Ippho Santosa - ipphoright
26K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Sampai sekarang kita masih terheran-heran, kenapa pelayanan bandara Jeddah (Arab Saudi) memakan waktu yang sangat lama, terutama saat kita landing. Lazimnya, ratusan sampai ribuan penumpang terpaksa menunggu 4-5 jam menjelang pemeriksaan imigrasi. Begitu diperiksa di imigrasi, habis lagi waktu 1-2 jam. Ngantri.

Anda bayangkan, lebih dari setengah penumpang asal Indonesia adalah orang-orang yang sangat sepuh. Bahkan di antara mereka berasal dari luar Jakarta. Jadi, sebenarnya mereka telah menempuh perjalanan belasan jam begitu landing di Jeddah. Kebayang kan betapa lelahnya mereka?

Ingat, para penumpang asal Indonesia ini adalah big customer bagi Arab Saudi. Dan, mereka juga Tamu Allah yang hendak berumrah atau berziarah. Mestinya dimuliakan. Setidaknya, yah dilayani dengan cepat dan cekatan layaknya di bandara-bandara internasional lainnya.

Bukan sekali dua kali saya melihat petugas imigrasi di Jeddah melayani penumpang sembari ngobrol-ngobrol sama rekannya sesama petugas imigrasi. Pernah juga saya melihat petugas imigrasi melayani penumpang sambil main Facebook!

Tak heran, pelayanan di sana memakan waktu yang sangat lama.

Manajemen bandara Jeddah biasanya berkilah, lama ini karena banyaknya jamaah umrah. Apa iya? Kalau memang begitu, mbok ya petugas imigrasi dan lajur antrinya ditambah. Dan menurut berbagai survey, bandara Jeddah tidak termasuk dalam bandara-bandara tersibuk di dunia. Sekali lagi, tidak termasuk.

The Airports Council International pernah merilis bandara-bandara tersibuk di dunia. Tenyata, bandara Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport menjadi bandara tersibuk dengan lebih dari 100 juta penumpang pesawat.

Ya, inilah 15 bandara tersibuk di dunia:

No 15. JFK International Airport

No 14. Amsterdam Schiphol

No 13. Shanghai Pudong Airport

No 12. Frankfurt Airport

No 11. Istanbul Ataturk Airport

No 10. Dallas/Fort Worth Airport

No 9. Paris Charles de Gaulle

No 8. Hong Kong International Airport

No 7. Los Angeles Airport

No 6. Heathrow International Airport

No 5. Tokyo International Airport

No 4. Chicago O’Hare Airport

No 3. Dubai International Airport

No 2. Beijing Capital Airport

No 1. Hartsfield-Jackson Atlanta

Sekitar setengah dari daftar di atas, alhamdulillah, pernah saya sambangi. Satu per satu. Adalah benar bandara-bandara tersebut sangat sibuk. Itu yang saya lihat secara kasat mata. Akan tetapi pelayanan di sana tidaklah selambat bandara Jeddah.

Sebagai Muslim, orang Arab mestinya tahu betapa pentingnya melayani tamu. Kata Nabi Muhammad, tamu itu harus dimuliakan. Lha itu tamu biasa, apalagi tamu Allah yang hendak melaksanakan ibadah umrah dan ziarah. Iya tho?

Belum lagi kalau kita bahas dari aspek bisnis. Para penumpang itu kan big customer yang mendatangkan devisa bagi pemerintah Arab Saudi dan turut menggerakkan roda perekonomian Arab Saudi. Terutama jamaah dari Indonesia yang terkenal banyak.

Lantas, apa hikmahnya buat kita? Kalau Anda beragama Islam, hendaknya perilaku Anda juga islami bahkan lebih islami. Cepat, ramah, dan profesional. Bukanlah itu semua adalah nilai-nilai Islam? Mari kita galakkan nilai-nilai Islam ini dalam karier dan bisnis kita. Lalu, perlahan-lahan, kita sebar kepada yang lain.

Ready? Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Inilah tanda-tanda orang yang telah berhasil menaklukkan dunia:

Tidak takut miskin. Tidak takut dipecat. Tidak takut dikucilkan.

Dipuji atau dicaci atau didiamkan, sama saja baginya.

Terkena musibah atau tidak, sama saja baginya.

Apa-apa yang dijanjikan Allah, lebih dia yakini dan dia harapkan.

