Salafy Palembang 🇮🇩
5.89K subscribers
5.38K photos
445 videos
309 files
14.4K links
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Download Telegram
✋🏻💦📢 KAPAN TERJADINYA HARI KIAMAT?

‘Umar radhiyallahu ‘anhu mengisahkan, suatu hari ada seorang yang tidak dikenal datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengajukan beberapa pertanyaan.

Di akhir kisah tersebut, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan bahwa yang datang itu adalah Jibril. Dia datang untuk mengajarkan pokok-pokok agama dengan pertanyaan yang diajukan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Di antara tanya jawabnya disebutkan,

قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ السَّاعَةِ قَالَ مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنْ السَّائِل

Kemudian orang itu (yakni Jibril) berkata, “Beritahukan kepadaku tentang hari kiamat (kapan terjadinya).”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidaklah yang ditanya lebih tahu daripada yang bertanya.”
(HR. Muslim)

✍🏻 Syaikh Shalih al-Fauzan menjelaskan,

“Waktu terjadinya hari kiamat tidak diketahui kecuali oleh Allah. Allah merahasiakannya dalam ilmu-Nya. Allah tidak mengabarkannya kepada para malaikat dan para rasul.

Allah menyembunyikan pengetahuan tersebut (tentang waktu terjadinya kiamat) dari makhluk-Nya karena tidak ada manfaat bagi manusia mengetahui waktu terjadinya kiamat. Yang bermanfaat untuk mereka adalah mengimani terjadinya dan mempersiapkan diri menghadapinya. Inilah tujuan intinya.

Adapun waktunya, dikembalikan kepada Allah semata. Banyak ayat Al-Qur’an menjelaskan keyakinan ini, di antaranya:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ (الأعراف : ١٨٧

“Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat, ‘Kapankah terjadinya?’ Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu ada di sisi Rabb-ku. Tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. (Al-A’raf: 187)

Hanya Allah yang tahu waktu terjadinya hari kiamat. Tidak boleh seorang pun mengatakan, “Hari kiamat akan terjadi pada waktu ini dan itu,” bersandarkan pada perhitungan, khurafat, atau dugaan.

Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh para dukun dan tukang ramal.Ini termasuk memberat-beratkan diri yang tidak dibenarkan oleh Allah. Siapa yang melakukannya, dia adalah pendusta karena Allah telah menutupi ilmu ini dari makhluk-Nya. Jadi, sama sekali tidak mungkin ada yang mengetahuinya.

📚 Diringkas dari Al-Minhatu Ar-Rabbaniyah fi Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyah hlm. 81-82

Sumber: https://forumsalafy.net/kapan-terjadinya-hari-kiamat/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔊 SEKILAS INFO
~~~~~~~~~~~~

Bismillah...

Afwan... Untuk kajian Rutin ahad besok, 08 Jumadil Akhirah 1441H/ 02 Februari 2020M,..

