💐🌷🌻🌹 KEUTAMAAN LAILATUL QADR BISA DIRAIH, WALAUPUN SESEORANG TIDAK MELIHATNYA
✍🏼 Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata:
قد ترى #ليلة_القدر برؤية أماراتها، وكان الصحابة يستدلون عليها بعلامات،ولكن عدم رؤيتها لا يمنع حصول فضلها لمن قامها إيمانا واحتسابا.
"Lailatul qadr bisa saja terlihat dengan melihat tanda-tandanya, dan dahulu para shahabat biasa berdalil atas kemunculannya dengan tanda-tanda tertentu, hanya saja tidak melihatnya tidaklah menghalangi untuk meraih keutamaannya bagi siapa saja yang mengerjakan shalat pada malam tersebut karena iman dan mengharapkan pahala."
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🌍 Sumber:
https://twitter.com/ssa_at/status/878323296642543616
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/ForumSalafy
✍🏼 Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata:
قد ترى #ليلة_القدر برؤية أماراتها، وكان الصحابة يستدلون عليها بعلامات،ولكن عدم رؤيتها لا يمنع حصول فضلها لمن قامها إيمانا واحتسابا.
"Lailatul qadr bisa saja terlihat dengan melihat tanda-tandanya, dan dahulu para shahabat biasa berdalil atas kemunculannya dengan tanda-tanda tertentu, hanya saja tidak melihatnya tidaklah menghalangi untuk meraih keutamaannya bagi siapa saja yang mengerjakan shalat pada malam tersebut karena iman dan mengharapkan pahala."
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🌍 Sumber:
https://twitter.com/ssa_at/status/878323296642543616
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/ForumSalafy
✅💢📌 BAGAI KUDA PACU SAAT DEKAT GARIS FINISH
▪️ Kisah shahabat Abu Musa al Asy'ari menjelang wafatnya
📝 Shalih bin Musa ath Thalhi menyebutkan kisah ini dari ayahnya,
اجتهد (أبو موسى) الأشعري قبل موته اجتهادا شديدا
🔻 Sebelum wafatnya, Abu Musa al Asy'ari betul-betul berupaya keras mengisi harinya dengan ibadah.
▫️ Seseorang yang melihat hal itu tiba-tiba berkata kepadanya:
لو أمسكت ورفقت بنفسك؟
Andai saja engkau sedikit menahan dan tidak terlalu memberatkan diri melakukan ibadah seperti itu?
🔻 Lantas Abu Musa al Asy'ari menimpalinya:
إن الخيل إذا أرسلت فقاربت رأس مجراها أخرجت جميع ما عندها. والذي بقي من أجلي أقل من ذلك
📌 Sesungguhnya kuda jika sedang dipacu dan hampir mendekati garis finish, maka kuda tersebut akan mengerahkan segala kemampuan yang dimilikinya saat itu.
◽️ Kini, umurku yang tersisa jauh lebih sedikit dari semua itu.
sumber:
🌎 Siyar A'lamin Nubala, 2/1
📝 Diterjemahkan oleh: al-Ustadz Abdul Wahid at-Tamimi
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🍏 https://t.me/warisansalaf
💻 www.warisansalaf.com
▪️ Kisah shahabat Abu Musa al Asy'ari menjelang wafatnya
📝 Shalih bin Musa ath Thalhi menyebutkan kisah ini dari ayahnya,
اجتهد (أبو موسى) الأشعري قبل موته اجتهادا شديدا
🔻 Sebelum wafatnya, Abu Musa al Asy'ari betul-betul berupaya keras mengisi harinya dengan ibadah.
▫️ Seseorang yang melihat hal itu tiba-tiba berkata kepadanya:
لو أمسكت ورفقت بنفسك؟
Andai saja engkau sedikit menahan dan tidak terlalu memberatkan diri melakukan ibadah seperti itu?
🔻 Lantas Abu Musa al Asy'ari menimpalinya:
إن الخيل إذا أرسلت فقاربت رأس مجراها أخرجت جميع ما عندها. والذي بقي من أجلي أقل من ذلك
📌 Sesungguhnya kuda jika sedang dipacu dan hampir mendekati garis finish, maka kuda tersebut akan mengerahkan segala kemampuan yang dimilikinya saat itu.
◽️ Kini, umurku yang tersisa jauh lebih sedikit dari semua itu.
sumber:
🌎 Siyar A'lamin Nubala, 2/1
📝 Diterjemahkan oleh: al-Ustadz Abdul Wahid at-Tamimi
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🍏 https://t.me/warisansalaf
💻 www.warisansalaf.com
🍍🌽🍎 BIMBINGAN NABI [shollallohu 'alaihi wasallam] DALAM HAL MAKANAN DAN PAKAIAN
Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah [rohimahulloh] berkata :
"Adapun bimbingan Nabi [shollallohu 'alaihi wasallam] dalam hal makan :
8Maka sesungguhnya beliau makan dengan yang mudah didapat ketika beliau berselera untuk makan dan tidak menolak yang ada. Demikian juga beliau tidak memberatkan diri dari mencari makanan yang tidak ada (sulit didapat).
Seperti itu pula bimbingan beliau dalam hal pakaian."
[Thoriiqul-wushuul ilal-'ilmil-ma'muul, hal. 165, karya Asy-Syaikh Abdurrohman bin Nashir As-Sa'diy, rohimahulloh]
قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله :
" وأما هديه صلى الله عليه وسلم فى الأكل فإنه يأكل ما تيسر إذا اشتهاه، ولا يردّ موجودا،p ولا يتكلف مفقودا. وكذلك في اللباس."
[طريق الوصول إلى العلم المأمول ص. ١٦٥، للشيخ عبد الرحمن بن ناصر السعدي رحمه الله]
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
[•] https://telegram.me/KEUTAMAANILMU
Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah [rohimahulloh] berkata :
"Adapun bimbingan Nabi [shollallohu 'alaihi wasallam] dalam hal makan :
8Maka sesungguhnya beliau makan dengan yang mudah didapat ketika beliau berselera untuk makan dan tidak menolak yang ada. Demikian juga beliau tidak memberatkan diri dari mencari makanan yang tidak ada (sulit didapat).
Seperti itu pula bimbingan beliau dalam hal pakaian."
[Thoriiqul-wushuul ilal-'ilmil-ma'muul, hal. 165, karya Asy-Syaikh Abdurrohman bin Nashir As-Sa'diy, rohimahulloh]
قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله :
" وأما هديه صلى الله عليه وسلم فى الأكل فإنه يأكل ما تيسر إذا اشتهاه، ولا يردّ موجودا،p ولا يتكلف مفقودا. وكذلك في اللباس."
[طريق الوصول إلى العلم المأمول ص. ١٦٥، للشيخ عبد الرحمن بن ناصر السعدي رحمه الله]
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
[•] https://telegram.me/KEUTAMAANILMU
✋🏻🌺🌷🌸 NASEHAT PERPISAHAN DENGAN RAMADHAN
.......Amalan itu tergantung akhirnya…..7
✍🏻 Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata:
ﻋﺒﺎﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻥ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻗﺪ ﻋﺰﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﺣﻴﻞ ﻭﻟﻢ ﻳﺒﻖ ﻣﻨﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻘﻠﻴﻞ ، ﻓﻤﻦ ﻣﻨﻜﻢ ﺃﺣﺴﻦ ﻓﻴﻪ ﻓﻌﻠﻴﻪ ﺍﻟﺘﻤﺎﻡ ، ﻭﻣﻦ ﻓﺮﻁ ﻓﻴﺨﺘﻤﻪ ﺑﺎﻟﺤﺴﻨﻰ ﻓﺎﻟﻌﻤﻞ ﺑﺎﻟﺨﺘﺎﻡ ، ﻓﺎﺳﺘﻤﺘﻌﻮﺍ ﻣﻨﻪ ﺑﻤﺎ ﺑﻘﻲ من ﺍﻟﻠﻴﺎﻟﻲ ﺍﻟﻨﻴﺮﺓ ﻭﺍﻷﻳﺎﻡ
” Wahai para hamba Allah, sesungguhnya bulan Ramadhan itu jelas akan berlalu, dan (sekarang) tidak tersisa kecuali tinggal sedikit. Maka barang siapa diantara kalian telah berbuat baik padanya, hendaknya ia menyempurnakannya. Dan barang siapa yang meremehkan, hendaknya ia menutupnya dengan kebaikan. Maka amalan itu tergantung akhirnya. Maka bersenang-senanglah kalian dengan yang masih tersisa dari malam-malam yang penuh cahaya dan siangnya.
