Sebagai motivator, saya pernah mengaku dalam sebuah seminar, “Tahun-tahun terbaik dalam hidupku, kuhabiskan bersama seorang wanita, yang bukan istriku.” Ini saya ucapkan, sambil menarik nafas panjang.
Dan semua hadirin terkejut, merasa tak percaya.
Kemudian buru-buru saya menambahkan, “Wanita itu adalah ibuku.”
Tawa hadirin pun pecah, diiringi dengan gemuruh tepuk tangan. Sembari tersenyum lebar, kemudian saya menjelaskan ilmu Sepasang Bidadari, yakni peranan ibu dan istri dalam meraih kesuksesan.
Mukidi yang baru saja mengikuti seminar tersebut, ingin mencoba kata-kata itu di rumah untuk menggoda istrinya.
Sebelum maghrib, Mukidi berkata kepada istrinya yang tengah sibuk berkebun di taman.
Ia berusaha mengatakan kalimat demi kalimat dengan penuh kesungguhan, "Sayang, kamu tau nggak... Aku habiskan tahun-tahun terbaik dalam hidupku... bersama seorang wanita, yang bukan istriku...”
Lalu Mukidi berhenti sejenak, memejamkan matanya. Ternyata, dia lupa kelanjutan kalimat tersebut. Cukup lama dia berusaha mengingat-ingat kelanjutan kalimat itu....
Ketika akhirnya ia membuka mata, Mukidi mendapati dirinya terbaring di UGD di sebuah rumah sakit. Lho?
Kata perawat, dia baru saja dirawat intensif. Kenapa? Akibat dihajar linggis oleh istrinya. 😂😀😝
Catatan: Jangan niru-niru ya, kalau belum hafal dan paham semua...
Dan semua hadirin terkejut, merasa tak percaya.
Kemudian buru-buru saya menambahkan, “Wanita itu adalah ibuku.”
Tawa hadirin pun pecah, diiringi dengan gemuruh tepuk tangan. Sembari tersenyum lebar, kemudian saya menjelaskan ilmu Sepasang Bidadari, yakni peranan ibu dan istri dalam meraih kesuksesan.
Mukidi yang baru saja mengikuti seminar tersebut, ingin mencoba kata-kata itu di rumah untuk menggoda istrinya.
Sebelum maghrib, Mukidi berkata kepada istrinya yang tengah sibuk berkebun di taman.
Ia berusaha mengatakan kalimat demi kalimat dengan penuh kesungguhan, "Sayang, kamu tau nggak... Aku habiskan tahun-tahun terbaik dalam hidupku... bersama seorang wanita, yang bukan istriku...”
Lalu Mukidi berhenti sejenak, memejamkan matanya. Ternyata, dia lupa kelanjutan kalimat tersebut. Cukup lama dia berusaha mengingat-ingat kelanjutan kalimat itu....
Ketika akhirnya ia membuka mata, Mukidi mendapati dirinya terbaring di UGD di sebuah rumah sakit. Lho?
Kata perawat, dia baru saja dirawat intensif. Kenapa? Akibat dihajar linggis oleh istrinya. 😂😀😝
Catatan: Jangan niru-niru ya, kalau belum hafal dan paham semua...
Broker, bolehkah?
Misal, ada rumah yang mau dijual. Lumayan komisinya. Terus, Anda terpikir untuk menjualkan. Bolehkah?
Yah boleh-boleh saja, dengan sejumlah syarat:
- Anda mendapat wewenang dari pemilik rumah.
- Anda mengaku sebagai broker, bukan pemilik.
- Anda dan pemilik rumah sama-sama tahu dan saling ridha.
- Anda mengetahui mutu dan surat-surat rumah tersebut.
Kejelasan (transparansi) seperti inilah yang disebut islami. Dengan demikian, semua calon pembeli merasa lebih nyaman, walaupun bukan orang Islam.
Dropship, bolehkah?
Sebenarnya boleh-boleh saja kita menjual barang yang bukan milik kita. Asalkan kita mengetahui MUTU barang tersebut dan kita mendapatkan wewenang (IZIN) dari si pemilik barang dalam memasarkan. Sekali lagi, tahu mutu dan dapat wewenang.
Bolehkah barang masih berada di tempat produsen? Boleh. Broker, bukankah ini diizinkan dalam Islam dan semua ulama sudah sepakat? Namun jujurlah. Di mana kita mesti mengaku sebagai AGEN atau wakil atau tenaga pemasaran. Jangan pernah mengaku-ngaku sebagai pemilik.
Benar, Nabi Muhammd pernah melarang kita menjual barang yang bukan milik kita. Artinya, tidak boleh kita menjual barang tanpa beroleh wewenang (izin) dari si pemilik barang. Atau kita mengaku-ngaku sebagai pemilik. Jelas, ini sama sekali tidak boleh.
Kesimpulannya, perhatikan tiga hal ini agar dropship-nya jadi halal:
- ketahui mutu barang
- dapatkan wewenang dari pemilik
- mengakulah sebagai agen
Yang penting bisnisnya legal, halal, dan menguntungkan. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Misal, ada rumah yang mau dijual. Lumayan komisinya. Terus, Anda terpikir untuk menjualkan. Bolehkah?
Yah boleh-boleh saja, dengan sejumlah syarat:
- Anda mendapat wewenang dari pemilik rumah.
- Anda mengaku sebagai broker, bukan pemilik.
- Anda dan pemilik rumah sama-sama tahu dan saling ridha.
- Anda mengetahui mutu dan surat-surat rumah tersebut.
Kejelasan (transparansi) seperti inilah yang disebut islami. Dengan demikian, semua calon pembeli merasa lebih nyaman, walaupun bukan orang Islam.
Dropship, bolehkah?
Sebenarnya boleh-boleh saja kita menjual barang yang bukan milik kita. Asalkan kita mengetahui MUTU barang tersebut dan kita mendapatkan wewenang (IZIN) dari si pemilik barang dalam memasarkan. Sekali lagi, tahu mutu dan dapat wewenang.
Bolehkah barang masih berada di tempat produsen? Boleh. Broker, bukankah ini diizinkan dalam Islam dan semua ulama sudah sepakat? Namun jujurlah. Di mana kita mesti mengaku sebagai AGEN atau wakil atau tenaga pemasaran. Jangan pernah mengaku-ngaku sebagai pemilik.
Benar, Nabi Muhammd pernah melarang kita menjual barang yang bukan milik kita. Artinya, tidak boleh kita menjual barang tanpa beroleh wewenang (izin) dari si pemilik barang. Atau kita mengaku-ngaku sebagai pemilik. Jelas, ini sama sekali tidak boleh.
Kesimpulannya, perhatikan tiga hal ini agar dropship-nya jadi halal:
- ketahui mutu barang
- dapatkan wewenang dari pemilik
- mengakulah sebagai agen
Yang penting bisnisnya legal, halal, dan menguntungkan. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah.
Kalau dompet kita hilang, yah kita introspeksi. Mungkin kurang hati-hati. Mungkin kurang sedekah. Mungkin nyerobot hak orang lain... Tapi kalau orang lain dompetnya hilang, jangan buru-buru tuduh dia kurang sedekah. Introspeksi itu ke dalam, bukan ke luar...
Kalau motor kia tabrakan, kita introspeksi. Mungkin kita berbuat kesalahan. Kurang hati-hati. Pernah menyakiti orang lain... Tapi kalau orang lain motornya tabrakan, jangan buru-buru tuduh dia berbuat kesalahan atau menyakiti orang lain...
Kalau bisnis kita rugi, kita introspeksi. Mungkin kurang ikhtiar. Mungkin kurang amal. Mungkin lupa zakat... Tapi kalau orang lain bisnisnya rugi, jangan buru-buru tuduh dia kurang amal atau lupa zakat...
Introspeksi itu ke dalam...
Kalau motor kia tabrakan, kita introspeksi. Mungkin kita berbuat kesalahan. Kurang hati-hati. Pernah menyakiti orang lain... Tapi kalau orang lain motornya tabrakan, jangan buru-buru tuduh dia berbuat kesalahan atau menyakiti orang lain...
Kalau bisnis kita rugi, kita introspeksi. Mungkin kurang ikhtiar. Mungkin kurang amal. Mungkin lupa zakat... Tapi kalau orang lain bisnisnya rugi, jangan buru-buru tuduh dia kurang amal atau lupa zakat...
