Salafy Palembang 🇮🇩
5.89K subscribers
5.4K photos
445 videos
309 files
14.5K links
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Download Telegram
TERDATA SERATUS BUS, PESERTA DAURAH MEMBLUDAK

KAUM muslimin antusias. Ingin menghadiri Daurah Nasional Asy Syariah ke-17 di Masjid Raya JIC.

Dibanding tahun lalu. Tampak peningkatan jumlah peserta. Ini terlihat dari pendataan jumlah bus yang masuk. Membawa rombongan peserta daurah dari berbagai daerah.

Panitia menyebutkan sampai Ahad pagi (8/9), jumlah bus terdaftar mencapai seratus. Sedangkan tahun lalu 63 bus.

"Alhamdulillah, masyarakat semangat ingin hadir ke JIC. Peningkatan jumlah bus yang datang menunjukkan kaum muslimin merespons dengan baik kegiatan ini," kata salah satu panitia.

Di luar bus. Peserta daurah yang naik kendaraan pribadi juga cukup banyak. Belum lagi rombongan naik kapal laut. Dari luar Pulau Jawa. Ditambah yang naik pesawat. Membuat jumlah peserta membludak.

Bertambahnya peserta. Otomatis membuat tiap bagian Masjid JIC dipenuhi rombongan asal daerah. Selain memanfaatkan ruang serba guna di lantai dasar. Peserta juga memenuhi lantai dua. Dan selasar serta koridor semua sisi masjid.

Sejauh ini situasi tertib dan aman. Panitia bahu-membahu. Membuat nyaman peserta daurah.

Kepada Allah kita memohon pertolongan. Semoga kegiatan berjalan lancar sampai selesai.

#Panitia Daurah JIC, 1441 H / 2019.
TERUS POMPA KESABARAN, SYAIKH ALI AL YAMANI INGATKAN JERIH PAYAH PENDAHULU

PEMBUKAAN Daurah Nasional ke-17 JIC tepat pukul 09.00 WIB, Sabtu (7/9).

Ustad Ayip Syafrudin didaulat memberi kata sambutan. Terkait tema daurah kali ini: Sabar dalam Menjalankan Agama. Beliau mengingatkan kaum muslimin agar terus memompa kesabaran.

"Kaum muslimin terkhusus ahlussunnah salafiyyin. Hendaklah terus memompa kesabaran di setiap kondisi. Lewat kesabaran kaum muslimin akan bertambah mulia. Dan akan mendapat pertolongan Allah," katanya.

Sementara itu, sesi pertama daurah. Pemateri syaikh Ali bin Husain asy-Syarafi. Mengangkat judul: Kesabaran Salaf dalam menuntut ilmu. Penerjemah: ustad Usamah Mahri.

Syaikh Ali mengingatkan jerih payah pendahulu kita. Imam-imam kaum muslimin. Mereka semangat menuntut ilmu. Meninggalkan negeri-negeri mereka.

"Perjuangan para pendahulu kita itulah yang membuat Allah terus menjaga kaum muslimin. Mereka rihlah tholabul ilmi (berkeliling berbagai negeri untuk mencari ilmu dan hadits-hadits Nabi). Demi menjaga dan mengemban hadits. Mereka berangkat Ke Yaman, Hijaz hingga Syam, serta berbagai penjuru lainnya. Menyeberangi lautan. Mengarungi padang pasir," tuturnya.

Sebagaimana dikisahkan dalam kitab Ar-Rihlah fi Tholabil Hadits, karya Imam Khatib Al Baghdadi.

"Begitu tinggi semangat para salafus shalih dalam mencari ilmu. Sampai ada di antara mereka yang terpaksa/terdesak makan bangkai dan minum air kencingnya sendiri (karena kehabisan bekal dan terancam kematian). Dalam perjalanan menuntut ilmu agama. Dan (kisah) ini mahsyur di kalangan para ulama," papar beliau.

Pendahulu kita yang utama: para sahabat radhiyallahu'anhum. Nama mereka tercatat dalam sejarah. Sebagai para penuntut ilmu. Ada Zaid bin Tsabit. Abdullah bin Abbas. Jabir bin Abdillah. Dan banyak lagi para shahabat lainnya.

Semua memberi teladan pada kita. Bahwa menuntut ilmu perlu kesabaran dan kesungguhan.

Semoga apa yang disampaikan syaikh Ali bin Husain bermanfaat bagi kaum muslimin. Kepada Allah kita memohon taufik. Agar terus semangat menimba ilmu agama.*

#Panitia Daurah Nasional JIC, 1441 H / 2019.

Sumber:** http://telegram.me/daurahnasional
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
PESERTA DAURAH PULANG DENGAN TERTIB, SYAIKH ZAKARIYA: SEMOGA KITA BERTEMU LAGI

SESI terakhir Daurah Nasional ke-17 di JIC berlangsung usai salat asar, Ahad (8/9).

Syaikh Zakariya bin Syuaib menyampaikan materi: Kesabaran Salaf dalam Menundukkan Jiwa. Penerjemah: ustad Abu Hamzah Yusuf.

Pada pembukaan materinya. Syaikh Zakariya menyampaikan salam perpisahan. Beliau juga memohon kepada Allah. Agar kita semua yang hadir. Dipertemukan lagi di akhirat. "Semoga Allah mempertemukan kita kembali di akhirat nanti," katanya.

Syaikh menyebutkan jihad menundukkan jiwa. Merupakan perkara penting. Manusia terkait jiwanya ada dua. Pertama, yang jiwa mengalahkannya. Dia mengikuti semua kemauan jiwa. "Menurut ulama, orang yang mengikuti (kehendak) jiwanya (memperturutkan hawa nafsunya), sama seperti menyembah berhala. Walau berbeda keadaan," tuturnya

Kedua, orang yang mampu menguasai jiwa. Mengendalikannya dengan baik. Jiwa pada dasarnya mengajak kepada keburukan. "Sementara Rabb mengajak untuk beribadah kepada-Nya. Di sini letak ujiannya," ucapnya.

Syaikh juga mengingatkan ada tiga penarik dalam sebuah jiwa. Pertama, jiwa menyeru kepada akhlak setan. Kedua, mengajak kepada akhlak hewan. Ketiga, menyeru kepada akhlak baik.

Pukul 17.05 WIB, syaikh Zakariya mengakhiri pelajaran. Panitia mengumumkan agar peserta yang hendak menjamak salat magrib dan isya (karena akan segera perjalanan pulang), jangan pindah tempat. Karena salat jamak akan dilangsungkan bersama.

Di parkiran, bus penjemput mulai mengantre. Sementara kendaraan pribadi mengular. Satu persatu tertib. Menuju gerbang luar JIC.

Secara umum, pelaksanaan Daurah Nasional ke-17 berlangsung aman, tertib dan lancar.

Ketiga syaikh asal Yaman melanjutkan memberi pelajaran Kajian Durus Ilmiah Khusus untuk asatidzah di Ma'had Al Anshor, Sleman, Yogyakarta. Hingga Sabtu depan (14/9).

Kemudian melakukan safari dakwah ke Kulon Progo. Terus ke Pekanbaru. Lanjut ke Makassar. Hingga Samarinda dan Ambon.

Sampai berjumpa di Daurah Nasional berikutnya, saudaraku... Semoga Allah mengokohkan iman Islam kita. Di atas tauhid dan sunnah Nabi shallallahu'alaihi wa sallam.

#Panitia Daurah Nasional ke-17 JIC, 1441 H / 2019.

Sumber: http://telegram.me/daurahnasional
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com