Menjual lebih cepat
Menjual lebih banyak
Ini menjadi judul seminar sekaligus judul e-book saya.
Tunggu saja.
Menjual lebih banyak
Ini menjadi judul seminar sekaligus judul e-book saya.
Tunggu saja.
ASI itu rezeki dan haknya bayi. Jangan rampas hak mereka.
ASI pun kaya manfaat yang sulit ditandingi oleh susu formula. Contohnya, ASI bisa mengurangi tingkah brutal pada anak. Sebab dalam ASI terdapat sejenis mineral (mangan) yang mempengaruhi agresivitas makhluk hidup.
Ada pula kolostrum yang merupakan cairan yang berwarna kekuning-kuningan dalam ASI. Biasanya kolostrum akan diproduksi secara alami di dalam tubuh pada hari ke 1 hingga hari ke 3. Kolostrum sendiri sarat protein yang berfungsi untuk membentuk antibodi guna melawan penyakit.
Inilah manfaat-manfaat ASI. Meningkatkan kekebalan anak, kecerdasan anak, hubungan emosi ibu-anak, dan masih banyak lagi.
Lantas, apa pendapat ulama? Sebagian besar ulama mengharamkan ibu-ibu yang SENGAJA tidak menyusui anak-anaknya. Jelas, ASI itu rezeki dan haknya bayi (selama 2 tahun). Sengaja tidak menyusui adalah tindakan yang zalim. Teramat zalim.
Apa dasarnya?
"Aku melihat beberapa wanita yang payudaranya dicabik-cabik ular yang ganas. Aku bertanya: ‘Kenapa mereka?’ Malaikat menjawab: ‘Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan syar’i)’.” HR Ibnu Hibban, shahih 7491.
Kalaupun tidak mungkin menyusui karena sakit dll, carilah ibu pesusuan. Kalaupun ibu pesusuan tidak ada, carilah donor ASI. Tetap ASI juga. Bukan susu formula (sufor).
Saking pentingnya ASI, Al-Quran sampai mengingatkan berkali-kali. Beranikah kita membantahnya?
"Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama 2 tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan," (QS 2: 233).
"... Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam 2 tahun," (QS 31: 14).
“Jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang layak…” (QS 2: 233).
“Jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya…” (QS 65: 6).
Coba pikirkan, bila ASI tidak penting, buat apa Al-Quran sampai mengingatkan berkali-kali? Ada hadis-hadisnya pula. Masih berani membantah?
Kalau ASI tidak keluar, yah diterapi. Rumusnya 3T, yaitu Tenang, Tekun, Terapi. Kemungkinan besar, ASI pasti keluar (kembali). Kalaupun tak keluar, cari donor ASI. Sekali lagi, bukan sufor. Al-Quran sangat menganjurkan si anak beroleh haknya berupa ASI selama 2 tahun.
Mencari ibu pesusuan atau donor ASI semudah googling. Kami (saya dan istri) pernah melakukannya. 2X dan gratis. Berhentilah mendongeng bahwa donor ASI itu sulit dicari. Anda sudah nyoba? Seserius apa nyoba-nya?
ASI ribuan kali lebih baik daripada susu formula (sufor). Bahkan tak tertandingi. Jangan zalim terhadap bayi. Bukankah Anda ingin memberikan yang terbaik buat anak, terutama bayi?
"Adanya donor ASI membuat masyarakat semakin sadar bahwa jika terjadi hambatan dalam memproduksi ASI jangan beralih ke susu formula. Bisa meminta tolong donor ASI," ini penjelasan dari Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).
"Carilah donor ASI dari yang orang-orang terdekat yang sudah diketahui bagaimana riwayat kesehatannya. Mulai dari lingkaran pertama keluarga dahulu seperti kakak, adek. Jika tidak ada, baru cari yang agak luas."
Perlu juga dicatat nama ibu yang mendonor ASI itu. Karena sudah menjadi keluarga. Istilahnya, ibu pesusuan. Demikian pula anak-anak dari ibu yang mendonor ASI tersebut.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Chandra Surapaty mengatakan ASI menjadi asupan gizi terbaik untuk bayi yang hingga kini, belum ada tandingannya.
Ujar guru saya, "Kambing aja nggak mau nyusu sama sapi." Hehehe.
Pada akhirnya, ASI itu rezeki dan haknya bayi. Jangan rampas hak mereka.
ASI pun kaya manfaat yang sulit ditandingi oleh susu formula. Contohnya, ASI bisa mengurangi tingkah brutal pada anak. Sebab dalam ASI terdapat sejenis mineral (mangan) yang mempengaruhi agresivitas makhluk hidup.
Ada pula kolostrum yang merupakan cairan yang berwarna kekuning-kuningan dalam ASI. Biasanya kolostrum akan diproduksi secara alami di dalam tubuh pada hari ke 1 hingga hari ke 3. Kolostrum sendiri sarat protein yang berfungsi untuk membentuk antibodi guna melawan penyakit.
Inilah manfaat-manfaat ASI. Meningkatkan kekebalan anak, kecerdasan anak, hubungan emosi ibu-anak, dan masih banyak lagi.
Lantas, apa pendapat ulama? Sebagian besar ulama mengharamkan ibu-ibu yang SENGAJA tidak menyusui anak-anaknya. Jelas, ASI itu rezeki dan haknya bayi (selama 2 tahun). Sengaja tidak menyusui adalah tindakan yang zalim. Teramat zalim.
Apa dasarnya?
"Aku melihat beberapa wanita yang payudaranya dicabik-cabik ular yang ganas. Aku bertanya: ‘Kenapa mereka?’ Malaikat menjawab: ‘Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan syar’i)’.” HR Ibnu Hibban, shahih 7491.
Kalaupun tidak mungkin menyusui karena sakit dll, carilah ibu pesusuan. Kalaupun ibu pesusuan tidak ada, carilah donor ASI. Tetap ASI juga. Bukan susu formula (sufor).
Saking pentingnya ASI, Al-Quran sampai mengingatkan berkali-kali. Beranikah kita membantahnya?
"Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama 2 tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan," (QS 2: 233).
"... Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam 2 tahun," (QS 31: 14).
“Jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang layak…” (QS 2: 233).
“Jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya…” (QS 65: 6).
Coba pikirkan, bila ASI tidak penting, buat apa Al-Quran sampai mengingatkan berkali-kali? Ada hadis-hadisnya pula. Masih berani membantah?