Introspeksi itu ke dalam...
Pernah nyedot madu langsung dari sarangnya? Itulah yang saya lakukan weekend kemarin di #Pelaihari #Kalsel.
Awalnya serem juga. Gimana nggak? Wong lebah-lebah pada ngerubung. Cuma sekian senti di depan wajah saya.
Karena masyarakat setempat mengatakan ini aman, bismillah, saya pun coba nyedot madu langsung dari sarangnya.
Eh, enak ternyata. Teman-teman pengen nyoba? Boleh. Hanya saja, pastikan lebah-lebahnya dari jenis yang aman. Tidak menyerang.
Salah satu ayat di Surah An-Nahl di Al-Quran bercerita tentang lebah. Ini membuat manusia modern semakin tertarik untuk meng-explore lebah lebih intens lagi. Menariknya, kitab suci yang lain juga bercerita tentang lebah.
Selain madu, lebah juga menghasilkan propolis dan bee pollen. Sama seperti madu, rupa-rupanya propolis dan bee pollen juga mengandung khasiat yang teramat banyak. Bahkan bisa lebih banyak.
Pengalaman pribadi nih. Lazimnya, kalau sudah berseminar 3 hari berturut-turut, badan saya langsung drop. Sampailah saya bertemu dengan British Propolis. Saya konsumsi. Alhamdulillah, setelah tampil, nggak drop lagi.
Hampir 40 tahun usia saya, biasanya kalau batuk, hampir-hampir selalu dibarengi demam atau sakit kepala. Alhamdulillah, sekarang tidak lagi, sejak saya rutin minum British Propolis 5 tetes sehari.
Saya dan keluarga pun semakin yakin dengan khasiat dan manfaatnya begitu tahu bahwa diperlukan sekitar 6.000 lebah yang bekerja setahun untuk menghasilkan satu botol British Propolis berisi 6 ml.
Sebenarnya, setiap propolis itu bagus. Ya, semuanya bagus. Demikian pula madu dan bee pollen. Hanya saja, masing-masing brand punya kelebihan tersendiri. Insya Allah saling melengkapi satu sama lain. Sip?
Awalnya serem juga. Gimana nggak? Wong lebah-lebah pada ngerubung. Cuma sekian senti di depan wajah saya.
Karena masyarakat setempat mengatakan ini aman, bismillah, saya pun coba nyedot madu langsung dari sarangnya.
Eh, enak ternyata. Teman-teman pengen nyoba? Boleh. Hanya saja, pastikan lebah-lebahnya dari jenis yang aman. Tidak menyerang.
Salah satu ayat di Surah An-Nahl di Al-Quran bercerita tentang lebah. Ini membuat manusia modern semakin tertarik untuk meng-explore lebah lebih intens lagi. Menariknya, kitab suci yang lain juga bercerita tentang lebah.
Selain madu, lebah juga menghasilkan propolis dan bee pollen. Sama seperti madu, rupa-rupanya propolis dan bee pollen juga mengandung khasiat yang teramat banyak. Bahkan bisa lebih banyak.
Pengalaman pribadi nih. Lazimnya, kalau sudah berseminar 3 hari berturut-turut, badan saya langsung drop. Sampailah saya bertemu dengan British Propolis. Saya konsumsi. Alhamdulillah, setelah tampil, nggak drop lagi.
Hampir 40 tahun usia saya, biasanya kalau batuk, hampir-hampir selalu dibarengi demam atau sakit kepala. Alhamdulillah, sekarang tidak lagi, sejak saya rutin minum British Propolis 5 tetes sehari.
Saya dan keluarga pun semakin yakin dengan khasiat dan manfaatnya begitu tahu bahwa diperlukan sekitar 6.000 lebah yang bekerja setahun untuk menghasilkan satu botol British Propolis berisi 6 ml.
Sebenarnya, setiap propolis itu bagus. Ya, semuanya bagus. Demikian pula madu dan bee pollen. Hanya saja, masing-masing brand punya kelebihan tersendiri. Insya Allah saling melengkapi satu sama lain. Sip?
Musuh utama dalam kesuksesan adalah penundaan dan alasan. Kadang, kita sudah tahu apa yang harus dilakukan. Tapi kita terus menunda-nunda.
"Ya saya tahu, berbisnis itu baik. Tapi saya belum bisa memulainya sekarang," alasan mereka.
Kenapa? "Tidak punya modal. Tidak punya ilmu. Tidak punya waktu," penjelasan mereka.
Padahal hampir semua entrepreneur memulai bisnisnya dengan berbagai keterbatasan. Tidak punya modal. Tidak punya ilmu. Tidak punya waktu. Bedanya, mereka menyegerakan dengan membuang segala bentuk penundaan dan alasan.
Terus, bagaimana cara mengatasinya? Pertama, harus ada perasaan urgent untuk sukses (urgency for success). Kedua, kelilingi diri Anda dengan sahabat dan guru yang mendukung, sehingga selalu menyemangati dan membimbing Anda.
Ketiga, cari produk bermargin tinggi sehingga sangat memotivasi Anda walaupun baru terjual satu atau dua. Keempat, tulis target-target harian Anda. Kelima, tuntaskan apa yang Anda tuliskan.
Nah, poin satu sampai lima, tolong Anda baca ulang. Ya, baca ulang. Ini sangat penting soalnya. Semoga menjadi solusi yang sedikit-banyak memperbaiki nasib Anda. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
"Ya saya tahu, berbisnis itu baik. Tapi saya belum bisa memulainya sekarang," alasan mereka.
Kenapa? "Tidak punya modal. Tidak punya ilmu. Tidak punya waktu," penjelasan mereka.
Padahal hampir semua entrepreneur memulai bisnisnya dengan berbagai keterbatasan. Tidak punya modal. Tidak punya ilmu. Tidak punya waktu. Bedanya, mereka menyegerakan dengan membuang segala bentuk penundaan dan alasan.
Terus, bagaimana cara mengatasinya? Pertama, harus ada perasaan urgent untuk sukses (urgency for success). Kedua, kelilingi diri Anda dengan sahabat dan guru yang mendukung, sehingga selalu menyemangati dan membimbing Anda.
Ketiga, cari produk bermargin tinggi sehingga sangat memotivasi Anda walaupun baru terjual satu atau dua. Keempat, tulis target-target harian Anda. Kelima, tuntaskan apa yang Anda tuliskan.
Nah, poin satu sampai lima, tolong Anda baca ulang. Ya, baca ulang. Ini sangat penting soalnya. Semoga menjadi solusi yang sedikit-banyak memperbaiki nasib Anda. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Curi-curi waktu di kantor.
Menjelek-jelekkan atasan.
Datang telat, pulang cepat.
Pernahkan Anda melihat fenomena ini di kantor-kantor.
Beberapa hari yang lalu, saya diundang oleh Indonesia Power, sebuah BUMN. Ya, in-house seminar. Pada kesempatan itu, sedikit-banyak saya bicara soal #KerjaItuIbadah. Memang, semua profesional sudah tahu tentang ini, namun bagaimana dengan penerapannya? Contoh:
- Ia curi-curi waktu di kantor. Atau, badannya di kantor, tapi hati dan pikirannya di luar kantor. Pantaskah kita mengaku kerja itu ibadah?
- Ia menjelek-jelekkan atasan dan rekan sekantor. Bahkan sering bergunjing tentang kantor. Pantaskah kita mengaku kerja itu ibadah?
- Ia tidak peduli dengan masalah-masalah kantor yang tidak berhubungan langsung dengan dirinya. Dengan alasan beda divisi dan beda KPI, ia enggan menolong rekan sekantor.
- Ia mementingkan office politic daripada office performance. Ia menjalankan ‘politik kotor’ di kantor.
- Tidak jarang ia membenarkan dirinya sendiri, menyalah-nyalahkan keadaan, bahkan oportunis dari setiap keadaan di kantor.
- Masuknya nyuap, datangnya telat, pulangnya cepat, ngeluhnya tiap saat, kerjanya nyendat-nyendat, dan malasnya berlipat-lipat. Hm, masih ngaku kerja itu ibadah? Hehehe, kalau Anda tidak melakukannya, yah Anda tidak perlu tersinggung.
Masih pantaskah kita mengaku kerja itu ibadah? Tak ada salahnya kalau kita sama-sama merenungkan ini. Dan mohon sampaikan tulisan ini kepada rekan kerja Anda. Syukur-syukur kalau kita semua akhirnya tersadarkan.
