Salafy Palembang 🇮🇩
5.88K subscribers
5.38K photos
445 videos
309 files
14.4K links
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Download Telegram
بسم الله الرحمن الرحيم

📣 ⬆️ 📡 SEKILAS INFO ..

📶 🏠 TA'LIM ONLINE HARI SABTU #diRumahAja KOTA PALEMBANG

1⃣ TA'LIM MUSLIMAH
🕙 Insyaallah akan dimulai Pukul 10.00 WIB

2⃣ TA'LIM HADITS HADITS FIKIH PILIHAN
🕡 Insyaallah akan dimulai Ba'da Maghrib Waktu Palembang WIB

⚠️ JANGAN TERLEWATKAN..!

📡 LIVE Streaming
📻 Hanya di Channel RADIO AL-IBANAH
💯 Radionyo Wong Kito
🏠 #diRumahAja

🌍 *UPDATE INFORMASI TA'AWUN TAHAP PERTAMA PROSES PEMBANGUNAN MAHAD ZAID BIN TSABIT BATURAJA KABUPATEN OKU SUMSEL*

_(Diupdate pada 15 Agustus 2020, hari ke-2 sejak Himbauan Taawun disebar)_

بسم الله الرحمن الرحيم

‎الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه أجمعين وبعد

*Alhamdulillah,* segala puji bagi Allah ﷻ atas segala nikmat yang dicurahkan kepada kita. Shalawat dan salam semoga diberikan kepada Nabi kita Muhammad _Shallallahu'alaihi wasallam._

Alhamdulillah, Allah ta'ala telah memberikan kesempatan dan kemudahan untuk mengembangkan dakwah salafiyah yang mulia ini dengan Pembangunan Pondok Pesantren di Baturaja, Kab. OKU, Sumsel yang sudah masuk tahap penggusuran lahan, dan pembuatan sarana penunjang untuk tahap pembangunan berikutnya. *Semoga Allah ta'ala memudahkan proses pembangunan ini.*

*Allah ta'ala berfirman,*

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضاعِفُ لِمَنْ يَشاءُ وَاللَّهُ واسِعٌ عَلِيم

_“Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui.”_ *(Al-Baqarah: 261)*

📝 Untuk proses pengerjaan lahan pondok tahap pertama ini, *estimasi biaya yang dibutuhkan Rp.53.000.000,-* (Lima Puluh Tiga Juta Rupiah), dana yang sudah terkumpul pada hari ke-2 taawun disebar adalah sebesar *11.630.000,-* (Sebelas Juta Enam Ratus Tiga Puluh Ribu Rupiah), *masih ada kekurangan dana sebesar 41.370.000,- (Empat Puluh Satu Juta Tiga Ratus Tujuh Puluh Ribu Rupiah).*

Terkait hal tersebut, *kami masih mengajak kaum mulisimin untuk turut berpartisipasi* dalam _“Ta’awun ‘Alal Birri Wat Taqwa”_ *pada proses pengerjaan TAHAP PERTAMA pembangunan pondok pesantren ini* dengan turut andil menginfakkan hartanya di jalan Allah Ta’ala.

🏧 Dana ta'awun bisa ditransfer ke *BNI SYARIAH no. rekening: 0989832423* (Kode Bank 427)

a/n: *Yayasan Ittibaus Sunnah Baturaja*

🇲🇨 Setelah transfer agar konfirmasi dana ta'awunnya melalui *SMS/WA ke nomor berikut:*
📲 *0823-7440-1947 Abu Abdillah*
📲 *0831-7080-0066 Abu Hanifah*

Infaq yang antum salurkan akan sangat berarti bagi proses pelaksanaan pengerjaan pembangunan tahap pertama ini. Sedikit banyaknya infaq yang kita sumbangkan bagi Pembangun tersebut semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.

Selain infaq, *Kami juga sangat berharap doa dari kaum muslimin semuanya agar proses pembangunan Pondok Pesantren ini berjalan dengan baik.*

آمين، وصلى اللـہ على محمد وعلى آله وأصحابه وسلم

_Jazaakumullah Khairan wa Baarakallahufiikum._

*Baturaja, Sabtu 25 Dzulhijjah 1441/15 Agustus 2020*

*Mengetahui:*
*1. al-Ustadz Abu Usamah Imam Bukhori* _hafizhahullah_
*2. al-Ustadz Abu Fudhail Abdurrahman ibnu umar* _hafizhahullah_

*Tanbih*
_Himbauan ta'awun ini tidak diperkenankan disebar di Facebook_

🌳🏡🌳🏡🌳🏡
📖 MENCIUM MUSHAF ADALAH BID'AH

✍️ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan:

تقبيل المصحف بدعة لأن هذا المقبل إنما أراد التقرب إلى الله عز وجل بتقبيله، ومعلوم أنه لا يتقرب إلى الله إلا بما شرعه الله عزوجل،ولم يشرع الله تعالى تقبيل ما كتب فيه كلامه.

