Forwarded from Salafy Palembang 🇮🇩
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
🎞VIDEO NASEHAT
📜 "WASPADAI KEMATIAN MENDADAK"
📚Bersama:
🎙️ Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan حفظه الله تعالى
📊 Durasi: [ 01:40 ]
🌐 Link Download:
📈 https://drive.google.com/file/d/11ZTnjeRgJf5OpydFMs7bNZ-0GV5EphNX/view?usp=drivesdk
Sumber:
@Riyadhus_Salafiyyin
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📜 "WASPADAI KEMATIAN MENDADAK"
📚Bersama:
🎙️ Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan حفظه الله تعالى
📊 Durasi: [ 01:40 ]
🌐 Link Download:
📈 https://drive.google.com/file/d/11ZTnjeRgJf5OpydFMs7bNZ-0GV5EphNX/view?usp=drivesdk
Sumber:
@Riyadhus_Salafiyyin
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📜 Faedah Ringkas
--------------------------------
💦 Teladan Ulama Salaf untuk Memaafkan Orang lain
🎙Di sampaikan oleh :
Al-Ustadz Usamah Mahri,Lc Hafizhahullah
Sumber:
Whatsapp Ilmu Syari @CTIS_ChannelTelegramIlmuSyari
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
--------------------------------
💦 Teladan Ulama Salaf untuk Memaafkan Orang lain
🎙Di sampaikan oleh :
Al-Ustadz Usamah Mahri,Lc Hafizhahullah
Sumber:
Whatsapp Ilmu Syari @CTIS_ChannelTelegramIlmuSyari
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
HUKUM NGOBROL DI MASJID SEBELUM IQOMAH DITEGAKKAN
💎Asy-Syaikh Al Utsaimin rahimahullah
Pertanyaan :
Fadhilatus syaikh, apa pendapat anda tentang orang-orang yang hadir di masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah lantas mereka tersibukkan dengan obrolan di antara mereka sampai ditegakkan shalat.
Jawaban :
Apabila mereka masuk masjid lalu mengerjakan shalat tahiyatul masjid & shalat rawatib (jika ada sebelumnya), tatkala mereka telah melakukan hal itu maka yang lebih afdhal bagi mereka adalah menyibukkan diri dengan Al quran, tasbih atau sesuatu yang bermanfaat bagi mereka. Karena mereka senantiasa berada dalam shalat selama mereka menunggu shalat.
Namun jika mereka tersibukkan dengan obrolan yang lain, maka kita lihat. Jika perkara yang haram, maka perbincangan mereka tentang hal itu di masjid ketika menunggu shalat akan membuat dosanya semakin besar. Namun jika yang dibicarakan adalah perkara mubah, maka tidak masalah selama tidak mengacaukan (konsentrasi) orang lain.
Dengan demikian jika obrolan mereka sampai mengganggu ibadah orang lain, maka tidak halal bagi mereka melakukannya terhadap kaum muslimin.
📖 Sumber : Liqo Al Bab Al Maftuh 48
السؤال:
فضيلة الشيخ، ما رأيكم في الذين إذا حضروا إلى المسجد لأداء الصلاة اشتغلوا بالسواليف، والكلام فيما بينهم حتى تقام الصلاة؟
الجواب:
إذا دخل هؤلاء المسجد وصلوا تحية المسجد، وصلوا الراتبة إن كانت الصلاة مما لها راتبة قبلها، فإذا فعلوا ذلك فالأفضل أن يشتغلوا بالقرآن أو يشتغلوا بالتسبيح، أو بأي شيء ينفعهم؛ لأنهم لا يزالون في صلاة ما انتظروا الصلاة، فإن تشاغلوا بكلام آخر نظرنا: إن كان مما يحرم، فإنَّ تحدثهم به، وهم في المسجد، وفي انتظار الصلاة يكون أشد إثماً، وإن كان من الأمور المباحة، فلا بأس بذلك ما لم يشوشوا على غيرهم، فإن شوشوا على غيرهم، فإنه لا يحل لهم التشويش على المسلمين.
المصدر: لقاء الباب المفتوح [48]
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💎Asy-Syaikh Al Utsaimin rahimahullah
Pertanyaan :
Fadhilatus syaikh, apa pendapat anda tentang orang-orang yang hadir di masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah lantas mereka tersibukkan dengan obrolan di antara mereka sampai ditegakkan shalat.
