Salafy Palembang 🇮🇩
6.73K subscribers
5.04K photos
440 videos
306 files
13.9K links
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Download Telegram
⬆️⬆️⬆️
Ayooo...kita sosialisasikan logo baru pedulibencana..

#pedulilombok
#pedulipalu.

Jika berkenan pasang di PP dan Status kita.

Jazaakumullahu khoiron wa baarokallahufiikum.
🚘 AKHIRNYA, BANTUAN ITU DATANG

Truk yang membawa bantuan dari Makasar dan Kendari diberangkatkan hari Jumat (5/10). Ternyata, waktu tempuh tidak seperti yang diperkirakan. Jauh lebih lama dibandingkan dari perkiraan.

Truk Logistik dari Makasar dan Kendari Masuk Palu

Kiriman bantuan dari kaum Muslimin seputar Palu berdatangan. Ahad siang (7/10), rombongan truk dari Makasar dan Kendari tiba. Mereka membawa berbagai kebutuhan bahan pokok (sembako).

Truk dari Makasar datang lebih dulu. Menempuh jarak perjalanan sekitar 868 km, waktu tempatnya selama 16 jam. Jalur yang diambil adalah melalui jalan poros Majene-Mamuju. Atau bila lewat rute Trans Sulawesi hingga 20 jam, jarak yang ditempuh adalah 916 km.

Sungguh perjalanan yang tidak mudah. Jauh sekali. Hanya niat tulus dan pertolongan dari Allah semata. Truk dan krunya bisa sampai dengan selamat di Kota Palu. Termasuk terhindar dari aksi penjarahan, yang sebelumnya kerap terjadi. Walhamdulillah.

Menurut asatidzah yang belum lama ini datang ke Palu, kini situasi mulai kondusif. Aparat TNI/Polri siaga di banyak titik. Mereka menjaga stabilitas kota dari aksi berbagai kejahatan dan penjarahan.

📬 Tak Ketinggalan Logistik BBM

Logistik kemudian disimpan di gudang logistik posko Peduli Bencana yang dikelola oleh Yayasan Miratsul Anbiya Palu di Rumah Belajar Utsman bin Affan, Jalan Nuri, Kota Palu.

Selain sembako, truk juga membawa bergalon-galon air mineral. Truk juga beliau puluhan jerigen BBM. Tujuannya guna mengantisipasi kelangkaan BBM. Agar operasional ikhwan dan relawan di sana tetap berjalan lancar.

Truk berisi bantuan logistik makanan dan BBM juga datang dari Kendari. Mereka menempuh jarak 788 km selama 18 jam. Jalan yang dilewati jalur Trans Sulawesi.

Teman-teman Kendari juga menyiapkan makanan kering siap santap. Ada tempe kering dan teri kering, juga kurma. Seperti pernah disampaikan di berita ini, bahwa kebutuhan urgen logistik di lokasi bencana di antaranya makanan siap santap. Sebab bila semua bantuan logistik bahan makanan mentah, tidak semua titik pengungsian mempunyai dapur umum. Belum lagi bahan bakar untuk memasak tak mudah didapat.

Semoga bantuan yang disalurkan bisa meringankan penderitaan saudara-saudara kita di sana.

Semoga kebaikan kaum muslimin semuanya mendapat balasan yang lebih baik dari Allah. Semangat...

🌏 Ikuti update informasi dan programnya melalui:

Channel Telegram:
https://t.me/pedulibencana

Official Website:
https://pedulibencana.com

Twitter:
@peduli_bencana

Email:
pedulibencana2018@gmail.com

Contact Person:
+62 878-6426-2106 (Wil. Lombok)
+62 857-5736-6967 (Wil. Palu)
+62 812-2733-7626 (Wil. Palu)
+62 852-5973-8752 (Umum)

#pedulilombok
#pedulipalu
📝 UPDATE DONASI PEDULI BENCANA LOMBOK DAN SULTENG

📬 Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kepada Allah Ta'ala kemudian ucapan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi.

📆 Sejak dibuka mulai 22 September 2018 hingga Senin, 8 Oktober 2018 total donasi:

Rp. 3.277.394.027

Dengan Rincian:
1⃣ Donasi untuk Lombok (22 - 30 Sept 2018)

Rp. 584.155.899

2⃣ Donasi Lombok dan Sulteng (1 - 8 Okt 2018)

Rp. 2.693.238.128

📚 Semoga Allah menerima amal saleh Anda semua dan menggantikannya dengan balasan yang lebih baik. Amiin.

Kami terus mengajak segenap kaum Muslimin untuk bergandeng tangan dan berpartisipasi, karena kebutuhan pengungsi sangat besar, bersifat jangka panjang dan berkesinambungan.

🌏 Ikuti update informasi dan programnya melalui:

Channel Telegram:
https://t.me/pedulibencana

Official Website:
https://pedulibencana.com

Twitter:
(@peduli_bencana): https://twitter.com/peduli_bencana

Email:
pedulibencana2018@gmail.com

Contact Person:
+62 878-6426-2106 (Wil. Lombok)
+62 857-5736-6967 (Wil. Palu)
+62 812-2733-7626 (Wil. Palu)
+62 852-5973-8752 (Umum)

#pedulilombok
#pedulipalu
PENARIKAN VIDEO

Setelah mendapatkan masukan tentang indikasi salah informasi pada video lumpur menyembur di Balaroa, maka:

Fenomena Lumpur Menyembur yang sebelumnya diberitakan di channel Peduli Bencana terjadi di Balaroa ternyata bukan di Balaroa.