📖Mencium Mushaf adalah bid'ah, karena orang yang menciumnya tidak lain tujuannya adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan menciumnya.

📌Dan sudah diketahui bersama bahwasanya tidak boleh mendekatkan diri kepada Allah kecuali dengan perkara yang disyariatkan oleh-Nya, sedangkan Allah ta'ala tidak pernah mensyariatkan untuk mencium apa yang di dalamnya ditulis ucapan-Nya.

📚 Silsilah Fatawa Nur ala Ad-Darb, Kaset no 373

https://twitter.com/alsunna_way/status/1265070233099939841?s=19

@salafy_cirebon


-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com

✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
🌠🔗💐 CARILAH TEMAN-TEMAN YANG JUJUR

💫🌷 Umar bin Al-Khatthab mengatakan:

وعليكَ بإخوانِ الصدقِ فعِشْ في أكنافِهم، فإنَّهم زينةٌ في الرَّخاءِ وعدةٌ في البلاء

🌷Carilah teman-teman yang jujur, lalu hiduplah di tengah-tengah mereka, karena mereka adalah perhiasan di saat lapang dan perlengkapan di saat musibah

[Hadits Hasan, telah dikumpulkan jalan-jalannya]

▪️Abu Dawud dalam Az-Zuhd Asy-Syaikh

💫🌷Asy-Syaikh Arafat Hasan Al-Muhammady hafidzahullah mengatakan:

أعظم فائدة في الفتن ولاسيما فتنة المهابيل المخابيل أنها أظهرت لنا إخوان الصدق فهم زينة في الرخاء وعدة في البلاء.

🌻 Faidah terbesar di masa fitnah, terlebih lagi pada fitnah orang-orang yang kurang akal dan orang-orang kacau pikirannya, bahwasanya fitnah tersebut telah menampakkan kepada kita teman-teman yang jujur, maka mereka adalah perhiasan di saat lapang, dan perlengkapan di saat musibah.

📂 https://t.me/ittibaussalafsumpiuh

🌐 WhatsApp DSP
🔰 https://t.me/salafypalembang
------------------
Sumber :
https://twitter.com/Arafatbinhassan/status/1265291106264264705?s=19
https://t.me/salafy_cirebon
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
🚇 HUKUM MEMASANG BENDERA SAAT HARI KEMERDEKAAN 17 AGUSTUS

Dijawab oleh Ustadz Zuhair Syarif Hafizhahullah


P e r t a n y a a n:

Ustadz, apa alasan dibolehkannya memasang bendera saat 17 Agustus? Apakah kita juga boleh berjualan sesuatu yang berbau nasionalisme agar sesuai momennya dengan tujuan agar lebih laris, seperti kaos dengan warna dan pesan nasionalisme?


J a w a b a n :

Alasannya:

(1). Perintah dan instruksi pemerintah.

(2). Mengibarkan bendera tanpa tujuan tertentu yang berbau mistis dengan tujuan untuk menampakkan lambang negara, merupakan suatu perkara yang 'urf ( kebiasaan suatu bangsa).

Rasulullah ﷺ hampir di setiap peperangan mengibarkan bendera.

Pengibaran bendera yang dilakukan sebuah pasukan dalam peperangan merupakan simbol kekuatan pasukan tersebut.

(3). Fatwa ulama tentang bolehnya perbuatan tersebut.

Adapun berdagang pernak-pernik untuk perayaan bid'ah, maka tidak diperbolehkan, karena hal itu bentuk ta'awwun 'alal itsmi wal 'udwan.

Wallahu a'lam
@qowwamussunnah || @ForumBerbagiFaidah

-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com

✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
📜 🗓️ 📢 HUKUM MENGUCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH

🔊 Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah mengatakan,

فالتهنئة بالعام الجديد لا أعلم لها أصلاً عن السلف الصالح، ولا أعلم شيئاً من السنة أو من الكتاب العزيز يدل على شرعيتها،

الموقع الرسمي لابن باز رحمه الله

"Tentang hukum mengucapkan selamat tahun baru Hijriyah, maka aku tidak mengetahui sama sekali ada dalilnya dalam Sunnah atau Al Qur'an yang menunjukkan disyariatkannya melakukan hal tersebut."