Lantas, bagaimana ciri-ciri orang yang mengutamakan dunia?
- Tidak menjauhkan diri dari sesuatu yang haram dan ilegal.
- Tidak bersungguh-sungguh menolak sesuatu yang subhat atau meragukan.
- Berlebih-lebihan pada sesuatu yang halal.

Kira-kita kita termasuk yang mana ya? Think.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Mulailah dengan yang kanan. Ini maknanya luas sekali, salah satunya, "Mulailah dengan otak kanan."

Kalau Anda melangkah, pasti mikir. Tapi kalau Anda mikir terus, yah nggak jadi melangkah.

Kalau Anda memulai, pasti ngitung. Tapi kalau Anda ngitung terus, yah nggak jadi mulai.

Mulailah dengan otak kanan. Sekali lagi, mulailah dengan otak kanan. Maksudnya? Action dulu, baru mikir. Tolong dicatat, ini berlaku buat bisnis kali pertama atau bisnis skala kecil.

Kalau bisnis Anda melibatkan investasi miliaran rupiah, barulah Anda ngitung sejak awal. Tapi kalau cuma jutaan rupiah atau kurang, yah sudah, langsung action saja. A-c-t-i-o-n.

Untuk itu, saya menganjurkan Anda sebuah buku yang berbeda. Buku yang satu ini bener-bener beda. Sudah 10 tahun umurnya. Sudah 33 kali cetak ulang. Predikatnya bukan sekedar mega-bestseller.

Menariknya, buku ini nggak pernah diiklankan, nggak pernah diseminarkan. Alhamdulillah tetap dicari-cari. Itulah buku #10JurusTerlarang. Boleh dibilang, inilah 'pesaing' buku 7 Keajaiban Rezeki. Alhamdulillah kedua-duanya adalah karya saya.

10 Jurus Terlarang, Anda pernah baca? Sebagian dari Anda mungkin mengangguk, sudah baca. Ya, buku ini telah menjadi viral di mana-mana. Kenapa? Karena mengajarkan entrepreneur dan calon entrepreneur untuk memulai usaha dengan otak kanan. Btw, royalty for charity.

Pendidikan kita selama ini sayangnya terpaku pada otak kiri. Serba mikir. Serba ngitung. Serba pasti. Serba linier. Nggak heran, orang-orang yang cerdas akademis hanya suka sesuatu yang pasti-pasti saja. Dia menolak segala bentuk ketidakpastian.

Padahal, setiap bisnis mengandung resiko dan ketidakpastian, terutama di awal-awal. Karena itulah kita semakin memerlukan pendekatan otak kanan. Berani melangkah. Berani memulai. Berani mengambil resiko. Toh, dari setiap kejadian kita bisa belajar dan bertumbuh. Right?

Semoga Anda termasuk 'golongan kanan'. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Maukah Anda bisnis yang:
- modalnya cuma Rp1juta?
- marginnya relatif besar?
- balik modalnya cepat?
- repeat order-nya tinggi?
- ongkirnya sangat murah?
- standarnya internasional?
- dipromosikan artis-artis?
- dibimbing oleh mentor?

Jika mau, sisihkan waktu 1 menit untuk membaca tulisan ini.

Boleh dibilang ini PELUANG EMAS bagi teman-teman yang ingin memulai usaha atau mengembangkan usaha (menambah varian produk). Maka wajar saja, semakin membacanya Anda pun semakin tertarik.

Margin produknya sekitar 100% dan ini bukan berarti riba. Agama bahkan membolehkan lelang. Btw, teramat banyak produk di pasaran yang marginnya di atas 100%, termasuk sebuah kosmetik berlabel halal.

Mengetahui potensi margin sangat penting bagi pengusaha dan calon pengusaha. Sebagai gambaran, kalau Anda menjadi reseller pakaian atau makanan, lazimnya margin sekitar 30% sampai 40%.

Berhubung terbatasnya kapasitas kami, maka kesempatan ini akan kami batasi. Ya, dibatasi. Dibuka 2 Juni, ditutup 5 Juni. Akankah dibuka kembali? Belum bisa dipastikan.

Sekali lagi, bagi teman-teman yang serius, saya tunggu action-nya 2 Juni. Ingat, seringkali kesempatan emas hilang hanya gara-gara kita banyak pertimbangan.

Perlu dijelaskan, ini bukan produk MLM dan bukan sistem MLM. Sekali lagi, bukan. Menariknya, produknya dicari-cari ketika hari biasa dan semakin dicari-cari ketika bulan puasa.

