Salafy Palembang 🇮🇩
5.92K subscribers
5.38K photos
445 videos
309 files
14.4K links
Menebar Hikmah dengan bimbingan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Meniti Jalan Salaful Ummah.
Website: www.salafypalembang.com
Download Telegram
✋🏻📢📑 KEUTAMAAN BERZIKIR


✍🏻 Dari Abu Musa al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الحَيِّ وَالمَيِّتِ

"Permisalan antara orang yang berzikir kepada Rabbnya dan yang tidak berzikir kepada Rabbnya adalah seperti orang yang hidup dan yang mati."

📚 HR. al-Bukhari no. 6407

Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💦🔥💨 HASAD BISA MEMBAWA KEPADA GHIBAH

💬 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,

"ومنهم من يحمله الحسد على الغيبة، فيجمع بين أمرين قبيحين: الغيبة والحسد"

"Diantara mereka terdapat orang yang sifat hasad menggiringnya kepada ghibah, sehingga dia mengumpulkan dua perkara yang jelek, yaitu ghibah dan hasad."

Majmu Fatawa 28/238

Sumber:
@KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
بسم الله الرحمن الرحيم

✋🏻📢 Apakah Tidak Mengucapkan ‘Selamat Natal’ Berarti Intoleransi?

Setiap menjelang tahun baru masehi dan bulan Desember, kaum muslimin selalu diributkan dengan toleransi atau intoleransi terhadap nonmuslim. Pasalnya, ada saja pihak tertentu yang seolah-olah memaksa kaum muslimin untuk mengucapkan selamat hari Natal kepada kaum Nasrani. Padahal perayaan tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan ajaran Islam, artinya bukan bagian dari Islam sama sekali.

Lantas mengapa seolah-olah ucapan selamat Natal begitu dipaksakan? Bukankah urusan agama dan keyakinan, setiap kita meyakini keyakinannya sendiri-sendiri? Bukankan hal itu sudah ditegaskan dalam ayat yang hampir setiap muslim menghafalnya?

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

“Bagimu agamamu dan bagiku agamaku.” (al-Kafirun: 6)

Tidak Mengucapkan Selamat Natal, Sikap Intoleran?

Apabila seorang muslim berkeyakinan bahwa dalam agamanya tidak boleh mengucapkan selamat Natal, tentu saja ini bukan bagian dari intoleransi. Sebab, undang-undang negara telah mengesahkan setiap pemeluk agama untuk melaksanakan syariat agamanya.

Di sisi lain, tidak mengucapkan selamat Natal tidak lantas berkonsekuensi sikap radikal atau teror. Sebab, Islam telah mengajarkan toleransi, tetapi dalam bidang lain. Toleransi yang diajarkan Islam adalah dalam hal perilaku sosial, bukan dalam urusan akidah yang mengorbankan keyakinan dan prinsip agama.

Oleh karena itu, seorang muslim dibolehkan menjenguk tetangga nonmuslim yang sakit, memberinya hadiah, menjawab salamnya bila mengucapkan salam Islam kepada kita, dan tidak boleh mengganggu serta menyakitinya. Perhatikan firman Allah subhanahu wa taa’la,

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

"Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (al-Mumtahanah: 8)

Adapun mengikuti acara hari raya nonmuslim, mengucapkan selamat atas perayaan hari raya tersebut, memberikan kartu ucapan selamat atau hadiah dalam rangka perayaannya, ini bukan toleransi yang diajarkan oleh Islam. Sebab, melakukan perbuatan-perbuatan tersebut berarti telah ikut serta dan larut dalam prosesi hari raya mereka, yang sangat erat dengan keyakinan dan akidah yang mereka yakini.

Anda muslim? Coba ingat kembali sejarah Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam buku-buku sirah. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah diajak bertoleransi dengan orang-orang kafir dalam keyakinan mereka. Nabi kita diajak untuk beribadah kepada Tuhan mereka satu tahun, lalu pada tahun berikutnya mereka yang beribadah kepada Tuhan Nabi kita, Muhammad. Inilah ide orang-orang musyrik.

Apakah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima tawaran itu?
Tentu saja tidak. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam justru menolak dengan keras. Meskipun demikian, pada saat yang sama beliau berinteraksi sosial dengan baik dengan pihak-pihak yang tidak memusuhi Islam, seperti pamannya sendiri yang masih musyrik. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tetap menjaga amanat-amanat musyrikin yang dititipkan kepada beliau, demikian pula berbagai bentuk hubungan sosial yang lain.