ﻭﺍﺳﺘﻮﺩﻋﻮﻩ ﻋﻤﻼً ﺻﺎﻟﺤﺎً ﻳﺸﻬﺪ ﻟﻜﻢ ﺑﻪ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺍﻟﻌﻼﻡ ، ﻭﻭﺩﻋﻮﻩ ﻋﻨﺪ ﻓﺮﺍﻗﻪ ﺑﺄﺯﻛﻰ ﺗﺤﻴﺔ ﻭﺳﻼﻡ
Sampaikanlah ucapan perpisahan dengan amalan shalih, yang akan bersaksi untuk kalian di sisi Dzat Yang Maha Raja, Yang Maha Mengetahui. Dan sampaikanlah pelepasan ketika berpisah dengan Ramadhan dengan sesuci-suci penghormatan dan Salam.
[Kitab Lathaif al-Ma’arif 1/209]
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
_sumber:__
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/ForumSalafy
.......Amalan itu tergantung akhirnya…..7
✍🏻 Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata:
ﻋﺒﺎﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻥ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻗﺪ ﻋﺰﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﺣﻴﻞ ﻭﻟﻢ ﻳﺒﻖ ﻣﻨﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻘﻠﻴﻞ ، ﻓﻤﻦ ﻣﻨﻜﻢ ﺃﺣﺴﻦ ﻓﻴﻪ ﻓﻌﻠﻴﻪ ﺍﻟﺘﻤﺎﻡ ، ﻭﻣﻦ ﻓﺮﻁ ﻓﻴﺨﺘﻤﻪ ﺑﺎﻟﺤﺴﻨﻰ ﻓﺎﻟﻌﻤﻞ ﺑﺎﻟﺨﺘﺎﻡ ، ﻓﺎﺳﺘﻤﺘﻌﻮﺍ ﻣﻨﻪ ﺑﻤﺎ ﺑﻘﻲ من ﺍﻟﻠﻴﺎﻟﻲ ﺍﻟﻨﻴﺮﺓ ﻭﺍﻷﻳﺎﻡ
” Wahai para hamba Allah, sesungguhnya bulan Ramadhan itu jelas akan berlalu, dan (sekarang) tidak tersisa kecuali tinggal sedikit. Maka barang siapa diantara kalian telah berbuat baik padanya, hendaknya ia menyempurnakannya. Dan barang siapa yang meremehkan, hendaknya ia menutupnya dengan kebaikan. Maka amalan itu tergantung akhirnya. Maka bersenang-senanglah kalian dengan yang masih tersisa dari malam-malam yang penuh cahaya dan siangnya.
ﻭﺍﺳﺘﻮﺩﻋﻮﻩ ﻋﻤﻼً ﺻﺎﻟﺤﺎً ﻳﺸﻬﺪ ﻟﻜﻢ ﺑﻪ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺍﻟﻌﻼﻡ ، ﻭﻭﺩﻋﻮﻩ ﻋﻨﺪ ﻓﺮﺍﻗﻪ ﺑﺄﺯﻛﻰ ﺗﺤﻴﺔ ﻭﺳﻼﻡ
Sampaikanlah ucapan perpisahan dengan amalan shalih, yang akan bersaksi untuk kalian di sisi Dzat Yang Maha Raja, Yang Maha Mengetahui. Dan sampaikanlah pelepasan ketika berpisah dengan Ramadhan dengan sesuci-suci penghormatan dan Salam.
[Kitab Lathaif al-Ma’arif 1/209]
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
_sumber:__
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/ForumSalafy
🚇 APAKAH ADA DOA KHUSUS KETIKA MENGELUARKAN ZAKAT FITRAH?
[ Pertanyaan Keempat dari Fatwa Nomor 6505 ]
Adakah lafadz tertentu yang diucapkan ketika mengeluarkan zakat fitrah, dan apa lafadznya?
[ Jawaban ]
لا نعلم دعاء معينا يقال عند إخراجها
Kami tidak mengetahui doa tertentu yang diucapkan ketika mengeluarkan zakat fitrah.
Wabillahittaufiq wa Shallallahu 'Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam
📚Al-Lajnah ad-Daimah Lilbuhuts al-Ilmiyyah wa al-Ifta'
Ketua: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Wakil: Abdurrazzaq 'Afifi
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan, Abdullah bin Qu'ud
ــــــــــــــــــــــــــــــــ
(( هل هناك دعاء عند إخراج زكاة الفطر ؟))
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
السؤال الرابع من الفتوى رقم ( 6505 )
س4: هل من قول معين يقال عند إخراج زكاة الفطر، وما هو؟
ج4: لا نعلم دعاء معينا يقال عند إخراجها.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=73735
▪️@ukhwh
🚇 ADAKAH DOA YANG DIAJARKAN RASULULLAH ﷺ UNTUK DIBACA OLEH ORANG YANG BERZAKAT?
Dalam berberapa kitab fiqih disebutkan bahwa muzakki disunnahkan membaca doa:
اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا مَغْنَمًا وَلَا تَجْعَلْهَا مَغْرَمًا
“Ya Allah, jadikan zakatku ini sebagai keuntungan (bagiku) dan jangan Kau jadikan sebagai kerugian.”
Doa tersebut dinisbatkan kepada Rasulullah ﷺ, namun penisbatan ini tidak sah.
Ibnu Majah dalam as-Sunan (no. 1797) meriwayatkan sebuah hadits dari jalan Suwaid bin Sa’id, dari al-Walid bin Muslim, dari al-Bakhtari bin ‘Ubaid, dari bapaknya, dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا أَعْطَيْتُمُ الزَّكَاةَ فَلَا تَنْسَوُا ثَوَابَهَا أَنْ تَقُولُوا: اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا مَغْنَمًا وَلَا تَجْعَلْهَا مَغْرَمًا
“Jika kalian mengeluarkan zakat, janganlah kalian melupakan pahalanya dengan kalian berdoa, ‘Ya Allah, jadikan zakatku ini keuntungan (bagiku) dan jangan Engkau jadikan sebagai kerugian’.”
Hadits ini LEMAH. Bahkan, asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah menghukuminya sebagai hadits maudhu’ (PALSU).
Al-Bakhtari bin Ubaid at-Thabikhi al-Kalbi adalah perawi yang matruk (ditinggalkan). Suwaid bin Sa’id dikatakan fihi maqal (ada pembicaraan tentangnya), sedangkan al-Walid bin Muslim adalah seorang mudallis (yang suka menggelapkan hadits), dan dalam sanad ini dia meriwayatkan hadits dengan ‘an’anah. (Lihat takhrij hadits ini dalam Irwa’ul Ghalil 3/343—344)
Sumber:
📊 http://asysyariah.com/doa-untuk-pembayar-zakat/
t.me/ForumBerbagiFaidah
[ Pertanyaan Keempat dari Fatwa Nomor 6505 ]
Adakah lafadz tertentu yang diucapkan ketika mengeluarkan zakat fitrah, dan apa lafadznya?
[ Jawaban ]
لا نعلم دعاء معينا يقال عند إخراجها
Kami tidak mengetahui doa tertentu yang diucapkan ketika mengeluarkan zakat fitrah.
