Saya tidak bermaksud menyinggung si A atau si B dalam tulisan barusan » http://bit.ly/PikirkanLakukan
Sekiranya mau komen di blog, pastikan tetap santun ya. Dan mohon maaf, komen-komen negatif terpaksa kami hapus.
Sekiranya mau komen di blog, pastikan tetap santun ya. Dan mohon maaf, komen-komen negatif terpaksa kami hapus.
Nggak nyangka, ribuan orang pada baca tulisan tadi » http://bit.ly/PikirkanLakukan
Alhamdulillah, komen-komennya juga mulai tertib. Nggak ada lagi yang marah-marah nggak karuan. Mungkin karena sudah dimaknai secara positif.
Alhamdulillah, komen-komennya juga mulai tertib. Nggak ada lagi yang marah-marah nggak karuan. Mungkin karena sudah dimaknai secara positif.
Kalau Anda ingin menjual lebih banyak, sepertinya Anda harus membaca tulisan ini.
Pernah lihat corong? Ya, kalau zaman dulu kan kompor pakai minyak tanah. Jadi, minyak tanahnya dituangin dari jerigen ke kompor pakai corong. Atasnya lebar, tapi makin ke bawah makin menciut. Bentuknya seperti kerucut.
Nah, dalam menjual Anda juga bisa melakukan hal yang sama. Saring dulu orang-orang yang kemungkinan minat alias berpotensi membeli produk. Kami di Kampus Umar Usman juga melakukannya. Tanpa spanduk, tanpa baliho, tanpa brosur, alhamdulillah kami bisa menjaring calon-calon mahasiswanya.
Kadang kita menghabiskan waktu dengan memikirkan segmentasi dan targeting. Jelas, kedua-duanya diperlukan. Tapi kalau dipakai berlebihan, itu bisa memperkecil pasar. Jadi mestinya? Jaring dulu, baru saring. Nah, segmentasi dan targeting adalah proses menyaring.
Kapan-kapan kita sambung lagi ya.
Pernah lihat corong? Ya, kalau zaman dulu kan kompor pakai minyak tanah. Jadi, minyak tanahnya dituangin dari jerigen ke kompor pakai corong. Atasnya lebar, tapi makin ke bawah makin menciut. Bentuknya seperti kerucut.
Nah, dalam menjual Anda juga bisa melakukan hal yang sama. Saring dulu orang-orang yang kemungkinan minat alias berpotensi membeli produk. Kami di Kampus Umar Usman juga melakukannya. Tanpa spanduk, tanpa baliho, tanpa brosur, alhamdulillah kami bisa menjaring calon-calon mahasiswanya.
Kadang kita menghabiskan waktu dengan memikirkan segmentasi dan targeting. Jelas, kedua-duanya diperlukan. Tapi kalau dipakai berlebihan, itu bisa memperkecil pasar. Jadi mestinya? Jaring dulu, baru saring. Nah, segmentasi dan targeting adalah proses menyaring.
Kapan-kapan kita sambung lagi ya.
Saya tadi pagi bikin artikel tentang penyubur kekayaan alias penyubur harta.
Kalau Anda terapkan, yakin deh, akan terkaget-kaget melihat hasilnya. Nggak pake lama.
Post ini sempat problem tadi karena diakses ribuan orang dalam waktu serentak. Insya Allah sekarang sudah bisa lagi.
Yang serius, baca ya. Terus praktek » http://bit.ly/PenyuburKekayaan
Kalau Anda terapkan, yakin deh, akan terkaget-kaget melihat hasilnya. Nggak pake lama.
Post ini sempat problem tadi karena diakses ribuan orang dalam waktu serentak. Insya Allah sekarang sudah bisa lagi.
Yang serius, baca ya. Terus praktek » http://bit.ly/PenyuburKekayaan
Kemarin saya berseminar untuk sebuah BUMN.
