Ada beberapa cara, silahkan dipilih:
1. Jenasah dimandikan dengan air daun delima lalu jasadnya dibakar (kabesmi).
2. Jenasah dimandikan dengan air leri (air cucian beras) lalu jasadnya dikubur (kapetak).
3. Jenasah dimandikan dengan bunga setaman lalu jasadnya dibuang ke laut (kalarung).
4. Jenasah dimandikan dengan air hujan lalu jasadnya dibuang ke hutan (kasetra).
5. Jenasah dimandikan dengan air daun bidara lalu jasadnya diumpankan ke binatang buas (katarabaken ing sato galak).
1. Jenasah dimandikan dengan air daun delima lalu jasadnya dibakar (kabesmi).
2. Jenasah dimandikan dengan air leri (air cucian beras) lalu jasadnya dikubur (kapetak).
3. Jenasah dimandikan dengan bunga setaman lalu jasadnya dibuang ke laut (kalarung).
4. Jenasah dimandikan dengan air hujan lalu jasadnya dibuang ke hutan (kasetra).
5. Jenasah dimandikan dengan air daun bidara lalu jasadnya diumpankan ke binatang buas (katarabaken ing sato galak).
#Radd asy-Syubuhat
Sahabat kami Fahmi Salim baru menshare satu teks bacaannya dari kitab: At-Tafsir wal Bayan karya Syaikh 'Abdul 'Azīz at-Tharifi.
"Dan di antara tipuan yang sering menimpa para penuntut ilmu ialah keengganan mereka untuk mengikuti para imam (ulama) dengan dalih lebih memprioritaskan dalil. Sehingga yg terjadi ialah mereka mengambil pelajaran dari nash-nash tanpa ada sandarannya. Sikap semacam ini lebih buruk daripada mengambil sebuah pendapat yang sudah tidak dipakai lagi."
t.me/supraha
Sahabat kami Fahmi Salim baru menshare satu teks bacaannya dari kitab: At-Tafsir wal Bayan karya Syaikh 'Abdul 'Azīz at-Tharifi.
"Dan di antara tipuan yang sering menimpa para penuntut ilmu ialah keengganan mereka untuk mengikuti para imam (ulama) dengan dalih lebih memprioritaskan dalil. Sehingga yg terjadi ialah mereka mengambil pelajaran dari nash-nash tanpa ada sandarannya. Sikap semacam ini lebih buruk daripada mengambil sebuah pendapat yang sudah tidak dipakai lagi."
t.me/supraha
*POLA HIDUP MANUSIA MENURUT AL-QUR'ĀN*
👨🚀 Dr. Wido Supraha
📬 supraha@gmail.com
_Ikhwanī fiddīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,_
✍ Al-Qur'ān adalah _minhajul hayah_, pedoman hidup manusia, sehingga manusia wajib berpandukan Al-Qur'ān agar dapat memelihara amanah jasad sejalan dengan kehendak Allāh
✍ Di antara 6236 ayat Al-Qur'ān, tentu Allāh tidak alpa untuk berbicara tentang pola hidup manusia di dunia, agar manusia dapat memanfaatkan seluruh detik umurnya dalam keberkahan hingga akhir hayatnya
✍ Pola hidup manusia terbagi atas pola pemanfaatan jam biologis dan pola pemenuhan biologis
✍ Mukmin meyakini bahwa apapun arahan Allāh dalam Al-Qur'ān pasti memiliki hikmah positif dan manfaat yang besar seperti terjaganya dari penyakit, hadirnya kekuatan, munculnya motivasi hidup, bahkan terkait terkabulnya do'a
✍ Nabi Muhammad ﷺ adalah teladan terbaik dalam perkara ini. Bukankah di umur 55 tahun beliau berjihad di medan perang, bukankah di umur 63 tahun beliau tidak memiliki penyakit yang berbahaya bagi kesehatannya, bukankah hidupnya selalu melahirkan amal-amal besar bagi alam semesta
✍ Terkait pemanfaatan jam biologis, perhatikan firman-Nya seperti dalam:
📌 *Membagi antara waktu amal dan waktu istirahat*
🔸 Surat Al-Furqān [25] ayat 47:
َهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِبَاسًا وَالنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ النَّهَارَ نُشُورًا
_Dan Dialah yang menjadikan malam untukmu (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangkit berusaha._
🔸 Surat An-Nabā [78] ayat 9-11:
وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا
_dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat_
وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا
_dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian_
وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا
_dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan_
🔸 Surat Al-Qashas [28] ayat 71-73:
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ اللَّيْلَ سَرْمَدًا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِضِيَاءٍ ۖ أَفَلَا تَسْمَعُونَ
_Katakanlah (Muhammad), “Bagaimana pendapatmu, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus-menerus sampai hari Kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Apakah kamu tidak mendengar?”_
ُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَدًا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ ۖ أَفَلَا تُبْصِرُونَ
_Katakanlah (Muhammad), “Bagaimana pendapatmu, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus-menerus sampai hari Kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu sebagai waktu istirahatmu? Apakah kamu tidak memperhatikan?”_
وَمِنْ رَحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
_Dan adalah karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada malam hari dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya._
📌 *Membagi antara waktu bekerja dan waktu bersujud*
🔸 Surat Al-Jumu'ah [61] ayat 9-10:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
_Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jum‘at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui._
فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
_Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung._
✍ Terkait pemenuhan biologis, perhatikan firman-Nya seperti dalam:
📌 *Memilih makanan yang tidak hanya halal tapi juga menyehatkan*
🔸 Surat Al-A'rāf [7] ayat 31:
يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
👨🚀 Dr. Wido Supraha
📬 supraha@gmail.com
_Ikhwanī fiddīn rahīmanī wa rahīmakumullāh,_
✍ Al-Qur'ān adalah _minhajul hayah_, pedoman hidup manusia, sehingga manusia wajib berpandukan Al-Qur'ān agar dapat memelihara amanah jasad sejalan dengan kehendak Allāh
✍ Di antara 6236 ayat Al-Qur'ān, tentu Allāh tidak alpa untuk berbicara tentang pola hidup manusia di dunia, agar manusia dapat memanfaatkan seluruh detik umurnya dalam keberkahan hingga akhir hayatnya