Besok, kami beri kabar lebih lanjut. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Minggu lalu, pendiri Facebook yaitu Mark Zuckerberg menjadi pemberi pidato termuda di Harvard. Saat ini, usianya baru menginjak 33 tahun. Ya, ia sangat muda dan sangat kaya.

Di forum itu, Mark sempat menunjukkan empatinya.

Mark merasa prihatin sama pelajar-pelajar yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena alasan biaya atau status imigran. Menurutnya, kita tidak tahu akan seperti apa masa depan mereka dan apa yang bisa mereka lakukan untuk memajukan dunia.

Itu artinya, kita berutang pada dunia karena sebenarnya saat ini kita bisa melakukan sesuatu untuk mereka. Mark menuturkan kalimat-kalimat ini dengan sepenuh hati, sampai berkaca-kaca matanya. Audiens pun turut merasakan keprihatinan ini.

Menariknya, di sana Mark mendapat dua keistimewaan dari Harvard. Pertama, gelar sarjana. Kedua, kesempatan untuk berpidato kelulusan. Kita tahu sama tahu, ia sempat berstatus drop-out dari kampus bergengsi ini 13 tahun yang lalu.

Muda, kaya, penuh talenta, penuh toleransi, dan penuh empati, itulah sosok Mark Zuckerberg. Hebatnya, sebagai orang muda, ia tidak memikirkan dirinya saja. Tapi ia juga memikirkan kesempatan belajar bagi anak-anak muda yang lain.

Walaupun sempat drop-out, bukan berarti ia meremehkan pendidikan. Bukan begitu. Sebaliknya, ia sangat menghargai pendidikan. Tak cukup sampai di situ, ia lalu mengajak audiens untuk turut prihatin dan peduli sama pelajar-pelajar yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena alasan ini dan itu.

Kemudian, Mark lantas menyinggung yayasan yang dibangunnya dengan sang istri, Prisilla Chan. Yayasan yang diberi nama Chan Zuckerberg Initiative ini yang akan mewujudkan mimpi Mark untuk memberikan kesempatan sama pada anak-anak marjinal. Sehingga, mereka memiliki peluang untuk meraih cita-cita tanpa terhalang kendala keuangan.

Apa hikmahnya buat kita? Entah sekarang kita sudah sukses atau belum sukses, hendaknya kita peduli terhadap keadaan orang lain. Kesibukan kita mencari uang hendaknya tidak meredupkan nurani dan kepedulian kita. Tetap saja ada hal kecil atau besar yang bisa kita perbuat untuk sesama.

Apalagi kita tahu, balasan sebuah kebaikan akan kembali kepada kita dan keluarga kita. Itu nyata. Kali ini, saya berharap Anda setuju sama saya.



(Saya lebih aktif di channel Telegram @ipphoright. Channel, bukan grup. Silakan ajak keluarga kita beralih ke Telegram. Lebih ringan dan lebih cepat daripada WA. Pastikan keluarga kita dapat manfaat dari Telegram dan dari saya)
Banyak orang yang suka menunda-nunda untuk memulai usaha. Berat untuk melangkah. Padahal, usia bertambah. Tanggungan pun bertambah.

Dan, satu hal yang paling rugi. Apa itu? Mood. Saat Anda lagi mood dan terlintas keinginan untuk memulai usaha, terus Anda abaikan. Apa jadinya? Mood tadi belum tentu kembali. Jangan-jangan hilang menguap begitu saja.

Di sini akan ditawarkan sebuah peluang usaha kepada Anda. Ya, sebuah peluang kemitraan dengan saya.
- modalnya cuma Rp1juta
- marginnya relatif besar
- balik modalnya cepat
- repeat order-nya tinggi
- ongkirnya sangat murah
- standarnya internasional
- dipromosikan artis-artis
- dibimbing oleh manajemen pusat

Apalagi ketika Ramadhan. Produk ini dicari-cari.

Boleh dibilang ini PELUANG EMAS bagi teman-teman yang ingin memulai usaha atau mengembangkan usaha (menambah varian produk). Maka wajar saja, semakin membacanya Anda pun semakin tertarik.

Berhubung terbatasnya kapasitas saya, maka kesempatan ini akan saya batasi. Ya, dibatasi. Dibuka pada 2 Juni, ditutup pada 5 Juni. Akankah dibuka kembali? Belum bisa dipastikan.

