Ippho Santosa - ipphoright
26.3K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Apapun impiannya, beli dengan doa, usaha, dan amal. Amal? Iya, amal. Salah satu amalnya yah #sedekah. Alhamdulillah, ini yang saya lakoni saat bergelut dengan tantangan-tantangan dan bercumbu dengan impian-impian.

Terus, gimaa saran teknisnya? Biasakan sedekah minimal 20% setiap bulannya. Paksa, bisa, terbiasa. Rumusnya begitu. Selanjutnya, sesekali (1-2 kali setahun), coba #SedekahEkstrim, alias melepaskan sesuatu amat bernilai dan amat berat bagi kita.

Misalnya rumah, kendaraan, perhiasaan, handphone, setengah dari tabungan, dll.

Ada lagi? Ada. Misalnya merelakan orang yang berutang dan bermasalah sama kita, itu juga bagian dari sedekah ekstrim. Kenapa? Lazimnya kita merasa nyesek untuk hal-hal yang beginian. Betul apa betul?

Kalau sudah sedekah rutin 20% dan sesekali sedekah ekstrim, insya Allah perubahan nasib juga ekstrim. Percepatan demi percepatan! Dengan izin Allah, saya dan alumni seminar sudah mencicipi ini sejak lama. Sedap!

Sedekahnya ke mana? Ke mana saja, baik insya Allah. Masing-masing ada fadilah tersendiri. Saya pribadi menyukai objek sedekah yang sarat amal jariyah dan sangat darurat. Contohnya, sekolah-sekolah di pelosok Indonesia (sekolah tepian).

Yes, saatnya take action:
- Mumpung Ramadhan.
- Mumpung ada niat.
- Mumpung ada umur.
- Mumpung ada rezeki.

Dengan sedekah, insya Allah berbagai impian seperti termudahkan dan tersolusikan. Pengen jodoh? Pengen anak? Pengen ke Tanah Suci? Beli aja. Tapi 'harganya' beda. Nggak cukup dengan sedekah biasa. Mesti sedekah yang ekstrim, sekalian juga amal-amal lainnya.

Saya ulang lagi, coba deh sedekah ekstrim. Jadi, nggak semua radikal itu jelek. Sesekali, mesti dijajal sedekah radikal alias sedekah ekstrim. Hehehe. Istilah saya 'berfoya-foya' di jalan Allah. Hehehe.

Masih takut? Takut apa?
- Takut rugi. Takut jatuh miskin.
- Apa? Takut miskin? Emang ente pernah kaya? Hehehe.

Selama ini kita sama-sama tahu:
- Berbagi, tak bakal rugi.
- Menentramkan hati.
- Memudahkan #rezeki.
- Insya Allah ini pasti.

Bantu share ya. Sampaikan ke saudara-saudara kita juga teman-teman kita. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
MORAL in MARKETING

Orang-orang sampai kaget ketika saya mengeluarkan statement resmi, "KURANGI KONSUMSI SUPLEMEN." Tentu saja kita perlu suplemen, terutama bagi orang-orang yang pola makannya belum sehat dan masih sering bepergian. Tapi, jangan juga konsumsi suplemennya berlebihan.

Jujur, omset suplemen saya meningkat di Maret dan April yang lalu (Mei juga). Alhamdulillah. Saya pun berusaha meng-evaluasi. Ternyata tidak sedikit konsumen yang meng-konsumsi suplemen saya 3X sehari, bahkan lebih. Yang 5X juga ada...

Yes, Corona Effect. Mungkin karena takut, panik, bingung, atau untuk jaga-jaga. Ada juga karena tidak tahu. Terus-terang di Maret saya juga begitu. Meng-konsumsi 3X sehari. Untuk jaga-jaga...

Dengan ini, izinkan saya mengabarkan sesuatu apa adanya. KALAU teman-teman 100% #DiRumahAja dan tidak sakit, cukup konsumsi #BritishPropolis 1X sehari. Ya, 1X sehari. Kalau sering keluar, kalau lagi sakit, boleh konsumsi 2X sehari. Cukup...

Serius, saya TIDAK INGIN orang-orang meng-konsumsi berlebihan, entah itu suplemen saya atau suplemen manapun, karena faktor takut (fear). Walaupun itu 100% aman, tidak ada efek samping, dan sudah dijamin oleh BPOM...

Bagi saya, bisnis BUKAN semata-mata soal omset dan profit. Ada nilai-nilai yang lebih besar daripada itu. Moral salah satunya. Saya yakin teman-teman sesama entrepreneur juga setuju dengan saya...

"Mas Ippho nggak kuatir omsetnya berkurang?" Ada yang nanya begitu. Saya cuma senyum...

Blak-blakan saja, saya tetap ingin omset saya meningkat. Ya, meningkat. Manusiawi tho? Tapi BUKAN karena faktor takut, melainkan karena semakin banyaknya orang-orang yang melek kesehatan dan pelan-pelan meng-konsumsi suplemen...

Kata guru saya, "Ketika satu pintu tertutup, percayalah, pintu-pintu lain terbuka... Uang mungkin terbatas, tapi #rezeki itu luas dan rahmat-Nya tanpa batas... Terus, buat apa kita cemas dan waswas?"

Kalau burung dan lebah saja dijamin rezekinya, apalagi kita. Padahal burung dan lebah tidak pernah sekolah, tidak pernah seminar, tidak bisa Instagram, tidak bisa Zoom. Yakinlah. Rezeki itu luas. Rahmat-Nya tanpa batas. Teman-teman yakin?

Ingat, yakin itu mempengaruhi 50% hasil...