✍ Pola hidup manusia terbagi atas pola pemanfaatan jam biologis dan pola pemenuhan biologis
✍ Mukmin meyakini bahwa apapun arahan Allāh dalam Al-Qur'ān pasti memiliki hikmah positif dan manfaat yang besar seperti terjaganya dari penyakit, hadirnya kekuatan, munculnya motivasi hidup, bahkan terkait terkabulnya do'a
✍ Nabi Muhammad ﷺ adalah teladan terbaik dalam perkara ini. Bukankah di umur 55 tahun beliau berjihad di medan perang, bukankah di umur 63 tahun beliau tidak memiliki penyakit yang berbahaya bagi kesehatannya, bukankah hidupnya selalu melahirkan amal-amal besar bagi alam semesta
✍ Terkait pemanfaatan jam biologis, perhatikan firman-Nya seperti dalam:
📌 *Membagi antara waktu amal dan waktu istirahat*
🔸 Surat Al-Furqān [25] ayat 47:
َهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِبَاسًا وَالنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ النَّهَارَ نُشُورًا
_Dan Dialah yang menjadikan malam untukmu (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangkit berusaha._
🔸 Surat An-Nabā [78] ayat 9-11:
وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا
_dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat_
وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا
_dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian_
وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا
_dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan_
🔸 Surat Al-Qashas [28] ayat 71-73:
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ اللَّيْلَ سَرْمَدًا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِضِيَاءٍ ۖ أَفَلَا تَسْمَعُونَ
_Katakanlah (Muhammad), “Bagaimana pendapatmu, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus-menerus sampai hari Kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Apakah kamu tidak mendengar?”_
ُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَدًا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ ۖ أَفَلَا تُبْصِرُونَ
_Katakanlah (Muhammad), “Bagaimana pendapatmu, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus-menerus sampai hari Kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu sebagai waktu istirahatmu? Apakah kamu tidak memperhatikan?”_
وَمِنْ رَحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
_Dan adalah karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada malam hari dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya._
📌 *Membagi antara waktu bekerja dan waktu bersujud*
🔸 Surat Al-Jumu'ah [61] ayat 9-10:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
_Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jum‘at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui._
فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
_Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung._
✍ Terkait pemenuhan biologis, perhatikan firman-Nya seperti dalam:
📌 *Memilih makanan yang tidak hanya halal tapi juga menyehatkan*
🔸 Surat Al-A'rāf [7] ayat 31:
يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
_Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, *makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.* Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan._
🔸 Surat 'Abasa [80] ayat 24:
فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ إِلَىٰ طَعَامِهِ
_Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya._
🔸 Surat An-Nahl [16] ayat 114:
فَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
_Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya._
🌹 Demikian pengantar kajian ini sebelum kita memasuki diskusi yang semoga bermakna bagi kita dalam menata ulang pola kehidupan kita.
📡 Join Channel: t.me/supraha
🔸 Surat 'Abasa [80] ayat 24:
فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ إِلَىٰ طَعَامِهِ
_Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya._
🔸 Surat An-Nahl [16] ayat 114:
فَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
_Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya._
🌹 Demikian pengantar kajian ini sebelum kita memasuki diskusi yang semoga bermakna bagi kita dalam menata ulang pola kehidupan kita.
📡 Join Channel: t.me/supraha
Wido Supraha
Photo
#IslamIsBeautiful
THE UNTOLD STORY: FAKTA KEMUSLIMAN KAPTEN PATTIMURA
Pagi ini berbincang dengan sahabat baru yang ternyata cicit langsung Kapten Pattimura. Tentu beliau sumber otoritatif menghadapi banyaknya penyimpangan data dengan sengaja akan status kemusliman pahlawan Indonesia dari Timur ini. Sahabat saya menegaskan bahwa mereka seluruhnya Muslim. Ahmad Matulessy (bukan Thomas) punya enam anak, 44 cucu dan sekitar 48 cicit. Sahabat saya cucu dari anak keenam Kapten Pattimura yang bernama Ridwan. Setiap tahun, keluarga besar ini berkumpul di Surabaya, tempat hijrah baru seluruh anak Kapten Pattimura, berpusat di Masjid Al-Katiri, belakang Tunjungan Plasa. Di titik inilah kuburan kakek sahabat saya, dan kisah barter tanah dengan Tunjungan Plasa di era 80-an. Alhamdulillah, pencerahan bertambah untuk Indonesia Lebih Beradab.
Jakarta, 02 Rabi'ul Awwal 1438H
Wido Supraha
Join Channel: t.me/supraha
THE UNTOLD STORY: FAKTA KEMUSLIMAN KAPTEN PATTIMURA
Pagi ini berbincang dengan sahabat baru yang ternyata cicit langsung Kapten Pattimura. Tentu beliau sumber otoritatif menghadapi banyaknya penyimpangan data dengan sengaja akan status kemusliman pahlawan Indonesia dari Timur ini. Sahabat saya menegaskan bahwa mereka seluruhnya Muslim. Ahmad Matulessy (bukan Thomas) punya enam anak, 44 cucu dan sekitar 48 cicit. Sahabat saya cucu dari anak keenam Kapten Pattimura yang bernama Ridwan. Setiap tahun, keluarga besar ini berkumpul di Surabaya, tempat hijrah baru seluruh anak Kapten Pattimura, berpusat di Masjid Al-Katiri, belakang Tunjungan Plasa. Di titik inilah kuburan kakek sahabat saya, dan kisah barter tanah dengan Tunjungan Plasa di era 80-an. Alhamdulillah, pencerahan bertambah untuk Indonesia Lebih Beradab.
