Ippho Santosa - ipphoright
26.3K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Yakin itu harus.

Dua senior saya, Andrie Wongso dan Tung Desem Waringin, sangat menganjurkan ini. Yakin.

Sekarang, coba Anda perhatikan ini. Banyak orang yang mengemudi lambat-lambat di jalan-raya. Selamatkah mereka? Kemungkinan besar, selamat. Nah, banyak pula orang yang mengemudi cepat-cepat di jalan raya. Ngebut. Selamatkah mereka? Yah, selamat juga. Kedua-duanya selamat. Terus, siapa yang celaka? Yang celaka adalah mereka yang ragu-ragu.

Banyak orang orang memutuskan untuk jadi karyawan. Sukseskah mereka? Mungkin saja. Nah, banyak pula orang yang memutuskan berhenti jadi karyawan, terus jadi pengusaha. Sukseskah mereka? Mungkin juga. Kedua-duanya selamat. Terus, siapa yang celaka? Yang celaka adalah karyawan yang coba-coba jadi pengusaha tapi ragu-ragu.

Keyakinan jangan pernah disandarkan pada uang.
- Ada uang, yakin.
- Nggak ada uang, tetap #yakin.
- Selagi bersama Allah, kita harus yakin.

Sekian dari saya, Ippho Santosa. Yang setuju, bantu share dan forward ya tulisan ini. Semoga berkah berlimpah.
Ragu-ragu? Tidak akan jadi sesuatu.

Kalau engkau #yakin, maka mereka akan turut yakin dan mengikuti langkahmu.

Tapi, kalau engkau #ragu, mereka akan turut ragu dan jadilah langkah-langkah semu.

Yakin itu menular, demikian pula kalau ragu. Maka, yakinlah selalu. Ya, selalu.

Guru saya pernah berpesan, "Yakinlah. Benar-benar yakin. Menariknya, orang yang yakin bukan saja lebih sukses, ternyata juga lebih sehat." Ternyata otak dan tubuh pun menyukai orang yang yakin.

Satu lagi. Persahabatan akan mempengaruhi kadar keyakinan. Nasihat guru saya, "Sepuluh #OrangTerdekat denganmu akan mempengaruhi akhlakmu, keyakinanmu, bahkan pendapatanmu. Ingat itu."

Sekarang, saya mau bertanya, "Apakah teman-teman yakin bisa lebih sukses pada 2018 ini?" Saya tunggu jawabannya di IG saya https://www.instagram.com/p/BiK9sboBSAn/
Yakin itu Harus

Menariknya, keyakinan itu menular. Karena itulah, ada baiknya kita sering-sering bergaul dengan para mentor, orang-orang yang duluan sukses, dan orang-orang yang berpikir positif.

Keragu-raguan, sekecil apapun, harus dihindari.

Sekarang, coba Anda perhatikan ini. Banyak orang yang mengemudi lambat-lambat di jalan-raya. Selamatkah mereka? Kemungkinan besar, selamat.

Nah, banyak pula orang yang mengemudi cepat-cepat di jalan raya. Ngebut. Selamatkah mereka? Yah, selamat juga. Kedua-duanya selamat. Terus, siapa yang celaka? Yang celaka adalah mereka yang ragu-ragu.

Banyak orang orang memutuskan untuk jadi karyawan. Sukseskah mereka? Mungkin saja. Nah, banyak pula orang yang memutuskan berhenti jadi karyawan, terus jadi pengusaha.

Sukseskah mereka? Mungkin juga. Kedua-duanya selamat. Terus, siapa yang celaka? Yang celaka adalah karyawan yang coba-coba jadi pengusaha TAPI ragu-ragu. Ingat, ragu-ragu artinya yakin untuk gagal.

Satu lagi. Keyakinan jangan pernah disandarkan pada uang.
- Ada uang, yakin.
- Nggak ada uang, tetap #yakin.
- Sudah closing, yakin.
- Belum closing, tetap yakin.
- Selagi bersama Allah, kita harus yakin.

Apalagi di komunitas bisnis seperti BP, kita dibersamai para mentor, orang-orang yang duluan sukses, dan orang-orang yang berpikir positif. Harusnya tambah yakin dong!

Sekian dari saya, Ippho Santosa. Bantu share tulisan ini ya. Semoga berkah berlimpah.