📖 *Ada Ujian dalam setiap Kebaikan, Lewatilah dengan Sukses!* 📖
💡 *Mereka telah mendahului dalam menikmati ujian berislam*
*Saudaraku!*
- Demi Islam, Nabi Muhammad ﷺ menerima gangguan dari kerabat, tetangga dan masyarakat di sekitarnya, seperti dari:
📌 Abu Lahab, yang karena ragam kejahatannya, turun surat Al-Qiyamah [75] ayat 31-35:
فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلَّىٰ وَلَٰكِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ ثُمَّ ذَهَبَ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِۦ يَتَمَطَّىٰٓ أَوۡلَىٰ لَكَ فَأَوۡلَىٰ ثُمَّ أَوۡلَىٰ لَكَ فَأَوۡلَىٰٓ
_Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al Quran) dan tidak mau mengerjakan shalat; tetapi ia mendustakan (Rasul) dam berpaling (dari kebenaran); kemudian ia pergi kepada ahlinya dengan berlagak (sombong); Kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu; kemudian kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu._
📌 Uqbah bin Abu Mu'ith yang meletakkan kotoran di antara pundak Nabi ﷺ yang mulia saat beliau sujud, namun kelak jasadnya terhina di sumur Badr
📌 Al-Hakam bin Abu al-'Ash bin Umayyah, seperti lemparan isi perut domba saat Nabi ﷺ shalat dan juga di dalam periuk di rumah beliau ﷺ
📌 Umayyah bin Abu Mu'ith, yang senang mencela dan mengumpat, baik terang-terangan maupun blak-blakan, dan karenanya turun surat Al-Humazah [104],
وَيۡلٞ لِّكُلِّ هُمَزَةٖ لُّمَزَةٍ
_Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela_
📌 Al-Akhnas bin Syariq ats-Tsaqafi, yang senang menyakiti Nabi ﷺ, dan karenanya turun surat Al-Qalam [68] ayat 10-13, menceritakan 9 (sembilan) sifat buruknya:
وَلَا تُطِعۡ كُلَّ حَلَّافٖ مَّهِينٍ هَمَّازٖ مَّشَّآءِۢ بِنَمِيمٖ مَّنَّاعٖ لِّلۡخَيۡرِ مُعۡتَدٍ أَثِيمٍ عُتُلِّۢ بَعۡدَ ذَٰلِكَ زَنِيمٍ
_Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang *[1]* banyak bersumpah lagi *[2]* hina; *[3]* yang banyak mencela; [4] yang kian ke mari menghambur fitnah; *[5]* yang banyak menghalangi perbuatan baik, *[6]* yang melampaui batas lagi *[7]* banyak dosa; *[8]* yang kaku kasar, selain dari itu, *[9]* yang terkenal kejahatannya,_
- Demi Islam, 2 (dua) puteri tercinta Nabi ﷺ, Ruqayyah dan Ummu Kultsum r.a. rela diceraikan suaminya, Utbah dan Utaibah, anak dari Abu Lahab.
- Demi Islam, Paman 'Utsman bin 'Affan r.a. bersabar ketika diselubungi tikar dari daun korma dan diasapi dari bagian bawah
- Demi Islam, pemuda Mush'ab bin 'Umair r.a. bertahan saat dikurung ibunya, tidak diberi makan, hingga diusir dari rumah, dan kulitnya pun mengelupas
- Demi Islam, keluarga Yasir mendapatkan ujian berat. Isterinya, Sumayyah r.a., Muslimah pertama yang wafat ditikam Abu Jahal, diikuti Yasir, dan sehingga memaksa Ammar yang disiksa dengan tubuh dibenamkan ke pasir dan batu panas di bagian dada mengucapkan kalimat kufr dengan terpaksa, dan karenanya turun surat An-Nahl [16] ayat 106:
مَن كَفَرَ بِٱللَّهِ مِنۢ بَعۡدِ إِيمَٰنِهِۦٓ إِلَّا مَنۡ أُكۡرِهَ وَقَلۡبُهُۥ مُطۡمَئِنُّۢ بِٱلۡإِيمَٰنِ وَلَٰكِن مَّن شَرَحَ بِٱلۡكُفۡرِ صَدۡرٗا فَعَلَيۡهِمۡ غَضَبٞ مِّنَ ٱللَّهِ وَلَهُمۡ عَذَابٌ عَظِيمٞ
_Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar._
- Demi Islam, Bilal bin Rabah r.a., saat masih menjadi budak Umayyah bin Khalaf, dipermainkan dengan kalung tali dileher dan ditarik anak-anak sehingga membiru urat-urat lehernya, bahkan dipukuli tongkat, duduk kelaparan di bawah terik mentari, hingga ditelentangkan dengan batu besar di atas dadanya, namun hanya ucapan yang mulia keluar dari lisannya: "*Ahad, Ahad*, dan beliau dibebaskan Abu Bakar r.a. dengan nilai 5 (lima) keping perak
- Demi Islam, Aflah Abu Fakihah r.a., budak Bani Abd ad-Dar, diseret di atas tanah dengan ikatan kaki yang kencang
- Demi Islam, Khabbab bin al-'Aradh r.a., budak Ummu Ammar binti Siba' al-Khuza'iyah, juga ditelentangkan di atas padang pasir dengan sebuah batu di atas tubuhnya, hingga ia tidak bisa berdiri lagi
- Demi Islam, begitu banyak sahabat Nabi yang mulia lainnya, gen
💡 *Mereka telah mendahului dalam menikmati ujian berislam*