Ingatlah, kerja hanya akan bernilai ibadah jika kita iringi dengan niat yang benar, sikap yang benar, dan cara yang benar. Bukan sekadar kerja. Demikian pula teman-teman yang masih belajar atau yang sudah berbisnis. Hendaknya semua kesibukan kita terhitung ibadah.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Menjelek-jelekkan atasan.
Datang telat, pulang cepat.
Pernahkan Anda melihat fenomena ini di kantor-kantor.
Beberapa hari yang lalu, saya diundang oleh Indonesia Power, sebuah BUMN. Ya, in-house seminar. Pada kesempatan itu, sedikit-banyak saya bicara soal #KerjaItuIbadah. Memang, semua profesional sudah tahu tentang ini, namun bagaimana dengan penerapannya? Contoh:
- Ia curi-curi waktu di kantor. Atau, badannya di kantor, tapi hati dan pikirannya di luar kantor. Pantaskah kita mengaku kerja itu ibadah?
- Ia menjelek-jelekkan atasan dan rekan sekantor. Bahkan sering bergunjing tentang kantor. Pantaskah kita mengaku kerja itu ibadah?
- Ia tidak peduli dengan masalah-masalah kantor yang tidak berhubungan langsung dengan dirinya. Dengan alasan beda divisi dan beda KPI, ia enggan menolong rekan sekantor.
- Ia mementingkan office politic daripada office performance. Ia menjalankan ‘politik kotor’ di kantor.
- Tidak jarang ia membenarkan dirinya sendiri, menyalah-nyalahkan keadaan, bahkan oportunis dari setiap keadaan di kantor.
- Masuknya nyuap, datangnya telat, pulangnya cepat, ngeluhnya tiap saat, kerjanya nyendat-nyendat, dan malasnya berlipat-lipat. Hm, masih ngaku kerja itu ibadah? Hehehe, kalau Anda tidak melakukannya, yah Anda tidak perlu tersinggung.
Masih pantaskah kita mengaku kerja itu ibadah? Tak ada salahnya kalau kita sama-sama merenungkan ini. Dan mohon sampaikan tulisan ini kepada rekan kerja Anda. Syukur-syukur kalau kita semua akhirnya tersadarkan.
Ingatlah, kerja hanya akan bernilai ibadah jika kita iringi dengan niat yang benar, sikap yang benar, dan cara yang benar. Bukan sekadar kerja. Demikian pula teman-teman yang masih belajar atau yang sudah berbisnis. Hendaknya semua kesibukan kita terhitung ibadah.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Ayah saya telah tiada. Istri saya juga ditakdirkan begitu, ayahnya telah tiada.
Ketika ayah saya meninggal tahun 1999, saya pikir itu episode terburuk dalam hidup saya. Ya, terburuk. Saya sempat terpikir untuk sejenak berhenti kuliah, karena keterbatasan ekonomi.
Namun ibu saya mendorong saya untuk meneruskan kuliah, walaupun saat itu ibu saya tidak mengantongi uang yang memadai. Pas-pasan. Bertahun-tahun kemudian barulah saya tersadarkan, rupa-rupanya itu salah satu momentum terbaik dalam hidup saya.
Kenapa? Sebabnya, dari situlah saya bersumpah untuk sukses. Harus sukses, tidak boleh hidup begitu-begitu saja! Demikianlah, kadang hadiah itu tak berbungkus indah, melainkan berupa masalah!
Masalah itu ujian. Dan ini kesempatan bagi kita untuk naik kelas dan hidup berkelas. Tidaklah mungkin Allah mengizinkan suatu kejadian terjadi tanpa maksud dan hikmah. Pastilah tersimpan maksud dan hikmah.
Kalaupun kita belum bisa menemukan maksud dan hikmah, yah berbaiksangka saja. Insya Allah seiring berjalannya waktu, akan tersingkap maksud dan hikmahnya. Di sisi Allah, percayalah, tidak ada kejadian yang sia-sia.
Semoga teman-teman yang tengah dirundung musibah, kesulitan, kerugian, penghinaan, sakit, atau sejenisnya, diberi kesabaran. Selain itu, juga diberi kemampuan untuk menemukan maksud dan hikmah di balik kejadian. Aamiin.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Ketika ayah saya meninggal tahun 1999, saya pikir itu episode terburuk dalam hidup saya. Ya, terburuk. Saya sempat terpikir untuk sejenak berhenti kuliah, karena keterbatasan ekonomi.
Namun ibu saya mendorong saya untuk meneruskan kuliah, walaupun saat itu ibu saya tidak mengantongi uang yang memadai. Pas-pasan. Bertahun-tahun kemudian barulah saya tersadarkan, rupa-rupanya itu salah satu momentum terbaik dalam hidup saya.
Kenapa? Sebabnya, dari situlah saya bersumpah untuk sukses. Harus sukses, tidak boleh hidup begitu-begitu saja! Demikianlah, kadang hadiah itu tak berbungkus indah, melainkan berupa masalah!
Masalah itu ujian. Dan ini kesempatan bagi kita untuk naik kelas dan hidup berkelas. Tidaklah mungkin Allah mengizinkan suatu kejadian terjadi tanpa maksud dan hikmah. Pastilah tersimpan maksud dan hikmah.
Kalaupun kita belum bisa menemukan maksud dan hikmah, yah berbaiksangka saja. Insya Allah seiring berjalannya waktu, akan tersingkap maksud dan hikmahnya. Di sisi Allah, percayalah, tidak ada kejadian yang sia-sia.
Semoga teman-teman yang tengah dirundung musibah, kesulitan, kerugian, penghinaan, sakit, atau sejenisnya, diberi kesabaran. Selain itu, juga diberi kemampuan untuk menemukan maksud dan hikmah di balik kejadian. Aamiin.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Menjual lebih banyak, begini caranya
Berapa anak Anda?
Rencananya punya berapa anak?
Pemerintah Indonesia pernah mencanangkan program Keluarga Berencana alias 'dua anak cukup'. Baguskah itu? Ternyata, berdasarkan sebuah laporan, kunci kebahagiaan adalah memiliki tiga anak atau lebih. Nah lho!
Dilansir dari CNN dan Independent, sebuah laporan tahunan kebahagiaan yang diterbitkan oleh Eurostat, Badan Statistik Eropa yang melihat tingkat kepuasaan hidup di negara-negara anggota Uni Eropa, menemukan bahwa keluarga besar dengan jumlah anak banyak, cenderung jauh lebih bahagia dibanding keluarga yang beranak satu, dua, atau tidak memiliki sama sekali.
Tapi, bukankah beranak banyak itu memicu dan memacu stress?
Hehehe, itu sih tergantung. Salah satu faktor penentu adalah usia anak.
Sebuah studi terhadap 2000 responden ibu-ibu dari Arizona State University menemukan bahwa kaum ibu di Amerika Serikat mengalami peningkatan stress ketika anak-anak mereka memasuki usia Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Para peneliti mempelajari tingkat stress para responden berdasarkan jumlah dan usia anak. Hasilnya? Ternyata, ibu-ibu yang memiliki anak usia SMP menunjukkan tingkat stress yang tinggi dan level kebahagiaan yang minim. Sementara itu, ibu-ibu dengan anak usia balita dan usia sekolah dasar (SD) memiliki tingkat stress yang rendah.
Apapun itu, hendaknya kita bersyukur ketika dikaruniai anak. Orangtua yang bersyukur dan bahagia akan lebih mudah dalam mendidik anak-anaknya. Sebaliknya, orangtua yang mengeluh dan stress akan semakin sulit dalam mendidik anak-anaknya.
Satu hal yang perlu diingat-ingat, anak akan menjadi amal jariyah yang utama. Kalau mengingat ini, mungkin kita akan lebih bersabar dalam mendidik anak. Insya Allah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Rencananya punya berapa anak?
Pemerintah Indonesia pernah mencanangkan program Keluarga Berencana alias 'dua anak cukup'. Baguskah itu? Ternyata, berdasarkan sebuah laporan, kunci kebahagiaan adalah memiliki tiga anak atau lebih. Nah lho!
Dilansir dari CNN dan Independent, sebuah laporan tahunan kebahagiaan yang diterbitkan oleh Eurostat, Badan Statistik Eropa yang melihat tingkat kepuasaan hidup di negara-negara anggota Uni Eropa, menemukan bahwa keluarga besar dengan jumlah anak banyak, cenderung jauh lebih bahagia dibanding keluarga yang beranak satu, dua, atau tidak memiliki sama sekali.