📝 Sehingga video tersebut kami tarik kembali.

Kami memohon maaf atas kesalahan berita tersebut, terkhusus warga desa Balaroa, dan kami memohon ampun serta bertobat kepada Allah.

Ke depan, kami akan lebih berhati-hati dan tetap pada prinsip anti-hoax. Demikian, mohon maklum adanya. Barakallahufikum

🌏 Ikuti update informasi dan programnya melalui:

Channel Telegram:
https://t.me/pedulibencana

Official Website:
https://pedulibencana.com

Twitter:
(@peduli_bencana): https://twitter.com/peduli_bencana

Email:
pedulibencana2018@gmail.com

Contact Person:
+62 878-6426-2106 (Wil. Lombok)
+62 857-5736-6967 (Wil. Palu)
+62 812-2733-7626 (Wil. Palu)
+62 852-5973-8752 (Umum)

#pedulilombok
#pedulipalu
📝 UPDATE DONASI PEDULI BENCANA UNTUK LOMBOK DAN PALU

📬 Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kepada Allah Ta'ala kemudian ucapan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi.

📆 Sejak dibuka mulai 22 September 2018 hingga Selasa, 9 Oktober 2018 total donasi:

Rp. 3.501.672.826

Dengan Rincian:
1⃣ Donasi untuk Lombok (22 - 30 Sept 2018)

Rp. 584.155.899

2⃣ Donasi Lombok dan Palu (1 - 9 Okt 2018)

Rp. 2.917.516.927

📚 Semoga Allah menerima amal saleh Anda semua dan menggantikannya dengan balasan yang lebih baik. Amiin.

Kami terus mengajak segenap kaum Muslimin untuk bergandeng tangan dan berpartisipasi, karena kebutuhan pengungsi sangat besar, bersifat jangka panjang dan berkesinambungan.

🌏 Ikuti update informasi dan programnya melalui:

Channel Telegram:
https://t.me/pedulibencana

Official Website:
https://pedulibencana.com

Twitter:
(@peduli_bencana): https://twitter.com/peduli_bencana

Email:
pedulibencana2018@gmail.com

Contact Person:
+62 878-6426-2106 (Wil. Lombok)
+62 857-5736-6967 (Wil. Palu)
+62 812-2733-7626 (Wil. Palu)
+62 852-5973-8752
(Umum)

#pedulilombok
#pedulipalu
💦 GEMPA LAGI

Hari ini, Allah kembali menunjukkan kuasa-Nya kepada umat manusia. Dengan tanpa diduga, gempa mengguncang sejumlah wilayah di Jawa Timur. Pukul 01.44 dini hari tadi, gempa juga dirasakan di berbagai daerah di Bali hingga Mataram.

Tiga Meninggal Dunia, Sumenep Diguncang Gempa 6,4 SR

Wilayah Pulau Madura diguncang gempa dini hari tadi, Kamis (11/10). Kondisi terparah dialami Kabupaten Sumenep.

Info dari Twitter Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, DR Sutopo Purwo Nugroho, tiga orang meninggal dunia dan empat lainnya luka di Sumenep. Sementara beberapa rumah rusak.

Gempa berkekuatan 6,4 SR berpusat di 61 km timur laut Situbondo, pada kedalaman 10 km. Gempa yang terasa hingga Pulau Bali itu tidak berpotensi tsunami.

Semoga Allah menjadikan yang meninggal sebagai husnul khatimah dan yang hidup sebagai orang-orang yang sabar lagi berbenah.

🌏 Ikuti update informasi dan programnya melalui:

Channel Telegram:
https://t.me/pedulibencana

Official Website:
https://pedulibencana.com

Twitter:
(@peduli_bencana): https://twitter.com/peduli_bencana

Email:
pedulibencana2018@gmail.com

Contact Person:
+62 878-6426-2106 (Wil. Lombok)
+62 857-5736-6967 (Wil. Palu)
+62 812-2733-7626 (Wil. Palu)
+62 852-5973-8752 (Umum)

#pedulilombok
#pedulipalu
📝 UPDATE DONASI PEDULI BENCANA LOMBOK DAN PALU

📬 Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kepada Allah Ta'ala kemudian ucapan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi.

📆 Sejak dibuka mulai 22 September 2018 hingga Rabu, 10 Oktober 2018 total donasi:

Rp. 3.713.917.282

Dengan Rincian:

1⃣ Donasi untuk Lombok (22 - 30 Sept 2018)

Rp. 584.155.899

2⃣ Donasi Lombok dan Palu (1 - 10 Okt 2018)

Rp. 3.129.761.383

📚 Semoga Allah menerima amal saleh Anda semua dan menggantikannya dengan balasan yang lebih baik. Amiin.

Kami terus mengajak segenap kaum Muslimin untuk bergandeng tangan dan berpartisipasi, karena kebutuhan pengungsi sangat besar, bersifat jangka panjang dan berkesinambungan.

🌏 Ikuti update informasi dan programnya melalui:

Channel Telegram:
https://t.me/pedulibencana

Official Website:
https://pedulibencana.com

Twitter:
(@peduli_bencana): https://twitter.com/peduli_bencana

Email:
pedulibencana2018@gmail.com

Contact Person:
+62 878-6426-2106 (Wil. Lombok)
+62 857-5736-6967 (Wil. Palu)
+62 812-2733-7626 (Wil. Palu)
+62 852-5973-8752 (Umum)

#pedulilombok
#pedulipalu
📝 UPDATE DONASI PEDULI BENCANA LOMBOK DAN PALU

📬 Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kepada Allah Ta'ala kemudian ucapan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi.