Terus, ada yang nyeletuk, "Mas Ippho seminar terus, kapan ngurus bisnisnya, kapan ngurus keluarganya?" Hehehe, kepo ya? Alhamdulillah setiap hari saya ngurus bisnis. Apalagi sudah ada timnya...
Kalau ngurus keluarga? Yah selalu. Bahkan saya sering mengantar anak ke sekolah. Kelonan sama mereka, yah setiap hari. Sama istri, sering pula saya ke bioskop, pacaran. Hehehe. Saya pun rutin tidur siang, walau cuma 15 menit. Me-time, hehehe.
Meskipun publikasi seminar berjalan setiap hari, bukan berarti seminar saya berlangsung setiap hari. Bukan. Coba deh perhatikan baik-baik. Yang setiap hari itu cuma publikasinya.
Misal, seminar Ahad pagi dan seminar Senin siang di Jakarta. Gratis nih. Kedua-duanya dipublikasikan setiap hari. Ya, setiap hari. Mungkin ini yang terlihat oleh teman-teman di FB dan Twitter.
Yah, kondisi sekarang jauh berbeda dibanding kondisi saya merintis bisnis dulu. Awal-awal berdirinya TK Khalifah, hampir-hampir semua saya handle. Sibuk. Padat. Mulai dari meyakinkan orangtua siswa, sampai mengasuh siswa. Pelan-pelan, barulah saya menyusun tim dan mendelegasikan.
Sesibuk apapun diri kita, sepenting apapun urusan kita, harus punya waktu untuk keluarga. Anda setuju? Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah!
Terus, ada yang nyeletuk, "Mas Ippho seminar terus, kapan ngurus bisnisnya, kapan ngurus keluarganya?" Hehehe, kepo ya? Alhamdulillah setiap hari saya ngurus bisnis. Apalagi sudah ada timnya...
Kalau ngurus keluarga? Yah selalu. Bahkan saya sering mengantar anak ke sekolah. Kelonan sama mereka, yah setiap hari. Sama istri, sering pula saya ke bioskop, pacaran. Hehehe. Saya pun rutin tidur siang, walau cuma 15 menit. Me-time, hehehe.
Meskipun publikasi seminar berjalan setiap hari, bukan berarti seminar saya berlangsung setiap hari. Bukan. Coba deh perhatikan baik-baik. Yang setiap hari itu cuma publikasinya.
Misal, seminar Ahad pagi dan seminar Senin siang di Jakarta. Gratis nih. Kedua-duanya dipublikasikan setiap hari. Ya, setiap hari. Mungkin ini yang terlihat oleh teman-teman di FB dan Twitter.
Yah, kondisi sekarang jauh berbeda dibanding kondisi saya merintis bisnis dulu. Awal-awal berdirinya TK Khalifah, hampir-hampir semua saya handle. Sibuk. Padat. Mulai dari meyakinkan orangtua siswa, sampai mengasuh siswa. Pelan-pelan, barulah saya menyusun tim dan mendelegasikan.
Sesibuk apapun diri kita, sepenting apapun urusan kita, harus punya waktu untuk keluarga. Anda setuju? Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah!
Mau kaya? Makmur? Mapan?
Mesti siap tiga hal:
- jualan
- hidup hemat
- investasi
Soal jualan, kita ambil sebuah contoh. Ia mulai jualan sejak tahun 1985. "Awalnya sulit. Saya disangka jualan agama karena ada label halal. Tapi yang jelas, ide label halal itu berasal dari pesantren," cerita entrepreneur yang juga tamatan pesantren ini.
Mulanya, cuma bisnis rumahan biasa, yang dijual door to door dan salon ke salon. Kesulitan terbesar baginya saat itu adalah mendapatkan trust dari konsumen terhadap produk berlabel halal itu.
Namun ia pantang menyerah. Mental baja. Termasuk ketika tempat usahanya terbakar. Musibah ini sempat membuat entrepreneur berdarah minang tersebut terguncang dan ingin berhenti saja jadi pengusaha.