*Saudaraku!*
- Demi Islam, Nabi Muhammad ﷺ menerima gangguan dari kerabat, tetangga dan masyarakat di sekitarnya, seperti dari:
📌 Abu Lahab, yang karena ragam kejahatannya, turun surat Al-Qiyamah [75] ayat 31-35:
فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلَّىٰ وَلَٰكِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ ثُمَّ ذَهَبَ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِۦ يَتَمَطَّىٰٓ أَوۡلَىٰ لَكَ فَأَوۡلَىٰ ثُمَّ أَوۡلَىٰ لَكَ فَأَوۡلَىٰٓ
_Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al Quran) dan tidak mau mengerjakan shalat; tetapi ia mendustakan (Rasul) dam berpaling (dari kebenaran); kemudian ia pergi kepada ahlinya dengan berlagak (sombong); Kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu; kemudian kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu._
📌 Uqbah bin Abu Mu'ith yang meletakkan kotoran di antara pundak Nabi ﷺ yang mulia saat beliau sujud, namun kelak jasadnya terhina di sumur Badr
📌 Al-Hakam bin Abu al-'Ash bin Umayyah, seperti lemparan isi perut domba saat Nabi ﷺ shalat dan juga di dalam periuk di rumah beliau ﷺ
📌 Umayyah bin Abu Mu'ith, yang senang mencela dan mengumpat, baik terang-terangan maupun blak-blakan, dan karenanya turun surat Al-Humazah [104],
وَيۡلٞ لِّكُلِّ هُمَزَةٖ لُّمَزَةٍ
_Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela_
📌 Al-Akhnas bin Syariq ats-Tsaqafi, yang senang menyakiti Nabi ﷺ, dan karenanya turun surat Al-Qalam [68] ayat 10-13, menceritakan 9 (sembilan) sifat buruknya:
وَلَا تُطِعۡ كُلَّ حَلَّافٖ مَّهِينٍ هَمَّازٖ مَّشَّآءِۢ بِنَمِيمٖ مَّنَّاعٖ لِّلۡخَيۡرِ مُعۡتَدٍ أَثِيمٍ عُتُلِّۢ بَعۡدَ ذَٰلِكَ زَنِيمٍ
_Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang *[1]* banyak bersumpah lagi *[2]* hina; *[3]* yang banyak mencela; [4] yang kian ke mari menghambur fitnah; *[5]* yang banyak menghalangi perbuatan baik, *[6]* yang melampaui batas lagi *[7]* banyak dosa; *[8]* yang kaku kasar, selain dari itu, *[9]* yang terkenal kejahatannya,_
- Demi Islam, 2 (dua) puteri tercinta Nabi ﷺ, Ruqayyah dan Ummu Kultsum r.a. rela diceraikan suaminya, Utbah dan Utaibah, anak dari Abu Lahab.
- Demi Islam, Paman 'Utsman bin 'Affan r.a. bersabar ketika diselubungi tikar dari daun korma dan diasapi dari bagian bawah
- Demi Islam, pemuda Mush'ab bin 'Umair r.a. bertahan saat dikurung ibunya, tidak diberi makan, hingga diusir dari rumah, dan kulitnya pun mengelupas
- Demi Islam, keluarga Yasir mendapatkan ujian berat. Isterinya, Sumayyah r.a., Muslimah pertama yang wafat ditikam Abu Jahal, diikuti Yasir, dan sehingga memaksa Ammar yang disiksa dengan tubuh dibenamkan ke pasir dan batu panas di bagian dada mengucapkan kalimat kufr dengan terpaksa, dan karenanya turun surat An-Nahl [16] ayat 106:
مَن كَفَرَ بِٱللَّهِ مِنۢ بَعۡدِ إِيمَٰنِهِۦٓ إِلَّا مَنۡ أُكۡرِهَ وَقَلۡبُهُۥ مُطۡمَئِنُّۢ بِٱلۡإِيمَٰنِ وَلَٰكِن مَّن شَرَحَ بِٱلۡكُفۡرِ صَدۡرٗا فَعَلَيۡهِمۡ غَضَبٞ مِّنَ ٱللَّهِ وَلَهُمۡ عَذَابٌ عَظِيمٞ
_Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar._
- Demi Islam, Bilal bin Rabah r.a., saat masih menjadi budak Umayyah bin Khalaf, dipermainkan dengan kalung tali dileher dan ditarik anak-anak sehingga membiru urat-urat lehernya, bahkan dipukuli tongkat, duduk kelaparan di bawah terik mentari, hingga ditelentangkan dengan batu besar di atas dadanya, namun hanya ucapan yang mulia keluar dari lisannya: "*Ahad, Ahad*, dan beliau dibebaskan Abu Bakar r.a. dengan nilai 5 (lima) keping perak
- Demi Islam, Aflah Abu Fakihah r.a., budak Bani Abd ad-Dar, diseret di atas tanah dengan ikatan kaki yang kencang
- Demi Islam, Khabbab bin al-'Aradh r.a., budak Ummu Ammar binti Siba' al-Khuza'iyah, juga ditelentangkan di atas padang pasir dengan sebuah batu di atas tubuhnya, hingga ia tidak bisa berdiri lagi
- Demi Islam, begitu banyak sahabat Nabi yang mulia lainnya, gen
erasi awal Islam, Assabiquna al-Awwalun, harus terbiasa menikmati ragam ujian yang sangat berat. Semoga Allah meridhai mereka, dan meridhai siapapun yang mengikuti jalan mereka.