Jakarta, 02 Rabi'ul Awwal 1438H
Wido Supraha
Join Channel: t.me/supraha
HUMANISME
Oleh: Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi
Saya punya pengalaman menarik, waktu itu dalam suatu acara bersama para wali murid sekolah anak saya di kawasan Aston Birmingham tahun 1998. Setelah kenalan dengan saya salah seorang ibu-ibu bertanya “Anda belajar apa?” saya jawab “Theology”. Ups if you want to have a friend don’t talk about religion and politic” katanya.
Mendengar theology ia seperti terkejut dan menjadi tidak bersahabat lalu meninggalkan saya. Lama saya termangu dan bertanya-tanya. Ada apa dengan agama? Mengapa agama tidak jadi alat persahabatan? Saya terus memendam pertanyaan itu selama saya di Inggris.
Kini saya baru mengerti. Sensus tahun 2001 di Inggris menunjukkan sedikitnya 15.5% penduduknya tidak beragama. Survei Kementerian Dalam Negeri Inggris tahun 2004 menyatakan 22% penduduknya tidak percaya pada agama. Survei yang lain menunjukkan 30-40% penduduk Inggris mengaku ateis dan agnostik, dan 65% nya pemuda.
Polling Ipsos MORI bulan November 2006 membuktikan 36% penduduk Inggris menganut paham humanisme dalam soal moralitas. Itulah sebabnya mengapa di Inggris orang lebih banyak konsultasi ke the British Humanist Association daripada ke pastur di gereja. Ibu-ibu wali murid itu mungkin seorang humanis.
Humanisme ternyata seumur peradaban Barat. Istilah humanisme tercipta tahun 1808. Aslinya bahasa Italia umanista, yang berarti guru atau murid sastra klasik. Tapi cikal bakalnya dapat dilacak dari Yunani kuno, Romawi dan Renaissance abad ke 14. Semangat mengkaji filsafat, seni, sastra klasik sangat tinggi. Keyakinan mereka pada kekuatan individu dan kemampuan manusia untuk menentukan kebenaran cukup kuat.
Lucunya, paham yang mencibir agama itu datang dari dalam agama. Adalah kardinal Pelagius (354-420) yang mulai berwacana bahwa manusia punya kapasitas untuk berkembang sendiri tanpa Tuhan. Bisa tahu baik buruk dengan akalnya.
Mula-mula Jerome dan St. Augustine yang mengkritik. Tapi ketika Pelagius tidak percaya pada doktrin dosa warisan (original sin) dan menolak doktrin predestinasi Calvinisme ia dianggap melawan gereja. Roma dan the Council of Orange tahun 529 akhirnya men“fatwa”kan ide Pelagius itu sesat. Tapi waktu itu belum ada kelompok liberal yang membela Pelagius dan men”tolol”kan petinggi Roma, seperti liberal disini yang men”tolol”kan MUI.
Anehnya, meski difatwa sesat wacana Pelagius terus menghiasi perjalanan sejarah Katholik abad pertengahan, mengiringi dendang Humanisme Renaissance, dan memotivasi Liberalisme modern. Protestan yang kata Weber memendam jiwa kapitalisme itu langsung bersahabat dengan humanisme. Sebab worldview humanisme, Protestan dan kapitalisme sejalan.
Perkawinan Kristen dan humanisme seperti tidak tertahankan lagi. Humanisme Kristen (Christian Humanism) akhirnya lahir, tapi seperti ada kelainan genetik. Teologinya dirubah menjadi berorientasi kemanusiaan. Anak cucu Pelagius pun bermunculan.
Teolog Belanda Erasmus, pengarang Inggris dan juga penganut Katholik Roma Thomas More, penulis Perancis Francois Rabelais, sastrawan dan cendekiawan Itali Francesco Petrarch and Giovanni Pico della Mirandola adalah humanis Kristen tulen.
Zaman pencerahan dan rasionalisme di abad ke 18 serta kebebasan berpikir abad ke 19 telah memoles humanisme menjadi berwajah modern. Pergumulan antara agama, modernisme dan humanisme terus berlangsung. Awalnya humanisme berteduh di rumah agama. Tapi kemudian meninggalkan dan memaki agama.
Di Inggris perkawinan humanisme dan agama awalnya masih bisa dipertahankan. Organisasi humanisme paling awal bernama Humanistic Religious Association didirikan di London tahun 1853. Namun, ketika buah perkawinan itu membesar di zaman pencerahan dan rasionalisme di abad ke 18 dan 19, ia berwajah modernis dan meninggalkan agama.
Perkumpulan humanis bernama the British Humanist Association tidak lagi memakai sifat “religious”. Claire Raynes, wakil Presidennya, mengaku seperti pindah rumah ketika bergabung dengan organisasi Humanisme itu. Alasannya, dalam humanisme tidak ada intimidasi seperti dalam agama.
Sewaktu Salman Rushdi menulis The Satanic Vers
Oleh: Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi
Saya punya pengalaman menarik, waktu itu dalam suatu acara bersama para wali murid sekolah anak saya di kawasan Aston Birmingham tahun 1998. Setelah kenalan dengan saya salah seorang ibu-ibu bertanya “Anda belajar apa?” saya jawab “Theology”. Ups if you want to have a friend don’t talk about religion and politic” katanya.
Mendengar theology ia seperti terkejut dan menjadi tidak bersahabat lalu meninggalkan saya. Lama saya termangu dan bertanya-tanya. Ada apa dengan agama? Mengapa agama tidak jadi alat persahabatan? Saya terus memendam pertanyaan itu selama saya di Inggris.
Kini saya baru mengerti. Sensus tahun 2001 di Inggris menunjukkan sedikitnya 15.5% penduduknya tidak beragama. Survei Kementerian Dalam Negeri Inggris tahun 2004 menyatakan 22% penduduknya tidak percaya pada agama. Survei yang lain menunjukkan 30-40% penduduk Inggris mengaku ateis dan agnostik, dan 65% nya pemuda.
