Salafy Palembang 🇮🇩
5.9K subscribers
5.35K photos
445 videos
309 files
14.4K links
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Download Telegram
📚 E-book Nasihat untuk Bersungguh-Sungguh Menaati Pemerintah pada Masa Wabah

🌏 https://asysyariah.com/e-book-nasihat-untuk-bersungguh-sungguh-menaati-pemerintah-pada-masa-wabah/

📲 https://t.me/asysyariah
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
🍃 MACAM-MACAM SYAFA'AT

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan:*
Apa macam-macam syafa'at pada hari kiamat?

🔑 Jawaban:**
Ada dua macam syafa'at:
1⃣ Syafa'at khusus, yaitu bagi nabi ﷺ di sisi Allah kepada penduduk mahsyar, agar Allah menyegerakan keputusan di antara mereka ketika mereka ditimpa kesusahan dan kedukaan yang mereka tidak sanggup memikulnya.

2⃣ Syafa'at umum, yaitu bagi Nabi ﷺ dan selainnya dari para nabi, para malaikat dan kaum mukminin kepada para pelaku dosa besar dari kaum mukminin agar mereka dikeluarkan darinya.

📚 Syarhu Lum'atil 'Itiqad: 129 (dengan perubahan)

ما هي أنواع الشفاعة يوم القيامة؟
نوعان:
١. خاصة بالنبي ﷺ في أهل الموقف عند الله ليقضي بينهم حين يلحقهم من الكرب والغم ما لا يطيقون.
٢. عامة له ﷺ ولغيره من الأنبياء والملائكة والمؤمنين فيمن دخل النار من المؤمنين من أهل الكبائر أن يخرجوا منها.
📁 شرح اللمعة ص [129] بتصرف

https://twitter.com/ibn_othaimin/status/1166198407540740096



🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com



Sumber :
@salafy_cirebon

✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah


▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🍃 SYARAT MENDAPATKAN SYAFA'AT

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan:
Apa syarat-syarat untuk mendapatkan syafa'at di hari kiamat?

🔑 Jawaban:
Syafa'at memiliki 2 syarat:
1⃣ Izin Allah ﷻ: {Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya} [Al Baqarah: 255]

2⃣ Ridha Allah kepada yang memberi syafa'at dan yang diberi syafa'at: {Dan mereka tidak dapat memberi syafaat kecuali kepada orang yang diridhai Allah} [Al Anbiya: 28]

Sedangkan orang kafir, tidak ada syafa'at baginya: {Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat (pertolongan) dari orang-orang yang memberikan syafaat} [Al Muddatstsir: 48]
Yakni jika dianggap ada seseorang memberikan syafa'at kepada mereka maka tidak akan bermanfaat syafa'at itu bagi mereka.

📚 Syarhu Lum'atil 'Itiqad: 130 (dengan perubahan)

ما هي شروط الشفاعة يوم القيامة؟
يشترط لها شرطان:
١. إذن الله ﷻ: "من ذا الذي يشفع عنده إلا بإذنه"
٢. رضا الله عن الشافع والمشفوع: "ولا يشفعون إلا لمن ارتضى"
● الكافر لا شفاعة له: "فما تنفعهم شفاعة الشافعين" أي: لو فرض أن أحدا شفع لهم لم تنفعهم الشفاعة.
📁 شرح اللمعة ص [130] بتصرف

https://twitter.com/ibn_othaimin/status/1166198407540740096



🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com



Sumber :
@salafy_cirebon

✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 ZAMAN DAN PERISTIWA AKAN TERUS MENYARING KEJUJURAN SEORANG HAMBA DALAM MENGIKUTI SUNNAH NABI

✍🏼 Asy-Syaikh Rabi’ bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah berkata:

كان ناس ظاهرهم على المنهج السلفي، ثم جاءت الليالي والأيام والأحداث فإذا بهم ينكشفون، لا ندري هل أنهم كانوا على حق وقناعة بالمنهج السلفي أو كانوا متسترين، فالله أعلم بحقيقة حالهم، هؤلاء أرى أن يُستغنى عنهم ولا يُؤسف عليهم وعلى ما قدموا، وعندنا ما يغني ويكفي ولله الحمد.

"Ada orang-orang yang penampilan mereka di atas Manhaj Salaf, lalu datanglah malam, siang, dan berbagai peristiwa hingga tiba-tiba tersingkaplah keadaan mereka.