Kalau ASI tidak keluar, yah diterapi. Rumusnya 3T, yaitu Tenang, Tekun, Terapi. Kemungkinan besar, ASI pasti keluar (kembali). Kalaupun tak keluar, cari donor ASI. Sekali lagi, bukan sufor. Al-Quran sangat menganjurkan si anak beroleh haknya berupa ASI selama 2 tahun.
Mencari ibu pesusuan atau donor ASI semudah googling. Kami (saya dan istri) pernah melakukannya. 2X dan gratis. Berhentilah mendongeng bahwa donor ASI itu sulit dicari. Anda sudah nyoba? Seserius apa nyoba-nya?
ASI ribuan kali lebih baik daripada susu formula (sufor). Bahkan tak tertandingi. Jangan zalim terhadap bayi. Bukankah Anda ingin memberikan yang terbaik buat anak, terutama bayi?
"Adanya donor ASI membuat masyarakat semakin sadar bahwa jika terjadi hambatan dalam memproduksi ASI jangan beralih ke susu formula. Bisa meminta tolong donor ASI," ini penjelasan dari Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).
"Carilah donor ASI dari yang orang-orang terdekat yang sudah diketahui bagaimana riwayat kesehatannya. Mulai dari lingkaran pertama keluarga dahulu seperti kakak, adek. Jika tidak ada, baru cari yang agak luas."
Perlu juga dicatat nama ibu yang mendonor ASI itu. Karena sudah menjadi keluarga. Istilahnya, ibu pesusuan. Demikian pula anak-anak dari ibu yang mendonor ASI tersebut.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Chandra Surapaty mengatakan ASI menjadi asupan gizi terbaik untuk bayi yang hingga kini, belum ada tandingannya.
Ujar guru saya, "Kambing aja nggak mau nyusu sama sapi." Hehehe.
Pada akhirnya, ASI itu rezeki dan haknya bayi. Jangan rampas hak mereka.
Karena banyak permintaan, saya akhirnya membuka kesempatan ini.
Kesempatan apa? Nyantri bisnis di kantor saya.
Kesempatan apa? Nyantri bisnis di kantor saya.
Nyantri Bisnis 40 Hari di Kantor Saya (BSD)
Syarat-syaratnya? Usia 20 sampai 35 tahun, jam kerja 07.00 s/d 16.00, hari kerja Senin s/d Jumat, dhuha setiap hari, laptop dan modem sendiri.
Manfaat-manfaatnya? Belajar ilmu bisnis, leadership, SEO, socmed, WA, dan Telegram. Sehari-hari peserta akan bekerja di kantor saya seperti karyawan magang.
Biayanya? Hanya Rp 1 juta, sebagai pengganti makan siang.
Serius? SMS 0877-7779-2779.
Syarat-syaratnya? Usia 20 sampai 35 tahun, jam kerja 07.00 s/d 16.00, hari kerja Senin s/d Jumat, dhuha setiap hari, laptop dan modem sendiri.
Manfaat-manfaatnya? Belajar ilmu bisnis, leadership, SEO, socmed, WA, dan Telegram. Sehari-hari peserta akan bekerja di kantor saya seperti karyawan magang.
Biayanya? Hanya Rp 1 juta, sebagai pengganti makan siang.
Serius? SMS 0877-7779-2779.
Kesempatan nyantri bisnis sudah kami tutup (close). Soalnya sudah FULL. Mohon maaf ya... Baiknya lain kali kalau ada penawaran-penawaran dari saya dan tim, ambil saja segera. Karena biasanya langsung full...
Training 'internet marketing' misalnya. Alhamdulillah selalu full begitu kami umumkan 1X atau 2X. Termasuk training angkatan 10 yang kami umumkan beberapa hari yll... Terima kasih atas kepercayaan teman-teman...
Saya sering 'menganugerahkan' gelar-gelar ini kepada follower-follower saya:
S2 : Sederhana Sugih
MM : Moslem Millionaire
PhD : Pengusaha Dahsyat
Hehehe.
Cara paling possible untuk menjadi sugih atau kaya adalah dengan menguasai ilmu penjualan. Ya, ilmu penjualan.
Hei, jangan tabu dengan menjual. Ada barang bagus, kok didiamkan saja? Kasihtahu sama yang lain.
Bisnis dimulai dari menjual. Tak harus produksi sendiri. Jualkan saja barang orang lain yang teruji masuk akal harganya dan bermutu.
Kalau Anda mahir menjual, maka Anda bisa berpotensi menghasilkan uang tanpa batas. Menjual, nggak harus seperti salesman.
Begitu Anda mulai menjual atau menjualkan, maka detik itu juga Anda mulai jadi pengusaha. Setidaknya, anak tangga pertama untuk jadi pengusaha.
Zaman sudah canggih. Ada banyak cara untuk menjual yang lebih cepat dan lebih banyak. Sekali lagi, nggak harus seperti salesman.
Sebagian orang muda suka berpikir aneh-aneh. Katanya mencari ide. Terus, menimbang-nimbang ide. Dipikirnya karung beras kali ya, ditimbang-timbang segala, hehehe.
Padahal waktu yang habis itu jauh lebih mahal, apalagi kita sepakat bahwa waktu lebih mahal daripada uang.
Okelah, mencari ide. Namun sembari mencari ide, akan lebih baik kalau Anda bisa menghasilkan uang detik ini juga. Menjual.
Bukankah orang muda itu biasanya lebih bersegera dalam action? Mikir sih boleh, tapi jangan kebanyakan mikir. Jualan sana!
Siap? 😎
S2 : Sederhana Sugih
MM : Moslem Millionaire
PhD : Pengusaha Dahsyat
Hehehe.
Cara paling possible untuk menjadi sugih atau kaya adalah dengan menguasai ilmu penjualan. Ya, ilmu penjualan.
Hei, jangan tabu dengan menjual. Ada barang bagus, kok didiamkan saja? Kasihtahu sama yang lain.
Bisnis dimulai dari menjual. Tak harus produksi sendiri. Jualkan saja barang orang lain yang teruji masuk akal harganya dan bermutu.
Kalau Anda mahir menjual, maka Anda bisa berpotensi menghasilkan uang tanpa batas. Menjual, nggak harus seperti salesman.
Begitu Anda mulai menjual atau menjualkan, maka detik itu juga Anda mulai jadi pengusaha. Setidaknya, anak tangga pertama untuk jadi pengusaha.