Sekali lagi, bagi teman-teman yang serius, saya tunggu action-nya 2 Juni. Besok, akan kami beri informasi lebih lanjut. Insya Allah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Tidak harus pintar untuk menjadi entrepreneur. Tidak harus kaya. Tidak harus terkenal. Tidak harus ini-itu.

Terus, apa yang penting? Anda memilih dan membuat keputusan. Cuma itu.

Di antara kita, ada yang memilih jadi profesional, ada juga yang memilih jadi entrepreneur. Yah silakan saja. Choice. Masing-masing ada konsekuensi.

Dan inilah saran saya kepada entrepreneur. Mulailah berbisnis semuda mungkin. Mumpung lagi semangat-semangatnya. Mumpung lagi berani-beraninya. Mumpung ada banyak waktu. Mumpung masih sedikit tanggungan.

Yang saya lihat, tingkat semangat dan tingkat keberanian si muda, memang rada beda dengan senior-seniornya. Beneran, beda! Belum lagi, Anda ketika muda punya banyak waktu menghabiskan 'jatah gagal'. Ini sepertinya sepele atau lelucon, padahal nggak.

Dan jangan salah. Di Era Digital seperti sekarang ini, berbagai kemudahan ada di ujung jari kita. Boleh dibilang, jempol adalah aset yang teramat besar pun bisa menghasilkan uang, TANPA HARUS keringatan, TANPA HARUS macet-macetan, TANPA HARUS punya ruko dan kios.

Mungkin Anda cukup menguasai SEO, FB, dan IG saja. Hasilnya sudah lumayan, insya Allah.

Maka, berbisnislah. Siap? Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Bagaimana puasa Anda?

Btw, hanya segelintir orang yang tahu bahwa hal-hal berikut ini beneran terjadi:

-       Sadarkah kita, ternyata Fatahillah merebut kembali Sunda Kelapa (Jayakarta) ketika bulan puasa.

-       Sadarkah kita, ternyata NKRI tercinta ini merdeka ketika bulan puasa, tepatnya Jumat 9 Ramadhan.

-       Sadarkah kita, ternyata Peristiwa Badar dan Peristiwa Tabuk dimenangkan ketika bulan puasa.

-       Sadarkah kita, ternyata Penaklukkan Makkah dan Pembukaan Andalusia terjadi ketika bulan puasa.

-       Sadarkah kita, ternyata Salahuddin Al-Ayyubi membebaskan kembali negeri-negeri yang dikuasai musuh ketika bulan puasa.

-       Sadarkah kita, ternyata pendirian Universitas Al-Azhar, Kairo, terjadi ketika bulan puasa.

Demikianlah. #Ramadhan disebut-sebut bulan yang penuh berkah. Apa ciri-ciri keberkahan itu? Salah satunya, dengan waktu yang sedikit terhasilkan manfaat yang banyak. Oleh karena itu, berpuasa janganlah dijadikan dalih untuk bermalas-malasan.

Ini sama sekali tidak cocok dengan semangat Ramadhan itu sendiri. Sejarah sudah berkali-kali membuktikannya. Ramadhan hendaknya menjadi bulan yang efektif (karena banyak hal hebat yang dicapai) dan efisien (karena banyak hal rutin yang dihemat).

Ramadhan memang hebat, tiada duanya. Sekiranya Anda setuju dengan tulisan ini, silakan tulisan ini di-share kepada keluarga dan sahabat-sahabat Anda. Semoga menjadi amal baik bagi kita semua. Saya, Ippho Santosa, turut mendoakan. Aamiin.
Selama seminggu terakhir, saya dan tim bekerja keras dalam mencari video-video motivasi terbaik berdurasi 60 detik atau kurang. Kami pilihkan video-video yang greget, mudah dipahami, tapi sulit untuk dilupakan.

Di Facebook, karena satu dan lain hal, tidak saya upload. Setidaknya, untuk mengurangi debat. Saya hanya meng-upload-nya di Instagram @ipphoright. Terus-terang, follower di Instagram lebih teachable dan tidak terlalu menyukai debat.

