Salafy Palembang ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
5.86K subscribers
5.45K photos
445 videos
309 files
14.5K links
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Download Telegram
SUJUD TILAWAH
Bagian 2

Apakah Disyaratkan dalam Keadaan Suci ketika Melakukan Sujud?

Sujud tilawah bisa dilakukan dalam shalat, bisa pula di luar shalat. Dalam shalat, tentu dalam keadaan suci, adapun jika sujud di luar shalat tidak dipersyaratkan suci.
Al-Imam al-Bukhari rahimahullah menyampaikan sebuah riwayat dalam Shahihnya dari Ibnu Umar radhiyallahuanhu bahwa beliau dahulu sujud tidak dalam keadaan suci (wudhu). (โ€œAbwabu Sujudil Qurโ€™anโ€, Bab โ€œSujudul Muslimin Maโ€™al Musyrikinโ€)

Ibnu Hazm mengatakan, โ€œSujud tilawah dilakukan dalam shalat fardhu dan sunnah, dan pada selain shalat, di setiap saat, (walaupun) saat terbit matahari, saat tenggelamnya dan saat matahari di tengah siang, menghadap kiblat atau tidak, dalam keadaan suci atau tidak.โ€ (al-Muhalla, 5/157, โ€œKitabush Shalahโ€, bab โ€œSujudul Qurโ€™anโ€)

Ibnu Taimiyyah rahimahullah juga mengatakan dalam kitabnya, al-Ikhtiyarat, โ€œSujud tilawah bukanlah shalat sehingga tidak dipersyaratkan dalam hal ini syarat-syarat shalat. Bahkan, boleh dilakukan tidak dalam keadaan suci. Ibnu Umar radhiyallahu anhu pun dahulu sujud tidak dalam keadaan suci.

Pendapat inilah yang dipilih oleh al-Bukhari rahimahullah. Akan tetapi, sujud dengan syarat-syarat shalat lebih baik.
(al-Fatawa al-Kubra)

Apakah Dipersyaratkan Takbir?

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, โ€œTidak disyariatkan padanya takbiratul ihram, tidak pula salam.

Inilah sunnah yang dikenal dari Nabi shallallahu alaihi wassalam dan diamalkan oleh kebanyakan as-salaf (para pendahulu).โ€ (al-Fatawa al-Kubra, 5/340)

Akan tetapi, tampaknya ucapan beliau ini apabila melakukan sujud di luar shalat.
Meskipun demikian, sebagian ulama berpendapat bahwa sujud ini dimulai dengan takbir, seperti Abu Qilabah dan Ibnu Sirin rahimahullah.


Adapun di dalam shalat, para ulama juga berbeda pendapat.
1. Asy-Syaikh al-Albani menyebutkan dalam kitabnya, Tamamul Minnah, sebuah riwayat dari Abu Hanifah yang berpendapat bahwa sujud ini tanpa takbir.** Inilah yang beliau pegang. Beliau mengatakan, โ€œSekelompok sahabat telah meriwayatkan sujud tilawah Nabi n dalam banyak ayat, dalam banyak kesempatan, namun tidak seorang pun dari mereka menyebutkan takbir untuk sujud. Oleh karena itu, kami condong kepada pendapat tidak adanya takbir.โ€

2. Adapun pendapat yang kedua menyebutkan adanya takbir pada saat sujud dan bangkit darinya. Ini adalah pendapat mazhab Hanafi, Maliki, Syafiโ€™i, dan Hanbali. Hal ini berdasarkan keumuman hadits Nabi n dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berikut.

ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุตูŽู„ูู‘ูŠ ุจูู‡ูู…ู’ุŒ ููŽูŠููƒูŽุจูู‘ุฑู ูƒูู„ูŽู‘ู…ูŽุง ุฎูŽููŽุถูŽ ูˆูŽุฑูŽููŽุนูŽุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ุงู†ู’ุตูŽุฑูŽููŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฅูู†ูู‘ูŠ ู„ูŽุฃูŽุดู’ุจูŽู‡ููƒูู…ู’ ุตูŽู„ุงูŽุฉู‹ ุจูุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู n

Beliau (Abu Hurairah radhiyallahu anhu) shalat bersama mereka, lalu beliau mengucapkan takbir setiap kali turun dan setiap kali naik. Ketika selesai, beliau mengatakan, โ€œSesungguhnya aku adalah orang paling serupa shalatnya dengan Rasulullah shallallahu alai wassalam di antara kalian.โ€
(Sahih, HR. al-Bukhari, โ€œKitabul Adzanโ€, Bab โ€œItmamut Takbir fir Rukuโ€)

Bersambung..in syaa Allah

๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com

Sumber:
Asy Syari'ah Edisi 080
April 28, 2012
Http://tlgrm.me/anNajiyahBali
www.annajiyah-bali.com
SUJUD TILAWAH
Bagian 3

HUKUM SUJUD TILAWAH

Para ulama juga berbeda pendapat tentang hal ini.

1. Pendapat pertama mengatakan bahwa sujud tilawah adalah sunnah. Yang berpegang dengan pendapat ini adalah al-Imam Malik, asy-Syafiโ€™i, Ahmad, al-Auzaโ€™i, al-Laits, Dawud azh-Zhahiri, dan lain-lain.

2. Pendapat kedua, sujud tilawah adalah wajib. Ini adalah mazhab Hanafi, dan ini yang dipilih oleh Ibnu Taimiyyah.

Yang rajih (kuat) adalah mazhab yang pertama berdasarkan dalil berikut ini.