🖥️ Situs Resmi Syaikh bin Baz rahimahullah.

#hukum #mengucapkan #tahun #baru #hijriyah


@KajianIslamTemanggung

-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com

✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✋🏻📢🍃 KEUTAMAAN BERSABAR ATAS ANAK YANG MENINGGAL (SEBELUM BALIG)

عَنْ أَبِيْ سَعِيْدٍ الْخُدْرِيِّ: قَالَتِ النِّسَاءُ لِلنَّبِيِّ : غَلَبَنَا عَلَيْكَ الرِّجَالُ, فَاجْعَلْ لَنَا يَوْمًا مِنْ نَفْسِكَ. فَوَعَدَهُنَّ يَوْمًا لَقِيَهُنَّ فِيْهِ فَوَعَظَهُنَّ وَأَمَرَهُنَّ, فَكَانَ فِيْمَا قَالَ لَهُنَّ : مَا مِنْكُنَّ امْرَأَةٌ تُقَدِّمُ ثَلاَثَةٌ مِنْ وَلَدِهَا إِلاَّ كَانَ لَهَا حِجَابًا مِنَ النَّارِ. فَقَالَتِ امْرَأَةٌ : وَاثْنَيْنِ؟ فَقَالَ : وَاثْنَيْنِ.

Dari sahabat Abu Sa'id al-Khudri menceritakan bahwa sejumlah wanita sahabiyah berkata kepada Nabi shallallahu'alaihi wa sallam:

"Kaum lelaki mengalahkan kami untuk mendapatkan ilmu darimu (karena banyaknya mereka bermajelis denganmu). Oleh karena itu, mohon tentukanlah untuk kami satu hari yang engkau khususkan untuk kami belajar darimu.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  menyambut baik keinginan dan harapan mereka dengan menjanjikan satu hari yang khusus. Beliau akan menemui mereka di hari tersebut guna menasihati dan memberi perintah kepada mereka (dalam urusan agama).

Di antara yang beliau sampaikan kepada mereka di majelis khusus tersebut adalah, “Tidak ada satu wanita pun yang meninggal tiga anaknya (lalu dia bersabar dan mengharapkan pahala atas musibah tersebut), melainkan anak itu akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.”

Mendengar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini, seorang wanita di antara mereka bertanya, “Bagaimana kalau yang meninggal itu dua anak?”

Beliau menjawab, “Ya, sekalipun dua anak.”

📚 (HR. Bukhari 101)

@ForumSalafy

-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com

✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
☝️🏼🚇 RUJUK KEPADA KEBENARAN JAUH LEBIH BAIK DARIPADA BERKELANJUTAN DALAM SEBUAH KESALAHAN/KEBATHILAN

الرجوع إلى الحق أولى من التمادي في الباطل

قال عمررضي الله عنه في رسالته لأبي موسى الأشعري رضي الله عنه : لَا يَمْنَعْكَ قَضَاءٌ قَضَيْتَهُ بِالْأَمْسِ رَاجَعْتَ فِيهِ نَفْسَكَ وَهُدِيتَ فِيهِ لِرُشْدِكَ أَنْ تَرْجِعَ فِيهِ إِلَى الْحَقِّ ؛ فَإِنَّ الْحَقَّ قَدِيمٌ ، وَالرُّجُوعُ إِلَى الْحَقِّ أَوْلَى مِنَ التَّمَادِي فِي الْبَاطِلِ 

الدار قطني (206/ 4) السنن الكبرى للبيهقي (19 1/ 10).

'Umar bin al-Khaththab radhiyallahu 'anhu mengatakan dalam sepucuk suratnya kepada Abu Musa al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu:

"Jangan sampai Anda enggan meninjau kembali keputusan yang telah Anda jatuhkan kemarin. Bisa jadi Anda akan memperoleh petunjuk (ketika ternyata keputusan tersebut salah, pen) sehingga membuat Anda bisa kembali kepada kebenaran.

Karena sungguh, kebenaran itu harus didahulukan, begitu pula kembali kepada kebenaran jauh lebih baik daripada berkelanjutan dalam sebuah kesalahan/kebathilan."

[ Ad-Daruquthni (4/206), as-Sunanul Kubra karya al-Baihaqi (10/119) ]

@ForumBerbagiFaidah

-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com

✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
☝️🏼📚 MENEPATI JANJI, AKHLAK TERPUJI


✔️ Seseorang itu akan dikatakan sebagai orang yang baik dan mulia jika ia menghiasi dirinya dengan akhlak-akhlak yang terpuji ketika bergaul dengan sesama; dan salah satunya adalah menepati janji.

