Pertanyaan:
Assallamualaikum mohon pencerahan bagaimana hukumnya wanita yang shalat berjamaah di mesjid dengan harapan mendapat tambahan ilmu krn biasanya ada kultum /tausiah setelah shalat, dan mengenalkan anak2 ke mesjid (krn saya pernah dengar yg utama adalah shalat dirumah bagi wanita)...terimakasih banyak sebelumnya
Jawaban:
Assalamu 'alaikum warahmatullah,
Ibu, wanita tidak pernah dilarang untuk ke Masjid, bahkan hadirnya di Masjid akan menambah ilmu baginya, dikarenakan ia memiliki waktu lebih banyak untuk mendidik anak-anaknya, dan ini semua membutuhkan ilmu, termasuk ilmu untuk dirinya sendiri sehingga pandai menjaga adab baik ketika berada di dalam maupun di luar rumah. Hal ini menjadi lebih utama ketika seorang suami tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk memberikan ilmu bagi istri-istrinya.
Larangan kepada wanita muncul dikarenakan alasan kekhawatiran munculnya fitnah dari kehadirannya di Masjid, maka jika ini alasannya, maka alasan ini tidak dibatasi pada Masjid, namun pada seluruh tempat pada umumnya. Bagaimana mungkin seorang wanita dilarang shalat di Masjid, tempat yang paling mulia, namun dihalalkan untuk ke Pasar, tempat yang paling banyak syaithannya. Oleh karenaya, adab apa saja yang hendaknya dijaga oleh seorang wanita? Di antaranya adalah,
1⃣ Tidak mengenakan parfum yang mengundang perhatian orang-orang disekitarnya, terlebih dalam radius yang cukup jauh.
2⃣ Tidak mengenakan pakaian yang menggambarkan lekuk tubuhnya, transparan, dan hal-hal lain yang mengundang perhatian banyak mata manusia.
3⃣ Jika ia berparas cantik, diutamakan menutupi wajahnya dengan niqab, agar tidak melalaikan mata manusia yang memandangnya.
4⃣ Keluar bersama suami atau keluarganya, dan tidak berjalan sendirian.
Demikian, wallaahu a'lam,
Dr. Wido Supraha
Channel: https://goo.gl/idAe1M
Assallamualaikum mohon pencerahan bagaimana hukumnya wanita yang shalat berjamaah di mesjid dengan harapan mendapat tambahan ilmu krn biasanya ada kultum /tausiah setelah shalat, dan mengenalkan anak2 ke mesjid (krn saya pernah dengar yg utama adalah shalat dirumah bagi wanita)...terimakasih banyak sebelumnya
Jawaban:
Assalamu 'alaikum warahmatullah,
Ibu, wanita tidak pernah dilarang untuk ke Masjid, bahkan hadirnya di Masjid akan menambah ilmu baginya, dikarenakan ia memiliki waktu lebih banyak untuk mendidik anak-anaknya, dan ini semua membutuhkan ilmu, termasuk ilmu untuk dirinya sendiri sehingga pandai menjaga adab baik ketika berada di dalam maupun di luar rumah. Hal ini menjadi lebih utama ketika seorang suami tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk memberikan ilmu bagi istri-istrinya.
Larangan kepada wanita muncul dikarenakan alasan kekhawatiran munculnya fitnah dari kehadirannya di Masjid, maka jika ini alasannya, maka alasan ini tidak dibatasi pada Masjid, namun pada seluruh tempat pada umumnya. Bagaimana mungkin seorang wanita dilarang shalat di Masjid, tempat yang paling mulia, namun dihalalkan untuk ke Pasar, tempat yang paling banyak syaithannya. Oleh karenaya, adab apa saja yang hendaknya dijaga oleh seorang wanita? Di antaranya adalah,
1⃣ Tidak mengenakan parfum yang mengundang perhatian orang-orang disekitarnya, terlebih dalam radius yang cukup jauh.
2⃣ Tidak mengenakan pakaian yang menggambarkan lekuk tubuhnya, transparan, dan hal-hal lain yang mengundang perhatian banyak mata manusia.
3⃣ Jika ia berparas cantik, diutamakan menutupi wajahnya dengan niqab, agar tidak melalaikan mata manusia yang memandangnya.
4⃣ Keluar bersama suami atau keluarganya, dan tidak berjalan sendirian.
Demikian, wallaahu a'lam,
Dr. Wido Supraha
Channel: https://goo.gl/idAe1M
Telegram
Wido Supraha
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
#DiskusiPagi
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
Pertanyaan:
Assalamualaikum. Saya mau tanya berapa lama seorang wanita yang habis melahirkan tidak boleh sholat? Apakah orang yang keguguran itu dihukumi sama dengan yg habis melahirkan?Mohon jawabannya Jazaakallah Wassalamualaikum
Jawaban:
و عليكم السلام و رحمة الله ،
Lamanya tidak shalat ada pada lamanya waktu nifas. Waktu nifas merujuk pada lamanya darah berhenti mengalir. Terkadang 40 hari, ada lebih cepat atau lebih lama.
Adapun keguguran merujuk pada apakah janin sudah berbentuk atau belum, merujuk pada usia kehamilan, untuk menentukan apakah darah tersebut istihadhah atau nifas.
Wallaahu a'lam,
Dr. Wido Supraha
Channel: https://goo.gl/idAe1M
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
Pertanyaan:
Assalamualaikum. Saya mau tanya berapa lama seorang wanita yang habis melahirkan tidak boleh sholat? Apakah orang yang keguguran itu dihukumi sama dengan yg habis melahirkan?Mohon jawabannya Jazaakallah Wassalamualaikum
Jawaban:
و عليكم السلام و رحمة الله ،
Lamanya tidak shalat ada pada lamanya waktu nifas. Waktu nifas merujuk pada lamanya darah berhenti mengalir. Terkadang 40 hari, ada lebih cepat atau lebih lama.