Akan tetapi ia menyadari, jika berhenti maka karyawan-karyawannya akan kehilangan mata pencaharian untuk keluarga mereka. Atas dasar tanggung jawab itulah, dia putuskan untuk kembali berbisnis, mulai dari nol. Ia buang jauh-jauh pikiran negatif. Jualan, bisa! Sukses juga bisa!
Saat ini, ia memiliki dua pabrik dengan 4.500 karyawan. Bahkan saat ini produk-produknya sudah menembus berbagai negara di Asia Tenggara. Namanya Nurhayati, produknya Wardah, omsetnya triliunan. Kalau ngomong merek yang populer, inilah kosmetik berlabel halal pertama di Indonesia...
Nah, itu tadi soal jualan. Kapan-kapan kita akan bahas hidup hemat dan investasi. Inilah tiga resep untuk makmur.
Mesti siap tiga hal:
- jualan
- hidup hemat
- investasi
Soal jualan, kita ambil sebuah contoh. Ia mulai jualan sejak tahun 1985. "Awalnya sulit. Saya disangka jualan agama karena ada label halal. Tapi yang jelas, ide label halal itu berasal dari pesantren," cerita entrepreneur yang juga tamatan pesantren ini.
Mulanya, cuma bisnis rumahan biasa, yang dijual door to door dan salon ke salon. Kesulitan terbesar baginya saat itu adalah mendapatkan trust dari konsumen terhadap produk berlabel halal itu.
Namun ia pantang menyerah. Mental baja. Termasuk ketika tempat usahanya terbakar. Musibah ini sempat membuat entrepreneur berdarah minang tersebut terguncang dan ingin berhenti saja jadi pengusaha.
Akan tetapi ia menyadari, jika berhenti maka karyawan-karyawannya akan kehilangan mata pencaharian untuk keluarga mereka. Atas dasar tanggung jawab itulah, dia putuskan untuk kembali berbisnis, mulai dari nol. Ia buang jauh-jauh pikiran negatif. Jualan, bisa! Sukses juga bisa!
Saat ini, ia memiliki dua pabrik dengan 4.500 karyawan. Bahkan saat ini produk-produknya sudah menembus berbagai negara di Asia Tenggara. Namanya Nurhayati, produknya Wardah, omsetnya triliunan. Kalau ngomong merek yang populer, inilah kosmetik berlabel halal pertama di Indonesia...
Nah, itu tadi soal jualan. Kapan-kapan kita akan bahas hidup hemat dan investasi. Inilah tiga resep untuk makmur.
Hindari sedekah yang bisa membawa kehampaan. Sebaliknya, carilah sedekah yang bisa membawa kesehatan.
Nanti malam, kemungkinan tulisan ini akan saya hapus. Baiknya baca hari ini saja.
Simak » http://bit.ly/SedekahYangMenyehatkan
Nanti malam, kemungkinan tulisan ini akan saya hapus. Baiknya baca hari ini saja.
Simak » http://bit.ly/SedekahYangMenyehatkan
Mau menjual lebih cepat?
Menjual lebih banyak?
Menjual lebih mahal?
Ternyata ada tips-tipsnya.
Semuanya saya rangkum dalam e-book "Tips Laris Jualan" (untuk pemula). Isinya tak sampai 100 halaman, tapi isinya serba praktis dan bisa diterapkan keesokan harinya. Nggak pake lama. Saya dan Mr. Joss yang menyusunnya.
Kalau Anda berharap buku yang berisi kalimat-kalimat motivasi atau kata-kata bijak, maka abaikan saja e-book ini. Ya, abaikan. Tapi kalau Anda mau buku yang berisi tips-tips penjualan dan studi kasus penjualan (untuk pemula), maka ini adalah e-book yang tepat.
Harganya hanya Rp100ribu. Anda pun tahu bahwa harga ini tak seberapa jika dibandingkan dengan hasilnya kelak.