Jawaban :
Apabila mereka masuk masjid lalu mengerjakan shalat tahiyatul masjid & shalat rawatib (jika ada sebelumnya), tatkala mereka telah melakukan hal itu maka yang lebih afdhal bagi mereka adalah menyibukkan diri dengan Al quran, tasbih atau sesuatu yang bermanfaat bagi mereka. Karena mereka senantiasa berada dalam shalat selama mereka menunggu shalat.
Namun jika mereka tersibukkan dengan obrolan yang lain, maka kita lihat. Jika perkara yang haram, maka perbincangan mereka tentang hal itu di masjid ketika menunggu shalat akan membuat dosanya semakin besar. Namun jika yang dibicarakan adalah perkara mubah, maka tidak masalah selama tidak mengacaukan (konsentrasi) orang lain.
Dengan demikian jika obrolan mereka sampai mengganggu ibadah orang lain, maka tidak halal bagi mereka melakukannya terhadap kaum muslimin.
📖 Sumber : Liqo Al Bab Al Maftuh 48
السؤال:
فضيلة الشيخ، ما رأيكم في الذين إذا حضروا إلى المسجد لأداء الصلاة اشتغلوا بالسواليف، والكلام فيما بينهم حتى تقام الصلاة؟
الجواب:
إذا دخل هؤلاء المسجد وصلوا تحية المسجد، وصلوا الراتبة إن كانت الصلاة مما لها راتبة قبلها، فإذا فعلوا ذلك فالأفضل أن يشتغلوا بالقرآن أو يشتغلوا بالتسبيح، أو بأي شيء ينفعهم؛ لأنهم لا يزالون في صلاة ما انتظروا الصلاة، فإن تشاغلوا بكلام آخر نظرنا: إن كان مما يحرم، فإنَّ تحدثهم به، وهم في المسجد، وفي انتظار الصلاة يكون أشد إثماً، وإن كان من الأمور المباحة، فلا بأس بذلك ما لم يشوشوا على غيرهم، فإن شوشوا على غيرهم، فإنه لا يحل لهم التشويش على المسلمين.
المصدر: لقاء الباب المفتوح [48]
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔊 SEKILAS INFO
~~~~~~~~~~~~
Bismillah...
Afwan... Untuk kajian Rutin ahad besok, 25 Rabi'uts Tsani 1441H/ 22 Desember 2019M,..
~~~~~
LIBUR
~~~~~
Demikian informasi yang bisa kami sampaikan...
Jazaakumullahu khoiron wa Baarakallahu fiikum
~~~~~~~~~~~~
Bismillah...
Afwan... Untuk kajian Rutin ahad besok, 25 Rabi'uts Tsani 1441H/ 22 Desember 2019M,..
~~~~~
LIBUR
~~~~~
Demikian informasi yang bisa kami sampaikan...
Jazaakumullahu khoiron wa Baarakallahu fiikum
🌹🌻🌷💐 PARA SALAF SEMANGAT MENGERJAKAN AMAL YANG NAFILAH SEPERTI AMAL YANG WAJIB
✍🏼 Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalany rahimahullah berkata:
وقد كان صدر الصحابة ومن تبعهم يواظبون على السنن مواظبتهم على الفرائض، ولا يفرقون بينهما في اغتنام ثوابهما.
"Dahulu generasi awal para Shahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka senantiasa menjaga amal-amal yang hukumnya sunnah sebagaimana mereka menjaga amal-amal yang hukumnya fardhu, dan mereka tidak membedakan keduanya dalam upaya untuk meraih pahalanya."
📚 Fathul Bary, jilid 3 hlm. 265
Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✍🏼 Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalany rahimahullah berkata:
وقد كان صدر الصحابة ومن تبعهم يواظبون على السنن مواظبتهم على الفرائض، ولا يفرقون بينهما في اغتنام ثوابهما.
"Dahulu generasi awal para Shahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka senantiasa menjaga amal-amal yang hukumnya sunnah sebagaimana mereka menjaga amal-amal yang hukumnya fardhu, dan mereka tidak membedakan keduanya dalam upaya untuk meraih pahalanya."
📚 Fathul Bary, jilid 3 hlm. 265
Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@ForumSalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✅💬👍🏼 HIKMAH MEMBACA MU'AWWIDZATAIN (AL FALAQ & AN NAAS) SETELAH SHALAT
🎙 Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,
قال إبن القيم رحمه الله:
الحكمة من قراءة المعوذتين بعد الصلاة :
و في ذلك سر عظيم في استدفاع الشرور من الصلاة إلى الصلاة .
زاد المعاد (4/181)
Di situ terdapat rahasia yang sangat agung dengan tertolaknya berbagai keburukan dari satu shalat kepada shalat berikutnya.