Adapun keguguran merujuk pada apakah janin sudah berbentuk atau belum, merujuk pada usia kehamilan, untuk menentukan apakah darah tersebut istihadhah atau nifas.
Wallaahu a'lam,
Dr. Wido Supraha
Channel: https://goo.gl/idAe1M
Telegram
Wido Supraha
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
*🌺☘Hawla Rukn Ikhlash☘🌺*
Syaikh Muhammad Abdullah Al Khathib _Rahimahullah_:
_Sesungguhnya kebenaran tidak akan menjadi pemimpin, kebaikan tidak akan tersebar, keadilan tidak akan tegak, panji-panji kemuliaan akan jatuh karena keberadaan orang-orang yang menggadaikan prinsip yang semata-mata mencari keuntungan duniawi dan orang-orang yang bersifat riya’ yang hanya mau diri mereka dilihat orang, kata-kata mereka didengar, mereka menjadi buah bibir di masyarakat dan dapat mengarahkan orang lain dengan jari telunjuknya. Kebenaran, kebaikan dan kemuliaan hanya akan tegak dengan orang-orang yang ikhlas, yang berpegang teguh dengan prinsip, yang dapat mempengaruhi orang lain, bukan dipengaruhi. Mereka adalah orang-orang yang berkorban bukannya mengambil manfaat, memberi bukan mengambil._
_Penyakit-penyakit hati yang bercampur baur dengan ikhlas dan merusakkan niat lebih bahaya dari penyakit tubuh di badan. Ia dapat menggugurkan pahala dan menjauhkan orang dari jalan dakwah yang haq. Ia memang ada dalam diri kita, tetapi kita dapat membendungnya dengan iman dan taqwa. Perkara ini memerlukan kesadaran dari kita semua, senantiasa muhasabah niat dan membersihkannya dari bercampur dengan penyakit-penyakit hati._
🍃🌺☘🌾🌹🌿🌻🌴
📚 Nazharat fi Risalatit Ta'alim
Syaikh Muhammad Abdullah Al Khathib _Rahimahullah_:
_Sesungguhnya kebenaran tidak akan menjadi pemimpin, kebaikan tidak akan tersebar, keadilan tidak akan tegak, panji-panji kemuliaan akan jatuh karena keberadaan orang-orang yang menggadaikan prinsip yang semata-mata mencari keuntungan duniawi dan orang-orang yang bersifat riya’ yang hanya mau diri mereka dilihat orang, kata-kata mereka didengar, mereka menjadi buah bibir di masyarakat dan dapat mengarahkan orang lain dengan jari telunjuknya. Kebenaran, kebaikan dan kemuliaan hanya akan tegak dengan orang-orang yang ikhlas, yang berpegang teguh dengan prinsip, yang dapat mempengaruhi orang lain, bukan dipengaruhi. Mereka adalah orang-orang yang berkorban bukannya mengambil manfaat, memberi bukan mengambil._
_Penyakit-penyakit hati yang bercampur baur dengan ikhlas dan merusakkan niat lebih bahaya dari penyakit tubuh di badan. Ia dapat menggugurkan pahala dan menjauhkan orang dari jalan dakwah yang haq. Ia memang ada dalam diri kita, tetapi kita dapat membendungnya dengan iman dan taqwa. Perkara ini memerlukan kesadaran dari kita semua, senantiasa muhasabah niat dan membersihkannya dari bercampur dengan penyakit-penyakit hati._
🍃🌺☘🌾🌹🌿🌻🌴
📚 Nazharat fi Risalatit Ta'alim
Antara Iman & Islam
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
👳 Al Imam al-Khaththabi al-Busti asy-Syafi'i: Banyak yang keliru dalam membedakannya (Ma'alim as-Sunan)
👳 Imam az-Zuhri: Islam adalah ucapan, Iman adalah praktik.
📖 Dalil: QS. Al-Hujurāt: 14
👳 Sebagian Imam: Islam dan Iman adalah sama.
📖 Dalil: QS. Adz-Dzāriyāt: 35-36
💡 Yang benar tidak ditakyidkan dan tidak dimutlakkan. Muslim bisa menjadi mukmin yg benar. Mukmin adalah muslim, muslim belum tentu mukmin. Iman membenarkan, Islam penyerahan diri, tunduk dan patuh. Terkadang, ada yg berserah diri secara zhahir, tapi tidak tunduk patuh secara batin, begitu pun sebaliknya. (Imām al-Khaththabi)
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Aplikasi: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.supraha
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
👳 Al Imam al-Khaththabi al-Busti asy-Syafi'i: Banyak yang keliru dalam membedakannya (Ma'alim as-Sunan)
👳 Imam az-Zuhri: Islam adalah ucapan, Iman adalah praktik.
📖 Dalil: QS. Al-Hujurāt: 14
👳 Sebagian Imam: Islam dan Iman adalah sama.
📖 Dalil: QS. Adz-Dzāriyāt: 35-36
💡 Yang benar tidak ditakyidkan dan tidak dimutlakkan. Muslim bisa menjadi mukmin yg benar. Mukmin adalah muslim, muslim belum tentu mukmin. Iman membenarkan, Islam penyerahan diri, tunduk dan patuh. Terkadang, ada yg berserah diri secara zhahir, tapi tidak tunduk patuh secara batin, begitu pun sebaliknya. (Imām al-Khaththabi)
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Aplikasi: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.supraha
Google Play
Ust. Wido Supraha - Android Apps on Google Play
Applications which summarizes articles from www.supraha.com
#DiskusiPagi
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
Pertanyaan:
Bolehkah kita berdoa meminta di panjangkan umurnya? setahu saya hanya di perbolehkan berdoa agar kita di beri umur yang barokah
A22
Jawaban:
Diperbolehkan untuk memohon panjang umur dengan tujuan agar dapat beramal ketaatan lebih banyak. Redaksi do'anya dipersilahkan menggunakan redaksi sekehendak Anda dengan makna umur yang panjang dan agar dapat memperbanyak bentuk-bentuk ketaatan.
