Ippho Santosa - ipphoright
22.9K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Kemarin saya bukber di rumah Pak #ChairulTanjung (CT). Alhamdulillah bisa semeja dengan beliau dan Ketua MUI. Saya menyimak diskusi seru mereka berdua dengan tokoh-tokoh lainnya hampir 1 jam. Jujur saja, ini nikmat yang luar biasa bagi saya.

Beliau selama bertahun-tahun duduk bertahta sebagai 10 orang terkaya di Indonesia. Dan ternyata, beliau sangat melek dan concern sama umat Islam di Indonesia yang masih jadi minoritas dalam dunia usaha. Lalu beliau mengusung sederet solusi.

Lazimnya beliau menggulirkan solusi ini-itu melalui organisasi dan ulama. Juga melalui ceramah di komunitas-komunitas dan universitas-universitas. Jangan salah, tak semua konglomerat mau bersusah-payah seperti ini.

Kita doakan semoga niat baik beliau tetap terjaga dan semakin dimudahkan.

Beliau juga menasehati saya sebagai founder SD dan TK Khalifah agar murid-murid saya dilatih jualan sejak kecil. Ya, sejak kecil. Apa yang dijual? Apa saja. Mungkin karya mereka, mungkin barang bekas. Atau yang lainnya. Supaya apa? Agar kelak mereka menjadi pengusaha.

Sebuah bangsa supaya maju dan melaju harus memiliki musuh bersama (common enemy). Ini menurut beliau. Amerika pernah menempatkan Jepang sebagai musuh bersama. Jepang pernah menempatkan Barat sebagai musuh bersama dan sekarang Korea dijadikan musuh bersama.

Sehingga dengan begini, energi kita tercurah dan fokus. Sekarang, apa yang jadi musuh bersama bagi kita semua? Menurut beliau adalah kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan. Orang mesti sadar bahwa dirinya bodoh dan tertinggal. Gimanapun, masih banyak orang yang nggak sadar-sadar!

Sebenarnya, banyak lagi yang beliau sampaikan semalam. Kapan-kapan kita sambung ya.
Panglima, adakah yang lebih ditakuti daripada dia?

Begini. Hari itu saya bukber di rumah Pak #ChairulTanjung (CT), Muslim terkaya di Indonesia. Alhamdulillah saya bisa semeja dengan beliau dan Ketua MUI, KH Ma'ruf Amin. Ya, mereka berdua duduk tepat di hadapan saya.

Di sebelah kiri saya, ada Dr Aries Muftie, anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) yang dipilih dan dilantik oleh Presiden Jokowi. Beliau juga pernah menjadi Ketua Umum untuk Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Di sebelahnya lagi, ada Prof Mohammad Nuh, Menteri Pendidikan 2009-2014.

Di sebelah kanan saya, ada Ustadz Bachtiar Nasir. Tentunya, masih banyak tokoh-tokoh lain yang tak bisa saya sebutkan satu per satu.

Saat itu, percakapan mengarah dan menyebutkan bahwa Pak CT sebagai triliuner nggak pernah takut sama apapun dan siapapun. Kemudian ada yang nyeletuk, "Kalau sama istri, takut nggak?" Hahaha, kontan semua pada tertawa!

Pak CT langsung menerangkan, istri itu bukan lagi pangdam atau panglima, tapi sudah pangenam! Mendengar gurauan itu, semua kembali tertawa! Maksudnya, bukannya suami itu takut atau penakut, melainkan respect sama istri dan berharap ridhanya istri.

Soal ini, saya menyebutnya Sepasang Bidadari.

Impian pribadi, target di kantor, dan visi di organisasi, hendaknya diselaraskan dengan semua orang. Tapi, yang pertama dan paling utama adalah dengan ibu dan istri. Ya, ibu dan istri. Mereka inilah yang disebut Sepasang Bidadari.

Menariknya, mutu seorang pria dapat diketahui oleh dua wanita terdekatnya, yaitu ibu dan istri. Jangan heran, mereka yang belum menikah atau tidak selaras dengan ibunya dan istrinya, agak terbatas pencapaiannya. Jangan heran, mereka yang durhaka dengan orangtuanya, sering terjungkal dalam hidupnya.

Syukurnya, Ramadhan adalah momentum emas untuk memperbaiki semuanya. Baik hubungan dengan ibu maupun dengan istri. Insya Allah. Kalaupun selama ini hubungan kita sudah baik, tak ada salahnya jika ditingkatkan lagi. Bukan apa-apa, ini adalah penentu kesuksesan.

Itu dulu ya. Kapan-kapan kita sambung lagi. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Mohon maaf lahir dan batin.
Majalah Forbes Edisi Maret 2018 merilis daftar orang terkaya di dunia untuk tahun 2018. Daftar tersebut mencantumkan lebih dari 2.000 orang paling tajir sedunia dari 78 negara.

Adalah Chairul Tanjung (55 tahun) dengan kekayaan 3,5 miliar dollar AS menjadi orang terkaya urutan ke-5 di Indonesia. Kalau Anda, urutan berapa? Di RT atau di RW? Hehehe.

Tentu, kita sudah tidak asing lagi dengan #ChairulTanjung alias CT, pemilik dua stasiun TV, di bawah naungan Trans Corp. Boleh dibilang, beliau adalah muslim terkaya di Indonesia.

Tadi malam, saya dan guru-guru saya diundang berbuka puasa di rumah beliau. Ada Ketua MUI juga. Sepertinya ini sudah tradisi setiap tahunnya, alhamdulillah. Terima kasih Pak Abdul Aziz.

Btw, sudah baca bukunya, Si Anak Singkong? Kalau sudah baca, Anda akan tahu bagaimana perjalanan bisnis CT, mulai dari berjualan buku stensil di sela-sela kuliah, sampai sekarang. Rata-rata ia bekerja belasan jam sehari.

Ya, belasan jam sehari. Ketika muda, ia bekerja 18 jam sehari. Sekarang, 14 jam sehari. Bangun pun sebelum subuh. Bukan kebetulan bangun awal ini menjadi inspirasi bagi saya dan follower saya.

Kalau baca bukunya, akan berasa banget kerja kerasnya. Hm, kalau aslinya? Lebih getir dari apa-apa yang pernah diceritakan pada buku tersebut. Ya, lebih getir.

Jadi, kalau sekarang kita merasa "Kok bisnis saya gitu-gitu aja, nggak bergerak?" saran saya cuman satu, coba cek kerja keras kita. Saya ulang, cek kerja keras kita. Sudah sejauh mana?

Bisnis kita nggak pernah salah, tapi mungkin ikhtiar dan ilmu kita yang belum sampai. Untuk sukses besar, jelas, kita perlu action gila-gilaan tanpa 'tapi' tanpa 'nanti'.

Terus, gimana soal risiko? Saran Chairul Tanjung:
- Jangan takut mengambil resiko.
- Jika berhasil, Anda akan bahagia.
- Jika gagal, Anda akan lebih bijaksana.

Ternyata, banyak yang terinspirasi dengan ungkapan-ungkapannya, termasuk anaknya, Putri Indahsari Tanjung. Sang anak sempat mencuri perhatian netizen. Kok bisa?

Salah satu sebabnya karena ia mengawali bisnis di usia yang relarif muda yaitu 15 tahun. Tepatnya bisnis EO dan fashion. Sekarang ia telah berusia 20-an tahun.

Mari kita tiru yang baik-baik dari beliau dan keluarga beliau. Siap bekerja keras dan siap mengambil risiko. Siap? Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.