Meskipun tidak sama persis dengan toleransi gaya musyrikin, masalah mengucapkan selamat Natal mengandung beberapa hal yang mendekati kemiripan dengannya. Sebab, bila kita tinjau dari sisi ‘ucapan selamat Natal’ saja, terkandung suatu keridhaan terhadap parayaan Natal tersebut. Tinjauan ini terlepas dari apa yang ada dalam keyakinan saat mengucapkannya karena urusan keyakinan hanya Allah yang Mahatahu.

Yang jelas, pada dasarnya, suatu ucapan atau amalan yang tidak benar tidak akan menjadi benar saat dilakukan atau diucapkan dengan niat yang benar sekalipun. Ia tetap salah, hanya saja berbeda tingkat kesalahannya. Ibarat
orang yang mencuri untuk disedekahkan dengan orang yang mencuri untuk berjudi, keduanya salah tetapi nilai salahnya berbeda.

Makna Perayaan Natal dan Konsekuensinya
Sesungguhnya perayaan Natal sendiri apa maknanya?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Natal adalah hari raya untuk memperingati kelahiran Isa Almasih (tanggal 25 Desember).


Atas dasar itu, kita sebagai seorang muslim semestinya memandang Natal menurut keyakinan Nasrani saat ini. Bukankah Natal artinya “hari raya untuk memperingati kelahiran Isa Almasih, sebagai anak Tuhan, dan salah satu Tuhan”?

Jika demikian, apakah hal ini tidak terkait dengan keyakinan atau akidah yang asasi dalam agama kita, Islam? Sebab, kaum muslimin meyakini bahwa Isa adalah utusan Allah, salah seorang nabi dan rasul yang mulia, termasuk Ulul Azmi dari para rasul. Beliau bukan anak Tuhan atau Tuhan.

Nah, kalau begitu, apa makna ucapan seseorang “Selamat Hari Natal” kepada seorang Nasrani?

Kalau bermakna seperti yang mereka yakini bahwa Isa adalah anak Tuhan, berarti kita telah ridha dengan keyakinan itu. Semoga Allah melindungi kita dan segenap kaum muslimin dari keridhaan terhadap keyakinan tersebut.

Jelas, ini menyangkut dan berpengaruh buruk kepada akidah seorang muslim. Salah fatal apabila dikatakan, “Ucapan selamat Natal tidak mempengaruhi akidah.”

Kemungkinan lain, orang yang mengucapkan “Selamat Natal” berkeyakinan seperti keyakinan muslimin bahwa Isa bukan anak Tuhan. Dengan keyakinan ini, orang yang mengucapkan “Selamat Natal” kepada seorang Nasrani telah bersikap munafik terhadapnya. Bukankah begitu? Tolong cermati.

Karena itu, tidak dibenarkan kalau ada yang beralasan dan mengatakan bahwa yang mengatakan selamat Natal adalah Nabi Isa karena dalam ayat Al-Qur’an disebutkan,

وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا

"Dan keselamatan dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.” (Maryam: 33)

Ucapan selamat yang tersebut dalam ayat di atas adalah keselamatan atas kelahiran beliau sebagai hamba Allah dan Nabi-Nya, selamat dari gangguan setan. Bukankah dalam rangkaian ayat-ayat pada Surah Maryam itu disebutkan bahwa Nabi Isa mengatakan,

قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا

“Sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Allah telah memberiku kitab dan menjadikan aku sebagai nabi.” (Maryam: 30)

Dalam Surah Maryam ayat 88—93, Allah mengecam mereka yang meyakini bahwa Isa adalah anak Allah Subhanallah.

Pembaca muslim….
Belum lagi kalau kita menengok kepada perbuatan apa saja yang dilakukan saat perayaan hari Natal diselenggarakan. Tentu saja ada penyembahan terhadap salib, panjatan doa kepada selain Allah, dan lain-lain; yang dalam ajaran agama kita, Islam, hal-hal tersebut tidak diperbolehkan. Bahkan, hal tersebut merupakan larangan terbesar. Apakah kita akan mengucapkan selamat atas semua perbuatan itu?!


Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

وأما التهنئة بشعائر الكفر المختصة به فحرام بالاتفاق مثل أن يهنئهم بأعيادهم وصومهم فيقول عيد مبارك عليك أو تهنأ بهذا العيد ونحوه فهذا إن سلم قائله من الكفر فهو من المحرمات وهو بمنزلة أن يهنئه بسجوده للصليب بل ذلك أعظم إثما عند الله وأشد مقتا من التهنئة بشرب الخمر وقتل النفس وارتكاب الفرج الحرام ونحوه. وكثير ممن لا قدر للدين عنده يقع في ذلك ، ولا يدري قبح ما فعل ، فمن هنّأ عبداً بمعصية أو بدعة ، أو كفر فقد تعرض لمقت الله وسخطه. (أحکام أهل الذمة 1/44)

“Adapun memberi ucapan selamat pada syiar-syiar kekufuran orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat Natal, -pent.) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijmak (kesepakatan) ulama. Contohnya adalah memberi ucapan selamat atas hari raya dan puasa mereka, seperti mengatakan, ‘Ied mubarak atasmu,’ atau dengan ucapan, ‘Selamat hari raya,’ dan semacamnya. Seandainya orang yang mengucapkannya selamat dari kekufuran, minimalnya dia terjatuh pada perkara yang haram. Ucapan selamat hari raya kepada mereka seperti ini sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan kepada salib. Bahkan,
ucapan selamat hari raya tersebut lebih besar dosanya dan lebih dibenci oleh Allah daripada seseorang memberi ucapan selamat kepada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya. Banyak orang yang kurang menghargai agama Islam terjatuh dalam hal tersebut. Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat. Oleh karena itu, barang siapa memberi ucapan selamat atas perbuatan maksiat, bid’ah, atau kekufuran; dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah.” (Ahkamu Ahlidz Dzimmah 1/441)

Berpikirlah sejenak. Jangan pening karena masalah ini. Tetaplah pada prinsip agama Anda sebagai muslim. Anda dijamin benar oleh Islam dan undang-undang negara. Anda tidak jatuh dalam INTOLERANSI hanya karena tidak mengucapkan “Selamat Natal”, dengan tetap menjaga hubungan sosial yang benar dan baik.

Selanjutnya, sebagai sebuah renungan, perhatikan firman Allah ketika mensifati hamba-hamba-Nya yang disebut “’Ibadur Rahman” berikut ini,

وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ

“Dan orang-orang yang tidak menyaksikan kepalsuan....” (al-Furqan: 72)

Ulama ahli tafsir dari kalangan tabi’in dan yang lain, seperti Abul ‘Aliyah, Thawus, Muhammad bin Sirin, adh-Dhahhak, dan Rabi’ bin Anas menafsirkan bahwa yang dimaksud ayat di atas adalah menyaksikan hari-hari raya orang musyrik. ( Tafsir Ibnu Katsir 3/341)

Sahabat Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Jauhilah musuh Allah pada hari raya mereka.” ( Sunan al-Baihaqi 9/234)

Sahabat Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu mengatakan,
“Siapa saja yang tinggal di negeri non-Arab dan ikut serta dalam hari raya Nairuz dan Muhrajan mereka, dan menyerupai mereka sampai matinya, ia akan dikumpulkan di Padang Mahsyar bersama mereka.” ( Sunan al-Baihaqi 9/234)

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan taufik dan petunjuk-Nya kepada kita dalam beribadah dan bermuamalah.

Ditulis oleh:
al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc.
Selasa, 27 Rabi’ulakhir 1441 H, bertepatan dengan 24 Desember 2019 M

Sumber:
@KajianIslamTemanggung
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💡📖 PEMAHAMAN YANG BENAR TENTANG AYAT TERAKHIR DALAM SURAH AL-KAFIRUN

Menurut Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah,** salah seorang ulama terkemuka di Kerajaan Saudi Arabia, ayat terakhir Surah al-Kafirun bukan sebagaimana dipahami sebagian orang sesat dan bodoh yang menyebutkan ayat tersebut bukan pengingkaran terhadap keyakinan musyrikin.__

Ayat itu tidak menunjukkan sikap saling meridhai antara kita dan orang-orang kafir, ridha dengan keyakinan kaum musyrikin. Tidak pula menunjukkan sikap persamaan antara kita dan kaum kafir.

Ayat itu justru memberi penegasan sikap bara'ah (benci dan memusuhi) terhadap agama (keyakinan) kaum musyrikin. Sikap tegas, tidak mencari muka di hadapan mereka. Tidak memuji agama (keyakinan) kaum musyrikin. Tidak pula saling menolong dalam urusan keyakinan. Ini terkait urusan agama. Urusan keyakinan.