1. Riwayat dari Atha bin Yasar radhiyallahu anhu

ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ุณูŽุฃูŽู„ูŽ ุฒูŽูŠู’ุฏูŽ ุจู’ู†ูŽ ุซูŽุงุจูุชู z ููŽุฒูŽุนูŽู…ูŽ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ู‚ูŽุฑูŽุฃูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ n (ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ุฌู’ู…)ู ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุณู’ุฌูุฏู’ ูููŠู‡ูŽุง

โ€œIa bertanya kepada Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu, beliau mengaku pernah membacakan kepada Nabi shallallahu alaihi wassalam surat an-Najm dan beliau tidak sujud.โ€
(Sahih, HR. al-Bukhari, โ€œKitab Sujudul Qurโ€™anโ€ Bab โ€œMan Qaraโ€™a as-Sajdah wa lam Yasjudโ€)

2. Rabiโ€™ah radhiyallahu anh bercerita bahwa Umar radhiyallahu anhu

ู‚ูŽุฑูŽุฃูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุฉู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูู†ู’ุจูŽุฑู ุจูุณููˆุฑูŽุฉู ุงู„ู†ูŽู‘ุญู’ู„ู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฅูุฐูŽุง ุฌูŽุงุกูŽ ุงู„ุณูŽู‘ุฌู’ุฏูŽุฉูŽ ู†ูŽุฒูŽู„ูŽ ููŽุณูŽุฌูŽุฏูŽ ูˆูŽุณูŽุฌูŽุฏูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูุŒ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽุชู ุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุฉู ุงู„ู’ู‚ูŽุงุจูู„ูŽุฉู ู‚ูŽุฑูŽุฃูŽ ุจูู‡ูŽุง ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฅูุฐูŽุง ุฌูŽุงุกูŽ ุงู„ุณูŽู‘ุฌู’ุฏูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูุŒ ุฅูู†ูŽู‘ุง ู†ูŽู…ูุฑูู‘ ุจูุงู„ุณูู‘ุฌููˆุฏู ููŽู…ูŽู†ู’ ุณูŽุฌูŽุฏูŽ ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุตูŽุงุจูŽุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุณู’ุฌูุฏู’ ููŽู„ุงูŽ ุฅูุซู’ู…ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู. ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุณู’ุฌูุฏู’ ุนูู…ูŽุฑู z.
ูˆูŽุฒูŽุงุฏูŽ ู†ูŽุงููุนูŒ ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ c: ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูู’ุฑูุถู ุงู„ุณูู‘ุฌููˆุฏูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ ู†ูŽุดูŽุงุกูŽ
โ€œโ€ฆ Pada hari Jumโ€™at membaca di atas mimbar surat an-Nahl, hingga bila sampai pada ayat sajdah beliau turun lalu sujud sehingga orang-orang pun sujud.

Saat Jumโ€™at berikutnya, beliau membaca lagi surat tersebut hingga sampai pada ayat sajdah, beliau berkata, โ€˜Wahai manusia, sesungguhnya kita melewati ayat sajdah. Barang siapa bersujud sungguh ia telah benar, dan barang siapa tidak bersujud maka tiada dosa baginya.โ€™ Dan Umar sendiri tidak bersujud.
Nafiโ€™ t menambahkan dari Ibnu Umar radhiyallahu anhu, (beliau berkata), โ€œAllah l tidak mewajibkan sujud kecuali sekehendak kita.โ€

(Sahih, HR. al-Bukhari, โ€œAbwabu Sujudil Qurโ€™anโ€, Bab โ€œMan Raโ€™a anna Allah lam Yujib as-Sujudโ€)

Selesai

๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com

Sumber:
Majalah asy Syari'ah edisi 080 tanggal 28 April 2012
Http://tlgrm.me/anNajiyahBali
www.annajiyah-bali.com
๐ŸŒด๐Ÿ•Œ HUKUM BERTAKBIR KETIKA SUJUD TILAWAH

โœ’ Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah

Sujud tilawah, tidak ada takbir ketika sujud dan tidak ada takbir juga ketika bangkit. Karena yang demikian (takbir) tidak datang dari nabi ๏ทบ, selama seseorang tidak dalam keadaan sholat.

Namun apabila dalam keadaan sholat, wajib dia bertakbir ketika sujud dan juga ketika bangkit darinya.

๐Ÿ“š Liqo Al Bab Al Maftuh: 15

๐Ÿ“ ุณุฌูˆุฏ ุงู„ุชู„ุงูˆุฉ ู„ูŠุณ ู„ู‡ ุชูƒุจูŠุฑ ุนู†ุฏ ุงู„ุณุฌูˆุฏุŒ ูˆู„ูŠุณ ู„ู‡ ุชูƒุจูŠุฑ ุนู†ุฏ ุงู„ุฑูุน ู…ู† ุงู„ุณุฌูˆุฏุ› ู„ุฃู† ุฐู„ูƒ ู„ู… ูŠุฑุฏ ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ู…ุงู„ู… ูŠูƒู† ุงู„ุฅู†ุณุงู† ููŠ ุตู„ุงุฉุŒ ูุฅู† ูƒุงู† ููŠ ุตู„ุงุฉุŒ ูˆุฌุจ ุฃู† ูŠูƒุจุฑ ุฅุฐุง ุณุฌุฏุŒ ูˆุฃู† ูŠูƒุจุฑ ุฅุฐุง ู‚ุงู….

๐Ÿ“ ุงู„ู…ุตุฏุฑ: ุณู„ุณู„ุฉ ู„ู‚ุงุกุงุช ุงู„ุจุงุจ ุงู„ู…ูุชูˆุญ > ู„ู‚ุงุก ุงู„ุจุงุจ ุงู„ู…ูุชูˆุญ [15]
ุงู„ุตู„ุงุฉ > ุตู„ุงุฉ ุงู„ุชุทูˆุน

๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com

Sumber:
๐ŸŒŽ WhatsApp Salafy Cirebon
โฏ https://t.me/salafy_cirebon
๐Ÿ–ฅ www.salafycirebon.com
โ“๐Ÿ•‹๐Ÿ“– KAIFIYAH SUJUD TILAWAH

โœ๏ธ Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah

Tanya:
Apa hukum sujud tilawah? Apakah muslim bersujud jika dia mendengar ayat sajdah pada Al Quran pada pertengahan salat jahriyah padahal saya mengimami orang lain? Kemudian saya bertanya mengenai cara yang benar untuk sujud tilawah dan bagaimana saya mempraktikkannya dengan cara yang benar? Jazakumullahu khairan.

