arti sebuah kampus jika tidak memahami komprehensifitas dalam menghidupkan ajaran Islam. Sementara pimpinan MUI Pusat dari unsur Muhammadiyah, Prof. Dr. Anwar Abbas, menganggap hal itu tidak bertentangan dengan hukum. [4]

Sebuah kemunduran dalam cara ber-Islam di Zaman Now, ketika konsentrasi lebih berfokus pada yang telah mengenakan jilbab daripada membina yang belum mendapatkan hidayah untuk menutupi auratnya, ketika nasihat Ketua MUI Pusat pun tidak lagi menjadi makna,[5] kecuali kampus telah menjadi pusat industri daripada pusat persemaian adab manusia, generasi NKRI.

t.me/supraha

Referensi:
1] https://news.detik.com/jawatengah/3901348/tak-buat-aturan-khusus-soal-cadar-begini-penjelasan-rektor-uny
2] https://news.detik.com/jawatengah/3901064/yakin-hanya-soal-beda-tafsir-uii-yogya-tak-larang-mahasiswi-bercadar
3] https://news.detik.com/jawatengah/3900481/kata-rektor-ugm-tentang-mahasiswinya-yang-bercadar
4] http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/18/03/05/p546at396-ini-tanggapan-mui-soal-pelarangan-cadar-di-uin-jogja
5] https://news.detik.com/berita/3901563/ketum-mui-di-islam-boleh-mengapa-uin-larang-mahasiswi-bercadar
sosialisasi fatwa medsos
4.1 MB
Sosialisasi Fatwa MUI tentang Hukum Muamalah melalui Medsos
Carilah satu alasan saja, mengapa Anda harus mencintai pasangan hidup Anda. Jika tidak, telah tersedia 1000 alasan untuk tidak mencintainya, tanpa perlu dicari.

twitter.com/supraha
📖 *Fanatisme kita hanya pada Islam, Iman dan Ihsan* 📖

Inspirasi Pelajaran dari Perang Uhud di bulan Syawwal 3H


*Saudaraku!*

Bila fanatisme kesukuan itu tujuan berislam, tentulah sahabat Anshar menerima rayuan Abu Sufyan bin Harb melalui suratnya yang berbunyi: _"Biarkanlah urusan kami dengan anak paman kami, dan setelah itu kami akan pulang tanpa mengusik kalian, karena tidak ada gunanya memerangi kalian."_

Bila fanatisme kabilah itu tujuan berislam, tentulah sahabat dari 'Aus menerima ajakan Abd Amir bin Shaify, ayahnya Hanzhalah r.a., dan tidak menjawab dengan kalimat: _"Allah tidak akan memberikan kesenangan kepadamu, wahai Si Fasik."_

Bila fanatisme kelompok itu tujuan berislam, tentulah sahabat dari Muhajirin tidak siap bersatu padu melahirkan kekuatan besar yang satu, bersama kelompok 'Aus dan Khazraj.


*Saudaraku !*

Islam itu mensinergikan kesukuan dalam ikatan Islam, bukan melepaskannya dalam ikatan kemunafikan.

Islam itu menyatukan kabilah dalam ikatan Iman, bukan memecahnya dalam ikatan dunia.

Islam itu memadukan kelompok dalam ikatan Ihsan, bukan mencerai-beraikannya dalam ikatan nafsu.

Silahkan disebarkan, semoga sahabat mendapatkan bagian dari pahalanya
_Bārakallāh fīkum._

Ditulis oleh Dr. Wido Supraha (Komisi Ukhuwah MUI Pusat)

_Ikuti kajian rutin Sirah Nabawiyah setiap hari Selasa, ba'da Zhuhur, pekan ke-2, di Masjid Sekretariat Wakil Presiden RI._

***
📖 *Ada Ujian dalam setiap Kebaikan, Lewatilah dengan Sukses!* 📖

💡 *Mereka telah mendahului dalam menikmati ujian berislam*

*Saudaraku!*

- Demi Islam, Nabi Muhammad ﷺ menerima gangguan dari kerabat, tetangga dan masyarakat di sekitarnya, seperti dari:

📌 Abu Lahab, yang karena ragam kejahatannya, turun surat Al-Qiyamah [75] ayat 31-35:

فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلَّىٰ وَلَٰكِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ ثُمَّ ذَهَبَ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِۦ يَتَمَطَّىٰٓ أَوۡلَىٰ لَكَ فَأَوۡلَىٰ ثُمَّ أَوۡلَىٰ لَكَ فَأَوۡلَىٰٓ

_Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al Quran) dan tidak mau mengerjakan shalat; tetapi ia mendustakan (Rasul) dam berpaling (dari kebenaran); kemudian ia pergi kepada ahlinya dengan berlagak (sombong); Kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu; kemudian kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu._

📌 Uqbah bin Abu Mu'ith yang meletakkan kotoran di antara pundak Nabi ﷺ yang mulia saat beliau sujud, namun kelak jasadnya terhina di sumur Badr

📌 Al-Hakam bin Abu al-'Ash bin Umayyah, seperti lemparan isi perut domba saat Nabi ﷺ shalat dan juga di dalam periuk di rumah beliau ﷺ

📌 Umayyah bin Abu Mu'ith, yang senang mencela dan mengumpat, baik terang-terangan maupun blak-blakan, dan karenanya turun surat Al-Humazah [104],

وَيۡلٞ لِّكُلِّ هُمَزَةٖ لُّمَزَةٍ

_Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela_

📌 Al-Akhnas bin Syariq ats-Tsaqafi, yang senang menyakiti Nabi ﷺ, dan karenanya turun surat Al-Qalam [68] ayat 10-13, menceritakan 9 (sembilan) sifat buruknya:

وَلَا تُطِعۡ كُلَّ حَلَّافٖ مَّهِينٍ هَمَّازٖ مَّشَّآءِۢ بِنَمِيمٖ مَّنَّاعٖ لِّلۡخَيۡرِ مُعۡتَدٍ أَثِيمٍ عُتُلِّۢ بَعۡدَ ذَٰلِكَ زَنِيمٍ

_Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang *[1]* banyak bersumpah lagi *[2]* hina; *[3]* yang banyak mencela; [4] yang kian ke mari menghambur fitnah; *[5]* yang banyak menghalangi perbuatan baik, *[6]* yang melampaui batas lagi *[7]* banyak dosa; *[8]* yang kaku kasar, selain dari itu, *[9]* yang terkenal kejahatannya,_

- Demi Islam, 2 (dua) puteri tercinta Nabi ﷺ, Ruqayyah dan Ummu Kultsum r.a. rela diceraikan suaminya, Utbah dan Utaibah, anak dari Abu Lahab.

- Demi Islam, Paman 'Utsman bin 'Affan r.a. bersabar ketika diselubungi tikar dari daun korma dan diasapi dari bagian bawah

- Demi Islam, pemuda Mush'ab bin 'Umair r.a. bertahan saat dikurung ibunya, tidak diberi makan, hingga diusir dari rumah, dan kulitnya pun mengelupas

- Demi Islam, keluarga Yasir mendapatkan ujian berat. Isterinya, Sumayyah r.a., Muslimah pertama yang wafat ditikam Abu Jahal, diikuti Yasir, dan sehingga memaksa Ammar yang disiksa dengan tubuh dibenamkan ke pasir dan batu panas di bagian dada mengucapkan kalimat kufr dengan terpaksa, dan karenanya turun surat An-Nahl [16] ayat 106:

مَن كَفَرَ بِٱللَّهِ مِنۢ بَعۡدِ إِيمَٰنِهِۦٓ إِلَّا مَنۡ أُكۡرِهَ وَقَلۡبُهُۥ مُطۡمَئِنُّۢ بِٱلۡإِيمَٰنِ وَلَٰكِن مَّن شَرَحَ بِٱلۡكُفۡرِ صَدۡرٗا فَعَلَيۡهِمۡ غَضَبٞ مِّنَ ٱللَّهِ وَلَهُمۡ عَذَابٌ عَظِيمٞ

_Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar._

- Demi Islam, Bilal bin Rabah r.a., saat masih menjadi budak Umayyah bin Khalaf, dipermainkan dengan kalung tali dileher dan ditarik anak-anak sehingga membiru urat-urat lehernya, bahkan dipukuli tongkat, duduk kelaparan di bawah terik mentari, hingga ditelentangkan dengan batu besar di atas dadanya, namun hanya ucapan yang mulia keluar dari lisannya: "*Ahad, Ahad*, dan beliau dibebaskan Abu Bakar r.a. dengan nilai 5 (lima) keping perak