Polling Ipsos MORI bulan November 2006 membuktikan 36% penduduk Inggris menganut paham humanisme dalam soal moralitas. Itulah sebabnya mengapa di Inggris orang lebih banyak konsultasi ke the British Humanist Association daripada ke pastur di gereja. Ibu-ibu wali murid itu mungkin seorang humanis.
Humanisme ternyata seumur peradaban Barat. Istilah humanisme tercipta tahun 1808. Aslinya bahasa Italia umanista, yang berarti guru atau murid sastra klasik. Tapi cikal bakalnya dapat dilacak dari Yunani kuno, Romawi dan Renaissance abad ke 14. Semangat mengkaji filsafat, seni, sastra klasik sangat tinggi. Keyakinan mereka pada kekuatan individu dan kemampuan manusia untuk menentukan kebenaran cukup kuat.
Lucunya, paham yang mencibir agama itu datang dari dalam agama. Adalah kardinal Pelagius (354-420) yang mulai berwacana bahwa manusia punya kapasitas untuk berkembang sendiri tanpa Tuhan. Bisa tahu baik buruk dengan akalnya.
Mula-mula Jerome dan St. Augustine yang mengkritik. Tapi ketika Pelagius tidak percaya pada doktrin dosa warisan (original sin) dan menolak doktrin predestinasi Calvinisme ia dianggap melawan gereja. Roma dan the Council of Orange tahun 529 akhirnya men“fatwa”kan ide Pelagius itu sesat. Tapi waktu itu belum ada kelompok liberal yang membela Pelagius dan men”tolol”kan petinggi Roma, seperti liberal disini yang men”tolol”kan MUI.
Anehnya, meski difatwa sesat wacana Pelagius terus menghiasi perjalanan sejarah Katholik abad pertengahan, mengiringi dendang Humanisme Renaissance, dan memotivasi Liberalisme modern. Protestan yang kata Weber memendam jiwa kapitalisme itu langsung bersahabat dengan humanisme. Sebab worldview humanisme, Protestan dan kapitalisme sejalan.
Perkawinan Kristen dan humanisme seperti tidak tertahankan lagi. Humanisme Kristen (Christian Humanism) akhirnya lahir, tapi seperti ada kelainan genetik. Teologinya dirubah menjadi berorientasi kemanusiaan. Anak cucu Pelagius pun bermunculan.
Teolog Belanda Erasmus, pengarang Inggris dan juga penganut Katholik Roma Thomas More, penulis Perancis Francois Rabelais, sastrawan dan cendekiawan Itali Francesco Petrarch and Giovanni Pico della Mirandola adalah humanis Kristen tulen.
Zaman pencerahan dan rasionalisme di abad ke 18 serta kebebasan berpikir abad ke 19 telah memoles humanisme menjadi berwajah modern. Pergumulan antara agama, modernisme dan humanisme terus berlangsung. Awalnya humanisme berteduh di rumah agama. Tapi kemudian meninggalkan dan memaki agama.
Di Inggris perkawinan humanisme dan agama awalnya masih bisa dipertahankan. Organisasi humanisme paling awal bernama Humanistic Religious Association didirikan di London tahun 1853. Namun, ketika buah perkawinan itu membesar di zaman pencerahan dan rasionalisme di abad ke 18 dan 19, ia berwajah modernis dan meninggalkan agama.
Perkumpulan humanis bernama the British Humanist Association tidak lagi memakai sifat “religious”. Claire Raynes, wakil Presidennya, mengaku seperti pindah rumah ketika bergabung dengan organisasi Humanisme itu. Alasannya, dalam humanisme tidak ada intimidasi seperti dalam agama.
Sewaktu Salman Rushdi menulis The Satanic Vers
es tidak ada yang sadar bahwa agama sedang dihabisi seorang humanis sekuler. Dalam sebuah acara Nightline TV ABC pada 13 Februari 1989 terus terang dia nyatakan “…saya tidak percaya pada mereka yang mengklaim tahu seluruh kebenaran dan mencoba memaksa dunia ini agar ikut kebenaran itu.” Lebih jelas lagi dalam pernyataannya di New York Review tanggal 2 Maret.
Jadi dia sebenarnya telah berada di luar agama dan menjadi sebagai humanis sekuler. Dan melalui karyanya Satanic Verses “Saya mencoba memberi visi sekuler dan humanis terhadap agama besar ini (maksudnya Islam)”, katanya dalam New York Review 2 Maret 1989. Di Barat anak yang telah dewasa memang berhak minggat dari rumah. Orang beragama berhak murtad.
Di Amerika humanisme seperti anak nakal. Organisasi pertamanya (berdiri Februari 1877) tidak sudi memakai kata “religious”. Pemrakarsanya F.C.S. Schiller didukung oleh Charles Francis Potter dipengaruhi oleh doktrin pragmatisme William James.
Organisasi yang didirikan Paul Kurtz mantan editor majalah The Humanist jelas-jelas bernama the Council for Secular Humanism. Demikian pula Humanist Society of New York yang didirikan Charles Francis Potter tahun 1929 juga sekuler.
Penasehatnya Julian Huxley, John Dewey, Albert Einstein dan Thomas Mann. Ini disusul oleh kelompok-kelompok seperti the Council for Democratic and Secular Humanism dan the American Rationalist Federation dan sebagainya. Doktrinnya filsafat naturalisme yang menolak semua supernaturalis. Modalnya akal dan sains, alat penyebarannya adalah demokrasi. Dan semua itu demi kepentingan kemanusiaan.
Di era globalisasi dan teknologi modern disaat mana agama kehilangan otoritasnya, humanisme talak tiga dari agama. Fenomenanya terlihat ketika Potter bersama istrinya Clara Cook Potter berani menerbitkan buku aneh (tahun 1930) berjudul Humanism: A New Religion.
Disinilah humanisme tidak hanya pindah rumah dari agama tapi sudah menjadi rival agama. Ini tidak hanya mensekulerkan agama, tapi meng-agamakan paham sekuler. Inilah agama yang tidak lagi berhubungan dengan Tuhan. Tidak aneh jika kemudian “Fatwa” tentang kemanusiaan kini direbut humanisme.
