Terbiasa bangun awal?
Terbiasa tidur awal?
Olahraga rutin?
Suplemen rutin?
Menulis setiap pagi?
Membaca setiap malam?
Beratkah? Susahkah?
Yang susah itu MEMULAI. Lebih susah lagi kalau MEMBIASAKAN. Tapi kalau sudah dimulai dan dibiasakan, akan sulit untuk dihentikan. Ya, sangat sulit.
Oleh karena itu, mari kita mulai dan biasakan rutinitas yang baik-baik. Karena ini akan membentuk karakter dan masa depan kita.
Saran saya, coba saja program 21 hari. Maksudnya? Yah, paksa saja sampai 21 hari. Setelah itu, kita akan bisa dan terbiasa. Istilah saya, paksa-bisa-terbiasa. Termasuk soal bangun awal. Susah? Mungkin.
ISTI-qomah memang susah, kalau mudah namanya ISTI-rahat 😁😁😁
Yang setuju, bantu share ya. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Terbiasa tidur awal?
Olahraga rutin?
Suplemen rutin?
Menulis setiap pagi?
Membaca setiap malam?
Beratkah? Susahkah?
Yang susah itu MEMULAI. Lebih susah lagi kalau MEMBIASAKAN. Tapi kalau sudah dimulai dan dibiasakan, akan sulit untuk dihentikan. Ya, sangat sulit.
Oleh karena itu, mari kita mulai dan biasakan rutinitas yang baik-baik. Karena ini akan membentuk karakter dan masa depan kita.
Saran saya, coba saja program 21 hari. Maksudnya? Yah, paksa saja sampai 21 hari. Setelah itu, kita akan bisa dan terbiasa. Istilah saya, paksa-bisa-terbiasa. Termasuk soal bangun awal. Susah? Mungkin.
ISTI-qomah memang susah, kalau mudah namanya ISTI-rahat 😁😁😁
Yang setuju, bantu share ya. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Kerugian bisnismu bukanlah hal yang besar. Jadi, jangan dibesar-besarkan. Nanti keberuntungan dan rezekimu malah mengecil.
Orang muda mesti berani mencoba. Selagi muda, fokuslah pada ilmu, bukan pada uang. Syukur-syukur kalau dapat pembimbing atau atasan yang hebat. Ini akan menekan risiko gagal.
Jack Ma dari Tiongkok pernah berpetuah, "Pikirkan which boss, BUKAN which company." Dengan adanya pembimbing yang tepat (atasan yang tepat) Anda bisa belajar dan mengurangi risiko.
Di kesempatan berbeda, Bill Gates dari Amerika pernah berwasiat pada orang-orang muda, tepatnya sarjana-sarjana. Menurutnya, fokuslah pada pengembangan diri (personal growth). Carilah lingkungan atau perusahaan yang menantangmu, mendorongmu, dan membimbingmu.
Richard Branson dari Inggris pun melanjutkan, pilihlah bidang yang engkau sukai (personal excitement). Dan jangan pernah takut mencoba. Engkau belajar berjalan dengan coba-coba dan jatuh-bangun, BUKAN dengan patuh pada aturan.
Ya, semangat berani mencoba mesti diimbangi dengan semangat giat belajar. Kalau sekadar berani tanpa ilmu, bisa konyol jadinya. Hendaknya berimbang, tidak timpang. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Jack Ma dari Tiongkok pernah berpetuah, "Pikirkan which boss, BUKAN which company." Dengan adanya pembimbing yang tepat (atasan yang tepat) Anda bisa belajar dan mengurangi risiko.
Di kesempatan berbeda, Bill Gates dari Amerika pernah berwasiat pada orang-orang muda, tepatnya sarjana-sarjana. Menurutnya, fokuslah pada pengembangan diri (personal growth). Carilah lingkungan atau perusahaan yang menantangmu, mendorongmu, dan membimbingmu.
Richard Branson dari Inggris pun melanjutkan, pilihlah bidang yang engkau sukai (personal excitement). Dan jangan pernah takut mencoba. Engkau belajar berjalan dengan coba-coba dan jatuh-bangun, BUKAN dengan patuh pada aturan.