- Demi Islam, Aflah Abu Fakihah r.a., budak Bani Abd ad-Dar, diseret di atas tanah dengan ikatan kaki yang kencang

- Demi Islam, Khabbab bin al-'Aradh r.a., budak Ummu Ammar binti Siba' al-Khuza'iyah, juga ditelentangkan di atas padang pasir dengan sebuah batu di atas tubuhnya, hingga ia tidak bisa berdiri lagi

- Demi Islam, begitu banyak sahabat Nabi yang mulia lainnya, gen
erasi awal Islam, Assabiquna al-Awwalun, harus terbiasa menikmati ragam ujian yang sangat berat. Semoga Allah meridhai mereka, dan meridhai siapapun yang mengikuti jalan mereka.

Allah ﷻ berfirman dalam Surat At-Taubah [9] ayat 100:

وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلۡأَوَّلُونَ مِنَ ٱلۡمُهَٰجِرِينَ وَٱلۡأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحۡسَٰنٖ رَّضِيَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُواْ عَنۡهُ وَأَعَدَّ لَهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي تَحۡتَهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدٗاۚ ذَٰلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ

_Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar._


*Saudaraku!*

Mari cintai agama ini, cintai Nabi yang mulia ﷺ, cintai para shahabat, cintai orang-orang yang memuliakan agama ini. Semoga kita dapat membersamai mereka yang telah mewakafkan seluruh sisa umurnya untuk menjadi manusia yang mulia di akhirat.

Silahkan disebarkan, semoga sahabat mendapatkan bagian dari pahalanya
_Bārakallāh fīkum._

Ditulis oleh Dr. Wido Supraha (Komisi Ukhuwah MUI Pusat | Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor), dari _Ar-Rahīq al-Makhtūm_.

_Ikuti kajian rutin Sirah Nabawiyah setiap hari Rabu, ba'da Zhuhur, pekan ke-2, di Masjid KPU Pusat._

🌹
Janganlah engkau bersedih ketika ada yang menjauh darimu atau berubah kepadamu. Boleh jadi, hal itu adalah jawaban atas do'amu di suatu malam: ​"Yā Allah, jauhkan dariku keburukan yg telah ditetapkan"
Monggo dibaca Islamia Republika-INSISTS hari ini..
Para Pecinta Masjid, follow ya: instagram.com/ukhuwahmasjid untuk update informasi kajian Islam. Jadikan ini mading virtual masjid kita untuk saling sharing informasi.
Photo from Wido Supraha
*#IslamIsBeautiful*
📚 *Pesan Jum'at: Sabar dan Shalat dalam Kekhusyu'an* 📚

Allāh ﷻ berfirman dalam Surat Al-Baqarah [2] ayat 45-46:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلا عَلَى الْخَاشِعِينَ (45) الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (46)

_Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu amal berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, *(yaitu)* orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya._

💡 Memegang teguh perjanjian dengan Allah dalam bertaqwa di atas dunia menjadi mudah jika dilakukan dengan sabar sebagai penolongnya: menahan diri atas yang disukai diri, lapang dada atas mushibah, dan menikmati ketaatan demi ketaatan.

💡 Shalat dapat menjadi penolong karena di dalamnya terdapat banyak sekali bacaan, terutama ayat-ayat Qur'ani yang mengingatkan manusia agar menjauhi kenikmatan dunia yang fana, dan mencintai akhirat yang kekal abadi (Ath-Thabari). Shalat pun sarana untuk mengingat Allah yang keutamaan dan dampaknya lebih besar (وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ).

📌 Shalat adalah sarana terbaik, dan Sabar adalah tata kelola hati yang terbaik, sementara Puasa adalah sebagian dari kesabaran (الصَّوْمُ نِصْفُ الصَّبْرِ).