Mau dapat harga launching? Bisa! Cuma setengahnya alias Rp50ribu saja.
Harga launching ini berlaku hari ini sampai Senin 31 Oktober.
Minat? Transfer Rp50ribu (plus 3 nomor terakhir handphone Anda) ke BCA 4978-666-777 a/n Ippho Dewata Santosa.
Khusus pembeli ebook hari ini (Jumat), akan kami beri ebook tambahan. Ya, bonus. Isinya masih soal penjualan. Anda boleh mentransfer sekarang atau sore nanti. Tapi baiknya hari ini juga agar dapat bonus.
Setelah transfer, SMS 0812-9183-0777 berisi nama, kota, dan alamat email Anda. Ebook dikirim mulai 10 November.
Mari menjemput perubahan!
Menjual lebih banyak?
Menjual lebih mahal?
Ternyata ada tips-tipsnya.
Semuanya saya rangkum dalam e-book "Tips Laris Jualan" (untuk pemula). Isinya tak sampai 100 halaman, tapi isinya serba praktis dan bisa diterapkan keesokan harinya. Nggak pake lama. Saya dan Mr. Joss yang menyusunnya.
Kalau Anda berharap buku yang berisi kalimat-kalimat motivasi atau kata-kata bijak, maka abaikan saja e-book ini. Ya, abaikan. Tapi kalau Anda mau buku yang berisi tips-tips penjualan dan studi kasus penjualan (untuk pemula), maka ini adalah e-book yang tepat.
Harganya hanya Rp100ribu. Anda pun tahu bahwa harga ini tak seberapa jika dibandingkan dengan hasilnya kelak.
Mau dapat harga launching? Bisa! Cuma setengahnya alias Rp50ribu saja.
Harga launching ini berlaku hari ini sampai Senin 31 Oktober.
Minat? Transfer Rp50ribu (plus 3 nomor terakhir handphone Anda) ke BCA 4978-666-777 a/n Ippho Dewata Santosa.
Khusus pembeli ebook hari ini (Jumat), akan kami beri ebook tambahan. Ya, bonus. Isinya masih soal penjualan. Anda boleh mentransfer sekarang atau sore nanti. Tapi baiknya hari ini juga agar dapat bonus.
Setelah transfer, SMS 0812-9183-0777 berisi nama, kota, dan alamat email Anda. Ebook dikirim mulai 10 November.
Mari menjemput perubahan!
Besok pagi teman-teman di Jakarta dan sekitarnya, insya Allah akan mengikuti seminar saya #SuccessProtocol: #MenggandakanRezeki. Gratis. Silakan ajak keluarga dan kerabat-kerabatnya.
Terlepas dari itu, baru saja saya selesai menulis artikel tentang sehat dan bahagia. Nggak main-main, ini berdasarkan penelitian lebih dari 70 tahun. Boleh dibilang, salah satu tulisan terpenting dari saya tahun ini.
Sehat dan bahagia, adakah yang lebih mahal daripada itu? Hm, sulit dicari tandingnya. Terus, gimana cara praktisnya?
Simak » http://bit.ly/BahagiaSehat
Saking pentingnya, tulisan ini saya hadirkan di web pribadi saya, bukan di blogspot. Baca deh...
Terlepas dari itu, baru saja saya selesai menulis artikel tentang sehat dan bahagia. Nggak main-main, ini berdasarkan penelitian lebih dari 70 tahun. Boleh dibilang, salah satu tulisan terpenting dari saya tahun ini.
Sehat dan bahagia, adakah yang lebih mahal daripada itu? Hm, sulit dicari tandingnya. Terus, gimana cara praktisnya?
Simak » http://bit.ly/BahagiaSehat
Saking pentingnya, tulisan ini saya hadirkan di web pribadi saya, bukan di blogspot. Baca deh...
“Boleh jadi engkau tidur, tapi puluhan doa naik untukmu."