Di Instagram saya, kemungkinan Anda akan terkaget-kaget saat menyimak inspirasi-inspirasi bisnis dari:
- Mark Zuckerberg
- Jack Ma
- Bill Gates
- Robert Kiyosaki

Ada juga inspirasi-inspirasi sukses dari:
- Steven Spielberg (Jurassic Park)
- Tom Hanks (Forrest Gump)
- Ferruccio Lamborghini

Ada juga kisah-kisah yang menyentuh dari:
- Shah Rukh Khan
- Mother Theresa
- Lindsay Lohan

Ada juga sikap-sikap elegan dari:
- Justin Trudeau (Pemimpin Kanada)
- Tayyip Erdogan (Pemimpin Turki)
- Raja Salman (Pemimpin Arab Saudi)

Tidak mudah bagi saya dan tim dalam menyeleksi video-video ini. Kami saring benar-benar. Melelahkan. Saran saya, jangan ditonton terburu-buru. Baiknya simak satu per satu dengan tenang.

Klik instagram.com/ipphoright atau search @ipphoright. Kalau belum punya Instagram (IG), yah install dulu. Ingat, netizen di IG itu lebih berdaya beli, lebih proaktif, dan lebih konsumtif. Sayang sekali kalau kita abaikan.
Ragu itu wajar. Tapi jangan dibiarkan.

Sepertinya manusia perlu bukti nyata agar lebih mantap dalam melangkah. Nah, pernyataan tulus dari dua entrepreneur ini mungkin bisa mengubah keputusan Anda dan jalan hidup Anda.

Cuma 1 menit, simak baik-baik...

"Saya sudah bertahun-tahun di bisnis herbal. Ada ratusan produk yang saya jual. Namun baru kali ini saya menemukan produk yang mutunya bagus dan marginnya di atas 100%. Udah gitu, cara bisnisnya di-mentoring pula. British Propolis itu bener-bener menyehatkan dan menyenangkan. Oh iya, terima kasih Pak Ippho, atas bonus jalan-jalannya ke Lombok," Subarkah, Mitra Solo-Klaten.

"Alhamdulillah dengan izin Allah, melalui bisnis British Propolis-nya Pak Ippho dan bimbingan para mentor, selama beberapa bulan saya berhasil order berkali-kali ke pusat dengan total orderan lebih dari Rp 100 juta! Omsetnyaaa? Untungnyaaa? Wah, jangan ditanya! Dahsyat pokoknya!" Akhmad Arwani, Mitra Jakarta Selatan.

Ya, mereka berbisnis British Propolis. Modalnya Rp1juta, marginnya 100%, demand-nya tinggi, dan standarnya internasional. Dibimbing pula oleh pusat. Bagi teman-teman yang berminat, silakan SMS 0812-8777-7100 hari ini. Karena dapat berbagai bonus kalau join hari ini.

Saatnya take action, berhentilah berandai-andai!
#NabiMuhammad sejak lama menganjurkan kita untuk menyantuni dan menyayangi anak yatim, apapun agamanya. Menjadi rahmatan lil alamin. BUKAN sebatas rahmatan lil muslimin.

Kemarin bareng keluarga dan tim, saya mengunjungi Panti Asuhan Abhimata, tempat saudara-saudara kita yang Nasrani. Di seputaran Bintaro. Saya bareng keluarga berusaha menebar manfaat dan rahmat bagi orang banyak.

Ya, berbagi kebahagiaan. Sebagai tanda terima kasih, mereka pun mempersembahkan dua lagu untuk saya dan keluarga. Kami pun terharu. Memang betul kata orang bijak. Sekeras apapun hatimu, bila berada di tengah-tengah anak yatim, akan melembut hatimu.

Mereka mengulur-ngulurkan tangannya, meminta saya menggendongnya. Dan begitu digendong, masya Allah, mereka tak ingin lepas. Beberapa anak yatim sempat saya gendong, sepenuh hati. Selang 2-3 jam kemudian, wajah-wajah polos mereka masih terbayang-bayang di benak saya.

Ramadhan disebut-sebut sebagai bulan training. Di antaranya untuk melatih iman dan amal kita. Itu betul sekali. Hendaknya, selama berpuasa dan setelah berpuasa, rasa empati dan kepedulian kita semakin bertambah.

Soal menyantuni anak yatim tak perlu menunggu atau menyalahkan pemerintah. Berbuatlah sebisanya. Saat kita sungguh-sugguh memuliakan anak yatim, bukan mustahil Yang Maha Kuasa akan menjaga anak dan keturunan kita dalam rahmat-Nya. Aamiin.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Seberapa berani Anda menghadapi resiko?

