Salafy Palembang ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
5.88K subscribers
5.43K photos
445 videos
309 files
14.5K links
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Download Telegram
๐ŸŒ…๐ŸŒบโœ…๐ŸŒ” MENELADANI NABI DALAM BERIEDUL FITRI
(Bagian 1)

โœ๐Ÿป Ditulis Oleh:
Al Ustadz Qamar Su'aidy Lc hafizhahullah

Idul Fitri bisa memiliki banyak makna bagi tiap-tiap orang. Ada yang memaknai Idul Fitri sebagai hari yang menyenangkan karena tersedianya banyak makanan enak, baju baru, banyaknya hadiah, dan lainnya. Ada lagi yang memaknai Idul Fitri sebagai saat yang paling tepat untuk pulang kampung dan berkumpul bersama handai tolan. Sebagian lagi rela melakukan perjalanan yang cukup jauh untuk mengunjungi tempat-tempat wisata, dan berbagai aktivitas lain yang bisa kita saksikan.

Namun barangkali hanya sedikit yang mau untuk memaknai Idul Fitri sebagaimana Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam โ€œmemaknainyaโ€.

Idul Fitri memang hari istimewa. Secara syarโ€™i pun dijelaskan bahwa Idul Fitri merupakan salah satu hari besar umat Islam selain Hari Raya Idul Adha. Karenanya, agama ini membolehkan umatnya untuk mengungkapkan perasaan bahagia dan bersenang-senang pada hari itu. Sebagai bagian dari ritual agama, prosesi perayaan Idul Fitri sebenarnya tak bisa lepas dari aturan syariat. Ia harus didudukkan sebagaimana keinginan syariat.

Bagaimana masyarakat kita selama ini menjalani perayaan Idul Fitri yang datang menjumpai? Secara lahir, kita menyaksikan perayaan Hari Raya Idul Fitri masih sebatas sebagai rutinitas tahunan yang memakan biaya besar dan juga melelahkan. Kita sepertinya belum menemukan esensi yang sebenarnya dari Hari Raya Idul Fitri sebagaimana yang dimaukan syariat.

Bila Ramadhan sudah berjalan 3 minggu atau sepekan lagi ibadah puasa usai, โ€œaromaโ€ Idul Fitri seolah mulai tercium. Ibu-ibu pun sibuk menyusun menu makanan dan kue-kue, baju-baju baru ramai diburu, transportasi mulai padat karena banyak yang bepergian atau karena arus mudik mulai menidngkat, serta berbagai aktivitas lainya. Semua itu seolah sudah menjadi aktivitas โ€œwajibโ€ menjelang Idul Fitri, belum ada tanda-tanda menurun atau berkurang.

Untuk mengerjakan sebuah amal ibadah, bekal ilmu syarโ€™i memang mutlak diperlukan. Bila tidak, ibadah hanya dikerjakan berdasar apa yang dia lihat dari para orang tua. Tak ayal, bentuk amalannya pun menjadi demikian jauh dari yang dimaukan syariat.
Demikian pula dengan Idul Fitri. Bila kita paham bagaimana bimbingan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam dalam masalah ini, tentu berbagai aktivitas yang selama ini kita saksikan bisa diminimalkan.


Beridul Fitri tidak harus menyiapkan makanan enak dalam jumlah banyak, tidak harus beli baju baru karena baju yang bersih dan dalam kondisi baik pun sudah mencukupi, tidak harus mudik karena bersilaturahim dengan para saudara yang sebenarnya bisa dilakukan kapan saja, dan sebagainya. Dengan tahu bimbingan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, beridul Fitri tidak lagi butuh biaya besar dan semuanya terasa lebih mudah

Bersambung
Ke bagian 2


๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com

๐Ÿ“š Sumber:
Majalah Asy Syariah http://asysyariah.com
โšช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ http://telegram.me/ForumSalafy
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
๐ŸŒ…๐ŸŒบโœ…๐ŸŒ” MENELADANI NABI DALAM BERIEDUL FITRI
(Bagian 2)

โœ๐Ÿผ Ditulis Oleh:
Al Ustadz Qamar Su'aidy Lc hafizhahullah

โ–ช Definisi Id (Hari Raya)

Ibnul Aโ€™rabi mengatakan: โ€œId (kembali) dinamakan demikian karena setiap tahun terulang dengan kebahagiaan yang baru.โ€
(Al-Lisan hal. 5)

Ibnu Taimiyyah berkata:
โ€œId adalah sebutan untuk sesuatu yang selalu terulang berupa perkumpulan yang bersifat massal, baik tahunan, mingguan atau bulanan.โ€
(dinukil dari Fathul Majid hal. 289 tahqiq Al-Furayyan) Id dalam Islam adalah Idul Fitri, Idul Adha dan Hari Jumโ€™at.

Dari Anas bin Malik ia berkata: Rasulullah datang ke Madinah dalam keadaan orang-orang Madinah mempunyai 2 hari (raya) yang mereka bermain-main padanya.

~ Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam berkata:
โ€œApa (yang kalian lakukan) dengan 2 hari itu?โ€ Mereka menjawab: โ€œKami bermain-main padanya waktu kami masih jahiliyyah.โ€

~ Maka Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:
โ€œSesungguhnya Allah telah menggantikannya untuk kalian dengan yang lebih baik dari keduanya, yaitu Idul Adha dan Idul Fitri.โ€
(Shahih, HR. Abu Dawud no. 1004, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani)

โ–ช Hukum Shalat Id

โœ๐Ÿผ Ibnu Rajab berkata:
โ€œPara ulama berbeda pendapat tentang hukum Shalat Id menjadi 3 pendapat:

โ— Pertama: Shalat Id merupakan amalan Sunnah (ajaran Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam) yang dianjurkan, seandainya orang-orang meninggalkannya maka tidak berdosa. Ini adalah pendapat Al-Imam Ats-Tsauri dan salah satu riwayat dari Al-Imam Ahmad.

โ— Kedua: Bahwa itu adalah fardhu kifayah, sehingga jika penduduk suatu negeri sepakat untuk tidak melakukannya berarti mereka semua berdosa dan mesti diperangi karena meninggalkannya. Ini yang tampak dari madzhab Al-Imam Ahmad dan pendapat sekelompok orang dari madzhab Hanafi dan Syafiโ€™i.

โ— Ketiga: Wajib โ€˜ain (atas setiap orang) seperti halnya Shalat Jumโ€™at. Ini pendapat Abu Hanifah dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad. Al-Imam Asy-Syafiโ€™i (sendiri) menga-takan dalam (buku) Mukhtashar Al-Muzani:

โ€œBarangsiapa memiliki kewajiban untuk mengerjakan Shalat Jumโ€™at, wajib baginya untuk menghadiri shalat 2 hari raya. Dan ini tegas bahwa hal itu wajib โ€˜ain.โ€
(Diringkas dari Fathul Bari Ibnu Rajab, 6/75-76)

โœ… Yang terkuat dari pendapat yang ada โ€“wallahu aโ€™lamโ€“ adalah pendapat ketiga dengan dalil berikut:

Dari Ummu โ€˜Athiyyah ia mengatakan: Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kami untuk mengajak keluar (kaum wanita) pada (hari raya) Idul Fitri dan Idul Adha yaitu gadis-gadis, wanita yang haid, dan wanita-wanita yang dipingit. Adapun yang haid maka dia menjauhi tempat shalat dan ikut menyaksikan kebaikan dan dakwah muslimin.