~~~~~
LIBUR
~~~~~

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan...

Jazaakumullahu khoiron wa Baarakallahu fiikum
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
✋🏻💥 AWAL MUNCULNYA KESYIRIKAN.

Imam Al Bukhari rahimahullah meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma ketika menjelaskan sebuah ayat:

وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا

“Dan mereka (kaum Nabi Nuh) berkata, ‘Janganlah sekali-kali kalian meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kalian. Janganlah sekali-kali kalian meninggalkan (penyembahan) Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq maupun Nasr.” (QS. Nuh: 23).

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan, “Ini adalah nama orang-orang saleh dari kaum Nabi Nuh. Ketika mereka meninggal dunia, setan membisikkan kepada kaumnya agar membuat patung mereka untuk diletakkan di majelis mereka. Diperintahkan pula memberikan nama patung tersebut dengan nama-nama orang saleh tersebut. Kemudian, orang-orang tersebut menerima bisikan setan itu. Saat itu, patung yang mereka buat belum disembah. Namun, setelah generasi pembuat patung itu meninggal dan ilmu agama dilupakan, mulailah patung-patung tersebut disembah”.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Banyak ulama salaf mengatakan, ‘Setelah mereka meninggal, banyak orang yang iktikaf di kuburan mereka. Kemudian, mereka membuat patung orang-orang saleh tersebut, lalu setelah berlalu waktu yang lama akhirnya patung-patung tersebut disembah’.”

📚 Kitaab at-Tauhid hlm 187-188

Sumber: https://forumsalafy.net/awal-munculnya-kesyirikan/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌎🍃MENYEMBUNYIKAN TANGISAN KETIKA SHALAT

Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah mengatakan :
"Hendaknya seorang mukmin itu berupaya untuk tidak memperdengarkan suaranya ketika menangis (dalam shalat). Hendaknya dia mewaspadai riya. Karena syaitan terkadang menyeretnya untuk berlaku riya. Dan sudah maklum kadang sebagian manusia, hal itu diluar kemampuannya, bahkan hal itu terjadi spontan dan tanpa sengaja. Maka ini perkara yg dimaafkan."

📑 Al-Ikhtiyaraat Al-Fiqhiyaat 93

Sumber:
Whatsapp Ma'had Ar-Ridhwan Poso
@ahlussunnahposo
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📜JIKA PUJIAN ORANG LAIN LEBIH DICARI DIBANDING BERSABAR MENDAPAT CELAAN SEBAGAI KONSEKWENSI SIKAP YANG BENAR

🎙Ibnu Qudamah Al-Maqdisiy (rohimahulloh) berkata :

"Ketahuilah, sesungguhnya mayoritas orang menjadi binasa karena takut dikritik orang lain dan lebih menyukai pujian mereka.

Akibatnya, semua perbuatan mereka, mereka lakukan sesuai dengan apa yang bisa memuaskan orang lain dalam rangka mencari pujian dan takut dari celaan mereka.

Sikap yang demikian termasuk diantara perkara-perkara yang membinasakan, sehingga perlu dilakukan terapi."

📕[Mukhtashor minhaajil-qooshidiin, hal. 212]

‏قال ابن قدامة المقدسي رحمه الله :

” واعلم: أن أكثر الناس إنما هلكوا لخوف مذمة الناس، وحب مدحهم فصارت حركاتهم كلها على ما يوافق رضى الناس، رجاء المدح وخوفاً من الذم، وذلك من المهلكات فوجبت معالجته".

مختصر منهاج القاصدين ٢١٢

Sumber:
@Nataouan
@KEUTAMAANSUNNAH
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌹💦 PARA SAHABAT ORANG YANG PALING MUDAH AKUR KEMBALI

🎙Di sampaikan Oleh :
Al-Ustadz Muhammad Assewed Hafizhahullah

Sumber:
Whatsapp Ilmu Syari
@CTIS_ChannelTelegramIlmuSyari
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com

⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
🔥BAHAYANYA PEMAHAMAN SHUFI

🎙Al-Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi'iy rahimahullah berkata:

"Seandainya seseorang mempelajari tashawuf sejak pagi hari, maka belum sampai waktu zhuhur kecuali engkau akan menjumpainya telah menjadi orang yang dungu."

📚 Manaqib asy-Syafi’iy, 2/207

قال الإمام محمد بن إدريس الشافعي -رحمه الله-:

لو أن رجلاً تصوَّف من أول النهار؛ لم يأت عليه الظهر إلا وجدته أحمق.

مناقب الشافعي (٢/٢٠٧)


Sumber:
https://twitter.com/hamed_junaibi/status/831919752339738632
WhatsApp Ilmu Syari
@CTIS_ChannelTelegramIlmuSyari
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
MANA LEBIH UTAMA, MENUNTUT ILMU ATAU KERJA.

Pertanyaan:
Lebih utama mana mencari ilmu dengan mencari maisyah (penghidupan) alias dagang?

Jawaban:
Pertanyaannya sungguh menakjubkan. Ilmu tidak bisa dibandingkan dengan dunia dan seluruh isinya. Itulah ilmu (Al Kitab dan As Sunnah). Tentunya kamu harus bisa membagi waktu kalau kamu memang berkewajiban mencari maisyah (penghidupan) untuk keluargamu, ilmu…