Barakallahufik,
Dr. Wido Supraha
(App: goo.gl/NywcNL)
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
Pertanyaan:
Bolehkah kita berdoa meminta di panjangkan umurnya? setahu saya hanya di perbolehkan berdoa agar kita di beri umur yang barokah
A22
Jawaban:
Diperbolehkan untuk memohon panjang umur dengan tujuan agar dapat beramal ketaatan lebih banyak. Redaksi do'anya dipersilahkan menggunakan redaksi sekehendak Anda dengan makna umur yang panjang dan agar dapat memperbanyak bentuk-bentuk ketaatan.
Barakallahufik,
Dr. Wido Supraha
(App: goo.gl/NywcNL)
Google Play
Ust. Wido Supraha - Android Apps on Google Play
Applications which summarizes articles from www.supraha.com
Berikut saya share materi yang saya sampaikan pada salah satu grup ummahat tadi malam dengan tema Peran Ummahat dalam Optimalisasi Ramadhan.
*************************
Nasihat Ramadhan Untuk Ummahāt
Oleh: Dr. Wido Supraha
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
Bismillāhirrahmānirrahīm,
Assalāmu 'alaikum warahmatullāhi wa barakātuh.
_Alhamdulillāh, washshalātu wassalāmu 'alā Rasulillāh, wa 'alā ālihi wa shahbihi wa man wālah, Lā haula wa lā quwwata illā billāh._
🍃 Fa Yā Ummahāt,
Kita akan berdiskusi tentang bagaimana agar Ramadhan esok menjadi Ramadhan terbaik kita.
Ummahāt punya peran penting, sebagai pemimpin rumah suaminya, pengkondisi, dan aktor intelektual di balik kesuksesan di Akhirat.
🍃 Fa Yā Ummahāt,
Sadarkah kita bahwa banyak manusia saat ini sedang berteriak di alam barzakh, meminta untuk dikembalikan ke dunia, untuk mengerjakan amal terbaik dan unggulan yang dulu ditinggalkannya?
🍃Fa Yā Ummahāt,
Suatu ketika Nabi Saw sedang berkhutbah dan tiba-tiba beliau mengucapkan amin 3x. *Pertama* kecelakaan bagi manusia yang tidak mau bershalawat saat namanya disebutkan. *Kedua* kecelakaan bagi manusia yang tidak memanfaatkan momen kebersamaan di dunia bersama kedua orangtua atau salah satu dari keduanya untuk menjadi jalan ke Jannah. *Ketiga*, kecelakaan bagi mereka yang disempatkan bertemu Ramadhan namun biasa-biasa saja menghadapinya, tidak pintar memprioritaskan amal di dalamnya sehingga Ramadhan tidak membawanya ke pintu ar-Royyan.
Bukankah kedua atau bahkan ketiga amal ini dapat kita satukan dengan izin Allah bersama-sama di bulan Ramadhan? Adakah motivasi kita untuk itu?
🍃 Fa Yā Ummahāt,
Alangkah baiknya Allah Jalla Jalāluh, memberikan kunci-kunci mudah memasuki Jannah bagi umat Nabi Saw yang hanya berkisar 60-70 tahun ini sehingga tetap bisa mengimbangi umat sebelumnya yang berumur ratusan tahun. Adakah kita lebih condong kepada pengetahuan dari selain Allah?
🍃 Fa Yā Ummahāt,
Puasa biasa di luar Ramadhan sehari saja mampu menjauhkan wajahnya dari api neraka selama 70 kharīfan, bagaimana pula dengan puasa wajib Ramadhan?
Bahkan Allah memudahkan para ummahat dengan membantu mengkondisikan keluarga dan lingkungan untuk mendekat ke rumah-Nya. Tidakkah ini keindahan?
🍃 Fa Yā Ummahāt,
Bulan ini dibatasi waktunya, siap tidak siap, Ramadhan pasti siap membersamai kita. Sudahkah kita siapkan qalbu kita, ilmu kita, harta kita dan jasad kita sebaik-baiknya agar sang tamu nan suci itu tidak pamit dengan tangan hampa?
Sudahkah kita fahami esensi tiga bagian waktu Ramadhan, yang dibagi setiap 10 hari? Sadarkah kita ia bermakna pemanasan, penguatan hingga kenikmatan puncak sesungguhnya? Sudahkah kita sesuaikan ritme agenda-agenda dunia kita agar selaras dengan esensi Ramadhan?
🍃 Fa Yā Ummahāt,
1⃣Tanamkanlah iman dan adab sebagai ciri madrasah sebelum segala sesuatu. Bahkan Ramadhan selain bulan jihad, hakikatnya ia pun bulan tarbiyah, madrasah bagi orang-orang yang cemburu tidak dimasukkan ke dalam golongan hamba-Nya yang beriman. Bukankah kita yang membutuhkan Ramadhan untuk melebur seluruh kesalahan kita selama kita selalu meninggalkan dosa besar.
🍃Fa Yā Ummahāt,
2⃣ Lahirkan cinta dan harmoni, karena cinta memang sengaja dilahirkan, dan harmoni menjadi kesamaan gerak antara jiwa-jiwa penuh cinta. Keberkahan di dalam sahur, adalah keberkahan dari-Nya yang menjadikan seisi rumah kembali dapat bercengkerama dalam satu meja makan, berdoa bersama di 1/3 akhir malam nan mustajab, qiyām, melangkah bergandengan tangan menuju Masjid meraih rahasia Subuh, berdzikir dan i'tikaf sejenak hingga menutupnya dengan dua rakaat Dhuha di awal waktu. Akankah keluarga seperti ini masih punya persoalan komunikasi yang berakhir dengan kepahitan? Akankah kita masih butuh TV untuk sekedar menjadikan seisi rumah tergelak?
