Biasakan bangun lebih awal. Bukan sekedar bangun pagi.
#BangunAwal itu mengundang keberkahan dan keberlimpahan. "Ya Allah, berkahilah umatku di waktu pagi,” inilah doa Nabi Muhammad.
Di kesempatan lain, beliau bersabda, “Berpagi-pagilah dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya berpagi-pagi itu membawa keberkahan dan mengantarkan pada kemenangan.”
Itulah salah satu rahasia sukses orang-orang beriman dalam melakukan penaklukan-penaklukan. Mereka melakukannya di waktu pagi. Bahkan hijrah Sang Nabi pun dilakukan di waktu pagi.
Fatimah, putri kesayangan Nabi Muhammad, mengisahkan, “Ayahku pernah lewat di sampingku saat aku sedang berbaring di waktu pagi. Lalu beliau menggerakkan badanku dan berkata, 'Wahai anakku, bangun dan saksikan rezeki dari Tuhan-mu. Janganlah kamu termasuk orang yang lalai. Karena Allah membagi-bagikan rezeki kepada hamba-Nya, antara terbit fajar dan terbit matahari.”
Luqman Al-Hakim pernah berwasiat kepada anaknya, “Jangan sampai ayam jantan lebih cerdas daripada dirimu. Ia berkokok sebelum fajar, sementara kamu masih mendengkur hingga matahari terbit.”
Bangun awal. Mari kita rutinkan.
#BangunAwal itu mengundang keberkahan dan keberlimpahan. "Ya Allah, berkahilah umatku di waktu pagi,” inilah doa Nabi Muhammad.
Di kesempatan lain, beliau bersabda, “Berpagi-pagilah dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya berpagi-pagi itu membawa keberkahan dan mengantarkan pada kemenangan.”
Itulah salah satu rahasia sukses orang-orang beriman dalam melakukan penaklukan-penaklukan. Mereka melakukannya di waktu pagi. Bahkan hijrah Sang Nabi pun dilakukan di waktu pagi.
Fatimah, putri kesayangan Nabi Muhammad, mengisahkan, “Ayahku pernah lewat di sampingku saat aku sedang berbaring di waktu pagi. Lalu beliau menggerakkan badanku dan berkata, 'Wahai anakku, bangun dan saksikan rezeki dari Tuhan-mu. Janganlah kamu termasuk orang yang lalai. Karena Allah membagi-bagikan rezeki kepada hamba-Nya, antara terbit fajar dan terbit matahari.”
Luqman Al-Hakim pernah berwasiat kepada anaknya, “Jangan sampai ayam jantan lebih cerdas daripada dirimu. Ia berkokok sebelum fajar, sementara kamu masih mendengkur hingga matahari terbit.”
Bangun awal. Mari kita rutinkan.
Makan siang, teratur.
Makan malam, teratur.
Jam tidur, teratur.
Jam bangun, teratur.
Kalau bisa rutin seperti ini, insya Allah kita akan lebih sehat.
Saran saya, "Mari biasakan bangun sebelum subuh." Bagi saya, setengah jam sebelum subuh dan setengah jam setelah subuh, adalah waktu istimewa. Golden time.
Kok disebut istimewa? Yah, karena memang begitu. Apapun yang Anda kerjakan di waktu itu akan menjadi ‘sesuatu’. Apakah itu tugas kantor, menyusun skripsi, menulis buku, ataupun kesibukan lainnya.
Tubuh yang segar disergap dengan udara yang segar, wah benar-benar mengajaibkan segala proses. Hm, nggak percaya? Yah, Anda coba saja. #BangunAwal.
Awet muda, menyehatkan, menyegarkan, meringankan kesibukan, dan mengundang keberkahan, itulah manfaat-manfaat tersembunyi dari bangun lebih awal.
Hm, berat? Kalau bangun lebih awal saja susah, gimana mau bangun rumahtangga? Gimana mau bangun perumahan? Hehehe.
Daripada tersinggung, lebih baik Anda lakukan dan rutinkan saja. Nggak ada ruginya! Untung malah! Mudah-mudahan awal dari keberkahan dan keberlimphan. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Makan malam, teratur.
Jam tidur, teratur.
Jam bangun, teratur.
Kalau bisa rutin seperti ini, insya Allah kita akan lebih sehat.
Saran saya, "Mari biasakan bangun sebelum subuh." Bagi saya, setengah jam sebelum subuh dan setengah jam setelah subuh, adalah waktu istimewa. Golden time.
Kok disebut istimewa? Yah, karena memang begitu. Apapun yang Anda kerjakan di waktu itu akan menjadi ‘sesuatu’. Apakah itu tugas kantor, menyusun skripsi, menulis buku, ataupun kesibukan lainnya.
Tubuh yang segar disergap dengan udara yang segar, wah benar-benar mengajaibkan segala proses. Hm, nggak percaya? Yah, Anda coba saja. #BangunAwal.
Awet muda, menyehatkan, menyegarkan, meringankan kesibukan, dan mengundang keberkahan, itulah manfaat-manfaat tersembunyi dari bangun lebih awal.
Hm, berat? Kalau bangun lebih awal saja susah, gimana mau bangun rumahtangga? Gimana mau bangun perumahan? Hehehe.
Daripada tersinggung, lebih baik Anda lakukan dan rutinkan saja. Nggak ada ruginya! Untung malah! Mudah-mudahan awal dari keberkahan dan keberlimphan. Sekian dari saya, Ippho Santosa.