Wabillahittaufiq wa Shallallahu 'Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam
📚Al-Lajnah ad-Daimah Lilbuhuts al-Ilmiyyah wa al-Ifta'
Ketua: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Wakil: Abdurrazzaq 'Afifi
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan, Abdullah bin Qu'ud
ــــــــــــــــــــــــــــــــ
(( هل هناك دعاء عند إخراج زكاة الفطر ؟))
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
السؤال الرابع من الفتوى رقم ( 6505 )
س4: هل من قول معين يقال عند إخراج زكاة الفطر، وما هو؟
ج4: لا نعلم دعاء معينا يقال عند إخراجها.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=73735
▪️@ukhwh
🚇 ADAKAH DOA YANG DIAJARKAN RASULULLAH ﷺ UNTUK DIBACA OLEH ORANG YANG BERZAKAT?
Dalam berberapa kitab fiqih disebutkan bahwa muzakki disunnahkan membaca doa:
اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا مَغْنَمًا وَلَا تَجْعَلْهَا مَغْرَمًا
“Ya Allah, jadikan zakatku ini sebagai keuntungan (bagiku) dan jangan Kau jadikan sebagai kerugian.”
Doa tersebut dinisbatkan kepada Rasulullah ﷺ, namun penisbatan ini tidak sah.
Ibnu Majah dalam as-Sunan (no. 1797) meriwayatkan sebuah hadits dari jalan Suwaid bin Sa’id, dari al-Walid bin Muslim, dari al-Bakhtari bin ‘Ubaid, dari bapaknya, dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا أَعْطَيْتُمُ الزَّكَاةَ فَلَا تَنْسَوُا ثَوَابَهَا أَنْ تَقُولُوا: اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا مَغْنَمًا وَلَا تَجْعَلْهَا مَغْرَمًا
“Jika kalian mengeluarkan zakat, janganlah kalian melupakan pahalanya dengan kalian berdoa, ‘Ya Allah, jadikan zakatku ini keuntungan (bagiku) dan jangan Engkau jadikan sebagai kerugian’.”
Hadits ini LEMAH. Bahkan, asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah menghukuminya sebagai hadits maudhu’ (PALSU).
Al-Bakhtari bin Ubaid at-Thabikhi al-Kalbi adalah perawi yang matruk (ditinggalkan). Suwaid bin Sa’id dikatakan fihi maqal (ada pembicaraan tentangnya), sedangkan al-Walid bin Muslim adalah seorang mudallis (yang suka menggelapkan hadits), dan dalam sanad ini dia meriwayatkan hadits dengan ‘an’anah. (Lihat takhrij hadits ini dalam Irwa’ul Ghalil 3/343—344)
Sumber:
📊 http://asysyariah.com/doa-untuk-pembayar-zakat/
t.me/ForumBerbagiFaidah
🚇 MENGAPA TIDAK SAH MENGELUARKAN ZAKAT FITRAH JIKA DALAM BENTUK UANG?
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf hafizhahullah
📅 Kajian Kitab Al-Fiqhu Al-Muyassar | Sabtu, 1 Shafar 1439 H | 21 Oktober 2017 di Masjid Ma'had Daarul Atsar, Kawalu, Tasikmalaya
◙ Durasi 0:06:53
◙ Ukuran file 1,7 MB
◙ Link https://bit.ly/2HIZALz
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafyalembang.com
Sumber:
💾 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
www.alfawaaid.net
www.ilmusyari.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
🔬 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf hafizhahullah
📅 Kajian Kitab Al-Fiqhu Al-Muyassar | Sabtu, 1 Shafar 1439 H | 21 Oktober 2017 di Masjid Ma'had Daarul Atsar, Kawalu, Tasikmalaya
◙ Durasi 0:06:53
◙ Ukuran file 1,7 MB
◙ Link https://bit.ly/2HIZALz
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafyalembang.com
Sumber:
💾 @ForumBerbagiFaidah [FBF]
www.alfawaaid.net
www.ilmusyari.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
HUKUM MEMBERIKAN ZAKAT KEPADA AHLU BID'AH
Syaikh Shalih bin Fawzan al Fawzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Apa hukum memberikan zakat kepada ahlu bid'ah, jika mereka dari kalangan kerabat saya?
Jawaban:
💥Bid'ah mukaffirah (yang menyebabkan kekafiran) tidak boleh diberikan zakat kepada mereka.
🍃Adapun bid'ah yang bukan mukaffirah, maka jika mereka orang fakir dan untuk melunakkan hati mereka serta mengajak mereka untuk meninggalkan bid'ah, tentunya ini perkara yang baik."
Al Muntaqa Min Akhbar Sayyid al Mursalin 27-12-1436 H
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
@t.me/ukhwh
السؤال:
ما حُكم دفع الزكاة لأهل البدع إذا كانوا من أقاربي؟
الجواب:
البدع المُكفرة لا تدفع لهم الزكاة؛ وأما البدع التي ليست مُكفرة إذا كانوا فقراء وتألفهم فيها وتدعوهم إلى ترك البدع هذا شيء طيب.
📜المنتقى من أخبار سيد المرسلين 27-12-1436هـ
Syaikh Shalih bin Fawzan al Fawzan hafizhahullah
Pertanyaan:
Apa hukum memberikan zakat kepada ahlu bid'ah, jika mereka dari kalangan kerabat saya?
Jawaban:
💥Bid'ah mukaffirah (yang menyebabkan kekafiran) tidak boleh diberikan zakat kepada mereka.
🍃Adapun bid'ah yang bukan mukaffirah, maka jika mereka orang fakir dan untuk melunakkan hati mereka serta mengajak mereka untuk meninggalkan bid'ah, tentunya ini perkara yang baik."
Al Muntaqa Min Akhbar Sayyid al Mursalin 27-12-1436 H
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
@t.me/ukhwh
السؤال:
ما حُكم دفع الزكاة لأهل البدع إذا كانوا من أقاربي؟
الجواب:
البدع المُكفرة لا تدفع لهم الزكاة؛ وأما البدع التي ليست مُكفرة إذا كانوا فقراء وتألفهم فيها وتدعوهم إلى ترك البدع هذا شيء طيب.
📜المنتقى من أخبار سيد المرسلين 27-12-1436هـ
🌷⭕️🌈 *MANDI UNTUK SHOLAT JUM'AT
⌛ Hukum mandi Jum’at adalah WAJIB
Di antara dalilnya adalah sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam,
غُسْلُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ
“Mandi pada hari Jum’at adalah wajib atas setiap yang sudah baligh.”
(HR. al-Bukhari no. 879)
👆🏻 Dalam hadits ini, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan wajib dan tentu tidak ada yang lebih fasih daripada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam menyampaikan kata-kata.
👉🏻 Adapun hadits yang menyatakan,
“Barangsiapa berwudhu pada hari Jum’at, dia telah bagus dan barangsiapa yang mandi, mandi itu lebihbaik.” (HR. an-Nasai dalam Sunan-nya dari Amrah)
Andaikata riwayat ini sahih, tetap tidak mengandung nash dan dalil bahwa mandi Jum’at itu tidak wajib. Di dalamnya hanya dijelaskan tentang wudhu adalah sebaik-baik amalan dan bahwa mandi itu lebih baik, hal ini tidak diragukan.
📚 Sungguh Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَلَوْءَامَنَ اَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًالَّهُمْ
“Sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka.” (Ali Imran: 110)
Apakah ayat ini menunjukkan bahwa iman dan takwa tidak wajib? Sama sekali tidak. (al-Muhalla 2/14, Ibnu Hazm)
⌛ SEBAB WAJIBNYA MANDI
Masalah lain, wajibnya mandi bukan karena hari Jum’at, melainkan karena akan menghadiri Jum’atan (shalat jumaat, ed.).
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),
“Apabila salah seorang dari kalian mendatangi Jum’atan hendaknya dia mandi.” (Shahihal-Bukhari no. 877 dari hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma)
👆🏻 Hadits ini menunjukkan bahwa orang yang ingin menghadiri Jum’atan harus mandi meskipun yang akan hadir itu orang yang tidak wajib Jum’atan, seperti budak, anak kecil, dan wanita. Dipahami pula dari hadits ini, mandi tidak disyariatkan bagi yang tidak menghadiri Jum’atan. (lihat kitab Ahaditsul Jumu’ah hlm. 204 karya Abdul Quddus Muhammad Nadzir)
⌛ WAKTU MANDI
Adapun waktu mandi yang dianggap sudah mencukupi/sah untuk pelaksanaan shalat Jum’at adalah dari terbitnya fajar shadiq (subuh) hingga pelaksanaan shalat Jum’at.