Baca Selengkapnya di :
https://problematikaumat.com/mana-lebih-utama-menuntut-ilmu-atau-kerja/

Sumber:
@problematikaumat
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🚧❗️LARANGAN MEMBUAT BANGUNAN DI ATAS KUBURAN

Jabir bin Abdullah radhiallahu ‘anhu, berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang untuk mengapur kuburan, duduk di atasnya dan membuat bangunan di atasnya.”

📓 HR . Muslim, 3/62, Ibnu Abi Syaibah 4/134, at-Tirmidzi 2/155,
📎 Dinyatakan sahih oleh al-Imam Ahmad rahimahullah, 3/339 dan 399

📁 Hadits yang semakna datang dari sahabat Abu Sa’id al-Khudri radhiallahu ‘anhu diriwayatkan oleh Abu Ya’la di dalam Musnad-nya (2/66).

🔓Asy-Syaikh al-Albani rahimahullah di dalam kitab Tahdzir as-Sajid (hlm. 22) mengatakan,
“Sanadnya sahih.

🔓 Al-Haitsami rahimahullah (3/61) mengatakan,
“Semua rawinya tepercaya.”

🔓Asy-Syaikh al-Albani rahimahullah mengatakan,
“Jelaslah dari hadits-hadits yang telah lewat tentang bahaya menjadikan kuburan sebagai masjid-masjid dan akibat bagi orang-orang yang berbuat demikian berupa ancaman yang pedih dari sisi Allah subhanahu wa ta’ala.”

📖 Tahdzir as-Sajid, hlm. 21

Sumber: https://asysyariah.com/bila-kuburan-diagungkan/
@Ittiba_uRasulillah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🔊AKAL, CUKUPKAH SEBAGAI LANDASAN AGAMA ?

Berkata al-Allamah Muqbil bin Hadi al-Wadi'i rahimahullah:

- لو كان العقل كافيا 
● ما أرسل الله رسلاً
● وما أنزل الله كتباً .

"Seandainya akal itu cukup tentu Allah tidak akan mengutus para rasul dan tidak akan menurunkan kitab-kitab."

📕[Ijabatus Sa`il: 367-368]

Sumber:
@alistifadah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
🌹🔗🌸 KETAATAN KEPADA ALLAH DAN KETAATAN KEPADA RASUL

Firman Allah Ta’ala:

{وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنكَ صُدُودًا}

"Dan apabila dikatakan kepada mereka ‘Kemarilah berhukum dengan apa yang Allah turunkan di dalam Kitab-Nya dan berhukum kepada Rasul’, niscaya engkau (wahai Rasul) akan melihat orang-orang munafik berpaling darimu, menolak enggan untuk berhukum kepadamu.” (An-Nisaa’: 61)

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah :

"Seruan berhukum kepada apa yang Allah turunkan berkonsekuensi di dalamnya seruan berhukum kepada Rasul dan seruan berhukum kepada Rasul berkonsekuensi di dalamnya seruan berhukum kepada apa yang Allah turunkan. Dan ini seperti ketaatan kepada Allah dan ketaatan kepada Rasul, karena keduanya saling berhubungan berkaitan.

Barang siapa yang taat kepada Rasul sungguh ia telah mentaati Allah, dan barang siapa taat kepada Allah maka sungguh ia telah taat kepada Rasul."

📕(Majmu' Al-Fatawa, 7/38)

{وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنكَ صُدُودًا} (النساء : ٦١)

-" وإذا قيل لهم تعالوا إلى ما أنـزل الله "، يعني بذلك: " وإذا قيل لهم تعالوا "، هلُمُّوا إلى حكم الله الذي أنـزله في كتابه، وإلى الرسول ليحكم بيننا (تفسير الطبري ٤٩٥/٢)

-" رأيت المنافقين يصدون عنك "، يعني بذلك: يمتنعون من المصير إليك لتحكم بينهم ويمنعون من المصير إليك كذلك غيرهم
(تفسير الطبري ٤٩٦،٤٩٥/٢)

قال شيخ الإسلام ابن تيمية - رحمه اللّٰه - :
و الدعاء إلى ما أنزل يستلزم الدعاء إلى الرسول، و الدعاء إلى الرسول يستلزم الدعاء إلى ما أنزله الله، و هذا مثل طاعة الله و الرسول، فإنهما متلازمان، فمن يطع الرسول فقد أطاع الله، و من أطاع الله فقد أطاع الرسول
(مجموع الفتاوى ٣٨/٧)

-استلزم الشيء : اقتضاه، عده لازما، عده ضروريا، تطلّبه، فرضه، أوجبه، ألزمه (القاموس المحيط، معجم الغني، معجم المعاصرة)

تلازم الشيئان : تعلّقا تعلقًا لا انفكاك فيه، تعلّقا كل منهما بالآخر فلا يفترقان (معجم المعاصرة، القاموس المحيط)


Sumber:
Media Salafy Lampung
@salafylampungcom
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
☝🏻🌹🌸🌷 KUNCI MERAIH HUSNUL KHATIMAH

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim.”
(Ali Imran: 102)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah menjelaskan,

هذا أمر من الله لعباده المؤمنين أن يتقوه حق تقواه، وأن يستمروا على ذلك ويثبتوا عليه ويستقيموا إلى الممات،

Ini adalah perintah Allah kepada hamba-hamba-Nya yang mukmin untuk bertakwa kepada-Nya dengan sebenar-benar ketakwaan dan terus-menerus dalam keadaan demikian, serta kukuh dan konsisten di atas (ketakwaan) tersebut hingga datang kematian.

فإن من عاش على شيء مات عليه،

Sebab, siapa yang hidup (terus-menerus) pada suatu kondisi, pasti dia pun akan meninggal pada kondisi tersebut.