📆 Sejak dibuka mulai 22 September 2018 hingga Sabtu, 13 Oktober 2018 total donasi:

Rp. 4.060.322.278

Dengan Rincian:
1⃣ Donasi untuk Lombok (22 - 30 Sept 2018)

Rp. 584.155.899

2⃣ Donasi Lombok dan Palu (1 - 13 Okt 2018)

Rp. 3.476.166.379

📚 Semoga Allah menerima amal saleh Anda semua dan menggantikannya dengan balasan yang lebih baik. Amiin.

Kami terus mengajak segenap kaum Muslimin untuk bergandeng tangan dan berpartisipasi, karena kebutuhan pengungsi sangat besar, bersifat jangka panjang dan berkesinambungan.

🌏 Ikuti update informasi dan programnya melalui:

Channel Telegram:
https://t.me/pedulibencana

Official Website:
https://pedulibencana.com

Twitter:
(@peduli_bencana): https://twitter.com/peduli_bencana

Email:
pedulibencana2018@gmail.com

Contact Person:
+62 878-6426-2106 (Wil. Lombok)
+62 857-5736-6967 (Wil. Palu)
+62 812-2733-7626 (Wil. Palu)
+62 852-5973-8752 (Umum)

#pedulilombok
#pedulipalu
AIR MELOMPATI MASJID

Subhanallah....

Mungkin hanya itu yang bisa terucap sebagai rasa takjub akan salah satu bukti kekuasaan Allah di bumi Palu.

Kejadian bermula saat Pak Ismail (46) pergi hendak melaksanakan kewajiban shalat maghrib berjamaah di Masjid Jami Pantoloan, kecamatan Palu Utara. Saat adzan Maghrib dikumandangkan tiba-tiba terjadi gempa. Para jamaah yang telah berada di dalam masjid pun sebagian besar berlarian meninggalkan masjid. Mereka khawatir masjid runtuh. Wajar, karena Masjid yang terletak sekitar 50 m dari Pelabuhan Pantoloan itu telah berdiri sejak tahun 1936.

Selang beberapa saat, tsunami pun datang menghantam dan menghayutkan semua yang dilewatinya. Pak Ismail menyaksikan garangnya gelombang air tsunami. Ia terpana melihat fenomena yang terjadi di depan matanya. Air tsunami yang diperkirakan setinggi 4 meter itu ternyata melompati masjid dan terbelah setelah melewati kubah masjid. Allahu akbar!

"Air laut tidak masuk ke masjid sama sekali. Bahkan, ke halaman masjid pun tidak. Tapi dia naik ke atas melompati kubah masjid ini. Sedangkan rumah-rumah di sekelilingnya luluh lantak rata dengan tanah..." tuturnya.

Sampai saat ini masjid itu terlihat biasa saja. Tak ada kerusakan apapun. Bahkan air yang digunakan untuk toilet dan berwudhu pun masih tetap jernih dan normal, seperti tidak ada gangguan pada air tanahnya, subhanallah.

Demikianlah jika Allah telah berkehendak, tiada yang tidak mungkin bagi-Nya, semoga Allah ta'ala lindungi kita dan melindungi kaum muslimin dari kejelekkan, amin. (ASH)

🌏 Ikuti update informasi dan programnya melalui:

Channel Telegram:
https://t.me/pedulibencana

Official Website:
https://pedulibencana.com

Twitter:
(@peduli_bencana): https://twitter.com/peduli_bencana

Email:
info@pedulibencana.com

Contact Person:
+62 878-6426-2106 (Wil. Lombok)
+62 857-5736-6967 (Wil. Palu)
+62 812-2733-7626 (Wil. Palu)
+62 852-5973-8752 (Umum)

#pedulilombok
#pedulipalu
💦 BENCANA PALU YANG BIKIN PILU

Dr Eka Erwansyah, seorang dosen ilmu kedokteran Unhas adalah salah satu anggota tim relawan dari Unhas. Saat berbincang-bincang dengan Tim Peduli Bencana, beliau menyatakan bahwa bencana di bumi Palu ini sangat luar biasa. Berikut penuturan yang bisa kami himpun dari sang dosen:

Bencana Palu dalam pandangan beliau bukan hanya bencana luar biasa, tapi sungguh sangat luar biasa. Mengapa? Karena dalam kejadian suatu bencana biasanya hanya ada satu atau dua jenis bencana, entah gempa saja atau gempa plus tsunami.

Bencana Aceh didahului gempa tapi bencana yang sebenarnya adalah hanya satu yaitu tsunami. Adapun di Palu ada tiga bencana:

Pertama adalah gempa itu sendiri yang mengakibatkan banyak korban tertimbun reruntuhan bangunan.

Kedua adalah tsunami, sekitar seribu orang yang berada di sekitar pantai menuju pembukaan Festival Nomoni, tersapu bersih oleh tsunami.

Ketiga adalah fenomena lumpur (likuifaksi) yang menenggelamkan perkampungan dalam sekejap. Tanah yang ada tiba-tiba mencair dan menyembur dari dalam bumi. Diperkirakan telah mengubur sekitar 700 orang hidup-hidup dan sebagian harta bendanya.

Tak hanya itu, fenoemena likuifaksi juga mengubur paksa sekitar 200 siswa SMA yang sedang berkemah di Desa Jono Oge, kabupaten Sigi. Lumpur tiba-tiba menyembur dari bumi dan menimbun mereka seketika.

Sang dosen melanjutkan bahwa beliau dan teman-teman anggota tim lainnya yang tergabung di dalam Tim Unhas sudah berada di lokasi kampung yang hilang, Petobo, daerah Sigi. Saat beliau menghimpun data-data korban, beliau mengaku tak kuasa tahan tangis, karena ada seorang bapak yang melaporkan anaknya yg hilang.

Bapak itu curhat, ketika dia antarkan anaknya mengaji, jarak rumahnya dan rumah tempat mengaji hanya dipisahkan oleh jembatan, begitu anaknya diturunkan, dia pun balik arah ke rumahnya, ketika bapak itu mau masuk ke rumah tiba-tiba mendengar bunyi "bbluuumm..".

Dia pun langsung balik badan dan ternyata dia hanya melihat hamparan tanah kosong berlumpur?! Kemana perginya rumah-rumah satu perkampungan ???
Hanya dlm hitungan detik, semua hilang!


Allahu akbar.. Allahu akbar..

Selamat bertugas Pak Dosen, semoga Allah membalas lelah dan letih Anda dalam membantu saudara-saudara kami di Palu.

Yaa Allah, rahmatilah kami yang penuh dosa ini...

Janganlah engkau adzab kami karena dosa-dosa kami..

Ampunilah segala kedurhakaan kami kepada-Mu..

Dan bimbinglah kami untuk bisa bertaubat dan kembali ke jalan-Mu..

Keterangan:
Penuturan Dosen tersebut kami himpun dengan beberapa tambahan dari Tim Peduli Bencana. (ASH)

🌏 Ikuti update informasi dan programnya melalui:

Channel Telegram:
https://t.me/pedulibencana

Official Website:
https://pedulibencana.com

Twitter:
(@peduli_bencana): https://twitter.com/peduli_bencana

Email:
info@pedulibencana.com

Contact Person:
+62 878-6426-2106 (Wil. Lombok)
+62 857-5736-6967 (Wil. Palu)
+62 812-2733-7626 (Wil. Palu)
+62 852-5973-8752 (Umum)

#pedulilombok
#pedulipalu
📝 SAYA MALU PADA ANAK ITU

Hari ini saya mendapat titipan donasi dari seorang anak, dan saya merasa takjub sekaligus malu pada anak itu. Bukan karena jumlah yang dia berikan, tapi kisah di baliknya yang membuat saya malu.

Bagi sebagian kita, uang 15 ribu mungkin tidak seberapa. Hanya cukup untuk sebungkus nasi pecel di pinggir jalan.

Tapi tidak bagi anak ini, dia adalah seorang santri berusia 10 tahun di sebuah pondok pesantren.

Di saat anak-anak yang lain merengek untuk minta dibelikan PS atau tablet untuk main game, anak tersebut bahkan mungkin tidak tahu apa itu PS.

Jatah jajan dari orangtuanya hanya 2000 rupiah per-hari. Dan hanya di hari-hari tertentu dia mendapat jatah Rp. 3.000,00.

Beberapa hari ini dia tidak jajan. Uangnya ditabung untuk membeli ikan cupang. Kebetulan hari hari ini sedang musim ikan cupang di kalangan anak anak. Setelah terkumpul beberapa ekor ikan dari hasil "puasa jajan" beberapa hari, dia menjual ikannya pada teman-temannya. Satu ekor untungnya seribu atau dua ribu rupiah.
Ketika terjual, keuntungannya dibelikan kembali ikan cupang, begitu seterusnya. Sampai dia punya beberapa ekor ikan.


Dan hari ini, dia mendatangi saya menyerahkan uang 15 ribu rupiah, "Saya titip uang ini untuk disumbangkan pada korban gempa," katanya.

Uang itu bukan kelebihan jatah jajan, bukan pula hasil meminta pada orangtuanya, tapi uang itu adalah hasil usahanya. Dan dia berikan semua yang didapat dari hasil usahanya, tanpa menyisakan di sakunya.
Ya, uang itu adalah hartanya seluruhnya.


Saya menangis. Benar-benar menangis.

Saya terharu, saya malu, sekaligus bangga padanya.

Bagaimana tidak, dia bukan anak orang yang mampu, jatah jajanan dari orang tuanya tidak lebih dari dua ribu. Sandal Capit yang dia pakai sudah putus di sana-sini, tapi dia tidak berfikir untuk beli sandal baru, atau jajanan yg dia suka. Tetapi dia memilih untuk memberikan semua uang miliknya untuk berbagi dengan sesama.

Jiwanya yang masih polos tergerak ketika melihat dan mendengar para orang tua, dan ustadz-ustadznya bercerita tentang korban bencana. Hatinya terpanggil untuk ikut berbuat melihat para orangtua menggalang dana.

Saya kembali menangis. Saya benar-benar menangis lagi.

Nak! Sungguh, akhlak dan kedermawananmu patut kami tiru...

Semoga Allah memberimu sifat dermawan sampai engkau dewasa dan menua.

Dan semoga Allah ganti apa yg engkau infakan dengan yg lebih baik. Amiin.

digubah dari kisah nyata seorang tua

🌏 Ikuti update informasi dan programnya melalui:

Channel Telegram:
https://t.me/pedulibencana

Official Website:
https://pedulibencana.com

Twitter:
(@peduli_bencana): https://twitter.com/peduli_bencana

Email:
info@pedulibencana.com

Contact Person:
+62 878-6426-2106 (Wil. Lombok)
+62 857-5736-6967 (Wil. Palu)
+62 812-2733-7626 (Wil. Palu)
+62 852-5973-8752 (Umum)

#pedulilombok
#pedulipalu
🌹 HADIAH TERINDAH SAAT MUSIBAH

Ada hal lain yang membuat para pengungsi merekahkan senyum. Ada hal lain yang membuat para pengungsi menatap masa depan dengan mantap. Ada hal lain yang membuat para pengungsi berjiwa besar. Ada hal lain yang membuat para pengungsi berlapang dada dan bersabar dengan segala musibah yang menimpa.

Selain bantuan logistik dan fisik, mental pengungsi harus disuntik. Disuntik dengan bimbingan ilmu syar'i. Melalui media tausiyah, khutbah, kajian, tabligh akbar, bacaan ataupun dengan obrolan yang menghibur dan membesarkan jiwa.

Atas pertolongan Allah, sejumlah ustad ahlussunnah menjadi khatib di beberapa masjid di Palu, Jum'at (26/10).

Rombongan Tim Peduli Bencana Lombok dan Palu bersama asatidz melaksanakan shalat Jum'at berjamaah di masjid jami' Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaeli, Palu Utara.

Masjid berwarna hijau tersebut sempat viral karena selamat dari hantaman gempa dan tsunami. Dengan izin Allah, masjid masih kokoh berdiri. Sementara bangunan sekitar luluh lantak.

Bertindak sebagai khatib dan imam, Ustad Abdul Jabbar hafidzhohullah. Beliau berasal dari Jogja. Usai shalat Jum'at, Tim Peduli Bencana menginfakkan satu unit pengeras suara, dan satu unit jam dinding. Secara simbolis hadiah tersebut diserahkan langsung oleh Ustad Abdul Jabbar ke imam masjid, Pak Hasanuddin. Warga dan jamaah masjid ikut menyaksikan.

Kemudian tim juga akan meyerahkan satu unit lemari, ditambah bantuan sembako. Penyaluran akan diserahkan kepada pengurus masjid. Tim masih berkoordinasi, dan menunggu data warga yang selamat di sekitar lingkungan masjid.

🌏 Ikuti update informasi dan programnya melalui:

Channel Telegram:
https://t.me/pedulibencana

Official Website:
https://pedulibencana.com

Twitter:
(@peduli_bencana): https://twitter.com/peduli_bencana

Email:
info@pedulibencana.com

Contact Person:
+62 878-6426-2106 (Wil. Lombok)
+62 812-4147-7594 (Wil. Palu)
+62 852-5973-8752 (Umum)

#pedulilombok
#pedulipalu
📝 DAFTAR KHATIB JUMAT

Selain di Masjid Jami' Pantoloan, beberapa asatidz juga menjadi khatib di masjid lainnya.

Seperti di Masjid Baitul Makmur, Perdos Untad blok B3 Tondo, yang menjadi Khatib adalah Ustad dr. Jamil hafizhahulloh

Juga di Masjid al-Mujahidin, Silae. Khatibnya Ustad Drs Muslim Tamam hafizhahulloh

Di Masjid Kampus STIAP
Jalan Nuri 18. Khatib Jum'at adalah Ustad Abu Mu'adz hafizhahulloh


Kemudian di Masjid Al Muhajirin Jalan Teluk Palu, Tondo, yang menjadi khatib Jum'at adalah Ustad Abu Hafs Umar Poso hafizhahulloh.

Semoga dengan siraman rohani tersebut menjadi sebab kesabaran dan ketabahan para pengungsi. Amiin.

🌏 Ikuti update informasi dan programnya melalui:

Channel Telegram:
https://t.me/pedulibencana

Official Website:
https://pedulibencana.com

Twitter:
(@peduli_bencana): https://twitter.com/peduli_bencana

Email:
info@pedulibencana.com

Contact Person:
+62 878-6426-2106 (Wil. Lombok)
+62 812-4147-7594 (Wil. Palu)
+62 852-5973-8752 (Umum)

#pedulilombok
#pedulipalu
KISAH NYATA YANG LUAR BIASA

"Om, ini Al Qur'an, keluarkan dulu, ini lebih penting", ucap Ria (18), seorang remaja yang menjadi korban gempa di Palu Jum'at (28/9) silam.

Di tengah tindihan beton di bagian pinggangnya dan jepitan ranjang besi di kakinya, Ria melanjutkan dengan tanya penuh harap, "Oom, saya masih bisa selamat?.. Oom jangan kasih tinggal saya Oom.."!

Itulah kata-kata yang keluar darinya, hingga sekarang masih saja terngiang di telinga.

"Ikhtiyar Dek.." jawabku menenangkan. "Muraj'ah hafalan saja dulu, insyaallah bisa selamat. Pagi nanti ada bantuan gerinda (alat potong) datang. Saat ini makan dan minum yang saya kasih saja dulu untuk bertahan, karena kita sudah coba pakai dongkrak, obeng dan gergaji besi tapi belum bisa kasih keluar Ria." Jawabku coba menenangkan.

Ria adalah seorang yang Saya kenal sebagai remaja yang suka membaca Al Qur'an. Makanya tak heran jika dia telah menyelesaikan hafalan Al Qur'annya.

Ketika gempa di waktu maghrib terjadi, Ria bersama dengan kelima teman-temannya yang bernama Debi, Lala, Inayah, Firza dan Lita berada di bangunan Gedung Banua Qur'an. Bangunan yang berlantai tiga itu seketika runtuh. Ria bersama teman-temannya terjebak di dalam bangunan bersama reruntuhan puing-puing.