Aku berkata: โ€œWahai Rasulullah, salah seorang dari kami tidak memiliki jilbab?โ€
Nabi menjawab:
โ€œHendaknya saudaranya meminjamkan jilbabnya.โ€

(Shahih, HR. Al-Bukhari dan Muslim, ini lafadz Muslim Kitabul โ€˜Idain Bab Dzikru Ibahati Khurujinnisa)

Perhatikanlah perintah Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam untuk pergi menuju tempat shalat, sampai-sampai yang tidak punya jilbabpun tidak mendapatkan udzur. Bahkan tetap harus keluar dengan dipinjami jilbab oleh yang lain.

Shiddiq Hasan Khan berkata: โ€œPerintah untuk keluar berarti perintah untuk shalat bagi yang tidak punya udzurโ€ฆ Karena keluarnya (ke tempat shalat) merupakan sarana untuk shalat dan wajibnya sarana tersebut berkonsekuensi wajibnya yang diberi sarana (yakni shalat).
Di antara dalil yang menunjukkan wajibnya Shalat Id adalah bahwa Shalat Id menggugurkan Shalat Jumโ€™at bila keduanya bertepatan dalam satu hari. Dan sesuatu yang tidak wajib tidak mungkin menggugurkan suatu kewajiban.โ€

(Ar-Raudhatun Nadiyyah, 1/380 dengan At-Taโ€™liqat Ar-Radhiyyah. Lihat pula lebih rinci dalam Majmuโ€™ Fatawa, 24/179-186, As-Sailul Jarrar, 1/315, Tamamul Minnah, hal. 344)

Bersambung
Ke bagian 3


๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com

๐Ÿ“š Sumber:
Majalah Asy Syariah http://asysyariah.com
__
โšช WhatsApp Salafy Indonesia__
โฉ http://telegram.me/ForumSalafy
๐ŸŒ…๐ŸŒบโœ…๐ŸŒ” MENELADANI NABI DALAM BERIEDUL FITRI
(Bagian 3)

โœ๐Ÿผ Ditulis Oleh:
Al-Ustadz Qamar Su'aidy. Lc

โ–ช Wajibkah Shalat Id Bagi Musafir?

Sebuah pertanyaan telah diajukan kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, yang intinya: Apakah untuk Shalat Id disyaratkan pelakunya seorang yang mukim (tidak sedang bepergian)?

Beliau kemudian menjawab yang intinya: โ€œUlama berbeda pendapat dalam masalah ini. Ada yang mengatakan, disyaratkan mukim. Ada yang mengatakan, tidak disyaratkan mukim.โ€

Lalu beliau mengatakan: โ€œYang benar tanpa keraguan, adalah pendapat yang pertama. Yaitu Shalat Id tidak disyariatkan bagi musafir, karena Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam banyak melakukan safar dan melakukan 3 kali umrah selain umrah haji, beliau juga berhaji wadaโ€™ dan ribuan manusia menyertai beliau, serta beliau berperang lebih dari 20 peperangan, namun tidak seorangpun menukilkan bahwa dalam safarnya beliau melakukan Shalat Jumโ€™at dan Shalat Idโ€ฆโ€
(Majmuโ€™ Fatawa, 24/177-178)

โ–ช Mandi Sebelum Melakukan Shalat Id

โ€œDari Malik dari Nafiโ€™, ia berkata bahwa Abdullah bin Umar dahulu mandi pada hari Idul Fitri sebelum pergi ke mushalla (lapangan).โ€
(Shahih, HR. Malik dalam Al-Muwaththa dan Al-Imam Asy-Syafiโ€™i dari jalannya dalam Al-Umm)

Dalam atsar lain dari Zadzan, seseorang bertanya kepada โ€˜Ali tentang mandi, maka โ€˜Ali berkata: โ€œMandilah setiap hari jika kamu mau.โ€ Ia menjawab: โ€œTidak, mandi yang itu benar-benar mandi.โ€ Ali berkata: โ€œHari Jumโ€™at, hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari Idul Fitri.โ€ (HR. Al-Baihaqi, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa, 1-176-177))

โ–ช Memakai Wewangian

โ€œDari Musa bin โ€˜Uqbah, dari Nafiโ€™ bahwa Ibnu โ€˜Umar mandi dan memakai wewangian di hari Idul fitri.โ€ (Riwayat Al-Firyabi dan Abdurrazzaq)

Al-Baghawi berkata: โ€œDisunnahkan untuk mandi di hari Id. Diriwayatkan dari Ali bahwa beliau mandi di hari Id, demikian pula yang sejenis itu dari Ibnu Umar dan Salamah bin Akwaโ€™ dan agar memakai pakaian yang paling bagus yang dia dapati serta agar memakai wewangian.โ€ (Syarhus Sunnah, 4/303)

โ–ช Memakai Pakaian yang Bagus

Dari Abdullah bin Umar bahwa Umar mengambil sebuah jubah dari sutera yang dijual di pasar maka dia bawa kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, lalu Umar berkata:

โ€œWahai Rasulullah, belilah ini dan berhiaslah dengan pakaian ini untuk hari raya dan menyambut utusan-utusan.โ€

~ Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam pun berkata:
โ€œIni adalah pakaian orang yang tidak akan dapat bagian (di akhirat)โ€ฆ.โ€
(Shahih, HR. Al-Bukhari Kitabul Jumโ€™ah Bab Fil โ€˜Idain wat Tajammul fihi dan Muslim Kitab Libas Waz Zinah)

Ibnu Rajab berkata: โ€œHadits ini menunjukkan disyariatkannya berhias untuk hari raya dan bahwa ini perkara yang biasa di antara mereka.โ€ (Fathul Bari)

Bersambung
Ke bagian 4


๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com

๐Ÿ“š Sumber:
Majalah Asy Syariah http://asysyariah.com
โšช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ http://telegram.me/ForumSalafy
โœ‹๐Ÿป๐ŸŒ…๐ŸŒ•๐Ÿ’ฆ BERPISAH DENGAN INDAHNYA BULAN RAMADHAN

โœ๐Ÿป Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah

ุนุจุงุฏ ุงู„ู„ู‡ุŒ ู„ุฆู† ุงู†ุชู‡ู‰ ุดู‡ุฑ ุฑู…ุถุงู† ูุฅู† ุญู‚ ุงู„ู„ู‡ ู„ุง ูŠู†ุชู‡ูŠ ุฅู„ุง ุจุงู„ู…ูˆุช

Wahai sekalian hamba-hamba Allah. Bila nanti bulan Ramadhan telah usai, maka sesungguhnya hak-hak Allah tak akan pernah usai, kecuali dengan kematian.