Allah ﷻ berfirman dalam Surat At-Taubah [9] ayat 100:
وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلۡأَوَّلُونَ مِنَ ٱلۡمُهَٰجِرِينَ وَٱلۡأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحۡسَٰنٖ رَّضِيَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُواْ عَنۡهُ وَأَعَدَّ لَهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي تَحۡتَهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدٗاۚ ذَٰلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ
_Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar._
*Saudaraku!*
Mari cintai agama ini, cintai Nabi yang mulia ﷺ, cintai para shahabat, cintai orang-orang yang memuliakan agama ini. Semoga kita dapat membersamai mereka yang telah mewakafkan seluruh sisa umurnya untuk menjadi manusia yang mulia di akhirat.
☕ Silahkan disebarkan, semoga sahabat mendapatkan bagian dari pahalanya ☕
_Bārakallāh fīkum._
✒ Ditulis oleh Dr. Wido Supraha (Komisi Ukhuwah MUI Pusat | Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor), dari _Ar-Rahīq al-Makhtūm_.
_Ikuti kajian rutin Sirah Nabawiyah setiap hari Rabu, ba'da Zhuhur, pekan ke-2, di Masjid KPU Pusat._
🌹
Allah ﷻ berfirman dalam Surat At-Taubah [9] ayat 100:
وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلۡأَوَّلُونَ مِنَ ٱلۡمُهَٰجِرِينَ وَٱلۡأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحۡسَٰنٖ رَّضِيَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُواْ عَنۡهُ وَأَعَدَّ لَهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي تَحۡتَهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدٗاۚ ذَٰلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ
_Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar._
*Saudaraku!*
Mari cintai agama ini, cintai Nabi yang mulia ﷺ, cintai para shahabat, cintai orang-orang yang memuliakan agama ini. Semoga kita dapat membersamai mereka yang telah mewakafkan seluruh sisa umurnya untuk menjadi manusia yang mulia di akhirat.
☕ Silahkan disebarkan, semoga sahabat mendapatkan bagian dari pahalanya ☕
_Bārakallāh fīkum._
✒ Ditulis oleh Dr. Wido Supraha (Komisi Ukhuwah MUI Pusat | Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor), dari _Ar-Rahīq al-Makhtūm_.
_Ikuti kajian rutin Sirah Nabawiyah setiap hari Rabu, ba'da Zhuhur, pekan ke-2, di Masjid KPU Pusat._
🌹
Para Pecinta Masjid, follow ya: instagram.com/ukhuwahmasjid untuk update informasi kajian Islam. Jadikan ini mading virtual masjid kita untuk saling sharing informasi.
*#IslamIsBeautiful*
📚 *Pesan Jum'at: Sabar dan Shalat dalam Kekhusyu'an* 📚
Allāh ﷻ berfirman dalam Surat Al-Baqarah [2] ayat 45-46:
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلا عَلَى الْخَاشِعِينَ (45) الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (46)
_Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu amal berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, *(yaitu)* orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya._
💡 Memegang teguh perjanjian dengan Allah dalam bertaqwa di atas dunia menjadi mudah jika dilakukan dengan sabar sebagai penolongnya: menahan diri atas yang disukai diri, lapang dada atas mushibah, dan menikmati ketaatan demi ketaatan.
💡 Shalat dapat menjadi penolong karena di dalamnya terdapat banyak sekali bacaan, terutama ayat-ayat Qur'ani yang mengingatkan manusia agar menjauhi kenikmatan dunia yang fana, dan mencintai akhirat yang kekal abadi (Ath-Thabari). Shalat pun sarana untuk mengingat Allah yang keutamaan dan dampaknya lebih besar (وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ).
📌 Shalat adalah sarana terbaik, dan Sabar adalah tata kelola hati yang terbaik, sementara Puasa adalah sebagian dari kesabaran (الصَّوْمُ نِصْفُ الصَّبْرِ).
💧 Rasulullah ﷺ jika mengalami suatu masalah atau menghadapi sebuah persoalan, segera melaksanakan shalat, sebagaimana sebuah hadits riwayat Imam Ahmad dari Hudzaifah ibn al-Yaman r.a.:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا حَزَبَهُ أَمْرٌ صَلَّى
💧 Bahkan Nabi ﷺ pernah menemukan Abu Hurairah r.a. sedang tengkurap di atas perutnya karena perutnya sedang sakit, maka Nabi ﷺ menasihati:
قُمْ فَصَلِّ فَإِنَّ الصَّلَاةَ شِفَاءٌ"
_Berdiri dan shalat-lah, karena sesungguhnya shalat itu adalah penawar (obat penyembuh)._
📌 Menjadikan shalat (وَإِنَّهَا) sebagai penolong akan menjadi sesuatu yang tidak ringan, kecuali mereka yang khusyu': yang membenarkan apa yang diturunkan Allah; yang takut; yang beriman dengan sebenarnya; yang tunduk dan tawadhu kepada Allah.