(Ahaditsul Jumu’ah hlm. 202 dan al-Majmu’ karya an-Nawawi rahimahullah 4/408)
⌛ TATACARA MANDI
Mandi Jum’at yang bagus praktiknya adalah seperti mandi junub, sebagaimana disebutkan oleh al-Imam al-Bukhari rahimahullah dalam Shahih-nya, bab “Fadhlul Jumu’ah” hadits no. 881, yang insya Allah akan dijelaskan.
⌛ APABILA TIDAK MENDAPATKAN AIR UNTUK MANDI
Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, seseorang yang tidak menemukan air untuk mandi Jum’atan atau termudaratkan jika dia menggunakan air, lalu dia tidak mandi Jum’atan, mandinya tidak bisa diganti dengan tayammum. Sebab, tayammum itu disyariatkan (hanya) untuk menghilangkan hadats. (Asy-Syarhul Mumti’ 5/110—111)
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🌍 Sumber:
http://asysyariah.com/kajian-utama-adab-mendatangi-shalat-jumat/
🔘 📠 https://t.me/Ittiba_uRasulillah
⌛ Hukum mandi Jum’at adalah WAJIB
Di antara dalilnya adalah sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam,
غُسْلُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ
“Mandi pada hari Jum’at adalah wajib atas setiap yang sudah baligh.”
(HR. al-Bukhari no. 879)
👆🏻 Dalam hadits ini, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan wajib dan tentu tidak ada yang lebih fasih daripada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam menyampaikan kata-kata.
👉🏻 Adapun hadits yang menyatakan,
“Barangsiapa berwudhu pada hari Jum’at, dia telah bagus dan barangsiapa yang mandi, mandi itu lebihbaik.” (HR. an-Nasai dalam Sunan-nya dari Amrah)
Andaikata riwayat ini sahih, tetap tidak mengandung nash dan dalil bahwa mandi Jum’at itu tidak wajib. Di dalamnya hanya dijelaskan tentang wudhu adalah sebaik-baik amalan dan bahwa mandi itu lebih baik, hal ini tidak diragukan.
📚 Sungguh Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَلَوْءَامَنَ اَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًالَّهُمْ
“Sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka.” (Ali Imran: 110)
Apakah ayat ini menunjukkan bahwa iman dan takwa tidak wajib? Sama sekali tidak. (al-Muhalla 2/14, Ibnu Hazm)
⌛ SEBAB WAJIBNYA MANDI
Masalah lain, wajibnya mandi bukan karena hari Jum’at, melainkan karena akan menghadiri Jum’atan (shalat jumaat, ed.).
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya),
“Apabila salah seorang dari kalian mendatangi Jum’atan hendaknya dia mandi.” (Shahihal-Bukhari no. 877 dari hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma)
👆🏻 Hadits ini menunjukkan bahwa orang yang ingin menghadiri Jum’atan harus mandi meskipun yang akan hadir itu orang yang tidak wajib Jum’atan, seperti budak, anak kecil, dan wanita. Dipahami pula dari hadits ini, mandi tidak disyariatkan bagi yang tidak menghadiri Jum’atan. (lihat kitab Ahaditsul Jumu’ah hlm. 204 karya Abdul Quddus Muhammad Nadzir)
⌛ WAKTU MANDI
Adapun waktu mandi yang dianggap sudah mencukupi/sah untuk pelaksanaan shalat Jum’at adalah dari terbitnya fajar shadiq (subuh) hingga pelaksanaan shalat Jum’at.
(Ahaditsul Jumu’ah hlm. 202 dan al-Majmu’ karya an-Nawawi rahimahullah 4/408)
⌛ TATACARA MANDI
Mandi Jum’at yang bagus praktiknya adalah seperti mandi junub, sebagaimana disebutkan oleh al-Imam al-Bukhari rahimahullah dalam Shahih-nya, bab “Fadhlul Jumu’ah” hadits no. 881, yang insya Allah akan dijelaskan.
⌛ APABILA TIDAK MENDAPATKAN AIR UNTUK MANDI
Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, seseorang yang tidak menemukan air untuk mandi Jum’atan atau termudaratkan jika dia menggunakan air, lalu dia tidak mandi Jum’atan, mandinya tidak bisa diganti dengan tayammum. Sebab, tayammum itu disyariatkan (hanya) untuk menghilangkan hadats. (Asy-Syarhul Mumti’ 5/110—111)
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🌍 Sumber:
http://asysyariah.com/kajian-utama-adab-mendatangi-shalat-jumat/
🔘 📠 https://t.me/Ittiba_uRasulillah
✋🏻🌅🌔💐 MELIHAT MALAM LAILATUL QADAR
✍🏻 Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah
📬 Pertanyaan:
هل ترى ليلة القدر عيانًا أي أنها ترى بالعين البشرية المجردة حيث إن بعض الناس يقولون: إن الإنسان إذا استطاع رؤية ليلة القدر يرى نورًا في السماء ونحو هذا؟وكيف رآها رسول الله ﷺ والصحابة رضوان الله عليهم أجمعين؟ وكيف يعرف المرء أنه قد رأى ليلة القدر؟ وهل ينال الإنسان ثوابها وأجرها وإن كانت في تلك الليلة التي لم يستطع أن يراها فيها؟ نرجو توضيح ذلك مع ذكر الدليل
Apakah Lailatul Qadar itu bisa dilihat dengan mata, yakni bisa dilihat dengan mata manusia saja? Yang mana sebagian manusia mengatakan: Sesungguhnya manusia jika berhasil melihat Lailatul Qadar, dia akan melihat cahaya di langit dan semisal ini.
Bagaimana dulu Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam dan para sahabatnya melihatnya?
Dan bagaimana seorang itu tahu kalau dirinya telah melihat Lailatul Qadar?
Apakah seorang tetap mendapatkan pahala dan keutamaannya sekalipun terjadi Lailatul Qadar di malam yang ia tidak bisa melihatnya?
Kami harap penjelasan akan hal itu dengan dalilnya?
🔓 Jawaban:
Terkadang Lailatul Qadar itu bisa terlihat dengan mata oleh orang yang Allah Ta’ala beri taufiq untuk itu dengan melihat tanda-tandanya. Dan dahulu para sahabat radhiallahu ‘anhum mencirikan Lailatul Qadar dengan tanda-tandanya. Akan tetapi tidak terlihatnya (Lailatul Qadar) itu tidak menghalangi seorang untuk meraih keutamaannya bagi orang yang menghidupkan shalat malamnya karena iman dan mengharap pahala. Maka sebaiknya seorang muslim itu tetap bersungguh-sungguh dalam mencarinya di sepuluh malam terakhir Ramadhan, sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam perintahkan, dalam rangka mencari pahala dan ganjaran. Maka jika shalat malamnya karena dorongan iman dan mengharap pahala itu mencocoki malam tersebut, ia akan meraih pahala nya, sekalipun ia tidak mengetahuinya.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;
من قام ليلة القدر إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
“Barang siapa yang shalat malam di Lailatul Qadar karena Iman dan mengharap pahala, dia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (H.R Al-Bukhary)
Dalam riwayat lainnya:
من قامها ابتغاءها ثم وقعت له غفر له ما تقدم من ذنبه وما تأخر
“Barang siapa yang shalat malam mengharapkan Lailatul Qadar kemudian dia mencocokinya, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.” (H.R Ahmad)
Dan telah tetap dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, hadits yang menunjukkan bahwasanya diantara tanda-tanda (Lailatul Qadar) adalah terbitnya matahari di pagi harinya itu tidak menyilaukan.