Dari awal humanisme memang sudah berwatak sekuler. Tapi resmi berwajah sekuler ketika berdiri the Council for Secular Humanism oleh Paul Kurtz mantan editor majalah The Humanist. Karena sekularisme inklusif dalam modernisme, humanisme modern dan humanisme sekuler sama saja.
Garda depannya adalah kelompok-kelompok seperti the Council for Democratic and Secular Humanism dan the American Rationalist Federation. Doktrinnya filsafat naturalisme yang menolak semua supernaturalis. Andalannya akal dan sains, demokrasi dan kepentingan kemanusiaan. Paul Kurtz dan Potter mungkin sudah lama berwacana bagaimana menghabisi agama.
Babak-babak marginalisasi agama oleh humanisme modern dan sekuler terus berlangsung. Ketika globalisme dan teknologi modern bangkit kekuasaan agama jatuh. Humanisme religius pun kehilangan watak religiusnya.
Namun watak humanisme yang sejak awal telah menggugat agama itu akhirnya tidak dapat menutupi identitasnya. Humanis adalah ateis. Faktanya semua aktifis humanis tidak sungkan lagi mengklaim dirinya ateis dan agnostik. Robert G. Ingersoll, seorang humanis sekuler terang-terangan berkata: “Kini saya yakin hantu (ghost) dan tuhan (god) adalah mitos. Aku bebas berpikir dan berbuat apa saja… aku bebas! Bagi humanis sekuler tidak perlu lagi teriak "hallelujah!" Jika ia Muslim pasti ia benci dengan yel Allahu Akbar.
Lucunya humanisme religius sama-sama menanda tangani Manifesto Humanist I & II tahun 1933 dan 1973. Tapi kedua manifesto itu dihegemoni humanisme sekuler. Sementara Humanisme Kristen sudah dikuasai oleh Unitarianisme dan Universalisme. Suatu organisasi keagamaan liberal dibawah gereja the Unitarian Universalist (UU) Amerika Utara. Kini kelompok Unitarian yang liberal ini telah dianggap telah keluar dari Kristen.
Puncaknya kemenangan humanisme sekuler terjadi tahun 2008. Pemerintah Inggris pada tanggal 8 Mei 2008 menyetujui Undang-undang Kriminal, Keadilan dan Keimigrasian. Undang-und
Jadi dia sebenarnya telah berada di luar agama dan menjadi sebagai humanis sekuler. Dan melalui karyanya Satanic Verses “Saya mencoba memberi visi sekuler dan humanis terhadap agama besar ini (maksudnya Islam)”, katanya dalam New York Review 2 Maret 1989. Di Barat anak yang telah dewasa memang berhak minggat dari rumah. Orang beragama berhak murtad.
Di Amerika humanisme seperti anak nakal. Organisasi pertamanya (berdiri Februari 1877) tidak sudi memakai kata “religious”. Pemrakarsanya F.C.S. Schiller didukung oleh Charles Francis Potter dipengaruhi oleh doktrin pragmatisme William James.
Organisasi yang didirikan Paul Kurtz mantan editor majalah The Humanist jelas-jelas bernama the Council for Secular Humanism. Demikian pula Humanist Society of New York yang didirikan Charles Francis Potter tahun 1929 juga sekuler.
Penasehatnya Julian Huxley, John Dewey, Albert Einstein dan Thomas Mann. Ini disusul oleh kelompok-kelompok seperti the Council for Democratic and Secular Humanism dan the American Rationalist Federation dan sebagainya. Doktrinnya filsafat naturalisme yang menolak semua supernaturalis. Modalnya akal dan sains, alat penyebarannya adalah demokrasi. Dan semua itu demi kepentingan kemanusiaan.
Di era globalisasi dan teknologi modern disaat mana agama kehilangan otoritasnya, humanisme talak tiga dari agama. Fenomenanya terlihat ketika Potter bersama istrinya Clara Cook Potter berani menerbitkan buku aneh (tahun 1930) berjudul Humanism: A New Religion.
Disinilah humanisme tidak hanya pindah rumah dari agama tapi sudah menjadi rival agama. Ini tidak hanya mensekulerkan agama, tapi meng-agamakan paham sekuler. Inilah agama yang tidak lagi berhubungan dengan Tuhan. Tidak aneh jika kemudian “Fatwa” tentang kemanusiaan kini direbut humanisme.
Dari awal humanisme memang sudah berwatak sekuler. Tapi resmi berwajah sekuler ketika berdiri the Council for Secular Humanism oleh Paul Kurtz mantan editor majalah The Humanist. Karena sekularisme inklusif dalam modernisme, humanisme modern dan humanisme sekuler sama saja.
Garda depannya adalah kelompok-kelompok seperti the Council for Democratic and Secular Humanism dan the American Rationalist Federation. Doktrinnya filsafat naturalisme yang menolak semua supernaturalis. Andalannya akal dan sains, demokrasi dan kepentingan kemanusiaan. Paul Kurtz dan Potter mungkin sudah lama berwacana bagaimana menghabisi agama.
Babak-babak marginalisasi agama oleh humanisme modern dan sekuler terus berlangsung. Ketika globalisme dan teknologi modern bangkit kekuasaan agama jatuh. Humanisme religius pun kehilangan watak religiusnya.
Namun watak humanisme yang sejak awal telah menggugat agama itu akhirnya tidak dapat menutupi identitasnya. Humanis adalah ateis. Faktanya semua aktifis humanis tidak sungkan lagi mengklaim dirinya ateis dan agnostik. Robert G. Ingersoll, seorang humanis sekuler terang-terangan berkata: “Kini saya yakin hantu (ghost) dan tuhan (god) adalah mitos. Aku bebas berpikir dan berbuat apa saja… aku bebas! Bagi humanis sekuler tidak perlu lagi teriak "hallelujah!" Jika ia Muslim pasti ia benci dengan yel Allahu Akbar.
