💥⚠⛔🔥 KEMEWAHAN DAN KEKIKIRAN AKAN MENGAKIBATKAN PENYESALAN!!
✍🏼 Asy-Syaikh al-Allamah Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:
من أحب الرفاهية وأحب التنعم في هذه الحياة الدنيا فإنه يندم عما قريب، فالمسلم إنما ينظر إلى ما أمامه ولا ينظر الى ما خلفه، فيصلح الطريق أمامه لأن لا يسلك طريقا يهلكه،
ومن إصلاح الطريق الإحسان في العمل والإحسان في المال والإنفاق.
"Siapa yang menyukai kemewahan dan bersenang-senang di kehidupan dunia maka dia akan menyesal tidak lama lagi, jadi seorang muslim melihat apa yang di hadapannya dan tidak melihat apa yang di belakangnya, sehingga dia memperbaiki jalan yang ada di depannya agar tidak menempuh jalan yang akan membinasakannya, dan termasuk bentuk memperbaiki jalan adalah berbuat baik (merasa diawasi oleh Allah) dalam beramal dan berbuat baik dengan harta dan berinfaq."
🔊 At-Ta'liq Ala Ighatsatul Lahafan, 1 Rajab 1439 H
🌍 Sumber:
https://twitter.com/DrSFawzan/status/975474932271472641?s=19
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏼 Asy-Syaikh al-Allamah Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:
من أحب الرفاهية وأحب التنعم في هذه الحياة الدنيا فإنه يندم عما قريب، فالمسلم إنما ينظر إلى ما أمامه ولا ينظر الى ما خلفه، فيصلح الطريق أمامه لأن لا يسلك طريقا يهلكه،
ومن إصلاح الطريق الإحسان في العمل والإحسان في المال والإنفاق.
"Siapa yang menyukai kemewahan dan bersenang-senang di kehidupan dunia maka dia akan menyesal tidak lama lagi, jadi seorang muslim melihat apa yang di hadapannya dan tidak melihat apa yang di belakangnya, sehingga dia memperbaiki jalan yang ada di depannya agar tidak menempuh jalan yang akan membinasakannya, dan termasuk bentuk memperbaiki jalan adalah berbuat baik (merasa diawasi oleh Allah) dalam beramal dan berbuat baik dengan harta dan berinfaq."
🔊 At-Ta'liq Ala Ighatsatul Lahafan, 1 Rajab 1439 H
🌍 Sumber:
https://twitter.com/DrSFawzan/status/975474932271472641?s=19
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔐 RAHASIA DI BALIK DUDUK BERZIKIR SETELAH SALAT
🎙Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah mengatakan,
"Duduk setelah salam ketika shalat wajib termasuk waktu terbesar yang turun padanya rahmat Allah azza wajalla atas hamba-Nya.
Jangan terburu-buru berdiri, mohonlah ampun kepada Allah pada waktu tersebut, serta ucapkan berbagai dzikir:
"Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, dan takbir.”
Ibnu Baththal rahimahullah mengatakan,
“Barangsiapa yang banyak dosanya, dan menginginkan dosanya tersebut dihapus oleh Allah tanpa bersusah payah, maka hendaknya ia manfaatkan kesempatan untuk tetap berada di tempat shalatnya setelah shalat fardhu, agar lebih banyak mendapatkan doa dan permohonan ampun malaikat untuknya.”
📑 Kunjungi: http://mahad-assalafy.com/rahasia-balik-duduk-berdzikir-shalat/
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🎙Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah mengatakan,
"Duduk setelah salam ketika shalat wajib termasuk waktu terbesar yang turun padanya rahmat Allah azza wajalla atas hamba-Nya.
Jangan terburu-buru berdiri, mohonlah ampun kepada Allah pada waktu tersebut, serta ucapkan berbagai dzikir:
"Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, dan takbir.”
Ibnu Baththal rahimahullah mengatakan,
“Barangsiapa yang banyak dosanya, dan menginginkan dosanya tersebut dihapus oleh Allah tanpa bersusah payah, maka hendaknya ia manfaatkan kesempatan untuk tetap berada di tempat shalatnya setelah shalat fardhu, agar lebih banyak mendapatkan doa dan permohonan ampun malaikat untuknya.”
📑 Kunjungi: http://mahad-assalafy.com/rahasia-balik-duduk-berdzikir-shalat/
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💐📝 APAKAH NABI KITA HIDUP KAYA ATAU MISKIN?
Periode kehidupan Nabi pernah diwarnai kecukupan bahkan kelebihan, namun juga pernah mengalami masa-masa kekurangan, dan kemiskinan. Saat kecil hingga meninggal, nuansa warna itu bercorak dalam kehidupan beliau.
Saat diasuh kakeknya, Abdul Muththolib, kehidupan beliau relatif berkecukupan. Abdul Muththolib dikenal kaya raya.
Saat diasuh Abu Tholib, sang paman, beliau hidup dalam kemiskinan. Karena secara finansial Abu Tholib memang kekurangan.
Khodijah radhiyallahu anha, istri Nabi yang pertama, adalah seorang wanita kaya raya dan mulia. Banyak membantu Nabi dengan hartanya.
Namun, tidak sedikit periode kehidupan Nabi setelahnya yang diwarnai dengan kekurangan secara finansial, miskin. Tapi itu terjadi karena Nabi memilih demikian.
Jika Nabi mau, bisa saja Allah memperjalankan gunung-gunung emas dan perak bersama beliau:
وَاللهِ يَا عَائِشَةَ ! لَوْ شِئْتُ لَأَجْرَى اللهُ مَعِي جِبَالَ الذَّهَبِ وَ الْفِضَّةِ
Demi Allah wahai Aisyah, kalau aku mau, Allah bisa memperjalankan bersamaku gunung-gunung emas dan perak (H.R Ibnu Sa’ad dalam Thobaqot – Silsilah asShahihah)
Seandainya Nabi memiliki emas sebanyak atau sebesar gunung Uhud, beliau akan membagi-bagikannya sebagai infaq di jalan Allah. Hingga setelah berlalu hari yang ke-3, yang tersisa hanyalah dinar yang dipersiapkan untuk membayar hutang.