Dahulu Ubai bin Ka’ab radhiallahu ‘anhu bersumpah kalau itu adalah malam yang ke duapuluh tujuh dengan berdalilkan tanda-tanda ini.
Dan yang rajih hal itu berpindah-pindah di malam-malam kesepuluh semuanya, dan malam ganjil itu yang lebih pantas. Dan malam keduapuluh tujuh itu malam ganjil yang paling diharapkan dalam hal itu.
Dan barang siapa yang bersungguh-sungguh dalam sepuluh malam terakhir semuanya, dengan shalat malam, membaca Al-Qur’an dan berdo’a dan selainnya dari amalan-amalan baik, niscaya ia akan mendapatkan Lailatul Qadar tanpa ragu lagi. Dan dia beruntung dengan apa yang Allah janjikan bagi orang yang beribadah di Lailatul Qadar jika melakukannya karena iman dan mengharap pahala.
Dan Allah lah tempat meminta Taufiq. Semoga Shalawat dan salam terlimpah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga beliau dan sahabat beliau.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📚 Sumber:
http://www.binbaz.org.sa/fatawa/372
🌏 http://forumsalafy.net/melihat-malam-lailatul-qadar/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/forumsalafy
✍🏻 Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah
📬 Pertanyaan:
هل ترى ليلة القدر عيانًا أي أنها ترى بالعين البشرية المجردة حيث إن بعض الناس يقولون: إن الإنسان إذا استطاع رؤية ليلة القدر يرى نورًا في السماء ونحو هذا؟وكيف رآها رسول الله ﷺ والصحابة رضوان الله عليهم أجمعين؟ وكيف يعرف المرء أنه قد رأى ليلة القدر؟ وهل ينال الإنسان ثوابها وأجرها وإن كانت في تلك الليلة التي لم يستطع أن يراها فيها؟ نرجو توضيح ذلك مع ذكر الدليل
Apakah Lailatul Qadar itu bisa dilihat dengan mata, yakni bisa dilihat dengan mata manusia saja? Yang mana sebagian manusia mengatakan: Sesungguhnya manusia jika berhasil melihat Lailatul Qadar, dia akan melihat cahaya di langit dan semisal ini.
Bagaimana dulu Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam dan para sahabatnya melihatnya?
Dan bagaimana seorang itu tahu kalau dirinya telah melihat Lailatul Qadar?
Apakah seorang tetap mendapatkan pahala dan keutamaannya sekalipun terjadi Lailatul Qadar di malam yang ia tidak bisa melihatnya?
Kami harap penjelasan akan hal itu dengan dalilnya?
🔓 Jawaban:
Terkadang Lailatul Qadar itu bisa terlihat dengan mata oleh orang yang Allah Ta’ala beri taufiq untuk itu dengan melihat tanda-tandanya. Dan dahulu para sahabat radhiallahu ‘anhum mencirikan Lailatul Qadar dengan tanda-tandanya. Akan tetapi tidak terlihatnya (Lailatul Qadar) itu tidak menghalangi seorang untuk meraih keutamaannya bagi orang yang menghidupkan shalat malamnya karena iman dan mengharap pahala. Maka sebaiknya seorang muslim itu tetap bersungguh-sungguh dalam mencarinya di sepuluh malam terakhir Ramadhan, sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam perintahkan, dalam rangka mencari pahala dan ganjaran. Maka jika shalat malamnya karena dorongan iman dan mengharap pahala itu mencocoki malam tersebut, ia akan meraih pahala nya, sekalipun ia tidak mengetahuinya.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;
من قام ليلة القدر إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
“Barang siapa yang shalat malam di Lailatul Qadar karena Iman dan mengharap pahala, dia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (H.R Al-Bukhary)
Dalam riwayat lainnya:
من قامها ابتغاءها ثم وقعت له غفر له ما تقدم من ذنبه وما تأخر
“Barang siapa yang shalat malam mengharapkan Lailatul Qadar kemudian dia mencocokinya, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.” (H.R Ahmad)
Dan telah tetap dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, hadits yang menunjukkan bahwasanya diantara tanda-tanda (Lailatul Qadar) adalah terbitnya matahari di pagi harinya itu tidak menyilaukan.
Dahulu Ubai bin Ka’ab radhiallahu ‘anhu bersumpah kalau itu adalah malam yang ke duapuluh tujuh dengan berdalilkan tanda-tanda ini.
Dan yang rajih hal itu berpindah-pindah di malam-malam kesepuluh semuanya, dan malam ganjil itu yang lebih pantas. Dan malam keduapuluh tujuh itu malam ganjil yang paling diharapkan dalam hal itu.
Dan barang siapa yang bersungguh-sungguh dalam sepuluh malam terakhir semuanya, dengan shalat malam, membaca Al-Qur’an dan berdo’a dan selainnya dari amalan-amalan baik, niscaya ia akan mendapatkan Lailatul Qadar tanpa ragu lagi. Dan dia beruntung dengan apa yang Allah janjikan bagi orang yang beribadah di Lailatul Qadar jika melakukannya karena iman dan mengharap pahala.
Dan Allah lah tempat meminta Taufiq. Semoga Shalawat dan salam terlimpah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga beliau dan sahabat beliau.
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📚 Sumber:
http://www.binbaz.org.sa/fatawa/372
🌏 http://forumsalafy.net/melihat-malam-lailatul-qadar/
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ http://telegram.me/forumsalafy
BEDA TAUBAT DAN ISTIGHFAR
Asy-Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz -rahimahullah-
Soal:
Apa perbedaan antara taubat dan istighfar?
Jawab:
"Taubat itu adalah menyesal dari apa yg telah dilakukan sebelumnya, dan mencabut diri dari perbuatan itu, serta berkeinginan kuat untuk tidak kembali melakukan perbuatan tersebut. Inilah yang disebut taubat.
Adapun istighfar maka bisa saja merupakan bentuk taubat, dan bisa saja hanya sekedar ucapan semata. Seorang berkata: Ya Allah, ampunilah aku; Aku meminta ampun kepada Allah. Itu tidak menjadi sebuah taubat kecuali bila ada penyesalan, mencabut diri dari kemaksiatan, dan berkeinginan kuat untuk tidak kembali melakukannya. Maka ini dinamakan taubat juga istighfar. Istighfar yang bermanfaat, yang membuahkan hasil, adalah yang padanya terdapat penyesalan, mencabut diri dari maksiat, dan berkeinginan kuat yang jujur untuk tidak kembali. Ini yang dinamakan istighfar juga taubat. Dan inilah yang diinginkan dalam firman Allah Jalla wa 'Ala: 'Dan orang-orang yang mereka melakukan perbuatan buruk atau mereka mendholimi diri-diri mereka, mereka mengingat Allah; maka mereka meminta ampunan untuk dosa-dosa mereka. Maka siapakah yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah. Dan pula mereka tidak terus menerus berada pada apa yang mereka melakukan dalam keadaan mereka mengetahui. Mereka itulah (bagi mereka) balasan ampunan dari Rabb mereka dan bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dan betapa ni'matnya balasan orang-orang yang beramal sholih.' (Ali Imran:132)
Maka maksudnya adalah dia menyesal dan tidak terus-menerus melakukannya. Yakni ia berkata mengucapkan: Ya Allah ampunilah aku; Aku meminta ampun kepada Allah. Bersama dengan itu dia menyesal atas keburukan (yang dilakukan) yang Allah mengetahui dari hatinya ada hal tersebut, dia tidak terus-menerus berada pada perbuatan itu, bahkan dia berkeinginan kuat untuk meninggalkannya. Maka orang ini apabila dia mengucapkan: Aku meminta ampun, atau Ya Allah ampunilah aku; dan tujuannya adalah taubat, menyesal, mencabut diri darinya, dan berhati-hati untuk tidak kembali, maka orang ini TAUBATNYA ADALAH TAUBAT YANG BENAR."