Allah Ta'ala berfirman:

ูˆูŽุงุนู’ุจูุฏู’ ุฑูŽุจู‘ูŽูƒูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุฃู’ุชููŠูŽูƒูŽ ุงู„ู’ูŠูŽู‚ููŠู†ู

โ€œDan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu al yaqin (yakni ajal).โ€ (QS. Al Hijr: 99)

ุงู„ู„ู‡ ู‡ูˆ ุฑุจ ุฑู…ุถุงู† ูˆู‡ูˆ ุฑุจ ุดูˆุงู„ ูˆู‡ูˆ ุฑุจ ุฌู…ูŠุน ุดู‡ูˆุฑ ุงู„ุณู†ุฉุŒ ูุงุชู‚ูˆุง ุงู„ู„ู‡ ููŠ ูƒู„ ุงู„ุดู‡ูˆุฑ

Dialah Allah Rabbnya bulan ramadhan, dan Dialah Rabbnya bulan syawal, dan Dialah Rabb seluruh bulan-bulan dalam satu tahunnya. Maka hendaknya kalian bertaqwa kepada Allah dalam seluruh bulan-bulan yang ada.

ูุญุงูุธูˆุง ุนู„ู‰ ุฏูŠู†ูƒู… ูˆุชู…ุณูƒูˆุง ุจู‡ ููŠ ูƒู„ ุงู„ุดู‡ูˆุฑ ูˆููŠ ูƒู„ ุงู„ุฃูˆู‚ุงุช

Jagalah diri-diri kalian dalam beragama, peganglah dengan erat-erat disetiap bulan dan waktu.

ุฅู† ุดู‡ุฑ ุฑู…ุถุงู† ูŠุชุจุน ุจุงู„ุดูƒุฑ ูˆูŠุชุจุน ุจุงู„ุงุณุชุบูุงุฑ ูˆูŠุชุจุน ุจุงู„ูุฑุญ ุจูุถู„ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฐูŠ ู…ูƒู†ู†ุง ู…ู† ุตูŠุงู…ู‡ ูˆู‚ูŠุงู…ุฉ

Sesungguhnya bulan ramadhan pergi diiringi dengan syukur, diiringi dengan permohonan ampunan dan diiringi pula dengan kebahagiaan atas keutamaan dari Allah. Yaitu kebahagiaan karena sebab Allah telah memberikan kesempatan kepada kita beramal, untuk melewatinya dengan puasa dan shalat.

ูู†ุญู† ู†ูุฑุญ ุจู‡ุฐู‡ู ู†ุนู…ุฉ ู„ุง ู†ูุฑุญ ุจุงู†ู‚ุถุงุก ุงู„ุดู‡ุฑุŒ ูˆุฅู†ู†ุง ู†ูุฑุญ ุจุฃู†ู†ุง ุฃูƒู…ู„ู†ู‡ุง ููŠ ุนุจุงุฏุฉ ู„ู„ู‡ ู„ู‡ุฐุง ู†ูุฑุญ

Maka kita berbahagia dengan nikmat besar ini dan bukanlah kita berbahagia karena telah perginya bulan ramadhan ini. Demikian pula kita berbahagia karena kita telah menyempurnakan bulan ini dengan segenap ibadah. Karena sebab inilah kita berbahagia.

Allah Ta'ala berfirman:

ู‚ูู„ู’ ุจูููŽุถู’ู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุชูู‡ู ููŽุจูุฐูŽูฐู„ููƒูŽ ููŽู„ู’ูŠูŽูู’ุฑูŽุญููˆุง ู‡ููˆูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู…ูู…ู‘ูŽุง ูŠูŽุฌู’ู…ูŽุนููˆู†ูŽ

โ€œKatakanlah, dengan keutamaan dari Allah dan rahmat-Nya, oleh karena itulah hendaknya kalian berbahagia. Dialah Allah yang akan membalas dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah kalian persembahkan." (QS Yunus : 58)

ูˆุญุฐุฑูˆุง ู…ู† ูƒุซุฑุฉ ุงู„ู„ู‡ูˆ ูˆุงู„ู„ุนุจ ูˆูƒุซุฑุฉ ุงู„ุบูู„ุฉ ูˆุงู„ุฅุนุฑุงุถ ุนู† ุทุงุนุฉ ู„ู„ู‡

Berhati-hatilah kalian dari banyak tindakan sia-sia, bergurau, bermain-main dan meninggalkan ketaatan kepada Allah.

ู„ุฃู† ุงู„ุดูŠุทุงู† ุญุฑูŠุต ุนู„ู‰ ุฃู† ูŠุจุทู„ ุฃุนู…ุงู„ูƒู…

Dikarenakan setan sangatlah berambisi untuk membuat batal amal ibadah kalian, sangat berambisi untuk bisa terhapus amal kebajikan kalian.

ูˆุฃู† ูŠู…ุญูˆ ูƒู„ ู…ุง ูุนู„ุชู…ูˆู‡ ู…ู† ุงู„ุฎูŠุฑ ููŠุณูˆู„ ู„ุจุนุถ ุงู„ู†ุงุณ ุฃู†ู‡ ุฅุฐุง ุงู†ุชู‡ู‰ ุฑู…ุถุงู† ุตุงุฑ ุงู„ุฅู†ุณุงู† ุญุฑุฉ ุทู„ูŠู‚ุงู‹ ูƒุฃู†ู‡ ุฎุฑุฌ ู…ู† ุณุฌู†ุŒ ููŠู†ุทู„ู‚ ููŠ ู„ู„ู‡ูˆ ูˆุงู„ุนุจ ูˆุงู„ุบูู„ุฉ ูˆุฅุถุงุนุฉ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุบูŠุฑ ุฐู„ูƒ ู…ู† ุงู„ู…ู†ูƒุฑุงุชุŒ ูู„ุง ุชู†ู‚ุถูˆุง ู…ุง ุบุฒู„ุชู…

Tidak asing menimpa sebagian manusia, apabila ramadhan usai, menjadilah dia seorang yang merdeka dan bebas, seakan-akan dia telah keluar dari jeruji penjara. Lalu dia menjerumuskan diri dalam perbuatan sia-sia, banyak bermain, lalai, menyia-nyiakan shalat, dan yang semisalnya dari perbuatan munkar. Maka janganlah kalian mengurai hasil pintalan kalian.

Allah Ta'ala berfirman:

ูˆูŽู„ุง ุชูŽูƒููˆู†ููˆุง ูƒูŽุงู„ู‘ูŽุชููŠ ู†ูŽู‚ูŽุถูŽุชู’ ุบูŽุฒู’ู„ูŽู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏู ู‚ููˆู‘ูŽุฉู ุฃูŽู†ูƒูŽุงุซุงู‹

โ€œDan janganlah kamu seperti seorang wanita yang menguraikan benang hasil pintalannya dengan kuat, menjadi cerai berai kembali." (QS. An-Nahl : 92)

ูุงุชู‚ูˆุง ุงู„ู„ู‡ ุนุจุงุฏ ุงู„ู„ู‡ุŒ ุญุงูุธูˆุง ุนู„ู‰ ู…ุง ุนู…ู„ุชู… ู…ู† ุงู„ุฃุนู…ุงู„ ุงู„ุตุงู„ุญุฉุŒ ูˆุชูˆุจูˆุง ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุชู‚ุตูŠุฑูƒู… ูˆุฎุทุฆูƒู…ุŒ ูุฅู† ุงู„ู„ู‡ ูŠุชูˆุจ ุนู„ู‰ ู…ู† ุชุงุจ

Bertaqwalah kalian kepada Allah wahai sekalian hamba-hamba Allah. Jagalah amal kebajikan kalian yang telah kalian lakukan. Bertaubatlah kepada Allah dari segala bentuk kekurangan dan kesalahan kalian. Sesungguhnya Allah menerima taubat setiap orang yang bertaubat kepada-Nya.

๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalemvang
www.salafyPalembang.com

๐Ÿ’ฝ Sumber:
http://www.alfawzan.af.org.sa/node/14075
๐ŸŒ http://forumsalafy.net/berpisah-dengan-indahnya-bulan-ramadhan/
__โšช WhatsApp Salafy Indonesia || http://telegram.me/forumsalafy
๐ŸŒ…๐ŸŒบโœ…๐ŸŒ” MENELADANI NABI DALAM BERIEDUL FITRI
(Bagian 4)

โœ๐Ÿผ Ditulis Oleh:
Al-Ustadz Qamar Su'aidy. Lc

โ–ช Makan Sebelum Berangkat Shalat Id

Dari Anas bin Malik ia berkata: Adalah Rasulullah tidak keluar di hari fitri sebelum beliau makan beberapa kurma. Murajjaโ€˜ bin Rajaโ€˜ berkata: Abdullah berkata kepadaku, ia mengatakan bahwa Anas berkata kepada-nya: โ€œNabi memakannya dalam jumlah ganjil.โ€
(Shahih, HR Al-Bukhari Kitab Al-โ€™Idain Bab Al-Akl Yaumal โ€˜Idain Qablal Khuruj)
Ibnu Rajab berkata: โ€œMayoritas ulama menganggap sunnah untuk makan pada Idul Fitri sebelum keluar menuju tempat Shalat Id, di antara mereka โ€˜Ali dan Ibnu โ€˜Abbas.โ€

Di antara hikmah dalam aturan syariat ini, yang disebutkan oleh para ulama adalah:
โ— a. Menyelisihi Ahlul kitab, yang tidak mau makan pada hari raya mereka sampai mereka pulang.

โ— b. Untuk menampakkan perbedaan dengan Ramadhan.

โ— c. Karena sunnahnya Shalat Idul Fitri lebih siang (dibanding Idul Adha) sehingga makan sebelum shalat lebih menenangkan jiwa. Berbeda dengan Shalat Idul Adha, yang sunnah adalah segera dilaksanakan.
(lihat Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/89)

โ–ช Bertakbir Ketika Keluar Menuju Tempat Shalat

โ€œAdalah Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam keluar di Hari Raya Idul Fitri lalu beliau bertakbir sampai datang ke tempat shalat dan sampai selesai shalat. Apabila telah selesai shalat beliau memutus takbir.โ€
(Shahih, Mursal Az-Zuhri, diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dengan syawahidnya dalam Ash-Shahihah no. 171)

Asy-Syaikh Al-Albani berkata: โ€œDalam hadits ini ada dalil disyariatkannya apa yang diamalkan kaum muslimin yaitu bertakbir dengan keras selama perjalanan menuju tempat shalat walaupun banyak di antara mereka mulai menggampangkan sunnah (ajaran) ini, sehingga hampir-hampir menjadi sekedar berita (apa yang dulu terjadi). Hal itu karena lemahnya mental keagamaan mereka dan karena rasa malu untuk me-nampilkan sunnah serta terang-terangan dengannya. Dan dalam kesempatan ini, amat baik untuk kita ingatkan bahwa me-ngeraskan takbir di sini tidak disyariatkan padanya berpadu dalam satu suara seba-gaimana dilakukan sebagian manusia.โ€
(Ash-Shahihah: 1 bagian 1 hal. 331)

โ–ช Lafadz Takbir

Tentang hal ini tidak terdapat riwayat yang shahih dari Nabi shalallahu ''alaihi wasallam โ€“wallahu aโ€™lamโ€“. Yang ada adalah dari shahabat, dan itu ada beberapa lafadz.

Asy-Syaikh Al-Albani berkata: Telah shahih mengucapkan 2 kali takbir dari shahabat Ibnu Masโ€™ud: Bahwa beliau bertakbir di hari-hari tasyriq:
(HR. Ibnu Abi Syaibah, 2/2/2 dan sanadnya shahih)

Namun Ibnu Abi Syaibah menyebutkan juga di tempat yang lain dengan sanad yang sama dengan takbir tiga kali. Demikian pula diriwayatkan Al-Baihaqi (3/315) dan Yahya bin Saโ€™id dari Al-Hakam dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, dengan tiga kali takbir. Dalam salah satu riwayat Ibnu โ€˜Abbas disebutkan: (Lihat Irwa`ul Ghalil, 3/125)

Bersambung
Ke bagian 5


๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com

๐Ÿ“š Sumber:
Majalah Asy Syariah http://asysyariah.com
โšช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ http://telegram.me/ForumSalafy
๐ŸŒ…๐ŸŒบโœ…๐ŸŒ” MENELADANI NABI DALAM BERIEDUL FITRI
(Bagian 5)

โœ๐Ÿผ Ditulis Oleh:
Al-Ustadz Qamar Su'aidy. Lc

โ–ช Tempat Shalat Id

Banyak ulama menyebutkan bahwa petunjuk Nabi shalallahu 'alaihi wasallam dalam shalat dua hari raya adalah beliau selalu melakukannya di mushalla. Mushalla yang dimaksud adalah tempat shalat berupa tanah lapang dan bukan masjid, sebagaimana dijelaskan sebagian riwayat hadits berikut ini.

Dari Al-Baraโ€™ Ibnu โ€˜Azib ia berkata: โ€œNabi pergi pada hari Idul Adha ke Baqiโ€™ lalu shalat 2 rakaat lalu menghadap kami dengan wajahnya dan mengatakan: โ€˜Sesungguhnya awal ibadah kita di hari ini adalah dimulai dengan shalat. Lalu kita pulang kemudian menyembelih kurban. Barangsiapa yang sesuai dengan itu berarti telah sesuai dengan sunnahโ€ฆโ€
(Shahih, HR. Al-Bukhari Kitab Al-โ€™Idain Bab Istiqbalul Imam An-Nas Fi Khuthbatil โ€˜Id)

Ibnu Rajab berkata:
โ€œDalam hadits ini dijelaskan bahwa keluarnya Nabi shalallahu ''alaihi wasallam dan shalatnya adalah di Baqiโ€™, namun bukan yang dimaksud adalah Nabi shalat di kuburan Baqiโ€™. Tapi yang dimaksud adalah bahwa beliau shalat di tempat lapang yang bersambung dengan kuburan Baqiโ€™ dan nama Baqiโ€™ itu meliputi seluruh daerah tersebut. Juga Ibnu Zabalah telah menyebut-kan dengan sanadnya bahwa Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam shalat Id di luar Madinah (sampai) di lima tempat, sehingga pada akhirnya shalatnya tetap di tempat yang dikenal (untuk pelaksanaan Id, -pent.). Lalu orang-orang sepeninggal beliau shalat di tempat itu.โ€ (Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/144)