Ya, semangat berani mencoba mesti diimbangi dengan semangat giat belajar. Kalau sekadar berani tanpa ilmu, bisa konyol jadinya. Hendaknya berimbang, tidak timpang. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
UANG bisa membeli kebahagiaan jika Anda habiskan dengan cara yang benar. Salah satunya dengan berbagi. Demikianlah pesan profesor psikologi dari University of British Columbia, Elizabeth Dunn, setelah melalui penelitian yang mendalam.
Menariknya, penelitian sebelumnya juga mengungkapkan bahwa menghabiskan uang untuk membantu orang lain bisa membuat hati lebih bahagia ketimbang membeli barang-barang.
Membahagiakan orang lain bukan sekedar ucapan. Yah boleh-boleh saja, tapi bukan itu yang utama. Bagaimana kita menceriakan dan membahagiakan mereka setiap kali ada kesempatan, itu jauh lebih utama.
Yuk praktek! Semoga berkah berlimpah!
Menariknya, penelitian sebelumnya juga mengungkapkan bahwa menghabiskan uang untuk membantu orang lain bisa membuat hati lebih bahagia ketimbang membeli barang-barang.
Membahagiakan orang lain bukan sekedar ucapan. Yah boleh-boleh saja, tapi bukan itu yang utama. Bagaimana kita menceriakan dan membahagiakan mereka setiap kali ada kesempatan, itu jauh lebih utama.
Yuk praktek! Semoga berkah berlimpah!
Setelah Jumatan (waktu Jakarta), saya akan berbagi keceriaan dan kebahagiaan buat teman-teman semua.
Kita bisa nobar alias nonton bareng. Tertarik?
Detailnya insya Allah akan saya kabarkan di Instagram saya @ipphoright
Kita bisa nobar alias nonton bareng. Tertarik?
Detailnya insya Allah akan saya kabarkan di Instagram saya @ipphoright
Yuk nobar bareng saya. Film keluarga, Selasa, 15 Agust, sore. Sekalian, saya hadiahi buku-buku saya. Plus tanda tangan saya. Mau?
Yang minat, cek IG saya @ipphoright
Yang minat, cek IG saya @ipphoright
Buka bisnis itu gampang. Menjalaninya yang sulit. Butuh ilmu dan perjuangan untuk benar-benar sukses. Berbagai penelitian menurut Forbes dan para ahli menunjukkan bahwa statistik kegagalan pengusaha pemula sekitar 50% sampai 90%.
Angka ini membesar jika coba-coba sendiri (trial and error). Saya ulangi, jika coba-coba sendiri. Beda ceritanya kalau di-dampingi mentor. Risiko gagal sih tetap ada, tapi mengecil dan terus mengecil.
Kenapa harus ada mentor? Begini, melalui mentor, kita akan belajar ilmu teknis dan detail. Semakin teruji ilmunya, semakin besar kesempatan kita untuk sukses. Dengan kata lain, kita seperti memiliki penerang. Semacam cahaya. Eta terangkanlah, hehehe.
Kita pun melek tentang cara-cara tercepat untuk mencapai sesuatu. Jadi, langkah kita seperti dimudahkan. Tentu, ini harus dibarengi action yang cepat dan kendaraan yang tepat. Bisnis, inilah yang dimaksud dengan kendaraan. Mesti komplit, baru bisa sukses.
Ramuan suksesnya seperti ini:
Bimbingan x Tindakan x Kendaraan (yang tepat).
Coba perhatikan baik-baik. Apakah kita sudah memiliki semuanya? Bimbingan, Tindakan, dan Kendaraan. Think.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Angka ini membesar jika coba-coba sendiri (trial and error). Saya ulangi, jika coba-coba sendiri. Beda ceritanya kalau di-dampingi mentor. Risiko gagal sih tetap ada, tapi mengecil dan terus mengecil.
Kenapa harus ada mentor? Begini, melalui mentor, kita akan belajar ilmu teknis dan detail. Semakin teruji ilmunya, semakin besar kesempatan kita untuk sukses. Dengan kata lain, kita seperti memiliki penerang. Semacam cahaya. Eta terangkanlah, hehehe.