للشـيخ العلامـہ
؏ـبد العزيز بن ؏ـبد اللَّـہ بـن بـاز
ـ رحمـہ اللّـہ تـعالـﮯ ـ
ما الفرق بين التوبة والاستغفار؟
الجَـــوَابُ :
التوبة الندم على الماضي والإقلاع منه والعزيمة أن لا يعود فيه، هذه يقال له التوبة،
● أما الاستغفار فقد يكون توبة وقد يكون مجرد كلام، يقول: اللهم اغفر لي، أستغفر الله، لا يكون توبة إلا إذا كان معه ندم وإقلاع يعني من المعصية وعزم أن لا يعود فيها، فهذا يسمى توبة ويسمى استغفار، فالاستغفار النافع المثمر هو الذي يكون معه الندم والإقلاع من المعصية والعزم الصادق أن لا يعود فيه، هذا يسمى استغفار ويسمى توبة، وهو المراد في قوله جل وعلا: وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُواْ أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُواْ اللّهَ فَاسْتَغْفَرُواْ لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللّهُ وَلَمْ يُصِرُّواْ عَلَى مَا فَعَلُواْ وَهُمْ يَعْلَمُونَ* أُوْلَئِكَ جَزَآؤُهُم مَّغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ [سورة آل عمران(135) (136)].
● فالمقصود أنه نادم غير مصر، يعني يتكلم يقول: اللهم اغفر لي أستغفر الله وهو مع هذا نادم على السيئة يعلم الله من قلبه ذلك، غير مصر عليها بل عازم على تركها، فهذا إذا قال أستغفر، أو اللهم اغفر لي، وقصده التوبة والندم والإقلاع والحذر من العودة إليها فهذا توبته صحيحة “.
📚 المصـدر [ http://www.binbaz.org.sa/noor/1616 ]
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📚 Sumber:
http://www.binbaz.org.sa/noor/161
🌎 https://www.fawaidsolo.com/beda-taubat-dan-istighfar/
⏳alihbahasa:
Ustadz Abu Laits Fuad Hafizhahullah
Asy-Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz -rahimahullah-
Soal:
Apa perbedaan antara taubat dan istighfar?
Jawab:
"Taubat itu adalah menyesal dari apa yg telah dilakukan sebelumnya, dan mencabut diri dari perbuatan itu, serta berkeinginan kuat untuk tidak kembali melakukan perbuatan tersebut. Inilah yang disebut taubat.
Adapun istighfar maka bisa saja merupakan bentuk taubat, dan bisa saja hanya sekedar ucapan semata. Seorang berkata: Ya Allah, ampunilah aku; Aku meminta ampun kepada Allah. Itu tidak menjadi sebuah taubat kecuali bila ada penyesalan, mencabut diri dari kemaksiatan, dan berkeinginan kuat untuk tidak kembali melakukannya. Maka ini dinamakan taubat juga istighfar. Istighfar yang bermanfaat, yang membuahkan hasil, adalah yang padanya terdapat penyesalan, mencabut diri dari maksiat, dan berkeinginan kuat yang jujur untuk tidak kembali. Ini yang dinamakan istighfar juga taubat. Dan inilah yang diinginkan dalam firman Allah Jalla wa 'Ala: 'Dan orang-orang yang mereka melakukan perbuatan buruk atau mereka mendholimi diri-diri mereka, mereka mengingat Allah; maka mereka meminta ampunan untuk dosa-dosa mereka. Maka siapakah yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah. Dan pula mereka tidak terus menerus berada pada apa yang mereka melakukan dalam keadaan mereka mengetahui. Mereka itulah (bagi mereka) balasan ampunan dari Rabb mereka dan bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dan betapa ni'matnya balasan orang-orang yang beramal sholih.' (Ali Imran:132)
Maka maksudnya adalah dia menyesal dan tidak terus-menerus melakukannya. Yakni ia berkata mengucapkan: Ya Allah ampunilah aku; Aku meminta ampun kepada Allah. Bersama dengan itu dia menyesal atas keburukan (yang dilakukan) yang Allah mengetahui dari hatinya ada hal tersebut, dia tidak terus-menerus berada pada perbuatan itu, bahkan dia berkeinginan kuat untuk meninggalkannya. Maka orang ini apabila dia mengucapkan: Aku meminta ampun, atau Ya Allah ampunilah aku; dan tujuannya adalah taubat, menyesal, mencabut diri darinya, dan berhati-hati untuk tidak kembali, maka orang ini TAUBATNYA ADALAH TAUBAT YANG BENAR."
للشـيخ العلامـہ
؏ـبد العزيز بن ؏ـبد اللَّـہ بـن بـاز
ـ رحمـہ اللّـہ تـعالـﮯ ـ
ما الفرق بين التوبة والاستغفار؟
الجَـــوَابُ :
التوبة الندم على الماضي والإقلاع منه والعزيمة أن لا يعود فيه، هذه يقال له التوبة،
● أما الاستغفار فقد يكون توبة وقد يكون مجرد كلام، يقول: اللهم اغفر لي، أستغفر الله، لا يكون توبة إلا إذا كان معه ندم وإقلاع يعني من المعصية وعزم أن لا يعود فيها، فهذا يسمى توبة ويسمى استغفار، فالاستغفار النافع المثمر هو الذي يكون معه الندم والإقلاع من المعصية والعزم الصادق أن لا يعود فيه، هذا يسمى استغفار ويسمى توبة، وهو المراد في قوله جل وعلا: وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُواْ أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُواْ اللّهَ فَاسْتَغْفَرُواْ لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللّهُ وَلَمْ يُصِرُّواْ عَلَى مَا فَعَلُواْ وَهُمْ يَعْلَمُونَ* أُوْلَئِكَ جَزَآؤُهُم مَّغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ [سورة آل عمران(135) (136)].
● فالمقصود أنه نادم غير مصر، يعني يتكلم يقول: اللهم اغفر لي أستغفر الله وهو مع هذا نادم على السيئة يعلم الله من قلبه ذلك، غير مصر عليها بل عازم على تركها، فهذا إذا قال أستغفر، أو اللهم اغفر لي، وقصده التوبة والندم والإقلاع والحذر من العودة إليها فهذا توبته صحيحة “.
📚 المصـدر [ http://www.binbaz.org.sa/noor/1616 ]
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
📚 Sumber:
http://www.binbaz.org.sa/noor/161
🌎 https://www.fawaidsolo.com/beda-taubat-dan-istighfar/
⏳alihbahasa:
Ustadz Abu Laits Fuad Hafizhahullah
‼‼‼ TIDAK BOLEH MEMBERIKAN ZAKAT KEPADA ORANG-ORANG YANG MENJADI TANGGUNGANNYA, KECUALI ...
✍ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah berkata :
📌 Tidak boleh bagi seseorang memberikan zakatnya kepada bapak-bapaknya, ibu-ibunya, kakek-kakeknya, nenek-neneknya, atau anak-anaknya, yang laki-laki maupun perempuan, kecuali :
🔅 jika mereka membutuhkannya dan ia tidak mampu memberikan nafkah kepada mereka, maka boleh memberikan zakat kepada mereka,
🔅 atau jika mereka memiliki banyak utang dan ia hendak melunasinya dari zakatnya, maka yang demikian dibolehkan.
📚 Fatawa Nur 'alad Darb (7/141)
✍ قال الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه الله :
لا يحل للإنسان أن يعطي زكاته أحدا من آبائه أو أمهاته أو أجداده أو جداته أو أبنائه أو بناته إلا إذا كانوا محتاجين ولا يستطيع الإنفاق عليهم فلا بأس أن يصرف زكاته إليهم أو إذا كانت عليهم ديون وأراد أن يقضيها من زكاته فلا بأس.
📚 فتاوى نور على الدرب (١٤١/٧)
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ https://t.me/salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
✍ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah berkata :
📌 Tidak boleh bagi seseorang memberikan zakatnya kepada bapak-bapaknya, ibu-ibunya, kakek-kakeknya, nenek-neneknya, atau anak-anaknya, yang laki-laki maupun perempuan, kecuali :
🔅 jika mereka membutuhkannya dan ia tidak mampu memberikan nafkah kepada mereka, maka boleh memberikan zakat kepada mereka,
🔅 atau jika mereka memiliki banyak utang dan ia hendak melunasinya dari zakatnya, maka yang demikian dibolehkan.