📌 Ringan karena konstruksi konsep hidupnya terbangun bersama bimbingan wahyu, dan keyakinan akan bertemu dengan yang teramat dicintainya (مُلاقُو رَبِّهِمْ), dan kepastian akan kembalinya manusia pada hari Kiamat (إِلَيْهِ رَاجِعُونَ). Rasulullah ﷺ pernah bersabda dalam sebuah hadits yang diangkat Ibn Katsir:
لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْ عَظِيمٍ، وَإِنَّهُ لَيَسِيرٌ عَلَى مَنْ يَسَّرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ
_Sesungguhnya engkau telah menanyakan sesuatu yang berat, dan sesungguhnya hal itu benar-benar mudah bagi orang yang dimudahkan oleh Allah._
💡 Jika khusyuk adalah sifat yang hadir karena pemahaman yang utuh akan tujuan hidup manusia, dan jika khusyuk semakin menguat dengan sarana shalat yang diarahkan menjadi penolong dalam ketaatan, maka mendirikan shalat dengan khusyu', shalat dengan pemahaman yang mendalam, akan melahirkan dampak yang sangat besar bagi kehidupannya, dan hal ini persis sesuai janji Allah, Rabb al-'Izzati wa al-Jalalah, dalam surat Al-Ankabut [29] ayat 45:
إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
_Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar._
Hal ini karena jika target di atas tidak tercapai, maka seseorang akan semakin jauh dari Allah, mengalami kemunduran yang signifikan. Oleh karenanya Abu al-'Aliyah pernah mengatakan:
إِنَّ الصَّلاَةَ فِيْهَا ثَلاَثُ خِصَالٍ فَكُلُّ صَلاَةٍ لاَ يَكُوْنُ فِيْهَا شَيْءٌ مِنْ هَذِهِ الخَلاَل فَلَيْسَتْ بِصَلاَةٍ: الإِخْلاَصُ، وَالْخَشْيَةُ، وَذِكْرُ اللهِ. فَالإِخْلاَصُ يَأْمُرُهُ بِاْلمعْرُوْفِ، وَالخَشْيَةُ تَنْهَاهُ عَنِ المنْكَرِ، وَذِكْرُ القُرْآنِ يَأْمُرُهُ وَيَنْهَاهُ.
_Sesungguhnya Shalat, di dalamnya terdapat 3 (tiga) hal di mana jika hilang salah satunya, tidaklah dapat disebut Shalat. Ketiga hal tersebut adalah ikhlas, rasa takut dan dzikir pada Allah. Ikhlas-lah yang memerintahkan kepada yang ma’ruf (kebaikan), dan rasa takut-lah yang mencegah dari kemungkaran, dan Dzikir Al Qur’an yang dapat memerintah dan melarang diri akan sesuatu._
🍵 Sila
📚 *Pesan Jum'at: Sabar dan Shalat dalam Kekhusyu'an* 📚
Allāh ﷻ berfirman dalam Surat Al-Baqarah [2] ayat 45-46:
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلا عَلَى الْخَاشِعِينَ (45) الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (46)
_Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu amal berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, *(yaitu)* orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya._
💡 Memegang teguh perjanjian dengan Allah dalam bertaqwa di atas dunia menjadi mudah jika dilakukan dengan sabar sebagai penolongnya: menahan diri atas yang disukai diri, lapang dada atas mushibah, dan menikmati ketaatan demi ketaatan.
💡 Shalat dapat menjadi penolong karena di dalamnya terdapat banyak sekali bacaan, terutama ayat-ayat Qur'ani yang mengingatkan manusia agar menjauhi kenikmatan dunia yang fana, dan mencintai akhirat yang kekal abadi (Ath-Thabari). Shalat pun sarana untuk mengingat Allah yang keutamaan dan dampaknya lebih besar (وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ).
📌 Shalat adalah sarana terbaik, dan Sabar adalah tata kelola hati yang terbaik, sementara Puasa adalah sebagian dari kesabaran (الصَّوْمُ نِصْفُ الصَّبْرِ).
💧 Rasulullah ﷺ jika mengalami suatu masalah atau menghadapi sebuah persoalan, segera melaksanakan shalat, sebagaimana sebuah hadits riwayat Imam Ahmad dari Hudzaifah ibn al-Yaman r.a.:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا حَزَبَهُ أَمْرٌ صَلَّى
💧 Bahkan Nabi ﷺ pernah menemukan Abu Hurairah r.a. sedang tengkurap di atas perutnya karena perutnya sedang sakit, maka Nabi ﷺ menasihati:
قُمْ فَصَلِّ فَإِنَّ الصَّلَاةَ شِفَاءٌ"
_Berdiri dan shalat-lah, karena sesungguhnya shalat itu adalah penawar (obat penyembuh)._
📌 Menjadikan shalat (وَإِنَّهَا) sebagai penolong akan menjadi sesuatu yang tidak ringan, kecuali mereka yang khusyu': yang membenarkan apa yang diturunkan Allah; yang takut; yang beriman dengan sebenarnya; yang tunduk dan tawadhu kepada Allah.
📌 Ringan karena konstruksi konsep hidupnya terbangun bersama bimbingan wahyu, dan keyakinan akan bertemu dengan yang teramat dicintainya (مُلاقُو رَبِّهِمْ), dan kepastian akan kembalinya manusia pada hari Kiamat (إِلَيْهِ رَاجِعُونَ). Rasulullah ﷺ pernah bersabda dalam sebuah hadits yang diangkat Ibn Katsir:
لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْ عَظِيمٍ، وَإِنَّهُ لَيَسِيرٌ عَلَى مَنْ يَسَّرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ
_Sesungguhnya engkau telah menanyakan sesuatu yang berat, dan sesungguhnya hal itu benar-benar mudah bagi orang yang dimudahkan oleh Allah._
💡 Jika khusyuk adalah sifat yang hadir karena pemahaman yang utuh akan tujuan hidup manusia, dan jika khusyuk semakin menguat dengan sarana shalat yang diarahkan menjadi penolong dalam ketaatan, maka mendirikan shalat dengan khusyu', shalat dengan pemahaman yang mendalam, akan melahirkan dampak yang sangat besar bagi kehidupannya, dan hal ini persis sesuai janji Allah, Rabb al-'Izzati wa al-Jalalah, dalam surat Al-Ankabut [29] ayat 45:
إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
_Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar._
Hal ini karena jika target di atas tidak tercapai, maka seseorang akan semakin jauh dari Allah, mengalami kemunduran yang signifikan. Oleh karenanya Abu al-'Aliyah pernah mengatakan:
إِنَّ الصَّلاَةَ فِيْهَا ثَلاَثُ خِصَالٍ فَكُلُّ صَلاَةٍ لاَ يَكُوْنُ فِيْهَا شَيْءٌ مِنْ هَذِهِ الخَلاَل فَلَيْسَتْ بِصَلاَةٍ: الإِخْلاَصُ، وَالْخَشْيَةُ، وَذِكْرُ اللهِ. فَالإِخْلاَصُ يَأْمُرُهُ بِاْلمعْرُوْفِ، وَالخَشْيَةُ تَنْهَاهُ عَنِ المنْكَرِ، وَذِكْرُ القُرْآنِ يَأْمُرُهُ وَيَنْهَاهُ.