🍃 Fa Yā Ummahāt,
3⃣ Fokuslah pada sepuluh malam terakhir. Sepuluh malam yang dirindukan oleh keluarga Rasulullah Saw dan pengikutnya, sehingga mereka rela pindah kasur dan 'uzlah' merehatkan qalbu, mengisinya dengan ma'rifat. Janganlah terlalu bersemangat di awal, padahal semangat itu tetap harus ada di puncak pada akhir. Janganlah gag
*************************
Nasihat Ramadhan Untuk Ummahāt
Oleh: Dr. Wido Supraha
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
Bismillāhirrahmānirrahīm,
Assalāmu 'alaikum warahmatullāhi wa barakātuh.
_Alhamdulillāh, washshalātu wassalāmu 'alā Rasulillāh, wa 'alā ālihi wa shahbihi wa man wālah, Lā haula wa lā quwwata illā billāh._
🍃 Fa Yā Ummahāt,
Kita akan berdiskusi tentang bagaimana agar Ramadhan esok menjadi Ramadhan terbaik kita.
Ummahāt punya peran penting, sebagai pemimpin rumah suaminya, pengkondisi, dan aktor intelektual di balik kesuksesan di Akhirat.
🍃 Fa Yā Ummahāt,
Sadarkah kita bahwa banyak manusia saat ini sedang berteriak di alam barzakh, meminta untuk dikembalikan ke dunia, untuk mengerjakan amal terbaik dan unggulan yang dulu ditinggalkannya?
🍃Fa Yā Ummahāt,
Suatu ketika Nabi Saw sedang berkhutbah dan tiba-tiba beliau mengucapkan amin 3x. *Pertama* kecelakaan bagi manusia yang tidak mau bershalawat saat namanya disebutkan. *Kedua* kecelakaan bagi manusia yang tidak memanfaatkan momen kebersamaan di dunia bersama kedua orangtua atau salah satu dari keduanya untuk menjadi jalan ke Jannah. *Ketiga*, kecelakaan bagi mereka yang disempatkan bertemu Ramadhan namun biasa-biasa saja menghadapinya, tidak pintar memprioritaskan amal di dalamnya sehingga Ramadhan tidak membawanya ke pintu ar-Royyan.
Bukankah kedua atau bahkan ketiga amal ini dapat kita satukan dengan izin Allah bersama-sama di bulan Ramadhan? Adakah motivasi kita untuk itu?
🍃 Fa Yā Ummahāt,
Alangkah baiknya Allah Jalla Jalāluh, memberikan kunci-kunci mudah memasuki Jannah bagi umat Nabi Saw yang hanya berkisar 60-70 tahun ini sehingga tetap bisa mengimbangi umat sebelumnya yang berumur ratusan tahun. Adakah kita lebih condong kepada pengetahuan dari selain Allah?
🍃 Fa Yā Ummahāt,
Puasa biasa di luar Ramadhan sehari saja mampu menjauhkan wajahnya dari api neraka selama 70 kharīfan, bagaimana pula dengan puasa wajib Ramadhan?
Bahkan Allah memudahkan para ummahat dengan membantu mengkondisikan keluarga dan lingkungan untuk mendekat ke rumah-Nya. Tidakkah ini keindahan?
🍃 Fa Yā Ummahāt,
Bulan ini dibatasi waktunya, siap tidak siap, Ramadhan pasti siap membersamai kita. Sudahkah kita siapkan qalbu kita, ilmu kita, harta kita dan jasad kita sebaik-baiknya agar sang tamu nan suci itu tidak pamit dengan tangan hampa?
Sudahkah kita fahami esensi tiga bagian waktu Ramadhan, yang dibagi setiap 10 hari? Sadarkah kita ia bermakna pemanasan, penguatan hingga kenikmatan puncak sesungguhnya? Sudahkah kita sesuaikan ritme agenda-agenda dunia kita agar selaras dengan esensi Ramadhan?
🍃 Fa Yā Ummahāt,
1⃣Tanamkanlah iman dan adab sebagai ciri madrasah sebelum segala sesuatu. Bahkan Ramadhan selain bulan jihad, hakikatnya ia pun bulan tarbiyah, madrasah bagi orang-orang yang cemburu tidak dimasukkan ke dalam golongan hamba-Nya yang beriman. Bukankah kita yang membutuhkan Ramadhan untuk melebur seluruh kesalahan kita selama kita selalu meninggalkan dosa besar.
🍃Fa Yā Ummahāt,
2⃣ Lahirkan cinta dan harmoni, karena cinta memang sengaja dilahirkan, dan harmoni menjadi kesamaan gerak antara jiwa-jiwa penuh cinta. Keberkahan di dalam sahur, adalah keberkahan dari-Nya yang menjadikan seisi rumah kembali dapat bercengkerama dalam satu meja makan, berdoa bersama di 1/3 akhir malam nan mustajab, qiyām, melangkah bergandengan tangan menuju Masjid meraih rahasia Subuh, berdzikir dan i'tikaf sejenak hingga menutupnya dengan dua rakaat Dhuha di awal waktu. Akankah keluarga seperti ini masih punya persoalan komunikasi yang berakhir dengan kepahitan? Akankah kita masih butuh TV untuk sekedar menjadikan seisi rumah tergelak?
🍃 Fa Yā Ummahāt,
3⃣ Fokuslah pada sepuluh malam terakhir. Sepuluh malam yang dirindukan oleh keluarga Rasulullah Saw dan pengikutnya, sehingga mereka rela pindah kasur dan 'uzlah' merehatkan qalbu, mengisinya dengan ma'rifat. Janganlah terlalu bersemangat di awal, padahal semangat itu tetap harus ada di puncak pada akhir. Janganlah gag
al fokus hanya karena tergiur dengan budaya kaum awam di sepuluh hari terakhir. Inilah saat yang tepat menanamkan keindahan Masjid bagi keturunan kita. Adakah rumah yang lebih baik daripada Masjid?