Zaman sudah canggih. Ada banyak cara untuk menjual yang lebih cepat dan lebih banyak. Sekali lagi, nggak harus seperti salesman.
Sebagian orang muda suka berpikir aneh-aneh. Katanya mencari ide. Terus, menimbang-nimbang ide. Dipikirnya karung beras kali ya, ditimbang-timbang segala, hehehe.
Padahal waktu yang habis itu jauh lebih mahal, apalagi kita sepakat bahwa waktu lebih mahal daripada uang.
Okelah, mencari ide. Namun sembari mencari ide, akan lebih baik kalau Anda bisa menghasilkan uang detik ini juga. Menjual.
Bukankah orang muda itu biasanya lebih bersegera dalam action? Mikir sih boleh, tapi jangan kebanyakan mikir. Jualan sana!
Siap? 😎
Seberapa serius dirimu menyikapi impianmu, ini terlihat dalam keseharianmu. Ya, terlihat dalam keseharianmu.
.
Saran saya, "Cicil impianmu." Setiap harinya, setiap bulannya. Tanpa terasa, nanti akan tercapai dengan sendirinya. Insya Allah.
.
Perlu contoh? Misal, kita ingin berumrah. Biaya umrahnya Rp25juta. Terus, kita ingin mencapainya dalam waktu satu tahun.
.
Ya sudah, Rp25juta dibagi 12 bulan. Itu artinya, kita harus mendapatkan uang atau laba (tambahan) kira-kira Rp2juta setiap bulannya.
.
Dengan produk bermargin 100%, boleh dibilang, kita harus menjual kurang-lebih Rp4juta setiap bulannya. Nggak terlalu sulit tho?
.
Ya, ini namanya mencicil impiannya. Kesungguhan niat dibuktikan melalui ikhtiarnya. Sehari-hari. Bukan sekedar teriak-teriak, "Saya niat, saya niat." Yang tak kalah pentingnya, action woy!
.
Jangan ngawang-ngawang. Mau, tapi nggak jelas ikhtiarnya. Pengen, tapi nggak jelas langkahnya. Walhasil cuma jadi angan-angan. Tak pernah jadi kenyataan.
.
Kalau impiannya besar, berarti ikhtiarnya juga lebih besar. Anak TK aja tau, hehehe. Pengen punya mobil, pengen punya rumah, tapi ikhtiarnya cuma jualan Rp4juta per bulan. Ini sih nggak cocok.
.
Sekali lagi, cicil impianmu. Bantu share ya kalau setuju.
.
Saran saya, "Cicil impianmu." Setiap harinya, setiap bulannya. Tanpa terasa, nanti akan tercapai dengan sendirinya. Insya Allah.
.
Perlu contoh? Misal, kita ingin berumrah. Biaya umrahnya Rp25juta. Terus, kita ingin mencapainya dalam waktu satu tahun.
.
Ya sudah, Rp25juta dibagi 12 bulan. Itu artinya, kita harus mendapatkan uang atau laba (tambahan) kira-kira Rp2juta setiap bulannya.
.
Dengan produk bermargin 100%, boleh dibilang, kita harus menjual kurang-lebih Rp4juta setiap bulannya. Nggak terlalu sulit tho?
.
Ya, ini namanya mencicil impiannya. Kesungguhan niat dibuktikan melalui ikhtiarnya. Sehari-hari. Bukan sekedar teriak-teriak, "Saya niat, saya niat." Yang tak kalah pentingnya, action woy!
.
Jangan ngawang-ngawang. Mau, tapi nggak jelas ikhtiarnya. Pengen, tapi nggak jelas langkahnya. Walhasil cuma jadi angan-angan. Tak pernah jadi kenyataan.
.
Kalau impiannya besar, berarti ikhtiarnya juga lebih besar. Anak TK aja tau, hehehe. Pengen punya mobil, pengen punya rumah, tapi ikhtiarnya cuma jualan Rp4juta per bulan. Ini sih nggak cocok.
.
Sekali lagi, cicil impianmu. Bantu share ya kalau setuju.
Detak dan denyut sebuah bisnis ditentukan oleh penjualan. Ya, penjualan.
Sayangnya, tidak sedikit pengusaha dan penjual yang ditolak dalam menawarkan. Kenapa? Karena mereka kurang memahami ilmu komunikasi dan pola sukses dalam penjualan.
Ingat, segala sesuatu ada pola suksesnya.
Menaklukkan hati konsumen juga sama, ada pola suksesnya. Terus, apa solusinya?
Yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Tepat di hari yang mulia ini, izinkan kami mempersembahkan "Powerful E-Book: Menjual Lebih Cepat, Lebih Banyak" karya saya dan tim. Ini kami hadirkan berdasarkan permintaan followers.
Berikut adalah 5 poin utama dari e-book yang akan Anda miliki ini:
1. Ciri-ciri produk yang menguntungkan
2. Cara-cara menemukan prospek yang tepat
3. Tips dan teknik closing
4. Cara menjual lebih cepat
5. Cara menjual lebih banyak
Itulah 5 hal utama bagi entrepreneur saat menawarkan dan menjual. Coba bayangkan, dengan menguasai 5 materi di atas, hitung berapa besar peningkatan omset yang akan Anda raih?
Di e-book ini juga akan dibahas soal Wow Effect, Yes Effect, Question Effect, Time Effect, Partner Effect, Dress Effect, Position Effect, Wasiat 3M, dan masih banyak lagi. Semuanya untuk meningkatkan omset.
Awalnya e-book ini ingin kami jual dengan harga Rp300ribu. Namun khusus hari ini sampai 7 hari ke depan, Anda bisa memilikinya hanya dengan membayar 20%-30% nya saja. Benar, Anda tidak salah baca, hanya berlaku hingga 7 hari ke depan!
E-book yang dirancang khusus bagi pengguna smartphone ini hanya kami sediakan untuk 1000 orang saja, DAN SAYANGNYA info ini kami sebar kepada lebih dari 100.000 contacts dan followers.
Saran saya, untuk mengamankan kuota, Anda pesan saja sekarang. Siang ini, boleh. Sore nanti, juga boleh.
Semakin cepat Anda memutuskan untuk belajar, semakin sedikit uang yang Anda keluarkan. Karena Anda sudah memutuskan untuk memiliki e-book ini, Anda pun ingin tahu berapa harganya.