Tapi, bukankah beranak banyak itu memicu dan memacu stress?
Hehehe, itu sih tergantung. Salah satu faktor penentu adalah usia anak.
Sebuah studi terhadap 2000 responden ibu-ibu dari Arizona State University menemukan bahwa kaum ibu di Amerika Serikat mengalami peningkatan stress ketika anak-anak mereka memasuki usia Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Para peneliti mempelajari tingkat stress para responden berdasarkan jumlah dan usia anak. Hasilnya? Ternyata, ibu-ibu yang memiliki anak usia SMP menunjukkan tingkat stress yang tinggi dan level kebahagiaan yang minim. Sementara itu, ibu-ibu dengan anak usia balita dan usia sekolah dasar (SD) memiliki tingkat stress yang rendah.
Apapun itu, hendaknya kita bersyukur ketika dikaruniai anak. Orangtua yang bersyukur dan bahagia akan lebih mudah dalam mendidik anak-anaknya. Sebaliknya, orangtua yang mengeluh dan stress akan semakin sulit dalam mendidik anak-anaknya.
Satu hal yang perlu diingat-ingat, anak akan menjadi amal jariyah yang utama. Kalau mengingat ini, mungkin kita akan lebih bersabar dalam mendidik anak. Insya Allah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Penjualan lagi seret? Pengen produknya terjual dan selalu terjual dalam jangka panjang? Berarti Anda perlu memahami lebih lanjut isi dan esensi di balik marketing.
Apa sih beda ilmu marketing dengan ilmu ekonomi? Yah beda. Ilmu marketing mempelajari bagaimana orang membuat keputusan. Ini penting. Dan ini hanya ada pada ilmu marketing, bukan pada ilmu ekonomi.
Marketing juga menciptakan want dan demand. Dan tahukah anda, kapitalisme bakal collapse! Kok bisa? Karena kapitalisme menciptakan excessive inequality of income dan dampak-dampak negatif lainnya.
Btw, ini semua kata siapa sih?
Bukan kata saya, melainkan kata Philip Kotler, Bapak Marketing Dunia. Alhamdulillah saya sempat bertemu beliau beberapa bulan yang lalu. Fyi, hampir semua kampus bisnis di dunia memakai buku teks karya beliau selama 30 tahun terakhir! Untuk urusan marketing, beliau adalah biangnya biang!
Apakah marketing semata-semata soal penjualan? Nggak juga. Marketing itu bicara soal solusi serta kepuasan. Itulah isi dan esensi di balik marketing, menurut Philip Kotler juga menurut saya. Ingat, penjualan cuma salah satu fungsi saja.
Pendiri Zara menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Apa yang dilakukan oleh Zara? Mereka menawarkan desain baru setiap dua minggu. Terkini, karena memang itulah yang diharapkan oleh pelanggan-pelanggannya. Jelas kan? Mereka berusaha memberi solusi. Mereka berusaha memberi kepuasan.
Perlu contoh yang lain?
Ria Miranda bukan sekadar busana muslimah. Melainkan suatu gaya, suatu keunikan, dan warna pastel. Gudeg Yu Djum bukan sekadar kuliner Jogja. Melainkan sebuah cita rasa, sebuah kebanggaan, dan sebuah tradisi.
Lihat juga cake pisang Villa dan keripik pedas Maicih. Omset mereka miliaran rupiah setiap bulannya. Mereka menawarkan solusi serta kepuasan kepada pelanggan-pelanggannya. Bukan sekedar menawarkan produk. Sekilas, ini sepertinya sama, padahal nggak sama. Villa itu oleh-oleh khas Batam. Maicih itu sensasi pedas. Bukan sekedar produk.
Nah, agar produk kita terjual dan selalu terjual dalam jangka panjang, berusahalah menawarkan solusi serta kepuasan. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga bermanfaat.
Apa sih beda ilmu marketing dengan ilmu ekonomi? Yah beda. Ilmu marketing mempelajari bagaimana orang membuat keputusan. Ini penting. Dan ini hanya ada pada ilmu marketing, bukan pada ilmu ekonomi.
Marketing juga menciptakan want dan demand. Dan tahukah anda, kapitalisme bakal collapse! Kok bisa? Karena kapitalisme menciptakan excessive inequality of income dan dampak-dampak negatif lainnya.
Btw, ini semua kata siapa sih?
Bukan kata saya, melainkan kata Philip Kotler, Bapak Marketing Dunia. Alhamdulillah saya sempat bertemu beliau beberapa bulan yang lalu. Fyi, hampir semua kampus bisnis di dunia memakai buku teks karya beliau selama 30 tahun terakhir! Untuk urusan marketing, beliau adalah biangnya biang!
Apakah marketing semata-semata soal penjualan? Nggak juga. Marketing itu bicara soal solusi serta kepuasan. Itulah isi dan esensi di balik marketing, menurut Philip Kotler juga menurut saya. Ingat, penjualan cuma salah satu fungsi saja.
Pendiri Zara menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Apa yang dilakukan oleh Zara? Mereka menawarkan desain baru setiap dua minggu. Terkini, karena memang itulah yang diharapkan oleh pelanggan-pelanggannya. Jelas kan? Mereka berusaha memberi solusi. Mereka berusaha memberi kepuasan.
Perlu contoh yang lain?
Ria Miranda bukan sekadar busana muslimah. Melainkan suatu gaya, suatu keunikan, dan warna pastel. Gudeg Yu Djum bukan sekadar kuliner Jogja. Melainkan sebuah cita rasa, sebuah kebanggaan, dan sebuah tradisi.
Lihat juga cake pisang Villa dan keripik pedas Maicih. Omset mereka miliaran rupiah setiap bulannya. Mereka menawarkan solusi serta kepuasan kepada pelanggan-pelanggannya. Bukan sekedar menawarkan produk. Sekilas, ini sepertinya sama, padahal nggak sama. Villa itu oleh-oleh khas Batam. Maicih itu sensasi pedas. Bukan sekedar produk.
Nah, agar produk kita terjual dan selalu terjual dalam jangka panjang, berusahalah menawarkan solusi serta kepuasan. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga bermanfaat.
Pengusaha dan calon pengusaha mesti baca tulisan ini, cuma 1 menit.
Apakah Anda:
- pengusaha yang ingin menambah varian produk?
- calon pengusaha yang mencari-cari produk dengan margin tinggi?
- ibu rumahtangga atau mahasiswa yang ingin usaha sambilan?
- entrepreneur atau calon entrepreneur yang ingin bermitra dengan saya, Ippho Santosa?
- karyawan yang tengah mempersiapkan resign atau pensiun dini?
Hari Jumat (17 Feb) kami akan mengumumkan sebuah peluang usaha yang sangat menjanjikan. Modal awalnya cuma Rp 3 juta, potensi omsetnya sekitar Rp 7 juta. Jadi, potensi marginnya di atas 100%.
Selain faktor modal, syarat lainnya adalah mitra mau bertanggung-jawab dengan keputusannya sebagai entrepreneur dan sebagai reseller. Ya, mau berjuang. Insya Allah nanti ada pembinaan mitra secara rutin dari saya dan tim.
Sekadar informasi, sampai hari ini sudah puluhan orang dari berbagai daerah yang sudah bergabung dan bermitra. Tentu saja, kesempatan semakin terbatas. Di sisi lain, alhamdulillah, kapasitas produksi telah kami tingkatkan.
Nah, karena Anda sudah memutuskan untuk bergabung, izinkan kami akan memberikan sebuah bonus:
- DVD Meraih Rp 100 Juta Pertama senilai Rp 150 ribu.
- khusus untuk mereka yang bergabung pada hari Jumat sampai hari Senin.
Ingatlah, PELUANG EMAS sering sekali datangnya samar-samar. Dan bukan mustahil, ini adalah wasilah untuk perubahan nasib kita. Sampai jumpa Jumat ini (17 Feb).
Apakah Anda:
- pengusaha yang ingin menambah varian produk?
- calon pengusaha yang mencari-cari produk dengan margin tinggi?
- ibu rumahtangga atau mahasiswa yang ingin usaha sambilan?
- entrepreneur atau calon entrepreneur yang ingin bermitra dengan saya, Ippho Santosa?
