☝🛡🌹 PEGANG TEGUHLAH SUNNAH, NISCAYA ALLAH AKAN MENGANGKAT DERAJATMU DISISI-NYA
🎙Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi'i rahimahullah berkata,
Sungguh membuat aku kagum perkataanya Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah : 'Sesungguhnya Allah ﷻ mengangkat derajat seseorang sesuai dengan kadar ia berpegang teguh dengan Sunnah ﷺ'.
قـال الشيخ مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله:
وتعجبني كلمة لشيخ الاسلام ابن تيمية رحمه الله:
'إنما يرفع الله الشخص بقدر تمسكه بسنة ﷺ'.
تحفة المجيب صـ 339
Sumber:
https://twitter.com/alsunna_way/status/1199891466891530240?s=20
Whatsapp Ilmu Syari
@CTIS_ChannelTelegramIlmuSyari
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🎙Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi'i rahimahullah berkata,
Sungguh membuat aku kagum perkataanya Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah : 'Sesungguhnya Allah ﷻ mengangkat derajat seseorang sesuai dengan kadar ia berpegang teguh dengan Sunnah ﷺ'.
قـال الشيخ مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله:
وتعجبني كلمة لشيخ الاسلام ابن تيمية رحمه الله:
'إنما يرفع الله الشخص بقدر تمسكه بسنة ﷺ'.
تحفة المجيب صـ 339
Sumber:
https://twitter.com/alsunna_way/status/1199891466891530240?s=20
Whatsapp Ilmu Syari
@CTIS_ChannelTelegramIlmuSyari
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Forwarded from Salafy Indonesia
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
📲📢 [VIDEO] : Dunia Sementara Akhirat Selamanya
🌎 Sumber: https://forumsalafy.net/video-dunia-sementara-akhirat-selamanya/
🌎 Sumber: https://forumsalafy.net/video-dunia-sementara-akhirat-selamanya/
✋🏻📢🌹🌷 SERIBU KEBAIKAN DALAM SEHARI
Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu bercerita,
كُنَّا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ: أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَكْسِبَ كُلَّ يَوْمٍ أَلْفَ حَسَنَةٍ
Kami pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian beliau bertanya, “Apakah memberatkan salah seorang di antara kalian untuk melakukan seribu kebaikan dalam sehari?”
فَسَأَلَهُ سَائِلٌ مِنْ جُلَسَائِهِ كَيْفَ يَكْسِبُ أَحَدُنَا أَلْفَ حَسَنَةٍ
Kemudian salah seorang yang ada di dalam majelis bertanya, “Bagaimana caranya salah seorang di antara kami mampu melakukan seribu kebaikan dalam sehari?”
قَالَ: يُسَبِّحُ مِائَةَ تَسْبِيحَةٍ فَيُكْتَبُ لَهُ أَلْفُ حَسَنَةٍ أَوْ يُحَطُّ عَنْهُ أَلْفُ خَطِيئَةٍ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Seseorang bertasbih seratus kali, niscaya akan dicatat baginya seribu kebaikan atau dihapus darinya seribu kesalahan.”
📕(HR. Muslim no. 2698)
Sumber: https://forumsalafy.net/seribu-kebaikan-dalam-sehari/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu bercerita,
كُنَّا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ: أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَكْسِبَ كُلَّ يَوْمٍ أَلْفَ حَسَنَةٍ
Kami pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian beliau bertanya, “Apakah memberatkan salah seorang di antara kalian untuk melakukan seribu kebaikan dalam sehari?”
فَسَأَلَهُ سَائِلٌ مِنْ جُلَسَائِهِ كَيْفَ يَكْسِبُ أَحَدُنَا أَلْفَ حَسَنَةٍ
Kemudian salah seorang yang ada di dalam majelis bertanya, “Bagaimana caranya salah seorang di antara kami mampu melakukan seribu kebaikan dalam sehari?”
قَالَ: يُسَبِّحُ مِائَةَ تَسْبِيحَةٍ فَيُكْتَبُ لَهُ أَلْفُ حَسَنَةٍ أَوْ يُحَطُّ عَنْهُ أَلْفُ خَطِيئَةٍ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Seseorang bertasbih seratus kali, niscaya akan dicatat baginya seribu kebaikan atau dihapus darinya seribu kesalahan.”
📕(HR. Muslim no. 2698)
Sumber: https://forumsalafy.net/seribu-kebaikan-dalam-sehari/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⚡ Jeleknya Ghibah 3⃣
🔥🔥🔥 GHIBAH MEMILIKI BAU BUSUK
✍ عن جابر قال كنا مع النبي ﷺ فارتفعت ريح جيفة منتنة فقال رسول الله ﷺ : أتدرون ما هذه الريح؟ هذه ريح الذين يغتابون المؤمنين".
📚 الحديث حسنه الالباني في غاية المرام (٤٢٩) وسبقه ابن حجر في الفتح (٤٧٠/١٠).
✍ Dari Jabir rahimahullah berkata :
Suatu saat, kami bersama Nabi ﷺَ. Kemudian tercium bau bangkai busuk. Lalu Rasulullah ﷺَ bersabda,
"Tahukah kalian bau apa ini? Ini adalah bau orang-orang yang suka mengghibahi kaum mukminin."
📚 Hadits ini dihasankan oleh Al-Albani di dalam Ghayatul Maram (429). Ibnu Hajar telah lebih dahulu menghasankannya di dalam Al-Fath (10/470).
Sumber:
@Nataouan/1152
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔥🔥🔥 GHIBAH MEMILIKI BAU BUSUK
✍ عن جابر قال كنا مع النبي ﷺ فارتفعت ريح جيفة منتنة فقال رسول الله ﷺ : أتدرون ما هذه الريح؟ هذه ريح الذين يغتابون المؤمنين".