🍃 Fa Yā Ummahāt,
4⃣ Prioritaskan amal berganda, dan hadiah utama. Meraih amal puasa orang-orang shaleh cukup dengan memberinya bukaan yang kita ridhoi. Mengejar lipatan ganda pahala cukup dengan mendawamkan kebiasaan baik kita di luar Ramadhan dengan tetap bahkan semakin banyak frekuensinya di Ramadhan. Mendapatkan kualitas ibadah 83 tahun 3 bulan penuh, dengan memenuhi malam kita pada khususnya bersama amal i'tikāf. Kejarlah penghayatan dalam ber-Islam, agar mendapat ilmu, keshalihahan sosial, dan kekuatan ruhiyah.
Demikianlah sedikit diantara refleksi kebersamaan kita menuju Bab ar-Rayyān. Āmīn Yā Rabbanā.
Wallāhu muwaffiq ilā aqwām ath-tharīq.
Wassalāmu 'alaikum warahmatullāh.
supraha.com
Channel: goo.gl/idAe1M
Rekap pertanyaan:
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
1⃣ Assalamualaikum ustadz...Perihal kecelakaan bagi manusia yang tidak memanfaatkan momen kebersamaan di dunia bersama kedua orangtua atau salah satu dari keduanya untuk menjadi jalan ke Jannah...bagaimanakah kalau kita harus terpisah jarak yg cukup jauh dari orgtua ustadz?
*Jawaban:*
Ibu,
Terkadang karena sesuatu hal, mengharuskan kita berpisah jauh dari kedua orang tua atau salah satu dari keduanya. Tentunya yang terbaik adalah membersamai keduanya dengan berada dekat kepadanya dan memenuhi kebutuhan mereka, khususnya batin.
Namun begitu, jika hal yang prioritas itu tidak bisa dilakukan, manfaatkanlah teknologi apapun yang melahirkan makna kedekatan. Rutinlah menyapa dengan saling menatap wajah, tidak sekedar suara. Jangan berati orang tua untuk menjaga anak-anak kita. Bahagiakan mereka dengan apa saja aktifitas positif yang mereka inginkan, termasuk jika harus menguras fisik mereka dalam aktivitasnya, selama masih dalam batas kewajaran.
Wassalam,
Dr. Wido Supraha
Apps: http://bit.ly/1s77DHc
2⃣ Assalamualaikum Ustadz..
Andai seorg wanita udzur di 10 hari terakhir..,, akankah berkurang pahalanya.. bagaimana menyiasati limpahan rahmat bagi wanita yg sedang udzur selama Ramadhan..?
Syukron ustadz.
*Jawaban:*
Bunda,
Berkurang atau tidaknya pahala sepenuhnya bergantung kepada rahmat Allah Swt dan komitmen kuat dalam qalbu kita. Terkadang manusia tetap dihitung mengerjakan jika sebuah amalan telah menjadi rutinitasnya, meski ia tidak melakukannya karena udzur syar'i. Maka mari dalam waktu-waktu paripurna (sehat, kaya, muda, luang, lapang, ingat) kita sering perbarui komitmen dan mendawamkan amal kebajikan.
Wassalām,,
Dr. Wido Supraha
Apps: http://bit.ly/1s77DHc
3⃣ Assalamu'alaykum ust...
makna itikaf 10 hri trakhir dibln ramadhan itu spt apa ya teknis nya??
apa kah hrus menginap dlm masjid atw qta plg dlu misalnya tuk merapihkan rmh trs pada wktu2 tertentu kembali ke masjid lg?
mohon pencerahannya tadz
syukron🙏🏼
*Jawaban:*
Bunda,
Mudahnya, i'tikaf itu pindah tempat tinggal ke Masjid. Panitia menyiapkan makan sahur, berbuka dan makan malam sehingga Bunda tidak perlu lagi pulang ke rumah.
Mudahnya, memperbanyak tidak tidur di malam hari, berkhalwat dengan Allah Swt semata secara batin.
Jika tidak mampu secara penuh, tentunya sesuai kaidah fiqh, jangan tinggalkan seluruhnya. Namun, saat keluar Masjid pastikan membatalkan niat, dan pasang niat kembali saat memasuki Masjid.
Wassalām,
Dr. Wido Supraha
Apps: http://bit.ly/1s77DHc
4⃣Assalamualaikum ustadz..bagaimana kita para ibu2 agar bisa beribadah maksimal dimasjid, mengingat kita mempunyai anak2 yg masih kecil, hawatir mengganggu jamaah yg lain. Terimakasih.
*Jawaban:*
Bunda,
Membawa anak-anak ke Masjid adalah sembari menanamkan dan membiasakan adab terbaik bagi anak di Masjid. Maka ilmu harus terus menerus dicurahkan dalam bentuk pembiasaan perilaku.
Namun begitu, kepentingan jamaah yang lebih luas tentunya tidak boleh dikorbankan hanya untuk kepentingan pribadi. Ada batasan-batasan yang masuk dalam toleransi dan tidak, dan ini bersifat teknis.
Adapun terkait khusyuk, maka ia bukan sesuatu yang hadir dalam kesendi
🍃 Fa Yā Ummahāt,
4⃣ Prioritaskan amal berganda, dan hadiah utama. Meraih amal puasa orang-orang shaleh cukup dengan memberinya bukaan yang kita ridhoi. Mengejar lipatan ganda pahala cukup dengan mendawamkan kebiasaan baik kita di luar Ramadhan dengan tetap bahkan semakin banyak frekuensinya di Ramadhan. Mendapatkan kualitas ibadah 83 tahun 3 bulan penuh, dengan memenuhi malam kita pada khususnya bersama amal i'tikāf. Kejarlah penghayatan dalam ber-Islam, agar mendapat ilmu, keshalihahan sosial, dan kekuatan ruhiyah.