- karyawan yang tengah mempersiapkan resign atau pensiun dini?
Hari Jumat (17 Feb) kami akan mengumumkan sebuah peluang usaha yang sangat menjanjikan. Modal awalnya cuma Rp 3 juta, potensi omsetnya sekitar Rp 7 juta. Jadi, potensi marginnya di atas 100%.
Selain faktor modal, syarat lainnya adalah mitra mau bertanggung-jawab dengan keputusannya sebagai entrepreneur dan sebagai reseller. Ya, mau berjuang. Insya Allah nanti ada pembinaan mitra secara rutin dari saya dan tim.
Sekadar informasi, sampai hari ini sudah puluhan orang dari berbagai daerah yang sudah bergabung dan bermitra. Tentu saja, kesempatan semakin terbatas. Di sisi lain, alhamdulillah, kapasitas produksi telah kami tingkatkan.
Nah, karena Anda sudah memutuskan untuk bergabung, izinkan kami akan memberikan sebuah bonus:
- DVD Meraih Rp 100 Juta Pertama senilai Rp 150 ribu.
- khusus untuk mereka yang bergabung pada hari Jumat sampai hari Senin.
Ingatlah, PELUANG EMAS sering sekali datangnya samar-samar. Dan bukan mustahil, ini adalah wasilah untuk perubahan nasib kita. Sampai jumpa Jumat ini (17 Feb).
Bersedekah dengan ikhlas membawa berkah dan menyuburkan harta. Ajaib! Boleh bersedekah kepada anak yatim atau masjid. Boleh sedekah online atau offline. Boleh bersedekah di hari Jumat atau hari lainnya. Asalkan di jalan Allah.
Berikut ini adalah keingintahuan publik seputar sedekah (pertanyaan yang paling sering muncul), termasuk pahala sedekah serta cara bersedekah.
Bolehkah bersedekah dengan uang haram? Secara umum, tidak boleh.
Bolehkah bersedekah tanpa sepengetahuan suami? Secara umum, tidak boleh.
Dalam Islam, bolehkah bersedekah untuk (atas nama) orang yang sudah meninggal? Boleh, walaupun ada sedikit perbedaan pendapat.
Bayar utang atau sedekah dulu? Jelas, bayar utang itu lebih utama, tapi baiknya sembari bersedekah.
Yang baik bersedekah kepada siapa? Mulai dari yang terdekat.
Pada akhirnya, tebarlah kebaikan. Kalau perlu, tebarlah amal jariyah. Di mana-mana saya sering sekali membahas amal jariah. Kenapa? Karena teramat penting, tiada duanya.
Dan terkait pahala sedekah serta balasan sedekah, ingatlah:
– Matahari terbit di Timur, pastikah? Balasan sedekah ternyata jauh lebih pasti.
– Hukum Gravitasi, pastikah? Balasan sedekah ternyata jauh lebih pasti.
– Kok bisa? Soalnya dijanjikan berkali-kali di kitab suci. Pasti, pasti, pasti!
Lantas, bagaimana caranya agar kita bisa bersedekah lebih banyak dan lebih rutin? Jawaban saya, “Paksa! Bisa! Terbiasa!” Dalam bersedekah, kita perlu begitu agar jadi kebiasaan.
Sekian dari saya, Ippho Santosa ( silakan ajak teman-teman kita bergabung di channel Telegram @ipphoright ini atau minta mereka ketik telegram.me/ipphoright )
Berikut ini adalah keingintahuan publik seputar sedekah (pertanyaan yang paling sering muncul), termasuk pahala sedekah serta cara bersedekah.
Bolehkah bersedekah dengan uang haram? Secara umum, tidak boleh.
Bolehkah bersedekah tanpa sepengetahuan suami? Secara umum, tidak boleh.
Dalam Islam, bolehkah bersedekah untuk (atas nama) orang yang sudah meninggal? Boleh, walaupun ada sedikit perbedaan pendapat.
Bayar utang atau sedekah dulu? Jelas, bayar utang itu lebih utama, tapi baiknya sembari bersedekah.
Yang baik bersedekah kepada siapa? Mulai dari yang terdekat.
Pada akhirnya, tebarlah kebaikan. Kalau perlu, tebarlah amal jariyah. Di mana-mana saya sering sekali membahas amal jariah. Kenapa? Karena teramat penting, tiada duanya.
Dan terkait pahala sedekah serta balasan sedekah, ingatlah:
– Matahari terbit di Timur, pastikah? Balasan sedekah ternyata jauh lebih pasti.
– Hukum Gravitasi, pastikah? Balasan sedekah ternyata jauh lebih pasti.
– Kok bisa? Soalnya dijanjikan berkali-kali di kitab suci. Pasti, pasti, pasti!
Lantas, bagaimana caranya agar kita bisa bersedekah lebih banyak dan lebih rutin? Jawaban saya, “Paksa! Bisa! Terbiasa!” Dalam bersedekah, kita perlu begitu agar jadi kebiasaan.
Sekian dari saya, Ippho Santosa ( silakan ajak teman-teman kita bergabung di channel Telegram @ipphoright ini atau minta mereka ketik telegram.me/ipphoright )
Kemarin, sore saya bertemu Gus Sholah (adiknya Gus Dur) di rumahnya dan malam saya bertemu Prof Din (tokoh Muhammadiyah) di rumahnya. Salah satu yang kami bahas adalah soal minat membaca dan pendidikan di kalangan muslim.
Kendati perintah untuk membaca sudah tercantum dengan jelas dan tegas dalam Kitab Suci, rupa-rupanya minat membaca masyarakat kita masih sangat rendah. Nggak percaya? Kita simak data-data berikut.
Pada Maret 2016, dikabarkan Indonesia menempati posisi 60 dari 61 negara terkait tingkat literasi (minat baca). Penelitian ini digelar oleh Central Connecticut State University.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayan pernah mengungkapkan, Indonesia hanya satu tingkat lebih baik dari Republik Botswana, sebuah negara di Afrika bagian selatan dalam hal literasi. Duh!
Data UNESCO tahun 2012 menerangkan, indeks minat baca masyarakat Indonesia cuma 0,001 persen. Itu artinya, hanya satu dari seribu penduduk Indonesia yang gemar membaca. Di negara-negara maju, angka ini bisa mencapai 0,45 persen.
Sementara itu, data IKAPI tahun 2010 menunjukkan, ada sekitar 12.000 judul buku baru yang diterbitkan per tahun. Berdasarkan jenisnya, ada lima kelompok, antara lain, buku agama (17,95 persen), buku perguruan tinggi (13,96 persen), buku anak dan remaja (10,36 persen), buku umum (8,67 persen), dan buku pelajaran (4,45 persen).
Tak termasuk buku nikah dan buku tabungan, hehehe.
Itulah kebiasaan orang rata-rata. Malas membaca. Kita, kalau mau nasibnya berbeda, yah mesti memiliki kebiasaan yang berbeda. Salah satunya, miliki kebiasaan membaca, terutama membaca buku. Bukan membaca socmed.
Tidak harus beli, yang penting baca. Menariknya, menurut penelitian, #membaca membuat kita lebih panjang umur. Penelitian oleh Yale University ini melibatkan 3.600 orang yang kemudian dikutip oleh World Economic Forum. Nggak main-main.
Terakhir, ingatlah, ilmu itu cahaya dan fakir itu gelap. Mereka yang sungguh-sungguh sama ilmu dijamin tidak fakir. Sedekah itu sunnah, menuntut ilmu itu wajib. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Kendati perintah untuk membaca sudah tercantum dengan jelas dan tegas dalam Kitab Suci, rupa-rupanya minat membaca masyarakat kita masih sangat rendah. Nggak percaya? Kita simak data-data berikut.
Pada Maret 2016, dikabarkan Indonesia menempati posisi 60 dari 61 negara terkait tingkat literasi (minat baca). Penelitian ini digelar oleh Central Connecticut State University.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayan pernah mengungkapkan, Indonesia hanya satu tingkat lebih baik dari Republik Botswana, sebuah negara di Afrika bagian selatan dalam hal literasi. Duh!
Data UNESCO tahun 2012 menerangkan, indeks minat baca masyarakat Indonesia cuma 0,001 persen. Itu artinya, hanya satu dari seribu penduduk Indonesia yang gemar membaca. Di negara-negara maju, angka ini bisa mencapai 0,45 persen.