Dari si fakir yang pernah engkau tolong, dari si lapar yang pernah engkau beri makan, dari si sedih yang pernah engkau hibur, atau dari si miskin yang pernah engkau bantu.
Maka jangan pernah engkau remehkan setiap perbuatan baik...
Sampai jumpa di seminar 'Success Protocol' pagi ini. Gratis. Acara kita mulai jam 8.15. Mohon tiba di lokasi jam 8 atau kurang. Ajak juga keluarganya. Sukses bareng-bareng.
Dari si fakir yang pernah engkau tolong, dari si lapar yang pernah engkau beri makan, dari si sedih yang pernah engkau hibur, atau dari si miskin yang pernah engkau bantu.
Maka jangan pernah engkau remehkan setiap perbuatan baik...
Sampai jumpa di seminar 'Success Protocol' pagi ini. Gratis. Acara kita mulai jam 8.15. Mohon tiba di lokasi jam 8 atau kurang. Ajak juga keluarganya. Sukses bareng-bareng.
Acara spesial...
Meet and greet...
Dengan saya dan Shamsi Ali, seorang imam dari New York...
Kami akan membahas rahasia-rahasia sukses dan pesan-pesan hebat dari 7 tokoh dunia. Bukan kebetulan, kami berdua pernah bertemu langsung dengan 7 tokoh dunia tersebut.
Kapan?
Senin (31 Okt) jam 10 pagi.
Di mana?
Gramedia Matraman, Jakarta.
Acara ini sangat terbatas. Saya tidak publikasikan di media sosial FB dan Twitter sama sekali. Hanya saya beritahukan via Telegram dan beberapa grup WA. Cuma itu.
Teman-teman bisa hadir, terus menyimak seminar kami ini, gratis. Ya, gratis. Setelah itu, kita meet and greet. Teman-teman bisa bertanya langsung dan foto kenang-kenangan.
Sekiranya ingin hadir, silakan SMS 0815-4333-3600. Tak perlu menunggu SMS balasan dari kami. Sekali lagi, tidak perlu. Kami hanya me-reply dan me-remind jika seat sudah full.
Meet and greet...
Dengan saya dan Shamsi Ali, seorang imam dari New York...
Kami akan membahas rahasia-rahasia sukses dan pesan-pesan hebat dari 7 tokoh dunia. Bukan kebetulan, kami berdua pernah bertemu langsung dengan 7 tokoh dunia tersebut.
Kapan?
Senin (31 Okt) jam 10 pagi.
Di mana?
Gramedia Matraman, Jakarta.
Acara ini sangat terbatas. Saya tidak publikasikan di media sosial FB dan Twitter sama sekali. Hanya saya beritahukan via Telegram dan beberapa grup WA. Cuma itu.
Teman-teman bisa hadir, terus menyimak seminar kami ini, gratis. Ya, gratis. Setelah itu, kita meet and greet. Teman-teman bisa bertanya langsung dan foto kenang-kenangan.
Sekiranya ingin hadir, silakan SMS 0815-4333-3600. Tak perlu menunggu SMS balasan dari kami. Sekali lagi, tidak perlu. Kami hanya me-reply dan me-remind jika seat sudah full.
Acara spesial...
Meet and greet...
Dengan saya dan Shamsi Ali, seorang imam dari New York...
Kami akan membahas rahasia-rahasia sukses dan pesan-pesan hebat dari 7 tokoh dunia. Bukan kebetulan, kami berdua pernah bertemu langsung dengan 7 tokoh dunia tersebut.
Kapan?
Senin (31 Okt) jam 10 pagi. Saya ulang, Senin (31 Okt).
Di mana?
Gramedia Matraman, Jakarta.
Acara ini sangat terbatas. Saya tidak publikasikan di media sosial FB dan Twitter sama sekali. Hanya saya beritahukan via Telegram dan beberapa grup WA. Cuma itu.