Jawab:

Sujud tilawah hukumnya sunnah. Yakni, sujud yang telah diketahui, ada di Al Quran (saat membaca ayat-ayat tertentu dalam Al Quran, red.). Ada lima belas tempat ayat sajdah dalam Al Quran. Yang pertama adalah pada akhir surat Al A'raf dan yang terakhir pada surat akhir Al 'Alaq.

Apabila seorang mukmin melewati ayat-ayat tersebut di luar salat, maka dia bersujud meski tidak suci, menurut pendapat yang benar. Tidak dipersyaratkan suci. Yang lebih afdhal, dia bertakbir sekali pada awalnya saja kemudian dia sujud.

Bacaan pada sujud tilawah seperti bacaan pada sujud salat: "Subhana rabbiyal a'la 3x." dan berdoa yang dimudahkan. Tidak ada salam dan takbir yang kedua. Inilah yang terpilih, inilah yang terkuat.

Jika dia di pertengahan salat, lalu melewati sujud tilawah, disyariatkan baginya untuk bersujud. Yakni, salat jahriyah (yang dikeraskan bacaannya) seperti Maghrib, Isya' Shubuh, dan Jumat. Disyariatkan baginya untuk sujud, makmum juga ikut sujud di belakangnya. Jika imamnya sujud, makmum ikut sujud bersamanya.

Adapun pada salat sirriyah (salat yang tidak dikeraskan bacaannya), jika dia imam, maka tidak disyariatkan sujud. Sebab, itu akan menghilangkan ketenangan. Jika dia membaca ayat sajdah di bacaan sirriyah, seperti Zhuhur dan Ashar, rakaat ketiga Maghrib, serta ketiga dan keempat Isya', maka afdhalnya dia tidak bersujud agar tidak mengganggu ketenangan makmum.

Dikecualikan jika dia salat sendiri, maka tidak mengapa sujud. Seperti dia salat sunnah atau terlewat salat wajib lalu salat sendiri, tidak apa-apa dia sujud pada bacaan sirriyah karena tidak menyebabkan kekacauan.

Sujud tilawah di dalam salat, dia bertakbir saat turun dan naiknya. Saat dia hendak sujud takbir, dan ketika bangkit juga takbir. Karena Nabi ๏ทบ beliau biasanya bertakbir saat setiap turun dan naiknya. Termasuk di dalamnya sujud tilawah pada salat.

Sujud tilawah ini sunnah, tidak wajib. Karena telah diriwayatkan dalam Shahih Al Bukkhari dan Muslim bahwa ketika Rasulullah ๏ทบ dibacakan oleh Zaid bin Tsabit Surat An Najm, beliau tidak bersujud. Ini menunjukkan tidak wajib. Umar bin Khaththab juga telah mengatakan:

ุฅู† ุงู„ู„ู‡ ู„ู… ูŠูุฑุถ ุงู„ุณุฌูˆุฏ ุฅู„ุง ุฃู† ู†ุดุงุก

"Sesungguhnya Allah tidak mewajibkan sujud tilawah, kecuali jika kita kehendaki."
Yakni, siapa yang ingin silakan sujud, siapa yang ingin silakan tidak sujud. Maka ini sunnah tidak wajib.

๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com

Sumber:
๐Ÿ”ˆ Dengar Audio: bit.ly/fatwasajdtilawa_ibnbaz
๐Ÿ“š Website Syaikh Ibn Baz rahimahullah di bit.ly/sujdtilawaibnbaz
๐Ÿ“ฑ bit.ly/tashfiyah
๐Ÿ’ฅโš โ›”๐Ÿ”ฅ TIDAK BERPUASA RAMADHAN TERMASUK DOSA BESAR

โœ๐Ÿผ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

‏ุงู„ูุทุฑ ููŠ ู†ู‡ุงุฑ ุฑู…ุถุงู† ุจุฏูˆู† ุนุฐุฑ ู…ู† ุฃูƒุจุฑ ุงู„ูƒุจุงุฆุฑุŒ ูˆูŠูƒูˆู† ุจู‡ ุงู„ุฅู†ุณุงู† ูุงุณู‚ุงุŒู‹ ูˆูŠุฌุจ ุนู„ูŠู‡ ุฃู† ูŠุชูˆุจ ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡.

"Tidak berpuasa di siang hari bulan Ramadhan tanpa alasan yang dibenarkan oleh syariโ€™at termasuk dosa besar yang paling besar, menjadikan pelakunya fasiq, dan wajib atasnya untuk bertaubat kepada Allah."

๐Ÿ“š Majmuโ€™ul Fatawa, jilid 19 hlm. 89

๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com

๐ŸŒ Sumber:
https://twitter.com/Ebnothaimeen/status/480698478654271488
โšช WhatsApp Salafy Indonesia_
โฉ http://telegram.me/ForumSalafy
๐Ÿ’๐ŸŒป๐ŸŒน๐ŸŒท ASAL PENAMAAN SHALAT TARAWIH

๐Ÿ“ข Asy-Syaikh Abdul Qadir bin Muhammad al-Junaid hafizhahullah berkata:

‏ุณูู…ูู‘ูŠุช ุงู„ุชุฑุงูˆูŠุญ ุชุฑุงูˆูŠุญุงุŒ ู„ุงุณุชุฑุงุญุฉ ุงู„ู†ุงุณ ุจุนุฏ ูƒู„ ุฃุฑุจุน ุฑูƒุนุงุช ู…ู†ู‡ุง ุจุฌู„ุณุฉ.
ูˆุงู„ุชุฑูˆูŠุญุฉ: ุงุณู… ู„ูƒู„ ุฃุฑุจุน ุฑูƒุนุงุช.
ูุฅุฐุง ู‚ูŠู„: ุตู„ูŠู†ุง ุฎู…ุณ ุชุฑูˆูŠุญุงุชุŒ ููŠุนู†ูŠ ูขู  ุฑูƒุนุฉ.