فمن كان في حال صحته ونشاطه وإمكانه مداوما لتقوى ربه وطاعته، منيبا إليه على الدوام، ثبته الله عند موته ورزقه حسن الخاتمة

Barang siapa yang ketika sehat, kuat, dan memiliki kemampuan, senantiasa bertakwa kepada Rabbnya, selalu menaati-Nya, dan terus-menerus kembali kepada-Nya; Allah akan memberinya kekukuhan saat kematian mendatanginya. Allah pun akan memberinya rezeki berupa husnul khatimah (akhir kehidupan yang baik).

📚 Taisir al-Karim ar-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan, hlm. 141

Sumber: https://forumsalafy.net/kunci-meraih-husnul-khatimah/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
📢🎙🔇 PEMULIAAN ULAMA TERDAHULU TERHADAP ADZAN

🔊Dari Ibnu juraij rahimahullah berkata,

"Telah diceritakan kepadaku bahwa orang-orang dari generasi terdahulu diam ketika adzan sebagaimana diamnya mereka ketika dibacakan Al-Qur'an. Hingga tidaklah muadzin mengucapkan sesuatu, kecuali mereka juga akan mengatakan hal yang sama."

📚 Diriwayatkan oleh Abdur Razzaq 1849

Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
☝🏻📢🌸🌹 JADIKANLAH TAUHID YANG PERTAMA DAN UTAMA

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan ketika mengutus Mu’adz radhiyallahu ‘anhu ke Yaman:

إِنَّكَ سَتَأْتِيْ قَوْمًا أَهْلَ كِتَابٍ ، فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوْهُمْ إِلَىْهِ شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلٰـهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ– وَفِيْ رِوَايَةٍ – : إِلَى أَنْ يُوَحِّدُوا اللهَ – فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوْا لَكَ بِذٰلِكَ ، فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَـمْسَ صَلَوَاتٍ فِيْ كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوْا لَكَ بِذٰلِكَ ، فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوْا لَكَ بِذٰلِكَ ، فَإِيَّاكَ وَكَرَائِمَ أَمْوَالِهِمْ ، وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْـمَظْلُوْمِ ، فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللهِ حِجَابٌ.

(متفق عليه)

Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum Ahli Kitab (Nasrani), maka hendaklah pertama kali yang engkau sampaikan kepada mereka ialah syahadat Laa ilaha illallah wa anna Muhammad Rasulullah dalam riwayat lain disebutkan, ‘Sampai mereka mentauhidkan Allah’-.

Jika mereka telah menaatimu dalam hal itu, sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu sehari semalam.

Jika mereka telah menjalankan hal itu, sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka zakat yang diambil dari orang-orang kaya untuk diberikan kepada orang-orang fakir kalangan mereka.

Dan jika mereka telah menjalankan hal itu, hati-hatilah engkau dari harta terbaik mereka (jangan memaksa untuk mengambilnya sebagai zakat, _pent.). Demikian pula hendaknya engkau berhati-hati dari doa orang yang dizalimi karena sesungguhnya tidak ada penghalang (terkabulkannya doa) antara dia dan Allah. (Muttafaqun ‘alaih)

✍🏻 Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan menjelaskan,
“Sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam ‘Maka hendaklah yang pertama kali kamu sampaikan kepada mereka ialah syahadat Laa ilaaha illallaah wa anna Muhammad Rasulullaah‘ memberi bimbingan tahapan dalam dakwah.

Hendaknya dakwah dimulai dengan yang paling penting kemudian yang berikutnya. Inilah metode para rasul, mereka memulai dakwahnya dengan mengajak pada syahadat Laa ilaaha illallaah karena hal ini merupakan pondasi yang agama ini berdiri di atasnya.

Ketika benar-benar terwujud syahadat ini, maka bagian lain dari agama ini akan terbangun di atasnya. Adapun jika tidak, maka tidak bermanfaat pula amalan yang lain.

Janganlah engkau hanya mengajak untuk mengerjakan shalat, zakat, sedekah, menyambung silaturrahmi, dan yang lainnya dalam kondisi mereka berbuat syirik kepada Allah karena engkau tidak membangun pondasinya di awal.

Demikian kebanyakan juru dakwah di masa ini. Kebanyakan mereka tidak mementingkan pembahasan tauhid. Mereka mengajak untuk meninggalkan riba, muamalah yang baik, berhukum kepada hukum Allah, dan yang lainnya. Akan tetapi, mereka meninggalkan masalah tauhid, tidak memperhatikannya. Seakan-akan masalah ini bukan perkara yang wajib. Laa haula wa la quwwata illaa billaah”.

📚 I’anatul Mustafid Syarh Kitabut Tauhid 1/147

Sumber: https://forumsalafy.net/jadikan-tauhid-yang-pertama-dan-utama/
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com