Saran saya, "Biasakan diri kita dengan resiko. Jangan tabu. Jangan ragu." Kalau kita anti-resiko, lha, hal besar apa yang mungkin kita capai? Nggak ada.

Coba perhatikan orang-orang besar. Entah di bidang bisnis, olahraga, atau politik. Pastilah mereka pernah mengambil langkah besar dan resiko besar. Betul apa betul?

Saya yakin Anda mengangguk setuju.

Rasa takut alias fear pastilah menggerogoti kita. Hati-hati, rasa takut kalau dibiasakan, maka akan membesar. Mestinya, sikap yakinlah yang dibiasakan. Ini pesan #TomHanks, seorang aktor senior.

Sebenarnya, rasa takut dapat menjadi motivasi tersendiri. Dan percayalah, hal-hal hebat bisa hadir pada semua orang, bukan pada sebagian orang saja. Ini menurut #WillSmith, seorang aktor kenamaan.

Toh kita sama-sama tahu segala sesuatu ada resikonya. Hadapi. Nikmati. Dan apapun hasilnya, syukuri dan maknai. Sekian dari saya, Ippho Santosa.



(Saya lebih aktif di channel Telegram @ipphoright. Channel, bukan grup. Silakan ajak keluarga kita beralih ke Telegram. Lebih ringan dan lebih cepat daripada WA. Bahkan lebih aman)
Risiko... Mereka yang terbiasa mengambil risiko ternyata tidak mudah depresi. Demikian menurut penelitian... Jangan anti dengan risiko...
Kaget!

Bener-bener kaget!

Ternyata ribuan orang yang tidak bisa melihat status Facebook saya, padahal mereka jelas-jelas follow (like) halaman saya sejak lama.

Mereka pun komplen, saya dianggap jarang update status. Sementara saya sendiri merasa sering update status. Terus, apa yang terjadi?

Rupanya, selama setahun terakhir, Facebook melakukan ‘kebijakan tersendiri’. Follower (member) yang cuma pasif membaca sebuah page, tapi tidak komen dan tidak share sama sekali, lama-lama tidak bisa melihat page itu lagi.

Ya, Facebook menginginkan interaktivitas. Jangan jadi pembaca pasif. Kita mesti komen atau share. Kalau nggak, kita dianggap tidak interaktif dan tidak intens, makanya tidak bisa melihat page bersangkutan. Kalaupun benar-benar mau lihat, harus search dulu.

Terus, apa solusinya? Begini. Minimal satu kali sehari, Anda mesti komen atau share di page Facebook saya. Menariknya, keterlibatan ini juga membuat Anda semakin termotivasi dan terinspirasi.

Apalagi selama seminggu terakhir, ada berbagai keseruan di page Facebook saya. Misalnya:
- Kisah sukses Richard Branson (500 orang terkaya).
- Kisah sukses JK Rowling (penulis terkaya).
- Nasehat dari Johnny Depp, Sylvester Stallone, Jack Ma, dan Mien Uno.
- Sikap-sikap kita terhadap resiko, dari berbagai aspek.
- Motivasi harian dan masih banyak lagi, termasuk humor.

Ini alamat Facebook saya www.facebook.com/MotivatorIppho/

Sekali lagi, silakan komen atau share di sana. Minimal satu kali sehari. Sip?
Berasal dari India, Azim Premji adalah salah satu orang terkaya di dunia. Menariknya, ia sering berolahraga setelah sholat subuh. Perusahaannya Wipro, bergerak di bidang IT dan menjadi rekanan bagi Sun Microsystems, General Electric, dan Motorola.
.
Ia seorang hartawan juga seorang dermawan. Akhir 2010, melalui sebuah yayasan, Azim Premji mendonasikan sekitar US$ 2 miliar untuk meningkatkan mutu sekolah-sekolah di India. Selain itu, ia juga mendirikan Universitas Azim Premji.
.
Ia pun mendonasikan sebagian sahamnya di Wipro untuk amal. Ia menjadi orang India pertama yang menandatangani Giving Pledge, yang disponsori oleh Warren Buffett dan Bill Gates. Giving Pledge mengajak orang-orang terkaya di dunia untuk menyumbangkan sebagian dari kekayaan mereka untuk amal.
.
Meski ultra-kaya, ia terkenal rendah hati dan sederhana. Daripada berburu mobil baru, ia lebih suka mengendarai mobil lama. Pernah ia membeli mobil second dari karyawannya. Di kantor, ia tidak memiliki tempat parkir khusus. Sering juga ia naik angkutan umum. Bila terbang, ia lebih suka memilih kelas ekonomi.
.
Kemudian Azim Premji dianugerahi gelar Doktor Kehormatan dari Wesleyan University, Connecticut. Bisnisnya mendapat liputan meluas dari Forbes, Time, dan Business Week. Ia sering disebut Bill Gates-nya India. Semoga kita bisa meniru yang baik-baik dari beliau. Sekian dari saya, Ippho Santosa.