📕 Zadul Ma'ad 4/181
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗️ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🎙 Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,
قال إبن القيم رحمه الله:
الحكمة من قراءة المعوذتين بعد الصلاة :
و في ذلك سر عظيم في استدفاع الشرور من الصلاة إلى الصلاة .
زاد المعاد (4/181)
Di situ terdapat rahasia yang sangat agung dengan tertolaknya berbagai keburukan dari satu shalat kepada shalat berikutnya.
📕 Zadul Ma'ad 4/181
Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗️ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔥BAHAYA MEMBACA BUKU TERJEMAHAN AHLI BID'AH
🎙Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata:
"Ahli bid'ah tidak bisa dipercaya dalam penerjemahan al-Qur'an maupun penerjemahan Sunnah, karena berdasarkan pengalaman engkau akan menjumpai pada mereka ada tindakan tahrif (mengubah-ubah lafazh atau makna nash). Mereka telah melakukan tahrif terhadap al-Qur'an dengan Bahasa Arab, lalu bagaimana jika mereka menerjemahkannya ke berbagai bahasa selain Arab?!"
📖 Adz-Dzari'ah, 4/152
Sumber:
@MenMaensheikhRabee/313
@KEUTAMAANSUNNAH
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🎙Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata:
"Ahli bid'ah tidak bisa dipercaya dalam penerjemahan al-Qur'an maupun penerjemahan Sunnah, karena berdasarkan pengalaman engkau akan menjumpai pada mereka ada tindakan tahrif (mengubah-ubah lafazh atau makna nash). Mereka telah melakukan tahrif terhadap al-Qur'an dengan Bahasa Arab, lalu bagaimana jika mereka menerjemahkannya ke berbagai bahasa selain Arab?!"
📖 Adz-Dzari'ah, 4/152
Sumber:
@MenMaensheikhRabee/313
@KEUTAMAANSUNNAH
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💡📖 ISLAM AGAMA TOLERAN, BUKAN BERARTI TURUT PERAYAAN AGAMA MUSYRIKIN
Menurut Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah, salah seorang ulama terkemuka di Kerajaan Saudi Arabia, ayat terakhir Surah al-Kafirun bukan sebagaimana dipahami sebagian orang sesat dan bodoh yang menyebutkan ayat tersebut bukan pengingkaran terhadap keyakinan musyrikin.
Ayat itu tidak menunjukkan sikap saling meridhai antara kita dan orang-orang kafir, ridha dengan keyakinan kaum musyrikin. Tidak pula menunjukkan sikap persamaan antara kita dan kaum kafir.
Ayat itu justru memberi penegasan sikap bara'ah (benci dan memusuhi) terhadap agama (keyakinan) kaum musyrikin. Sikap tegas, tidak mencari muka di hadapan mereka. Tidak memuji agama (keyakinan) kaum musyrikin. Tidak pula saling menolong dalam urusan keyakinan. Ini terkait urusan agama. Urusan keyakinan.
Adapun urusan keduniaan, dalam urusan yang mubah, seperti jual beli, tentu boleh.
لَّا یَنۡهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِینَ لَمۡ یُقَـٰتِلُوكُمۡ فِی ٱلدِّینِ وَلَمۡ یُخۡرِجُوكُم مِّن دِیَـٰرِكُمۡ أَن تَبَرُّوهُمۡ وَتُقۡسِطُوۤا۟ إِلَیۡهِمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ یُحِبُّ ٱلۡمُقۡسِطِینَ
"Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (al-Mumtahanah: 8) (Tafsir Juz 'Amma, hlm. 654-655)
Dengan alasan agar hubungan baik (ishlah: toleransi beragama) terjalin antara pemeluk Islam dan pemeluk agama paganis, kaum musyrikin Quraisy menawarkan kesepakatan untuk saling menghormati dalam peribadahan. Namun, semua itu ditepis. Sebab, seorang muslim tidak boleh membenarkan keyakinan yang menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kesyirikan harus tetap diperangi.
Adapun berbuat baik dalam perkara-perkara kemanusiaan dan dibolehkan syariat, seorang muslim boleh menunaikannya. Misalnya, seorang muslim mengantar tetangganya non-Islam yang sakit untuk berobat ke rumah sakit.
Sumber:
www.asysyariah.com
@asysyariah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Menurut Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah, salah seorang ulama terkemuka di Kerajaan Saudi Arabia, ayat terakhir Surah al-Kafirun bukan sebagaimana dipahami sebagian orang sesat dan bodoh yang menyebutkan ayat tersebut bukan pengingkaran terhadap keyakinan musyrikin.