Sementara itu, data IKAPI tahun 2010 menunjukkan, ada sekitar 12.000 judul buku baru yang diterbitkan per tahun. Berdasarkan jenisnya, ada lima kelompok, antara lain, buku agama (17,95 persen), buku perguruan tinggi (13,96 persen), buku anak dan remaja (10,36 persen), buku umum (8,67 persen), dan buku pelajaran (4,45 persen).
Tak termasuk buku nikah dan buku tabungan, hehehe.
Itulah kebiasaan orang rata-rata. Malas membaca. Kita, kalau mau nasibnya berbeda, yah mesti memiliki kebiasaan yang berbeda. Salah satunya, miliki kebiasaan membaca, terutama membaca buku. Bukan membaca socmed.
Tidak harus beli, yang penting baca. Menariknya, menurut penelitian, #membaca membuat kita lebih panjang umur. Penelitian oleh Yale University ini melibatkan 3.600 orang yang kemudian dikutip oleh World Economic Forum. Nggak main-main.
Terakhir, ingatlah, ilmu itu cahaya dan fakir itu gelap. Mereka yang sungguh-sungguh sama ilmu dijamin tidak fakir. Sedekah itu sunnah, menuntut ilmu itu wajib. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Apakah Anda pengusaha yang ingin menambah varian produk?
Apakah Anda calon pengusaha yang mencari-cari produk dengan margin tinggi?
Apakah Anda ibu rumahtangga atau mahasiswa yang ingin usaha sambilan?
Apakah Anda entrepreneur atau calon entrepreneur yang ingin bermitra dengan saya, Ippho Santosa?
Apakah Anda karyawan yang tengah mempersiapkan resign atau pensiun dini?
Hari ini, izinkan kami akan mengumumkan sebuah peluang usaha yang sangat menjanjikan. Modal awalnya cuma Rp 3 juta, potensi omsetnya sekitar Rp 7 juta. Jadi, potensi marginnya di atas 100%.
Perlu diberitahukan, ini adalah produk premium dari Inggris, bukan MLM. Setelah transfer, partner akan dikirimi 36 botol. Btw, harga jual ke end user Rp 199 ribu sampai Rp 250 ribu. Dengan demikian, sekali lagi, potensi omsetnya sekitar Rp 7 juta.
Selain faktor modal, syarat lainnya adalah mitra mau bertanggung-jawab dengan keputusannya sebagai entrepreneur dan sebagai reseller. Ya, mau berjuang. Insya Allah nanti ada pembinaan mitra secara rutin dari saya dan tim.
Sekadar informasi, sampai hari ini sudah puluhan orang dari berbagai daerah yang sudah bergabung dan bermitra. Tentu saja, kesempatan semakin terbatas. Di sisi lain, alhamdulillah, kapasitas produksi telah kami tingkatkan.
Nah, karena Anda sudah memutuskan untuk bergabung, perkenankan kami akan memberikan sebuah bonus:
- DVD Meraih Rp 100 Juta Pertama senilai Rp 150 ribu.
- khusus untuk mereka yang bergabung pada hari ini sampai hari Senin.
Ingatlah, PELUANG EMAS sering sekali datangnya samar-samar. Dan bukan mustahil, ini adalah wasilah untuk perubahan nasib kita.
Yang serius, transfer Rp3juta ke BCA 4978-666-777 an Ippho D Santosa, free ongkir. Setelah transfer, silakan SMS 0812-8777-7100. Happy action!
Apakah Anda calon pengusaha yang mencari-cari produk dengan margin tinggi?
Apakah Anda ibu rumahtangga atau mahasiswa yang ingin usaha sambilan?
Apakah Anda entrepreneur atau calon entrepreneur yang ingin bermitra dengan saya, Ippho Santosa?
Apakah Anda karyawan yang tengah mempersiapkan resign atau pensiun dini?
Hari ini, izinkan kami akan mengumumkan sebuah peluang usaha yang sangat menjanjikan. Modal awalnya cuma Rp 3 juta, potensi omsetnya sekitar Rp 7 juta. Jadi, potensi marginnya di atas 100%.
Perlu diberitahukan, ini adalah produk premium dari Inggris, bukan MLM. Setelah transfer, partner akan dikirimi 36 botol. Btw, harga jual ke end user Rp 199 ribu sampai Rp 250 ribu. Dengan demikian, sekali lagi, potensi omsetnya sekitar Rp 7 juta.
Selain faktor modal, syarat lainnya adalah mitra mau bertanggung-jawab dengan keputusannya sebagai entrepreneur dan sebagai reseller. Ya, mau berjuang. Insya Allah nanti ada pembinaan mitra secara rutin dari saya dan tim.
Sekadar informasi, sampai hari ini sudah puluhan orang dari berbagai daerah yang sudah bergabung dan bermitra. Tentu saja, kesempatan semakin terbatas. Di sisi lain, alhamdulillah, kapasitas produksi telah kami tingkatkan.
Nah, karena Anda sudah memutuskan untuk bergabung, perkenankan kami akan memberikan sebuah bonus:
- DVD Meraih Rp 100 Juta Pertama senilai Rp 150 ribu.
- khusus untuk mereka yang bergabung pada hari ini sampai hari Senin.
Ingatlah, PELUANG EMAS sering sekali datangnya samar-samar. Dan bukan mustahil, ini adalah wasilah untuk perubahan nasib kita.
Yang serius, transfer Rp3juta ke BCA 4978-666-777 an Ippho D Santosa, free ongkir. Setelah transfer, silakan SMS 0812-8777-7100. Happy action!
Inilah salah satu tips sehat finansial. Ringkas saja, yaitu 3i. Maksudnya?
i yang pertama adalah insyaf.
Pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu hendaknya dihentikan. Bertobatlah. Insyaflah.
i yang kedua adalah irit.
Biasakan hidup hemat alias hidup irit. Ini tentu saja 100% berbeda dengan pelit.
i yang ketiga adalah investasi.
Perketat konsumsi, perbanyak investasi. Tidak mudah, tapi bisa.
Sekiranya 3i ini diterapkan dalam 3 tahun, maka akan terlihat hasilnya. Kalau 10 tahun? Jangan ditanya. Anda akan terkaget-kaget melihatnya. Hukum Compound telah bekerja dengan sempurna.
Anda tahu apa persamaan loser dan winner? Mereka sama-sama tahu soal aturan-aturan menuju kesuksesan. Bedanya, si loser melanggarnya. Kalau si winner? Mentaatinya.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
i yang pertama adalah insyaf.
Pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu hendaknya dihentikan. Bertobatlah. Insyaflah.
i yang kedua adalah irit.
Biasakan hidup hemat alias hidup irit. Ini tentu saja 100% berbeda dengan pelit.
i yang ketiga adalah investasi.
Perketat konsumsi, perbanyak investasi. Tidak mudah, tapi bisa.
Sekiranya 3i ini diterapkan dalam 3 tahun, maka akan terlihat hasilnya. Kalau 10 tahun? Jangan ditanya. Anda akan terkaget-kaget melihatnya. Hukum Compound telah bekerja dengan sempurna.
Anda tahu apa persamaan loser dan winner? Mereka sama-sama tahu soal aturan-aturan menuju kesuksesan. Bedanya, si loser melanggarnya. Kalau si winner? Mentaatinya.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Keep on learning. Mereka yang sungguh-sungguh dengan ilmu dijamin tidak fakir. Kok bisa? Ya bisa, karena ilmu itu cahaya, fakir itu gelap. Nggak bakal bertemu keduanya!
Learn, then you earn. Kalau belajar, rezeki akan lebih mudah untuk dikejar. Lihatlah, agama memerintahkan kita untuk mencari ilmu, bukan menunggu ilmu!
Sehebat-hebatnya sedekah, lebih hebat lagi menuntut ilmu. Belajar. Terbukti belajar itu diwajibkan. Bukan sekedar anjuran.
"Kalau Mas Ippho gimana?" Seminggu saya 2X sampai 3X ikut seminar atau kajian orang lain. Ini kebiasaan saya sejak lama. Belajar. Dan hari ini insya Allah saya belajar di #Istiqlal.
Mari ringankan langkah kita untuk belajar. Istilahnya, menjemput ilmu. Percayalah, ini bagian dari perubahan nasib.
Learn, then you earn. Kalau belajar, rezeki akan lebih mudah untuk dikejar. Lihatlah, agama memerintahkan kita untuk mencari ilmu, bukan menunggu ilmu!