📚 الحديث حسنه الالباني في غاية المرام (٤٢٩) وسبقه ابن حجر في الفتح (٤٧٠/١٠).
✍ Dari Jabir rahimahullah berkata :
Suatu saat, kami bersama Nabi ﷺَ. Kemudian tercium bau bangkai busuk. Lalu Rasulullah ﷺَ bersabda,
"Tahukah kalian bau apa ini? Ini adalah bau orang-orang yang suka mengghibahi kaum mukminin."
📚 Hadits ini dihasankan oleh Al-Albani di dalam Ghayatul Maram (429). Ibnu Hajar telah lebih dahulu menghasankannya di dalam Al-Fath (10/470).
Sumber:
@Nataouan/1152
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✅ BERSAUDARA KARENA ALLAH DAN TIDAK FANATIK KECUALI KEPADA KEBENARAN (3)
🎙 Al-Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah
Bahkan seandainya seorang shahabat salah maka kita tidak boleh menerima kesalahannya. Salah seorang dari mereka ada yang salah dalam masalah tayammum dan dia berpendapat bahwa jika seseorang junub maka tidak boleh untuk mengerjakan shalat dengan tayammum sama sekali sampai dia mandi. Para salaf dari kalangan shahabat dan tabi'in mengatakan, "Tidak demikian." Dan mereka mengambil pendapat Ammar (bin Yasir) dan meninggalkan pendapat Umar dan Ibnu Mas'ud. Dan juga mereka meninggalkan banyak perkara yang salah pada shahabat, tabi'in, dan para imam.
Asy-Syafi'i sendiri membantah kesalahan gurunya, al-Imam Malik. Padahal tidak ada seorangpun yang menghormati Malik seperti yang dilakukan oleh asy-Syafi'i, dan dia pernah mengatakan, "Jika para ulama disebut maka Malik adalah bintang yang tembus cahayanya." Walaupun demikian dia mengkritik gurunya tersebut.
Al-Laits (bin Sa'ad al-Fahmi) mengkritik Malik dan mengirim surat kepadanya, padahal dia mencintai dan memuliakannya. Barakallah fikum.
Dan demikianlah mereka dahulu saling menasehati dan para pengikut mereka tidak ada yang marah. Kecuali pengikut Malik ada yang fanatik melawan asy-Syafi'i dan mereka terus fanatik membabibuta hingga hari ini. Sangat disayangkan ketika mulai muncul maka menyebar jiwa fanatisme.
Al-Bukhari dikritik oleh ad-Daruquthni dan yang lainnya, walaupun demikian tidak ada yang fanatik terhadap al-Bukhari, padahal beliau adalah Amirul Mu'minin dalam bidang hadits. Kenapa demikian? Karena ahli hadits sangat mencintai manhaj Rasulullah dan salaf yang shalih.
Abu Hatim dan Abu Zur'ah mengkritik al-Bukhari tentang sekitar 700 perawi dalam kitabnya at-Tarikh. Walaupun demikian engkau tidak menjumpai seorangpun yang fanatik menyerang Abu Hatim dan Abu Zur'ah. Demikian seterusnya...
Maka jika saudaramu mengkritikmu dengan benar, maka caranya pertama kali nasehatilah dia (yang bersalah) dan katakan padanya, "Jika engkau menerima tidak masalah, dan jika engkau tidak menerima maka berilah udzur kepada saya, saya akan menjelaskan kepada manusia karena engkau di atas kesalahan." Dan dia menjelaskan dengan adab dan memuliakan saudaranya. Barakallah fik.
Yang seperti ini nggak masalah, ini memerangi fanatisme jahiliyyah. Barakallah fikum. Hawa nafsu semacam ini ada. Barakallah fikum. Kita dahulu tidak mengenalnya, kita mengenalnya sekarang setelah kelompok-kelompok jahat menyusup ke negeri ini, jiwa fanatisme ini merayap hingga ke sebagian salafiyyun, sehingga engkau menjumpai hal semacam ini.
Maka kita katakan kepada mereka: Ini termasuk bentuk persaudaraan dan nasehat, dan karena mereka adalah para pemuda yang tidak mengetahui sejarah Ahlus Sunnah wal Jama'ah sampai di masa ini, barakallah fik.
Kalian mengetahui bagaimana dahulu al-Albani, Ibnu Baz, dan Ibnu Utsaimin saling mencintai dan bersaudara serta di waktu yang sama mereka saling membela dan saling menasehati.
Padahal al-Albani mengkritik Ibnu Baz dengan kritikan yang pahit tentang masalah meletakkan tangan di dada dan beliau menyebut meletakkan tangan di dada setelah bangkit dari rukuk sebagai bid'ah, walaupun demikian Ibnu Baz tidak marah dan mereka terus memegangi ijtihad mereka. Tetapi beliau (Ibnu Baz) tidak memerangi al-Albani dan tidak marah kepadanya, bahkan beliau menghormatinya, memuliakannya, menulis surat kepadanya, mencintainya, menolongnya dan membelanya.
Al-Albani juga demikian dan Ibnu Utsaimin juga demikian, barakallah fik. Mereka ini merupakan contoh yang paling dekat dengan kita. Dan para ulama salaf mereka dahulu lebih baik lagi dari keadaan ini. Maka pegangilah hal seperti itu, minimalnya seperti yang kalian rasakan di masa akhir-akhir ini.