Saya bersama tim relawan berusaha mencari korban yang mungkin bisa dievakuasi. Malam itu adalah malam pertama setelah gempa terjadi, akses ke tempat Ria cukup sulit. Kami harus sampai tiarap untuk bisa mencapainya.

Ketika kami bertemu dengan Ria, dia masih ingat letak teman-temannya berada. Ria menyebutkan nama-nama mereka. "Di depan saya ada Dea (yang sebelumnya sudah kami selamatkan di awal), depan Dea ada Debi dan Lala (sudah wafat), di belakang saya Inayah (sudah wafat), samping kiri  masih ada Firza dan Lita (yang masih bernyawa tapi belum bisa keluar karena tangan Firza terjepit reruntuhan dan kemungkinan sudah remuk)", terangnya.

Episode yang membuat saya merinding adalah ketika mulai masuk jam tiga pagi, semua alarm berbunyi di tengah reruntuhan saat saya masih menemani Ria di dalam. Walau beberapa kali gempa susulan masih saja terjadi, alarm saling menyahut pertanda saat waktu shalat di sepertiga malam dilakukan. Belum lagi lantunan ayat-ayat suci Al Qur'an dari ketiga remaja putri yang masih bernyawa saat itu indah terdengar (Ria, Firza, dan Lita).

Alhamdulillah Saya bersyukur ketika Ria sudah bisa dievakuasi keluar di hari Sabtu sore. Namun sayang, pukul sembilan malam, saat Ria sudah di bawa ke RS Undata, ternyata nyawanya tak bisa terselamatkan. Dia pun meninggal beserta 6 teman lainnya, innalilahi wa inna ilaihi raji'un.

Semoga mereka diampuni dosa-dosanya dan mendapat rahmat Allah di akhirat kelak. Amiin.


*Tulisan ini berdasar kesaksian salah seorang relawan gempa dan tsunami di Palu, tanggal 24 Oktober 2018.

🌏 Ikuti update informasi dan programnya melalui:

Channel Telegram:
https://t.me/pedulibencana

Official Website:
https://pedulibencana.com

Twitter:
(@peduli_bencana): https://twitter.com/peduli_bencana

Email:
info@pedulibencana.com

Contact Person:
+62 878-6426-2106 (Wil. Lombok)
+62 812-4147-7594 (Wil. Palu)
+62 852-5973-8752 (Umum)

#pedulilombok
#pedulipalu
💦 SELAMAT DARI BAHAYA MENJERAT

Seperti biasa, Yusrin (48) yang tinggal di Desa Sidondo, Kabupaten Sigi, Palu, pada Jum'at sore (28/09) sedang menghadiri kajian di Rumah Belajar Utsman ibnu Affan, Kota Palu. Beliau pergi bersama anak-anaknya, meninggalkan ibu (80) yang sudah beberapa tahun ini susah berjalan, dan istrinya yang menemani di rumah.

Ketika waktu maghrib tiba, sang istri tengah mencuci piring, dan sang ibu bersiap-siap menjalankan ibadah shalat. Baru saja sang ibu selesai berwudhu, tiba-tiba bumi bergerak dan bergoncang dengan dahsyat. Mereka berdua dengan cepat menuju keluar rumah untuk mencari selamat. Tak lama rumah ditinggalkan, rumah pun ambruk seketika dan rata dengan tanah.

Ketegangan tak berhenti sampai di situ, saat di luar rumah, sambil memeluk pohon nangka, sang ibu melihat sebuah fenomena mengerikan yang mungkin baru kali ini dilihatnya. Jalan beraspal yang cukup panjang tiba-tiba amblas dan sebagian tanah bergerak (likuifaksi) melumat apa yang dilewatinya, seakan-akan semua hilang begitu saja ditelan tanah bergerak itu.

Belum sempat dirinya mencerna mengapa ini bisa terjadi, tanah yang bergerak itu ternyata menuju ke arahnya. Dengan susah payah sang ibu berusaha keras tuk berjalan menghindari amukan tanah bergerak itu. Alhamdulillah, dengan susah payah akhirnya sang ibu bisa selamat dari terkaman tanah bergerak itu, ternyata Allah ta'ala masih menyelamatkan jiwa sang ibu.

Dari kisah nyata di atas tentunya kita bisa mengambil pelajaran bahwa jika Allah ta'ala ingin menghendaki sesuatu, maka itu pasti terjadi, walau secara hitungan matematis itu adalah hal yang di luar kebiasaan.


#Kisah ini dikisahkan oleh Yusrin yang baru beberapa hari ini sampai di Kota Palu dari tempat pengungsiannya di Sulawesi Selatan.

🌏 Ikuti update informasi dan programnya melalui:

Channel Telegram:
https://t.me/pedulibencana

Official Website:
https://pedulibencana.com

Twitter:
(@peduli_bencana): https://twitter.com/peduli_bencana

Email:
info@pedulibencana.com

Contact Person:
+62 878-6426-2106 (Wil. Lombok)
+62 812-4147-7594 (Wil. Palu)
+62 852-5973-8752 (Umum)

#pedulilombok
#pedulipalu
::
🚘 SUMBANGSIH ARAB SAUDI UNTUK PALU

Kerajaan Saudi Arabia (KSA) memberi perhatian pada Indonesia. Terkhusus korban bencana di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Sebelumnya, Raja Salman juga mengirim bantuan untuk korban bencana di Lombok.