Adapun urusan keduniaan, dalam urusan yang mubah, seperti jual beli, tentu boleh.

لَّا یَنۡهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِینَ لَمۡ یُقَـٰتِلُوكُمۡ فِی ٱلدِّینِ وَلَمۡ یُخۡرِجُوكُم مِّن دِیَـٰرِكُمۡ أَن تَبَرُّوهُمۡ وَتُقۡسِطُوۤا۟ إِلَیۡهِمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ یُحِبُّ ٱلۡمُقۡسِطِینَ

"Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (al-Mumtahanah: 8) (Tafsir Juz 'Amma, hlm. 654-655)

Dengan alasan agar hubungan baik (ishlah: toleransi beragama) terjalin antara pemeluk Islam dan pemeluk agama paganis, kaum musyrikin Quraisy menawarkan kesepakatan untuk saling menghormati dalam peribadahan. Namun, semua itu ditepis. Sebab, seorang muslim tidak boleh membenarkan keyakinan yang menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kesyirikan harus tetap diperangi.

Adapun berbuat baik dalam perkara-perkara kemanusiaan dan dibolehkan syariat, seorang muslim boleh menunaikannya. Misalnya, seorang muslim mengantar tetangganya non-Islam yang sakit untuk berobat ke rumah sakit.

📗 Majalah Asy Syariah edisi 123 ISLAM AGAMA TOLERAN

Sumber:
www.asysyariah.com
@asysyariah
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
بسم الله الرحمن الرحيم

📝 Benarkah Ucapan Selamat Natal Tidak Mempengaruhi Akidah?

☝🏻Sebuah nasihat terkait ucapan selamat Natal

🌎 Link Unduh PDF: http://bit.ly/TentangSelamatNatal

Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com

⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
🔥 JAGALAH HATI ANAK-ANAK KITA SEBAGAIMANA KITA MENJAGA BADAN MEREKA!!

Asy-Syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata:

"Sebagaimana kita memberikan kekebalan dan imunisasi pada bayi-bayi kita dari penyakit dan kita memiliki perhatian yang sangat besar terhadapnya, maka demikian pula wajib atas kita untuk memberikan perhatian terhadap akal anak-anak kita dengan cara melindunginya dan menyampaikan peringatan kepadanya, serta memberikan pemahaman (yang benar) kepadanya, sehingga akal mereka mampu memilah mana yang baik dan mana yang buruk."

📚 Majmu’ Kutub wa Rasa’il, 14/283

Sumber:
https://t.me/MenMaensheikhRabee/697
@jujurlahselamanya
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
DENGARLAH UCAPAN SAHABAT MULIA, 'ABDULLAH IBN 'ABBAS RADHIYYALLAHU 'ABHUMA BERIKUT WAHAI PARA ANAK :

إني لا أعلم عملا أقرب إلى الله عز و جل من بر الوالدة

"SUNGGUH, Aku tak mengetahui sebuah amalan yang melebihi BERBAKTI KEPADA IBU dalam hal mendekatkan seseorang kepada Allah." Diriwayatkan oleh al-Bukhariy dalam al-Adabul Mufrad dan ath-Thahawiy dalam Misykatul Mashabih.

Maka sudahkah saudaraku, kau curahkan bakti pada ibumu?

Apakah hanya karena dia sedikit menggusarkan hatimu lalu kau berwajah masam pada orang yang telah melahirkanmu?

Apakah hanya karena saat ini kau telah menikah lalu serta merta kau lupakan Ibumu?

Jadikanlah renungan wahai saudaraku!!

Sumber:
@nasehatetam
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
✋🏻📢💐🌹 Nabi Isa 'alaihissalam adalah Hamba Allah dan Rasul-Nya

Dari 'Ubadah bin Shamit radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ - أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنَ الْعَمَلِ "

"Siapa saja yang bersaksi tiada sesembahan yang benar melainkan Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. (Dan bersaksi) bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan rasul-Nya. Demikian pula 'Isa adalah hamba Allah dan rasul-Nya, dan bahwa 'Isa diciptakan oleh Allah dengan kalimat-Nya (kun, maka jadilah 'Isa dalam rahim Maryam) dan ditiupkan padanya ruh dari (ruh-ruh ciptaan) Allah. Serta bersaksi bahwa surga dan neraka benar adanya. Maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga bagaimana pun amalannya (walaupun sedikit kebaikannya ataupun banyak kejelekannya, selama tidak merusak tauhidnya, -pent.)." (HR. al-Bukhari)

✍🏻 Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menggabung persaksian antara beliau dan Nabi 'Isa memberikan faidah dari dua sisi;

• Pertama, bahwa keduanya sama dalam sifat penghambaan dan kerasulan.

