Ini adalah screenshoot percakapan saya dengan Rico Huang, sekitar setahun lalu, pagi ini muncul lagi di Facebook
"Terlanjur"
Terlanjur adalah kata yg sering bgt diucapkan oleh Entrepreneur.
Kaya yg saya screenshoot waktu ngobrol bareng Rico Huang ini...
"Udah terlanjur beli bahan baku..."
"Udah terlanjur jalan project nya... "
"Duit udah terlanjur keluar..."
"Duit investor udah terlanjur masuk..."
"Cover Buku nya terlanjur selesai..."
"Udah terlanjur sewa kantor..."
"Udah terlanjur beli mesin..."
"konsumen udah terlanjur beli..."
Dan keterlanjuran lain...
"Terlanjur" adalah efek samping dari lebih banyak action nya dr pada mikirnya. Biasanya mereka terpaksa kalkulasi resiko sambil jalan Itu pun kalo udah terlanjur.
Kalo blm terlanjur nya ya ngapain dipikirin juga, kan belum kejadian. Itu biasa alasannya.
Ide2nya baru muncul pun setelah terlanjur...
Baru repot nyari karyawan karena udah terlanjur banyak orderan...
Apakah karena waktu kecil mereka terlalu banyak denger lagunya Memes? Kayanya engga...
Beda dengan wantrepreneur (want = pengen, entrepreneur = pengusaha, jadi: org yg pengen jd pengusaha.)
Biasanya sering bilang: "nanti kalau..."
"iya mulai bisnis, nanti kalau udah ada modalnya..."
"jual kripik? Nanti kalau diliat sama tetangga gimana? Malu donk Pa! Jual berlian mama aja..."
"nanti kalau udah selesai kuliah jualan kaos yuk..."
Jadi mereka pengen jadi pengusaha suatu hari... Someday...
Idenya juga dateng nya suatu hari... Itu juga kalo dateng...
Dan Gitu Ide2 liar dateng, eh mereka jadi korban over kalkulasi, analysis paralysis. Sayang...
Jadi mereka akan di tahap dimana selalu penasaran ingin Mulai bisnis...
____
Mau kemana ya pilihan, memang bener, yg satu blm tentu lbh baik dr yg lain.
Tapi apa ga penasaran gitu pengen tau ada apa di dunia penuh ketidak pastian disebelah sana?
Terlanjur adalah kata yg sering bgt diucapkan oleh Entrepreneur.
Kaya yg saya screenshoot waktu ngobrol bareng Rico Huang ini...
"Udah terlanjur beli bahan baku..."
"Udah terlanjur jalan project nya... "
"Duit udah terlanjur keluar..."
"Duit investor udah terlanjur masuk..."
"Cover Buku nya terlanjur selesai..."
"Udah terlanjur sewa kantor..."
"Udah terlanjur beli mesin..."
"konsumen udah terlanjur beli..."
Dan keterlanjuran lain...
"Terlanjur" adalah efek samping dari lebih banyak action nya dr pada mikirnya. Biasanya mereka terpaksa kalkulasi resiko sambil jalan Itu pun kalo udah terlanjur.
Kalo blm terlanjur nya ya ngapain dipikirin juga, kan belum kejadian. Itu biasa alasannya.
Ide2nya baru muncul pun setelah terlanjur...
Baru repot nyari karyawan karena udah terlanjur banyak orderan...
Apakah karena waktu kecil mereka terlalu banyak denger lagunya Memes? Kayanya engga...
Beda dengan wantrepreneur (want = pengen, entrepreneur = pengusaha, jadi: org yg pengen jd pengusaha.)
Biasanya sering bilang: "nanti kalau..."
"iya mulai bisnis, nanti kalau udah ada modalnya..."
"jual kripik? Nanti kalau diliat sama tetangga gimana? Malu donk Pa! Jual berlian mama aja..."
"nanti kalau udah selesai kuliah jualan kaos yuk..."
Jadi mereka pengen jadi pengusaha suatu hari... Someday...
Idenya juga dateng nya suatu hari... Itu juga kalo dateng...
Dan Gitu Ide2 liar dateng, eh mereka jadi korban over kalkulasi, analysis paralysis. Sayang...
Jadi mereka akan di tahap dimana selalu penasaran ingin Mulai bisnis...
____
Mau kemana ya pilihan, memang bener, yg satu blm tentu lbh baik dr yg lain.
Tapi apa ga penasaran gitu pengen tau ada apa di dunia penuh ketidak pastian disebelah sana?
Berkata al-Imam al-Khothib al-Baghdadiy rahimahullah:
❶ Memanfaatkan waktu untuk belajar,
❷ Bersungguh-sungguh dalam belajar,
❸ Ikhlaskan niat dalam belajar,
❹ Berdo’a dengan penuh harap agar mendapatkan taufiq ilmu yang bermanfaat dan berlindung kepada Allah dari ilmu yang tidak bermanfaat (berilmu tetapi tidak beramal dengan ilmu yang telah didapatkannya)
❺ Hendaklah berhati-hati agar tujuan belajarnya bukan untuk berdebat atau berbantah-bantahan serta ingin dilihat manusia bahwa dia selalu menang berdebat dan mendapatkan bayaran besar karena menang dalam berdebat.
Diringkas dari kitab al-Faqih wal Mutafaqqih, 2/87
❶ Memanfaatkan waktu untuk belajar,
❷ Bersungguh-sungguh dalam belajar,
❸ Ikhlaskan niat dalam belajar,
❹ Berdo’a dengan penuh harap agar mendapatkan taufiq ilmu yang bermanfaat dan berlindung kepada Allah dari ilmu yang tidak bermanfaat (berilmu tetapi tidak beramal dengan ilmu yang telah didapatkannya)
❺ Hendaklah berhati-hati agar tujuan belajarnya bukan untuk berdebat atau berbantah-bantahan serta ingin dilihat manusia bahwa dia selalu menang berdebat dan mendapatkan bayaran besar karena menang dalam berdebat.
Diringkas dari kitab al-Faqih wal Mutafaqqih, 2/87