Ayat itu tidak menunjukkan sikap saling meridhai antara kita dan orang-orang kafir, ridha dengan keyakinan kaum musyrikin. Tidak pula menunjukkan sikap persamaan antara kita dan kaum kafir.
Ayat itu justru memberi penegasan sikap bara'ah (benci dan memusuhi) terhadap agama (keyakinan) kaum musyrikin. Sikap tegas, tidak mencari muka di hadapan mereka. Tidak memuji agama (keyakinan) kaum musyrikin. Tidak pula saling menolong dalam urusan keyakinan. Ini terkait urusan agama. Urusan keyakinan.
Adapun urusan keduniaan, dalam urusan yang mubah, seperti jual beli, tentu boleh.
لَّا یَنۡهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِینَ لَمۡ یُقَـٰتِلُوكُمۡ فِی ٱلدِّینِ وَلَمۡ یُخۡرِجُوكُم مِّن دِیَـٰرِكُمۡ أَن تَبَرُّوهُمۡ وَتُقۡسِطُوۤا۟ إِلَیۡهِمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ یُحِبُّ ٱلۡمُقۡسِطِینَ
"Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (al-Mumtahanah: 8) (Tafsir Juz 'Amma, hlm. 654-655)
Dengan alasan agar hubungan baik (ishlah: toleransi beragama) terjalin antara pemeluk Islam dan pemeluk agama paganis, kaum musyrikin Quraisy menawarkan kesepakatan untuk saling menghormati dalam peribadahan. Namun, semua itu ditepis. Sebab, seorang muslim tidak boleh membenarkan keyakinan yang menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kesyirikan harus tetap diperangi.
Adapun berbuat baik dalam perkara-perkara kemanusiaan dan dibolehkan syariat, seorang muslim boleh menunaikannya. Misalnya, seorang muslim mengantar tetangganya non-Islam yang sakit untuk berobat ke rumah sakit.
Sumber:
www.asysyariah.com
@asysyariah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✋🏻💥❌⚠ LANGIT HAMPIR PECAH AKIBAT KEYAKINAN MEREKA, MASIHKAH PANTAS DIBERI UCAPAN SELAMAT?
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,
تَكَادُ ٱلسَّمَـٰوَ ٰتُ یَتَفَطَّرۡنَ مِنۡهُ وَتَنشَقُّ ٱلۡأَرۡضُ وَتَخِرُّ ٱلۡجِبَالُ هَدًّا (٩٠) أَن دَعَوۡا۟ لِلرَّحۡمَـٰنِ وَلَدࣰا (٩١) وَمَا یَنۢبَغِی لِلرَّحۡمَـٰنِ أَن یَتَّخِذَ وَلَدًا (٩٢)
Hampir-hampir langit terpecah, bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh, (karena ucapan itu) (ayat 90)
(Yaitu ketika) Mereka menganggap (bahwa Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak. (ayat 91)
Dan tidak mungkin bagi (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak. (ayat 92)
📚 (QS. Maryam: 90-92)
Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,
تَكَادُ ٱلسَّمَـٰوَ ٰتُ یَتَفَطَّرۡنَ مِنۡهُ وَتَنشَقُّ ٱلۡأَرۡضُ وَتَخِرُّ ٱلۡجِبَالُ هَدًّا (٩٠) أَن دَعَوۡا۟ لِلرَّحۡمَـٰنِ وَلَدࣰا (٩١) وَمَا یَنۢبَغِی لِلرَّحۡمَـٰنِ أَن یَتَّخِذَ وَلَدًا (٩٢)
Hampir-hampir langit terpecah, bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh, (karena ucapan itu) (ayat 90)
(Yaitu ketika) Mereka menganggap (bahwa Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak. (ayat 91)
Dan tidak mungkin bagi (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak. (ayat 92)
📚 (QS. Maryam: 90-92)
Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔥 PARA ULAMA SALAF GEMBIRA DENGAN KEMATIAN ORANG YANG MENYIMPANG
Asy-Syaikh Dr. Khalid bin Qasim ar-Raddadi hafizhahullah berkata:
"Alhamdulillah yang telah mengistirahatkan kaum muslimin dari orang sesat yang bernama Muhammad Syahrur, semoga Allah tidak merahmatinya walaupun setitik jarum.