Kita tidak tahu apakah dahulunya mereka memang di atas kebenaran dan merasa puas dengan Manhaj Salaf, atau sebenarnya mereka berpura-pura saja, Allah yang lebih mengetahui keadaan mereka.

Menurut saya orang-orang seperti itu tidak dibutuhkan lagi dan tidak perlu sedih atas pengorbanan mereka, kita memiliki hal-hal yang mencukupi, walillahil hamdu."

📚 Al-Lubab min Majmu’ Nashaih Syaikh Rabi’ lisy Syabab, hlm. 381

🌍 Sumber: https://twitter.com/bander7464/status/947710990644375552 |@forumsalafy

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net

Turut Mempublikasikan :
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com

✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇 TAHU KADAR DIRI, KUNCI KESELAMATAN DALAM BERAMAL DAN BERDAKWAH (TRANSKRIP)

Al Ustadz Abu Usamah Abdurrahman Lombok حفظه الله


"Saya ingatkan buat diri saya sendiri dan segenap ikhwany dan akhwaty, wasiat dari Al Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah :

"Kita harus menyingkirkan dari diri kita ini segala perkara yang akan menghalangi diri kita untuk memperoleh ilmu. Apa yang menghalangi diri kita untuk mendapatkan intifaa' bil'ilm (manfaat dari ilmu), yaitu kita tidak mengerti kadar - kadar kemampuan diri kita sendiri".

Orang akan bisa memetik buah ilmu, manfaat dan gunanya di saat dia tau kadar dirinya sendiri (Kata Al Imam Ibnul Qoyyim rahimahullahu ta'ala).

◻️Mengetahui kekurangannya,
◻️Mengetahui aibnya,
◻️Mengetahui -Baarakallahu fiikum- tentang penyakit-penyakit yang ada pada dirinya semuanya dia ketahui..

Itulah orang yang akan mengambil manfaat dari ilmu yang telah dipelajari dan mengambil manfaat dari ilmu yang akan diberikan kepadanya.

Sampai ba'dhul hukama (sebagian ahli hikmah), kata Al Imam Ibnul Qoyyim rahimahullahu ta'ala :

"Sebagian ulama kita, menulis di pintunya -Baarakallahu fiikum- : Barangsiapa jika... Tidak (boleh) masuk ke tempat ini kecuali orang yang mengerti tentang dirinya, mengerti kadar kemampuan dirinya -Baarakallahu fiikum-.

Bila dia tau kadar, fal yadkhul...Masuk...!

Tapi kalau dia tidak mengerti tentang kadar kemampuan dirinya sendiri, Pulang...!

Sampai kemudian dia bersifat dengan sifat itu".

Antum lihat -rohimani wa rohimakumullohu jami'an- kenyataan ucapan Al Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah: Orangnya berilmu tapi ketika ada sesuatu dia tidak bisa mengambil faidah dari ilmu yang telah dipelajari:
◻️Malah menampakkan -baarakallahu fiikum- keangkuhan.. kesombongannya,
◻️Menampakkan kalimat-kalimat yang membahayakan -Baarakallahu fiikum-(bagi) muslimin.. atau ahlissunnati wal jama'ah ...


"Nasihat bagi saya ga berguna ,tak bermanfaat teguran dan nasihat..!"

Ini yang harus kita jauhkan dari diri kita sendiri. Kita berusaha tau kadar kemampuan kita ini. Kita ini orang lemah. Orang jahil -Baarakallahu fiikum-

Kalau mengerti ilmu ya sudah bisa diukur -Baarakallahu fiikum-. Berarti kita harus siap dikoreksi, siap untuk dinasihati, siap untuk diluruskan, siap untuk dibimbing, siap untuk dimarahi, siap segala-galanya.. kalau kita mengerti kadar diri kita sendiri. -rohimani wa rohimakumulloh-

Semoga Allahu jalla wa 'ala menganugerahkan -Baarakallahu fiikum- hidayah kepada kita semuanya dan sampai kemudian kita bertemu dengan Allahu jalla wa 'ala diatas hidayah ini -rohimani wa rohimakumulloh-. Wallahu ta'ala a'lamu bish showab."

@ManhajulAnbiya

••••
📶 https://bit.ly/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍 www.alfawaaid.net

Turut Mempublikasikan :
🔰WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com

✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
☝️📚 KEDUDUKAN SUAMI BAGI SEORANG ISTRI


Al-Hushain bin Mihshan rahimahullah menceritakan bahwa bibinya pernah datang ke tempat Nabi shallallahu alaihi wa sallam untuk suatu keperluan.

