Ippho Santosa - ipphoright
22.9K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Merasa nyaman (comfort) itu berbahaya.

The biggest trap, the biggest dungeon in life is isn't laziness or bad luck, it's comfort.

Ini menurut Robert Kiyosaki, penulis buku #RichDad. Alhamdulillah, saya pribadi 2 kali berjumpa dengan beliau.

Memang kita dianjurkan untuk bersyukur. Tapi di sisi lain, kita juga dianjurkan untuk bertumbuh. Mereka yang merasa nyaman sering enggan untuk belajar dan bertumbuh. Ini bahaya.

Ingat. Belajar bukan di sekolah dan di kampus saja. Belajar itu di mana saja. Ya, di mana saja. Terutama bagi mereka yang ingin bertumbuh. Saya berharap Anda salah satunya.

Saya aktif di dunia seminar. Walaupun sekitar 70% bentuknya sudah charity (memang saya yang maunya begitu). Hm, kenapa saya aktif sampai sekarang? Karena di situ saya menabur dan menuai ilmu.

Maksudnya?

Sebenarnya, seminar itu proses belajar-mengajar. Sarat dengan ilmu. Ketika mengajar, menariknya, pada waktu yang sama saya juga belajar. Dan mengajar adalah salah satu cara tercepat untuk belajar. Setidaknya itulah yang saya alami.

Selain berbisnis, saya mendapat ilmu-ilmu terbaik dari para alumni seminar selama 10 tahun terakhir di 30-an provinsi di Indonesia dan di belasan negara di 5 benua. Ya, saya belajar dari para alumni seminar. Tepatnya, kami saling belajar.

Silakan bersyukur. Itu bagus. Itu harus. Tapi di sisi lain, kita juga harus bertumbuh. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang merasa nyaman, terus enggan untuk belajar dan bertumbuh.
"Amati prosesnya. Nikmati prosesnya," itulah pesan saya kepada mitra-mitra. Saking sederhananya pesan ini, banyak orang yang mengabaikannya.

Ustadz Abdul Somad di acara Hijrah Fest mengibaratkan orang yang sukses itu seperti 'kursi mahal' atau 'meja mahal'. Ini analogi yang menarik, menurut saya.

UAS menyebut, mayoritas orang tidak melihat bagaimana proses 'kursi mahal' atau 'meja mahal' itu, mulai dari pemilihan kayu, pemotongan, hingga pembuatan. Rumit prosesnya.

"Mayoritas orang tahunya kursi mahal saja, tapi mereka tidak tahu proses menjadi kursi mahal. Maka, mulai sekarang cobalah kita melihat proses, jangan hanya melihat hasil," ucap UAS.

Adapun pesan saya selanjutnya, "Para achiever harus siap berproses." Sekali lagi, siap berproses. Tidak pasif. Hati-hati, merasa nyaman (comfort) dan tidak mau berproses itu berbahaya.

The biggest trap, the biggest dungeon in life is isn't laziness or bad luck, it's comfort. Ini menurut Robert Kiyosaki, penulis buku #RichDad. Alhamdulillah, saya pribadi dua kali berjumpa dengan beliau.

Memang kita dianjurkan untuk bersyukur. Tapi di sisi lain, kita juga dianjurkan untuk bertumbuh. Dari waktu ke waktu. Mereka yang merasa nyaman sering enggan untuk belajar dan bertumbuh. Ini yang berbahaya.

Ingat. Belajar bukan di sekolah dan di kampus saja. Belajar itu di mana saja. Dengan siapa saja. Terutama bagi mereka yang ingin bertumbuh. Saya berharap Anda salah satunya.

Ada satu hal yang seru. Ketika saya mulai melirik dan tertarik dengan hal-hal lain, guru saya langsung mengingatkan, "Tetap fokus. Tetap serius. Dengan izin Allah, hasilnya pasti bagus."

Ketidakfokusan, ini salah satu godaan dalam berproses. Begitulah. Namanya berproses memang tidak mudah. Tapi percayalah, hasil akhirnya indah. Benar-benar indah.

Mudah-mudahan kelak kita semua bisa menjadi 'kursi mahal' atau 'meja mahal' seperti yang dianalogikan oleh UAS. Dan berkah berlimpah. Aamiin. Sekian dari saya, Ippho Santosa.