โ€œDari Abu Saโ€™id Al-Khudri ia mengatakan:
Bahwa Rasulullah dahulu keluar di hari Idul Fitri dan Idhul Adha ke mushalla, yang pertama kali beliau lakukan adalah shalat, lalu berpaling dan kemudian berdiri di hadapan manusia sedang mereka duduk di shaf-shaf mereka. Kemudian beliau menasehati dan memberi wasiat kepada mereka serta memberi perintah kepada mereka. Bila beliau ingin mengutus suatu utusan maka beliau utus, atau ingin memerintahkan sesuatu maka beliau perintahkan, lalu beliau pergi.โ€
(Shahih, HR. Al-Bukhari Kitab Al-โ€™Idain Bab Al-Khuruj Ilal Mushalla bi Ghairil Mimbar dan Muslim)

Ibnu Hajar menjelaskan:
โ€œAl-Mushalla yang dimaksud dalam hadits adalah tempat yang telah dikenal, jarak antara tempat tersebut dengan masjid Nabawi sejauh 1.000 hasta.โ€
Ibnul Qayyim berkata:
โ€œYaitu tempat jamaah haji meletakkan barang bawaan mereka.โ€

Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata:
โ€œNampaknya tempat itu dahulu di sebelah timur masjid Nabawi, dekat dengan kuburan Baqiโ€™โ€ฆโ€
(dinukil dari Shalatul โ€˜Idain fil Mushalla Hiya Sunnah karya Asy-Syaikh Al-Albani, hal. 16)

Bersambung
Ke bagian 6


๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com

๐Ÿ“š Sumber:
Majalah Asy Syariah http://asysyariah.com
โšช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ http://telegram.me/ForumSalafy
๐Ÿ’ฐ๐ŸŽ HUKUM MENYALURKAN ZAKAT MAAL UNTUK MEMBANGUN MASJID DAN SEMISALNYA (INFRASTRUKTUR, DLL)

[Fatwa Asy-Syaikh bin Baaz, rohimahulloh]

Pertanyaan :
Dari pendengar, Sufyan Ahmad, dari Kairo Al-Arisy, dia mengirim sebuah surat yang berisi 2 pertanyaan :
Dalam pertanyaan pertama, dia mengatakan : kami sedang melaksanakan pembangunan sebuah masjid melalui usaha-usaha pribadi. Dan kami mengumpulkan zakat maal untuk kami alokasikan dalam pembangunan masjid tersebut. Bolehkah yang demikian?


Jawaban :

Yang benar, sesungguhnya zakat tidak dialokasikan untuk masjid-masjid. Yang benar menurut mayoritas ulama, zakat TIDAK DISALURKAN UNTUK MASJID-MASJID, namun disalurkan untuk 8 golongan yang telah dijelaskan oleh Alloh ta'ala dalam firman-Nya (yang artinya) :

"Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mu'alaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk (mujahid) di jalan Alloh dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan."
(At-Taubah : 60)

Inilah sasaran-sasaran penyaluran zakat. Pembangunan masjid, sekolah-sekolah maupun untuk (sarana) fii sabilillah, jihad, semuanya TIDAK diambilkan dari zakat.

Maka yang wajib diperhatikan oleh mukmin dan mukminah adalah bertakwa kepada Alloh dalam menyalurkan zakat dan agar hanya menyalurkannya kepada yang berhak menerimanya. (Sekali lagi), zakat bukan untuk masjid, tidak pula untuk orang-orang kaya, anak-anak dan orangtua (yang menjadi tanggungan)mu.

Akan tetapi berikanlah zakat untuk kaum faqir dari kalangan saudara-saudaramu atau paman-bibimu (saudara ayah/ibu) atau untuk keponakan-keponakanmu yang faqir, atau orang lain dari kaum muslimin yang faqir. Naam."

(Yang mengajukan pertanyaan mengucapkan) :

"Jazaakumullohu khoiron wa ahsana ilaikum."

ุญูƒู… ุตุฑู ุงู„ุฒูƒุงุฉ
ููŠ ุจู†ุงุก ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ ูˆู†ุญูˆู‡ุง

ุงู„ุณุคุงู„:
ู…ู† ุงู„ู…ุณุชู…ุน ุณููŠุงู† ุฃุญู…ุฏ ู…ู† ุงู„ู‚ุงู‡ุฑุฉ ุงู„ุนุฑูŠุด ุฑุณุงู„ุฉ ูˆุถู…ู†ู‡ุง ุณุคุงู„ูŠู†ุŒ ููŠ ุณุคุงู„ู‡ ุงู„ุฃูˆู„ ูŠู‚ูˆู„: ู†ุญู† ู†ู‚ูˆู… ุจุจู†ุงุก ู…ุณุฌุฏ ุจุงู„ุฌู‡ูˆุฏ ุงู„ุฐุงุชูŠุฉุŒ ูˆู†ุฌู…ุน ุฒูƒุงุฉ ุงู„ู…ุงู„ ูˆู†ู†ูู‚ู‡ุง ููŠ ู‡ุฐุง ุงู„ู…ุณุฌุฏุŒ ูู‡ู„ ู‡ุฐุง ูŠุฌูˆุฒุŸ

ุงู„ุฌูˆุงุจ:
ุงู„ุตูˆุงุจ ุฃู†ู‡ ู„ุง ุชู†ูู‚ ุงู„ุฒูƒุงุฉ ู„ู„ู…ุณุงุฌุฏุŒ ุงู„ุตูˆุงุจ ุนู†ุฏ ุฌู…ู‡ูˆุฑ ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ุฃู† ุงู„ุฒูƒุงุฉ ู„ุง ุชุตุฑู ููŠ ุงู„ู…ุณุงุฌุฏุŒ ุชุตุฑู ููŠ ุงู„ุฃุตู†ุงู ุงู„ุซู…ุงู†ูŠุฉ ุงู„ุชูŠ ุจูŠู†ู‡ุง ุงู„ู„ู‡ุŒ ููŠ ู‚ูˆู„ู‡ ๏•: ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ุตู‘ูŽุฏูŽู‚ูŽุงุชู ุฃูŠ: ุงู„ุฒูƒูˆุงุช ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ุตู‘ูŽุฏูŽู‚ูŽุงุชู ู„ูู„ู’ููู‚ูŽุฑูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุณูŽุงูƒููŠู†ู ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุงู…ูู„ููŠู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคูŽู„ู‘ูŽููŽุฉู ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูููŠ ุงู„ุฑู‘ูู‚ูŽุงุจู ูˆูŽุงู„ู’ุบูŽุงุฑูู…ููŠู†ูŽ ูˆูŽูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงูุจู’ู†ู ุงู„ุณู‘ูŽุจููŠู„ู [ุงู„ุชูˆุจุฉ:60] ู‡ุฐู‡ ู…ุตุงุฑู ุงู„ุฒูƒุงุฉุŒ ู„ูŠุณ ู…ู†ู‡ุง ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ ูˆุงู„ู…ุฏุงุฑุณุŒ ู„ุงุŒ ููŠ ุณุจูŠู„ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฌู‡ุงุฏ.
ูุงู„ูˆุงุฌุจ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุคู…ู† ูˆุงู„ู…ุคู…ู†ุฉ ุฃู† ูŠุชู‚ูˆุง ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุตุฑู ุงู„ุฒูƒุงุฉุŒ ูˆุฃู„ุง ุชุตุฑู ุฅู„ุง ููŠ ุฃู‡ู„ู‡ุงุŒ ู„ุง ููŠ ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ ูˆู„ุง ููŠ ุงู„ุฃุบู†ูŠุงุก ูˆู„ุง ููŠ ุฃูˆู„ุงุฏูƒ ูˆู„ุง ููŠ ุขุจุงุฆูƒุŒ ูˆู„ูƒู† ุชุนุทูŠู‡ุง ุงู„ูู‚ุฑุงุก ู…ู† ุฅุฎูˆุชูƒ ุงู„ูู‚ุฑุงุก ุฃูˆ ุฃุฎูˆุงู„ูƒ ุฃูˆ ุฃุนู…ุงู…ูƒ ุฃูˆ ุจู†ูŠ ุนู…ูƒ ุงู„ูู‚ุฑุงุก ุฃูˆ ุบูŠุฑู‡ู… ู…ู† ุงู„ู†ุงุณ ุงู„ูู‚ุฑุงุก ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู†. ู†ุนู….
ุงู„ู…ู‚ุฏู…: ุฌุฒุงูƒู… ุงู„ู„ู‡ ุฎูŠุฑู‹ุง ูˆุฃุญุณู† ุฅู„ูŠูƒู….