مَا يَسُرُّنِى أَنَّ لِى أُحُدًا ذَهَبًا تَأْتِى عَلَىَّ ثَالِثَةٌ وَعِنْدِى مِنْهُ دِينَارٌ إِلاَّ دِينَارٌ أُرْصِدُهُ لِدَيْنٍ عَلَىَّ
Tidaklah membuatku senang, jika aku memiliki emas sebesar Uhud, kemudian datang hari yang ketiga, sedangkan aku masih memiliki dinar (uang emas). Kecuali dinar itu aku persiapkan untuk membayar hutangku (H.R Muslim)
Tapi memang kehidupan Nabi bersama para istri beliau di Madinah, banyak diwarnai kekurangan secara finansial.
Pernah selama tidak kurang 2 bulan berturut-turut tidak ada makanan yang bisa dipanggang, dimasak, atau direbus di atas tungku api. Hanya makan kurma dan minum air saja. Silakan disimak kisah ibunda kaum beriman, Aisyah radhiyallahu anha:
وَاللَّهِ يَا ابْنَ أُخْتِي إِنْ كُنَّا لَنَنْظُرُ إِلَى الْهِلَالِ ثُمَّ الْهِلَالِ ثُمَّ الْهِلَالِ ثَلَاثَةَ أَهِلَّةٍ فِي شَهْرَيْنِ وَمَا أُوقِدَ فِي أَبْيَاتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَارٌ قَالَ قُلْتُ يَا خَالَةُ فَمَا كَانَ يُعَيِّشُكُمْ قَالَتْ الْأَسْوَدَانِ التَّمْرُ وَالْمَاءُ
Demi Allah wahai putra saudariku, kami pernah melihat hilal kemudian hilal kemudian hilal. Tiga hilal dalam 2 bulan. Tidak ada sesuatu (bahan makanan) yang dimasak (di atas api) di rumah-rumah Rasulullah shollallahu alaihi wasallam. Aku (Urwah) berkata: Wahai bibi, dengan apa kalian hidup? Aisyah mengatakan: al-Aswadaan: kurma dan air (H.R al-Bukhari dan Muslim)
Nabi pernah masuk di pagi hari ke rumah Aisyah dan bertanya: Apakah ada makanan? Aisyah menjawab: Tidak ada. Nabi menyatakan: Kalau begitu, aku berpuasa (H.R Muslim)
Rumah yang ditinggali Aisyah demikian sempit. Hanya satu kamar yang cukup untuk tidur berdua. Saat Nabi sholat malam, Aisyah masih tidur di depan beliau, tidak memungkinkan untuk Nabi bersujud karena terhalang kaki Aisyah. Maka Nabi pun menyentuh kaki Aisyah memberi isyarat agar ditarik, sehingga Nabi bisa meletakkan dahi beliau. Rumah beliau juga gelap tanpa penerangan.
Aisyah radhiyallahu anha berkata:
...وَرِجْلَايَ فِي قِبْلَتِهِ فَإِذَا سَجَدَ غَمَزَنِي فَقَبَضْتُ رِجْلَيَّ وَإِذَا قَامَ بَسَطْتُهُمَا قَالَتْ وَالْبُيُوتُ يَوْمَئِذٍ لَيْسَ فِيهَا مَصَابِيحُ
...dan kedua kakiku berada di kiblat beliau. Jika beliau akan sujud, beliau menyentuh aku sehingga aku tarik kakiku. Jika beliau berdiri, aku menjulurkan kedua kaki lagi. Pada waktu itu rumah-rumah (istri Nabi) tidak memiliki lampu (H.R Muslim)
Nabi shollallahu alaihi wasallam meninggal dunia dalam keadaan baju perang beliau tergadaikan pada seorang Yahudi, untuk mendapatkan 30 sho’ gandum sebagai makanan sehari-hari.
تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَدِرْعُهُ مَر
Periode kehidupan Nabi pernah diwarnai kecukupan bahkan kelebihan, namun juga pernah mengalami masa-masa kekurangan, dan kemiskinan. Saat kecil hingga meninggal, nuansa warna itu bercorak dalam kehidupan beliau.
Saat diasuh kakeknya, Abdul Muththolib, kehidupan beliau relatif berkecukupan. Abdul Muththolib dikenal kaya raya.
Saat diasuh Abu Tholib, sang paman, beliau hidup dalam kemiskinan. Karena secara finansial Abu Tholib memang kekurangan.
Khodijah radhiyallahu anha, istri Nabi yang pertama, adalah seorang wanita kaya raya dan mulia. Banyak membantu Nabi dengan hartanya.
Namun, tidak sedikit periode kehidupan Nabi setelahnya yang diwarnai dengan kekurangan secara finansial, miskin. Tapi itu terjadi karena Nabi memilih demikian.
Jika Nabi mau, bisa saja Allah memperjalankan gunung-gunung emas dan perak bersama beliau:
وَاللهِ يَا عَائِشَةَ ! لَوْ شِئْتُ لَأَجْرَى اللهُ مَعِي جِبَالَ الذَّهَبِ وَ الْفِضَّةِ
Demi Allah wahai Aisyah, kalau aku mau, Allah bisa memperjalankan bersamaku gunung-gunung emas dan perak (H.R Ibnu Sa’ad dalam Thobaqot – Silsilah asShahihah)
Seandainya Nabi memiliki emas sebanyak atau sebesar gunung Uhud, beliau akan membagi-bagikannya sebagai infaq di jalan Allah. Hingga setelah berlalu hari yang ke-3, yang tersisa hanyalah dinar yang dipersiapkan untuk membayar hutang.