💡Setelah selesai dari keperluan tersebut, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bertanya kepadanya,

أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ؟

“Apakah engkau sudah bersuami?”

قَالَتْ: نَعَمْ.

Bibi al-Hushain menjawab, “Sudah.”

قَالَ: كَيْفَ أَنْتِ لَهُ؟

“Bagaimana (sikap) engkau terhadap suamimu?” tanya Rasulullah lagi.

قَالَتْ: مَا آلُوْهُ إِلاَّ مَا عَجَزْتُ عَنْهُ.

Ia menjawab, “Aku tidak pernah mengurangi haknya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu.”

قَالَ: فَانْظُرِيْ أينَ أَنْتِ مِنْهُ، فَإنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ

Rasulullah bersabda, “Lihatlah keadaanmu dalam pergaulanmu dengan suamimu, karena suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR. Ahmad 4/341 dan selainnya, lihat ash-Shahihah no. 2612)


🖥 Simak selengkapnya:

🌏 https://asysyariah.com/hak-suami-dalam-islam/

📲 Join t.me/salafypalembang
🌹📚 MENSYUKURI KEBAIKAN SUAMI


Seorang istri harus pandai-pandai berterima kasih kepada suaminya atas semua yang telah diberikan kepadanya. Jika tidak, istri akan berhadapan dengan ancaman neraka Allah subhanahu wa ta’ala.

💡Setelah selesai shalat Kusuf (shalat gerhana), Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda menceritakan surga dan neraka yang diperlihatkan kepada beliau ketika shalat,

وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ الْإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

“Aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.”

Mereka bertanya, “Mengapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka(*).”

Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?”

Beliau menjawab, “(Tidak, tetapi) mereka kufur kepada suami dan mengufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang dari mereka pada suatu masa, kemudian suatu saat ia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya,) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. al-Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 2106)

(*) Yang dimaksud dengan kufur di sini adalah kufur ashghar (kufur kecil), yaitu kufur yang tidak mengeluarkan pelakunya dari keimanan. Pelakunya tetap seorang muslim. Namun, karena dosa yang diperbuat, dia pantas mendapatkan siksa di dalam neraka walaupun tidak kekal di dalamnya sebagaimana pelaku kufur akbar (kufur besar). Kufur ini diistilahkan kufrun duna kufrin.


🖥 Simak selengkapnya:

🌏 https://asysyariah.com/hak-suami-dalam-islam/

📲 Join t.me/salafypalembang
🔊 SEKILAS INFO
~~~~

Bismillah...

Afwan...
Untuk TA'LIM ONLINE Ba'da Maghrib #diRumahAja Hari ini, 22 Dzulqo'dah 1441 / 13 Juli 2020

~~
LIBUR
~~

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan...

Jazaakumullahu khoiron wa Baarakallahu fiikum
📚 ISTRI TIDAK BOLEH BERPUASA SUNNAH KECUALI DENGAN IZIN SUAMI


✔️ Apabila seorang istri hendak mengerjakan puasa Ramadhan, ia tidak perlu meminta izin kepada suaminya karena puasa Ramadhan hukumnya wajib, haram ditinggalkan tanpa uzur yang dibolehkan syariat. Apabila suaminya melarang, istri tidak boleh menaatinya karena tidak boleh menaati makhluk dalam bermaksiat kepada al-Khaliq.

Namun, apabila istri hendak berpuasa sunnah, dia harus meminta izin kepada suaminya.

💡Sebab, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُوْمَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ

“Seorang istri tidak boleh berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada di tempat kecuali dengan izin suaminya.” (HR. al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)

📝 An-Nawawi rahimahullah berkata, “Larangan ini menunjukkan keharaman. Demikian yang diterangkan dengan jelas oleh kalangan ulama dari mazhab kami.” (al-Minhaj, 7/116)

📝 Hal ini merupakan pendapat jumhur ulama sebagaimana disebutkan dalam Fathul Bari (9/367).


🖥 Simak selengkapnya:

🌏 https://asysyariah.com/hak-suami-dalam-islam/

📲 Join t.me/salafypalembang
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
☝️🏻❗️📚 SUAMI DITAATI DALAM SELAIN PERKARA MAKSIAT


Suami memiliki hak terhadap istrinya untuk ditaati dalam seluruh perkara selain kemaksiatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

💡Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْـمَعْرُوْفِ

“Hanyalah ketaatan itu dalam perkara yang makruf.” (HR. al-Bukhari no. 7145 dan Muslim no. 4742)

💡Beliau shallallahu alaihi wa sallam pun memperingatkan,

لاَ طَاعَةَ لِمَخْلُوْقٍ فِي مَعْصِيَةِ اللهِ

“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam perkara maksiat kepada Allah.” (HR. Ahmad 1/131, sanadnya dinilai sahih oleh Syaikh Ahmad Syakir rahimahullah dalam syarah dan catatan kakinya terhadap Musnad al-Imam Ahmad; dinyatakan sahih pula dalam ash-Shahihah no. 181)


🖥 Simak selengkapnya:

🌏 https://asysyariah.com/hak-suami-dalam-islam/

📲 Join t.me/salafypalembang
☝️🏻🔐 📚 DI ANTARA HAK SUAMI


Istri tidak boleh mengizinkan seseorang masuk ke rumah suami kecuali dengan izinnya.

💡Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah melarang hal ini dalam sabdanya,

وَلاَ تَأْذَنْ فِي بَيْتِهِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ

“Seorang istri tidak boleh mengizinkan seseorang masuk ke rumah suaminya kecuali dengan izin suaminya.” (HR. al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 2367)

💡Amr ibnul Ahwash radhiallahu anhu meriwayatkan dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

أَلاَ إِنَّ لَكُمْ عَلَى نِسَائكُمْ حَقًّا، وَلِنِسَائِكُمْ عَلَيْكُمْ حَقًّا، فَحَقُّكُمْ عَلَيْهِنَّ أَنْ لاَ يُوْطِئْنَ فُرُشَكُمْ مَنْ تَكْرَهُوْنَ، وَلاَ يَأْذَنَّ فِي بُيُوْتِكُمْ لـِمَنْ تَكْرَهُوْنَ، أَلاَ وَحَقُّهُنَّ عَلَيْكُمْ أَنْ تُحْسِنُوْا إِلَيْهِنَّ فيِ كِسْوَتهِنَّ وَطَعَامِهِنَّ

“Ketahuilah, kalian memiliki hak yang harus ditunaikan oleh istri-istri kalian. Mereka pun memiliki hak yang harus kalian tunaikan. Hak kalian yang harus mereka tunaikan ialah mereka tidak boleh membiarkan orang yang tidak kalian sukai untuk menginjak permadani kalian dan mereka tidak boleh mengizinkan orang yang kalian benci untuk memasuki rumah kalian. Adapun hak mereka yang harus kalian tunaikan ialah kalian berbuat baik terhadap mereka dalam hal pakaian dan makanan mereka.” (HR. at-Tirmidzi no. 1163 dan Ibnu Majah no. 1851, dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahih at-Tirmidzi dan Shahih Ibni Majah)

🖥 Simak selengkapnya:

🌏 https://asysyariah.com/hak-suami-dalam-islam/

📲 Join t.me/salafypalembang
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
🌈 📚 KEUTAMAAN UBAN


✔️ Termasuk tanda-tanda orang yang telah menginjak usia lanjut adalah uban yang menghiasi kepalanya, kekuatan fisik yang mengendur, pandangan dan penglihatan yang mulai berkurang ketajamannya.

📝❗️ Seorang muslim yang telah mencapai kondisi seperti ini tentunya telah melewati masa-masa yang panjang dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Berbagai manis dan getirnya kehidupan telah dilakoninya. Dia pun merasa ajal telah dekat sehingga pendekatan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala semakin bertambah.