• Kedua, bahwa keduanya adalah manusia biasa. Nabi 'Isa seperti Nabi Muhammad, hamba dan rasul. Bukan Rabb (tuhan) atau putra Rabb (Allah) Subhanahu wata'ala.

📚 Al-Qaulu al-Mufid hlm. 89

Sumber:
WhatsApp Salafy Indonesia
@forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📀 REKAMAN AUDIO KAJIAN
📅 Jum'at , 23 Rabiul Akhir 1441 H / 20 Desember 2019 M

🕌 Masjid Ashodiqulamin Pernasidi Cilongok

🎙Pemateri :
Al Ustadz Adi Abdullah Lampung hafizhahullah

📜Tema :
MENSYUKURI NIKMAT ALLAH

Sumber:

@infosalafycilongok
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com

⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
✋🏻📢🌷💐 UCAPAN "MARHABAN" (SUNNAH YANG TERLUPAKAN)

وهي أن تقول بعد رد السلام مرحباً بارك الله لكم ويزيدكم ﻗﻮﻝ ﻣَﺮْﺣَﺒﺎً ﺑﻌﺪ ﺭﺩ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﺳﻨﺔ ﺛﺎﺑﺘﺔ

Yakni mengucapkan setelah menjawab salam kalimat: "Marhaban", semoga Allah memberkahi kalian dan menambahkan barakah kepada kalian. Ucapan Marhaban setelah menjawab salam itu sunnah yang jelas.

Sesungguhnya Nabi ﷺ berkata kepada Putri beliau Fathimah radhiyallahu anha:

ﻣَﺮْﺣَﺒﺎً ﺑِﺎﺑْﻨَﺘِﻲ

Marhaban putriku.
(HR. Bukhari 3623 dan Muslim2450)

● Nabi ﷺ berkata kepada Ummu Hani:

ﻣَﺮْﺣَﺒﺎً ﺑﺄﻡِّ ﻫَﺎﻧِﺊٍ‏

Marhaban Ummu Hani.
(HR. Bukhari 357 dan Muslim 336)

● Beliau ﷺ juga berkata kepada utusan Abdul Qais:

ﻣَﺮْﺣَﺒﺎً ﺑﺎﻟﻘَﻮْﻡِ‏

"Marhaban wahai kaum."
(HR. Bukhary 53 dan Muslim 17.)

ﻭﻟﻤَّﺎ ﻋُﺮِﺝ ﺑﺎﻟﻨﺒﻲ ﷺ ﻟﻠﺴَّﻤﺎﺀِ ﺣﻴَّﺎﻩ ﻛﻞُّ ﺍﻟﻨﺒﻴِّﻴﻦ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻣﺮَّ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺑـ ‏ﻣَﺮْﺣَﺒاً

Tatkala beliau di naikkan (mi'raj) ke langit setiap para nabi yang beliau lewati memberikan penghormatan kepada beliau dengan Marhaban.
(HR. Bukhari 349 dan Muslim 163)

Makna ucapan Marhaban

Imam Al-Hafizh Hujjatul Adab dan Lisan Al-Arab Al-Ashma'i rahimahullah waghafaralah berkata; Makna ucapan "Marhaban":


ﻟﻘﻴﺖ ﺭﺣﺒﺎ ﻭﺳﻌﺔ ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﻔﺮﺍﺀ: ﻧﺼﺐ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ ﻭﻓﻴﻪ ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﺑﺎﻟﺮﺣﺐ ﻭﺍﻟﺴﻌﺔ ﻭﻗﻴﻞ ﻫﻮ ﻣﻔﻌﻮﻝ ﺑﻪ ﺃﻱ ﻟﻘﻴﺖ ﺳﻌﺔ ﻻ ﺿﻴﻘًﺎ

Aku menjumpainya dengan penuh kelapangan dan keluasan. Dikatakan maknanya adalah maf'ul bih yakni Aku menjumpainya dengan lapang tiada kesempitan.