مَا يَسُرُّنِى أَنَّ لِى أُحُدًا ذَهَبًا تَأْتِى عَلَىَّ ثَالِثَةٌ وَعِنْدِى مِنْهُ دِينَارٌ إِلاَّ دِينَارٌ أُرْصِدُهُ لِدَيْنٍ عَلَىَّ
Tidaklah membuatku senang, jika aku memiliki emas sebesar Uhud, kemudian datang hari yang ketiga, sedangkan aku masih memiliki dinar (uang emas). Kecuali dinar itu aku persiapkan untuk membayar hutangku (H.R Muslim)
Tapi memang kehidupan Nabi bersama para istri beliau di Madinah, banyak diwarnai kekurangan secara finansial.
Pernah selama tidak kurang 2 bulan berturut-turut tidak ada makanan yang bisa dipanggang, dimasak, atau direbus di atas tungku api. Hanya makan kurma dan minum air saja. Silakan disimak kisah ibunda kaum beriman, Aisyah radhiyallahu anha:
وَاللَّهِ يَا ابْنَ أُخْتِي إِنْ كُنَّا لَنَنْظُرُ إِلَى الْهِلَالِ ثُمَّ الْهِلَالِ ثُمَّ الْهِلَالِ ثَلَاثَةَ أَهِلَّةٍ فِي شَهْرَيْنِ وَمَا أُوقِدَ فِي أَبْيَاتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَارٌ قَالَ قُلْتُ يَا خَالَةُ فَمَا كَانَ يُعَيِّشُكُمْ قَالَتْ الْأَسْوَدَانِ التَّمْرُ وَالْمَاءُ
Demi Allah wahai putra saudariku, kami pernah melihat hilal kemudian hilal kemudian hilal. Tiga hilal dalam 2 bulan. Tidak ada sesuatu (bahan makanan) yang dimasak (di atas api) di rumah-rumah Rasulullah shollallahu alaihi wasallam. Aku (Urwah) berkata: Wahai bibi, dengan apa kalian hidup? Aisyah mengatakan: al-Aswadaan: kurma dan air (H.R al-Bukhari dan Muslim)
Nabi pernah masuk di pagi hari ke rumah Aisyah dan bertanya: Apakah ada makanan? Aisyah menjawab: Tidak ada. Nabi menyatakan: Kalau begitu, aku berpuasa (H.R Muslim)
Rumah yang ditinggali Aisyah demikian sempit. Hanya satu kamar yang cukup untuk tidur berdua. Saat Nabi sholat malam, Aisyah masih tidur di depan beliau, tidak memungkinkan untuk Nabi bersujud karena terhalang kaki Aisyah. Maka Nabi pun menyentuh kaki Aisyah memberi isyarat agar ditarik, sehingga Nabi bisa meletakkan dahi beliau. Rumah beliau juga gelap tanpa penerangan.
Aisyah radhiyallahu anha berkata:
...وَرِجْلَايَ فِي قِبْلَتِهِ فَإِذَا سَجَدَ غَمَزَنِي فَقَبَضْتُ رِجْلَيَّ وَإِذَا قَامَ بَسَطْتُهُمَا قَالَتْ وَالْبُيُوتُ يَوْمَئِذٍ لَيْسَ فِيهَا مَصَابِيحُ
...dan kedua kakiku berada di kiblat beliau. Jika beliau akan sujud, beliau menyentuh aku sehingga aku tarik kakiku. Jika beliau berdiri, aku menjulurkan kedua kaki lagi. Pada waktu itu rumah-rumah (istri Nabi) tidak memiliki lampu (H.R Muslim)
Nabi shollallahu alaihi wasallam meninggal dunia dalam keadaan baju perang beliau tergadaikan pada seorang Yahudi, untuk mendapatkan 30 sho’ gandum sebagai makanan sehari-hari.
تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَدِرْعُهُ مَر
✋🏻🌅🌺🌸 KEHIDUPAN YANG SESUNGGUHNYA
✍🏻 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
العيشة الهنية الراضية الباقية هو عيش الآخرة، أما الدنيا فإنه مهما طاب عيشها فمآلها للفناء
"Kehidupan yang nyaman, menyenangkan, dan kekal hanyalah kehidupan akhirat. Adapun dunia, meskipun baik kehidupannya, maka akhir kesudahannya tetaplah kefana’an."
[Syarh Riyadhush Shalihin (3/364)]
Sumber:
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
العيشة الهنية الراضية الباقية هو عيش الآخرة، أما الدنيا فإنه مهما طاب عيشها فمآلها للفناء
"Kehidupan yang nyaman, menyenangkan, dan kekal hanyalah kehidupan akhirat. Adapun dunia, meskipun baik kehidupannya, maka akhir kesudahannya tetaplah kefana’an."
[Syarh Riyadhush Shalihin (3/364)]
Sumber:
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📚📜📜📚 Silsilah Nasehat Asy Syaikh Al Walid Rabi' Hafizhahullah
15. Semangatlah untuk menyebarkan ilmu wahai ahlussunnah
Penuhilah dunia dengan ilmu, sungguh manusia sangat membutuhkannya.
قال العلامة ربيع المدخلي حفظه الله-:
املؤوا الدنيا علماً، الناس بحاجة إلى هذا العلم .
الذريعة {3/215}
📚 Adz Dzari'ah 3/215
Sumber:
Sahab NET
»https://www.fawaidsolo.com/semangatlah-untuk-menyebarkan-ilmu-wahai-ahlussunnah/
@fawaidsolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
15. Semangatlah untuk menyebarkan ilmu wahai ahlussunnah
Penuhilah dunia dengan ilmu, sungguh manusia sangat membutuhkannya.
قال العلامة ربيع المدخلي حفظه الله-:
املؤوا الدنيا علماً، الناس بحاجة إلى هذا العلم .