📚 Fatawa Nur 'alad Darb (7/141)
✍ قال الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه الله :
لا يحل للإنسان أن يعطي زكاته أحدا من آبائه أو أمهاته أو أجداده أو جداته أو أبنائه أو بناته إلا إذا كانوا محتاجين ولا يستطيع الإنفاق عليهم فلا بأس أن يصرف زكاته إليهم أو إذا كانت عليهم ديون وأراد أن يقضيها من زكاته فلا بأس.
📚 فتاوى نور على الدرب (١٤١/٧)
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ https://t.me/salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
💎💎💎 WAJIB SESEORANG MENGELUARKAN ZAKAT JIKA SYARAT TERPENUHI WALAUPUN MEMILIKI UTANG
✍ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah berkata :
✅ Setiap orang yang memiliki harta di tangannya yang wajib dikeluarkan zakatnya, maka wajib baginya untuk menunaikan zakatnya, walaupun ia memiliki utang.
Hal itu karena zakat diwajibkan bagi harta yang dimiliki, berdasarkan firman Allah ta'ala :
خُذۡ مِنۡ أَمۡوَ ٰلِهِمۡ صَدَقَةࣰ تُطَهِّرُهُمۡ وَتُزَكِّیهِم بِهَا
Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka ...
📚 Fatawa Nur 'alad Darb (7/25)
✍ قال الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه الله :
كل من في يده مال مما تجب فيه الزكاة فعليه أن يؤدي زكاته ولو كان عليه دين وذلك لأن الزكاة تجب في المال لقوله تعالى ﴿خذ من أموالهم صدقة تطهرهم وتزكيهم بها﴾.
📚 فتاوى نور على الدرب (٢٥/٧)
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembng.com
Sumber:
🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ https://t.me/salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
✍ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah berkata :
✅ Setiap orang yang memiliki harta di tangannya yang wajib dikeluarkan zakatnya, maka wajib baginya untuk menunaikan zakatnya, walaupun ia memiliki utang.
Hal itu karena zakat diwajibkan bagi harta yang dimiliki, berdasarkan firman Allah ta'ala :
خُذۡ مِنۡ أَمۡوَ ٰلِهِمۡ صَدَقَةࣰ تُطَهِّرُهُمۡ وَتُزَكِّیهِم بِهَا
Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka ...
📚 Fatawa Nur 'alad Darb (7/25)
✍ قال الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه الله :
كل من في يده مال مما تجب فيه الزكاة فعليه أن يؤدي زكاته ولو كان عليه دين وذلك لأن الزكاة تجب في المال لقوله تعالى ﴿خذ من أموالهم صدقة تطهرهم وتزكيهم بها﴾.
📚 فتاوى نور على الدرب (٢٥/٧)
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembng.com
Sumber:
🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ https://t.me/salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
Telegram
Salafy Palembang 🇮🇩
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Website: www.salafypalembang.com
🚇 APA YANG DIUCAPKAN PANITIA/ AMIL YANG MENERIMA ZAKAT : APAKAH LAFADZ DOANYA HARUS DALAM BENTUK SHALAWAT?
Dari Abdullah bin Abi Aufa Radhiyallahu 'anhuma, dia berkata:
كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ إِذَا أَتَاهُ قَوْمٌ بِصَدَقَتِهِمْ، قَالَ: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِمْ. فَأَتَاهُ أَبِي -أَبُو أَوْفَى- بِصَدَقَتِهِ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى آلِ أَبِي أَوْفَى
Apabila satu kaum mendatangi Rasulullahﷺ untuk menunaikan zakatnya, beliau berdoa, “Ya Allah, berilah ampunan kepada mereka.” Hingga datanglah ayahku—Abu Aufa—membawa zakat, Rasulullah ﷺ pun berdoa, “Ya Allah, berilah ampunan kepada Abu Aufa.”
(muttafaqun 'alaih)
Lafadz doa tersebut tidak harus dalam bentuk shalawat. Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah menjelaskan,
“Orang yang mengambil zakat hendaknya mengucapkan, ‘ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAIKA’, atau doa (lain) yang dipandang sesuai; karena Allah Ta'ala berfirman kepada Nabi-Nya ﷺ :
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka.” (at-Taubah: 103) (Lihat asy-Syarhul Mumti’ 6/208)
An-Nasa’i dalam al-Mujtaba (5/30) meriwayatkan dari Wa’il bin Hujr bahwa Rasulullah ﷺ mendoakan barakah kepada seorang yang datang kepada beliau membawa seekor unta zakat yang baik.
أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ بَعَثَ سَاعِيًا فَأَتَى رَجُلًا فَأَتَاهُ فَصِيلًا مَخْلُولًا فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ : بَعَثَنَا مُصَدِّقَ اللهِ وَرَسُولِهِ وَإِنَّ فُلَانًا أَعْطَاهُ فَصِيلًا مَخْلُولًا، اللَّهُمَّ لَا تُبَارِكْ فِيهِ وَلَا فِي إِبِلِهِ. فَبَلَغَ ذَلِكَ الرَّجُلَ فَجَاءَ بِنَاقَةٍ حَسْنَاءَ فَقَالَ: أَتُوبُ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَإِلَى نَبِيِّهِﷺ . فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ : اللَّهُمَّ بَارِكْ فِيهِ وَفِي إِبِلِهِ
Nabi ﷺ mengutus seorang utusan untuk mengambil zakat hingga ia datangi seorang (untuk mengambil zakatnya) tetapi dia keluarkan unta sapihan yang sangat kurus. (Ketika Nabi ﷺ mengetahuinya) beliau bersabda, “Aku mengutus seseorang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya (untuk mengambil zakat), tetapi fulan memberikan unta sapihan kurus (yang tidak pantas untuk zakat). Ya Allah, janganlah engkau berkahi dia dan jangan Engkau berkahi untanya.” Sampailah doa ini kepada lelaki itu. Bergegas ia datang membawa seekor onta yang baik seraya berkata, “Aku bertaubat kepada Allah dan kembali kepada Nabi-Nya ﷺ.” Lalu beliau ﷺ pun berdoa, “Ya Allah, berkahilah ia dan untanya.”
Dari riwayat tersebut diambil faedah bahwa doa untuk muzakki tidaklah harus dalam bentuk shalawat.
_____
Al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah menyukai bagi orang yang menerima zakat mendo'akan muzakki dengan perkataan:
آجَرَكَ اللهُ فِيمَا أَعْطَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوراً وَبَارَكَ لَكَ فِيمَا أَبْقَيْتَ
“Semoga Allah memberi pahala atas apa yang telah engkau berikan. Semoga Allah menjadikan kesucian untukmu. Semoga Allah memberkahi hartamu yang tersisa.”
(Ringkasan dari tulisan Al-Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc. hafizhahullah) di http://asysyariah.com/doa-untuk-pembayar-zakat/
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
@ForumBerbagiFaidah
Dari Abdullah bin Abi Aufa Radhiyallahu 'anhuma, dia berkata:
كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ إِذَا أَتَاهُ قَوْمٌ بِصَدَقَتِهِمْ، قَالَ: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِمْ. فَأَتَاهُ أَبِي -أَبُو أَوْفَى- بِصَدَقَتِهِ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى آلِ أَبِي أَوْفَى
Apabila satu kaum mendatangi Rasulullahﷺ untuk menunaikan zakatnya, beliau berdoa, “Ya Allah, berilah ampunan kepada mereka.” Hingga datanglah ayahku—Abu Aufa—membawa zakat, Rasulullah ﷺ pun berdoa, “Ya Allah, berilah ampunan kepada Abu Aufa.”