💧 Rasulullah ﷺ jika mengalami suatu masalah atau menghadapi sebuah persoalan, segera melaksanakan shalat, sebagaimana sebuah hadits riwayat Imam Ahmad dari Hudzaifah ibn al-Yaman r.a.:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا حَزَبَهُ أَمْرٌ صَلَّى

💧 Bahkan Nabi ﷺ pernah menemukan Abu Hurairah r.a. sedang tengkurap di atas perutnya karena perutnya sedang sakit, maka Nabi ﷺ menasihati:

قُمْ فَصَلِّ فَإِنَّ الصَّلَاةَ شِفَاءٌ"

_Berdiri dan shalat-lah, karena sesungguhnya shalat itu adalah penawar (obat penyembuh)._

📌 Menjadikan shalat (وَإِنَّهَا) sebagai penolong akan menjadi sesuatu yang tidak ringan, kecuali mereka yang khusyu': yang membenarkan apa yang diturunkan Allah; yang takut; yang beriman dengan sebenarnya; yang tunduk dan tawadhu kepada Allah.

📌 Ringan karena konstruksi konsep hidupnya terbangun bersama bimbingan wahyu, dan keyakinan akan bertemu dengan yang teramat dicintainya (مُلاقُو رَبِّهِمْ), dan kepastian akan kembalinya manusia pada hari Kiamat (إِلَيْهِ رَاجِعُونَ). Rasulullah ﷺ pernah bersabda dalam sebuah hadits yang diangkat Ibn Katsir:

لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْ عَظِيمٍ، وَإِنَّهُ لَيَسِيرٌ عَلَى مَنْ يَسَّرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ

_Sesungguhnya engkau telah menanyakan sesuatu yang berat, dan sesungguhnya hal itu benar-benar mudah bagi orang yang dimudahkan oleh Allah._

💡 Jika khusyuk adalah sifat yang hadir karena pemahaman yang utuh akan tujuan hidup manusia, dan jika khusyuk semakin menguat dengan sarana shalat yang diarahkan menjadi penolong dalam ketaatan, maka mendirikan shalat dengan khusyu', shalat dengan pemahaman yang mendalam, akan melahirkan dampak yang sangat besar bagi kehidupannya, dan hal ini persis sesuai janji Allah, Rabb al-'Izzati wa al-Jalalah, dalam surat Al-Ankabut [29] ayat 45:

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

_Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar._

Hal ini karena jika target di atas tidak tercapai, maka seseorang akan semakin jauh dari Allah, mengalami kemunduran yang signifikan. Oleh karenanya Abu al-'Aliyah pernah mengatakan:

إِنَّ الصَّلاَةَ فِيْهَا ثَلاَثُ خِصَالٍ فَكُلُّ صَلاَةٍ لاَ يَكُوْنُ فِيْهَا شَيْءٌ مِنْ هَذِهِ الخَلاَل فَلَيْسَتْ بِصَلاَةٍ: الإِخْلاَصُ، وَالْخَشْيَةُ، وَذِكْرُ اللهِ. فَالإِخْلاَصُ يَأْمُرُهُ بِاْلمعْرُوْفِ، وَالخَشْيَةُ تَنْهَاهُ عَنِ المنْكَرِ، وَذِكْرُ القُرْآنِ يَأْمُرُهُ وَيَنْهَاهُ.

_Sesungguhnya Shalat, di dalamnya terdapat 3 (tiga) hal di mana jika hilang salah satunya, tidaklah dapat disebut Shalat. Ketiga hal tersebut adalah ikhlas, rasa takut dan dzikir pada Allah. Ikhlas-lah yang memerintahkan kepada yang ma’ruf (kebaikan), dan rasa takut-lah yang mencegah dari kemungkaran, dan Dzikir Al Qur’an yang dapat memerintah dan melarang diri akan sesuatu._

🍵 Sila
hkan disebarkan, semoga sahabat mendapatkan bagian dari pahala jariyah yang tak pernah putus. _Bārakallāh fīkum_. 🍵

Ditulis oleh Dr. Wido Supraha (Komisi Ukhuwah MUI Pusat | Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor | Departemen Dakwah PUI Pusat) • Channel Kajian: t.me/supraha

_Ikuti kajian Tadabbur Al-Qur'an setiap hari Senin, ba'da Zhuhr, pekan ke-3, di Masjid KPPTI Indosat._

🌹
https://www.instagram.com/p/BgfCl7Llth5/

Silahkan para remaja masjid dari setiap masjid dapat dikirimkan utusannya minimal 1 orang untuk menghadiri kegiatan ini.

Kami dari Komisi Ukhuwah MUI Pusat akan memberikan arahan umum bagaimana membentuk konstruksi berpikir pemuda agar siap menguatkan organisasi DKM dengan program-programnya.

@supraha