Note: Sore 11 Juni di Jakarta, saya akan memberikan seminar gratis tentang 'Rezeki Tak Disangka-Sangka' dan 'Kisah Sukses Azim Premji'. Ya, gratis. Detailnya akan saya beritahu kemudian. Stay tune!
Sore 11 Juni di Jakarta, saya akan memberikan seminar gratis tentang 'Rezeki Tak Disangka-Sangka' dan 'Kisah Sukses Azim Premji'. Ya, gratis.

Detailnya, silakan klik https://www.dompetdhuafa.org/post/detail/8105/motivator-ippho-santosa-ungkap-rahasia-rahasia-sukses

Menariknya, saya hadir tidak sendiri, melainkan bareng pelopor properti syariah di Indonesia. Beliau juga pernah menulis buku bareng saya. Pastikan Anda dan keluarga Anda hadir.
Merakyat dan sederhana tidak harus berpenampilan serba lusuh. Tidak harus.

Perhatikan baju, peci, dan kacamata Presiden Soekarno. Bagus-bagus semua. Necis-necis semua.

Bahkan Presiden Soekarno adalah presiden pertama di dunia yang memiliki helikopter kepresidenan. Wow!

Pada bulan September 1950, Komodor Muda Wiweko Soepono mewakili TNI AU mengunjungi pameran dirgantara di Inggris. Lalu dia terbang ke Amerika untuk membeli puluhan pesawat dan helikopter.

Mobil kepresidenan? Soekarno juga punya dan terhitung sangat mewah untuk negara yang baru merdeka.

Sekilas, penampilan beliau 'tidak merakyat' dan 'tidak sederhana'. Malah cenderung wah. Tapi apa ada orang yang menuduh sikapnya tidak merakyat? Semua orang tahu bahwa hampir semua sikapnya sangat merakyat.

Beliau memilih berpenampilan serba bagus dan serba necis demi menyemangati rakyatnya. Beliau adalah simbol negara. Harus terlihat kuat, punya power, dan punya dignity. Apalagi saat itu ia disorot oleh asing. Barat dan Timur.

Di berbagai riwayat kita juga membaca bahwa Usman bin Affan berpenampilan serba bagus dan serba necis. Kita sama-sama tahu, Usman adalah seorang khalifah dan menantu Nabi Muhammad.

Sekali lagi, merakyat dan sederhana tidak harus berpenampilan serba lusuh. Tidak harus. Kita boleh memakai baju yang bagus. Yang penting, tidak berlebihan dan tidak sombong saat memakainya. Cuma itu.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Bukber, THR, dan mudik adalah budaya kita. Baikkah?

Begini. Bukber adalah momentum untuk silaturahim. Itu yang sebenarnya. Kita sama-sama tahu, silaturahim itu memudahkan rezeki. Apalagi kalau diamalkan di bulan terbaik, Ramadhan.

Jumat yang lalu, alhamdulillah saya dan istri diundang bukber di rumah ketua MPR, Pak Zulkifli Hasan. Saya duduk di samping beliau, bareng anak dan menantu beliau. Sebelumnya kami pernah bertemu di Gedung MPR ketika saya mendampingi Dr Zakir Naik.

Sabtu, saya bukber sama Ust Yusuf Mansur. Ahad, saya bukber sama mitra-mitra pilihan dari British Propolis. Mereka datang dari berbagai kota di Indonesia. Salut! Kami pun makan nasi kebuli dalam satu wadah. Dan alhamdulillah, mereka mendapat pencerahan secara personal dari Pak Nasrullah, pelopor properti syariah.

Mungkin teman-teman tahu, saya dan Pak Nasrullah sempat menulis buku bareng, judulnya 'Karyawan Juga Bisa Kaya' dan royaltinya 100% untuk donasi. Bukan kebetulan juga, kami sering kerjasama bareng untuk urusan buku dan seminar.