(muttafaqun 'alaih)
Lafadz doa tersebut tidak harus dalam bentuk shalawat. Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin rahimahullah menjelaskan,
“Orang yang mengambil zakat hendaknya mengucapkan, ‘ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAIKA’, atau doa (lain) yang dipandang sesuai; karena Allah Ta'ala berfirman kepada Nabi-Nya ﷺ :
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka.” (at-Taubah: 103) (Lihat asy-Syarhul Mumti’ 6/208)
An-Nasa’i dalam al-Mujtaba (5/30) meriwayatkan dari Wa’il bin Hujr bahwa Rasulullah ﷺ mendoakan barakah kepada seorang yang datang kepada beliau membawa seekor unta zakat yang baik.
أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ بَعَثَ سَاعِيًا فَأَتَى رَجُلًا فَأَتَاهُ فَصِيلًا مَخْلُولًا فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ : بَعَثَنَا مُصَدِّقَ اللهِ وَرَسُولِهِ وَإِنَّ فُلَانًا أَعْطَاهُ فَصِيلًا مَخْلُولًا، اللَّهُمَّ لَا تُبَارِكْ فِيهِ وَلَا فِي إِبِلِهِ. فَبَلَغَ ذَلِكَ الرَّجُلَ فَجَاءَ بِنَاقَةٍ حَسْنَاءَ فَقَالَ: أَتُوبُ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَإِلَى نَبِيِّهِﷺ . فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ : اللَّهُمَّ بَارِكْ فِيهِ وَفِي إِبِلِهِ
Nabi ﷺ mengutus seorang utusan untuk mengambil zakat hingga ia datangi seorang (untuk mengambil zakatnya) tetapi dia keluarkan unta sapihan yang sangat kurus. (Ketika Nabi ﷺ mengetahuinya) beliau bersabda, “Aku mengutus seseorang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya (untuk mengambil zakat), tetapi fulan memberikan unta sapihan kurus (yang tidak pantas untuk zakat). Ya Allah, janganlah engkau berkahi dia dan jangan Engkau berkahi untanya.” Sampailah doa ini kepada lelaki itu. Bergegas ia datang membawa seekor onta yang baik seraya berkata, “Aku bertaubat kepada Allah dan kembali kepada Nabi-Nya ﷺ.” Lalu beliau ﷺ pun berdoa, “Ya Allah, berkahilah ia dan untanya.”
Dari riwayat tersebut diambil faedah bahwa doa untuk muzakki tidaklah harus dalam bentuk shalawat.
_____
Al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah menyukai bagi orang yang menerima zakat mendo'akan muzakki dengan perkataan:
آجَرَكَ اللهُ فِيمَا أَعْطَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوراً وَبَارَكَ لَكَ فِيمَا أَبْقَيْتَ
“Semoga Allah memberi pahala atas apa yang telah engkau berikan. Semoga Allah menjadikan kesucian untukmu. Semoga Allah memberkahi hartamu yang tersisa.”
(Ringkasan dari tulisan Al-Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc. hafizhahullah) di http://asysyariah.com/doa-untuk-pembayar-zakat/
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
@ForumBerbagiFaidah
💎💎💎 BARANG-BARANG KEBUTUHAN TIDAK TERKENA ZAKAT
✍ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah berkata :
📌 Tidak ada kewajiban bagi seorang muslim untuk mengeluarkan zakat pada barang perabotan rumah, tempat tidur, mobil yang dia gunakan, dan mobil yang dia sewakan, serta barang-barang selain itu yang ia butuhkan untuk dipakai. Hal ini berdasarkan sabda Nabi ﷺَ :
ليس على المسلم في عبده ولا فرسه صدقة
Tidak ada kewajiban zakat bagi seorang muslim pada budak dan kudanya.
📚 Fatawa Nur 'alad Darb (7/79)
✍ قال الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه الله :
ليس على المسلم زكاة في أواني البيت وفرشه وسيارته التي يركب وسيارته التي يؤجرها وغير ذلك من حوائجه لقول النبي ﷺ «ليس على المسلم في عبده ولا فرسه صدقة»
📚 فتاوى نور على الدرب (٧٩/٧)
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ https://t.me/salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
✍ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah berkata :
📌 Tidak ada kewajiban bagi seorang muslim untuk mengeluarkan zakat pada barang perabotan rumah, tempat tidur, mobil yang dia gunakan, dan mobil yang dia sewakan, serta barang-barang selain itu yang ia butuhkan untuk dipakai. Hal ini berdasarkan sabda Nabi ﷺَ :
ليس على المسلم في عبده ولا فرسه صدقة
Tidak ada kewajiban zakat bagi seorang muslim pada budak dan kudanya.
📚 Fatawa Nur 'alad Darb (7/79)
✍ قال الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه الله :
ليس على المسلم زكاة في أواني البيت وفرشه وسيارته التي يركب وسيارته التي يؤجرها وغير ذلك من حوائجه لقول النبي ﷺ «ليس على المسلم في عبده ولا فرسه صدقة»
📚 فتاوى نور على الدرب (٧٩/٧)
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Sumber:
🌎 WhatsApp Salafy Cirebon
⏯ https://t.me/salafy_cirebon
www.salafycirebon.com
🚇 LAILATUL QODAR ADALAH KAROMAH, HENDAKLAH DIRAHASIAKAN
Al-Imam An-Nawawiy -rohimahulloh- berkata :
(( ويستحب لمن رآها كتمها ))
"Disukai bagi orang yang melihatnya (Lailatul Qodar_ed) agar menyembunyikannya"
(Al-Majmu' 6/453)
--Yang demikian itu disebabkan:__
1⃣ Karena Lailatul qodar adalah karomah, dan karomah hendaknya disembunyikan, tidak diumumkan.
2⃣ Agar tidak muncul perasaan bangga diri dan riya'.
❱ Dan agar dia tidak mengganggap -ketika telah mendapatkannya- hal itu disebabkan karena dirinya termasuk orang yang memiliki martabat yang tinggi dan derajat yang mulia.
3⃣ Agar tidak menghalangi dan menjadikan orang lain lemah semangat.
4⃣ Agar dirinya terhindar dari kedengkian orang lain.
Sumber:
Majmu'ah Al-Jarh Wat-ta'dil
@KEUTAMAANIM
يقول النووي رحمه الله: (( ويستحب لمن رآها كتمها ))
المجموع 6/453
وذلك لأسباب:
1- لأنها كرامة والكرامات تخفى لا تعلن
2- لئلا يدخله العجب والرياء ويحسب أنه رآها لأنه من أهل المراتب العالية والدرجات السامية
3- لئلا يثبط الناس ويكسلهم عن الاجتهاد
4- حفظا لنفسه من حسد الناس
مجموة الجرح والتعديل
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
Al-Imam An-Nawawiy -rohimahulloh- berkata :
(( ويستحب لمن رآها كتمها ))
"Disukai bagi orang yang melihatnya (Lailatul Qodar_ed) agar menyembunyikannya"
(Al-Majmu' 6/453)
--Yang demikian itu disebabkan:__
1⃣ Karena Lailatul qodar adalah karomah, dan karomah hendaknya disembunyikan, tidak diumumkan.
2⃣ Agar tidak muncul perasaan bangga diri dan riya'.
❱ Dan agar dia tidak mengganggap -ketika telah mendapatkannya- hal itu disebabkan karena dirinya termasuk orang yang memiliki martabat yang tinggi dan derajat yang mulia.
3⃣ Agar tidak menghalangi dan menjadikan orang lain lemah semangat.
4⃣ Agar dirinya terhindar dari kedengkian orang lain.
Sumber:
Majmu'ah Al-Jarh Wat-ta'dil
@KEUTAMAANIM
يقول النووي رحمه الله: (( ويستحب لمن رآها كتمها ))
المجموع 6/453
وذلك لأسباب:
1- لأنها كرامة والكرامات تخفى لا تعلن
2- لئلا يدخله العجب والرياء ويحسب أنه رآها لأنه من أهل المراتب العالية والدرجات السامية
3- لئلا يثبط الناس ويكسلهم عن الاجتهاد
4- حفظا لنفسه من حسد الناس
مجموة الجرح والتعديل
💽 http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com