Kita pun melek tentang cara-cara tercepat untuk mencapai sesuatu. Jadi, langkah kita seperti dimudahkan. Tentu, ini harus dibarengi action yang cepat dan kendaraan yang tepat. Bisnis, inilah yang dimaksud dengan kendaraan. Mesti komplit, baru bisa sukses.
Ramuan suksesnya seperti ini:
Bimbingan x Tindakan x Kendaraan (yang tepat).
Coba perhatikan baik-baik. Apakah kita sudah memiliki semuanya? Bimbingan, Tindakan, dan Kendaraan. Think.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Ditolak? Solusinya mungkin begini.
Bicaralah dengan teman yang bisa dipercaya. Atau mentor Anda. Jangan curhat di socmed.
Terimalah penolakan dengan cepat. Sadari itu. Setelah itu, sibukkan diri Anda dengan prospek yang lain.
Jangan menganggap penolakan ditujukan pada diri Anda. Melainkan soal teknis saja. Mungkin cara Anda yang belum tepat.
Pandanglah penolakan dengan cara berbeda. Ini kesempatan untuk memperbaiki cara dan penampilan.
Jangan biarkan penolakan mengendalikan mood Anda dan masa depan Anda.
Minta alasan-alasan yang spesifik dari orang yang menolak Anda. Ini menjadi input bagi Anda agar lebih baik ke depannya.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Bicaralah dengan teman yang bisa dipercaya. Atau mentor Anda. Jangan curhat di socmed.
Terimalah penolakan dengan cepat. Sadari itu. Setelah itu, sibukkan diri Anda dengan prospek yang lain.
Jangan menganggap penolakan ditujukan pada diri Anda. Melainkan soal teknis saja. Mungkin cara Anda yang belum tepat.
Pandanglah penolakan dengan cara berbeda. Ini kesempatan untuk memperbaiki cara dan penampilan.
Jangan biarkan penolakan mengendalikan mood Anda dan masa depan Anda.
Minta alasan-alasan yang spesifik dari orang yang menolak Anda. Ini menjadi input bagi Anda agar lebih baik ke depannya.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Kami akan membagikan e-book untuk meningkatkan income. Ya, meningkatkan income. Mau?
Kami ingin manfaat e-book ini tersebar luas. Bukan dinikmati oleh segelintir orang saja.
Karena itu, ajaklah teman-teman kita bergabung ke channel ini. Sehingga Anda dan mereka bisa memetik manfaatnya.
Kami akan membagikan e-book tersebut jika member di sini sudah mencapai 50.000 orang. Semakin segera tercapai, semakin segera e-book tersebut kami bagikan.
Sekali lagi, mari ajak teman-teman kita bergabung ke channel ini. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Kami ingin manfaat e-book ini tersebar luas. Bukan dinikmati oleh segelintir orang saja.
Karena itu, ajaklah teman-teman kita bergabung ke channel ini. Sehingga Anda dan mereka bisa memetik manfaatnya.
Kami akan membagikan e-book tersebut jika member di sini sudah mencapai 50.000 orang. Semakin segera tercapai, semakin segera e-book tersebut kami bagikan.
Sekali lagi, mari ajak teman-teman kita bergabung ke channel ini. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Betapa sering hati kita sesak hanya karena orang lain menyakiti hati kita atau berutang pada kita. Anda pernah mengalami?
Padahal, kalau hati lapang, rezeki juga turut lapang. Maka, miliki hati yang memaafkan.
Orang yang berutang pada kita, orang yang menahan hak kita, jangan dipikirkan berlarut-larut. Ini hanya membuat hati kita sesak.
Terus, baiknya? Ingatkan dia. Tagih tiga kali. Kalau tidak berhasil juga? Mulailah melupakan dan memaafkan.
"Ah, nggak semudah itu!"
Mungkin itu jawaban Anda. Memang nggak mudah. Siapa bilang mudah? Tapi, percayalah, ini dahsyat dampaknya. Keajaiban demi keajaiban menanti di ujung sana. Coba saja.