Teman-teman bisa hadir, terus menyimak seminar kami ini, gratis. Ya, gratis. Setelah itu, kita meet and greet. Teman-teman bisa bertanya langsung dan foto kenang-kenangan.
Sekiranya ingin hadir, silakan SMS 0815-4333-3600. Tak perlu menunggu SMS balasan dari kami. Sekali lagi, tidak perlu. Kami hanya me-reply dan me-remind jika seat sudah full.
Meet and greet...
Dengan saya dan Shamsi Ali, seorang imam dari New York...
Kami akan membahas rahasia-rahasia sukses dan pesan-pesan hebat dari 7 tokoh dunia. Bukan kebetulan, kami berdua pernah bertemu langsung dengan 7 tokoh dunia tersebut.
Kapan?
Senin (31 Okt) jam 10 pagi. Saya ulang, Senin (31 Okt).
Di mana?
Gramedia Matraman, Jakarta.
Acara ini sangat terbatas. Saya tidak publikasikan di media sosial FB dan Twitter sama sekali. Hanya saya beritahukan via Telegram dan beberapa grup WA. Cuma itu.
Teman-teman bisa hadir, terus menyimak seminar kami ini, gratis. Ya, gratis. Setelah itu, kita meet and greet. Teman-teman bisa bertanya langsung dan foto kenang-kenangan.
Sekiranya ingin hadir, silakan SMS 0815-4333-3600. Tak perlu menunggu SMS balasan dari kami. Sekali lagi, tidak perlu. Kami hanya me-reply dan me-remind jika seat sudah full.
Lagi ada masalah?
Inilah sikap orang-orang terhadap masalah:
- Si jahat membuat masalah.
- Si picik memperbesar masalah.
- Si awam membicarakan masalah.
- Si hebat menuntaskan masalah.
- Si bijak mensyukuri adanya masalah.
- Si jeli melihat peluang dari masalah.
- Si soleh naik derajat karena masalah.
Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan masalah. Jadi, buat apa resah dan gelisah? Kendati tidak mudah, sikapi saja dengan benar, niscaya semua akan berakhir dengan indah. Ya, indah. Tepatnya, jadikan MASALAH itu sebagai ‘masa-masa untuk lebih mengenal Allah’. Toh, kita semua tahu, sebesar-besarnya masalah, jauh lebih besar rahmat dari Allah.
Setujukah?
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Inilah sikap orang-orang terhadap masalah:
- Si jahat membuat masalah.
- Si picik memperbesar masalah.
- Si awam membicarakan masalah.
- Si hebat menuntaskan masalah.
- Si bijak mensyukuri adanya masalah.
- Si jeli melihat peluang dari masalah.
- Si soleh naik derajat karena masalah.
Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan masalah. Jadi, buat apa resah dan gelisah? Kendati tidak mudah, sikapi saja dengan benar, niscaya semua akan berakhir dengan indah. Ya, indah. Tepatnya, jadikan MASALAH itu sebagai ‘masa-masa untuk lebih mengenal Allah’. Toh, kita semua tahu, sebesar-besarnya masalah, jauh lebih besar rahmat dari Allah.
Setujukah?
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Saya dan Shamsi Ali, imam dari New York...
Akan membahas rahasia-rahasia sukses dan pesan-pesan rahasia dari 7 tokoh dunia. Bukan kebetulan, kami berdua pernah bertemu langsung dengan 7 tokoh dunia tersebut.
Kapan?
Pagi ini (31 Okt) jam 10. Saya ulang, pagi ini.
Di mana?
Di Gramedia Matraman.
Berbayar?
Gratis.
Baiknya datang awal ya, agar kebagian seat.
Akan membahas rahasia-rahasia sukses dan pesan-pesan rahasia dari 7 tokoh dunia. Bukan kebetulan, kami berdua pernah bertemu langsung dengan 7 tokoh dunia tersebut.
Kapan?