"Dinamakan tarawih karena manusia istirahat pada setiap 4 rakaat dari shalat tersebut dengan sekali duduk. Sedangkan kata 'tarwih' adalah sebutan bagi setiap 4 rakaat. Jadi, jika ada yang mengatakan, 'Kami mengerjakan shalat sebanyak 5 tarwih', maksudnya adalah 20 rakaat."

๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com

๐ŸŒ Sumber:
https://twitter.com/aljuned77/status/739656980365774849
โšช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ http://bit.ly/ForumSalafy
๐Ÿ•‹ ZIKIR ANTARA SALAT TARAWIH, APA HUKUMNYA?
‏เผ„เผ…‏เผ„เผ…‏ ‏เผ„เผ…‏เผ„เผ…‏เผ„
โœ๐Ÿป Ibnul Haj Al Maliki (w. 737 H) mengatakan,

โ€ข - ูˆูŽูŠูŽู†ู’ุจูŽุบููŠ ู„ูŽู‡ู - ุฃูŠ : ุฅู…ุงู… ุงู„ู…ุณุฌุฏ - ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽุฌูŽู†ู‘ูŽุจูŽ ู…ูŽุง ุฃูŽุญู’ุฏูŽุซููˆู‡ู ู…ูู†ู’ ุงู„ุฐู‘ููƒู’ุฑู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ูƒูู„ู‘ู ุชูŽุณู’ู„ููŠู…ูŽุชูŽูŠู’ู†ู ู…ูู†ู’ ุตูŽู„ูŽุงุฉู ุงู„ุชู‘ูŽุฑูŽุงูˆููŠุญู ูˆูŽู…ูู†ู’ ุฑูŽูู’ุนู ุฃูŽุตู’ูˆูŽุงุชูู‡ูู…ู’ ุจูุฐูŽู„ููƒูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุดู’ูŠู ุนูŽู„ูŽู‰ ุตูŽูˆู’ุชู ูˆูŽุงุญูุฏู ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ูƒูู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุจูุฏูŽุนู

โŒ๐Ÿ“ฟ Seyogianya bagi imam masjid untuk menjauhi zikir yang diada-adakan setelah dua salam pada salat tarawih, dengan suara keras, dan melafalkannya dengan berbarengan karena itu semuanya termasuk bidah.

ูˆูŽูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ูŠูŽู†ู’ู‡ูŽู‰ูฐ ุนูŽู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุงู„ู’ู…ูุคูŽุฐู‘ูู†ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฐููƒู’ุฑูู‡ูู…ู’ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ุชู‘ูŽุณู’ู„ููŠู…ูŽุชูŽูŠู’ู†ู ู…ูู†ู’ ุตูŽู„ูŽุงุฉู ุงู„ุชู‘ูŽุฑูŽุงูˆููŠุญู : ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูŽ ูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ููƒูู…ู’ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูุญู’ุฏูŽุซูŒ ุฃูŽูŠู’ุถู‹ุง

๐Ÿ—ฏ๐Ÿ“ฃโŒ Demikian pula, dilarang ucapan muazin setelah zikir bakda dua salam dari salat tarawih, "As sholatu yarhamukumullah" karena itu juga perkara yang diadakan.

ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽุฏูŽุซู ูููŠ ุงู„ุฏู‘ููŠู†ู ู…ูŽู…ู’ู†ููˆุนูŒ ูˆูŽุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ู‡ูŽุฏู’ูŠู ู‡ูŽุฏู’ูŠู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู - ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ - ุซูู…ู‘ูŽ ุงู„ู’ุฎูู„ูŽููŽุงุกู ุจูŽุนู’ุฏูŽู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุญูŽุงุจูŽุฉู - ุฑูุถู’ูˆูŽุงู†ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู†ูŽ - ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูุฐู’ูƒูŽุฑู’ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุญูŽุฏู ู…ูู†ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽูู ููุนู’ู„ู ุฐูŽู„ููƒูŽ

โ›”๏ธ Perkara yang diadakan di dalam agama ini hukumnya terlarang.
๐Ÿ‘ฃ Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam kemudian para khulafaur Rasyidin setelahnya, lalu para shahabat ridhwanullahi 'alaihim ajma'in.
๐Ÿ“› Perbuatan ini tidak disebutkan dari seorang salaf pun."

๐Ÿ“š Referensi:
Al Madkhal 2/294

‏เผ„เผ…‏เผ„เผ…‏เผ„เผ…
Tag: #tarawih #ramadhan #zikir #dzikir #bidah

๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com

Sumber:
๐ŸŒŽ www.tashfiyah.com
๐Ÿ“ฑbit.ly/tashfiyah
โœ‹๐Ÿป๐ŸŒ…๐ŸŒบ๐ŸŒธ SEORANG MUADZIN BERBUKA SEBELUM ADZAN

โœ๐Ÿป Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadiโ€™i rahimahullah

๐Ÿ“ฌ Pertanyaan:

ู‡ู„ ูŠุณุชุญุจ ู„ู„ู…ุคุฐู† ุฃู† ูŠูุทุฑ ู‚ุจู„ ุฃู† ูŠุคุฐู† ุŒ ุนู„ู…ุงู‹ ุฃู† ุงู„ุนุงู…ุฉ ูŠู‚ูˆู„ูˆู† ู„ุงุจุฏ ุฃู† ูŠูุทุฑ ู‚ุจู„ ุฃู† ูŠุคุฐู† ุŸ

Apakah disunnahkan bagi muโ€™adzin untuk berbuka sebelum dia mengumandangkan adzan, perlu diketahui karena banyak orang yang menyatakan bahwa muโ€™adzin harus berbuka terlebih dahulu sebelum mengumandangkan adzan?