📝 Sungguh, Al-Qur’an telah memperhatikan masalah janji ini dan mendorong manusia untuk menepatinya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَلَا تَنقُضُواْ ٱلۡأَيۡمَٰنَ بَعۡدَ تَوۡكِيدِهَا

“Dan tepatilah janji dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu melanggar sumpah, setelah diikrarkan.” (an-Nahl: 91)

Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman,

وَأَوۡفُواْ بِٱلۡعَهۡدِۖ إِنَّ ٱلۡعَهۡدَ كَانَ مَسۡ‍ُٔولًا

“Dan penuhilah janji, karena janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya.” (al-Isra: 34)

✔️ Demikianlah perintah Allah subhanahu wa ta’ala kepada para hamba-Nya yang beriman agar senantiasa menjaga dan melaksanakan janji mereka.

📜 Janji yang dimaksud di sini mencakup janji seorang hamba kepada Allah subhanahu wa ta’ala, para hamba-Nya, dan dirinya sendiri (seperti nazar). Termasuk pula segala sesuatu yang telah dijadikan sebagai persyaratan dalam akad pernikahan, akad jual beli, perdamaian, gencatan senjata, dan semisalnya.


🖥 Simak selengkapnya:

🌏https://asysyariah.com/menepati-janji/

📲 Join t.me/salafypalembang

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
☝️🏼🎯 📚 SATU TELADAN DALAM MENEPATI JANJI


📜 Dahulu ada seorang sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang bernama Anas bin an-Nadhr radhiallahu anhu. Dia amat menyesal karena tidak mengikuti Perang Badr bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Dia pun berjanji; jika Allah subhanahu wa ta’ala menakdirkannya untuk terjun kembali menuju medan pertempuran bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, niscaya Allah subhanahu wa ta’ala akan melihat pengorbanan yang dilakukannya.

📖 Ketika Perang Uhud berkobar, dia ikut berangkat bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
Dalam perang ini kaum muslimin terpukul mundur dan sebagiannya lari dari medan pertempuran. Di sinilah janji Anas terbukti; dia terus maju menerobos barisan musuh hingga terbunuh.

Ketika perang telah usai, kaum muslimin segera mencari para syuhada Uhud, lalu didapatilah tubuh Anas bin an-Nadhr yang terbaring dengan delapan puluh lebih bekas tusukan pedang, tombak, dan panah. Tidak ada yang bisa mengenalinya kecuali saudarinya.

Kemudian turunlah ayat,

مِّنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُواْ مَا عَٰهَدُواْ ٱللَّهَ عَلَيۡهِۖ فَمِنۡهُم مَّن قَضَىٰ نَحۡبَهُۥ وَمِنۡهُم مَّن يَنتَظِرُۖ وَمَا بَدَّلُواْ تَبۡدِيلًا

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya).” (al-Ahzab: 23) [Lihat Tafsir Ibnu Katsir, surah al-Ahzab, 3/484; dan Shahih Sunan at-Tirmidzi, no. 3200]


🖥 Simak selengkapnya:

🌏 https://asysyariah.com/menepati-janji/

📲 Join t.me/salafypalembang
✋🏻📢📄 KEWAJIBAN UMAT DAN ULAMA

✍🏻 Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata,

فالواجب على الأمة وعلماء الأمة أن ينكروا المنكر، ولا يحتقروا بدعة أبدا، لا يجوز التهاون في أي بدعة لابد من إنكارها

"Wajib atas umat ini dan para ulamanya untuk mengingkari kemungkaran. Tidak boleh sedikitpun mereka menganggap remeh bid'ah. Tidak boleh menganggap sepele bid'ah apapun. Bid'ah harus diingkari.

بل لو أن الناس فرطوا في سنة فمن النصيحة أن تبين لهم فضل هذه السنة، وأن تركها قد يؤدي إلى ترك الفرائض والواجبات

Bahkan, seandainya orang-orang meremehkan amalan sunnah, maka termasuk bentuk an-Nashihah (ketulusan dalam menginginkan kebaikan) adalah dengan menjelaskan keutamaan amalan sunnah tersebut. Demikian pula menjelaskan bahwa (bermudah-mudahan) meninggalkan amalan sunnah, dapat membawa dampak seseorang meninggalkan amalan-amalan yang wajib dan fardu."