Bantuan yang diberikan berupa pengiriman relawan dan tenaga medis. Tak lupa penyerahan sembako. Bahan-bahan yang didonasikan dibeli langsung di Indonesia. Guna menunjang secara langsung perekonomian wilayah setempat.

Dubes KSA untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah al Shuaibi mengungkapkan, bantuan untuk Sulteng meliputi 370 ton paket sembako, 5.000 peralatan kesehatan, 3.500 paket tenda. "Sementara jumlah relawan sekitar 30 orang. 10 dari Saudi, sisanya dari Indonesia," katanya.

Semoga Allah membalas segala kebaikan Raja Salman, pelayan dua tanah suci. Semoga perhatian yang diberikan, mempererat hubungan persaudaraan KSA dan Indonesia.

🌏 Ikuti update informasi dan programnya melalui:

Channel Telegram:
https://t.me/pedulibencana

Official Website:
https://pedulibencana.com

Twitter:
(@peduli_bencana): https://twitter.com/peduli_bencana

Email:
info@pedulibencana.com

Contact Person:
+62 878-6426-2106 (Wil. Lombok)
+62 812-4147-7594 (Wil. Palu)
+62 852-5973-8752 (Umum)

#pedulilombok
#pedulipalu
🌹 HADIAH TERINDAH SAAT MUSIBAH

Musibah selalu menyisakan kesedihan. Jiwa menjadi resah. Hati terasa galau. Bagaimana tidak? Sebab dalam musibah, seorang kadang kehilangan harta, kadang kehilangan keluarga dan orang yang dicinta, kadang kehilangan apa saja yang ia miliki.

Sehingga, di saat musibah dibutuhkan sesuatu yang bisa menentramkan dirinya. Bantuan sandang, pangan dan papan memang dibutuhkan. Namun, siraman rohani juga tidak kalah penting. Dengan taushiyah dan nasehat, hati menjadi sejuk, jiwa merasa tenang dan tentram demikian juga dada terasa lapang.

Tausiah Ustad Ahlussunnah

Asupan logistik terus mengalir. Dukungan moril senantiasa hadir. Dari segenap Tim Peduli Bencana Ahlussunnah bagi korban bencana gempa serta tsunami di Palu dan sekitarnya.

Belum lama ini, Ustad Ihsan dari Tim Peduli Bencana Lombok dan Palu 2018, berkunjung ke Palu. Beliau mengunjungi titik-titik pengungsian untuk menyapa kaum muslimin di lokasi terdampak bencana.

Balaroa, Petobo dan Jono Oge menjadi tujuan yang tak boleh terlewatkan. Ustadz dari kota Klaten ini bahkan sempat bertemu dengan salah seorang ketua adat. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan tausiah. Agar masyarakat menjadikan musibah yang terjadi sebagai pelajaran.

"Segera bertaubat kepada Allah. Jadikan musibah ini sebagai ibrah," nasihat Ustad Ihsan.

Beliau juga berkesempatan mengisi khutbah Jum'at di Masjid Muhajirin, Talise, Palu. Ustad Ihsan mengapresiasi sambutan masyarakat. Mereka tampak senang.

Benar bukan, tausiyah di saat musibah menjadi hadiah terindah, tentu diiringi dengan wujud nyata membantu logistik maupun fisik. Wallahua'lam.

🌏 Ikuti update informasi dan programnya melalui:

Channel Telegram:
https://t.me/pedulibencana

Official Website:
https://pedulibencana.com

Twitter:
(@peduli_bencana): https://twitter.com/peduli_bencana

Email:
pedulibencana2018@gmail.com

Contact Person:
+62 878-6426-2106 (Wil. Lombok)
+62 857-5736-6967 (Wil. Palu)
+62 812-2733-7626 (Wil. Palu)
+62 852-5973-8752 (Umum)

#pedulilombok
#pedulipalu
💦 CERITA PILU ANTARA ANAK DAN IBU

Bagaimanapun kondisinya ibu merupakan orang terdekat kita. Bahkan, sosok ibu adalah deretan sosok yang paling berjasa bagi kehidupan seorang anak. Kasih ibu sepanjang waktu. Kasih ibu tak lekang walaupun tertutup debu.

Bersama ayah, ibu berjuang mati-matian untuk kehidupan anak. Bahkan tidak jarang perjuangan seorang ibu lebih besar daripada seorang ayah. Sembilan bulan mengandungnya, lalu melahirkan dengan pertaruhan nyawa. Ditambah menyusui, merawat, mengasuh, dari buaian hingga dewasa.

Ibu, terimakasih atas jasamu. Ibu, maafkan daku atas semua salah dan durahakaku. Ibu, semoga Allah menjagamu.

Ya Allah, bantu aku untuk menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, terkhusus ibuku. Ya Allah...

"Rabbi, ampunilah aku dan ampunilah kedua orang tuaku. Sayangilah mereka sebagaimana mereka telah mendidikku di waktu kecil." Amiin.

Kisah di bawah ini, kisah pilu antara seorang ibu. Kisah ini mengingatkan saya pribadi terhadap ibuku sendiri. ixixixi.....

Peluk Jasad Ibu di Bawah Reruntuhan Rumah dan Batu

Tragedi gempa serta tsunami di Palu dan sekitarnya masih menyisakan cerita. Mereka yang selamat, tak sedikit kehilangan orang-orang yang disayang. Seperti dialami seorang anak, Nurul Istikharah.