💡Orang yang panjang umurnya dan baik amalannya adalah sebaik-baik orang, sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ

“Sebaik-baik orang ialah yang panjang umurnya dan baik amalannya.” (HR. at-Tirmidzi dan beliau menilainya hasan)

Orang yang beruban rambutnya karena menjalankan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dia memiliki keutamaan. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي الْإِسْلَامِ كَانَتْ لَهُ نُوْرًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barang siapa beruban dengan suatu uban di dalam Islam, uban itu akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat.” (HR. at-Tirmidzi dan an-Nasai, dinyatakan sahih oleh Syaikh al-Albani dalam kitab Shahihul Jami’ no. 6307)

Maksudnya, uban tersebut akan menjadi cahaya sehingga pemiliknya menjadikannya sebagai penunjuk jalan. Cahaya itu akan berjalan di hadapannya pada kegelapan padang mahsyar, sampai Allah subhanahu wa ta’ala memasukkannya ke dalam surga.

❗️Meski bukan rekayasa hamba, apabila uban muncul karena suatu sebab, seperti jihad atau takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala, ia ditempatkan sebagai usaha (amalan) hamba. Oleh karena itu, dimakruhkan—bahkan tidak keliru apabila dikatakan diharamkan—mencabut uban yang ada di jenggot atau semisalnya. (lihat Faidhul Qadir karya al-Munawi, 6/202)


🖥 Simak selengkapnya:

🌏 https://asysyariah.com/yang-tua-dihormati-yang-kecil-disayangi/

📲 Join t.me/salafypalembang
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
✋🏻📢📚🍃 ISLAM SATU-SATUNYA AGAMA YANG BENAR

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلۡإِسۡلَٰمُۗ

“Sesungguhnya agama yang haq di sisi Allah hanyalah Islam.” (Ali Imran: 19)

وَمَن يَبۡتَغِ غَيۡرَ ٱلۡإِسۡلَٰمِ دِينٗا فَلَن يُقۡبَلَ مِنۡهُ وَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ

“Barang siapa mengharapkan selain Islam, tidak akan diterima darinya, di akhirat nanti dia termasuk orang-orang merugi.” (Ali Imran: 85)

Syaikh Shalih al-Fauzan menerangkan bahwa dalam dua ayat di atas ada bantahan terhadap orang-orang di zaman ini yang menyatakan bahwa tiga agama ini; Yahudi, Nasrani, dan Islam, semuanya benar dan akan mengantarkan pemeluknya kepada Allah. Apa yang mereka ucapkan ini adalah dusta dan mengada-ada. Tidak ada agama yang benar setelah datangnya agama ini, selain Islam.

Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus dan Islam datang, dihapuslah agama Yahudi dan Nasrani. Semua agama yang selain Islam telah ditahrif (diubah-ubah) dan diganti, atau telah mansukh, telah berakhir masanya, tidak ada lagi yang Allah ridhai selain Islam (yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam).

Barang siapa ingin masuk surga, berpegang teguhlah dengan Islam ini. Barang siapa menginginkan agama yang lain, tidak ada bagian untuknya selain neraka. (Syarah Fadhlul Islam)

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com

Sumber :
@ForumSalafy

✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
✋🏻📢🌷🌹 HIKMAH DI BALIK TERTUNDANYA DOA DIKABULKAN

✍🏻 Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata,

إنَّ المؤمن إذا استبطأ الفرج، وأيس منه بعدَ كثرة دعائه وتضرُّعه، ولم يظهر عليه أثرُ الإجابة؛
- يرجع إلى نفسه باللائمة
- وقال لها : إنَّما أُتيتُ من قِبَلِكَ،
- ولو كان فيك خيرٌ لأُجِبْتُ
- وهذا اللومُ أحبُّ إلى الله من كثيرٍ من الطَّاعاتِ
- فإنَّه يُوجبُ انكسارَ العبد لمولاه واعترافَه له بأنَّه أهلٌ لما نزل به من البلاء
- وأنَّه ليس بأهلٍ لإجابة الدعاء؛

Apabila seorang mukmin merasa jalan keluar permasalahannya datang begitu lambat; berputus asa setelah banyak berdoa dan merendahkan diri di hadapan-Nya; dan belum tampak tanda-tanda doanya dikabulkan; dia akan berbalik mencela dirinya sendiri.

Dia akan berkata kepada dirinya sendiri, "Sesungguhnya, berbagai musibah yang menimpaku ini dari dirimu. Seandainya ada kebaikan pada dirimu, niscaya doaku akan dikabulkan."

Celaan ini lebih dicintai oleh Allah daripada banyak ketaatan. Sebab, celaan ini menunjukkan rendahnya sang hamba di hadapan Dzat Yang Menguasainya; mengaku di hadapan-Nya bahwa dia pantas mendapatkan berbagai musibah; dan mengakui bahwa dirinya bukanlah orang yang pantas dikabulkan doanya.

• فلذلك؛
- تُسرِعُ إليه حينئذٍ إجابةُ الدعاء
- وتفريجُ الكرب،
- فإنَّه تعالى عندَ المنكسرةِ قلوبهم من أجله .

Ketika itu, pengabulan doa dan jalan keluar akan datang dengan cepat. Sebab, Allah bersama orang-orang yang merendahkan hatinya karena-Nya.

📚 Jami'ul 'Ulum wal Hikam, hlm. 225

🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
📲 Join t.me/salafypalembang
🌏 www.salafypalembang.com



Sumber :
@ForumSalafy

✳️ Menyajikan artikel dan audio kajian ilmiah

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️