Harga launching:
Jumat-Senin, 1-4 Sept = Rp60ribu
Harga promo:
Selasa, 5 Sept = Rp70ribu
Rabu, 6 Sept = Rp80ribu
Kamis, 7 Sept = Rp90ribu
Jumat, 8 Sept = Rp100ribu
Harga normal:
Setelah 8 Sept, akan berlaku harga normal Rp 300.000,-
Dengan e-book yang semurah ini, wajar saja bila Anda semakin tidak sabar untuk membaca dan menerapkannya.
Transfer saja hari ini (Jumat) Rp60ribu ke BNI Syariah 7777-0909-00 a.n. Ippho D. Santosa
Atau ke BCA 4979-091-777 a.n. Ippho D. Santosa
Setelah transfer, SMS atau WA (bukan telp) ke 0813-9520-0092. Ya, transfer dulu. Karena banyak peminatnya, mungkin Anda akan menerima reply SMS atau WA rada slow. Maka, sangat diharapkan kesabarannya.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Selamat Hari Raya Idul Adha!
Happy Learning!
Sayangnya, tidak sedikit pengusaha dan penjual yang ditolak dalam menawarkan. Kenapa? Karena mereka kurang memahami ilmu komunikasi dan pola sukses dalam penjualan.
Ingat, segala sesuatu ada pola suksesnya.
Menaklukkan hati konsumen juga sama, ada pola suksesnya. Terus, apa solusinya?
Yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Tepat di hari yang mulia ini, izinkan kami mempersembahkan "Powerful E-Book: Menjual Lebih Cepat, Lebih Banyak" karya saya dan tim. Ini kami hadirkan berdasarkan permintaan followers.
Berikut adalah 5 poin utama dari e-book yang akan Anda miliki ini:
1. Ciri-ciri produk yang menguntungkan
2. Cara-cara menemukan prospek yang tepat
3. Tips dan teknik closing
4. Cara menjual lebih cepat
5. Cara menjual lebih banyak
Itulah 5 hal utama bagi entrepreneur saat menawarkan dan menjual. Coba bayangkan, dengan menguasai 5 materi di atas, hitung berapa besar peningkatan omset yang akan Anda raih?
Di e-book ini juga akan dibahas soal Wow Effect, Yes Effect, Question Effect, Time Effect, Partner Effect, Dress Effect, Position Effect, Wasiat 3M, dan masih banyak lagi. Semuanya untuk meningkatkan omset.
Awalnya e-book ini ingin kami jual dengan harga Rp300ribu. Namun khusus hari ini sampai 7 hari ke depan, Anda bisa memilikinya hanya dengan membayar 20%-30% nya saja. Benar, Anda tidak salah baca, hanya berlaku hingga 7 hari ke depan!
E-book yang dirancang khusus bagi pengguna smartphone ini hanya kami sediakan untuk 1000 orang saja, DAN SAYANGNYA info ini kami sebar kepada lebih dari 100.000 contacts dan followers.
Saran saya, untuk mengamankan kuota, Anda pesan saja sekarang. Siang ini, boleh. Sore nanti, juga boleh.
Semakin cepat Anda memutuskan untuk belajar, semakin sedikit uang yang Anda keluarkan. Karena Anda sudah memutuskan untuk memiliki e-book ini, Anda pun ingin tahu berapa harganya.
Harga launching:
Jumat-Senin, 1-4 Sept = Rp60ribu
Harga promo:
Selasa, 5 Sept = Rp70ribu
Rabu, 6 Sept = Rp80ribu
Kamis, 7 Sept = Rp90ribu
Jumat, 8 Sept = Rp100ribu
Harga normal:
Setelah 8 Sept, akan berlaku harga normal Rp 300.000,-
Dengan e-book yang semurah ini, wajar saja bila Anda semakin tidak sabar untuk membaca dan menerapkannya.
Transfer saja hari ini (Jumat) Rp60ribu ke BNI Syariah 7777-0909-00 a.n. Ippho D. Santosa
Atau ke BCA 4979-091-777 a.n. Ippho D. Santosa
Setelah transfer, SMS atau WA (bukan telp) ke 0813-9520-0092. Ya, transfer dulu. Karena banyak peminatnya, mungkin Anda akan menerima reply SMS atau WA rada slow. Maka, sangat diharapkan kesabarannya.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Selamat Hari Raya Idul Adha!
Happy Learning!
Kemarin, Anda ke mana saja? Atau nggak ke mana-mana, di rumah saja bercengkrama bersama keluarga?
Mbak Misna, asisten rumah tangga saya, kemarin menikah. Syukuran pun berlangsung di rumahnya di #Jalupang (Banten), sekitar 3 jam dari BSD. Alhamdulillah, saya berkesempatan hadir bersama keluarga dan tim.
Kami berangkat dari rumah jam 4 pagi. Konvoi 3 mobil. Dengan izin Allah, kami tiba di Jalupang jam 8.30 pagi. Sempat berhenti sejenak di jalan untuk Sholat Subuh (di Rest Area) dan Sholat Id (di Pandeglang).
Begitu tiba di lokasi, kami pun mendoakan, "Semoga pernikahan ini langgeng, bahagia, dan berkah. Aamiin."
Ketika pulang, kami diberi berbagai hadiah dari keluarga dan tetangga Mbak Misnah. Mulai dari jajanan sampai buah-buahan. Saya pun berbisik kepada istri saya, "Mungkin dari segi harta, mereka tidak kaya. Tapi, mental mereka kaya." Mental kaya, ini lebih utama.
Sehari sebelumnya saya pun mendengar kabar bahwa mantan karyawan saya berjanji untuk memberi hadiah umrah untuk ibu saya dan mertua saya. Alhamdulillah. Saya bersyukur sekali dikelilingi oleh orang-orang baik yang bermental kaya. Terima kasih ya Allah.
Memberi hadiah, traktiran, oleh-oleh, tips, dan tidak menawar pada pedagang kecil, ini semua bagian dari mental kaya. Konsep luas dari sedekah. Sudah sepantasnya kita memiliki mental ini.
Satu lagi. Diberi, terima. Nggak diberi, jangan minta-minta. Begitulah, biasakan memberi. Dan jangan menolak kalau suatu saat kita diberi. Semoga berkah berlimpah.
Mbak Misna, asisten rumah tangga saya, kemarin menikah. Syukuran pun berlangsung di rumahnya di #Jalupang (Banten), sekitar 3 jam dari BSD. Alhamdulillah, saya berkesempatan hadir bersama keluarga dan tim.
Kami berangkat dari rumah jam 4 pagi. Konvoi 3 mobil. Dengan izin Allah, kami tiba di Jalupang jam 8.30 pagi. Sempat berhenti sejenak di jalan untuk Sholat Subuh (di Rest Area) dan Sholat Id (di Pandeglang).
Begitu tiba di lokasi, kami pun mendoakan, "Semoga pernikahan ini langgeng, bahagia, dan berkah. Aamiin."
Ketika pulang, kami diberi berbagai hadiah dari keluarga dan tetangga Mbak Misnah. Mulai dari jajanan sampai buah-buahan. Saya pun berbisik kepada istri saya, "Mungkin dari segi harta, mereka tidak kaya. Tapi, mental mereka kaya." Mental kaya, ini lebih utama.
Sehari sebelumnya saya pun mendengar kabar bahwa mantan karyawan saya berjanji untuk memberi hadiah umrah untuk ibu saya dan mertua saya. Alhamdulillah. Saya bersyukur sekali dikelilingi oleh orang-orang baik yang bermental kaya. Terima kasih ya Allah.
Memberi hadiah, traktiran, oleh-oleh, tips, dan tidak menawar pada pedagang kecil, ini semua bagian dari mental kaya. Konsep luas dari sedekah. Sudah sepantasnya kita memiliki mental ini.
Satu lagi. Diberi, terima. Nggak diberi, jangan minta-minta. Begitulah, biasakan memberi. Dan jangan menolak kalau suatu saat kita diberi. Semoga berkah berlimpah.
Berganti-ganti produk tidak akan mengganti dan mengubah nasib kita. Sebaik-baik action adalah fokus. Ya, fokus.
FOCUS: Follow One Course Until Successful.
Izinkan kali ini saya bercerita soal bisnis saya, British Propolis atau BP. Boleh?
Di BP, kita cukup menemukan orang-orang yang 'cocok' dengan produk kita. Kalau cocok, mereka akan repeat order selama bertahun-tahun. Dan ini sangat menyenangkan.
Kenapa? Pertama, produk kita terbukti sangat bermanfaat. Kedua, bisnis kita terbukti menghasilkan passive income. Ketiga, langkah nyata menggerakkan ekonomi makro.
Di BP, ada mentor-mentor. Mereka sudah teruji dan terbukti. Omset mereka beragam. Mulai puluhan juta sampai miliaran rupiah. Yang jelas, mereka senang berbagi dan tidak berharap dibayar!
Di BP, ada endorser-endorser. Mulai dari artis, ustadz, sampai motivator. Di antaranya Olla Ramlan, Andre Taulany, David Chalik, Shandy Aulia, dan Meyda Sefira.
Belum lagi kalau kita bicara margin BP yang lumayan. Insya Allah, BP menjadi pilihan yang sangat tepat untuk belajar, bertumbuh, dan mapan finansial.
Hari ini saya tengah melakukan pembinaan mitra-mitra BP di Jogja. Insya Allah pada 24 September saya akan melakukan pembinaan mitra-mitra BP di sekitar Jakarta.
Di Surabaya? Ada. Di Bandung? Juga ada.
Mohon doa tulus dari teman-teman, semoga BP ini bisa menjadi wasilah kesehatan dan kemakmuran bagi banyak orang. Aamiin. Saya pun mendoakan hal yang serupa buat teman-teman semua.
FOCUS: Follow One Course Until Successful.
Izinkan kali ini saya bercerita soal bisnis saya, British Propolis atau BP. Boleh?
Di BP, kita cukup menemukan orang-orang yang 'cocok' dengan produk kita. Kalau cocok, mereka akan repeat order selama bertahun-tahun. Dan ini sangat menyenangkan.
Kenapa? Pertama, produk kita terbukti sangat bermanfaat. Kedua, bisnis kita terbukti menghasilkan passive income. Ketiga, langkah nyata menggerakkan ekonomi makro.
Di BP, ada mentor-mentor. Mereka sudah teruji dan terbukti. Omset mereka beragam. Mulai puluhan juta sampai miliaran rupiah. Yang jelas, mereka senang berbagi dan tidak berharap dibayar!
Di BP, ada endorser-endorser. Mulai dari artis, ustadz, sampai motivator. Di antaranya Olla Ramlan, Andre Taulany, David Chalik, Shandy Aulia, dan Meyda Sefira.
Belum lagi kalau kita bicara margin BP yang lumayan. Insya Allah, BP menjadi pilihan yang sangat tepat untuk belajar, bertumbuh, dan mapan finansial.
Hari ini saya tengah melakukan pembinaan mitra-mitra BP di Jogja. Insya Allah pada 24 September saya akan melakukan pembinaan mitra-mitra BP di sekitar Jakarta.
Di Surabaya? Ada. Di Bandung? Juga ada.
Mohon doa tulus dari teman-teman, semoga BP ini bisa menjadi wasilah kesehatan dan kemakmuran bagi banyak orang. Aamiin. Saya pun mendoakan hal yang serupa buat teman-teman semua.
Kadang kita perlu jatuh, agar bisa lebih belajar, lebih tangguh, dan lebih tawadhu.
Selalu berhasil sering berujung pada kesombongan. Setelah itu? Yah jatuh.
Lebih baik jatuh karena kurang ilmu daripada jatuh karena kurang tawadhu.
Selalu berhasil sering berujung pada kesombongan. Setelah itu? Yah jatuh.
Lebih baik jatuh karena kurang ilmu daripada jatuh karena kurang tawadhu.
Mapan, siapa sih yang nggak mau?
Kalau mau, berarti kita mesti siap dengan tiga hal:
- rutin jualan
- hidup hemat
- beli aset
Insya Allah, pasti mapan.
Simple? Iya. Namun bukan berarti easy. Teramat jarang orang yang menguasai tiga hal tersebut. Misal, dia demen jualan tapi boros. Dia siap hidup hemat tapi anti jualan.
Pengen bokek selalu? Nah, langgarlah tiga hal tersebut. Dijamin bokek. Hehehe. Sepertinya Anda sudah tahu dan sudah mengalami. Hehehe.
Soal jualan, izinkan saya, Ippho Santosa, mengambil sebuah contoh sederhana. Saya mulai jualan sejak SMA. Semakin serius jualan, ketika kuliah. Mulai dari jualan baju, air, burger, dan entah apa lagi.
Jauh-jauh hari, guru saya pernah mengingatkan, "Jangan malu dan tabu dalam menjual. Ada barang bagus, kok didiamkan saja? Kasihtahu dong sama yang lain. Seluas-luasnya."
Karena saya gigih, alhamdulillah sebagian produk saya laku. Ya, laku. Sayangnya, sebagian tidak laku. Kenapa? Karena saya tidak terlalu paham ilmunya. Cuma mengandalkan kemauan saja.
Setelah kelak saya menjadi entrepreneur, barulah saya sadar, "Gigih itu harus. Sekali lagi, gigih itu harus. Tapi berilmu juga harus." Mau sampai kapan coba-coba terus tapi nggak laku-laku?
Dengan ilmu, kita dimampukan untuk menjual dengan lebih cepat dan lebih banyak. Misalnya, setelah belajar ilmu penjualan secara tatap muka (face to face), barulah kita tahu intonasi, bahasa tubuh, pakaian, timing, dan pertanyaan yang bersifat meng-closing.
Kabar baiknya, saya baru saja mempersiapkan e-book 'Menjual Lebih Cepat, Menjual Lebih Banyak'. Sampai di sini mungkin Anda tertarik untuk membacanya. Berikut adalah 5 poin utama dari e-book ini:
1. Ciri-ciri produk yang menguntungkan
2. Cara-cara menemukan prospek yang tepat
3. Tips dan teknik closing
4. Cara menjual lebih cepat
5. Cara menjual lebih banyak
Anda pun semakin tertarik untuk membaca, memiliki, dan menerapkannya. Itu wajar. Silakan WA (bukan SMS) ke 0813-9520-0092. Ya, WA dulu. Karena banyak peminatnya, mungkin Anda akan menerima reply WA yang rada slow. Sangat diharapkan kesabarannya.
Detak dan denyut sebuah bisnis ditentukan oleh penjualan. Tidak ada salahnya kalau kita mendalami sungguh-sungguh ilmu penjualan. Ingat, produk sebagus apapun, kalau tidak ada sentuhan penjualan, yah nggak akan ke mana-mana.
Mau sampai kapan coba-coba terus tapi nggak laku-laku?
Soal e-book, kalau serius, silakan WA ke 0813-9520-0092.
Kalau mau, berarti kita mesti siap dengan tiga hal:
- rutin jualan
- hidup hemat
- beli aset
Insya Allah, pasti mapan.
Simple? Iya. Namun bukan berarti easy. Teramat jarang orang yang menguasai tiga hal tersebut. Misal, dia demen jualan tapi boros. Dia siap hidup hemat tapi anti jualan.
Pengen bokek selalu? Nah, langgarlah tiga hal tersebut. Dijamin bokek. Hehehe. Sepertinya Anda sudah tahu dan sudah mengalami. Hehehe.
Soal jualan, izinkan saya, Ippho Santosa, mengambil sebuah contoh sederhana. Saya mulai jualan sejak SMA. Semakin serius jualan, ketika kuliah. Mulai dari jualan baju, air, burger, dan entah apa lagi.
Jauh-jauh hari, guru saya pernah mengingatkan, "Jangan malu dan tabu dalam menjual. Ada barang bagus, kok didiamkan saja? Kasihtahu dong sama yang lain. Seluas-luasnya."
Karena saya gigih, alhamdulillah sebagian produk saya laku. Ya, laku. Sayangnya, sebagian tidak laku. Kenapa? Karena saya tidak terlalu paham ilmunya. Cuma mengandalkan kemauan saja.
Setelah kelak saya menjadi entrepreneur, barulah saya sadar, "Gigih itu harus. Sekali lagi, gigih itu harus. Tapi berilmu juga harus." Mau sampai kapan coba-coba terus tapi nggak laku-laku?
Dengan ilmu, kita dimampukan untuk menjual dengan lebih cepat dan lebih banyak. Misalnya, setelah belajar ilmu penjualan secara tatap muka (face to face), barulah kita tahu intonasi, bahasa tubuh, pakaian, timing, dan pertanyaan yang bersifat meng-closing.
Kabar baiknya, saya baru saja mempersiapkan e-book 'Menjual Lebih Cepat, Menjual Lebih Banyak'. Sampai di sini mungkin Anda tertarik untuk membacanya. Berikut adalah 5 poin utama dari e-book ini:
1. Ciri-ciri produk yang menguntungkan
2. Cara-cara menemukan prospek yang tepat
3. Tips dan teknik closing
4. Cara menjual lebih cepat
5. Cara menjual lebih banyak
Anda pun semakin tertarik untuk membaca, memiliki, dan menerapkannya. Itu wajar. Silakan WA (bukan SMS) ke 0813-9520-0092. Ya, WA dulu. Karena banyak peminatnya, mungkin Anda akan menerima reply WA yang rada slow. Sangat diharapkan kesabarannya.
Detak dan denyut sebuah bisnis ditentukan oleh penjualan. Tidak ada salahnya kalau kita mendalami sungguh-sungguh ilmu penjualan. Ingat, produk sebagus apapun, kalau tidak ada sentuhan penjualan, yah nggak akan ke mana-mana.
Mau sampai kapan coba-coba terus tapi nggak laku-laku?
Soal e-book, kalau serius, silakan WA ke 0813-9520-0092.
Kalau anda WA nanya-nanya, sepertinya baru 2-3 jam baru dijawab.
Bukan apa-apa, ada ribuan yang WA. Ya begitulah, alhamdulillah.
Baiknya langsung transfer saja. Beli e-book-nya. Setelah itu, baru WA. Dan sabar. Insya Allah pasti dibalas.
Bukan apa-apa, ada ribuan yang WA. Ya begitulah, alhamdulillah.
Baiknya langsung transfer saja. Beli e-book-nya. Setelah itu, baru WA. Dan sabar. Insya Allah pasti dibalas.
Memang, kita di mana-mana dianjurkan untuk positive thinking. Tapi di waktu yang sama, saya juga menganjurkan proportional thinking.
Perlu contoh?
Anda lagi berjalan seorang diri di jalan yang gelap. Malam-malam. Beberapa menit kemudian, muncullah bayangan seorang laki-laki. Dia mendekat ke Anda. Bukan itu saja, dia menenteng sebuah clurit.
Terus Anda berlagak berpikir positif, "Ah, mungkin dia mau ke sawah. Makanya bawa clurit. Atau, dia lagi jualan clurit. Sisa satu, belum laku." Boleh seperti itu?
Begini. Yang saya anjurkan di sini adalah proportional thinking. Dan berhentilah berpikir positif. Maksudnya? Lari! Sekali lagi, lari!
Selama ini, motivator-motivator sering menyerukan positive thinking. Tapi pada prakteknya, sangat sulit. Bahkan sering berujung pada kekacauan. Kenapa? Karena tidak diimbangi dengan proportional thinking.
Seorang karyawan jelas-jelas mengambil uang kantor. Terus, Anda berlagak positive thinking. Ah, mungkin dia nggak sengaja. Ah, mungkin untuk keperluan kantor. Begitu? Saran saya, jangan begitu. Panggil dia. Kroscek. Kalau memang dia mencuri, yah hukum. Proporsional.
Siap?
Perlu contoh?
Anda lagi berjalan seorang diri di jalan yang gelap. Malam-malam. Beberapa menit kemudian, muncullah bayangan seorang laki-laki. Dia mendekat ke Anda. Bukan itu saja, dia menenteng sebuah clurit.
Terus Anda berlagak berpikir positif, "Ah, mungkin dia mau ke sawah. Makanya bawa clurit. Atau, dia lagi jualan clurit. Sisa satu, belum laku." Boleh seperti itu?
Begini. Yang saya anjurkan di sini adalah proportional thinking. Dan berhentilah berpikir positif. Maksudnya? Lari! Sekali lagi, lari!
Selama ini, motivator-motivator sering menyerukan positive thinking. Tapi pada prakteknya, sangat sulit. Bahkan sering berujung pada kekacauan. Kenapa? Karena tidak diimbangi dengan proportional thinking.
Seorang karyawan jelas-jelas mengambil uang kantor. Terus, Anda berlagak positive thinking. Ah, mungkin dia nggak sengaja. Ah, mungkin untuk keperluan kantor. Begitu? Saran saya, jangan begitu. Panggil dia. Kroscek. Kalau memang dia mencuri, yah hukum. Proporsional.
Siap?
Gimana cara meningkatkan omset? Banyak caranya. Dan hal ini sudah sering saya bahas di tulisan-tulisan sebelumnya. Kali ini kita perkaya dengan contoh-contoh.
Salah satunya, menambah varian produk. Sehingga bisa terjadi cross-sell dan upsell. Misal, Anda jualan daster. Tak ada salahnya juga menjual baju anak. Saat Anda jualan kosmetik, boleh juga jualan suplemen pelangsing.
Cara lain? Amati 3 pesaing terkuat (karena mereka sudah terbukti), lalu berikan pelayanan berbeda ketimbang mereka. Misal, pesaing tutup toko jam 5 sore. Anda, tutuplah jam 6 sore. Saat toko pesaing parkirnya sempit, Anda tawarkan parkir yang lebih lapang.
Terus? Ajak ngobrol pelanggan yang loyal. Biasanya jumlah mereka cuma 10-20% tapi bisa menghasilkan omset 80-90%. Masukan dari mereka sangatlah berharga. Mereka bukan pelanggan biasa. Dalam Hukum Pareto, mereka adalah prioritas dan penentu.
Terus? Beri hadiah pada pelanggan lama yang berhasil mengajak pelanggan baru. Hadiah tidak harus berbentuk uang. Bisa jadi souvenir atau voucher. Sehingga tetap hemat. Kalaupun terpaksa berupa uang atau diskon, boleh-boleh saja. Tapi harus diukur, mana yang lebih efektif.
Dan masih banyak lagi. Silakan praktek. Btw, sebelum praktek, pastikan produk Anda memang bagus. Sangat layak dijual. Jika tidak bagus, kiat-kiat di atas tidak berlaku sama sekali. Terutama untuk jangka panjang. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Salah satunya, menambah varian produk. Sehingga bisa terjadi cross-sell dan upsell. Misal, Anda jualan daster. Tak ada salahnya juga menjual baju anak. Saat Anda jualan kosmetik, boleh juga jualan suplemen pelangsing.
Cara lain? Amati 3 pesaing terkuat (karena mereka sudah terbukti), lalu berikan pelayanan berbeda ketimbang mereka. Misal, pesaing tutup toko jam 5 sore. Anda, tutuplah jam 6 sore. Saat toko pesaing parkirnya sempit, Anda tawarkan parkir yang lebih lapang.
Terus? Ajak ngobrol pelanggan yang loyal. Biasanya jumlah mereka cuma 10-20% tapi bisa menghasilkan omset 80-90%. Masukan dari mereka sangatlah berharga. Mereka bukan pelanggan biasa. Dalam Hukum Pareto, mereka adalah prioritas dan penentu.
Terus? Beri hadiah pada pelanggan lama yang berhasil mengajak pelanggan baru. Hadiah tidak harus berbentuk uang. Bisa jadi souvenir atau voucher. Sehingga tetap hemat. Kalaupun terpaksa berupa uang atau diskon, boleh-boleh saja. Tapi harus diukur, mana yang lebih efektif.
Dan masih banyak lagi. Silakan praktek. Btw, sebelum praktek, pastikan produk Anda memang bagus. Sangat layak dijual. Jika tidak bagus, kiat-kiat di atas tidak berlaku sama sekali. Terutama untuk jangka panjang. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Pernah minta tolong ke orang, terus ditolak?
Tak perlu kesal dan menyesal.
Begini, baiknya kita introspeksi. Kok dia nggak mau membantu? Selama ini, apa kekuranganku? Ketika meminta, gimana sikap dan caraku?
Mungkinkah aku tidak pernah menanam selama ini? Mungkinkah aku nggak pantas dan nggak bisa dipercaya untuk dibantu? Kenapa Tuhan-ku Yang Maha Pemurah tidak meng-gerakkan hati dia untuk membantu?
Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Introspeksi, itu jauh lebih baik.
Ada satu hal yang paling penting. Apa itu? Sudahkah kita memohon ke Allah dengan sungguh-sungguh sebelum kita minta tolong ke makhluk? Mari introspeksi.
Tak perlu kesal dan menyesal.
Begini, baiknya kita introspeksi. Kok dia nggak mau membantu? Selama ini, apa kekuranganku? Ketika meminta, gimana sikap dan caraku?
Mungkinkah aku tidak pernah menanam selama ini? Mungkinkah aku nggak pantas dan nggak bisa dipercaya untuk dibantu? Kenapa Tuhan-ku Yang Maha Pemurah tidak meng-gerakkan hati dia untuk membantu?
Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Introspeksi, itu jauh lebih baik.
Ada satu hal yang paling penting. Apa itu? Sudahkah kita memohon ke Allah dengan sungguh-sungguh sebelum kita minta tolong ke makhluk? Mari introspeksi.
Berharap ke makhluk sering berujung pada kekecewaan. Anehnya, kita sering mengulanginya...
Jarang-jarang saya mem-forward tulisan karya orang lain. Kali ini adalah pengecualian. Saya mendapatkan tulisan ini dari grup WA istri saya bersama teman-temannya, yang ditulis oleh Ustadz Fatih Karim. Karena penting sekali, silakan dibaca sampai selesai:
Ada 2 bagian tubuh kita yang kita tak sadar betapa bahayanya jika ia lepas, laksana anak panah yang menghujam... sangat berbahaya...
“Kemaluan dan mata,” demikian menurut Imam As-Suyuthi, “Dikancing Allah dengan sepasang anggota badan. Kemaluan dengan kaki, mata dengan kelopak.”
“Tapi khusus lisan, dikunci Allah dengan segel ganda. Sepasang bibir sekaligus sepasang deretan gigi di atas gusi. Sebab, betapa banyak manusia ditelungkupkan ke neraka oleh kata-katanya.”
"Betapa banyak ucapan yang kalian anggap biasa," ujar Sayyidina 'Abdullah ibn Mas'ud pada para tabi'in muridnya, "padahal dulu di masa Rasulullah saw kami menganggapnya sebagai pembinasa." Masya Allah!
Adalah Abu Dzar Al-Ghiffary pernah berkata kepada Sayyidina Bilal ibn Rabah ketika sedang jengkel padanya, "Hai anak budak hitam!"
Meski ini khilaf, tapi Sang Nabi menunjuk wajah Abu Dzar dengan marah dan bersabda, "Engkau... di dalam dirimu masih terdapat sifat jahiliah..."
Maka Abu Dzar merebahkan dirinya, menaburi wajahnya dengan debu pasir lalu berkata, "Wahai Bilal, kemarilah, injak kepalaku, injak wajahku... Agar menjadi penebus dosaku di sisi Allah padamu..."
Dan muadzin kesayangan Rasulullah saw itu tersenyum berkata, "Aku menjadikannya simpanan kebaikan di sisi Allah."
Maka adalah wajar jika Baginda bersabda, tanda iman pada hari kiamat adalah berkata yang BAIK atau DIAM. Karena tulisan ini begitu penting, silakan forward dan share kepada kerabat-kerabat kita.
Apa yang keluar dari lisan kita, mencerminkan isi kepala kita. Dan memang demikianlah adanya. Layaknya teko, ia tak akan mengeluarkan sesuatu selain isi kandungannya. Tak akan bisa mengelabui!
Maka bagaimana mungkin seorang muslim atau muslimah yang setiap hari hiasannya adalah taklim dan ayat-ayat Al-Quran, tapi memiliki perkataan begitu tajam menghujam... kepada asisten rumahnya, anak-anaknya atau bahkan juga kepada pasangannya... Ah prihatinnya!
Baiknya pikirkan dulu sebelum berkata, karena akan meninggalkan luka yang mungkin tak terlupakan. Andai kita atau keturunan kita diperlakukan yang sama, tentu kita pun tidak akan rela!
Akhirnya, penjarakan harimaumu!!!
Ada 2 bagian tubuh kita yang kita tak sadar betapa bahayanya jika ia lepas, laksana anak panah yang menghujam... sangat berbahaya...
“Kemaluan dan mata,” demikian menurut Imam As-Suyuthi, “Dikancing Allah dengan sepasang anggota badan. Kemaluan dengan kaki, mata dengan kelopak.”
“Tapi khusus lisan, dikunci Allah dengan segel ganda. Sepasang bibir sekaligus sepasang deretan gigi di atas gusi. Sebab, betapa banyak manusia ditelungkupkan ke neraka oleh kata-katanya.”
"Betapa banyak ucapan yang kalian anggap biasa," ujar Sayyidina 'Abdullah ibn Mas'ud pada para tabi'in muridnya, "padahal dulu di masa Rasulullah saw kami menganggapnya sebagai pembinasa." Masya Allah!
Adalah Abu Dzar Al-Ghiffary pernah berkata kepada Sayyidina Bilal ibn Rabah ketika sedang jengkel padanya, "Hai anak budak hitam!"
Meski ini khilaf, tapi Sang Nabi menunjuk wajah Abu Dzar dengan marah dan bersabda, "Engkau... di dalam dirimu masih terdapat sifat jahiliah..."
Maka Abu Dzar merebahkan dirinya, menaburi wajahnya dengan debu pasir lalu berkata, "Wahai Bilal, kemarilah, injak kepalaku, injak wajahku... Agar menjadi penebus dosaku di sisi Allah padamu..."
Dan muadzin kesayangan Rasulullah saw itu tersenyum berkata, "Aku menjadikannya simpanan kebaikan di sisi Allah."
Maka adalah wajar jika Baginda bersabda, tanda iman pada hari kiamat adalah berkata yang BAIK atau DIAM. Karena tulisan ini begitu penting, silakan forward dan share kepada kerabat-kerabat kita.
Apa yang keluar dari lisan kita, mencerminkan isi kepala kita. Dan memang demikianlah adanya. Layaknya teko, ia tak akan mengeluarkan sesuatu selain isi kandungannya. Tak akan bisa mengelabui!
Maka bagaimana mungkin seorang muslim atau muslimah yang setiap hari hiasannya adalah taklim dan ayat-ayat Al-Quran, tapi memiliki perkataan begitu tajam menghujam... kepada asisten rumahnya, anak-anaknya atau bahkan juga kepada pasangannya... Ah prihatinnya!
Baiknya pikirkan dulu sebelum berkata, karena akan meninggalkan luka yang mungkin tak terlupakan. Andai kita atau keturunan kita diperlakukan yang sama, tentu kita pun tidak akan rela!
Akhirnya, penjarakan harimaumu!!!