Ketika sampai berita kematian seorang yang sesat dan menyesatkan yang bernama Wahb al-Qurasyi kepada Abdurrahman bin Mahdi, beliau berkata, "Alhamdulillah yang telah mengistirahatkan kaum muslimin dari orang ini."
Seseorang pernah berkata kepada al-Imam Ahmad, "Apakah berdosa orang yang gembira dengan musibah yang menimpa para pengikut Ibnu Abi Duad?" Maka beliau menjawab, "Siapa yang tidak gembira dengan hal ini?!"
Sumber:
@jujurlahselamanya/1752
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Asy-Syaikh Dr. Khalid bin Qasim ar-Raddadi hafizhahullah berkata:
"Alhamdulillah yang telah mengistirahatkan kaum muslimin dari orang sesat yang bernama Muhammad Syahrur, semoga Allah tidak merahmatinya walaupun setitik jarum.
Ketika sampai berita kematian seorang yang sesat dan menyesatkan yang bernama Wahb al-Qurasyi kepada Abdurrahman bin Mahdi, beliau berkata, "Alhamdulillah yang telah mengistirahatkan kaum muslimin dari orang ini."
Seseorang pernah berkata kepada al-Imam Ahmad, "Apakah berdosa orang yang gembira dengan musibah yang menimpa para pengikut Ibnu Abi Duad?" Maka beliau menjawab, "Siapa yang tidak gembira dengan hal ini?!"
Sumber:
@jujurlahselamanya/1752
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔥 ALLAHU AKBAR WALHAMDULILLAH, MUHAMMAD SYAHRUR MATI
Diantara kesesatannya adalah:
1⃣ Dia menganggap bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam hanya orang shalih biasa, tidak wajib atas kita untuk mengikuti beliau.
2⃣ Dia berpendapat boleh mengganti syari'at setiap 50 tahun.
3⃣ Dia mengatakan bahwa para imam yang bertakwa yang dipuji oleh Allah dalam al-Qur'an adalah para ilmuwan fisika, kedokteran, dan filsafat.
4⃣ Dia berpendapat bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak berhak untuk berbicara tentang perkara-perkara ghaib, karena beliau tidak mendapatkan wahyu selain al-Qur'an.
5⃣ Dia berpendapat bahwa zina yang dilakukan oleh dua orang halal hukumnya, dengan syarat dilakukan dengan kerelaan diantara keduanya, dan itu sebagai pengganti pernikahan.
6⃣ Dia berpendapat bahwa aturan-aturan hukum Islam, hukum hadd, dan ta'zir bukan termasuk agama.
7⃣ Dia menyebarkan ideologi Marxisme dan Komunisme.
8⃣ Dia mengingkari turunnya wahyu kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam selain al-Qur'an.
9⃣ Dia menganggap bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menafsirkan al-Qur'an seperti para pemikir yang lainnya.
1⃣0⃣ Dia berpendapat bahwa shalat bukan ibadah.
1⃣1⃣ Dia menganggap bahwa khamer tidak haram jika tidak sampai memabukkan.
Sumber:
@jujurlahselamanya/1740
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
Diantara kesesatannya adalah:
1⃣ Dia menganggap bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam hanya orang shalih biasa, tidak wajib atas kita untuk mengikuti beliau.
2⃣ Dia berpendapat boleh mengganti syari'at setiap 50 tahun.
3⃣ Dia mengatakan bahwa para imam yang bertakwa yang dipuji oleh Allah dalam al-Qur'an adalah para ilmuwan fisika, kedokteran, dan filsafat.
4⃣ Dia berpendapat bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak berhak untuk berbicara tentang perkara-perkara ghaib, karena beliau tidak mendapatkan wahyu selain al-Qur'an.
5⃣ Dia berpendapat bahwa zina yang dilakukan oleh dua orang halal hukumnya, dengan syarat dilakukan dengan kerelaan diantara keduanya, dan itu sebagai pengganti pernikahan.
6⃣ Dia berpendapat bahwa aturan-aturan hukum Islam, hukum hadd, dan ta'zir bukan termasuk agama.
7⃣ Dia menyebarkan ideologi Marxisme dan Komunisme.
8⃣ Dia mengingkari turunnya wahyu kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam selain al-Qur'an.
9⃣ Dia menganggap bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menafsirkan al-Qur'an seperti para pemikir yang lainnya.
1⃣0⃣ Dia berpendapat bahwa shalat bukan ibadah.
1⃣1⃣ Dia menganggap bahwa khamer tidak haram jika tidak sampai memabukkan.
Sumber:
@jujurlahselamanya/1740
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com