_Sesungguhnya Shalat, di dalamnya terdapat 3 (tiga) hal di mana jika hilang salah satunya, tidaklah dapat disebut Shalat. Ketiga hal tersebut adalah ikhlas, rasa takut dan dzikir pada Allah. Ikhlas-lah yang memerintahkan kepada yang ma’ruf (kebaikan), dan rasa takut-lah yang mencegah dari kemungkaran, dan Dzikir Al Qur’an yang dapat memerintah dan melarang diri akan sesuatu._
🍵 Sila
hkan disebarkan, semoga sahabat mendapatkan bagian dari pahala jariyah yang tak pernah putus. _Bārakallāh fīkum_. 🍵
✒ Ditulis oleh Dr. Wido Supraha (Komisi Ukhuwah MUI Pusat | Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor | Departemen Dakwah PUI Pusat) • Channel Kajian: t.me/supraha
_Ikuti kajian Tadabbur Al-Qur'an setiap hari Senin, ba'da Zhuhr, pekan ke-3, di Masjid KPPTI Indosat._
🌹
✒ Ditulis oleh Dr. Wido Supraha (Komisi Ukhuwah MUI Pusat | Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor | Departemen Dakwah PUI Pusat) • Channel Kajian: t.me/supraha
_Ikuti kajian Tadabbur Al-Qur'an setiap hari Senin, ba'da Zhuhr, pekan ke-3, di Masjid KPPTI Indosat._
🌹
Telegram
Wido Supraha
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
https://www.instagram.com/p/BgfCl7Llth5/
Silahkan para remaja masjid dari setiap masjid dapat dikirimkan utusannya minimal 1 orang untuk menghadiri kegiatan ini.
Kami dari Komisi Ukhuwah MUI Pusat akan memberikan arahan umum bagaimana membentuk konstruksi berpikir pemuda agar siap menguatkan organisasi DKM dengan program-programnya.
@supraha
Silahkan para remaja masjid dari setiap masjid dapat dikirimkan utusannya minimal 1 orang untuk menghadiri kegiatan ini.
Kami dari Komisi Ukhuwah MUI Pusat akan memberikan arahan umum bagaimana membentuk konstruksi berpikir pemuda agar siap menguatkan organisasi DKM dengan program-programnya.
@supraha
Instagram
Ukhuwah Masjid Indonesia
0 Likes, 0 Comments - Ukhuwah Masjid Indonesia (@ukhuwahmasjid) on Instagram
*#TadabburPagi*
📚 *Inspirasi Energi dari Surat Al-Muzzammil* 📚
📌 Orang-orang kafir Quraisy berkumpul di Dār an-Nadwah untuk menyepakati gelar bagi Nabi Muhammad ﷺ: tukang tenung, orang gila, dan penyihir. Peristiwa ini membuat Nabi ﷺ berselimut, hingga turun surat ini di Makkah. *#Makkiyah*
📌 Mukmin hadir untuk menjaga bumi dan seisinya dari kerusakan, memimpin umat manusia ke jalan hidayah, dan bergerak berjama'ah memenangkan Islam dalam seluruh dimensi kehidupannya. Seluruh aktifitas mulia yang diperintah Allah di atas membutuhkan individu yang penuh energi bahkan berlebih energi rabbani-nya. Ia perlu mengumpulkan energi dari ragam sumbernya yang variatif, dan di antara sumber yang besar itu ada pada _qiyāmullail_.
📌 _Qiyāmullail_ diwajibkan selama 1 (satu) tahun pertama sejak turunnya surat ini. Banyak sahabat yang kakinya bengkak saat menikmati berdiri di waktu malamnya, bahkan ada yang mengikatkan dirinya ke dinding agar tetap kuat.
📌 _Qiyāmullail_ kemudian disunnahkan, namun tetap wajib, khusus untuk Nabi Muhammad ﷺ. Saat turunnya ayat di awal, beliau sedang berselimut dengan jubahnya. Allāh ﷻ berfirman dalam Surat As-Sajdah ayat 16:
تَتَجافى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفاً وَطَمَعاً وَمِمَّا رَزَقْناهُمْ يُنْفِقُونَ
_Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedangkan mereka berdo'a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka._
Juga dalam Surat Al-Isrā [17] ayat 19:
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نافِلَةً لَكَ عَسى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقاماً مَحْمُوداً
_Dan pada sebagian malam hari shalat tahajjud-lah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji._
📌 Membaca dengan _tartīl_ bermakna membaca perlahan, ayat per ayat satu nafas, sehingga mudah memahami setiap ayatnya. Kelak kita akan kembali diminta mengulangi model bacaan ini, sebagaimana hadits Nabi Muhammad ﷺ riwayat Imam Ahmad dari Abdullah ibn 'Umar r.a.:
يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ: اقْرَأْ وارْقَ، ورَتِّل كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا، فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا".
_Dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an, "Bacalah dengan suara indah dan perlahan-lahan sebagaimana engkan membacanya dengan tartil sewaktu di dunia, karena sesungguhnya kedudukanmu berada di akhir ayat yang kamu baca!"_
📌 Hendaknya membaca Al-Qur'an membiasakan dengan tartil, agar lahir keindahan yang memberikan atsar. Sebagaimana banyak riwayat Nabi ﷺ seperti:
زَيِّنوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ
_Hiasilah Al-Qur’an dengan suara kalian!_
"لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَتَغَنَّ بِالْقُرْآنِ"
_Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak melagukan bacaan Al-Qur’an._
"لَقَدْ أُوتِيَ هذا مزمار مِنْ مَزَامِيرِ آلِ دَاوُدَ"
_Sesungguhnya orang ini (Abu Mūsā al-'Asy'ari) telah dianugerahi suara yang indah seperti suara seruling keluarga Daud._
📌 _Nāsyi-atul lail_ artinya bagian-bagian waktu dari malam hari, karena semua bagiannya disebut _nāsyiah_, dan menghidupkan malam disebut dengan _nasya-a._
📌 _Aqwamu Qīlan_ bermakna _aswabu_ atau _ahya-u_, karena bacaan Al-Qur'ān di malam hari akan lebih memberi dampak positif, dengan suasana malam yang bersuhu rendah dan polusi suara yang rendah
📌 _Sabhan Thawīlan_ bermakna waktu luang yang panjang di siang hari untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin dengan amal-amal variatif, mulai kepentingan pribadi hingga _irsyādul mujtama'_ (membimbing masyarakat) sehingga menjadi Muslim yang lengkap amalnya
📌 Jadilah _mutabattil_, yang terus beribadah dalam ragam bentuknya, tanpa pernah kenal lelah. Siap berpindah-pindah amal dalam amanah multi-task yang diembannya sebagai seorang Muslim, baik karena inisiatif dirinya maupun karena penugasan kepadanya.
📌 Gerak di atas dunia untuk melakukan perbaikan _(ishlah)_ akan selalu ditentang oleh mereka yang melakukan kerusakan _(ifsad)_. Mulai dari kata-kata yang menyakitkan hati sampai kekejian seperti yang pernah dilakukan Fir'aun. Namun, semua ujian dalam perubahan akan menjadi mudah bagi mereka yang m
📚 *Inspirasi Energi dari Surat Al-Muzzammil* 📚
📌 Orang-orang kafir Quraisy berkumpul di Dār an-Nadwah untuk menyepakati gelar bagi Nabi Muhammad ﷺ: tukang tenung, orang gila, dan penyihir. Peristiwa ini membuat Nabi ﷺ berselimut, hingga turun surat ini di Makkah. *#Makkiyah*
📌 Mukmin hadir untuk menjaga bumi dan seisinya dari kerusakan, memimpin umat manusia ke jalan hidayah, dan bergerak berjama'ah memenangkan Islam dalam seluruh dimensi kehidupannya. Seluruh aktifitas mulia yang diperintah Allah di atas membutuhkan individu yang penuh energi bahkan berlebih energi rabbani-nya. Ia perlu mengumpulkan energi dari ragam sumbernya yang variatif, dan di antara sumber yang besar itu ada pada _qiyāmullail_.
📌 _Qiyāmullail_ diwajibkan selama 1 (satu) tahun pertama sejak turunnya surat ini. Banyak sahabat yang kakinya bengkak saat menikmati berdiri di waktu malamnya, bahkan ada yang mengikatkan dirinya ke dinding agar tetap kuat.
📌 _Qiyāmullail_ kemudian disunnahkan, namun tetap wajib, khusus untuk Nabi Muhammad ﷺ. Saat turunnya ayat di awal, beliau sedang berselimut dengan jubahnya. Allāh ﷻ berfirman dalam Surat As-Sajdah ayat 16:
تَتَجافى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفاً وَطَمَعاً وَمِمَّا رَزَقْناهُمْ يُنْفِقُونَ
_Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedangkan mereka berdo'a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka._
Juga dalam Surat Al-Isrā [17] ayat 19:
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نافِلَةً لَكَ عَسى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقاماً مَحْمُوداً
_Dan pada sebagian malam hari shalat tahajjud-lah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji._
📌 Membaca dengan _tartīl_ bermakna membaca perlahan, ayat per ayat satu nafas, sehingga mudah memahami setiap ayatnya. Kelak kita akan kembali diminta mengulangi model bacaan ini, sebagaimana hadits Nabi Muhammad ﷺ riwayat Imam Ahmad dari Abdullah ibn 'Umar r.a.:
يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ: اقْرَأْ وارْقَ، ورَتِّل كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا، فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا".
_Dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an, "Bacalah dengan suara indah dan perlahan-lahan sebagaimana engkan membacanya dengan tartil sewaktu di dunia, karena sesungguhnya kedudukanmu berada di akhir ayat yang kamu baca!"_
📌 Hendaknya membaca Al-Qur'an membiasakan dengan tartil, agar lahir keindahan yang memberikan atsar. Sebagaimana banyak riwayat Nabi ﷺ seperti:
زَيِّنوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ
_Hiasilah Al-Qur’an dengan suara kalian!_
"لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَتَغَنَّ بِالْقُرْآنِ"
_Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak melagukan bacaan Al-Qur’an._
"لَقَدْ أُوتِيَ هذا مزمار مِنْ مَزَامِيرِ آلِ دَاوُدَ"
_Sesungguhnya orang ini (Abu Mūsā al-'Asy'ari) telah dianugerahi suara yang indah seperti suara seruling keluarga Daud._
📌 _Nāsyi-atul lail_ artinya bagian-bagian waktu dari malam hari, karena semua bagiannya disebut _nāsyiah_, dan menghidupkan malam disebut dengan _nasya-a._
📌 _Aqwamu Qīlan_ bermakna _aswabu_ atau _ahya-u_, karena bacaan Al-Qur'ān di malam hari akan lebih memberi dampak positif, dengan suasana malam yang bersuhu rendah dan polusi suara yang rendah
📌 _Sabhan Thawīlan_ bermakna waktu luang yang panjang di siang hari untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin dengan amal-amal variatif, mulai kepentingan pribadi hingga _irsyādul mujtama'_ (membimbing masyarakat) sehingga menjadi Muslim yang lengkap amalnya
📌 Jadilah _mutabattil_, yang terus beribadah dalam ragam bentuknya, tanpa pernah kenal lelah. Siap berpindah-pindah amal dalam amanah multi-task yang diembannya sebagai seorang Muslim, baik karena inisiatif dirinya maupun karena penugasan kepadanya.
📌 Gerak di atas dunia untuk melakukan perbaikan _(ishlah)_ akan selalu ditentang oleh mereka yang melakukan kerusakan _(ifsad)_. Mulai dari kata-kata yang menyakitkan hati sampai kekejian seperti yang pernah dilakukan Fir'aun. Namun, semua ujian dalam perubahan akan menjadi mudah bagi mereka yang m
emiliki kelebihan energi dari langit
📌 Energi itu pun dikuatkan dengan janji untuk para penentangnya berupa belenggu-belenggu _(ankālan)_, neraka yang menyala _(jahīman)_, makanan yang tertahan di tenggorokan - tidak bisa masuk dan keluar _(dzā ghushshatin)_, adzab yang pedih _(alīman)_, siksaan yang berat _(akhdzan wabīlan)_.
☕ Silahkan disebarkan, mudah-mudahan Anda mendapatkan bagian dari pahalanya ☕
_Bārakallah fīkum._
✒ Ditulis oleh Dr. Wido Supraha (Komisi Ukhuwah MUI Pusat | Dosen Sekolah Pascasarjana Univ. Ibn Khaldun Bogor | Departemen Dakwah PUI Pusat) • Channel Kajian: https://t.me/supraha
_Ikuti kajian rutin Tadabbur Al-Qur'ān setiap hari Kamis ba'da Zhuhr pekan ke-1, di Masjid Kantor Bea Cukai, Bongkar Muat, Bandara Soekarno Hatta._
***
📌 Energi itu pun dikuatkan dengan janji untuk para penentangnya berupa belenggu-belenggu _(ankālan)_, neraka yang menyala _(jahīman)_, makanan yang tertahan di tenggorokan - tidak bisa masuk dan keluar _(dzā ghushshatin)_, adzab yang pedih _(alīman)_, siksaan yang berat _(akhdzan wabīlan)_.
☕ Silahkan disebarkan, mudah-mudahan Anda mendapatkan bagian dari pahalanya ☕
_Bārakallah fīkum._
✒ Ditulis oleh Dr. Wido Supraha (Komisi Ukhuwah MUI Pusat | Dosen Sekolah Pascasarjana Univ. Ibn Khaldun Bogor | Departemen Dakwah PUI Pusat) • Channel Kajian: https://t.me/supraha
_Ikuti kajian rutin Tadabbur Al-Qur'ān setiap hari Kamis ba'da Zhuhr pekan ke-1, di Masjid Kantor Bea Cukai, Bongkar Muat, Bandara Soekarno Hatta._
***
Telegram
Wido Supraha
Bersama Meniti Jalan Menuju Jannah
#IslamIsBeautiful
ENAM LANGKAH SUKSES, INSPIRASI DARI JUM'AT MUBAROKAH
Tulisan lama saya terkait inspirasi tahapan dalam kehidupan, terinspirasi dari surat Al-Jum'ah, semoga sukses bersama. Ringkasnya keenam tahapan itu adalah:
1. Think from the End;
2. Decide your target of each step;
3. Be Proactive and Build your Capacity;
4. Be Careful with any Obstacles;
5. Synergize;
6. Enjoy your life with Dzikr.
Selengkapnya dapat klik:
http://supraha.com/?p=825
Depok, 6 Rajab 1439H
twitter.com/supraha
ENAM LANGKAH SUKSES, INSPIRASI DARI JUM'AT MUBAROKAH
Tulisan lama saya terkait inspirasi tahapan dalam kehidupan, terinspirasi dari surat Al-Jum'ah, semoga sukses bersama. Ringkasnya keenam tahapan itu adalah:
1. Think from the End;
2. Decide your target of each step;
3. Be Proactive and Build your Capacity;
4. Be Careful with any Obstacles;
5. Synergize;
6. Enjoy your life with Dzikr.
Selengkapnya dapat klik:
http://supraha.com/?p=825
Depok, 6 Rajab 1439H
twitter.com/supraha
Supraha
Korelasi Surat al-Jumu’ah dan Resolusi 2017
1⃣ Think from The End Pada ayat ke-8: قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu…
📚 ANTARA KYAI DAN ORANG TUA
Pertanyaan:
Ada teman ana yang beliau mengabdi kepada kiyainya, akan tetapi durhaka kepada orangtuanya, bagaimana pendapat ustad?
Jawaban:
Pada prinsipnya tidak ada keta'atan kepada makhluk dalam maksiat kepada Allah.