Lucunya humanisme religius sama-sama menanda tangani Manifesto Humanist I & II tahun 1933 dan 1973. Tapi kedua manifesto itu dihegemoni humanisme sekuler. Sementara Humanisme Kristen sudah dikuasai oleh Unitarianisme dan Universalisme. Suatu organisasi keagamaan liberal dibawah gereja the Unitarian Universalist (UU) Amerika Utara. Kini kelompok Unitarian yang liberal ini telah dianggap telah keluar dari Kristen.
Puncaknya kemenangan humanisme sekuler terjadi tahun 2008. Pemerintah Inggris pada tanggal 8 Mei 2008 menyetujui Undang-undang Kriminal, Keadilan dan Keimigrasian. Undang-und
ang itu mengandung amandemen untuk menghapus larangan penistaan agama.
Hak istimewa gereja dan agama tidak sesuai lagi dengan masyarakat Inggris modern. Undang-undang ini benar-benar bertujuan menjaga masyarakat beserta hak-hak mereka, dan tidak melindungi pemikiran dan kepercayaan mereka dari kritik.
Meski demikian, buku Potter berjudul Humanism: New Religion, masih dicibir kalangan gereja di Amerika. Mereka membuat artikel plesetan berjudul Humanisme: The Atheist's Religion! Bibelnya: Manifesto Humanism; Obyek sembahannya: Manusia; Pendeta dan Misionarisnya: Para pendidik; Seminarinya: Guru-guru sekolah; Gerejanya: Universitas. Mungkin “jihad” nya adalah “memerangi” agama.
Akhirnya manusia sudah bukan makhluk Tuhan, tapi hasil evolusi. Tidak ada kehidupan sesudah mati. Prinsip hidup humanis sangat simple: makan, minum dan kawinlah sepuasmu karena mungkin besok akan mati. Lakukan apa saja asal kamu suka. Seks, lesbi, homo, kawin cerai, bunuh diri, aborsi eutanasia adalah hak asasi dan tidak ada yang berhak mencampuri anda.
Cara perang melawan agama itu mudah. Manifesto Humanisme di Amerika Selatan pada 7 Mei 2005 mendeklarasikan kembali lagu-lagu Yunani “Humans are the measure of all things". Jika pluralisme agama memindah pusat orbit dunia agama (world of religion) kepada satu Tuhan, humanisme memindahkan orbit segala sesuatu dari Tuhan kepada manusia.
Tuhan bukan lagi pusat dan ukuran segala sesuatu. Salah laku dalam hal seks, lesbi, homo, kawin cerai, bunuh diri, aborsi, eutanasia dan lain-lain kini tidak lagi diukur dari agama. "Baik buruk”, kata Betrand Russell yang ateis itu, “adalah kualitas milik obyek yang terpisah dari opini kita.” Sebab, ukuran moral adalah obyektif bukan subyektif atau normatif.
Pantas! Takbir yang diikuti dengan menjotos hidung sampai berdarah adalah kekerasan. Tapi mutilasi tanpa takbir dianggap tindak kriminal biasa. Merazia tempat maksiat dengan takbir demi nahi munkar melanggar HAM.
Tapi, razia polisi demi keamanan dan tanpa takbir adalah biasa. Artinya jangan bawa-bawa agama untuk kemanusiaan, apalagi berbentuk kekerasan. Pokoknya agama dipasung agar tidak masuk ke ranah publik dan humanisme diusung agar menjadi agama publik. Ukuran moralitas bukan agama tapi publik. Moralis tidak harus religius.
Disini sayup-sayup mulai terdengar Christian Humanism kini diterjemahkan menjadi Muslim Humanis. Dengan bahasa fiqih mereka berfatwa “Syariat bukan untuk Tuhan tapi untuk manusia, maka ukurannya juga bukan Tuhan”, “Tujuan (maqasid) syariat lebih penting dari syariat” artinya “Kemanusiaan lebih penting dari syariat”, “Konteks lebih penting daripada teks”.
Tidak! Memang tidak ada yang salah dalam agama. Tapi agama telah kalah dari Humanisme. Manusia tidak lagi untuk Tuhan, tapi Tuhan untuk manusia. Moralis tidak selalu harus religius. Sila ketuhanan boleh jadi nantinya diganti dengan sila kemanusiaan. Sebab, disini ilmuwannya sudah berani berfatwa “Syariat bukan untuk Tuhan tapi untuk manusia”, kemanusiaan lebih penting dari syariat.
Kini ukurannya bukan syariat tapi insaniyah atau basyariah. Dulu saja Tertulian secara pejoratif mengeluh "What has Jerusalem to do with Athens?" (maksudnya apa gunanya agama bagi akal). Mungkin keluh kesah Tertulian itu akan berubah begini: Apa yang bisa dilakukan agama jika semua demi manusia?.
Kini waktunya kita menyoal diri (muhasabah) apa gunanya agama jika kita hanya ingin surga (dunia). Apa gunanya qalbu jika syahwat sudah menggebu? Saya akhirnya paham mengapa penganut humanisme itu tidak bisa ngopi bersama sambil bicara agama dan Tuhan. Karena mereka telah merasa jadi tuhan.
Hak istimewa gereja dan agama tidak sesuai lagi dengan masyarakat Inggris modern. Undang-undang ini benar-benar bertujuan menjaga masyarakat beserta hak-hak mereka, dan tidak melindungi pemikiran dan kepercayaan mereka dari kritik.
Meski demikian, buku Potter berjudul Humanism: New Religion, masih dicibir kalangan gereja di Amerika. Mereka membuat artikel plesetan berjudul Humanisme: The Atheist's Religion! Bibelnya: Manifesto Humanism; Obyek sembahannya: Manusia; Pendeta dan Misionarisnya: Para pendidik; Seminarinya: Guru-guru sekolah; Gerejanya: Universitas. Mungkin “jihad” nya adalah “memerangi” agama.