Demikianlah sedikit diantara refleksi kebersamaan kita menuju Bab ar-Rayyān. Āmīn Yā Rabbanā.
Wallāhu muwaffiq ilā aqwām ath-tharīq.
Wassalāmu 'alaikum warahmatullāh.
supraha.com
Channel: goo.gl/idAe1M
Rekap pertanyaan:
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
1⃣ Assalamualaikum ustadz...Perihal kecelakaan bagi manusia yang tidak memanfaatkan momen kebersamaan di dunia bersama kedua orangtua atau salah satu dari keduanya untuk menjadi jalan ke Jannah...bagaimanakah kalau kita harus terpisah jarak yg cukup jauh dari orgtua ustadz?
*Jawaban:*
Ibu,
Terkadang karena sesuatu hal, mengharuskan kita berpisah jauh dari kedua orang tua atau salah satu dari keduanya. Tentunya yang terbaik adalah membersamai keduanya dengan berada dekat kepadanya dan memenuhi kebutuhan mereka, khususnya batin.
Namun begitu, jika hal yang prioritas itu tidak bisa dilakukan, manfaatkanlah teknologi apapun yang melahirkan makna kedekatan. Rutinlah menyapa dengan saling menatap wajah, tidak sekedar suara. Jangan berati orang tua untuk menjaga anak-anak kita. Bahagiakan mereka dengan apa saja aktifitas positif yang mereka inginkan, termasuk jika harus menguras fisik mereka dalam aktivitasnya, selama masih dalam batas kewajaran.
Wassalam,
Dr. Wido Supraha
Apps: http://bit.ly/1s77DHc
2⃣ Assalamualaikum Ustadz..
Andai seorg wanita udzur di 10 hari terakhir..,, akankah berkurang pahalanya.. bagaimana menyiasati limpahan rahmat bagi wanita yg sedang udzur selama Ramadhan..?
Syukron ustadz.
*Jawaban:*
Bunda,
Berkurang atau tidaknya pahala sepenuhnya bergantung kepada rahmat Allah Swt dan komitmen kuat dalam qalbu kita. Terkadang manusia tetap dihitung mengerjakan jika sebuah amalan telah menjadi rutinitasnya, meski ia tidak melakukannya karena udzur syar'i. Maka mari dalam waktu-waktu paripurna (sehat, kaya, muda, luang, lapang, ingat) kita sering perbarui komitmen dan mendawamkan amal kebajikan.
Wassalām,,
Dr. Wido Supraha
Apps: http://bit.ly/1s77DHc
3⃣ Assalamu'alaykum ust...
makna itikaf 10 hri trakhir dibln ramadhan itu spt apa ya teknis nya??
apa kah hrus menginap dlm masjid atw qta plg dlu misalnya tuk merapihkan rmh trs pada wktu2 tertentu kembali ke masjid lg?
mohon pencerahannya tadz
syukron🙏🏼
*Jawaban:*
Bunda,
Mudahnya, i'tikaf itu pindah tempat tinggal ke Masjid. Panitia menyiapkan makan sahur, berbuka dan makan malam sehingga Bunda tidak perlu lagi pulang ke rumah.
Mudahnya, memperbanyak tidak tidur di malam hari, berkhalwat dengan Allah Swt semata secara batin.
Jika tidak mampu secara penuh, tentunya sesuai kaidah fiqh, jangan tinggalkan seluruhnya. Namun, saat keluar Masjid pastikan membatalkan niat, dan pasang niat kembali saat memasuki Masjid.
Wassalām,
Dr. Wido Supraha
Apps: http://bit.ly/1s77DHc
4⃣Assalamualaikum ustadz..bagaimana kita para ibu2 agar bisa beribadah maksimal dimasjid, mengingat kita mempunyai anak2 yg masih kecil, hawatir mengganggu jamaah yg lain. Terimakasih.
*Jawaban:*
Bunda,
Membawa anak-anak ke Masjid adalah sembari menanamkan dan membiasakan adab terbaik bagi anak di Masjid. Maka ilmu harus terus menerus dicurahkan dalam bentuk pembiasaan perilaku.
Namun begitu, kepentingan jamaah yang lebih luas tentunya tidak boleh dikorbankan hanya untuk kepentingan pribadi. Ada batasan-batasan yang masuk dalam toleransi dan tidak, dan ini bersifat teknis.
Adapun terkait khusyuk, maka ia bukan sesuatu yang hadir dalam kesendi
Supraha
e-Mail: wido@supraha.com
Meretas Amal Jariyah
rian, keheningan, di puncak gunung nan sepi. Karena sudah pasti ia bisa khusyuk. Justru khusyuk dalam ibadah seperti shalat harus juga dapat kita raih dalam keramaian, cahaya, gangguan anak-anak, dan sejenisnya. Hal ini karena kekhusyukan adalah olah batin. Shaum termasuk bagian dari pembinaan kekhusyukan, ketika ia mampu menikmati tidak makan dan minum di tengah kumpulan non-muslim yang makan dan minum di siang hari nan terik.
Wassalām,
Dr. Wido Supraha
Apps: http://bit.ly/1s77DHc
5⃣Ustadz bolehkah srg wanita muslimah ikut i'tikaf di masjid di 10 malam terakhir?
*Jawaban:*
Bunda,
Sangat boleh, sebagaimana amalan bunda kaum mukminin (istri-istri Rasulullah Saw) yang turut berdiam di Masjid di sepuluh hari terakhir.
Wassalām,
Dr. Wido Supraha
Apps: http://bit.ly/1s77DHc
6⃣Bagaimana jika setelah shalat subuh kita tidur lagi? Bolehkah? Krn ngantuk bgt ustadz. Agar bisa beraktifitas lagi paginya😁
*Jawaban:*
Bunda,
Umumnya Nabi Saw tidur lagi sebelum Subuh. Hal ini untuk memperkuat fisik beliau saat shalat Subuh dan Dzikir menunggu Syuruq. Prioritasnya adalah tidak tidur bakda Subuh hingga menjelang Zuhur dengan _qailulah_.