Pagi ini (31 Okt) jam 10. Saya ulang, pagi ini.
Di mana?
Di Gramedia Matraman.
Berbayar?
Gratis.
Baiknya datang awal ya, agar kebagian seat.
Menjual tidak sesulit yang kita bayangkan...
Kalau Anda mau jualan makanan, maka carilah lokasi yang di sebelahnya sudah jualan makanan sejak lama dan enak tenan rasanya. Biasanya ramai tuh. Dompleng aja di situ atau di sebelahnya. Insya Allah akan ketularan ramainya. Supaya nggak saingan banget, ya bikinlah sesuatu yang beda atau sesuatu yang baru.
Makanya tak heran, banyak orang jualan di sekitar mesin ATM terutama BCA atau di halaman retail-retail modern. Karena apa? Karena perusahaan-perusahaan besar itu sudah survey duluan dan nggak asal milih tempat. Jadi, kita nggak perlu survey lagi, toh mereka sudah teruji dan sudah terbukti. Kita tinggal ngikuti aja.
Ada ribuan tips penjualan. Kalau kita tahu dan menerapkan sebagian saja, niscaya produk kita akan laris-manis. Kapan-kapan kita bahas lagi. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Kalau Anda mau jualan makanan, maka carilah lokasi yang di sebelahnya sudah jualan makanan sejak lama dan enak tenan rasanya. Biasanya ramai tuh. Dompleng aja di situ atau di sebelahnya. Insya Allah akan ketularan ramainya. Supaya nggak saingan banget, ya bikinlah sesuatu yang beda atau sesuatu yang baru.
Makanya tak heran, banyak orang jualan di sekitar mesin ATM terutama BCA atau di halaman retail-retail modern. Karena apa? Karena perusahaan-perusahaan besar itu sudah survey duluan dan nggak asal milih tempat. Jadi, kita nggak perlu survey lagi, toh mereka sudah teruji dan sudah terbukti. Kita tinggal ngikuti aja.
Ada ribuan tips penjualan. Kalau kita tahu dan menerapkan sebagian saja, niscaya produk kita akan laris-manis. Kapan-kapan kita bahas lagi. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Bisnisnya masih kecil?
Bagaimana menyikapinya?
Hati-hati, kalau salah menyikapi dan salah memaknai, bisnis kita nggak bakal besar.
Saya sudah menyiapkan tulisan untuk itu. Dan tulisan ini besok akan saya hapus. Kok dihapus? Sengaja, untuk menyaring orang-orang yang serius.
Simak » http://bit.ly/BisnisMasihKecil
Bagaimana menyikapinya?
Hati-hati, kalau salah menyikapi dan salah memaknai, bisnis kita nggak bakal besar.
Saya sudah menyiapkan tulisan untuk itu. Dan tulisan ini besok akan saya hapus. Kok dihapus? Sengaja, untuk menyaring orang-orang yang serius.
Simak » http://bit.ly/BisnisMasihKecil
Tak perlu berkecil hati kalau bisnis kita masih kecil.
Sikapi dan maknai dengan tepat, niscaya bisnis kita bakal besar.
Sekali lagi, saya sudah menyiapkan tulisan untuk itu.
Simak ya » http://bit.ly/BisnisMasihKecil
Sikapi dan maknai dengan tepat, niscaya bisnis kita bakal besar.
Sekali lagi, saya sudah menyiapkan tulisan untuk itu.
Simak ya » http://bit.ly/BisnisMasihKecil
Bayangkan seorang manajer dengan kata-katanya membuat gaduh satu perusahaan. Bukan sembarang kata-kata, melainkan penghinaan nyata terhadap prinsip yang dipegang oleh mayoritas karyawan di perusahaan tersebut.
Walhasil, seluruh karyawan jadi ribut. Sebagian besar bahkan terbelah dan terpaksa demo. Perselisihan sesama karyawan pun merebak. Tak cukup sampai di situ, sampai-sampai perusahaan luar dan vendor turut mengecam manajer tersebut.