📔[Fathul Bari Karya Al-Hafizh Ibnu Hajar 10/562, Lihat Tahddzib Al-Lughah Karya Azhari 5/19]

Sumber:
https://t. me/haallaa1ظ @forumsalafy
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
💤📖KEBANYAKAN DARI KITA JUSTRU BERPALING DARI AL QURAN

▫️Berkata asy Syaikh Rabi' bin Hadi al Madkhali hafidzahullah :

" و الله لو تلونا هذا القرآن حقّ تلاوته و اتّبعنا ما فيه لسعدنا في هذه الدنيا و لسعدنا في الآخرة ، و لكن أكثرنا معرضون " .

📕[(المجموع الرّائق من الوصايا و الزهديّات و الرّقائق ( صـ ١٢٨)]

📖 Demi Allah...
Seandainya kita mau membaca Al Quran ini, dengan sungguh-sungguh dan kita mengikuti apa yang ada padanya.

🌺Niscaya kita akan bahagia di dunia ini dan bahagia di akhirat kelak.

💥Akan tetapi kebanyakan dari kita justru berpaling darinya.

📕al Majmu' ar Raiq minal Washaya waz Zuhdiyat war Raqaiq (hal. 128).

Sumber:
Forum Salafy Purbalingga
@ForumSalafyPurbalingga
🔰 WhatsApp Dakwah Salafiyyah Palembang
🌐 https://t.me/SalafyPalembang
📡 www.salafypalembang.com
📜INFO KAJIAN RUTIN
~~~~~~~~~~~~~~~

بـــــسم اللّــــە الرّحمن الرّحيــــم

📚 H A D I R I L A H
~~~~~~~~~~~~~~~
kajian Rutin Islam Ilmiah Ahlus Sunnah salafiyyin kota Palembang dan sekitarnya..

🔍 MALAM INI...!
HARI RABU
MALAM KAMIS
SELEPAS SHALAT
MAGHRIB


InsyaAllah, bersama:
🎙AL-USTADZ ABU SUFYAN
AL-MUSI Hafizhahullah
(Pengajar Ma'had Al-Baiyyinah, Gersik, Jawa Timur)

📚 Tema
Pembahasan :

~~~~~~~~~~~~
ANTARA HALAL
DAN HARAM

~~~~~~~~~~~~

🕋 Tempat :
🕌MASJID BAITUL
MI'ROJ PT.TELKOM

Jl. Anwar Sastro,di depan kantor disnaker, kota Palembang

📌 Peserta :
UMUM, GRATIS,
KHUSUS PRIA



📜 Rasulullah ﷺ bersabda :

َمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فيه عِلْمًا سَهَّلَ الله له بِهِ طَرِيقًا إلى الْجَنَّةِ

"Barangsiapa yang menempuh satu jalan untuk mendapatkan ilmu, maka Allah memudahkan baginya jalan menuju jannah.”
(HR.Muslim,2699)


🔇Himbauan untuk menyampaikan informasi ini kepada saudara saudara kita yang belum mengetahui.

📜 Rasulullah ﷺ bersabda :

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِه

"Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka dia mendapatkan pahala semisal dengan orang yang melakukannya."
(Shahih, HR.Muslim dalam Shahihnya)


Info kajian :
0812-7162-7766
📮Telegram Kami :
https://telegram.dog/salafypalembang
🌏 Website kita:
www.salafypalembang.com


🌠 Penyelenggara :
Yayasan Mutiara
Ilmu Syar'i Palembang


Baarakallahu fiikum
📣 SIMAK SEKARANG..

📡 🇱 🇮 🇻 🇪

📖 Kajian Rutin Islam
Ilmiah Ahlussunnah
Salafiyyin Palembang


SETIAP RABU
MALAM KAMIS

🕒 Ba'da Shalat Maghrib
🕌 Dari Masjid Baitul
Mi'roj PT.Telkom,
Jl.Anwar Sastro Palembang

https://maps.app.goo.gl/WkgZQj2js4typLLJ8

Bersama :
🎙Al-Ustadz Abu Sufyan
Al-Musy Hafizhahullah


Tema :
📚ANTARA HALAL
DAN HARAM


Mari kita dengarkan Kajian-kajian Islam Ilmiah yang 💯Didukung Oleh Aplikasi Android Radio Islam Indonesia : Silahkan Klik http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2

Channel :
📻 Radio Al Ibanah
"Radionyo wong kito"


📞 Info kajian :
0812-7162-7766
📲 Join Telegram :
https://t.me/salafypalembang
🌏 Website :
www.salafypalembang.com

Penyelenggara :
🖼 Yayasan Mutiara
Ilmu Syar'i Palembang
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM