Ippho Santosa - ipphoright
26.1K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Ahad kemarin, hampir 7.000 peserta di seminar Jakarta. Alhamdulillah. Ahad ini giliran Jogjakarta...

Yang di Jogja dan Jateng, yuk merapat...

Segera daftar » http://bit.ly/ipphojogja
Moment langka...

Ahad saya seminar di Jogja insya Allah...

Yang di Jogja dan Jateng, yuk merapat. Atau punya kerabat-kerabat di sana, mohon diinfokan...

Gratis! Segera daftar » http://bit.ly/ipphojogja

Selain ilmu-ilmu rezeki, juga saya sampaikan di seminar nanti update dari Aksi Damai 411...
Wanita itu tiangnya negara. Nggak main-main. Kalau baik mereka, baik pula negara. Dan demikian pula sebaliknya.

Ketika ia menjadi ibu, berarti surga di bawah telapak kakinya.

Ketika ia menjadi anak apalagi bertiga, ia menjadi penjamin surga bagi orangtuanya.

Ketika ia menjadi istri, ia menentukan apakah rumah menjadi surga dunia atau neraka dunia.

Maka, sikap kita terhadap wanita tak boleh sembarangan. Sama sekali tak boleh.

Di grup WA khusus owner TK Khalifah, kami sempat membahas ini.

Ada seorang anak yang nyeletuk, "Kenapa ada lady parking?"

Nah lho!

Kalau salah-salah jawab, ntar bisa terkesan wanita itu lemah. Tak berdaya.

Ada yang menjawab, "Karena wanita itu perlu dimudahkan, perlu dibantu."

Cukupkah dijawab begitu? Mungkin baiknya dijawab begini, "Karena wanita itu perlu dimuliakan."

Hehehe. Salah jawab, bisa diomelin ibu-ibu. Istri saya, misalnya. Dia lebih jago bawa mobil daripada saya. Ketika supir nggak ada, sering ia menawarkan diri untuk menyetir. Saya disuruhnya diam saja, agar bisa istirahat atau berpikir. Hehehe. Tahu betul bahwa suaminya penulis, perlu berpikir. Hehehe.

Mari muliakan wanita. Sekiranya Anda menyukai seorang wanita, maka pesan saya, "Nikahilah." Bukan pacarilah. Hehehe. Menikah itu dalam rangka memuliakan wanita. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Besok pagi, jam 4, saya di Metro TV

Rutin setiap Senin pagi
Namanya Jahal.

Seorang teman mengingatkan Jahal, "Mari berbakti kepada orangtua. Berkah. Dalilnya Al-Isra 23-24." Diingatkan begitu, Jahal malah menyahut, "Ah, dibohongi pake Al-Isra."

Teman lain juga mengingatkan Jahal, "Hindari narkotika. Bahaya. Apalagi ada UU Narkotika Pasal 112." Diingatkan begitu, lagi-lagi Jahal menyahut, "Ah, dibohongi pake UU Narkotika."

Menurut Anda, Jahal ini orangnya ngaco apa ngaco banget?

"Tapi, kan ada kata 'pake' di sana," bela seseorang.

Diguyur air. Diguyur pake air. Diguyur dengan air. Diguyur sama air. Jelas, kalimat-kalimat pasif ini membawa makna yang kurang-lebih sama.

Terus, gimana dengan 'makan sendok' dan 'makan pake sendok'? Hehehe, nggak perlu dijawab. Anak SD tinggal kelas pun tahu, ini kalimat aktif. Menyetarakan kalimat pasif dan aktif adalah tindakan yang lebih lucu daripada stand-up comedy.

Kisah pun berlanjut. Suatu hari, istri si Jahal dilecehkan orang. Anehnya, si Jahal malah menjawab, "Sikap saya netral. Dia tak perlu dibela."

Besoknya, ibu si Jahal dicolek preman. Semakin aneh, si Jahal kembali berkilah, "Bakti sejati kepada ibu, bukan dengan bela-belaan. Cukup dengan perhatian dan kasih-sayang sehari-hari."

Saat saudara-saudaranya datang dari luar kota demi membela sang ibu, si Jahal malah menghardik, "Hei! Kapan terakhir kali kalian mudik mengunjungi ibu? Kok sekarang tiba-tiba mau membela ibu?"

Dengan kisah singkat ini maka kita pun semakin paham kenapa #AksiDamai411 bisa hadir. Apalagi terjadi pembiaran kasus selama sebulan lebih. Padahal kasus-kasus sejenis bisa tuntas dalam 48 jam, karena memang mengoyak kebhinekaan kita.