Cara pikir saya begini. Kalau memang hak kita, pasti akan kembali ke kita. Gimanapun caranya. Kalau nggak nyampe-nyampe ke kita, mungkin itu memang bukan hak kita. Think!
Memutihkan utang, itu lebih utama daripada bersedekah.
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah!
Padahal, kalau hati lapang, rezeki juga turut lapang. Maka, miliki hati yang memaafkan.
Orang yang berutang pada kita, orang yang menahan hak kita, jangan dipikirkan berlarut-larut. Ini hanya membuat hati kita sesak.
Terus, baiknya? Ingatkan dia. Tagih tiga kali. Kalau tidak berhasil juga? Mulailah melupakan dan memaafkan.
"Ah, nggak semudah itu!"
Mungkin itu jawaban Anda. Memang nggak mudah. Siapa bilang mudah? Tapi, percayalah, ini dahsyat dampaknya. Keajaiban demi keajaiban menanti di ujung sana. Coba saja.
Cara pikir saya begini. Kalau memang hak kita, pasti akan kembali ke kita. Gimanapun caranya. Kalau nggak nyampe-nyampe ke kita, mungkin itu memang bukan hak kita. Think!
Memutihkan utang, itu lebih utama daripada bersedekah.
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah!
Apakah Anda mencari pasangan yang setipe? Assortative mating, istilahnya.
Assortative mating tidak melulu soal gelar, pendapatan, dan pekerjaan. Intinya, orang cenderung memilih pasangan setipe. Misal berasal dari ras dan agama yang sama.
Kalau Anda (pria) pengusaha, apakah Anda cenderung menyukai pasangan (wanita) yang juga punya usaha? Tak perlu dijawab sekarang. Nanti saja.
Terkait penghasilan, Robert Waldinger dalam riset 75 tahun pernah mengungkap bahwa UANG bukanlah hal yang membuat orang paling bahagia.
Hubungan penuh cinta yang sehatlah yang membuat orang merasa paling bahagia. Robert Waldinger bercerita soal hasil risetnya dalam sesi TED talk yang sangat menginspirasi.
Hidup memang butuh uang. Namun, sangat jelas bahwa uang bukanlah segalanya. Semalam saya sempat ngobrol-ngobrol soal bisnis dan film bareng Raffi Ahmad, istrinya, dan Mbak Futri. Saya melihat Raffi dan istrinya saling melengkapi.
Maka baiknya pasangan yang kuat ditandai bukan dari materi. Bukan. Melainkan dari sosok yang membuat pasangannya menjadi lebih bahagia dan lebih baik.
Sekiranya kita sudah menikah, mari kita bantu agar pasangan kita menjadi lebih bahagia dan lebih baik. Semoga berkah berlimpah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Assortative mating tidak melulu soal gelar, pendapatan, dan pekerjaan. Intinya, orang cenderung memilih pasangan setipe. Misal berasal dari ras dan agama yang sama.
Kalau Anda (pria) pengusaha, apakah Anda cenderung menyukai pasangan (wanita) yang juga punya usaha? Tak perlu dijawab sekarang. Nanti saja.
Terkait penghasilan, Robert Waldinger dalam riset 75 tahun pernah mengungkap bahwa UANG bukanlah hal yang membuat orang paling bahagia.
Hubungan penuh cinta yang sehatlah yang membuat orang merasa paling bahagia. Robert Waldinger bercerita soal hasil risetnya dalam sesi TED talk yang sangat menginspirasi.
Hidup memang butuh uang. Namun, sangat jelas bahwa uang bukanlah segalanya. Semalam saya sempat ngobrol-ngobrol soal bisnis dan film bareng Raffi Ahmad, istrinya, dan Mbak Futri. Saya melihat Raffi dan istrinya saling melengkapi.
Maka baiknya pasangan yang kuat ditandai bukan dari materi. Bukan. Melainkan dari sosok yang membuat pasangannya menjadi lebih bahagia dan lebih baik.
Sekiranya kita sudah menikah, mari kita bantu agar pasangan kita menjadi lebih bahagia dan lebih baik. Semoga berkah berlimpah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Tahun yang lalu, tepat 17 Agustus, saya diajak Ustadz Arifin Ilham makan gado-gado, usai pengajian.