📚 Mausu'ah Muallafaat wa Rasaa`il wa Fataawa Asy-Syaikh Rabi' al-Madhkhali, Syarh Aqidah as-Salaf, 2/308)

@ForumSalafy

-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com

✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
✋🏽 *JANGAN NGAKU-NGAKU TAWADHU' SEBELUM BACA INI* 👇🏽


*HAKIKAT TAWADHU' (kerendahan hati)...*

*Tanyakan Pada Dirimu, Apakah Kamu Benar-benar Seorang Tawadhu' Sejati*
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°

🔆 Al Imam Ibnul Qayyim, Rahimahullah, berkata:

• - Al-Fudhail bin Iyadh ditanya tentang Tawadhu'?

• - Dia berkata: *Tunduk pada kebenaran, patuh padanya, dan menerima dari siapapun yang mengatakannya.*

• - Dan dikatakan: Tawadhu' adalah *bahwa engkau tidak melihat pada dirimu suatu kemuliaan, jadi siapa pun yang melihat dirinya sebagai seorang yang mulia, maka dia tak mendapatkan sedikitpun bagian tawadhu'.*
• - Ini adalah pendapat al Fudhail dan lainnya.

• - Al-Junaid bin Muhammad berkata: yaitu *merendahkan diri, dan melembutkan pergaulan.**

📓 Madarijus Salikin (2/314)】

🔆 Al Imam Ibnul Qayyim, Rahimahullah berkata:

✋🏻Anda tidak akan sampai pada derajat tawadhu' *sampai engkau menerima kebenaran dari siapapun yang engkau cintai dan yang kau benci, jadi terimalah dari musuhmu sebagaimana Engkau menerimanya dari pembelamu*


📓 [Madarijus Salikin (2/321)]

🔰 WhatsApp DSP
🌐 https://t.me/salafypalembang

◼️◻️◼️◻️◼️◻️◼️◻️◼️◻️

*حقيقـة التواضـع... سل نفسـك هل أنـت متواضـع حقيقـةً*

🔆 قال الإمام ابن القيم رحمه الله تبارك و تعالى - :

• - ‌‏سئل الفضيل بن عياض عن التواضع؟

• - فقال : يخضع للحق، وينقاد له، ويقبله ممن قاله.

• - وقيل : التواضع أن لا ترى لنفسك قيمة، فمن رأى لنفسه قيمة فليس له في التواضع نصيب.
• - وهذا مذهب الفضيل وغيره.

• - وقال الجنيد بن محمد : هو خفض الجناح، ولين الجانب.

📓【 مدارج السالكين (٢ /٣١٤) 】

🔆 قال الإمام ابن القيم رحمه الله تبارك و تعالى - :

✋🏻 لا تصح لك درجة التواضع *حتى تقبل الحق ممن تحب وممن تبغض ، فتقبله من عدوك كما تقبله من وليك،*


📓[ مدارج السالكين (٢ /٣٢١) ]
🔭 🎯 HATI-HATI DALAM MENGHUKUMI SESEORANG

يقول فضيلة الشيخ العلامة ربیع بن هادي المدخلي حفظه الله :
" نعوذ بالله أن نأخذ أحدا بالظن ، بل لم أنتقد إلا من ظهر باطله وشاعت فتنته "
المجموع (10/235)

🎙️Fadhilatusy Syaikh Al Allamah Rabi' bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah berkata,

"Kami berlindung kepada Allah dari menghukumi seseorang dengan persangkaan belaka, bahkan kami tidaklah mengkritik kecuali seorang yang telah jelas kebatilannya dan tersebar fitnahnya."

📚 (Al Majmu' 10/235)

-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com

✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✍🏽 📚 🔎 BERSIKAPLAH ILMIYAH (BERDASAR ILMU DAN HUJJAH) JANGAN 'ATHIFIYYAH (PERASAAN BELAKA)

🎙️قال العلامة ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله:

🔆 "أنا أوصي الشباب السلفي أن يلتزموا بمنهج السلف ويثبتوا عليه ويتحلوا بالصدق في حال الرضى وفي حال الغضب وعلى كل حال"

📚 شريط: رد شبهات المائة والذب عن السلفيين

🎙️Al Allamah Rabi' bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah berkata,

🔆 Aku mewasiatkan pada para pemuda Salafi untuk sungguh-sungguh mengikuti manhaj Salaf, kokoh di atasnya dan senantiasa bersikap jujur baik ketika ridho maupun dalam keadaan marah serta dalam hal apapun.

📚 📼 Kaset: Raddu syubhatil mai'ah wa dzabbu 'anis salafiyyin

-----------------------------------
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com

✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️