https://binbaz.org.sa/fatwas/15125/%D8%AD%D9%83%D9%85-%D8%B5%D8%B1%D9%81-%D8%A7%D9%84%D8%B2%D9%83%D8%A7%D8%A9-%D9%81%D9%8A-%D8%A8%D9%86%D8%A7%D8%A1-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%B3%D8%A7%D8%AC%D8%AF-%D9%88%D9%86%D8%AD%D9%88%D9%87%D8%A7

๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com

Sumber:
[โ€ข] https://telegram.me/KEUTAMAANILMU
Pertanyaan:
Apa hukum tukar uang pecahan 10 ribu, 20 ribu atau bahkan ada yang tukar uang pecahan 50 ribu, dimana transaksinya bagi yang mau menukarkan misal 1 juta ke pecahan 20 ribuan, maka transaksinya si penukar uang tersebut harus membayarkan 1.100.000 atau tergantung kesepakatanโ“

Dijawab oleh Syaikh Arafat via Ustadz Salman Bali:
Transaksi tukar uang dengan adanya tambahan itu : riba.

Wallahu a'lam

Semoga bermanfaat.

๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com

Sumber:
whatsapp salafy solo
t.me/Fawaidsolo
MENAMBAH LEBIH DARI SATU SHA' SAAT BERZAKAT FITHR

๐Ÿ’ŽAl-Allamah Sholih Al-Fauzan -hafidzohullah-

Soal : Apa hukum sengaja menambah lebih dari satu sha' pada saat membayar zakat fithr, meski dengan niat sedekah pada tambahan tersebut?

Jawab : Tidak mengapa. Tambahan tersebut terbuka (bagi siapa yang ingin). Tidak masalah. Adapun mengurangi maka itulah yang tidak boleh dan itu tidak sah.

๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com


ุงู„ุดู‘ูŽู€ูŠุฎ ุงู„ุนู„ู‘ุงู…ู€ุฉ ุตู€ุงู„ุญู ุจู†ู ููŽู€ูˆุฒุงู† ุงู„ู€ููŽูˆุฒูŽุงู† - ุญูŽู€ูุธู‡ู ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ :

ุงู„ุณู‘ูู€ู€ู€ู€ู€ุคูŽุงู„ู :

โ€ข ู…ุง ุญูƒู… ุงู„ุชุนู…ุฏ ุงู„ุฒูŠุงุฏุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ุตุงุน ููŠ ุฒูƒุงุฉ ุงู„ูุทุฑ ูˆู„ูˆ ู†ูˆู‰ ุจู‡ุง ุตุฏู‚ุฉุŸ

ุงู„ุฌูŽู€ู€ู€ู€ู€ูˆูŽุงุจู :

ใ€Š ู„ุง ุจุฃุณ ุŒ ุงู„ุฒูŠุงุฏุฉ ู…ูุชูˆุญุฉ ู…ุง ููŠ ุจุฃุณ ุŒ ุฃู…ุง ุงู„ู†ู‚ุต ู‡ูˆ ุงู„ุฐูŠ ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ูˆู„ุง ูŠุฌุฒุฆ ใ€‹.

ุงู„ู…ุตู€ู€ุฏูŽุฑู :

Sumber:
http://www.alfawzan.af.org.sa/node/14780
ยป https://www.fawaidsolo.com/menambah-lebih-dari-satu-sha-saat-berzakat-fithr/

โณ alihbahasa:
Ustadz Abu Laits Fuad Hafizhahullah
๐ŸŒ…๐ŸŒบโœ…๐ŸŒ” MENELADANI NABI DALAM BERIEDUL FITRI
(Bagian 6)

โœ๐Ÿผ Ditulis oleh:
Al-Ustadz Qamar Su'aidy. Lc

โ–ช Waktu Pelaksanaan Shalat

Yazid bin Khumair Ar-Rahabi berkata:
Abdullah bin Busr, salah seorang shahabat Nabi shalallahu ''alaihi wasallam pergi bersama orang-orang di Hari Idul Fitri atau Idhul Adha, maka ia mengingkari lambatnya imam. Iapun berkata: โ€˜Kami dahulu telah selesai pada saat seperti ini.โ€™ Dan itu ketika tasbih.โ€

(Shahih, HR. Al-Bukhari secara muaโ€™llaq, Kitabul โ€˜Idain Bab At-Tabkir Ilal โ€˜Id, 2/456, Abu Dawud Kitabush Shalat Bab Waqtul Khuruj Ilal โ€˜Id: 1135, Ibnu Majah Kitab Iqamatush- shalah was Sunan fiha Bab Fi Waqti Shalatil โ€™Idain. Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud).

Yang dimaksud dengan kata โ€œketika tasbihโ€ adalah ketika waktu shalat sunnah. Dan itu adalah ketika telah berlalunya waktu yang dibenci shalat padanya. Dalam riwayat yang shahih riwayat Ath-Thabrani yaitu ketika Shalat Sunnah Dhuha.

