Ippho Santosa - ipphoright
26.1K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Rajin sedekah, rajin puasa, rajin sholat, eh ternyata istrinya meninggal dunia. Di usia muda pula. Lalu anaknya menyusul, meninggal juga. Apakah Tuhan itu kejam? Nggak gitu... Lihatlah Nabi Muhammad. Bukankah ketika kecil beliau sengaja diyatimkan dan dipiatukan oleh Allah? Ini untuk menempa sang nabi. Juga demi tujuan-tujuan besar lainnya... Saat hal-hal (sepertinya) negatif yang terjadi, cobalah untuk tetap berpikir positif. Pasti ada hikmah. Kadang perlu waktu dan iman untuk memahami suatu hikmah...
Anda tahu KitKat?
Lollipop? Marshmallow?

Snack semua!

Fyi, Google pernah merilis Android dengan embel-embel nama KitKat, Lollipop, dan Marshmallow. Dan rencananya Google akan memperkenalkan Android Oreo atau Android Orellete. Hehehe, ada-ada saja.

Ini disebut-sebut sebagai sistem operasi terbaru mereka, Android 8.0. Selain pertimbangan bisnis, di sini mereka berusaha mengindentikkan Android sama asyiknya seperti ngemil. Juga menunjukkan bahwa Android itu mudah dan 'renyah'.

Google sering dijuluki Mbah Google, mungkin lebih populer daripada julukan mbah kakung dan mbah putri. Hehehe. Serunya, saat ini generasi muda Indonesia dalam rentang usia 20-29 tahun memiliki angka penetrasi internet hingga lebih dari 80 persen!

Ngomong-ngomong, berapa lama waktu yang dihabiskan oleh orang Indonesia untuk mengakses internet setiap harinya? Berdasar data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sebagian besar responden mengakses internet lebih dari enam jam setiap harinya!

Tepatnya, sekitar 55,39 persen dari total responden yang mengakses internet lebih dari enam jam setiap harinya. Sementara responden lain lebih bervariasi, mulai dari 2 sampai 6 jam sehari. Ini benar-benar luar biasa!

Artinya, bisnis kita HARUS mudah ditemukan di Google dan social media. Sudah saatnya kita mengalihkan dana promosi kita. Dari spanduk, flyer, dan iklan koran, ke Google dan social media. Itulah yang seharusnya.

Kabar baik berikutnya, kita semua lebih mudah untuk memulai dan membesarkan bisnis. Tak harus pede dan jago bicara untuk menjual. Biarkan saja Google dan social media yang berbicara.

Karena itulah saya selalu mendesak teman-teman untuk lebih melek internet marketing. Jangan sampai, pasar sepotensial itu diabaikan begitu saja. Atau jadi konsumen saja. Ini kan sayang.

Mestinya? Jadilah pemain. Jadilah pelaku. Dalam artian, turut aktif berbisnis melalui internet marketing. Sekali lagi, ini pasar yang sangat potensial. Sekaligus pasar yang sangat mudah kita masuki lalu kita tekuni. Semudah Anda menggunakan smartphone.

Be ready!

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Apa smartphone pilihan Anda? Ternyata Samsung, Oppo, dan Asus masih mendominasi pasar smartphone Indonesia.

Diprediksi pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Dengan jumlah sepotensial itu, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika.

Masih ada kabar baik lainnya.

"Tingkat penetrasi internet di Indonesia mencapai 40 persen. Diperkirakan pada tahun 2020 penetrasi ini akan meningkat lebih pesat," ujar Tony Lin. Bahkan menurut survei APJII, penetrasi internet di Indonesia mencapai 46 persen.

Serunya lagi, tercatat 97,4 persen orang Indonesia mengakses akun-akun media sosial saat mengunakan internet. Itu artinya, sangat mudah bagi kita untuk promosi atau setidaknya menawarkan sesuatu via internet, terutama media sosial.

Ironisnya, sebagian besar UKM kita kurang melek internet. Padahal internet adalah now market dan next market. Saat ini, sangat besar. Ke depannya, jauh lebih besar. Terus, sampai kapan kita cuma diam jadi penonton? Jadilah pemain. Jadilah pelaku.

Dengan internet, kita tidak perlu lagi menyewa ruko atau buka stand. Tidak perlu lagi memasang spanduk, flyer, dan iklan koran. Hemat tho? Sangat hemat. Cukuplah kita mengoptimasi Facebook, Instagram, dan Blogspot, sehingga otomatis bisnis kita muncul di mana-mana ketika konsumen mencari.

Sekali lagi, jadilah pemain, jadilah pelaku. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Pesan penting nih:
- Saat kita idealis, bersiaplah disalahpahami.
- Saat kita bervisi besar, bersiaplah disebut gila.
- Saat kita mengatasi masalah rumit, bersiaplah disalah-salahkan.
- Saat kita punya inisiatif, bersiaplah dikritik.
- Namun demikian, tetaplah mempersembahkan hasil yang hebat (great works).

Pesan siapa ini? Pesan dari Mark Zuckerberg, pendiri Facebook. Sejak dulu sampai sekarang, Mark Zuckerberg sudah terbiasa dengan masa-masa sulit dan kritikan. Berbekal semangat, karya-karyalah yang menjadi tumpuan perhatiannya. Baginya, mengeluh adalah pantang. Dan mundur adalah terlarang.

Bagaimana dengan kita?
Takut mulai usaha?
Takut merantau?
Takut melamar?

Pernah?

"Jika ingin menaklukkan rasa takut, janganlah berdiam diri di rumah dan menghabiskan waktu untuk berpikir. Keluarlah dan sibukkan diri Anda," ungkap Dale Carnegie.

Menurut penelitian, respon terhadap rasa takut terbagi menjadi dua. Pertama, reaksi biokimia. Kedua, reaksi emosional.

Reaksi biokimia dialami semua orang, tanpa terkecuali. Saat menghadapi bahaya, tubuh manusia menimbulkan reaksi tertentu seperti keringat keluar lebih deras atau jantung berdetak lebih kencang.

Jadi, rasa takut dengan segala reaksinya adalah sesuatu yang wajar. Sangat wajar. Namun, jangan sampai ini menghalangi kita dalam berbuat. Tetaplah berbuat selagi itu legal dan halal.

Terlalu banyak berpikir seringkali membuat kita gagal memulai. Catat ya, gagal memulai, bukan sekadar lambat memulai. Maka dari itu, tetaplah berbuat selagi itu legal dan halal. Siap?
Bukan kalah. Bukan gagal. Melainkan belajar (learn).
Orang terkaya di dunia, apa saja kebiasaannya?

Meski sudah menjadi orang terkaya, Bill Gates masih punya segudang kegiatan. Ia memulai harinya dengan bangun tidur di rumah mewahnya di kawasan Medina, Washington.

Kebiasaan-kebiasaan Bill Gates berikut ini saya kutip dari Liputan 6. Setelah bangun, ia tak lupa untuk berolahraga. Ia senang lari di atas treadmill sambil menonton DVD. Di sela-sela waktu, ia juga bermain tenis.

Sarapan favorit pendiri Microsoft ini adalah sereal coklat. Meski demikian, Bill Gates pernah melewatkan sarapan di beberapa kesempatan.

Seluruh kegiatan Bill Gates dijadwalkan dalam interval waktu lima menit. Di siang hari, Bill ternyata memiliki satu menu favorit, yaitu cheeseburger.

Rutinitas yang padat membuat Bill Gates sering menulis semua detail urusannya dalam buku catatan. Ayah tiga anak ini punya segudang koleksi buku di rumahnya. Ya, ia gemar membaca.

Bila tidak sibuk, Bill Gates memilih menghabiskan waktu bersama tiga anaknya. Beberapa tempat unik pun menjadi destinasi liburan Bill Gates bersama keluarga. Salah satunya, berlibur ke pembangkit listrik.

Anehnya, kegiatan favorit Bill Gates di pengujung hari adalah mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Ia mengaku senang mencuci piring setiap malam. Kegiatan mencuci ini bahkan menjadi rutinitasnya setiap hari.

Saat waktu tidur tiba, pengusaha dermawan ini selalu menyempatkan tidur tepat waktu meski memiliki segudang agenda. Ia mengatakan, waktu tidur terbaik adalah tujuh jam lamanya.

Kesibukan demi kesibukan ternyata tidak menghalangi dia untuk tidur awal, bangun awal, berolahraga, membaca, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, dan berlibur bersama keluarga.

Mari kita pelajari yang baik-baik dari Bill Gates.
Mau meningkatkan penghasilan? Mau mencetak Rp 100 juta pertama? Menjual dengan internet marketing? Mau magang di kantor saya?
.
Alhamdulillah, angkatan-angkatan sebelumnya, langsung FULL begitu diumumkan sekali atau dua kali. Insya Allah kita akan buka magang angkatan ke 10 (batch 10).
.
Ya, saya akan membuka kelas magang dan training 'Internet Marketing' di kantor saya, selama 7 hari. Dan ini angkatan ke 10 (batch 10).
.
Di kelas ini insya Allah saya terjun langsung, membimbing peserta selama 7 hari, bersama tim. Lebih intens. Lebih detail. Dibatasi hanya 20-an peserta. 100% beda dengan training biasa.
.
Apa saja materinya?
- Meriset produk-produk yang laris
- SEO (agar masuk halaman 1 Google)
- Facebook Ads
- Facebook Marketing
- Instagram Marketing (New)
.
Mengapa Internet Marketing?
- Bisa Dipelajari Siapapun
- Tertarget dan Tersegmen
- Sangat Terukur
- Sangat Murah
- Sangat Mudah
- Bertahan Lama
.
Berapa lama belajarnya?
- total 7 hari berbentuk magang dan training
.
Kapan?
- akhir Sept 2017
- jam 8.00 - 18.00 WIB
.
Di mana?
Di kantor saya, BSD
(dekat Jakarta)
.
Siapa saja yang perlu ikut?
- Pengusaha yang ingin membesarkan usahanya secara online.
- Pengusaha online yang ingin bisnis dan web-nya teroptimasi.
- Karyawan yang ingin belajar memulai bisnis secara online.
- Ibu rumah tangga yang menginginkan income sampingan.
- Mahasiswa, lulusan SMU, atau SMK.
.
Syarat-syaratnya?
- Usia 15 - 40 tahun
- Punya laptop sendiri
- Bawa modem sendiri
- Bisa bikin email dan akun FB
.
Berapa biayanya?
Hanya Rp 8 juta. Dan diskon 50% lebih alias cuma Rp 3,9 juta untuk mereka yang mendaftar hari ini sampai 31 Agustus (harga promo). Biaya tersebut sudah termasuk makan siang.
.
Adakah bonusnya?
Ada. Bagi teman-teman yang lunas besok (Jumat) sampai Senin, akan mendapat coaching khusus (secara berkelompok) bersama saya, Ippho Santosa. Aslinya, biaya untuk coaching ini jutaan rupiah juga. Sekarang bisa Anda dapatkan FREE!
.
Soal biaya insya Allah worth it. Bandingkan saja dengan training sejenis yang biayanya 2X sampai 5x lebih tinggi. Dan kalau kita mendatangi mentor satu per satu, biayanya malah lebih besar.
.
Biaya ini terasa semakin kecil, sekiranya dihitung dampak finansialnya kelak terhadap bisnis Anda dan nasib Anda. Lagi pula, mentornya 100% praktisi. Teruji.
.
Pesertanya insya Allah dijamin 100% bisa menghasilkan uang secara online, walaupun sebelumnya tidak punya pengalaman. Jika tidak bisa menghasilkan, investasinya dikembalikan. Ya, dikembalikan.
.
Minat? Serius?
-       Transfer BNI Syariah 7777-0909-00 a.n. Ippho D. Santosa
-       Atau BCA 4977-234-777 an Ippho D Santosa. Yang serius, silakan transfer (amankan seat Anda).
-       Setelah transfer, 0812-8777-7100 dan 0815-4333-3600 (SMS atau WA, bukan telp)
.
Ayo sisihkan waktu dan uang untuk belajar. Itu akan mengundang percepatan. Coba-coba sendiri jadinya malah lebih lamaaa dan lebih mahaaal.
.
Lihatlah pengusaha dan motivator zaman sekarang. Muda-muda, sudah sukses. Kok bisa? Karena mereka mau menyisihkan waktu dan uang untuk belajar. Sekarang giliran kita!
.
Seminggu magang dan training, insya Allah akan menjadi hari-hari yang menentukan atas nasib juga masa depan Anda. Rp 100 juta pertama, insya Allah bukan hal muluk-muluk. Buktikan saja.
7 hari belajar bareng saya dan tim. Mau?
Hidup adalah pilihan. Maka pilihlah untuk bahagia. Tak perlu tunggu berpunya. Tak perlu ini-itu dan segalanya.
Idealnya, kita menyedekahkan yang TERBAIK. Tapi, sekiranya belum bisa, hendaknya kita menyedekahkan yang baik-baik.

Orang yang suka menunda-nunda sedekah, berarti dia kurang yakin dengan balasan sedekah. Ya, kurang yakin.

Soal ini, jauh-jauh hari guru saya telah berpesan:

-       Kalau sudah dari hati, kita tak akan berkata “Nanti, nanti.”

-       Kalau niat telah lurus, tentulah kita akan berjalan terus.

-       Kalau hati sudah tulus, kita tak akan memikirkan fulus.

-       Kalau hati sudah ikhlas, kita tak akan memikirkan kas.

-       Kalau hati sudah lillah, kita tak akan mengeluh lelah.

Mari biasakan diri kita dan keluarga kita untuk bersedekah. Insya Allah pasti berbalas, dunia dan akhirat. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Berikut ini adalah event (seminar) bersama Ippho Santosa:

- Jogja, 0813-9520-0092

- Pekanbaru, 0852-7473-8158

- Korea, +82-1049-5324-40

- Sukabumi, 0852-1678-9740

Silakan SMS panitia setempat untuk lebih jelasnya.
Saya berkali-kali merantau.

Ke Batam. Ke Malaysia. Ke Batam (lagi). Ke Jakarta.

Sudah sejak lama, saya sering bolak-balik ke Jakarta. Tapi, saya benar-benar hijrah ke Jakarta pada tahun 2011.

Berarti, sudah sekitar 6 tahun saya merantau ke Jakarta. Alhamdulillah, banyak perubahan yang saya dan keluarga rasakan. Saya pun teringat pesan Imam Syafii.

Menyikapi merantau, Imam Syafii pernah menuliskan seuntai perumpamaan yang indah, “Air akan bening dan layak minum, jika ia mengalir. Singa akan beroleh mangsa, jika ia meninggalkan sarangnya. Anak panah akan beroleh sasaran, jika ia meninggalkan busurnya. Nah, manusia akan beroleh derajat mulia, jika ia meninggalkan tempat aslinya dan mendapatkan tempat barunya. Bagaikan emas yang terangkat dari tempat asalnya.”

Merantau itu memperbaiki rezeki.

Dan ingatlah, rezeki itu perlu dijemput.
- Kadang rezeki orang di negeri kita.
- Kadang rezeki kita di negeri orang.

Jangan takut merantau. Sekali lagi, jangan takut. Terutama buat laki-laki. Ketika semua serba mentok, bukan mustahil merantau adalah jawabannya.

Siap?
Weekend kemarin, Anda ngapain aja?

Saat Anda membaca tulisan berikut ini, saya ingin Anda turut merasakan kegembiraan saya. Percayalah, vibrasi gembira itu akan sampai dan terasa oleh Anda. Ini akan memudahkan Anda untuk mencapai hal yang sama. Siap mencoba?

Weekend kemarin saya sibuk sekali. Selama dua hari saya dan tim membina distributor-distributor pilihan yang datang dari berbagai penjuru Indonesia. Kali ini mereka semua ngumpul di Jakarta.

Mereka senang bertemu saya. Yang sebenarnya, sayalah yang lebih senang. Melihat orang-orang bertumbuh, baik dari segi amal maupun dari segi finansial, itu sangat menyenangkan.

Sebelumnya jauh-jauh hari saya pernah berpesan ke mereka, "Kalau nasib gitu-gitu aja, mungkin karena ilmu dan action-nya gitu-gitu aja. Coba diubah dan ditambah." Mereka pun menuruti pesan itu.

Jujur saja, mereka baru berjuang sekitar 6-7 bulan. Hampir setiap hari, ada bimbingan dari saya. Berkala, ada training dari saya dan tim (dari pusat). Mereka pun sungguh-sungguh menerapkan. Ya, sungguh-sungguh.

Calon konsumen menolak, bagi mereka, itu biasa. Calon mitra menolak, itu juga biasa. Saya marahi, itu pun biasa. Hehehe. Mereka jalan terus. Bergerak. Berproses. Berjuang. Kenapa begitu?

Karena mereka yakin, ini produk bagus. Margin oke, manfaat oke, bimbingan juga oke. Hanya dalam setengah tahun, alhamdulillah mereka meraih sesuatu. Income bertambah, ilmu bertambah, manfaat bertambah. Bahkan mereka turut mencetak hadirnya pengusaha-pengusaha baru.

Di British Propolis, itulah yang mereka raih. Saya tidak tahu apa saja yang akan mereka raih dalam 2 tahun ke depan. Sepertinya bakal lebih dahsyat lagi. Serius! Toh selama ini di British Propolis mereka sudah biasa mencetak uang belasan juta sampai puluhan juta per bulan.

Tolong doakan mereka, semoga segera menjadi miliarder yang soleh, bermanfaat luas bagi keluarga dan sesama. Aamiin. Kita doakan juga member-member di sini, semoga berhasil dengan bisnis dan kariernya masing-masing. Aamiin.

Dalam bisnis ini, yang dikejar bukan saja nilai-nilai finansial. Tapi juga nilai-nilai moral dan spiritual. Inilah yang membuat saya bangga sama mereka. Ketika menawarkan produk, niat mereka adalah memberikan solusi. Ini kan membanggakan sekali.

Ya, lingkungan dan pergaulan mempengaruhi nilai-nilai kita juga pencapaian kita. Maka, pilih pergaulan yang baik-baik. Dengan begitu, mudah-mudahan karakter kita turut membaik. Itu salah satu pesan saya saat dinner dengan distributor-distributor pilihan ini.

Terlepas dari itu, saat ini alhamdulillah ada dua dokter di kemitraan British Propolis. Yang satu, dari Padang. Satunya lagi, dari Tangerang. Ada pula presenter Net TV. Kalau ibu-ibu? Wah, banyak! Hehehe.

Pesan saya, "Jangan engkau remehkan ibu-ibu atau emak-emak. Mungkin dia nggak gaul, mungkin dia nggak ngerti teknologi, mungkin dia nggak pernah kuliah bisnis. Tapi kalau mereka sudah terjun di bisnis, apa-apa yang dipegang jadi laris-manis."

Emak-emak dan mbak-mbak zaman sekarang beda. Ya, beda. Mereka demen jualan. Hehehe. Alhamdulillah, ada teknologi dan komunitas yang membantu bisnis mereka. Sehingga nggak perlu sering-sering keluar rumah, tapi tetap jualan. Betul apa betul? 😊
 
Demikianlah kesibukan saya weekend kemarin. Dan saya berharap Anda ikut merasakan kegembiraan saya melalui tulisan ini. Pada akhirnya, apapun kesibukan teman-teman semua, saya turut mendoakan, "Semoga berkah berlimpah."
Anda aktif di Instagram atau Facebook?
Instagram =
netizen paling prospek

Facebook =
netizen paling banyak

Kedua-duanya perlu ditekuni.
Kalau Anda serius berbisnis, saya menyarankan Anda untuk mengoptimasi akun Instagram dan Facebook Anda. Ya, IG dan FB. Tak cukup sekadar punya akun. Tapi mesti teroptimasi.

"Instagram mencatat bahwa masyarakat Indonesia membuat Stories dua kali lipat lebih banyak dari jumlah Stories rata-rata secara global," ungkap Instagram Head of Global Creative Development, Charles Porch.

"Dengan total 45 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia, negara ini secara otomatis menduduki posisi pertama komunitas terbesar Instagram di kawasan Asia Pasifik," ujar dia. Ini pasar yang luar biasa. Apalagi pengguna IG cenderung orang-orang yang berdaya beli.

Menurut Justin Antony, Strategic Partner Development, Emerging Talent, Instagram, "Video merupakan fitur yang terbaik untuk menghasilkan konten. Dalam hal ini karena audiens lebih tertarik yang berbau video, tentunya dengan pengambilan gambar yang menarik. Usahakan rutin dan interaktif."

Bagaimana dengan Facebook? Country Director Facebook Indonesia, Sri Widowati, mengatakan saat ini ada dua miliar pengguna aktif. Dari jumlah tersebut, Indonesia menyumbang lebih dari 100 juta pengguna.

Facebook mencatat pengguna aktif di Tanah Air terus mengalami pertumbuhan. Dalam setahun terakhir peningkatannya mencapai 40%. Ya, 40%. Sungguh, ini pasar yang luar biasa. Sayang kalau kita cuma jadi penonton.

Jumlah pengguna Facebook pada Maret 2016 hanya 82 juta pengguna per bulannya, sekarang 115 juta pengguna per bulannya. Ke depan, akan terus membesar. Nah, pasar sepotensial ini harus digarap. Jadilah pemain, bukan sekadar penonton.

Sekali lagi, kalau Anda serius berbisnis, optimasilah akun Instagram dan Facebook Anda. Pelajari secara detail ilmu internet marketing. Rugi sekali bila kita tidak peduli dengan ilmu internet marketing. Benar-benar rugi.

Apa pendapat Anda?
Seberapa serius Anda berbisnis?