๐Ÿ”“ Jawaban:

ู„ูˆ ุฃูุทุฑ ู‚ุจู„ ุฃู† ูŠุคุฐู† ูู‡ูˆ ุฃุญุณู† ูู‚ุฏ ุฏุฎู„ ุงู„ูˆู‚ุช

Seandainya dia berbuka terlebih dahulu sebelum mengumandangkan adzan maka dia telah melakukan hal yang baik karena waktu (berbuka) memang telah tiba.

" ู„ุง ุชุฒุงู„ ุฃู…ุชูŠ ุจุฎูŠุฑ ู…ุง ุนุฌู„ูˆุง ุงู„ูุทุฑ ูˆุงุฎุฑูˆุง ุงู„ุณุญูˆุฑ

*โ€œUmmatku senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.โ€**

ูˆุฅู† ู„ู… ูŠูุทุฑ ุฅู„ุง ุจุนุฏ ุฃู† ูŠุคุฐู† ูุงู„ุฃู…ุฑ ูˆุงุณุน ู„ุง ุจุฃุณ ุจุฐู„ูƒ ุŒ ู„ูŠุณ ู‡ู†ุงูƒ ู…ุง ูŠุญุฑู… .

Namun jika dia tidak berbuka kecuali setelah mengumandangkan adzan, maka perkaranya luas, tidak masalah seperti itu, tidak ada perkara yang mengharamkan hal seperti itu.

๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com

๐Ÿ“š Sumber:
http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=1728
๐ŸŒ http://forumsalafy.net/seorang-muadzin-berbuka-sebelum-adzan/
โšช WhatsApp Salafy Indonesia
โฉ http://telegram.me/ForumSalafy
๐Ÿ“š๐Ÿšญ๐Ÿ”ฅ ROKOK ITU HARAM

ู‚ุงู„ ุงุจู† ุจุงุฒ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‘ู‡ :

ูˆุงู„ุฏุฎุงู† ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุดุฑุจู‡ ูˆ ู„ุง ุจูŠุนู‡ ูˆู„ุง ุงู„ุชุฌุงุฑุฉ ููŠู‡ ู„ู…ุง ููŠ ุฐู„ูƒ ู…ู† ุงู„ู…ุถุงุฑ ุงู„ุนุธูŠู…ุฉ ูˆ ุงู„ุนูˆุงู‚ุจ ุงู„ูˆุฎูŠู…ุฉ

ุงู„ูุชุงูˆู‰ 6/456

๐ŸŽ™ As Syehk Ibnu Baz rahimahullah berkata:

"Tidak boleh menghisap rokok, menjual dan membisniskannya, karena terdapat padanya bahaya yang besar dan akibat yang fatal".

๐Ÿ“š Al fatawa 6/456

โœ Diterjemahkan oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Zuhair Syarif hafizhahullah

๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com

๐ŸŒ Sumber :
WhatsApp Salafy Curup
โฉ http://t.me/qowwamussunnah
โ“‚ BOLEHKAH KITA MENIATKAN TIDAK BERPUASA RAMADHAN (DI WAKTU MALAMNYA) KARENA BESOK BERENCANA AKAN SAFAR (BEPERGIAN)?

๐ŸŽ™Oleh:
Al-Ustadz Muhammad Rijal, Lc ุญูŽููุธูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู

๐Ÿ…พ Kajian "MENGHIDUPKAN BULAN ROMADHON" Sabtu 27 April 2019 / 22 Syaban 1440 H di Masjid An Nuur [ Jl. Semeru No.13 Mulyoharjo Pemalang ]

๐Ÿ“จ (462 KB) - Durasi [01:07]

๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com

Sumber:
๐Ÿ“ถ @ForumBerbagiFaidah [FBF]
๐ŸŒ www.alfawaaid.net | www.ilmusyari.com

โฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธโฌ‡๏ธ
๐Ÿš‡ PEMBATAL-PEMBATAL PUASA YANG PALING BANYAK DITANYAKAN TENTANG (HUKUM) NYA

1. SUPPOSITORIA (OBAT BERBENTUK PELURU YANG DIMASUKKAN KE DALAM ANUS ATAU YANG SEMISALNYA).
Tidak membatalkan puasa. [Menurut pendapat asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh.]

2. TETES MATA
Tidak membatalkan puasa.
[Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahumulloh].


3. CELAK
Tidak membatalkan puasa
[Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin].


4. TETES TELINGA
Tidak membatalkan puasa.
[Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahumulloh]


5. TETES HIDUNG
โœ‹๐ŸฝJika sampai masuk ke lambung maka membatalkan puasa.[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh]
๐Ÿ“ Adapun asy-Syaikh Ibnu Baz berpendapat tetes hidung TIDAK BOLEH bagi orang yang berpuasa. Dan barangsiapa yang mendapati rasanya di tenggorokannya, maka wajib baginya untuk mengqodho'
(yakni batal puasanya).


6. SPRAYER (SEMPROT) ASMA.
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Baz, aay-Syaikh Ibnu Utsaimin dan al-Lajnah ad-Daimah rahimahumulloh].


7. SUNTIKAN NUTRISI
โœ‹๐ŸฝMembatalkan puasa. ๐Ÿ‘‰๐ŸฝAdapun suntikan otot, pembuluh darah atau kulit maka tidak membatalkan.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].


8. SUNTIK PENICILLIN
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].


9. SUNTIKAN INSULIN BAGI PENDERITA DIABETES
Tidak membatalkan puasa.
[al-Lajnah ad-Daimah].


10. SUNTIK BIUS (ANAESTESI) PADA GIGI, MENAMBAL DAN MEMBERSIHKANNYA
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahulloh].


11. MENGHIRUP BUKHUR (ASAP GAHARU) DENGAN SENGAJA DALAM KEADAAN TAHU
โœ‹๐ŸฝMembatalkan puasa.
)*Adapun sekedar mencium aroma bukhur tanpa sengaja menghirupnya, maka TIDAK membatalkan. [asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].


12. MEMAKAI MINYAK WANGI DAN MENGHIRUPNYA
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].


13. PELEMBAB BIBIR
Tidak membatalkan puasa,
๐Ÿ‘‰ Dengan syarat tidak ada yg tertelan sedikitpun darinya.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].