Nabi ﷺ pernah bersabda,
الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ وَ إِنَّمَا الْحِلْمُ بِالتَّجَلُّمِ، وَ مَنْ يَتَحَرَّ الْخَيْرَ يُعْطِهِ، وَ مَنْ يَتَوَقَّ الشَّرَّ يُوْقَ
_“Sesungguhnya ilmu didapatkan melalui belajar, sikap santun diperoleh melalui berlatih, barangsiapa bersungguh-sungguh mencari kebaikan niscaya akan diberi, dan barang siapa menjaga diri dari kejelekan niscaya akan dijaga.”_
Maka semakin lama bersama Kyai seyogyanya semakin kuat cintanya kepada orang tua. Ingin sekali maksimal dalam birr al-walidain, bukan sebaliknya, durhaka, _uqūq al-walidain._
اَلْكَبَائِرُ : الإشْرَاكُ بالله وَ عُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ وَ قَتْلُ النَّفْسِ وَ الْيَمِيْنُ الْغَمُوْسُ
_Di antara dosa besar adalah berbuat syirik kepada Allah, durhaka kepada orangtua, membunuh jiwa dan sumpah palsu._
Begitu tingginya amalan _birr al-walidain_, sehingga posisinya disegerakan setelah bagusnya tauhid sebagaimana surat An-Nisā [4] ayat 36:
وَاعْبُدُوا اللهَ وَلاَتُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
_Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukannya dengan sesuatupun, dan *berbuat baiklah kepada ibu bapak.*_
Maka muliakanlah orang tua, taati mereka pada apa-apa yang diridhai Allāh, dan bersabarlah.
@supraha
Pertanyaan:
Ada teman ana yang beliau mengabdi kepada kiyainya, akan tetapi durhaka kepada orangtuanya, bagaimana pendapat ustad?
Jawaban:
Pada prinsipnya tidak ada keta'atan kepada makhluk dalam maksiat kepada Allah.
Nabi ﷺ pernah bersabda,
الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ وَ إِنَّمَا الْحِلْمُ بِالتَّجَلُّمِ، وَ مَنْ يَتَحَرَّ الْخَيْرَ يُعْطِهِ، وَ مَنْ يَتَوَقَّ الشَّرَّ يُوْقَ
_“Sesungguhnya ilmu didapatkan melalui belajar, sikap santun diperoleh melalui berlatih, barangsiapa bersungguh-sungguh mencari kebaikan niscaya akan diberi, dan barang siapa menjaga diri dari kejelekan niscaya akan dijaga.”_
Maka semakin lama bersama Kyai seyogyanya semakin kuat cintanya kepada orang tua. Ingin sekali maksimal dalam birr al-walidain, bukan sebaliknya, durhaka, _uqūq al-walidain._
اَلْكَبَائِرُ : الإشْرَاكُ بالله وَ عُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ وَ قَتْلُ النَّفْسِ وَ الْيَمِيْنُ الْغَمُوْسُ
_Di antara dosa besar adalah berbuat syirik kepada Allah, durhaka kepada orangtua, membunuh jiwa dan sumpah palsu._
Begitu tingginya amalan _birr al-walidain_, sehingga posisinya disegerakan setelah bagusnya tauhid sebagaimana surat An-Nisā [4] ayat 36:
وَاعْبُدُوا اللهَ وَلاَتُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
_Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukannya dengan sesuatupun, dan *berbuat baiklah kepada ibu bapak.*_
Maka muliakanlah orang tua, taati mereka pada apa-apa yang diridhai Allāh, dan bersabarlah.
@supraha
جدير بمن سود صحيفته بالذنوب أن يبيضها بالتوبة في هذا الشهر، وبمن ضيع عمره في البطالة أن يغتنم فيه ما بقي من العمر.
Siapapun yang menghitamkan catatan amal dengan dosa, bertaubatlah di 🌒 Rajab. Siapapun yang menyia-nyiakan umur dengan menganggur agar mulai beramal di 🌒 Rajab.
https://twitter.com/supraha/status/977217509920096256?s=19
Siapapun yang menghitamkan catatan amal dengan dosa, bertaubatlah di 🌒 Rajab. Siapapun yang menyia-nyiakan umur dengan menganggur agar mulai beramal di 🌒 Rajab.
https://twitter.com/supraha/status/977217509920096256?s=19
وعنه قال: مثل شهر رجب مثل الريح، ومثل شعبان مثل الغيم، ومثل رمضان مثل القطر.
"Perumpamaan bulan Rajab adalah seperti angin, perumpamaan bulan Sya'ban seperti awan, sedangkan perumpamaan bulan Ramadhan adalah seperti hujan". (Abu Bakar al-Balkhi)
https://twitter.com/supraha/status/977216137954930688?s=19
"Perumpamaan bulan Rajab adalah seperti angin, perumpamaan bulan Sya'ban seperti awan, sedangkan perumpamaan bulan Ramadhan adalah seperti hujan". (Abu Bakar al-Balkhi)
https://twitter.com/supraha/status/977216137954930688?s=19
وقال بعضهم: السنة مثل الشجرة، وشهر رجب أيام توريقها، وشعبان أيام تفريعها، ورمضان أيام قطفها، والمؤمنون قطافها.
Sebagian ulama berkata:
"Tahun ibarat pohon & Rajab masa bersemainya dedaunan, Sya'ban masa berbuah, Ramadhan panen, dan mukminlah yang akan memanennya". (Ibn Rajab)
https://twitter.com/supraha/status/977215137420476416?s=19
Sebagian ulama berkata:
"Tahun ibarat pohon & Rajab masa bersemainya dedaunan, Sya'ban masa berbuah, Ramadhan panen, dan mukminlah yang akan memanennya". (Ibn Rajab)
https://twitter.com/supraha/status/977215137420476416?s=19