Tim SAR menemukan Nurul masih hidup. Ia berada di bawah reruntuhan rumahnya di kompleks Perumnas Balaroa, Kota Palu. Proses evakuasi oleh tim SAR dibantu warga berjalan dramatis. Nurul ditemukan dalam keadaan sedang memeluk jasad ibunya. Mereka berdua tertimbun reruntuhan rumah. Hanya saja Allah menakdirkan Nurul masih hidup. Sementara sang ibu meninggal.

💦 💦 💦 💦

Ibu......

Aku rindu ibu.....

(Semoga menjadi pelajaran, terkhusus bagi yang masih memiliki ibu. Jaga ibumu kawan!)

🌏 Ikuti update informasi dan programnya melalui:

Channel Telegram:
https://t.me/pedulibencana

Official Website:
https://pedulibencana.com

Twitter:
(@peduli_bencana): https://twitter.com/peduli_bencana

Email:
pedulibencana2018@gmail.com

Contact Person:
+62 878-6426-2106 (Wil. Lombok)
+62 857-5736-6967 (Wil. Palu)
+62 812-2733-7626 (Wil. Palu)
+62 852-5973-8752 (Umum)

#pedulilombok
#pedulipalu
🍄 KUASA ALLAH, AMIR DAN KELUARGA SELAMAT DARI BENCANA LIKUIFAKSI

Tidak ada satu musibah terjadi kecuali atas izin Allah subhana wa taala. Semua dalam Athena dan kuasa-Nya. Mudah bagi Allah menolong dan membuka jalan keluar bagi siapa yang dikehendaki-Nya.

Lalu, kapan Allah subhana wa taala menolong kita? Subhanallah , ternyata kuncinya adalah dengan kita menolong saudara kita.

Benar sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu:

واللهُ فىِ عَوْنِ اْلعَبْدِ مَا كَانَ اْلعَبْدُ فىِ عَوْنِ أَخِيْهِ

“Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya."
(HR. Muslim)

Ada pelajaran berharga dari kisah Bapak Amir Sekeluarga yang selamat dari likuifaksi Petobo. Ketika bencana melanda Jum'at, 28 September 2018, Pak Amir dan keluarga berdiri di atas tanah di samping rumah yang beliau hibahkan. Tanah itu diwakafkan untuk kepentingan jalan para tetangga di belakang rumah.

Sempat beberapa tetangga lain menyarankan agar tanah tersebut dipagari saja. Agar orang-orang di belakang rumahnya lewat jalan lain. Namun Pak Amir memiliki pandangan lain. Bahkan dengan sukarela, dia menyatakan tanah tersebut dihibahkan untuk jalan umum.

"Kami hibahkan tanah ini untuk jalan warga," katanya mantap.

Allahu Akbar tanah hibah itu membawa Pak Amir dan keluarga bergeser hampir sejauh 2 km, dari tanggul sampai dekat rumah sakit bersalin Dokter Marten.

Mereka bagaikan menaiki bahtera. Lumpur likuifaksi bergerak, namun tidak sampai menghancurkan tanah tersebut.

Allah telah menyelamatkan Pak Amir dan keluarganya. Allah tolong pak Amir, seorang yang telah berjasa untuk umat.

🌏 Ikuti update informasi dan programnya melalui:

Channel Telegram:
https://t.me/pedulibencana

Official Website:
https://pedulibencana.com

Twitter:
(@peduli_bencana): https://twitter.com/peduli_bencana

Email:
info@pedulibencana.com

Contact Person:
+62 878-6426-2106 (Wil. Lombok)
+62 812-4147-7594 (Wil. Palu)
+62 852-5973-8752 (Umum)

#pedulilombok
#pedulipalu
🚑PEDULI TSUNAMI SELAT SUNDA

💦 Kepedulian kita kembali diuji...

💦 Kepekaan kita diasah lagi...

🌏 Dengan adanya musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Selat Sunda. Tsunami menerpa. Banjir seolah tak memberi jeda.

💦 Hingga akhirnya, berjatuhan korban pasca bencana. Ada yang meninggal dunia, ada yang luka-luka dan ada pula yang sampai saat ini masih terpisah dari keluarga.

🏡 Kerusakan bangunan, jalan dan pemukiman tidak bisa dielakkan. Belum lagi, trauma yang menjadi momok menakutkan.

🚑 Sekali lagi, kepedulian kita diuji. Kepekaan kita diasah lagi. Untuk membantu saudara kita yang bersedih hati.

Salurkan bantuan Anda melalui Tim Peduli Bencana dengan transfer ke:

1⃣ Mandiri : 161 000 467 6446
2⃣ BNI Syariah : 071 507 6795
3⃣ BCA : 024 056 9701

📝 Semua Rekening a/n Taufik Ali Syammach

Konfirmasi Transfer ke:

1⃣ Taufik Syammach 081 834 7676
2⃣ Abu Rafi Azwar 082 336 433 684

📬 Hormat Kami, Tim Peduli Bencana oleh Komunitas Salafy Ahlussunnah wal Jamaah Indonesia

🌏 Ikuti update informasi dan programnya melalui:

Channel Telegram:
https://t.me/pedulibencana

Official Website:
https://pedulibencana.com

Twitter:
(@peduli_bencana): https://twitter.com/peduli_bencana

Email:
pedulibencana2018@gmail.com

Contact Person:
+62 813-1815-5150 (Wil. Banten)
+62 812-9814-3911 (Wil. Banten)
+62 852-5973-8752 (Umum)

#TsunamiSelatSunda
#pedulilombok
#pedulipalu