⚠ INSYAALLAH BERSAMBUNG
Sumber:
@jujurlahselamanya/1982
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🎙 Al-Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah
Bahkan seandainya seorang shahabat salah maka kita tidak boleh menerima kesalahannya. Salah seorang dari mereka ada yang salah dalam masalah tayammum dan dia berpendapat bahwa jika seseorang junub maka tidak boleh untuk mengerjakan shalat dengan tayammum sama sekali sampai dia mandi. Para salaf dari kalangan shahabat dan tabi'in mengatakan, "Tidak demikian." Dan mereka mengambil pendapat Ammar (bin Yasir) dan meninggalkan pendapat Umar dan Ibnu Mas'ud. Dan juga mereka meninggalkan banyak perkara yang salah pada shahabat, tabi'in, dan para imam.
Asy-Syafi'i sendiri membantah kesalahan gurunya, al-Imam Malik. Padahal tidak ada seorangpun yang menghormati Malik seperti yang dilakukan oleh asy-Syafi'i, dan dia pernah mengatakan, "Jika para ulama disebut maka Malik adalah bintang yang tembus cahayanya." Walaupun demikian dia mengkritik gurunya tersebut.
Al-Laits (bin Sa'ad al-Fahmi) mengkritik Malik dan mengirim surat kepadanya, padahal dia mencintai dan memuliakannya. Barakallah fikum.
Dan demikianlah mereka dahulu saling menasehati dan para pengikut mereka tidak ada yang marah. Kecuali pengikut Malik ada yang fanatik melawan asy-Syafi'i dan mereka terus fanatik membabibuta hingga hari ini. Sangat disayangkan ketika mulai muncul maka menyebar jiwa fanatisme.
Al-Bukhari dikritik oleh ad-Daruquthni dan yang lainnya, walaupun demikian tidak ada yang fanatik terhadap al-Bukhari, padahal beliau adalah Amirul Mu'minin dalam bidang hadits. Kenapa demikian? Karena ahli hadits sangat mencintai manhaj Rasulullah dan salaf yang shalih.
Abu Hatim dan Abu Zur'ah mengkritik al-Bukhari tentang sekitar 700 perawi dalam kitabnya at-Tarikh. Walaupun demikian engkau tidak menjumpai seorangpun yang fanatik menyerang Abu Hatim dan Abu Zur'ah. Demikian seterusnya...
Maka jika saudaramu mengkritikmu dengan benar, maka caranya pertama kali nasehatilah dia (yang bersalah) dan katakan padanya, "Jika engkau menerima tidak masalah, dan jika engkau tidak menerima maka berilah udzur kepada saya, saya akan menjelaskan kepada manusia karena engkau di atas kesalahan." Dan dia menjelaskan dengan adab dan memuliakan saudaranya. Barakallah fik.
Yang seperti ini nggak masalah, ini memerangi fanatisme jahiliyyah. Barakallah fikum. Hawa nafsu semacam ini ada. Barakallah fikum. Kita dahulu tidak mengenalnya, kita mengenalnya sekarang setelah kelompok-kelompok jahat menyusup ke negeri ini, jiwa fanatisme ini merayap hingga ke sebagian salafiyyun, sehingga engkau menjumpai hal semacam ini.
Maka kita katakan kepada mereka: Ini termasuk bentuk persaudaraan dan nasehat, dan karena mereka adalah para pemuda yang tidak mengetahui sejarah Ahlus Sunnah wal Jama'ah sampai di masa ini, barakallah fik.
Kalian mengetahui bagaimana dahulu al-Albani, Ibnu Baz, dan Ibnu Utsaimin saling mencintai dan bersaudara serta di waktu yang sama mereka saling membela dan saling menasehati.
Padahal al-Albani mengkritik Ibnu Baz dengan kritikan yang pahit tentang masalah meletakkan tangan di dada dan beliau menyebut meletakkan tangan di dada setelah bangkit dari rukuk sebagai bid'ah, walaupun demikian Ibnu Baz tidak marah dan mereka terus memegangi ijtihad mereka. Tetapi beliau (Ibnu Baz) tidak memerangi al-Albani dan tidak marah kepadanya, bahkan beliau menghormatinya, memuliakannya, menulis surat kepadanya, mencintainya, menolongnya dan membelanya.
Al-Albani juga demikian dan Ibnu Utsaimin juga demikian, barakallah fik. Mereka ini merupakan contoh yang paling dekat dengan kita. Dan para ulama salaf mereka dahulu lebih baik lagi dari keadaan ini. Maka pegangilah hal seperti itu, minimalnya seperti yang kalian rasakan di masa akhir-akhir ini.
⚠ INSYAALLAH BERSAMBUNG
Sumber:
@jujurlahselamanya/1982
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📀 APAKAH SAH JIKA SAYA MENIKAH DIAM-DIAM ?
🎙 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Muhammad bin 'Umar As-Sewed حفظه الله
💿 Durasi audio :
1.45 (422 KB)
Sumber:
@ukhuwah_anak_kuliah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
🎙 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Muhammad bin 'Umar As-Sewed حفظه الله
💿 Durasi audio :
1.45 (422 KB)
Sumber:
@ukhuwah_anak_kuliah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
📚 Thalabul ilmi atau ngaji adalah ciri khasnya seorang yang mengaku salafy ahlussunnah wal jamaah, karena mereka tidak boleh ridha dengan kebodohan. Oleh karena itu, dia harus semangat untuk datang ke majelis taklim agar bisa mendengar ilmu dan tidak menjadi orang yang bodoh terhadap agamanya. Lihatlah para ulama salaf! Mereka adalah teladan di dalam mencari ilmu, karena semangat mereka bukan semangat kaleng-kaleng. Ini buktinya:
» Baca Selengkapnya di:
https://www.fawaidsolo.com/bukan-semangat-kaleng-kaleng/
Sumber:
@fawaidsolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
» Baca Selengkapnya di:
https://www.fawaidsolo.com/bukan-semangat-kaleng-kaleng/
Sumber:
@fawaidsolo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⛔📝💯 LARANGAN LEWAT DI DEPAN ORANG YANG YANG SHALAT
💬 Dari Abu Juhaim bin Al Harits bin ash-Shimmah al-Anshari radhiyallahu anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,
لَوْ يَعْلَمُ الْمَارُّ بَيْنَ يَدَيْ الْمُصَلِّي مَاذَا عَلَيْهِ مِنْ الإِثْمِ ، لَكَانَ أَنْ يَقِفَ أَرْبَعِينَ ، خَيْراً لَهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ .
قَالَ أَبُو النَّضْرِ : لا أَدْرِي قَالَ : أَرْبَعِينَ يَوْماً ، أَوْ شَهْراً ، أوْ سَنَةً . متفق عليه
"Kalau sendainya orang yang lewat di depan orang yang sedang shalat mengetahui dosa yang akan ditanggungnya, niscaya dia berdiri selama empat puluh, lebih baik baginya daripada dia lewat di depan orang yang sedang shalat."
Abu Nashr berkata,
"Aku tidak mengetahui apakah beliau mengatakan empat puluh hari, bulan atau tahun."
✍ HR. al-Bukhari dan Muslim
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💬 Dari Abu Juhaim bin Al Harits bin ash-Shimmah al-Anshari radhiyallahu anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,
لَوْ يَعْلَمُ الْمَارُّ بَيْنَ يَدَيْ الْمُصَلِّي مَاذَا عَلَيْهِ مِنْ الإِثْمِ ، لَكَانَ أَنْ يَقِفَ أَرْبَعِينَ ، خَيْراً لَهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ .
قَالَ أَبُو النَّضْرِ : لا أَدْرِي قَالَ : أَرْبَعِينَ يَوْماً ، أَوْ شَهْراً ، أوْ سَنَةً . متفق عليه
"Kalau sendainya orang yang lewat di depan orang yang sedang shalat mengetahui dosa yang akan ditanggungnya, niscaya dia berdiri selama empat puluh, lebih baik baginya daripada dia lewat di depan orang yang sedang shalat."
Abu Nashr berkata,
"Aku tidak mengetahui apakah beliau mengatakan empat puluh hari, bulan atau tahun."
✍ HR. al-Bukhari dan Muslim
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
BERSUNGGUH-SUNGGUH MENGUCAPKAN : "AMIN" BAGI MAKMUM 1⃣
✍ عن أبي موسى مرفوعاً: «إذا صليتم فأقيموا صفوفكم ثم ليؤمكم أحدُكم فإذا كبر فكبروا وإذا قال:"غير المغضوب عليهم ولا الضالين"؛ فقولوا: آمين، يُجبكم الله»
📚 رواه مسلم (٤٠٤)
📌 قال النووي في شرح مسلم (١/٣٥٣) : قوله (يجبكم الله) أي يستجيب دعاكم، وهذا حث عظيم على التأمين.
✍ Dari Abu Musa secara marfu' :
Jika kalian ingin menegakkan shalat maka luruskanlah shaf-shaf kalian, kemudian hendaklah seorang dari kalian mengimami kalian.
Jika ia telah takbir maka segeralah kalian takbir. Jika ia mengucapkan,
غَیۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَیۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّاۤلِّینَ
Bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
maka katakanlah : "Amin", niscaya Allah akan menjawab kalian.
📚 HR. Muslim (404)
📌 An-Nawawi berkata di dalam Syarh Shahih Muslim (1/353) :
Sabda beliau : "Niscaya Allah akan menjawab kalian" maksudnya adalah Allah akan mengabulkan doa kalian.
Ini merupakan anjuran yang sangat ditekankan untuk mengucapkan : "Amin".
Sumber:
https://twitter.com/bder_alenezi/status/1111134075992068096
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍ عن أبي موسى مرفوعاً: «إذا صليتم فأقيموا صفوفكم ثم ليؤمكم أحدُكم فإذا كبر فكبروا وإذا قال:"غير المغضوب عليهم ولا الضالين"؛ فقولوا: آمين، يُجبكم الله»
📚 رواه مسلم (٤٠٤)
📌 قال النووي في شرح مسلم (١/٣٥٣) : قوله (يجبكم الله) أي يستجيب دعاكم، وهذا حث عظيم على التأمين.
✍ Dari Abu Musa secara marfu' :
Jika kalian ingin menegakkan shalat maka luruskanlah shaf-shaf kalian, kemudian hendaklah seorang dari kalian mengimami kalian.
Jika ia telah takbir maka segeralah kalian takbir. Jika ia mengucapkan,
غَیۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَیۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّاۤلِّینَ
Bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
maka katakanlah : "Amin", niscaya Allah akan menjawab kalian.
📚 HR. Muslim (404)
📌 An-Nawawi berkata di dalam Syarh Shahih Muslim (1/353) :
Sabda beliau : "Niscaya Allah akan menjawab kalian" maksudnya adalah Allah akan mengabulkan doa kalian.
Ini merupakan anjuran yang sangat ditekankan untuk mengucapkan : "Amin".
Sumber:
https://twitter.com/bder_alenezi/status/1111134075992068096
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🛣🗑 KARENA KEIKHLASAN ITU MENJADIKAN IBADAH SANGAT BERARTI
Boleh jadi, amalan yang langsung kita lupakan [ karena dianggap hanya amalan sepele ] malah jadi sumber kebahagiaan abadi kita. Siapa yang tahu. Hadits berikut ini jadi bukti sahih.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
لَقَدْ رَأَيْتُ رَجُلًا يَتَقَلَّبُ فِي الْجَنَّةِ، فِي شَجَرَةٍ قَطَعَهَا مِنْ ظَهْرِ الطَّرِيقِ، كَانَتْ تُؤْذِي النَّاسَ
"Sesungguhnya aku telah melihat seseorang yang bernikmat-nikmat di dalam surga disebabkan dia menyingkirkan pohon yang terbentang di tengah jalan yang mengganggu orang-orang."
📕HR. Muslim (1914)
Oleh sebab itu, sangat wajar jika Rasulullah ﷺ melarang kita meremehkan satupun kebaikan. Sebab memang, kita tidak pernah tahu mana di antara amal kita yang mendatangkan rahmat Allah hingga akhirnya kita dimasukkan ke surga.
Resapi pernyataan Imam Ibnu Abdil Barr rahimahullah berikut ini, semoga kita bisa mengambil manfaatnya:
فلا ينبغي للمؤمن العاقل أن يحتقر شيئاً من أعمال البرّ، فربما غفر له بأقلّها،
"Tidak pantas bagi seorang mu'min yang berakal untuk ia meremehkan satu amal kebaikan pun. Boleh jadi ia dapat ampunan dengan sebab amalannya yang paling ringan." (At-Tamhid, XXII/12 melalui Al Bahr Al Muhith Ats-Tsajaj, XLI/104)
Sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Boleh jadi, amalan yang langsung kita lupakan [ karena dianggap hanya amalan sepele ] malah jadi sumber kebahagiaan abadi kita. Siapa yang tahu. Hadits berikut ini jadi bukti sahih.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
لَقَدْ رَأَيْتُ رَجُلًا يَتَقَلَّبُ فِي الْجَنَّةِ، فِي شَجَرَةٍ قَطَعَهَا مِنْ ظَهْرِ الطَّرِيقِ، كَانَتْ تُؤْذِي النَّاسَ
"Sesungguhnya aku telah melihat seseorang yang bernikmat-nikmat di dalam surga disebabkan dia menyingkirkan pohon yang terbentang di tengah jalan yang mengganggu orang-orang."
📕HR. Muslim (1914)
Oleh sebab itu, sangat wajar jika Rasulullah ﷺ melarang kita meremehkan satupun kebaikan. Sebab memang, kita tidak pernah tahu mana di antara amal kita yang mendatangkan rahmat Allah hingga akhirnya kita dimasukkan ke surga.
Resapi pernyataan Imam Ibnu Abdil Barr rahimahullah berikut ini, semoga kita bisa mengambil manfaatnya:
فلا ينبغي للمؤمن العاقل أن يحتقر شيئاً من أعمال البرّ، فربما غفر له بأقلّها،
"Tidak pantas bagi seorang mu'min yang berakal untuk ia meremehkan satu amal kebaikan pun. Boleh jadi ia dapat ampunan dengan sebab amalannya yang paling ringan." (At-Tamhid, XXII/12 melalui Al Bahr Al Muhith Ats-Tsajaj, XLI/104)
Sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
BERSUNGGUH-SUNGGUH MENGUCAPKAN : "AMIN" BAGI MAKMUM 2⃣
✍ عن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعاً: (إذا أمن الإمام فأمنوا فإنه من وافق تأمينه تأمين الملائكة غفر له ما تقدم من ذنبه)
📚 رواه البخاري (٧٨٠) ومسلم (٤١٠)
📌 قال الحافظ ابن كثير في تفسيره (١/٤١): قيل من وافق تأمينه تأمين الملائكة في الزمان وقيل في الإجابة وقيل في الإخلاص.
✍ Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu secara marfu' :
Jika telah tiba saatnya imam untuk mengucapkan "Amin", maka segeralah kalian mengucapkan "Amin", karena barang siapa yang ucapannya sesuai dengan ucapan "Amin" para malaikat, niscaya akan diampuni dosanya yang telah lewat.
📚 HR. Bukhari (780) dan Muslim (410)
📌 Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata di dalam tafsirnya (1/41) :
Dikatakan maksudnya : orang yang ucapan "Amin"-nya bertepatan dengan ucapan "Amin" para malaikat. Dikatakan juga maksudnya : sama dalam pengucapannya. Dikatakan pula : sama dalam hal keikhlasannya.
Sumber:
https://twitter.com/bder_alenezi/status/1111134346117812225
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍ عن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعاً: (إذا أمن الإمام فأمنوا فإنه من وافق تأمينه تأمين الملائكة غفر له ما تقدم من ذنبه)
📚 رواه البخاري (٧٨٠) ومسلم (٤١٠)
📌 قال الحافظ ابن كثير في تفسيره (١/٤١): قيل من وافق تأمينه تأمين الملائكة في الزمان وقيل في الإجابة وقيل في الإخلاص.
✍ Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu secara marfu' :
Jika telah tiba saatnya imam untuk mengucapkan "Amin", maka segeralah kalian mengucapkan "Amin", karena barang siapa yang ucapannya sesuai dengan ucapan "Amin" para malaikat, niscaya akan diampuni dosanya yang telah lewat.
📚 HR. Bukhari (780) dan Muslim (410)
📌 Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata di dalam tafsirnya (1/41) :
Dikatakan maksudnya : orang yang ucapan "Amin"-nya bertepatan dengan ucapan "Amin" para malaikat. Dikatakan juga maksudnya : sama dalam pengucapannya. Dikatakan pula : sama dalam hal keikhlasannya.
Sumber:
https://twitter.com/bder_alenezi/status/1111134346117812225
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💥 SI DUKUN PEMBOHONG!!
Dalam Islam dikenal ada istilah al-'Arraaf, dan umumnya, mereka menjadi salah satu "alternatif" sebagian kalangan dalam mewujudkan tujuan mereka. Apapun itu. Ada yang bertujuan mencari barang yang dicuri, melihat nasib di masa depan, dll.
Dalam istilah kita, al-'Arraaf dikenal dengan beragam profesi, bisa paranormal, orang pintar, peramal, ahli nujum, dukun, dan istilah-istilah lain. Ciri pastinya, mereka ialah orang-orang yang mengaku tahu perkara gaib.
Kurangnya pemahaman terhadap Islam menjadikan banyak umat Islam sendiri yang justru terjatuh dalam pelanggaran-pelanggaran berbahaya yang bahkan menyentuh ranah aqidah ini.
👣 Mendatangi al-'Arraaf
Ada empat keadaan manusia yang datang ke tempat al-'Arraaf. Berikut rinciannya :
Ayoo baca artikel selengkapnya...!
👉 http://nasehatetam.com/read/152/si-dukun-pembohong
Sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Dalam Islam dikenal ada istilah al-'Arraaf, dan umumnya, mereka menjadi salah satu "alternatif" sebagian kalangan dalam mewujudkan tujuan mereka. Apapun itu. Ada yang bertujuan mencari barang yang dicuri, melihat nasib di masa depan, dll.
Dalam istilah kita, al-'Arraaf dikenal dengan beragam profesi, bisa paranormal, orang pintar, peramal, ahli nujum, dukun, dan istilah-istilah lain. Ciri pastinya, mereka ialah orang-orang yang mengaku tahu perkara gaib.
Kurangnya pemahaman terhadap Islam menjadikan banyak umat Islam sendiri yang justru terjatuh dalam pelanggaran-pelanggaran berbahaya yang bahkan menyentuh ranah aqidah ini.
👣 Mendatangi al-'Arraaf
Ada empat keadaan manusia yang datang ke tempat al-'Arraaf. Berikut rinciannya :
Ayoo baca artikel selengkapnya...!
👉 http://nasehatetam.com/read/152/si-dukun-pembohong
Sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✋🏻📢🌷🌸 MENGERASKAN BACAAN SAAT SHALAT JAHRIYYAH SENDIRIAN
✍🏻 Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah ditanya:
Apakah boleh bagi orang yang shalat sendirian untuk mengeraskan bacaan (surat al-Fatihah dan surat setelahnya pada rakaat pertama dan kedua -pent.) dalam shalat-shalat jahriyah (Shubuh, Maghrib dan Isya’ -pent.) ?
Jawaban:
يشرع له ذلك كما يشرع للإمام و ذلك سنة لكن لا يرفع رفعا يؤذي من حوله من المصلين أو الذاكرين أو النائمين لأحاديث وردت في ذلك
Disyariatkan baginya untuk mengeraskan bacaan sebagaimana disyariatkan bagi imam. Dan itu hukumnya sunnah. Akan tetapi janganlah ia mengeraskan suara hingga mengganggu orang-orang di sekitarnya yang sedang shalat, berdzikir atau tidur, karena ada hadits-hadits yang datang menjelaskan (larangan) hal tersebut.
📕(Majmu’ Fatawa asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah, jilid ke-11 halaman 237)
Sumber: https://forumsalafy.net/mengeraskan-bacaan-saat-shalat-jahriyyah-sendirian/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏻 Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah ditanya:
Apakah boleh bagi orang yang shalat sendirian untuk mengeraskan bacaan (surat al-Fatihah dan surat setelahnya pada rakaat pertama dan kedua -pent.) dalam shalat-shalat jahriyah (Shubuh, Maghrib dan Isya’ -pent.) ?
Jawaban:
يشرع له ذلك كما يشرع للإمام و ذلك سنة لكن لا يرفع رفعا يؤذي من حوله من المصلين أو الذاكرين أو النائمين لأحاديث وردت في ذلك
Disyariatkan baginya untuk mengeraskan bacaan sebagaimana disyariatkan bagi imam. Dan itu hukumnya sunnah. Akan tetapi janganlah ia mengeraskan suara hingga mengganggu orang-orang di sekitarnya yang sedang shalat, berdzikir atau tidur, karena ada hadits-hadits yang datang menjelaskan (larangan) hal tersebut.
📕(Majmu’ Fatawa asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah, jilid ke-11 halaman 237)
Sumber: https://forumsalafy.net/mengeraskan-bacaan-saat-shalat-jahriyyah-sendirian/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌹💐🌸🌷 SIWAK BISA DIGANTI DENGAN SIKAT DAN PASTA GIGI
Bersiwak adalah hal yang disyariatkan oleh agama Islam pada kondisi-kondisi tertentu.
Di antaranya:
• saat bangun dari tidur,
• ketika aroma mulut mulai berubah, dan
• ketika akan melakukan ibadah, seperti shalat dan membaca Al-Qur’an.
( Majmu’ al-Fatawa, 21/110)
Pada praktiknya, tidak sedikit dari kaum muslimin yang kerepotan bersiwak dengan siwak yang dipakai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu potongan kayu dari akar pohon arak . Sebab, pohon tersebut hanya ada di daerah tertentu.
Maka dari itu, seorang muslim boleh mengganti siwak dengan sikat dan pasta gigi atau dengan alat lainnya. Intinya, alat tersebut bisa digunakan untuk membersihkan gigi dari kotoran.
Al-'Iraqi menyatakan, inti dari sunnah bersiwak bisa diwujudkan dengan menggunakan sesuatu yang bisa menghilangkan kotoran, seperti potongan kain atau kayu. ( Tharhut Tatsrib, 1/67)
An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (3/143) mengatakan, “Disenangi bersiwak menggunakan akar basah dari pohon arak atau segala sesuatu yang bisa menghilangkan kotoran/aroma tidak sedap.”
Beliau juga menjelaskan bolehnya bersiwak dengan selain akar pohon arak, akar pohon lainnya, atau dengan segala sesuatu yang bisa digunakan untuk membersihkan kotoran di gigi. (Lihat at-Tibyan hlm. 89)
Lebih jelas lagi adalah fatwa Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah ketika ditanya, "Apakah pasta gigi bisa menggantikan siwak?"
Beliau menjawab,
“Ya, menggunakan sikat dan pasta gigi bisa menggantikan siwak. Bahkan, ia lebih bersih. Jadi, apabila seseorang menggosok giginya, dia telah melakukan amalan sunnah (yakni bersiwak).”
( Fatawa Nurun ‘alad Darb )
Jika kita kebingungan tidak mendapatkan akar pohon arak untuk bersiwak, janganlah bersedih. Sebab, membersihkan gigi dengan sikat dan pasta gigi ternyata termasuk bersiwak dan mendapatkan pahala, insya Allah.
Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Bersiwak adalah hal yang disyariatkan oleh agama Islam pada kondisi-kondisi tertentu.
Di antaranya:
• saat bangun dari tidur,
• ketika aroma mulut mulai berubah, dan
• ketika akan melakukan ibadah, seperti shalat dan membaca Al-Qur’an.
( Majmu’ al-Fatawa, 21/110)
Pada praktiknya, tidak sedikit dari kaum muslimin yang kerepotan bersiwak dengan siwak yang dipakai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu potongan kayu dari akar pohon arak . Sebab, pohon tersebut hanya ada di daerah tertentu.
Maka dari itu, seorang muslim boleh mengganti siwak dengan sikat dan pasta gigi atau dengan alat lainnya. Intinya, alat tersebut bisa digunakan untuk membersihkan gigi dari kotoran.
Al-'Iraqi menyatakan, inti dari sunnah bersiwak bisa diwujudkan dengan menggunakan sesuatu yang bisa menghilangkan kotoran, seperti potongan kain atau kayu. ( Tharhut Tatsrib, 1/67)
An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (3/143) mengatakan, “Disenangi bersiwak menggunakan akar basah dari pohon arak atau segala sesuatu yang bisa menghilangkan kotoran/aroma tidak sedap.”
Beliau juga menjelaskan bolehnya bersiwak dengan selain akar pohon arak, akar pohon lainnya, atau dengan segala sesuatu yang bisa digunakan untuk membersihkan kotoran di gigi. (Lihat at-Tibyan hlm. 89)
Lebih jelas lagi adalah fatwa Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah ketika ditanya, "Apakah pasta gigi bisa menggantikan siwak?"
Beliau menjawab,
“Ya, menggunakan sikat dan pasta gigi bisa menggantikan siwak. Bahkan, ia lebih bersih. Jadi, apabila seseorang menggosok giginya, dia telah melakukan amalan sunnah (yakni bersiwak).”
( Fatawa Nurun ‘alad Darb )
Jika kita kebingungan tidak mendapatkan akar pohon arak untuk bersiwak, janganlah bersedih. Sebab, membersihkan gigi dengan sikat dan pasta gigi ternyata termasuk bersiwak dan mendapatkan pahala, insya Allah.
Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📢💥❌📑 KEWAJIBAN MENGINGKARI PERIBADATAN KEPADA SELAIN ALLAH
Dari Thariq bin Asyyam al-Asyja'i radhiyallahu 'anhu dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَالَ : لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَكَفَرَ بِمَا يُعْبَدُ مِنْ دُونِ اللَّهِ حَرُمَ مَالُهُ وَدَمُهُ، وَحِسَابُهُ عَلَى اللَّهِ
Siapa yang berkata (bersaksi) la Ilaha illallah (tiada sesembahan yang benar selain Allah) dan dia mengingkari peribadatan kepada selain Allah, maka harta dan darahnya terlindungi. Adapun perhitungannya kembali kepada Allah." (HR. Muslim)
✍🏻 Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah menjelaskan,
"Tidaklah cukup seorang berkata, " La ilaha illallah dan aku tidak menyembah berhala." Kemudian dengan kalimat itu dia dinyatakan telah mengingkari berhala dan beribadah hanya kepada Allah dengan sebenar-benarnya.
Akan tetapi, hendaknya (setelah itu) dia mengatakan, "Aku mengingkari berhala yang disembah selain Allah. Aku mengingkari peribadatan kepada berhala tersebut."
Sebagai contoh, tidak cukup seorang mengatakan, " La ilaaha illallah dan aku tidak menyembah Latta."
Namun, dia harus mengingkarinya dan mengatakan bahwa ibadah kepada Latta tidak dibenarkan. Jika tidak demikian, berarti dia telah dianggap menyetujui perbuatan kekafiran.
📚 al-Qaulul Mufid 1/162--163
Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Dari Thariq bin Asyyam al-Asyja'i radhiyallahu 'anhu dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَالَ : لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَكَفَرَ بِمَا يُعْبَدُ مِنْ دُونِ اللَّهِ حَرُمَ مَالُهُ وَدَمُهُ، وَحِسَابُهُ عَلَى اللَّهِ
Siapa yang berkata (bersaksi) la Ilaha illallah (tiada sesembahan yang benar selain Allah) dan dia mengingkari peribadatan kepada selain Allah, maka harta dan darahnya terlindungi. Adapun perhitungannya kembali kepada Allah." (HR. Muslim)
✍🏻 Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah menjelaskan,
"Tidaklah cukup seorang berkata, " La ilaha illallah dan aku tidak menyembah berhala." Kemudian dengan kalimat itu dia dinyatakan telah mengingkari berhala dan beribadah hanya kepada Allah dengan sebenar-benarnya.