Akhirnya manusia sudah bukan makhluk Tuhan, tapi hasil evolusi. Tidak ada kehidupan sesudah mati. Prinsip hidup humanis sangat simple: makan, minum dan kawinlah sepuasmu karena mungkin besok akan mati. Lakukan apa saja asal kamu suka. Seks, lesbi, homo, kawin cerai, bunuh diri, aborsi eutanasia adalah hak asasi dan tidak ada yang berhak mencampuri anda.
Cara perang melawan agama itu mudah. Manifesto Humanisme di Amerika Selatan pada 7 Mei 2005 mendeklarasikan kembali lagu-lagu Yunani “Humans are the measure of all things". Jika pluralisme agama memindah pusat orbit dunia agama (world of religion) kepada satu Tuhan, humanisme memindahkan orbit segala sesuatu dari Tuhan kepada manusia.
Tuhan bukan lagi pusat dan ukuran segala sesuatu. Salah laku dalam hal seks, lesbi, homo, kawin cerai, bunuh diri, aborsi, eutanasia dan lain-lain kini tidak lagi diukur dari agama. "Baik buruk”, kata Betrand Russell yang ateis itu, “adalah kualitas milik obyek yang terpisah dari opini kita.” Sebab, ukuran moral adalah obyektif bukan subyektif atau normatif.
Pantas! Takbir yang diikuti dengan menjotos hidung sampai berdarah adalah kekerasan. Tapi mutilasi tanpa takbir dianggap tindak kriminal biasa. Merazia tempat maksiat dengan takbir demi nahi munkar melanggar HAM.
Tapi, razia polisi demi keamanan dan tanpa takbir adalah biasa. Artinya jangan bawa-bawa agama untuk kemanusiaan, apalagi berbentuk kekerasan. Pokoknya agama dipasung agar tidak masuk ke ranah publik dan humanisme diusung agar menjadi agama publik. Ukuran moralitas bukan agama tapi publik. Moralis tidak harus religius.
Disini sayup-sayup mulai terdengar Christian Humanism kini diterjemahkan menjadi Muslim Humanis. Dengan bahasa fiqih mereka berfatwa “Syariat bukan untuk Tuhan tapi untuk manusia, maka ukurannya juga bukan Tuhan”, “Tujuan (maqasid) syariat lebih penting dari syariat” artinya “Kemanusiaan lebih penting dari syariat”, “Konteks lebih penting daripada teks”.
Tidak! Memang tidak ada yang salah dalam agama. Tapi agama telah kalah dari Humanisme. Manusia tidak lagi untuk Tuhan, tapi Tuhan untuk manusia. Moralis tidak selalu harus religius. Sila ketuhanan boleh jadi nantinya diganti dengan sila kemanusiaan. Sebab, disini ilmuwannya sudah berani berfatwa “Syariat bukan untuk Tuhan tapi untuk manusia”, kemanusiaan lebih penting dari syariat.
Kini ukurannya bukan syariat tapi insaniyah atau basyariah. Dulu saja Tertulian secara pejoratif mengeluh "What has Jerusalem to do with Athens?" (maksudnya apa gunanya agama bagi akal). Mungkin keluh kesah Tertulian itu akan berubah begini: Apa yang bisa dilakukan agama jika semua demi manusia?.
Kini waktunya kita menyoal diri (muhasabah) apa gunanya agama jika kita hanya ingin surga (dunia). Apa gunanya qalbu jika syahwat sudah menggebu? Saya akhirnya paham mengapa penganut humanisme itu tidak bisa ngopi bersama sambil bicara agama dan Tuhan. Karena mereka telah merasa jadi tuhan.
#GhazwulFikr
FILM NAURA CONTOH GHAZW AL-FIKR
Mengumpulkan seluruh testimoni para ayah dan bunda yang telah menontonnya dan berharap film ini sekualitas film Sherina terdahulu harus gigit jari plus kebingungan menjelaskan kepada ananda yang dibawanya menonton bersama akan konsep nilai dan karakter yang selama ini ditanamkan di rumah, lingkungan dan sekolah sebagai bagian dari ekosistem pendidikan.
Film adalah sarana Ghazw al-Fikr yang cukup efektif. Dukungan dana besar berdamai dengan worldview produser dan penulis naskah untuk mencapai cita yang sama, yang jelas jika dilihat dari muatannya, bukan untuk Indonesia Beradab.
Ada apa dengan film itu?
1. Kegiatan di hutan yang mengharuskan anak wanita mengenakan hot pants sepanjang film, logiskah?
2. Tiadanya wali pendamping dan mengesankan area camping bercampur antara putra dan putri, adakah karakter ini yang ingin dikembangkan untuk bangsa?
3. Sosok penjahat culas yang dikesankan ahludzdzikir lengkap dengan janggut, adakah pantas mengesankan Islam sebagai teroris?
4. Karya sains yang tidak dibahas detail dan cenderung pelengkap yang tidak terapresiasi, lalu apa sebenarnya muatan film ini?
Kita berduka bukan saja karena siasat film yang bermuatan negatif untuk tumbuh kembang ananda dan toleransi beragama, namun kita lebih berduka karena para pemeran film ini adalah keluarga-keluarga Muslim juga. Tidakkah mereka sadar adanya dosa jariyah yang mengalir terus menerus dari amal yang terlahir dari ananda yang berhasil terstigma oleh karakter dalam film ini sehingga menjadi berpandangan negatif terhadap Islam dan berperilaku terbaratkan?
Masihkan sahabat membatasi diri hanya pada menjadi penonton pada realitas negatif, sementara Islam adalah ajaran yang mendorong manusia untuk bergerak dan berpadu membuat perubahan atas realitas di masyarakat sekitar.
Masihkah sahabat hanya membatasi diri pada aktif mengaji dan tidak bergerak menerapkan ilmu yang diperoleh dari mengaji dalam lapangan amal yang luas secara berjama'ah?
📡 Join Channel: t.me/supraha
FILM NAURA CONTOH GHAZW AL-FIKR
Mengumpulkan seluruh testimoni para ayah dan bunda yang telah menontonnya dan berharap film ini sekualitas film Sherina terdahulu harus gigit jari plus kebingungan menjelaskan kepada ananda yang dibawanya menonton bersama akan konsep nilai dan karakter yang selama ini ditanamkan di rumah, lingkungan dan sekolah sebagai bagian dari ekosistem pendidikan.