Ya, Aksi Damai 411 itu bagian dari bela agama juga bela bangsa. Terus, ada yang nyeletuk, "Penghina agama tak akan membuatmu agamamu hina." Itu betul. Namun bersikap diam dan apatis ketika agamamu dihina, itulah sikap yang hina. 

Masih ada yang nyeletuk, "Islam kok gitu, siapa yang ngajarin?" Soal bela agama, maaf, ulama yang ngajarin. Ulama yang mampu mengucapkan kata 'Allah SWT' dan kata 'nahimunkar' dengan baik.

Maka dari itu, jangan diam jangan apatis. Setidaknya, tunjukkan sikap melalui social media. Setidaknya, doakan dengan sungguh-sungguh. Paling minim, nggak nyinyir sama mereka yang berani menunjukkan sikap.

Asal tahu saja, bertabur ayat yang menganjurkan 'membela agama Allah'. Tentu saja, ini bukan untuk Allah Yang Maha Perkasa, melainkan untuk kita sendiri. Dengan ini, Allah ingin menguji iman kita.

Dan begitu melihat respons orang-orang, kita pun bisa MEMBEDAKAN seketika mana muslim sejati, mana muslim munafik. Dan itulah satu predikat Al-Quran yakni 'Furqon' alias 'Pembeda'.

"Ah, yang demo kemarin cuma orang-orang bayaran," celetuk si buzzer. Hehehe, sebenarnya itulah sikapnya sehari-hari. Kalau ada bayaran, baru bergerak, baru mau jadi buzzer. Dia tidak paham bagaimana iman menjadi faktor penggerak.

Paling tidak, saya kenal dua orang Indonesia yang ikut Aksi Damai 411 yang datang jauh-jauh dari Amerika dan Australia. Orang bayaran-kah mereka? Hehehe, jangan-jangan upah buzzer-mu dibayar sama dia.

Kalau mau main aman, tak perlu capek-capek saya menulis artikel seperti ini. Risikonya, sebagian perusahaan dan stasiun TV mungkin batal mengundang saya. Tapi, nggak masalah. Ini soal prinsip. Lagi pula, Allah Maha Kaya, Dia yang menjamin rezeki saya.

Udah, itu aja. Sekian dari saya, Ippho Santosa.



(Silakan di-share. Tapi saya melarang portal-portal media mengutip dan menyalin tulisan saya ini, tanpa izin tertulis dari saya. Kenapa? Karena sebagian besar mereka terafiliasi dengan kelompok-kelompok tertentu. Dan saya tidak mau digolongkan sama dengan mereka)
Amerika telah memilih...

Selama kampanye, Donald Trump jarang diunggulkan dan sarat kontroversi. Trump didera berbagai tuduhan pelecehan seksual. Trump gagal membuat partai Republik bersatu mendukungnya. Trump ketahuan tidak bayar pajak selama bertahun-tahun.

Trump mengancam akan melarang warga muslim masuk ke Amerika. Trump berjanji akan mengusir para imigran ilegal dan membangun tembok besar di perbatasan Amerika-Meksiko. Dan masih banyak lagi.

Namun ternyata dia berhasil memenangkan Pilpres Amerika. Bagi banyak orang, ini ujian bagi Amerika dan dunia.

Fyi, menuai kontoversi adalah pekerjaannya sejak dulu. Trump ketika sekolah dulu pernah memukul gurunya. Uniknya, Trump sama sekali tidak minum alkohol, namun pada 2006 Trump mengeluarkan Trump Vodka.

Berlanjut, rupa-rupanya Trump anti LGBT. Selain itu, Trump menunjukkan sinyal rukun dengan Putin dan sepertinya enggan merecoki urusan negara lain. Kita sama-sama tahu, tiga hal terakhir bukanlah tradisi Amerika selama ini.

Pesan Shamsi Ali, imam di New York, "Jangan khawatir berlebihan. Kami di sini aman dan nyaman-nyaman saja. Mungkin ini sekadar geliat perjuangan untuk lompatan besar. Toh kami telah diuji dengan Peristiwa 9/11 dan kami berhasil menaiki tangga-tangga kesuksesan. Jangan-jangan ini tangga baru untuk meraih keberhasilan lebih besar."

Bukan kebetulan, saya dan Shamsi Ali pernah bertemu Trump. Saat ini kami telah merilis buku '7 Tokoh Dunia & Rahasia-Rahasia Mereka Yang Jarang Diketahui'. Buku ini telah tersedia di Gramedia.

Sewaktu bertemu dulu, Trump sempat menunjukkan buku saya, 7 Keajaiban Rezeki, kepada audiens. Jujur saja, tindakan itu membuat saya senang. Terus, kenapa sekarang saya malah mengkritiknya? Simak >> Bit.ly/TentangTrump
Kemarin saya menjenguk sahabat saya di sebuah rumah sakit di Bandung. Beberapa bulan sebelumnya, menjenguk sahabat saya di sebuah rumah sakit di Jakarta. Bertepatan, kedua-duanya sama-sama trainer. Yang satu di bidang penjualan, satunya lagi di bidang NLP.

Seperti yang sudah-sudah, saya datang bersama istri. Kebiasaan saya, kalau menjenguk orang sakit selalu setel wajah cerah dan ceria. Menyebarkan optimisme. Kalau kita setel wajah suram dan muram, itu pesan yang melemahkan bagi si sakit dan kemungkinan besar terekam oleh otak bawah sadarnya. Pesimis, efeknya.

Kepada istri si sakit, saya berusaha memberikan pesan singkat. Di mana pesan ini saya kutip dari kata-kata guru saya, "Acapkali Allah bekerja dengan cara yang misterius. Kadang kita nggak tahu apa tujuan dan hikmahnya. Yang jelas, kita tahu bahwa Allah itu maha baik, satu kali pun tak pernah zalim."

Sakit. Mungkin ini untuk menaikkan derajat. Mungkin ini untuk menggugurkan dosa.

Sambung saya, "Jadi, tugas kita adalah berbaiksangka dan bersabar. Termasuk, besar harapan. Toh kita sama-sama menyadari, Allah adalah sebaik-baik perencana. Tidak ada rencana-Nya yang sia-sia. Insya Allah semua dalam bingkai kasih dan sayang-Nya."

Dan terakhir pesan saya, "Sesayang-sayangnya kita sama pasangan kita, ternyata Allah lebih sayang sama dia. Jauh lebih sayang, sangat penyayang, bahkan maha penyayang. Sekali lagi, tak mungkin Allah bertindak zalim."

Berbaiksangka dan bersabar, memang ini tidak mudah. Namun tidak ada salahnya kita upayakan. Sekiranya teman-teman kita atau keluarga kita tengah sakit, berikan tulisan saya ini kepada mereka. Mudah-mudahan setelah membaca, bertambah-tambah baiksangka dan sabar mereka.

Mohon doanya untuk saya dan keluarga saya. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Saya bertemu dengan calon istri saya cuma sekali. Terus, kami memutuskan untuk menikah.

Sebelum menikah, dia juga nggak minta macam-macam. Mas kawin, sederhana. Resepsi, sederhana. Kartu undangan, nggak ada.

Menurut saya, wanita yang nggak minta macam-macam, justru layak diperjuangkan dan diberikan macam-macam.

Simak lanjutannya » http://bit.ly/JemputlahJodoh

Ternyata menjemput jodoh tidak sesulit yang kita bayangkan, asalkan tahu ilmunya.
Ekonomi syariah mengundang perdebatan dan kontroversi. Sampai seperti apa?

Terus, gimana solusinya?

Ini lebih seru daripada ILC, simak >>

http://simak.id/audio/listen/3563/kontroversi-ekonomi-syariah-dan-solusinya
Nanti malam jam 8, saya #MerryRiana #JamesGwee hadir di Metro TV dengan tema #SiapaPahlawanmu.

Jarang-jarang saya meneteskan air mata ketika tampil di TV. Ini adalah salah satunya.

Insya Allah inspiring dan touching. Bagi yang luang waktunya, nonton ya. Ajak juga keluarga dan sahabatnya nonton.
Siapa sangka, ternyata 10 orang terdekat Anda mempengaruhi saldo Anda dan amal Anda.

Ini sepertinya bergurau, padahal tidak. Sama sekali tidak.

Maka, bergaullah dengan orang-orang yang tepat. Silaturahim. Networking.

Inilah istilahnya:
- Tanpa network, artinya not work (tidak berhasil).
- Network artinya net worth (kekayaan bersih).
- Network memang nice word (kata yang indah).

Sekiranya berdampak negatif terhadap diri Anda, maka jadikan ia teman biasa saja. Bukan sahabat dekat.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Bayangkan kalau anak kita atau ponakan kita yang terkena lemparan bom itu? Pasti tak terkira sedihnya.

Sekarang, mari kita tunjukkan kepedulian kita. Bantu keluarga korban. Kita ringankan beban mereka sebisanya.

Setidaknya, bantu doa dan sebar gambar di atas. Berbuat. Buktikan bahwa diri kita adalah rahmat bagi semua.
Ayo berbuat!

Kita bantu keluarga korban yang terkena bom di Samarinda. Kita ringankan beban mereka, sebisanya. Dengan doa dan donasi.

Berapapun jumlahnya, kecil atau besar, transfer saja ke BCA 676-025-4434 a/n Aksi Cepat Tanggap (Ini rekening khusus, tak perlu konfirmasi).

Paling tidak, bantu sebar informasi ini...