Akan tetapi, hendaknya (setelah itu) dia mengatakan, "Aku mengingkari berhala yang disembah selain Allah. Aku mengingkari peribadatan kepada berhala tersebut."
Sebagai contoh, tidak cukup seorang mengatakan, " La ilaaha illallah dan aku tidak menyembah Latta."
Namun, dia harus mengingkarinya dan mengatakan bahwa ibadah kepada Latta tidak dibenarkan. Jika tidak demikian, berarti dia telah dianggap menyetujui perbuatan kekafiran.
📚 al-Qaulul Mufid 1/162--163
Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📜 TANYA JAWAB
SEPUTAR WUDHU
(bagian 1)
1- Tata Cara Berwudhu
https://problematikaumat.com/tata-cara-berwudhu/
2- Baca ayat kursi sebelum tidur tanpa wudhu
https://problematikaumat.com/hukum-membaca-ayat-kursi-sebelum-tidur-tanpa-wudhu/
3- Minum Susu Membatalkan Wudhu?
https://problematikaumat.com/minum-susu-membatalkan-wudhu/
4- Satu Wudhu untuk beberapa sholat
https://problematikaumat.com/satu-wudhu-untuk-beberapa-shalat/
5- Wudhu Memakai Jam Tangan
https://problematikaumat.com/hukum-berwudhu-memakai-jam-tangan/
6- Doa khusus ketika mencuci Anggota Wudhu ?
https://problematikaumat.com/doa-khusus-ketika-mencuci-anggota-wudhu/
7- Wudhu di Kamar Mandi
https://problematikaumat.com/wudhu-di-kamar-mandi/
8- Berwudhu Setelah Makan Daging
https://problematikaumat.com/berwudhu-setelah-makan-daging/
Sumber:
@problematikaumat
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
SEPUTAR WUDHU
(bagian 1)
1- Tata Cara Berwudhu
https://problematikaumat.com/tata-cara-berwudhu/
2- Baca ayat kursi sebelum tidur tanpa wudhu
https://problematikaumat.com/hukum-membaca-ayat-kursi-sebelum-tidur-tanpa-wudhu/
3- Minum Susu Membatalkan Wudhu?
https://problematikaumat.com/minum-susu-membatalkan-wudhu/
4- Satu Wudhu untuk beberapa sholat
https://problematikaumat.com/satu-wudhu-untuk-beberapa-shalat/
5- Wudhu Memakai Jam Tangan
https://problematikaumat.com/hukum-berwudhu-memakai-jam-tangan/
6- Doa khusus ketika mencuci Anggota Wudhu ?
https://problematikaumat.com/doa-khusus-ketika-mencuci-anggota-wudhu/
7- Wudhu di Kamar Mandi
https://problematikaumat.com/wudhu-di-kamar-mandi/
8- Berwudhu Setelah Makan Daging
https://problematikaumat.com/berwudhu-setelah-makan-daging/
Sumber:
@problematikaumat
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
BERSUNGGUH-SUNGGUH MENGUCAPKAN : "AMIN" BAGI MAKMUM 3⃣
✍ عن عائشة رضي الله عنه مرفوعاً: «ما حسدتكم اليهود على شيء ما حسدتكم على السلام والتأمين»
📚 رواه ابن ماجه (٨٤٦)
📘 صححه البوصيري في الزوائد (١/١٠٦) والألباني في صحيح الجامع (٥٦١٣)
📌 يعني أن اليهود لما علموا فضل قول (أمين) في الصلاة، حسدوا المسلمين عليها.
✍ Dari Aisyah radhiyallahu 'anha secara marfu' :
Tidaklah Yahudi hasad kepada kalian pada suatu perkara seperti hasad mereka kepada kalian pada perkara salam dan ucapan "Amin".
📚 HR. Ibnu Majah (846)
Dishahihkan oleh Al-Bushiri di dalam Az-Zawaid (1/106) dan Al-Albani di dalam Shahihul Jami (5613)
Maksudnya : bahwa Yahudi ketika mengetahui keutamaan ucapan "Amin" di dalam shalat, maka merekapun hasad kepada kaum muslimin karenanya.
Sumber:
https://twitter.com/bder_alenezi/status/1111134853628682241
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍ عن عائشة رضي الله عنه مرفوعاً: «ما حسدتكم اليهود على شيء ما حسدتكم على السلام والتأمين»
📚 رواه ابن ماجه (٨٤٦)
📘 صححه البوصيري في الزوائد (١/١٠٦) والألباني في صحيح الجامع (٥٦١٣)
📌 يعني أن اليهود لما علموا فضل قول (أمين) في الصلاة، حسدوا المسلمين عليها.
✍ Dari Aisyah radhiyallahu 'anha secara marfu' :
Tidaklah Yahudi hasad kepada kalian pada suatu perkara seperti hasad mereka kepada kalian pada perkara salam dan ucapan "Amin".
📚 HR. Ibnu Majah (846)
Dishahihkan oleh Al-Bushiri di dalam Az-Zawaid (1/106) dan Al-Albani di dalam Shahihul Jami (5613)
Maksudnya : bahwa Yahudi ketika mengetahui keutamaan ucapan "Amin" di dalam shalat, maka merekapun hasad kepada kaum muslimin karenanya.
Sumber:
https://twitter.com/bder_alenezi/status/1111134853628682241
WhatsApp Salafy Cirebon
@salafy_cirebon
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com