Jelas, ini tidak produktif bagi perusahaan. Padahal ini adalah perusahaan berpengalaman puluhan tahun dan terkenal sangat solid selama ini. Semua karyawan tahu, untuk menghadirkan sebuah perusahaan yang solid dan tetap solid selama puluhan tahun, bukanlah perkara yang gampang.
Sang direktur sempat risau. Lalu bertemulah ia dengan beberapa GM dan sejumlah tokoh masyarakat. Ceritanya, sang direktur meminta pendapat mereka sekaligus menunjukkan bahwa hubungan sang direktur dengan mereka semua baik-baik saja.
Menurut sang direktur, sepertinya diperlukan solusi yang berputar-putar untuk masalah ini. Padahal tidak juga. Seandainya si manajer yang membuat gaduh itu langsung dihukum atau dipecat, maka bereslah akar masalahnya. Tidak perlu perselisihan dan imbas masalah yang berlarut-larut.
Toh, sebelumnya sudah ada manajer juga karyawan-karyawan lain yang memiliki masalah serupa dan langsung dihukum. Entah kenapa, manajer yang satu ini tidak langsung dihukum. Cuma dipanggil dan pembicaraan basa-basi saja.
Ini pelajaran berharga bagi kita. Sekiranya ada masalah, apalagi masalah itu sangat besar, perlu disikapi dengan cepat dan tegas oleh sang pemimpin. Penundaan hanya membuat masalah membesar dan wibawa pemimpin berkurang. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
(Silakan tulisan ini di-share di mana saja. Namun saya tidak mengizinkan tulisan ini dan seluruh tulisan saya muncul di portal-portal berita atau sejenisnya. Kalaupun mau dimunculkan, harus ada izin tertulis dari saya, Ippho Santosa.)
Walhasil, seluruh karyawan jadi ribut. Sebagian besar bahkan terbelah dan terpaksa demo. Perselisihan sesama karyawan pun merebak. Tak cukup sampai di situ, sampai-sampai perusahaan luar dan vendor turut mengecam manajer tersebut.
Jelas, ini tidak produktif bagi perusahaan. Padahal ini adalah perusahaan berpengalaman puluhan tahun dan terkenal sangat solid selama ini. Semua karyawan tahu, untuk menghadirkan sebuah perusahaan yang solid dan tetap solid selama puluhan tahun, bukanlah perkara yang gampang.
Sang direktur sempat risau. Lalu bertemulah ia dengan beberapa GM dan sejumlah tokoh masyarakat. Ceritanya, sang direktur meminta pendapat mereka sekaligus menunjukkan bahwa hubungan sang direktur dengan mereka semua baik-baik saja.
Menurut sang direktur, sepertinya diperlukan solusi yang berputar-putar untuk masalah ini. Padahal tidak juga. Seandainya si manajer yang membuat gaduh itu langsung dihukum atau dipecat, maka bereslah akar masalahnya. Tidak perlu perselisihan dan imbas masalah yang berlarut-larut.
Toh, sebelumnya sudah ada manajer juga karyawan-karyawan lain yang memiliki masalah serupa dan langsung dihukum. Entah kenapa, manajer yang satu ini tidak langsung dihukum. Cuma dipanggil dan pembicaraan basa-basi saja.
Ini pelajaran berharga bagi kita. Sekiranya ada masalah, apalagi masalah itu sangat besar, perlu disikapi dengan cepat dan tegas oleh sang pemimpin. Penundaan hanya membuat masalah membesar dan wibawa pemimpin berkurang. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
(Silakan tulisan ini di-share di mana saja. Namun saya tidak mengizinkan tulisan ini dan seluruh tulisan saya muncul di portal-portal berita atau sejenisnya. Kalaupun mau dimunculkan, harus ada izin tertulis dari saya, Ippho Santosa.)