Sehebat-hebatnya sedekah, lebih hebat lagi menuntut ilmu. Belajar. Terbukti belajar itu diwajibkan. Bukan sekedar anjuran.
"Kalau Mas Ippho gimana?" Seminggu saya 2X sampai 3X ikut seminar atau kajian orang lain. Ini kebiasaan saya sejak lama. Belajar. Dan hari ini insya Allah saya belajar di #Istiqlal.
Mari ringankan langkah kita untuk belajar. Istilahnya, menjemput ilmu. Percayalah, ini bagian dari perubahan nasib.
Kalau Anda melangkah, pasti mikir. Tapi kalau Anda mikir terus, yah nggak jadi melangkah.
Kalau Anda memulai, pasti ngitung. Tapi kalau Anda ngitung terus, yah nggak jadi mulai.
Mulailah dengan otak kanan. Sekali lagi, mulailah dengan otak kanan. Maksudnya? Action dulu, baru mikir. Tolong dicatat, ini berlaku buat bisnis kali pertama atau bisnis skala kecil.
Kalau bisnis Anda melibatkan investasi miliaran rupiah, barulah Anda ngitung sejak awal. Tapi kalau cuma belasan juta rupiah atau kurang, yah sudah, langsung action saja.
Untuk itu, saya menganjurkan Anda sebuah buku yang berbeda. Buku yang satu ini bener-bener beda. Sudah 10 tahun umurnya. Sudah 33 kali cetak ulang. Predikatnya bukan sekedar mega-bestseller.
Menariknya, buku ini nggak pernah diiklankan, nggak pernah diseminarkan. Alhamdulillah tetap dicari-cari. Itulah buku #10JurusTerlarang. Boleh dibilang, inilah 'pesaing' buku 7 Keajaiban Rezeki. Alhamdulillah kedua-duanya adalah karya saya.
10 Jurus Terlarang, Anda pernah baca? Sebagian dari Anda mungkin mengangguk, sudah baca. Ya, buku ini telah menjadi viral di mana-mana. Kenapa? Karena mengajarkan entrepreneur dan calon entrepreneur untuk memulai usaha dengan otak kanan. Btw, royalty for charity.
Pendidikan kita selama ini sayangnya terpaku pada otak kiri. Serba mikir. Serba ngitung. Serba pasti. Serba linier. Tak heran, orang-orang yang cerdas akademis hanya suka sesuatu yang pasti-pasti saja. Dia menolak segala bentuk ketidakpastian.
Padahal, setiap bisnis mengandung resiko dan ketidakpastian, terutama di awal-awal. Karena itulah kita semakin memerlukan pendekatan otak kanan. Berani melangkah. Berani memulai. Berani mengambil resiko.
Semoga Anda termasuk 'golongan kanan'. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Kalau Anda memulai, pasti ngitung. Tapi kalau Anda ngitung terus, yah nggak jadi mulai.
Mulailah dengan otak kanan. Sekali lagi, mulailah dengan otak kanan. Maksudnya? Action dulu, baru mikir. Tolong dicatat, ini berlaku buat bisnis kali pertama atau bisnis skala kecil.
Kalau bisnis Anda melibatkan investasi miliaran rupiah, barulah Anda ngitung sejak awal. Tapi kalau cuma belasan juta rupiah atau kurang, yah sudah, langsung action saja.
Untuk itu, saya menganjurkan Anda sebuah buku yang berbeda. Buku yang satu ini bener-bener beda. Sudah 10 tahun umurnya. Sudah 33 kali cetak ulang. Predikatnya bukan sekedar mega-bestseller.
Menariknya, buku ini nggak pernah diiklankan, nggak pernah diseminarkan. Alhamdulillah tetap dicari-cari. Itulah buku #10JurusTerlarang. Boleh dibilang, inilah 'pesaing' buku 7 Keajaiban Rezeki. Alhamdulillah kedua-duanya adalah karya saya.
10 Jurus Terlarang, Anda pernah baca? Sebagian dari Anda mungkin mengangguk, sudah baca. Ya, buku ini telah menjadi viral di mana-mana. Kenapa? Karena mengajarkan entrepreneur dan calon entrepreneur untuk memulai usaha dengan otak kanan. Btw, royalty for charity.
Pendidikan kita selama ini sayangnya terpaku pada otak kiri. Serba mikir. Serba ngitung. Serba pasti. Serba linier. Tak heran, orang-orang yang cerdas akademis hanya suka sesuatu yang pasti-pasti saja. Dia menolak segala bentuk ketidakpastian.
Padahal, setiap bisnis mengandung resiko dan ketidakpastian, terutama di awal-awal. Karena itulah kita semakin memerlukan pendekatan otak kanan. Berani melangkah. Berani memulai. Berani mengambil resiko.
Semoga Anda termasuk 'golongan kanan'. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Seberapa yakin Anda untuk menunda-nunda memulai bisnis besok atau nanti-nanti, sementara waktu terus berganti tak terhenti? Padahal, semakin segera Anda memulai, semakin segera pula Anda meraih sukses finansial.
"Mas Ippho, bisnis apa yang bagus?" celetuk mereka.
"Bisnis yang dimulai," sindir saya. Yang penting, legal dan halal.
Sekiranya Anda punya jatah gagal 4X atau 5X, maka jatah itu harus Anda habiskan. Kalau ditunda-tunda, yah dapat apa? Nggak ada. Mirisnya lagi, begitu Anda menunda, maka mood bisnis pun akan berkurang dan mereda.
Terutama buat Anda yang muda-muda, segeralah mulai usaha, jangan ditunda-tunda. Lantas, apakah setelah memulai usaha, ada jaminan sukses? Yah mana ada! Tapi potensi itu, sekian persen, ada. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
"Mas Ippho, bisnis apa yang bagus?" celetuk mereka.
"Bisnis yang dimulai," sindir saya. Yang penting, legal dan halal.
Sekiranya Anda punya jatah gagal 4X atau 5X, maka jatah itu harus Anda habiskan. Kalau ditunda-tunda, yah dapat apa? Nggak ada. Mirisnya lagi, begitu Anda menunda, maka mood bisnis pun akan berkurang dan mereda.
Terutama buat Anda yang muda-muda, segeralah mulai usaha, jangan ditunda-tunda. Lantas, apakah setelah memulai usaha, ada jaminan sukses? Yah mana ada! Tapi potensi itu, sekian persen, ada. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Kalau Anda sudah mapan dan tidak perlu mentor lagi dalam kehidupan Anda, yah abaikan saja tulisan ini.
Karena tulisan ini khusus untuk:
Pengusaha yang ingin menambah varian produk. Calon pengusaha yang mencari-cari produk dengan margin tinggi.
Ibu rumahtangga atau mahasiswa yang ingin usaha sambilan. Entrepreneur atau calon entrepreneur yang ingin bermitra dengan saya, Ippho Santosa.
Karyawan yang tengah mempersiapkan resign atau pensiun dini.
Kali ini, izinkan kami akan mengumumkan sebuah peluang usaha yang sangat menjanjikan. Modal awalnya cuma Rp 3 juta, potensi omsetnya sekitar Rp 7 juta. Jadi, potensi marginnya di atas 100%. Jarang-jarang ada produk dengan margin setinggi ini.
Perlu diberitahukan, ini adalah produk premium dari Inggris, bukan MLM. Setelah transfer, partner akan dikirimi 36 botol. Btw, harga jual ke end user Rp 199 ribu sampai Rp 250 ribu. Dengan demikian, sekali lagi, potensi omsetnya sekitar Rp 7 juta.
Syarat-syaratnya? Selain faktor modal, syarat lainnya adalah mitra mau bertanggung-jawab dengan keputusannya sebagai entrepreneur dan sebagai reseller. Ya, mau berjuang. Insya Allah nanti ada pembinaan mitra secara rutin dari saya dan tim. Di-mentoring.
Sekadar informasi, alhamdulillah, kapasitas produksi telah kami tingkatkan. Dan sampai hari ini sudah puluhan orang dari berbagai daerah yang sudah bergabung juga bermitra. Tentu saja, kesempatan semakin terbatas.
Nah, karena Anda sudah memutuskan untuk bergabung, perkenankan kami akan memberikan sebuah bonus:
- DVD Meraih Rp 100 Juta Pertama senilai Rp 150 ribu.