الذريعة {3/215}
📚 Adz Dzari'ah 3/215
Sumber:
Sahab NET
»https://www.fawaidsolo.com/semangatlah-untuk-menyebarkan-ilmu-wahai-ahlussunnah/
@fawaidsolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💥⛔❌🔥 BANYAK AMAL DAN BANYAK MENANGIS BUKAN UKURAN KEBENARAN
✍🏻 Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:
«ليست العبرة بكثرة العمل ولا بكثرة البكاء، وإنما العبرة في الطريق الذي عليه الإنسان»
"Bukanlah yang menjadi ukuran (bagi kebenaran -pent) itu dengan banyaknya amal dan bukan pula dengan banyak menangis (karena takut kepada Allah -pent), tetapi yang menjadi ukuran adalah jalan yang ditempuh oleh seseorang (apakah sesuai dengan manhaj Salaf ataukah tidak -pent)."
📚 Syarh Fadhlul Islam, hlm. 13
Sumber:
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:
«ليست العبرة بكثرة العمل ولا بكثرة البكاء، وإنما العبرة في الطريق الذي عليه الإنسان»
"Bukanlah yang menjadi ukuran (bagi kebenaran -pent) itu dengan banyaknya amal dan bukan pula dengan banyak menangis (karena takut kepada Allah -pent), tetapi yang menjadi ukuran adalah jalan yang ditempuh oleh seseorang (apakah sesuai dengan manhaj Salaf ataukah tidak -pent)."
📚 Syarh Fadhlul Islam, hlm. 13
Sumber:
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⚡️MENCELA TAKDIR ADALAH CELAAN TERHADAP RUBUBIYAH-NYA
Al-'Allaamah Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah berkata:
"Maka celaan terhadap al-qadar (takdir) adalah celaan kepada Rububiyah Allah 'Azza wa Jalla.
👉🏻Sebab, termasuk diantara kesempurnaan Rububiyah-Nya 'Azza wa Jalla yaitu :
☝🏻kita beriman bahwa segala yang berlangsung di alam semesta adalah dengan ketentuan dan takdir-Nya."
Al-Qaulul Mufiid' ala Kitaabit Tauhid, al-'Utsaimin, 1/ 388.
~~~~~~~
✍🏻Iman kepada Rububiyah Allah yaitu beriman bahwa Dia semata pencipta, penguasa, pengatur, dan pemelihara alam semesta.
• - قال العلامة ابن عثيمين رحمه الله:
• - فالطعن في القدر طعن في ربوبية الله عز وجل ؛ لأن من تمام ربوبيته عز وجل أن نؤمن بأن كل ما جرى في الكون فإنه بقضائه وقدره.
📜【 القول المفيد ( ١ / ٣٨٨ ) 】ج
Sumber:
@anNajiyahBali
Alih Bahasa: al-Ustadz Abu Yahya
al-Maidani hafizhahullah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Al-'Allaamah Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah berkata:
"Maka celaan terhadap al-qadar (takdir) adalah celaan kepada Rububiyah Allah 'Azza wa Jalla.
👉🏻Sebab, termasuk diantara kesempurnaan Rububiyah-Nya 'Azza wa Jalla yaitu :
☝🏻kita beriman bahwa segala yang berlangsung di alam semesta adalah dengan ketentuan dan takdir-Nya."
Al-Qaulul Mufiid' ala Kitaabit Tauhid, al-'Utsaimin, 1/ 388.
~~~~~~~
✍🏻Iman kepada Rububiyah Allah yaitu beriman bahwa Dia semata pencipta, penguasa, pengatur, dan pemelihara alam semesta.
• - قال العلامة ابن عثيمين رحمه الله:
• - فالطعن في القدر طعن في ربوبية الله عز وجل ؛ لأن من تمام ربوبيته عز وجل أن نؤمن بأن كل ما جرى في الكون فإنه بقضائه وقدره.
📜【 القول المفيد ( ١ / ٣٨٨ ) 】ج
Sumber:
@anNajiyahBali
Alih Bahasa: al-Ustadz Abu Yahya
al-Maidani hafizhahullah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💎 DUA SIKAP ORANG JIKA DITEGUR UNTUK BERBUAT BAIK DAN MENJAUHI KEMUNGKARAN
💬 Asy Syaikh Muhammad bin Utsaimin -rahimahullah ta'ala- berkata:
"Setiap orang yang telah berbuat baik kepadamu terutama dalam masalah agama, nasihat, amar ma'ruf dan nahi mungkar. Maka hal tersebut seharusnya menjadikan dirimu untuk mencintai dan menyukainya.
Berbeda dengan apa yang dilakukan sebagian manusia sekarang, jika kamu memerintahkannya untuk berbuat kebaikan dan mencegahnya dari berbuat kemungkaran atau mengajaknya kepada kebaikan dan membimbingnya kepada hidayah, mereka menyimpan kebencian kepadamu di dalam hatinya.
➠ Maka perkara tersebut menyelisihi akal dan agama."
📚 Syarhu Iqtidho'is Shirathil Mustaqim.. (279)
📌 قـ✑ـال الشيــخ محمـد ابن عثيمن
رحمــہ اللــہ تعالـﮯ :
☜ ڪل من أحسن إليك ولاسيما فـﮯ الدّين، والنصيحـة، والأمـر بالمعـروف، والنهي عن المنڪر، فإن هذا يقتضــﮯ منكَ أن تُحبـہ وتوده.
⇦ خلافا لِما يفعل بعض النـاس الآن، إذا أنتَ أمـرتَـہ بالمعروف ونهيتـہ عن المنڪر أو دعوتـہ إلى خير أو أرشدتـہ إلى هدى،
⇇ فإنــہ قد يحمل فـــﮯ قلبــہ عليك بغضا، وهذا خلاف العقل، وخلاف الدين
📓📔 شـرح اقتضـاء الصــراط المستقيم 【 ٢٧٩ 】
Sumber:
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💬 Asy Syaikh Muhammad bin Utsaimin -rahimahullah ta'ala- berkata:
"Setiap orang yang telah berbuat baik kepadamu terutama dalam masalah agama, nasihat, amar ma'ruf dan nahi mungkar. Maka hal tersebut seharusnya menjadikan dirimu untuk mencintai dan menyukainya.
Berbeda dengan apa yang dilakukan sebagian manusia sekarang, jika kamu memerintahkannya untuk berbuat kebaikan dan mencegahnya dari berbuat kemungkaran atau mengajaknya kepada kebaikan dan membimbingnya kepada hidayah, mereka menyimpan kebencian kepadamu di dalam hatinya.
➠ Maka perkara tersebut menyelisihi akal dan agama."
📚 Syarhu Iqtidho'is Shirathil Mustaqim.. (279)
📌 قـ✑ـال الشيــخ محمـد ابن عثيمن
رحمــہ اللــہ تعالـﮯ :
☜ ڪل من أحسن إليك ولاسيما فـﮯ الدّين، والنصيحـة، والأمـر بالمعـروف، والنهي عن المنڪر، فإن هذا يقتضــﮯ منكَ أن تُحبـہ وتوده.
⇦ خلافا لِما يفعل بعض النـاس الآن، إذا أنتَ أمـرتَـہ بالمعروف ونهيتـہ عن المنڪر أو دعوتـہ إلى خير أو أرشدتـہ إلى هدى،
⇇ فإنــہ قد يحمل فـــﮯ قلبــہ عليك بغضا، وهذا خلاف العقل، وخلاف الدين
📓📔 شـرح اقتضـاء الصــراط المستقيم 【 ٢٧٩ 】
Sumber:
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
👞 MEMAKAI SANDAL SESUAI TUNTUNAN NABI
Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
*إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِينِ وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ لِيَكُنْ الْيُمْنَى أَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ وَآخِرَهُمَا تُنْزَعُ*
"Jika salah seorang di antara kalian memakai sandal. Maka mulailah dari yang kanan dan jika melepas maka mulailah dari yang kiri.
Jadikanlah kaki kanan terlebih dahulu memakai sandal dan yang terakhir melepasnya.
📚[ HR. Al-Bukhari dan Muslim ]
Sumber:
Ittiba_uRasulillah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
*إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِينِ وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ لِيَكُنْ الْيُمْنَى أَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ وَآخِرَهُمَا تُنْزَعُ*
"Jika salah seorang di antara kalian memakai sandal. Maka mulailah dari yang kanan dan jika melepas maka mulailah dari yang kiri.
Jadikanlah kaki kanan terlebih dahulu memakai sandal dan yang terakhir melepasnya.
📚[ HR. Al-Bukhari dan Muslim ]
Sumber:
Ittiba_uRasulillah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🥇SUNGGUH AKU BANGGA DENGAN KETERASINGAN INI
SEBUAH KALIMAT BERTINTAKAN EMAS yang disampaikan oleh Syaikh Al-Bani rahimahullah
Berkata Syaikh al-Bani rahimahullahu Ta'ala :
"Jika engkau berbicara tentang tauhid maka pelaku kesyirikan akan meninggalkanmu.
Jika kamu berbicara tentang sunnah maka ahli bid'ah akan meninggalkanmu.
Jika kamu berbicara tentang dalil dan hujjah ( bukti ) maka para fanatikus madzhab, ahli tasawwuf, dan orang-orang yang bodoh akan meninggalkanmu.
Jika kamu berbicara tentang ketaatan kepada penguasa dalam kebaikan, mendoakan dan menasihati mereka, serta (menjelaskan) tentang akidah ahlus sunnah, maka orang-orang khawarij dan hizbiyyin akan meninggalkanmu,
Dan jika kamu berbicara tentang Islam serta keterikatannya dengan kehidupan, maka orang-orang sekuler, liberal dan yang serupa dengan mereka dari orang-orang yang ingin memisahkan antara agama dengan kehidupan akan meninggalkanmu.
Sungguh keterasingan yang sangat bagi kehidupan Ahlussunnah.
Mereka memerangi kita dengan segala sarana (upaya) wahai Syaikh, mereka memerangi kita menggunakan (media) informasi yang bisa terdengar, terlihat, dan tertulis.
Sampai sampai para keluarga serta kawan memerangi orang asing ini yang berpegang teguh dengan Al-Quran dan sunnah Nabi, dan ini pasti.
Kami berbahagia dengan keterasingan ini dan kami pantas berbangga dengannya karena Rosulullah ﷺ telah memuji mereka-mereka yang terasing, beliau bersabda :
"Sesungguhnya agama islam ini muncul pertama kalinya dalam keadaan terasing dan nanti akan terasing (kembali) sebagaimana kemunculannya yang pertama, maka beruntunglah mereka yang terasing."
(Maka) dikatakan kepada beliau :
"wahai Rosulullah siapakah mereka?"
Beliau menjawab :
"yaitu orang-orang yang baik ketika manusia ( menjadi ) jelek."
📕 Silsilah as-Shahihah 1273
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
Baca selengkapnya : https://www.atsar.id/2017/10/terasingnya-ahlul-haq-di-akhir-zaman.html
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
@atsarid
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
SEBUAH KALIMAT BERTINTAKAN EMAS yang disampaikan oleh Syaikh Al-Bani rahimahullah
Berkata Syaikh al-Bani rahimahullahu Ta'ala :
"Jika engkau berbicara tentang tauhid maka pelaku kesyirikan akan meninggalkanmu.
Jika kamu berbicara tentang sunnah maka ahli bid'ah akan meninggalkanmu.
Jika kamu berbicara tentang dalil dan hujjah ( bukti ) maka para fanatikus madzhab, ahli tasawwuf, dan orang-orang yang bodoh akan meninggalkanmu.
Jika kamu berbicara tentang ketaatan kepada penguasa dalam kebaikan, mendoakan dan menasihati mereka, serta (menjelaskan) tentang akidah ahlus sunnah, maka orang-orang khawarij dan hizbiyyin akan meninggalkanmu,
Dan jika kamu berbicara tentang Islam serta keterikatannya dengan kehidupan, maka orang-orang sekuler, liberal dan yang serupa dengan mereka dari orang-orang yang ingin memisahkan antara agama dengan kehidupan akan meninggalkanmu.
Sungguh keterasingan yang sangat bagi kehidupan Ahlussunnah.
Mereka memerangi kita dengan segala sarana (upaya) wahai Syaikh, mereka memerangi kita menggunakan (media) informasi yang bisa terdengar, terlihat, dan tertulis.
Sampai sampai para keluarga serta kawan memerangi orang asing ini yang berpegang teguh dengan Al-Quran dan sunnah Nabi, dan ini pasti.
Kami berbahagia dengan keterasingan ini dan kami pantas berbangga dengannya karena Rosulullah ﷺ telah memuji mereka-mereka yang terasing, beliau bersabda :
"Sesungguhnya agama islam ini muncul pertama kalinya dalam keadaan terasing dan nanti akan terasing (kembali) sebagaimana kemunculannya yang pertama, maka beruntunglah mereka yang terasing."
(Maka) dikatakan kepada beliau :
"wahai Rosulullah siapakah mereka?"
Beliau menjawab :
"yaitu orang-orang yang baik ketika manusia ( menjadi ) jelek."
📕 Silsilah as-Shahihah 1273
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
Baca selengkapnya : https://www.atsar.id/2017/10/terasingnya-ahlul-haq-di-akhir-zaman.html
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
@atsarid
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔊SEKILAS INFO
~~~~~~~~~~~~~
Bismillah...
Afwan... untuk kajian Rutin ahad pagi besok di masjid Ahmad Farhan,..
~~~~~~
LIBUR
~~~~~~
Dikarenakan Ustadz & Ikhwah kota Palembang ada kegiatan kerja bakti bersama di lahan Ma'had & pemukiman Ahlussunnah kota Palembang.
Demikian informasi yang bisa kami sampaikan...
Jazaakumullahu khoiron wa Baarakallahu fiikum
~~~~~~~~~~~~~
Bismillah...
Afwan... untuk kajian Rutin ahad pagi besok di masjid Ahmad Farhan,..
~~~~~~
LIBUR
~~~~~~
Dikarenakan Ustadz & Ikhwah kota Palembang ada kegiatan kerja bakti bersama di lahan Ma'had & pemukiman Ahlussunnah kota Palembang.
Demikian informasi yang bisa kami sampaikan...
Jazaakumullahu khoiron wa Baarakallahu fiikum
☝ALLAH MAHA KUASA ATAS SEGALA SESUATU
Dikatakan kepada Ibnu Abbas:
"Bagaimana Allah mengajak bicara manusia seluruhnya pada hari kiamat dalam satu saat?
Beliau menjawab: Sebagaimana Allah memberi Rizki kepada kalian di dunia dalam satu saat!
📚 Lihat: Fatawa Ibnu Taimiyah 5/133.
❒ قيل لابن عباس :
كيف يكلم الله الناس كلهم يوم القيامة في ساعة واحدة ؟
قال : كما يرزقهم كلهم في الدنيا في ساعة واحدة !
🔦انظر : (فتاوى ابن تيمية 133/5)
Sumber:
@dorr_salfih0
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Dikatakan kepada Ibnu Abbas:
"Bagaimana Allah mengajak bicara manusia seluruhnya pada hari kiamat dalam satu saat?
Beliau menjawab: Sebagaimana Allah memberi Rizki kepada kalian di dunia dalam satu saat!
📚 Lihat: Fatawa Ibnu Taimiyah 5/133.
❒ قيل لابن عباس :
كيف يكلم الله الناس كلهم يوم القيامة في ساعة واحدة ؟
قال : كما يرزقهم كلهم في الدنيا في ساعة واحدة !
🔦انظر : (فتاوى ابن تيمية 133/5)
Sumber:
@dorr_salfih0
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
💐🌹🌷🌻 TAKUT, CINTA, DAN HANYA BERHARAP KEPADA ALLAH SAJA
✍🏻 Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
من خاف غير الله سُلط عليه، كما أن من أحب مع الله غيره عُذب به، ومن رجا مع الله غيره خُذل، أمور تجربتها تكفي عن أدلتها.
"Siapa saja yang takut kepada selain Allah maka selain Allah yang dia takuti itu akan dikuasakan terhadapnya, sebagaimana siapa saja yang mencintai bersama Allah kepada selain-Nya maka dia akan tersiksa dengannya, dan siapa saja yang berharap bersama Allah kepada selain-Nya maka dia akan ditelantarkan. Ini semua adalah perkara-perkara yang pengalaman sudah cukup sebagai bukti."
📚 Miftah Daaris Sa'adah, jilid 3 hlm. 1554
Sumber :
https://twitter.com/Arafatbinhassan/status/765984452120088576
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
من خاف غير الله سُلط عليه، كما أن من أحب مع الله غيره عُذب به، ومن رجا مع الله غيره خُذل، أمور تجربتها تكفي عن أدلتها.
"Siapa saja yang takut kepada selain Allah maka selain Allah yang dia takuti itu akan dikuasakan terhadapnya, sebagaimana siapa saja yang mencintai bersama Allah kepada selain-Nya maka dia akan tersiksa dengannya, dan siapa saja yang berharap bersama Allah kepada selain-Nya maka dia akan ditelantarkan. Ini semua adalah perkara-perkara yang pengalaman sudah cukup sebagai bukti."
📚 Miftah Daaris Sa'adah, jilid 3 hlm. 1554
Sumber :
https://twitter.com/Arafatbinhassan/status/765984452120088576
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🏍🚗🚅 TIDAK ADA PEMBERHENTIAN BAGI PERJALANAN INI KECUALI DI SURGA ATAU NERAKA
💬 Ibnul Qayyim -rahimahullah ta'ala- berkata :
"Manusia sejak diciptakan mereka senantiasa dalam sebuah perjalanan dan tidak ada bagi mereka pemberhentian dari perjalanan mereka kecuali di surga atau di neraka."
📚 Al Fawaid halaman (200)
قال ابن القيم -رحمه الله تعالى
" اﻟﻨﺎﺱ ﻣﻨﺬ ﺧﻠﻘﻮا ﻟﻢ ﻳﺰاﻟﻮا ﻣﺴﺎﻓﺮﻳﻦ ﻭﻟﻴﺲ ﻟﻬﻢ ﺣﻂ ﻋﻦ ﺭﺣﺎﻟﻬﻢ ﺇﻻ ﻓﻲ اﻟﺠﻨﺔ ﺃﻭ اﻟﻨﺎﺭ " اﻫـ .
• انظر : (الفوائد) (ص - ٢٠٠)
Sumber:
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💬 Ibnul Qayyim -rahimahullah ta'ala- berkata :
"Manusia sejak diciptakan mereka senantiasa dalam sebuah perjalanan dan tidak ada bagi mereka pemberhentian dari perjalanan mereka kecuali di surga atau di neraka."
📚 Al Fawaid halaman (200)
قال ابن القيم -رحمه الله تعالى
" اﻟﻨﺎﺱ ﻣﻨﺬ ﺧﻠﻘﻮا ﻟﻢ ﻳﺰاﻟﻮا ﻣﺴﺎﻓﺮﻳﻦ ﻭﻟﻴﺲ ﻟﻬﻢ ﺣﻂ ﻋﻦ ﺭﺣﺎﻟﻬﻢ ﺇﻻ ﻓﻲ اﻟﺠﻨﺔ ﺃﻭ اﻟﻨﺎﺭ " اﻫـ .
• انظر : (الفوائد) (ص - ٢٠٠)
Sumber:
@salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🔺BERKURBAN HEWAN APA YANG PALING UTAMA
Yang paling afdalnya ialah berkurban seekor unta sendirian. Jika tidak mampu atau sulit terlaksana seperti di tempat kita; maka seekor sapi sendirian. Kemudian setelah itu seekor kambing sendirian.
▫️ Imam Nawawi rahimahullah mengatakan,
"Dalam madzhab kami, kurban yang paling utama ialah dengan unta, kemudian sapi, kemudian kambing. Pendapat ini pula yang dipegangi oleh Abu Hanifah, Ahmad, dan Dawud." (Al-Majmu', VIII/370)
Yang menunjukkan bahwa urutan yang paling utamanya ialah demikian adalah sabda Nabi Muhammad ﷺ berikut,
َ مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ
"Barangsiapa mandi pada hari Jum'at seperti mandi janabah, lalu berangkat (di pagi hari, pent) menuju masjid; maka dia seolah berkurban seekor unta. Dan barangiapa datang pada waktu kedua maka dia seperti berkurban seekor sapi. Dan barangiapa datang pada waktu ketiga maka seperti berkurban seekor kambing yang bertanduk." HR. Al-Bukhari (881) dan Muslim (850)
Dalam hadits ini Nabi Muhammad ﷺ menyebutkan yang berangkat paling awal seolah seperti berkurban dengan seekor unta; yang itu menunjukkan bahwa kurban dengan unta adalah yang paling utama.
Dan yang juga penting untuk kita ketahui, berkurban dengan seekor kambing sendirian itu lebih utama dari pada berkurban seekor unta atau sapi secara patungan.
▫️ Asy-Syaikh Abu Ishaq Ibrahim bin Ali asy-Syirazi rahimahullah berkata,
"Kurban dengan kambing lebih utama dari pada gabungan tujuh orang untuk kurban unta atau sapi, karena dia bersendiri dalam menumpahkan darah kurban." (Al-Muhadzdzab, II/833)
▫️ Keterangan semisal ini juga dikemukakan oleh Imam Ibnu Qudamah rahimahullah dalam al-Mughni (XIII/366),
"Kurban dengan kambing lebih utama daripada berserikat dalam kurban unta. Karena menumpahkan darah hewan (sebagai bentuk pengagungan pada Allah, pent) merupakan maksud utama ibadah kurban. Dan yang sendiri dalam kurban bermakna dia yang menumpahkan darah secara keseluruhan."
Sumber:
@nasehatetam
🖥 www.nasehatetam.net
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Yang paling afdalnya ialah berkurban seekor unta sendirian. Jika tidak mampu atau sulit terlaksana seperti di tempat kita; maka seekor sapi sendirian. Kemudian setelah itu seekor kambing sendirian.
▫️ Imam Nawawi rahimahullah mengatakan,
"Dalam madzhab kami, kurban yang paling utama ialah dengan unta, kemudian sapi, kemudian kambing. Pendapat ini pula yang dipegangi oleh Abu Hanifah, Ahmad, dan Dawud." (Al-Majmu', VIII/370)
Yang menunjukkan bahwa urutan yang paling utamanya ialah demikian adalah sabda Nabi Muhammad ﷺ berikut,
َ مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ
"Barangsiapa mandi pada hari Jum'at seperti mandi janabah, lalu berangkat (di pagi hari, pent) menuju masjid; maka dia seolah berkurban seekor unta. Dan barangiapa datang pada waktu kedua maka dia seperti berkurban seekor sapi. Dan barangiapa datang pada waktu ketiga maka seperti berkurban seekor kambing yang bertanduk." HR. Al-Bukhari (881) dan Muslim (850)
Dalam hadits ini Nabi Muhammad ﷺ menyebutkan yang berangkat paling awal seolah seperti berkurban dengan seekor unta; yang itu menunjukkan bahwa kurban dengan unta adalah yang paling utama.
Dan yang juga penting untuk kita ketahui, berkurban dengan seekor kambing sendirian itu lebih utama dari pada berkurban seekor unta atau sapi secara patungan.