14. MAKE-UPโ€‹
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].


15. MUNTAH DENGAN SENGAJA
โœ‹๐ŸฝMembatalkan puasa.
)*Adapun jika tidak sengaja maka tidak membatalkan.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].


16. EPISTAKSIS (MIMISAN), CABUT GERAHAM DISERTAI KELUARNYA DARAH
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].


17. DIAMBIL DARAH UNTUK DIPERIKSA
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Baz dan asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh]


18. IHTILAM (MIMPI BASAH)
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].


19. BERENANG DAN MENYELAM
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].


20. OBAT KUMUR (SEMISAL LISTERINEโ€‹)
Tidak membatalkan puasa.
๐Ÿ‘‰๐ŸฝDengan syarat tidak ada yang tertelan sedikitpun darinya.[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh]


21. SIWAK
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dan asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahumalloh].


22. PASTA GIGI (GOSOK GIGI)
Tidak membatalkan puasa selama tidak sampai Ke lambung.
๐Ÿ‘‰๐Ÿฝ(Akan tetapi) yang lebih baik utama tidak menggunakannya, karena memiliki pengaruh (rasa) yang kuat.

23. MENELAN DAHAK
Tidak membatalkan puasa.
[asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahulloh].

๐Ÿ‘‰๐Ÿฝadapun asy Syaikh ibnu Baz rahimahulloh berpendapat dahak/riak (ุงู„ู†ุฎุงู…ุฉ) tidak boleh ditelan dan wajib dibuang (tambahan dari pent).

24. MENCICIPI MAKANAN
Tidak membatalkan puasa,
๐Ÿ‘‰๐Ÿฝ akan tetapi tidak boleh menelannya, dan tidak melakukannya kecuali memang dibutuhkan.


25. KOYO NIKOTIN
โœ‹๐ŸฝMembatalkan puasa.
[al-Lajnah ad-Daimah]
โœ๐Ÿฝ Alih Bahasa : Al-Ustadz Syafi'i al Idrus Hafizhohulloh

๐Ÿ“‡ Dari kitab
"Tanbiihaat Syahri Ramadhon"
Faidah dari Majmu'ah Manaabir al-Kitab was Sunnah dengan sedikit perubahan
Sumber:
Forum Ahlussunnah Ngawi

๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com
๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž PUASA DAN AL-QUR'AN MEMBERIKAN SYAFAAT KEPADA HAMBA

โœ ‏ู‚ุงู„ ๏ทบ :
ุงู„ุตูู‘ูŠุงู…ู ูˆุงู„ู‚ุฑุขู†ู ูŠูŽุดู’ููŽุนูŽุงู†ู ู„ู„ุนุจุฏู ุŒ ูŠู‚ูˆู„ู ‎ุงู„ุตูู‘ูŠุงู…ู : ุฑุจูู‘ ุฅู†ูู‘ูŠ ู…ูŽู†ูŽุนู’ุชูู‡ู ุงู„ุทูŽู‘ุนูŽุงู…ูŽ ูˆุงู„ุดูŽู‘ุฑูŽุงุจูŽ ุจูุงู„ู†ูŽู‘ู‡ุงุฑู ุ› ููŽุดูŽููู‘ุนู’ู†ููŠ ููŠู‡ู ุŒ ูˆูŠู‚ูˆู„ู ‎ุงู„ู‚ูุฑู’ุขู† : ุฑุจูู‘ ู…ูŽู†ูŽุนู’ุชูู‡ู ุงู„ู†ูŽู‘ูˆู’ู…ูŽ ุจูุงู„ู„ูŠู„ู ุ› ููŽุดูŽููู‘ุนู’ู†ููŠ ููŠู‡ู ุŒ ููŠุดูŽููŽู‘ุนูŽุงู†ู
๐Ÿ“š ุตุญุญู‡ ุงู„ุฃู„ุจุงู†ูŠ ููŠ ุงู„ุชุฑุบูŠุจ (ูกูคูขูฉ)

โœ Beliau ๏ทบูŽ bersabda :

"Puasa dan Al-Qur'an (pada hari kiamat) akan memberikan syafaat kepada seorang hamba."

Puasa berkata, "Wahai Rab-ku, aku telah menahannya dari makan dan minum di siang hari, maka izinkan aku memberikan syafaat untuknya."

Al-Qur'an berkata, "Wahai Rab-ku, aku telah menahannya dari tidur di malam hari, maka izinkan aku memberikan syafaat untuknya."

๐Ÿ“Œ Akhirnya, syafaat keduanya diterima.

๐Ÿ“š Dishahihkan oleh Al-Albani di dalam At-Targhib (1429)

๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com

Sumber:
๐ŸŒŽ WhatsApp Salafy Cirebon
โฏ https://t.me/salafy_cirebon
๐Ÿ–ฅ www.salafycirebon.com
๐Ÿ”ฅ TAHDZIR AL-ALLAMAH RABI' BIN HADI HAFIZHAHULLAH TERHADAP SULAIMAN AR-RUHAILI, DAN SIKAP TEGAS BELIAU KEPADA MUSHA'FIQAH FANATIKUS PEMBELA MUHAMMAD BIN HADI

Berikut pertanyaan yang diajukan kepada asy-Syaikh al-Imam Rabi' bin Hadi hafizhahullah pada malam Sabtu 11 Jumadal Akhir 1440 H dalam kunjungan ke rumah beliau di Madinah:

๐Ÿ›‘ Pertanyaan:
Apa hukum belajar dan mengajar di madrasah yang dikelola oleh para fanatikus Muhammad bin Hadi?

โœ… Jawaban:

Tidak boleh belajar dan mengajar bersama ahlul bathil dan para pembela kezhaliman, sikap yang tepat terhadap mereka adalah dengan meng-hajr (menjauhi, memutuskan hubungan, dan tidak berbicara dengan mereka) dan mentahdzir mereka yang merupakan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang lebih jahat dibandingkan kelompok Haddadiyyah, dan tidak boleh tinggal bersama mereka.

๐Ÿ›‘ Pertanyaan:
Apakah benar Anda telah mentahdzir Sulaiman ar-Ruhaili?

โœ… Jawaban:

YA, dan saya mentahdzir siapa saja yang membela Muhammad bin Hadi.

๐Ÿ›‘ Pertanyaan: Bagaimana tentang orang yang mengatakan, "Saya diam dalam fitnah Muhammad bin Hadi?"

โœ… Jawaban:

Dia ini setan, orang yang mengetahui kebenaran namun diam saja maka dia ini adalah setan bisu.

Diantara yang hadir dalam pertemuan tersebut bersama beberapa mahasiswa Universitas Islam Madinah adalah:

โน Abdul Aziz putra asy-Syaikh Rabi' bin Hadi.

โน Al-Akh Husain Hadiyyah Idris

โน Al-Akh Muhammad Akisy

Sumber:
https://t.me/jujurlahselamanya/904
๐Ÿš‡PRINSIP DALAM MENGAMBIL ILMU DAN SOLUSI DALAM MENGHADAPI BERBAGAI FITNAH DAN PERMASALAHAN KOTEMPORER

#waspadai #fitnah #ikhwani #sururi #turatsi #haddadi #hajuri #ruhaili #halabi #zakirnaik #rodja #muhammadalImam #mlmm #mutalawwin #muhammadbinhadi #mushafiqah

[๐Ÿ“œ] Hakikat Ilmu Hanyalah Apa Yang Datang Dari Kibar Ulama

[+] Ucapan Al-Imam Ahmad rahimahullah

โ€” Al-Imam Ibnu โ€˜Abdil Barr meriwayatkan sebuah atsar dengan sanadnya pada kitab beliau Jami' Bayanil โ€˜Ilmi wa Fadhlihi dari al-Imam Ahmad bahwa beliau berkata: โ€œIlmu yang sebenarnya hanyalah apa yang datang dari atas.โ€

Yakni ilmu yang datang dari kibar ahli ilmu, inilah hakikat ilmu. Inilah kebaikan yang tidak tercampuri oleh kejelekan dan hawa nafsu. Apa yang datang dari kibar ahli ilmu, itulah kebaikan. Ilmu yang hakiki adalah apa yang datang dari atas.

โ€” Al-Imam adz-Dzahabi rahimahullah menyebutkan pada kitabnya Siyar A'lam an-Nubala dari Abul Hasan al-Maimun, dia adalah murid al-Imam Ahmad. Abul Hasan al-Maimuni berkata: โ€œAl-Imam Ahmad berkata kepadaku, โ€œWahai Abul Hasan, janganlah engkau membicarakan suatu perkara melainkan engkau memiliki imam yang mendahului ucapanmu itu.โ€

โ€” Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahmatullahu โ€˜alaihi menjelaskan makna atsar ini pada Majmu' al-Fatawa, โ€œBahwasanya orang yang datang belakangan dari kalangan umat manusia, jika bersendirian pada suatu permasalahan, tidak ada satu atsar tidak pula ucapan dari sekian ulama mutaqadimin yang mendahuluinya, tindakan ini termasuk pula kekeliruan.โ€

// Harus Mengembalikan Perkara Baru Kepada Ulama

Kita harus memerhatikan perkara yang agung ini. Kita harus mengembalikan (perkara baru kepada ulama), kita tidak sendirian (dalam bertindak), serta tidak menjadi orang yang suka โ€˜nyeleneh', karena orang yang nyeleneh lagi bersendirian, mayoritas ucapannya salah. Demikian juga terlahir dari manhaj-manhajnya tersebut kejelekan-kejelekan, fitnah, dan malapetaka, jika dia bersendirian pada suatu perkara dari sekian permasalahan yang menyelisihi seluruh ulama, baik ulama zamannya atau ulama mutaqadimin.

โ€” Al-Imam Ahmad berkata: โ€œYa Abul Hasan, janganlah engkau berbicara suatu permasalahan sementara tidak ada imam yang mendahuluimu. Engkau harus memiliki pendahulu seorang alim dari kalangan ulama kibar, baik mutaqaddimin atau ulama zaman itu sehingga engkau bisa mencontoh dan menjadikan ucapannya sebagai bukti. Dengan demikian -biidznillah- engkau selamat dari kekeliruan, ketergelinciran, dan berbagai fitnah.โ€

Kita harus bersemangat dan mendengarkan dengan seksama ucapan, nasehat, dan bimbingan al-Imam Ahmad bin Hanbal rahmatullah โ€˜alaih ini. Jangan berkata-kata, mengikuti, dan berbicara tentang suatu perkara di mana engkau tidak memiliki seorang imam yang diakui dari kalangan kibar ulama baik mutaqadimin maupun belakangan.

[+] Ucapan Sufyan Ats-Tsauri Rahimahullah

Bahkan sebagian ahli ilmu berlebihan dan tegas dalam permasalahan ini. Hingga diriwayatkan ucapan Sufyan ats-Tsauri, yang diriwayatkan oleh Abu Ismail al-Harawi dan selain beliau pada kitab Dzammul Kalam dari Sufyan ats-Tsauri rahimahullah.

โ€” Beliau berkata: โ€œJika engkau mampu untuk tidak menggaruk kepalamu kecuali dengan atsar, lakukan.โ€

Yakni berdasarkan kabar dan ucapan ahli ilmu, lakukan. Maksudnya engkau tidak berkata, tidak bertindak sesuatupun walaupun itu perkara yang kecil, sementara engkau tidak memiliki imam baik dari kalangan mutaqadimin maupun ulama yang sezaman denganmu. Ucapan, metode, atau tindakan ini harus didahului oleh seorang imam atau alim.