Wassalām,
Dr. Wido Supraha
Apps: http://bit.ly/1s77DHc
7⃣ Assalamu'alaikum ustadz.. "Kecelakaan bagi manusia yang tidak memanfaatkan momen kebersamaan di dunia bersama ke2 orang tua/salah 1 dari ke2nya untuk menjadi jalan ke jannah..
"Bagaimana sikap anak kepada orangtuanya yg terlanjur membenci karna kurangnya perhatian apalagi tausiyah dari figur seorang ayah khususnya..
*Jawaban:*
Bunda,
Ber-Islam diantara ciri ajarannya adalah tata kelola hati. Islam mendorong manusia agar mampu membawa jiwanya kepada jiwa-jiwa yang tenang dalam bimbingan-Nya.
Allah Swt membimbing umat-Nya untuk mampu secara _zhahir_ berbakti, bersikap santun, tersenyum, dan menurunkan ego sektoralnya, hingga merendahkan nada suaranya kepada orang tua yang musyrik sekalipun.
Semoga Allah mudahkan komitmen kita semua.
Yā Muqallibal qulūb, tsabbit qulūbanā 'alā dīniKa
Yā Musharrifal qulūb, sharrif qulūbanā thā'atiKa.
Allāhumma a'innā 'alā dzikrika wa syukrika wa husni 'ibādatiKa.
Wassalām,
Dr. Wido Supraha
Apps: http://bit.ly/1s77DHc
Wassalām,
Dr. Wido Supraha
Apps: http://bit.ly/1s77DHc
5⃣Ustadz bolehkah srg wanita muslimah ikut i'tikaf di masjid di 10 malam terakhir?
*Jawaban:*
Bunda,
Sangat boleh, sebagaimana amalan bunda kaum mukminin (istri-istri Rasulullah Saw) yang turut berdiam di Masjid di sepuluh hari terakhir.
Wassalām,
Dr. Wido Supraha
Apps: http://bit.ly/1s77DHc
6⃣Bagaimana jika setelah shalat subuh kita tidur lagi? Bolehkah? Krn ngantuk bgt ustadz. Agar bisa beraktifitas lagi paginya😁
*Jawaban:*
Bunda,
Umumnya Nabi Saw tidur lagi sebelum Subuh. Hal ini untuk memperkuat fisik beliau saat shalat Subuh dan Dzikir menunggu Syuruq. Prioritasnya adalah tidak tidur bakda Subuh hingga menjelang Zuhur dengan _qailulah_.
Wassalām,
Dr. Wido Supraha
Apps: http://bit.ly/1s77DHc
7⃣ Assalamu'alaikum ustadz.. "Kecelakaan bagi manusia yang tidak memanfaatkan momen kebersamaan di dunia bersama ke2 orang tua/salah 1 dari ke2nya untuk menjadi jalan ke jannah..
"Bagaimana sikap anak kepada orangtuanya yg terlanjur membenci karna kurangnya perhatian apalagi tausiyah dari figur seorang ayah khususnya..
*Jawaban:*
Bunda,
Ber-Islam diantara ciri ajarannya adalah tata kelola hati. Islam mendorong manusia agar mampu membawa jiwanya kepada jiwa-jiwa yang tenang dalam bimbingan-Nya.
Allah Swt membimbing umat-Nya untuk mampu secara _zhahir_ berbakti, bersikap santun, tersenyum, dan menurunkan ego sektoralnya, hingga merendahkan nada suaranya kepada orang tua yang musyrik sekalipun.
Semoga Allah mudahkan komitmen kita semua.
Yā Muqallibal qulūb, tsabbit qulūbanā 'alā dīniKa
Yā Musharrifal qulūb, sharrif qulūbanā thā'atiKa.
Allāhumma a'innā 'alā dzikrika wa syukrika wa husni 'ibādatiKa.
Wassalām,
Dr. Wido Supraha
Apps: http://bit.ly/1s77DHc
Google Play
Ust. Wido Supraha - Android Apps on Google Play
Applications which summarizes articles from www.supraha.com
Mari kita renungi Surat Fathir ayat 37 ini:
وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.
وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.
Begitupun surat Thaha [20] ayat 124-126:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".
قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَىٰ وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا
Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?"
قَالَ كَذَٰلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا ۖ وَكَذَٰلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَىٰ
Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan".
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".
قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَىٰ وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا
Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?"
قَالَ كَذَٰلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا ۖ وَكَذَٰلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَىٰ
Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan".
Wido Supraha:
Ibrāhim al-Khawash berkata bahwa Obat hati ada lima:
1⃣ Membaca Al-Qurān dan mentadabburinya
2⃣ Mengosongkan perut
3⃣ Qiyāmullail
4⃣ Berdoa di waktu sahar (akhir malam)
5⃣ Bersahabat dengan orang-orang shalih
Ibrāhim al-Khawash berkata bahwa Obat hati ada lima:
1⃣ Membaca Al-Qurān dan mentadabburinya
2⃣ Mengosongkan perut
3⃣ Qiyāmullail
4⃣ Berdoa di waktu sahar (akhir malam)
5⃣ Bersahabat dengan orang-orang shalih
Pertanyaan:
Assalamualaikum saya mau tanya..
Apa perbedaan injil dan bibble?
Mengapa di inggris, nama nama nabi dikenal dengan nama lain yang ternyata nama lain tersebut terdapat dalam bibble ?
Misalnya Musa (Inggris: Moses), Harun (Inggris: Aaron), Daud (Inggris: David) saya barusan membacanya di http://tuanzamier-atjeh.blogspot.co.id/2013/05/silsilah-nabi-muhammad-saw-hingga-nabi.html?m=1
Bagaimana hukumnya jika mualaf misal ia berasal dari negara inggris, lalu salah menyebut nama nabi yg sebenarnya? Karena teman saya berasal dari negara afrika, ia beberapa bulan yang lalu mualaf.