▫️ Asy-Syaikh Abu Ishaq Ibrahim bin Ali asy-Syirazi rahimahullah berkata,
"Kurban dengan kambing lebih utama dari pada gabungan tujuh orang untuk kurban unta atau sapi, karena dia bersendiri dalam menumpahkan darah kurban." (Al-Muhadzdzab, II/833)
▫️ Keterangan semisal ini juga dikemukakan oleh Imam Ibnu Qudamah rahimahullah dalam al-Mughni (XIII/366),
"Kurban dengan kambing lebih utama daripada berserikat dalam kurban unta. Karena menumpahkan darah hewan (sebagai bentuk pengagungan pada Allah, pent) merupakan maksud utama ibadah kurban. Dan yang sendiri dalam kurban bermakna dia yang menumpahkan darah secara keseluruhan."
Sumber:
@nasehatetam
🖥 www.nasehatetam.net
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⚠💥🌺⭕ BERHUTANG UNTUK BERKURBAN DAN MEMBERI UPAH DAGING KURBAN UNTUK JAGAL
✍🏻 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
📪 Pertayaan:
هل يجوز شراء الأضحية بالدين؟ وهل يُعطى الجزار أجرة منها أو يُهدى له منها؟
Apakah boleh membeli hewan kurban dengan hasil hutang? Apakah jagalnya boleh diberi upah dari daging kurban atau dihadiahi dari sebagian daging kurban?
🔓 Jawaban:
إذا كان الرجل ليس عنده قيمة الأضحية في وقت العيد لكنه يأمل أن سيحصل على قيمتها عن قُرب، كرجل موظف ليس بيده شيء في وقت العيد، لكن يعلم إذا تسَلَّم راتبه سهل عليه تسليم القيمة فإنه في هذه الحال لا حرج عليه أن يستدين
Jika seorang tidak memiliki uang seharga hewan kurban di waktu ied, akan tetapi ada harapan akan mendapatkan uang senilai itu dalam waktu dekat, seperti seorang pegawai yang tidak memiliki uang di waktu ied, akan tetapi ia tahu jika ia menerima gajinya, mudah bagi dia menyerahkan harga hewan kurban. Maka dalam kondisi ini tidak mengapa baginya berhutang untuk berkurban.
وأما من لا يأمل الحصول على قيمتها من قرب فلا ينبغي أن يستدين للأضحية.وأما إعطاء الجزار أجرته منها فلا يجوز. وأما إعطاؤه هدية منها فلا بأس به.
Dan adapun orang yang tidak ada harapan mendapatkan uang seharga hewan kurban dalam waktu dekat, maka tidak sepantasnya dia berhutang untuk berkurban. Dan adapun memberikan upah untuk jagal dari sebagian daging kurban (termasuk kulit, kepala dan kaki) maka itu tidak boleh. Adapun memberikan daging sebagai hadiah kepadanya maka itu tidak mengapa.
[Majmu' Fatawa wa rasail Al-Utsaimin 25/110]
📪 Pertanyaan:
هل يجوز الإستدانة من أجل الأضحية؟
Apakah boleh berhutang untuk tujuan berkurban?
🔓 Jawaban:
يجوز إذا كان عنده سداد والسداد غير موجود الآن لكن ينتظره ويؤمله فله ذلك
Boleh jika dia memiliki uang dalam keadaan uangnya belum ada sekarang ini, akan tetapi ia masih menunggunya dan mengharapkannya. Maka boleh baginya hal itu.
[Syarh Sunan At-Tirmidzi Al-Abbad kaset 235]
Sumber:
🌍 http://forumsalafy.net/berhutang-untuk-berkurban-dan-memberi-upah-daging-kurban-untuk-jagal/
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah
📪 Pertayaan:
هل يجوز شراء الأضحية بالدين؟ وهل يُعطى الجزار أجرة منها أو يُهدى له منها؟
Apakah boleh membeli hewan kurban dengan hasil hutang? Apakah jagalnya boleh diberi upah dari daging kurban atau dihadiahi dari sebagian daging kurban?
🔓 Jawaban:
إذا كان الرجل ليس عنده قيمة الأضحية في وقت العيد لكنه يأمل أن سيحصل على قيمتها عن قُرب، كرجل موظف ليس بيده شيء في وقت العيد، لكن يعلم إذا تسَلَّم راتبه سهل عليه تسليم القيمة فإنه في هذه الحال لا حرج عليه أن يستدين
Jika seorang tidak memiliki uang seharga hewan kurban di waktu ied, akan tetapi ada harapan akan mendapatkan uang senilai itu dalam waktu dekat, seperti seorang pegawai yang tidak memiliki uang di waktu ied, akan tetapi ia tahu jika ia menerima gajinya, mudah bagi dia menyerahkan harga hewan kurban. Maka dalam kondisi ini tidak mengapa baginya berhutang untuk berkurban.
وأما من لا يأمل الحصول على قيمتها من قرب فلا ينبغي أن يستدين للأضحية.وأما إعطاء الجزار أجرته منها فلا يجوز. وأما إعطاؤه هدية منها فلا بأس به.
Dan adapun orang yang tidak ada harapan mendapatkan uang seharga hewan kurban dalam waktu dekat, maka tidak sepantasnya dia berhutang untuk berkurban. Dan adapun memberikan upah untuk jagal dari sebagian daging kurban (termasuk kulit, kepala dan kaki) maka itu tidak boleh. Adapun memberikan daging sebagai hadiah kepadanya maka itu tidak mengapa.
[Majmu' Fatawa wa rasail Al-Utsaimin 25/110]
📪 Pertanyaan:
هل يجوز الإستدانة من أجل الأضحية؟
Apakah boleh berhutang untuk tujuan berkurban?
🔓 Jawaban:
يجوز إذا كان عنده سداد والسداد غير موجود الآن لكن ينتظره ويؤمله فله ذلك
Boleh jika dia memiliki uang dalam keadaan uangnya belum ada sekarang ini, akan tetapi ia masih menunggunya dan mengharapkannya. Maka boleh baginya hal itu.
[Syarh Sunan At-Tirmidzi Al-Abbad kaset 235]
Sumber:
🌍 http://forumsalafy.net/berhutang-untuk-berkurban-dan-memberi-upah-daging-kurban-untuk-jagal/
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com