Film adalah sarana Ghazw al-Fikr yang cukup efektif. Dukungan dana besar berdamai dengan worldview produser dan penulis naskah untuk mencapai cita yang sama, yang jelas jika dilihat dari muatannya, bukan untuk Indonesia Beradab.
Ada apa dengan film itu?
1. Kegiatan di hutan yang mengharuskan anak wanita mengenakan hot pants sepanjang film, logiskah?
2. Tiadanya wali pendamping dan mengesankan area camping bercampur antara putra dan putri, adakah karakter ini yang ingin dikembangkan untuk bangsa?
3. Sosok penjahat culas yang dikesankan ahludzdzikir lengkap dengan janggut, adakah pantas mengesankan Islam sebagai teroris?
4. Karya sains yang tidak dibahas detail dan cenderung pelengkap yang tidak terapresiasi, lalu apa sebenarnya muatan film ini?
Kita berduka bukan saja karena siasat film yang bermuatan negatif untuk tumbuh kembang ananda dan toleransi beragama, namun kita lebih berduka karena para pemeran film ini adalah keluarga-keluarga Muslim juga. Tidakkah mereka sadar adanya dosa jariyah yang mengalir terus menerus dari amal yang terlahir dari ananda yang berhasil terstigma oleh karakter dalam film ini sehingga menjadi berpandangan negatif terhadap Islam dan berperilaku terbaratkan?
Masihkan sahabat membatasi diri hanya pada menjadi penonton pada realitas negatif, sementara Islam adalah ajaran yang mendorong manusia untuk bergerak dan berpadu membuat perubahan atas realitas di masyarakat sekitar.
Masihkah sahabat hanya membatasi diri pada aktif mengaji dan tidak bergerak menerapkan ilmu yang diperoleh dari mengaji dalam lapangan amal yang luas secara berjama'ah?
📡 Join Channel: t.me/supraha
CHANNEL DAKWAH PUI (PERSATUAN UMAT ISLAM)
Assalamu 'alaikum sahabat,
Saat ini saya diminta untuk membantu ormas PUI (Persatuan Umat Islam) untuk mengembangkan sayap dakwahnya agar ruh persatuan umat Islam semakin luas. Ormas ini umurnya lebih tua dari usia negeri ini, dibangun oleh dua ulama bangsa: KH. Abdul Halim dan KH. Ahmad Sanusi.
Keduanya sangat mencintai persatuan, dan dalam sejarah, kontribusi beliau tidak saja bersifat lokal namun juga membangun persatuan di tingkat internasional.
Di antara media dakwah yang saya bangun adalah via YouTube. Seperti biasa, sebagaimana sahabat telah bantu untuk Adab TV, mohon bantuannya untuk meluangkan waktu barang 2 menit untuk klik link berikut dan subscribe. Saya perlu minimal 200 orang subscriber untuk menjadikan Channel 'Dakwah PUI' memiliki alamat URL khusus.
Mohon klik link ini dan klik SUBCRIBE ya:
https://www.youtube.com/channel/UC17M6zJLLMTm2zxJ96HxO-Q?view_as=subscriber
Semoga Jum'at ini berkah untuk sahabat semua dan persatuan umat Islam secara umum.
Wassalam,
Wido Supraha
Assalamu 'alaikum sahabat,
Saat ini saya diminta untuk membantu ormas PUI (Persatuan Umat Islam) untuk mengembangkan sayap dakwahnya agar ruh persatuan umat Islam semakin luas. Ormas ini umurnya lebih tua dari usia negeri ini, dibangun oleh dua ulama bangsa: KH. Abdul Halim dan KH. Ahmad Sanusi.
Keduanya sangat mencintai persatuan, dan dalam sejarah, kontribusi beliau tidak saja bersifat lokal namun juga membangun persatuan di tingkat internasional.
Di antara media dakwah yang saya bangun adalah via YouTube. Seperti biasa, sebagaimana sahabat telah bantu untuk Adab TV, mohon bantuannya untuk meluangkan waktu barang 2 menit untuk klik link berikut dan subscribe. Saya perlu minimal 200 orang subscriber untuk menjadikan Channel 'Dakwah PUI' memiliki alamat URL khusus.
Mohon klik link ini dan klik SUBCRIBE ya:
https://www.youtube.com/channel/UC17M6zJLLMTm2zxJ96HxO-Q?view_as=subscriber
Semoga Jum'at ini berkah untuk sahabat semua dan persatuan umat Islam secara umum.
Wassalam,
Wido Supraha
YouTube
Dakwah PUI Pusat
Audio
Dr. Wido Supraha - Khutbah - Narasi Awal Tadabbur Ayat Dzikr al-Maut
Wido Supraha
Dr. Wido Supraha - Inspirasi Sultan Muhammad al-Fatih
#IslamIsBeautiful
Dari Sultan Muhammad al-Fatih atau Mehmed II kita belajar banyak hal, seperti:
- tahapan belajar yang membentuk pemimpin yang siap memimpin di umur 20 tahun
- menghormati non-Muslim dalam bernegara
- strategi berbasis penghayatan
- semangat ekspansi di atas ilmu dan hikmah
- dimanapun Islam hadir, lahir institusi pendidikan lengkap untuk setiap jenjang
Join Channel: t.me/supraha
Twitter: @supraha
Dari Sultan Muhammad al-Fatih atau Mehmed II kita belajar banyak hal, seperti:
- tahapan belajar yang membentuk pemimpin yang siap memimpin di umur 20 tahun
- menghormati non-Muslim dalam bernegara
- strategi berbasis penghayatan
- semangat ekspansi di atas ilmu dan hikmah
- dimanapun Islam hadir, lahir institusi pendidikan lengkap untuk setiap jenjang
Join Channel: t.me/supraha
Twitter: @supraha