โ€” Beliau berkata: โ€œJika engkau mampu untuk tidak menggaruk kepalamu kecuali dengan atsar, lakukan.โ€

Atsar ini disebutkan oleh Ibnu Muflih pada al-Adab asy-Syar'iyah dan dinisbahkan kepada al-Imam Ahmad.
(02)
๐Ÿš‡KEMBALI KEPADA KIBAR ULAMA

Kesimpulan perkara dan permasalahan ini adalah komitmen dan kembali kepada kibar ulama dalam menghadapi perkara dan kejadian-kejadian yang baru. Kita harus kembalikan kepada ulama.

[+] Atsar Ibnu Mas'ud Radhiyallahu โ€˜Anhu

โ€” Engkau telah mendengar atsar yang kita sebutkan pada pelajaran yang sebelumnya, atsar Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu โ€˜anhu, beliau berkata: โ€œUmat manusia senantiasa berada pada kebaikan jika ilmu yang datang kepada mereka berasal dari para shahabat Muhammad -semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada beliau dan keluarganya-.โ€

// Kapan Umat Manusia Senantiasa Berada Pada Kebaikan, Jauh Dari Berbagai Fitnah, Kejelekan dan Perpecahan?

Umat manusia senantiasa berada pada kebaikan jika ilmu yang datang kepada mereka berasal dari para shahabat Muhammad -semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada beliau dan keluarganya serta kibar ulama mereka-.

โ€”Lalu beliau berkata: โ€œJika ilmu datang dari shigar ulama, di saat itulah mereka binasa.โ€

Kebinasaan, kejelekan, berbagai fitnah, dan malapetaka menimpa mereka. Jika ilmu datang dari shigar ulama, mereka menyendiri, pada perkara yang tidak didahului oleh atsar, manhaj, sumber, maupun ucapan kibar ulama. Inilah kebinasaan yang hakiki.

// Makna Atsar Ibnu Mas'ud

Al-Imam Abdullah bin Muslim bin Qutaibah pernah ditanya tentang ucapan Ibnu Mas'ud, apa makna ucapan Ibnu Mas'ud.

โ€” Al-Imam Abdullah bin Muslim bin Qutaibah menjawab: โ€œMakna ucapan Ibnu Mas'ud, sesungguhnya umat manusia senantiasa berada di atas kebaikan jika ulama mereka (yang menjadi rujukan) adalah masyayikh bukan dari kalangan ahdats (ulama belakangan, ulama muda) yakni ashaghir maupun para pemuda. Jika ilmu diambil dari kibar ulama, sementara ahdats dan para pemuda mengambil, menukil, dan menyebarkan ilmu tersebut kepada umat manusia, inilah hakikat kebaikan.โ€

// Mayoritas Pemuda Tergesa-Gesa dan Gegabah

Adapun jika ahdats (orang-orang baru), para pemuda, dan shigar ulama berbicara sendiri tanpa didahului (oleh kibar ulama).

โ€” Beliau berkata: โ€œMakna ucapan Ibnu Mas'ud, sesungguhnya umat manusia senantiasa berada di atas kebaikan jika ulama mereka (yang menjadi rujukan) adalah masyayikh bukan dari kalangan ahdats (ulama belakangan) yakni ashaghir maupun para pemuda.โ€

โ€” Beliau lanjutkan: โ€œSesungguhnya masyayikh tersebut, jiwa muda, kemarahan, ketergesa-gesaan, dan sikap gegabah telah lenyap dari mereka.โ€

Sifat-sifat ini ada pada para pemuda, ketergesa-gesaan, gegabah, terburu-buru, mudah marah, serta semangat jiwa muda.

โ€” Kata beliau: โ€œSesungguhnya masyayikh tersebut, jiwa muda, kemarahan, ketergesa-gesaan, dan sikap gegabah telah lenyap dari mereka.โ€

Masyayikh (kibar ulama) telah melampui sekian banyak pengalaman dan uji coba. Demikian juga, ketenangan, kemuliaan, dan kewibawaan senatiasa menyertai mereka.

โ€” Beliau berkata: โ€œJika demikian kenyataan yang ada pada diri masyayikh (kibar ulama), ilmu mereka tidak disusupi syubhat, tidak dikuasai oleh hawa nafsu, serta tidak ada kecenderungan untuk mengumbar tabiat seorang manusia. Mereka, kibar ulama, selamat dari semua perkara jelek itu. Adapun para pemuda, jika sifat-sifat negatif ini merasuk pada diri-diri mereka, lalu mereka berbicara dan berfatwa, di saat itulah mereka binasa dan membinasakan umat ini.โ€
(03)
// Wajib Memegang Teguh Ucapan Ulama

Berarti, wahai ikhwah sekalian, kita wajib memegang teguh ucapan ulama. Jika Anda berbicara, mengajar, berkhuthbah, member nasihat, dan berpidato, wajib bagi Anda untuk menelusuri dalil al-Quran dan as-Sunnah, serta mencukupkan diri dengan atsar salaf umat ini, sehingga Anda selamat dari kontradiksi, tindakan ganjil (nyeleneh), dan dari berbagai fitnah.

Inilah nasihat al-Imam al-Barbahari rahmatullah โ€˜alaih. Demikian juga nasihat yang bersumber dari ucapan al-Imam Ahmad, Sufyan ats-Tsauri, dan Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu โ€˜anhu. Semoga Allah merahmati ulama salaf umat ini.

๐Ÿ“š[Pelajaran Syarhus Sunnah yang dikupas oleh asy-Syaikh Yasin al-Adeni rahimahullah pada hari Jumโ€™at malam Sabtu 11 Dzul Qaโ€™dah 1435H]

๐Ÿ’ฝ http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com

Sumber:
Url: http://bit.ly/Fw400903
{ Judul dari Admin dengan sedikit penyesuaian }
๐Ÿ“ฎโ€ขโ€ขโ€ขโ€ข|Edisi| @ukhuwahsalaf / www.alfawaaid.net
// Arsip dari WA Salafy Lintas Negara - Disalin oleh: Abu Bakar Jombang, 12 Dzul Qa'dah 1435H