Kembali soal bukber. Guru saya pernah mengingatkan, "Bukber jangan sampai melalaikan sholat. Makan enak itu penting. Sholat dengan nyaman (nggak kekenyangan) jauh lebih penting." Saya pun mengangguk mengiyakan.

Terus, gimana dengan THR? 😙

Saran saya, kalau Anda pengusaha, hendaknya mengeluarkan THR lebih awal. Ya, lebih awal. Saya pribadi sudah melakukannya sejak minggu lalu. Lebih awal. Dan ini saya tradisikan setiap tahunnya sejak pertama kali saya terjun sebagai entrepreneur.

Gaji karyawan pun saya naikkan setiap tahunnya. Niat saya ini demi memuliakan karyawan. Hei, saya sama seperti pengusaha lainnya, pernah merugi dan merosot juga. Tapi komitmen adalah komitmen. Sebisanya, saya selalu memberikan THR lebih awal dan menaikkan gaji mereka setiap tahunnya. Insya Allah.

Btw, saya juga memberikan cuti Lebaran lebih lama ketimbang perusahaan rata-rata. Biar apa? Biar mereka lebih leluasa mudik atau ngumpul sama keluarganya. Mereka punya keluarga tho?

Bukber, THR, dan mudik adalah budaya kita. Insya Allah ada bagusnya juga. Sangat bagus. Saran saya, jangan biarkan ini berlalu begitu saja. Di bulan terbaik ini, cobalah mengemasnya lebih baik lagi. Penuh berkah insya Allah.

Sekian dari saya, Ippho Santosa (Ajak keluarga kita beralih ke channel Telegram @ipphoright).
Kemarin saya diundang makan malam di rumah Pak Tung Desem Waringin, pelatih sukses no.1 Indonesia. Walaupun judulnya makan malam, saya datangnya rada sore, bareng istri saya dan sahabat saya, Yeheskiel Zebua.

Seperti biasa, kalau ngobrol kami selalu menghabiskan waktu sampai berjam-jam. Alhamdulillah, bertabur hikmah dan ilmu. Bukan ngobrol kosong belaka. Saya pun merasa sangat bersyukur.

Di sela-sela itu, saya diajak Pak Tung mengunjungi dan berbagi di sebuah panti asuhan muslim di Karawaci. Ternyata sebagai Nasrani yang taat, beliau rutin berbagi di sana selama 8 tahun terakhir!

Refleks, saya pun bercerita kepada beliau bahwa beberapa hari sebelumnya saya juga mengunjungi dan menyantuni sebuah panti asuhan Nasrani di Bintaro. Berbagi kebahagiaan di sana.

Karena setahu saya, #NabiMuhammad menganjurkan kita untuk menyantuni dan menyayangi anak yatim, apapun agamanya, apapun latar belakangnya. Menjadi rahmat bagi semua, istilahnya.

Memang, berbagi itu mengundang rezeki dan memudahkan urusan-urusan. Tapi BUKAN itu spirit-nya. Kita berbagi karena diperintahkan oleh Sang Pencipta, juga karena kita peduli. Terutama orang-orang di sekitar kita.

Pak Tung berbagi sama tetangganya (lingkungan sekitarnya), demikian pula dengan saya. Berbuat baik kepada tetangga, menariknya, ini diajarkan dalam kitab suci Pak Tung juga kitab suci saya. Masya Allah.

Kepada anak-anak yatim di sana, saya pun mengingatkan, "Inilah Indonesia. Kita saling peduli. Saling jaga. Saling bantu. Tanpa perlu memusingkan apa agama dan sukunya. Spirit ini harus dijaga. Jangan sampai karena beda agama, beda suku, atau beda pilihan politik, kita malah cuek alias tidak peduli. Jangan sampai."

Saya dan Pak Tung sudah berkali-kali kerja sama bikin seminar sosial. Hasilnya kita salurkan ke berbagai yayasan, di antaranya Dompet Dhuafa, ACT, dan Yayasan Buddha Tzu Chi. Bahkan Pak Tung dan Bro Yeheskiel pernah berjam-jam mengajar di Kampus Umar Usman, kampus yang saya dirikan, dan tidak dibayar sama sekali.

Ketika pulang, dalam hati saya pun berdoa, "Semoga rezeki Pak Tung makin lancar dan hidupnya makin bermanfaat. Aamiin."
Tung Desem & Ippho Santosa