Saya penasaran.. mohon jawabannya
🅰3⃣8⃣
Jawaban:
Wa 'alaikumussalām warahmatullāh,
Injil dan Bible merujuk kepada kitab yang sama, demikian juga perbedaan penyebutan nama Nabi, sejatinya merujuk pada orang yang sama. Kalau kita bandingkan antara nama Nabi yang kita lafazhkan dari Al-Qurān, dan nama Nabi yang digunakan kaum Kristiani dari bahasa Ibrani, atau bahasa Latin atau bahasa Inggris sejatinya adalah merujuk pada sosok yang sama.
1 . ADAM / ADAM
2 . IDRIS / ENOCH
3 . NUH / NOAH
4 . HUUD / HEBER
5 . SHALEH / SHELAH
6 . IBRAHIM / ABRAHAM
7 . LUTH / LOT
8 . ISMAIL / ISHMAEL
9 . ISHAQ / ISAAC
10. YAKUB / YACOB
11. YUSUF / YOSEPH
12. AYUB / JOB
13. ZULKIFLI / EZEKIEL
14. SU'AIB / JETHRO
15. YUNUS / JONAH
16. MUSA / MOSES
17. HARUN / AARON
18. ILYAS / ELIJAH
19. ILYASIN / ELISHA
20. DAUD / DAVID
21. SULAIMAN / SOLOMON
22. ZAKARIA / ZECHARIAH
23. YAHYA / JOHN
24. ISA / YESUS
25. MUHAMMAD ﷺ
Tentunya bagi seorang Muslim, akan jauh lebih baik melafazhkan nama Nabi sesuai firman Allāh ﷻ. Namun begitu, dalam rangka dakwah kepada orang-orang kafir yang terbiasa dengan lafazh-lafazh dari bahasa kaum mereka, tidaklah mengapa menggunakan lafazh mereka, dan dalam hal ini tidak ditemukan larangan dalam nash yang shahih. Penggunaan bahasa yang mereka fahami, selain akan membuat dakwah menjadi lebih efektif, juga dapat lebih menarik hati mereka ke jalan hidayah. Namun begitu, yang utama setelahnya adalah mengajak manusia kepada cara melafazhkan nama Nabi sesuai firman Allah ﷻ, khususnya mereka yang telah meyakini bahwa Tidak ada Ilah yang berhak disembah dengan benar kecuali Allāh ﷻ, dan bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah utusan-Nya dan hamba-Nya.
Wallāhu a'lam,
Dr. Wido Supraha
supraha.com
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
Assalamualaikum saya mau tanya..
Apa perbedaan injil dan bibble?
Mengapa di inggris, nama nama nabi dikenal dengan nama lain yang ternyata nama lain tersebut terdapat dalam bibble ?
Misalnya Musa (Inggris: Moses), Harun (Inggris: Aaron), Daud (Inggris: David) saya barusan membacanya di http://tuanzamier-atjeh.blogspot.co.id/2013/05/silsilah-nabi-muhammad-saw-hingga-nabi.html?m=1
Bagaimana hukumnya jika mualaf misal ia berasal dari negara inggris, lalu salah menyebut nama nabi yg sebenarnya? Karena teman saya berasal dari negara afrika, ia beberapa bulan yang lalu mualaf.
Saya penasaran.. mohon jawabannya
🅰3⃣8⃣
Jawaban:
Wa 'alaikumussalām warahmatullāh,
Injil dan Bible merujuk kepada kitab yang sama, demikian juga perbedaan penyebutan nama Nabi, sejatinya merujuk pada orang yang sama. Kalau kita bandingkan antara nama Nabi yang kita lafazhkan dari Al-Qurān, dan nama Nabi yang digunakan kaum Kristiani dari bahasa Ibrani, atau bahasa Latin atau bahasa Inggris sejatinya adalah merujuk pada sosok yang sama.
1 . ADAM / ADAM
2 . IDRIS / ENOCH
3 . NUH / NOAH
4 . HUUD / HEBER
5 . SHALEH / SHELAH
6 . IBRAHIM / ABRAHAM
7 . LUTH / LOT
8 . ISMAIL / ISHMAEL
9 . ISHAQ / ISAAC
10. YAKUB / YACOB
11. YUSUF / YOSEPH
12. AYUB / JOB
13. ZULKIFLI / EZEKIEL
14. SU'AIB / JETHRO
15. YUNUS / JONAH
16. MUSA / MOSES
17. HARUN / AARON
18. ILYAS / ELIJAH
19. ILYASIN / ELISHA
20. DAUD / DAVID
21. SULAIMAN / SOLOMON
22. ZAKARIA / ZECHARIAH
23. YAHYA / JOHN
24. ISA / YESUS
25. MUHAMMAD ﷺ
Tentunya bagi seorang Muslim, akan jauh lebih baik melafazhkan nama Nabi sesuai firman Allāh ﷻ. Namun begitu, dalam rangka dakwah kepada orang-orang kafir yang terbiasa dengan lafazh-lafazh dari bahasa kaum mereka, tidaklah mengapa menggunakan lafazh mereka, dan dalam hal ini tidak ditemukan larangan dalam nash yang shahih. Penggunaan bahasa yang mereka fahami, selain akan membuat dakwah menjadi lebih efektif, juga dapat lebih menarik hati mereka ke jalan hidayah. Namun begitu, yang utama setelahnya adalah mengajak manusia kepada cara melafazhkan nama Nabi sesuai firman Allah ﷻ, khususnya mereka yang telah meyakini bahwa Tidak ada Ilah yang berhak disembah dengan benar kecuali Allāh ﷻ, dan bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah utusan-Nya dan hamba-Nya.
Wallāhu a'lam,
Dr. Wido Supraha
supraha.com
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