Ibnu Baththal berkata:
โ€œPara ahli fiqih bersepakat bahwa Shalat Id tidak boleh dilakukan sebelum terbitnya matahari atau ketika terbitnya. Shalat Id hanyalah diperbo-lehkan ketika diperbolehkannya shalat sunnah.โ€ Demikian dijelaskan Ibnu Hajar.
(Al-Fath, 2/457)

Namun sebenarnya ada yang berpen-dapat bahwa awal waktunya adalah bila terbit matahari, walaupun waktu dibencinya shalat belum lewat. Ini pendapat Imam Malik. Adapun pendapat yang lalu, adalah pendapat Abu Hanifah, Ahmad dan salah satu pendapat pengikut Syafiโ€™i.
(lihat Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/104)

Namun yang kuat adalah pendapat yang pertama, karena menurut Ibnu Rajab:
โ€œSesungguhnya telah diriwayatkan dari Ibnu Umar, Rafiโ€™ bin Khadij dan sekelompok tabiโ€™in bahwa mereka tidak keluar menuju Shalat Id kecuali bila matahari telah terbit. Bahkan sebagian mereka Shalat Dhuha di masjid sebelum keluar menuju Id. Ini menun-jukkan bahwa Shalat Id dahulu dilakukan setelah lewatnya waktu larangan shalat.โ€
(lihat Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/105)

โ–ช Apakah Waktu Idul Fitri lebih Didahulukan daripada Idul Adha?

โœ… Ada dua pendapat:
โ— Pertama, bahwa keduanya dilakukan dalam waktu yang sama.

โ— Kedua, disunnahkan untuk diakhirkan waktu Shalat Idul Fitri dan disegerakan waktu Idul Adha. Itu adalah pendapat Abu Hanifah, Asy-Syafiโ€™i dan Ahmad. Ini yang dikuatkan Ibnu Qayyim, dan beliau mengatakan: โ€œDahulu Nabi shalallahu ''alaihi wa sallam melambatkan Shalat Idul Fitri serta menyegerakan Idul Adha. Dan Ibnu โ€˜Umar dengan semangat-nya untuk mengikuti sunnah tidak keluar sehingga telah terbit matahari dan bertakbir dari rumahnya menuju mushalla.โ€
(Zadul Maโ€™ad, 1/427, Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/105)

Hikmahnya, dengan melambatkan Shalat Idul Fitri maka semakin meluas waktu yang disunahkan untuk mengeluarkan zakat fitrah; dan dengan menyegerakan Shalat Idul Adha maka semakin luas waktu untuk menyembelih dan tidak memberatkan manusia untuk menahan dari makan sehing-ga memakan hasil qurban mereka.
(lihat Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/105-106)

Bersambung
Ke bagian 7


๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com

๐Ÿ“š Sumber::
Majalah Asy Syariah http://asysyariah.com
โšช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ http://telegram.me/ForumSalafy
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ”ญ1โƒฃ๐ŸŒ… HASIL SIDANG ISBAT PENETAPAN TANGGAL SATU SYAWAL 1440H

Pemerintah Republik Indonesia, melalui sidang Isbat yang di adakan kementerian agama RI menetapkan tanggal 1 Syawal 1440H jatuh pada hari Rabu yang bertepatan dengan tanggal 05 Juni 2019M

๐ŸŒŽ Sumber || https://twitter.com/Kemenag_RI/status/1135522386202152962?s=17

โšช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿš‡ SIAPA YANG INGIN MENONJOLKAN DIRI DIANTARA MANUSIA, ALLAH PASTI AKAN MERENDAHKANNYA


๐Ÿ“Œู…ู† ุชุฑูุน ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุงุณ ุฃุฐู„ู‘ู‡ ุงู„ู„ู‡ :

ู‚ุงู„ู€ ุฃูŠูˆุจ ุงู„ุณุฎุชูŠุงู†ูŠ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡:

ุฅู†ู‘ ู‚ูˆู…ู‹ุง ูŠุฑูŠุฏูˆู† ุฃู† ูŠุฑุชูุนูˆุง ููŠุฃุจู‰ ุงู„ู„ู‡ ุฅู„ุง ุฃู† ูŠุถุนู‡ู…
ูˆุขุฎุฑูŠู† ูŠุฑูŠุฏูˆู† ุฃู† ูŠุชูˆุงุถุนูˆุง ูˆูŠุฃุจู‰ ุงู„ู„ู‡ ุฅู„ุง ุฃู† ูŠุฑูุนู‡ู….

ใ€ุตูุฉ ุงู„ุตููˆุฉใ€ูฃ / ูขู ูฉใ€‘


Ayyub As-Sikhtiyaani rahimahullah berkata:

"Sungguh suatu kaum INGIN UNTUK DITINGGIKAN namun Allah tidak menghendaki selain MERENDAHKAN mereka..

Sedangkan yang lain HENDAK MERENDAH tetapi Allah tidak ingin kecuali MENINGGIKAN derajat mereka."

[ Shifatush Shafwah 3/ 209 ]

๐Ÿ“‡ Sumber:
๐ŸŒฑ ุตู€ู€ูŠู€ุฏ ุงู„ู€ู€ูู€ู€ูˆุงุฆู€ู€ุฏ ุงู„ู€ู€ุณู€ู€ู„ู€ู€ูู€ู€ูŠู€ุฉ ๐ŸŒฑ
ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€
๐Ÿ” ู…ุฌู…ูˆุนู€ู€ู€ู€ู€ุฉ ุชูˆุฒูŠุน ุงู„ูู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ูˆุงุฆุฏ
ู‚ู†ุงุชู†ุง ููŠ ุจุฑู†ุงู…ู€ู€ู€ุฌ [ุชูŠู„ูŠุฌู€ู€ู€ู€ู€ู€ุฑุงู…]
ู„ู„ุฅุดุชุฑุงูƒ : ุงูุชุญ ุงู„ุฑุงุจุท ูˆุงุถุบุท ุนู„ู‰ ุฅุดุชุฑุงูƒ๐Ÿ‘‡

๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com

Sumber:
๐Ÿ’พ @ForumBerbagiFaidah [FBF]
www.alfawaaid.net
Zakat Sekeluarga untuk Satu Orang Miskin

Soal:
Mohon pencerahannya ustadz, kami satu keluarga delapan orang bolehkah memberikan zakat fithr kami sebanyak 8 Shoโ€™ atau kurang lebih 24 Kg untuk seorang fakir miskin ? ataukah harus satu shoโ€™ untuk satu orang fakir miskin ?

Jawab:
Boleh bagi anda memberikan zakat fithr keluarga anda untuk satu orang miskin. Boleh pula memberikan satu shoโ€™ untukโ€ฆ..

๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com

Baca Selengkapnya di :
https://problematikaumat.com/zakat-sekeluarga-untuk-satu-orang-miskin/
๐ŸŒ…๐ŸŒบโœ…๐ŸŒ” MENELADANI NABI DALAM BERIEDUL FITRI
(Bagian 7)

โœ๐Ÿป Ditulis Oleh:
Al-Ustadz Qamar Su'aidy. Lc

โ–ช Tanpa Adzan dan Iqamah

Dari Jabir bin Samurah ia berkata:
โ€œAku shalat bersama Rasulullah 2 Hari Raya (yakni Idul Fitri dan Idul Adha), bukan hanya 1 atau 2 kali, tanpa adzan dan tanpa iqamah.โ€
(Shahih, HR. Muslim)

Dari Ibnu Abbas dan Jabir bin Abdillah Al-Anshari keduanya berkata:
โ€œTidak ada adzan pada hari Fitri dan Adha.โ€ Kemudian aku bertanya kepada Ibnu Abbas tentang itu, maka ia mengabarkan kepadaku bahwa Jabir bin Abdillah Al-Anshari mengatakan: โ€œTidak ada adzan dan iqamah di hari Fitri ketika keluarnya imam, tidak pula setelah keluarnya. Tidak ada iqamah, tidak ada panggilan dan tidak ada apapun, tidak pula iqamah.โ€ (Shahih, HR. Muslim)

Ibnu Rajab berkata:
โ€œTidak ada perbedaan pendapat di antara ulama dalam hal ini dan bahwa Nabi shalallahu ''alaihi wasallam, Abu Bakar dan โ€˜Umar melakukan Shalat Id tanpa adzan dan iqamah.โ€

Al-Imam Malik berkata:
โ€œItu adalah sunnah yang tiada diperselisihkan menurut kami, dan para ulama sepakat bahwa adzan dan iqamah dalam shalat 2 Hari Raya adalah bidโ€™ah.โ€
(Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/94)

โ–ช Bagaimana dengan panggilan yang lain semacam: Ash-shalatu Jamiโ€™ah?

Al-Imam Asy-Syafiโ€™i dan pengikutnya menganggap hal itu sunnah. Mereka berdalil dengan:

โ— Pertama: riwayat mursal dari seorang tabiโ€™in yaitu Az-Zuhri.
โ— Kedua: mengqiyaskannya dengan Shalat Kusuf (gerhana).

Namun pendapat yang kuat bahwa hal itu juga tidak disyariatkan. Adapun riwayat dari Az-Zuhri merupakan riwayat mursal yang tentunya tergolong dhaโ€™if (lemah). Sedangkan pengqiyasan dengan Shalat Kusuf tidaklah tepat, dan keduanya memiliki perbedaan. Di antaranya bahwa pada Shalat Kusuf orang-orang masih berpencar sehingga perlu seruan semacam itu, sementara Shalat Id tidak. Bahkan orang-orang sudah menuju tempat shalat dan berkumpul padanya.
(Fathul Bari, karya Ibnu Rajab, 6/95)

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah berkata:

โ€œQiyas di sini tidak sah, karena adanya nash yang shahih yang menunjukkan bahwa di zaman Nabi untuk Shalat Id tidak ada adzan dan iqamah atau suatu apapun. Dan dari sini diketahui bahwa panggilan untuk Shalat Id adalah bidโ€™ah, dengan lafadz apapun.โ€
(Taโ€™liq terhadap Fathul Bari, 2/452)

Ibnu Qayyim berkata:
Apabila Nabi shalallahu ''alaihi wasallam sampai ke tempat shalat maka mulailah beliau shalat tanpa adzan dan iqamah dan tanpa ucapan โ€œAsh-shalatu Jamiโ€™ahโ€, dan Sunnah Nabi adalah tidak dilakukan sesua-tupun dari (panggilan-panggilan) itu. (Zadul Maโ€™ad, 1/427)

Bersambung
Ke bagian 8


๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com

๐Ÿ“š Sumber:
Majalah Asy Syariah http://asysyariah.com
โšช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ http://telegram.me/ForumSalafy
๐Ÿ“ข๐ŸŒบ๐Ÿ”‡โš  UCAPAN SELAMAT HARI RAYA SEBELUM MASUK HARI IED TIDAK ADA ASALNYA DARI SALAF

โœ๐Ÿป Asy-Syaikh Shalih Fauzan bin Abdillah al-Fauzan hafizhahullah

๐Ÿ“ช Pertanyaan:

ุงู†ุชุดุฑ ุจูŠู† ุงู„ู†ุงุณ ููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃูŠุงู… ุฑุณุงุฆู„ ุนุจุฑ ุงู„ุฌูˆุงู„ ุชุชุถู…ู† ุชุญุฑูŠู… ุงู„ุชู‡ู†ุฆุฉ ุจุงู„ุนูŠุฏ ู‚ุจู„ ุงู„ุนูŠุฏ ุจูŠูˆู… ุฃูˆ ูŠูˆู…ูŠู† ูˆุฃู†ู‡ ู…ู† ุงู„ุจุฏุนุŒ ูู…ุง ุฑุฃูŠ ูุถูŠู„ุชูƒู…ุŸ

Telah tersebar diantara muslimin pada akhir-akhir ini pesan-pesan singkat melalui ponsel, yang isinya adalah mengharamkan ucapan selamat hari raya sebelum jatuh tanggal ied sehari atau dua hari sebelumnya. Dan dinyatakan bahwa perbuatan tersebut termasuk bid'ah. Bagaimanakah pendapat anda?

๐Ÿ”“ Jawaban:

ู„ุง ุฃุนู„ู… ู‡ุฐุง ุงู„ูƒู„ุงู…ุŒ ู‡ุฐู‡ ูŠุฑูˆุฌูˆู‡ุง ูˆู„ุง ุฃุนู„ู… ู„ู‡ ุฃุตู„ุงู‹ุŒ ูุงู„ุชู‡ู†ุฆุฉ ู…ุจุงุญุฉ ููŠ ูŠูˆู… ุงู„ุนูŠุฏุŒ ุฃูˆ ุจุนุฏ ูŠูˆู… ุงู„ุนูŠุฏ ู…ุจุงุญุฉ

โ€œSaya tidak mengetahui ucapan seperti ini. Hal ini mereka sebarluaskan dan saya tidak mengetahui adanya asal dari perkara ini. Ucapan selamat hari raya itu boleh pada hari ied atau boleh setelah hari ied.

ุฃู…ุง ู‚ุจู„ ูŠูˆู… ุงู„ุนูŠุฏ ูู„ุง ุฃุนู„ู… ุฃู†ู‡ุง ุญุตู„ุช ู…ู† ุงู„ุณู„ู

Adapun jika diucapkan sebelum hari ied maka saya sama sekali tidak mengetahui asal muasalnya dari Salaf.

ูˆุฃู†ู‡ู… ูŠู‡ู†ุฆูˆู† ู‚ุจู„ ูŠูˆู… ุงู„ุนูŠุฏ

Dan saya tidak mengetahui mereka (salaf) mengucapkan selamat hari raya sebelum hari ied.

ูƒูŠู ูŠูู‡ูŽู†ูŽุฃ ุจุดูŠุก ู„ู… ูŠุญุตู„ุŸ

Bagaimana bisa ucapan selamat disampaikan untuk sesuatu yang belum terjadi?

ุงู„ุชู‡ู†ุฆุฉ ุชูƒูˆู† ูŠูˆู… ุงู„ุนูŠุฏ ุฃูˆ ุจุนุฏ ูŠูˆู… ุงู„ุนูŠุฏ

Ucapan selamat ini boleh diucapkan pada hari ied ataupun juga setelah hari ied.

Catatan:
Hari ied ditandai dengan terlihatnya hilal bulan syawal dengan ketetapan waliyyul amr, pent)

๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com

๐Ÿ“š Sumber
https://goo.gl/GhHNwy
๐ŸŒ https://goo.gl/G7hJnW
โšช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ http://telegram.me/forumsalafy