Hari ini #17Agustus saya dapat kehormatan. Menemani Ustadz Arifin Ilham dari subuh sampai siang, dari TVRI sampai Sentul. Alhamdulillah, coba berkhidmat ke guru walau tak seberapa.
Saya bilang ke beliau, "Ke TVRI, saya diajak. Ke Sentul, saya diajak. Masak ntar ke surga, saya nggak diajak?" Kalimat yang sama pernah saya sampaikan ke Ustadz Amir Faishol, Ustadz Erick Yusuf, dan ke Ustadz Fatih Karim.
Kayaknya becanda, padahal sama sekali nggak. Serius ini. Saya mikirnya simple saja. Kalau belum bisa soleh, setidaknya kita dekat-dekat dulu sama orang soleh. Semoga terbawa-bawa soleh. Aamiin.
Kita adalah 'makhluk ekosistem'. Kita mudah dipengaruhi oleh lingkungan kita. Sehari-hari, kita berteman dengan siapa? Di grup WA, kita ngobrol dengan siapa? Guru kita, siapa? Buku yang dibaca, buku siapa? Itu akan membentuk kita, cepat atau lambat.
Pilih 'ekosistem' yang tepat. Hasilnya insya Allah dahsyat. Sangat dahsyat. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
(Hari Jumat, 18 Agustus, insya Allah saya akan membagikan e-book di channel Telegram ini. Semoga membawa perubahan)
Hari ini #17Agustus saya dapat kehormatan. Menemani Ustadz Arifin Ilham dari subuh sampai siang, dari TVRI sampai Sentul. Alhamdulillah, coba berkhidmat ke guru walau tak seberapa.
Saya bilang ke beliau, "Ke TVRI, saya diajak. Ke Sentul, saya diajak. Masak ntar ke surga, saya nggak diajak?" Kalimat yang sama pernah saya sampaikan ke Ustadz Amir Faishol, Ustadz Erick Yusuf, dan ke Ustadz Fatih Karim.
Kayaknya becanda, padahal sama sekali nggak. Serius ini. Saya mikirnya simple saja. Kalau belum bisa soleh, setidaknya kita dekat-dekat dulu sama orang soleh. Semoga terbawa-bawa soleh. Aamiin.
Kita adalah 'makhluk ekosistem'. Kita mudah dipengaruhi oleh lingkungan kita. Sehari-hari, kita berteman dengan siapa? Di grup WA, kita ngobrol dengan siapa? Guru kita, siapa? Buku yang dibaca, buku siapa? Itu akan membentuk kita, cepat atau lambat.
Pilih 'ekosistem' yang tepat. Hasilnya insya Allah dahsyat. Sangat dahsyat. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
(Hari Jumat, 18 Agustus, insya Allah saya akan membagikan e-book di channel Telegram ini. Semoga membawa perubahan)
Sebentar lagi, saya akan membagikan e-book '5 Jurus Meningkatkan Income' karya dari teman saya.
Akan di-upload di channel ini. Tapi hanya sebentar saja. Hanya untuk mereka yang serius belajar.
Siap?
Akan di-upload di channel ini. Tapi hanya sebentar saja. Hanya untuk mereka yang serius belajar.
Siap?
Bangkrut? Kolaps?
Menghadapi teman-teman yang seperti itu, saya langsung mengutip kata-kata dari guru saya, "Acapkali Tuhan bekerja dengan cara yang misterius. Kadang kita nggak tahu apa tujuan dan hikmahnya. Yang jelas, kita tahu bahwa Dia itu maha baik, satu kali pun tak pernah zalim."
Bangkrut. Kolaps. Mungkin ini untuk membersihkan hati dan harta kita. Mungkin ini untuk menaikkan derajat kita. Mungkin ini untuk menggugurkan dosa kita. Mungkin ini untuk menegur kelalaian kita.
Sambung saya, "Jadi, tugas kita adalah berbaiksangka dan bersabar. Termasuk, besar harapan. Toh kita sama-sama menyadari, Allah adalah sebaik-baik perencana. Tidak ada rencana-Nya yang sia-sia. Insya Allah semua dalam bingkai kasih dan sayang-Nya."