- khusus untuk mereka yang bergabung pada hari ini sampai jam 24.00.
Ingatlah, PELUANG EMAS sering sekali datangnya samar-samar. Dan bukan mustahil, ini adalah wasilah untuk perubahan nasib kita.
Yang serius, transfer Rp3juta ke BCA 4978-666-777 an Ippho D Santosa, free ongkir. Setelah transfer, silakan SMS 0812-8777-7100. Happy action!
Karena tulisan ini khusus untuk:
Pengusaha yang ingin menambah varian produk. Calon pengusaha yang mencari-cari produk dengan margin tinggi.
Ibu rumahtangga atau mahasiswa yang ingin usaha sambilan. Entrepreneur atau calon entrepreneur yang ingin bermitra dengan saya, Ippho Santosa.
Karyawan yang tengah mempersiapkan resign atau pensiun dini.
Kali ini, izinkan kami akan mengumumkan sebuah peluang usaha yang sangat menjanjikan. Modal awalnya cuma Rp 3 juta, potensi omsetnya sekitar Rp 7 juta. Jadi, potensi marginnya di atas 100%. Jarang-jarang ada produk dengan margin setinggi ini.
Perlu diberitahukan, ini adalah produk premium dari Inggris, bukan MLM. Setelah transfer, partner akan dikirimi 36 botol. Btw, harga jual ke end user Rp 199 ribu sampai Rp 250 ribu. Dengan demikian, sekali lagi, potensi omsetnya sekitar Rp 7 juta.
Syarat-syaratnya? Selain faktor modal, syarat lainnya adalah mitra mau bertanggung-jawab dengan keputusannya sebagai entrepreneur dan sebagai reseller. Ya, mau berjuang. Insya Allah nanti ada pembinaan mitra secara rutin dari saya dan tim. Di-mentoring.
Sekadar informasi, alhamdulillah, kapasitas produksi telah kami tingkatkan. Dan sampai hari ini sudah puluhan orang dari berbagai daerah yang sudah bergabung juga bermitra. Tentu saja, kesempatan semakin terbatas.
Nah, karena Anda sudah memutuskan untuk bergabung, perkenankan kami akan memberikan sebuah bonus:
- DVD Meraih Rp 100 Juta Pertama senilai Rp 150 ribu.
- khusus untuk mereka yang bergabung pada hari ini sampai jam 24.00.
Ingatlah, PELUANG EMAS sering sekali datangnya samar-samar. Dan bukan mustahil, ini adalah wasilah untuk perubahan nasib kita.
Yang serius, transfer Rp3juta ke BCA 4978-666-777 an Ippho D Santosa, free ongkir. Setelah transfer, silakan SMS 0812-8777-7100. Happy action!
Anda bahagia?
Menurut psikolog Jessamy Hibberd, hal-hal kecil bisa berdampak besar dan membuat hati kita bahagia. Seperti bertemu teman, tertawa, bersyukur, dan berbagi. Inilah hal-hal kecil yang ia sarankan.
Btw, negara mana yang paling berbahagia? Survei World Happiness Report merilis, ternyata Denmark berada di peringkat pertama sebagai negara paling berbahagia di dunia. Sementara, Burundi, berada di posisi paling buncit.
Laporan itu juga memuat negara-negara yang memiliki kesenjangan sosial yang lebih sedikit ternyata warganya hidup jauh lebih bahagia. Swiss, Islandia, Norwegia dan Finlandia, layaknya Denmark, adalah negara-negara yang paling baik dalam jaminan keamanan sosial. Dan mereka adalah lima besar sebagai negara paling berbahagia.
Posisi Amerika Serikat berada di peringkat ke-13. Nomor paling buncit dari 156 adalah Burundi, bukan Suriah. Burundi mengalami banyak kekerasan serta gonjang-ganjing politik. Bahkan negara itu dianggap paling tak bahagia dibanding Suriah.
Indonesia berada dalam tingkat kebahagiaan di posisi 79. Rusia di peringkat 56 dan Jepang di peringkat 53. Laporan itu dirilis UN's Sustainable Development Solutions Network, dari Gallup World Poll yang mensurvei 1.000 orang dari setiap negara. Proses tersebut dihelat selama 3 tahun berturut turut.
Mungkin Anda bertanya, “Bisakah bahagia, sementara kita belum punya apa-apa?” Ternyata bisa. Penjelasan berikut ini sangat penting. Saya berharap Anda mau membacanya sampai tuntas dan mau men-share-nya.
Bukan apa-apa, agar Anda dan keluarga Anda bisa bahagia, selalu, tanpa ketergantungan terhadap uang atau apapun. Apalagi bergantung pada pemerintah. Lantas, bagaimana caranya bahagia, padahal kita belum punya apa-apa? Percayalah, ini soal keputusan, bukan soal kepemilikan.
"Saya memutuskan untuk bahagia," Batinkan seperti itu. Sekali lagi percayalah, ini soal keputusan. Kalau Anda menganggap 'punya rumah, baru bisa bahagia' maka anggapan itu cuma bertahan 12 bulan sampai 24 bulan. Nggak lama. Tapi kalau Anda memutuskan untuk bahagia entah punya atau belum punya, maka keputusan itu akan berdampak lebih lama.
Kuncinya, jangan pernah menggantungkan kebahagiaan pada hal-hal yang bersifat eksternal seperti rumah, mobil, dukungan masyarakat, kebijakan pemerintah, dst. Hendaknya digantungkan pada hal-hal yang bersifat internal seperti pikiran, perasaan, dan keputusan.
Be happy! Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Menurut psikolog Jessamy Hibberd, hal-hal kecil bisa berdampak besar dan membuat hati kita bahagia. Seperti bertemu teman, tertawa, bersyukur, dan berbagi. Inilah hal-hal kecil yang ia sarankan.
Btw, negara mana yang paling berbahagia? Survei World Happiness Report merilis, ternyata Denmark berada di peringkat pertama sebagai negara paling berbahagia di dunia. Sementara, Burundi, berada di posisi paling buncit.
Laporan itu juga memuat negara-negara yang memiliki kesenjangan sosial yang lebih sedikit ternyata warganya hidup jauh lebih bahagia. Swiss, Islandia, Norwegia dan Finlandia, layaknya Denmark, adalah negara-negara yang paling baik dalam jaminan keamanan sosial. Dan mereka adalah lima besar sebagai negara paling berbahagia.
Posisi Amerika Serikat berada di peringkat ke-13. Nomor paling buncit dari 156 adalah Burundi, bukan Suriah. Burundi mengalami banyak kekerasan serta gonjang-ganjing politik. Bahkan negara itu dianggap paling tak bahagia dibanding Suriah.
Indonesia berada dalam tingkat kebahagiaan di posisi 79. Rusia di peringkat 56 dan Jepang di peringkat 53. Laporan itu dirilis UN's Sustainable Development Solutions Network, dari Gallup World Poll yang mensurvei 1.000 orang dari setiap negara. Proses tersebut dihelat selama 3 tahun berturut turut.
Mungkin Anda bertanya, “Bisakah bahagia, sementara kita belum punya apa-apa?” Ternyata bisa. Penjelasan berikut ini sangat penting. Saya berharap Anda mau membacanya sampai tuntas dan mau men-share-nya.
Bukan apa-apa, agar Anda dan keluarga Anda bisa bahagia, selalu, tanpa ketergantungan terhadap uang atau apapun. Apalagi bergantung pada pemerintah. Lantas, bagaimana caranya bahagia, padahal kita belum punya apa-apa? Percayalah, ini soal keputusan, bukan soal kepemilikan.
"Saya memutuskan untuk bahagia," Batinkan seperti itu. Sekali lagi percayalah, ini soal keputusan. Kalau Anda menganggap 'punya rumah, baru bisa bahagia' maka anggapan itu cuma bertahan 12 bulan sampai 24 bulan. Nggak lama. Tapi kalau Anda memutuskan untuk bahagia entah punya atau belum punya, maka keputusan itu akan berdampak lebih lama.
Kuncinya, jangan pernah menggantungkan kebahagiaan pada hal-hal yang bersifat eksternal seperti rumah, mobil, dukungan masyarakat, kebijakan pemerintah, dst. Hendaknya digantungkan pada hal-hal yang bersifat internal seperti pikiran, perasaan, dan keputusan.
Be happy! Sekian dari saya, Ippho Santosa.