Dan terakhir pesan saya, "Sesayang-sayangnya kita sama diri kita dan keluarga kita, ternyata Allah lebih sayang sama diri kita dan keluarga kita. Jauh lebih sayang, sangat penyayang, bahkan maha penyayang. Sekali lagi, tak mungkin Allah bertindak zalim."
Berbaiksangka dan bersabar, memang ini tidak mudah. Apalagi ketika tagihan dan utang bertumpuk. Namun tidak ada salahnya kita upayakan. Sekiranya teman-teman kita atau keluarga kita tengah jatuh, berikan tulisan saya ini kepada mereka. Mudah-mudahan setelah membaca, bertambah-tambah baiksangka dan sabar mereka.
Setelah itu? Ajak mereka berbenah. Semua aspek. Entah itu dari segi ikhtiar, amal, maupun akhlak. Kemungkinan besar, kita bisa jatuh karena kita mengabaikan satu atau beberapa faktor terpenting. Maka, benahi itu.
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
(Sebentar lagi, saya akan berbagi e-book gratis di sini. Ajak keluarga dan teman-teman kita bergabung di channel ini)
Menghadapi teman-teman yang seperti itu, saya langsung mengutip kata-kata dari guru saya, "Acapkali Tuhan bekerja dengan cara yang misterius. Kadang kita nggak tahu apa tujuan dan hikmahnya. Yang jelas, kita tahu bahwa Dia itu maha baik, satu kali pun tak pernah zalim."
Bangkrut. Kolaps. Mungkin ini untuk membersihkan hati dan harta kita. Mungkin ini untuk menaikkan derajat kita. Mungkin ini untuk menggugurkan dosa kita. Mungkin ini untuk menegur kelalaian kita.
Sambung saya, "Jadi, tugas kita adalah berbaiksangka dan bersabar. Termasuk, besar harapan. Toh kita sama-sama menyadari, Allah adalah sebaik-baik perencana. Tidak ada rencana-Nya yang sia-sia. Insya Allah semua dalam bingkai kasih dan sayang-Nya."
Dan terakhir pesan saya, "Sesayang-sayangnya kita sama diri kita dan keluarga kita, ternyata Allah lebih sayang sama diri kita dan keluarga kita. Jauh lebih sayang, sangat penyayang, bahkan maha penyayang. Sekali lagi, tak mungkin Allah bertindak zalim."
Berbaiksangka dan bersabar, memang ini tidak mudah. Apalagi ketika tagihan dan utang bertumpuk. Namun tidak ada salahnya kita upayakan. Sekiranya teman-teman kita atau keluarga kita tengah jatuh, berikan tulisan saya ini kepada mereka. Mudah-mudahan setelah membaca, bertambah-tambah baiksangka dan sabar mereka.
Setelah itu? Ajak mereka berbenah. Semua aspek. Entah itu dari segi ikhtiar, amal, maupun akhlak. Kemungkinan besar, kita bisa jatuh karena kita mengabaikan satu atau beberapa faktor terpenting. Maka, benahi itu.
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
(Sebentar lagi, saya akan berbagi e-book gratis di sini. Ajak keluarga dan teman-teman kita bergabung di channel ini)
Tadi pagi saya japri Ustadz Yusuf Mansur soal Telegram dan kelebihan-kelebihannya.
Sepertinya beliau tertarik. Kita doakan saja agar beliau segera menginspirasi melalui channel Telegram.
Sepertinya beliau tertarik. Kita doakan saja agar beliau segera menginspirasi melalui channel Telegram.
Barusan saya membagikan e-book '5 Jurus Meningkatkan Income' karya dari teman saya di channel ini. Lihat saja posting sebelumnya.
Sengaja di-upload di channel ini, tapi cuma sebentar saja. Hanya untuk mereka yang serius belajar. Segera DOWNLOAD, sebelum kami remove.
Sengaja di-upload di channel ini, tapi cuma sebentar saja. Hanya untuk mereka yang serius belajar. Segera DOWNLOAD, sebelum kami remove.
Keadaan tak selamanya sesuai dengan harapan kita.
Bagaimanapun, hindari mengeluh. Setiap keluhan akan direkam oleh otak dan tubuh. Bahkan direkam oleh alam. Pada akhirnya, keadaan pun kian memburuk.
Bersyukurlah, termasuk di masa-masa sulit. Setidaknya, diam. Jangan mengeluh.
Bukankah kata-kata itu doa?
Bagaimanapun, hindari mengeluh. Setiap keluhan akan direkam oleh otak dan tubuh. Bahkan direkam oleh alam. Pada akhirnya, keadaan pun kian memburuk.
Bersyukurlah, termasuk di masa-masa sulit. Setidaknya, diam. Jangan mengeluh.
Bukankah kata-kata itu doa?
Punya rumah, yah senang. Punya mobil, yah senang.
Tapi #bahagia beda dengan senang. Kebahagiaan pribadi tak bisa diukur dengan uang.
Bahagia itu tak terukur, tak terbilang.
Menariknya, bahagia itu TANPA SYARAT. Kita yang memutuskan untuk bahagia, entah sudah punya rumah atau belum.
Bayangkan Anda hanya merasa bahagia di usia 30 tahun setelah punya istri. Itu artinya, selama 29 tahun Anda sengsara dan tidak bahagia. Kan rugi.
Bayangkan Anda hanya merasa bahagia di usia 40 tahun setelah punya rumah. Itu artinya, selama 39 tahun Anda menderita dan tidak bahagia. Kan rugi.
Pada akhirnya, bahagialah tanpa syarat 😋
Tapi #bahagia beda dengan senang. Kebahagiaan pribadi tak bisa diukur dengan uang.
Bahagia itu tak terukur, tak terbilang.
Menariknya, bahagia itu TANPA SYARAT. Kita yang memutuskan untuk bahagia, entah sudah punya rumah atau belum.
Bayangkan Anda hanya merasa bahagia di usia 30 tahun setelah punya istri. Itu artinya, selama 29 tahun Anda sengsara dan tidak bahagia. Kan rugi.
Bayangkan Anda hanya merasa bahagia di usia 40 tahun setelah punya rumah. Itu artinya, selama 39 tahun Anda menderita dan tidak bahagia. Kan rugi.
Pada akhirnya, bahagialah tanpa syarat 😋
Saya telah membagikan e-book '5 Jurus Menambah Income' karya dari teman saya di channel ini. Lihat saja posting sebelumnya (Jumat).
Sengaja di-upload di channel ini, tapi cuma sampai Senin saja. Hanya untuk mereka yang serius belajar. Segera DOWNLOAD, sebelum kami remove.
Sengaja di-upload di channel ini, tapi cuma sampai Senin saja. Hanya untuk mereka yang serius belajar. Segera DOWNLOAD, sebelum kami remove.
Berkah itu singkatan.
BERKAH = BERhasil Karena AllaH
Boleh dibilang, berkah itu:
- adanya ridha Allah
- bersih dan tumbuh
- menentramkan
- mencukupkan
Itulah definisi dan ciri-ciri berkah.
Perlu contoh?
Waktu yang berkah ditandai dengan adanya kecukupan. Nggak perlu buru-buru, tapi semuanya selesai.
Uang yang berkah ditandai dengan adanya kecukupan. Nggak sibuk-sibuk amat, tapi semuanya terpenuhi.
Memang ini bukan jaminan, tapi biasanya ciri-cirinya begitu.
Mari kita bandingkan...
Zaman buyut kita, orang-orang bekerja sampai jam 5 sore saja. Anaknya 5 atau 6 orang bahkan lebih. Tapi semuanya serba cukup. Tentram. Mungkin ini ciri-ciri keberkahan.
Zaman sekarang? Orang-orang bekerja sampai malam. Lembur. Bergadang. Anaknya cuma 3 atau 2 orang bahkan 1. Tapi semuanya serba kurang. Resah. Hm, ini ciri-ciri tidak berkah.
Terus, apa penyebab semua kekacauan ini?
Pertama, ketika bangun pagi, yang diingat pertama kali BUKAN Allah. Demikian pula ketika tidur malam.
Kedua, tidak berhati-hati dalam makanan dan penafkahan. Telah bercampur yang baik-baik dan yang meragukan. Mana mungkin hati jadi tentram?
Ketiga, terbiasanya dengan utang, terutama utang konsumtif. Tak perlu analisa tingkat tinggi. Kita tahu, mereka yang bebas utang hidupnya lebih tentram.
Ingat. Ada dua cara untuk menaklukkan dan memperbudak sebuah bangsa. Pertama dengan pedang, kedua dengan utang. Ini menurut John Adams (1735-1826). Dan ini berlaku bagi negara juga bagi individu. Hati-hati.
Lantas, dari mana kita tahu bahwa rezeki kita berkah? Hanya Allah yang tahu.
Tapi, inilah tanda-tandanya:
- selalu tumbuh
- menentramkan
- mencukupkan
Cukup, maksudnya? Begini. Dari segi uang, cukup. Dari segi waktu, cukup. Hati tidak waswas. Kalau ini terjadi, kemungkinan besar ada keberkahan di situ.
Think. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Note: Teman-teman bisa mendapatkan e-book '5 Jurus Menambah Income' di channel Telegram ini. GRATIS. Ada belasan ribu orang yang request. Kami tak sanggup meng-email-nya satu per satu. Makanya kami upload di channel Telegram ini. Silakan download. Hari ini terakhir. Besok, e-book ini akan kami remove dari channel Telegram @ipphoright.
BERKAH = BERhasil Karena AllaH
Boleh dibilang, berkah itu:
- adanya ridha Allah
- bersih dan tumbuh
- menentramkan
- mencukupkan
Itulah definisi dan ciri-ciri berkah.
Perlu contoh?
Waktu yang berkah ditandai dengan adanya kecukupan. Nggak perlu buru-buru, tapi semuanya selesai.
Uang yang berkah ditandai dengan adanya kecukupan. Nggak sibuk-sibuk amat, tapi semuanya terpenuhi.
Memang ini bukan jaminan, tapi biasanya ciri-cirinya begitu.
Mari kita bandingkan...
Zaman buyut kita, orang-orang bekerja sampai jam 5 sore saja. Anaknya 5 atau 6 orang bahkan lebih. Tapi semuanya serba cukup. Tentram. Mungkin ini ciri-ciri keberkahan.
Zaman sekarang? Orang-orang bekerja sampai malam. Lembur. Bergadang. Anaknya cuma 3 atau 2 orang bahkan 1. Tapi semuanya serba kurang. Resah. Hm, ini ciri-ciri tidak berkah.
Terus, apa penyebab semua kekacauan ini?
Pertama, ketika bangun pagi, yang diingat pertama kali BUKAN Allah. Demikian pula ketika tidur malam.
Kedua, tidak berhati-hati dalam makanan dan penafkahan. Telah bercampur yang baik-baik dan yang meragukan. Mana mungkin hati jadi tentram?
Ketiga, terbiasanya dengan utang, terutama utang konsumtif. Tak perlu analisa tingkat tinggi. Kita tahu, mereka yang bebas utang hidupnya lebih tentram.
Ingat. Ada dua cara untuk menaklukkan dan memperbudak sebuah bangsa. Pertama dengan pedang, kedua dengan utang. Ini menurut John Adams (1735-1826). Dan ini berlaku bagi negara juga bagi individu. Hati-hati.
Lantas, dari mana kita tahu bahwa rezeki kita berkah? Hanya Allah yang tahu.
Tapi, inilah tanda-tandanya:
- selalu tumbuh
- menentramkan
- mencukupkan
Cukup, maksudnya? Begini. Dari segi uang, cukup. Dari segi waktu, cukup. Hati tidak waswas. Kalau ini terjadi, kemungkinan besar ada keberkahan di situ.
Think. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Note: Teman-teman bisa mendapatkan e-book '5 Jurus Menambah Income' di channel Telegram ini. GRATIS. Ada belasan ribu orang yang request. Kami tak sanggup meng-email-nya satu per satu. Makanya kami upload di channel Telegram ini. Silakan download. Hari ini terakhir. Besok, e-book ini akan kami remove dari channel Telegram @ipphoright.