Ippho Santosa - ipphoright
26.1K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Sebagian orang kadang nyeletuk "Ah, motivator itu ngomong doang. Kalau ngomong doang, aku juga bisa." Oya? Yakin bisa? Sekiranya bisa, berapa orang yang mau mendengarkanmu? Berapa orang yang berubah setelah mendengarkanmu? Perlu dicatat, banyak motivator yang juga bisa action, nggak ngomong doang.

Btw, jangan meremehkan kemampuan ngomong. Bukankah seorang Muhammad, Isa, atau Buddha bisa mempengaruhi miliaran manusia karena kemampuan bicaranya? Bukankah pahlawan sekaliber Bung Karno dan Bung Tomo tak terlepas dari kemampuan bicaranya? Orasi. Belum lagi kalau kita membahas profesi guru, dosen, dan ustadz.

Simak tulisan saya tentang #BabiBernyanyi » http://bit.ly/BabiBernyanyi
Sebelumnya saya pernah menulis soal jomblo. Karena banyak request, akhirnya saya posting ulang.

Benarkah jomblo itu nelangsa dan sengsara? Apa saja kelebihan para jomblo?

Hehe, simak deh » http://bit.ly/Jomblooo
Weekend atau liburan, biasanya kita gunakan untuk silaturahim. Bertemu sahabat, bertemu kerabat. Bolehkah? Boleh banget! Btw, ini kesempatan untuk latihan alias praktek #MentalKaya.

Bagi teman-teman yang ingin mengalami kejutan-kejutan rezeki, coba deh praktekkan ilmu ini. Insya Allah dalam seminggu atau kurang Anda akan mengalami kejutan-kejutan yang saya maksud.

Perlu diingat ya, ilmu ini BUKAN untuk semua orang. Hanya mereka yang open-minded dan change-oriented yang siap mempraktekkan ilmu ini, walaupun sebenarnya nggak terlalu sulit.

Mau nyoba? Simak » http://bit.ly/LatihanMentalKaya
...

Saya berusaha merahasiakan video berikut. Ini adalah awal-awal saya berseminar. Hehehe. Bicara masih kaku. Rambut masih culun. Jas kebesaran satu nomor atau setengah nomor. Hehehe.

Waktu itu saya tampil di sebuah kota kecil di Kalimantan, kalau tidak salah. Ada yang merekam ternyata. Nah beberapa tahun kemudian, si perekam meng-upload-nya.

Anda nggak perlu nonton sampai selesai. Cukup lihat beberapa detik saja. Sekedar memenuhi rasa penasaran Anda, hehehe. Simak deh » https://www.youtube.com/watch?v=3dy-KhpLioM
Sudahkah Anda memeluk pasangan Anda hari ini?

Saat berpelukan, tubuh melepaskan hormon oxytocin yang terkait dengan rasa damai dan rasa melekat. Tak heran kalau ini menyuburkan sikap setia.

Pelukan diyakini dapat menambah angka harapan hidup pasangan. Nggak main-main, satu pelukan bisa meningkatkan angka harapan hidup satu hari.

Setiap kali Anda memeluk pasangan sah Anda dengan penuh kasih sayang, maka bertambahlah angka harapan hidupnya. Wajarlah kalau penampilan pasangan Anda menjadi lebih awet muda.

Sekiranya istri Anda tampak lebih tua daripada usia sebenarnya, mungkin karena ia jarang menerima pelukan juga transferan dari suaminya. Hehehe.

Sekian dari saya, Ippho Santosa. Silakan di-share.
"When you find yourself on the side of the majority, it's time to PAUSE and reflect." (Mark Twain)

Orang rata-rata alias mayoritas enggan belajar. Sebut saja, malas belajar. Kita hendaknya melakukan yang sebaliknya. Belajar. Berguru. Bermurid.

Jadilah guru dan jadilah murid. Ibaratnya, kita punya orangtua, tapi juga punya anak. Itu sangat menyenangkan. Bisa mengajar dan juga bisa belajar.

Catat ya. Orang yang belajar itu open-minded, awet muda, tidak mudah pikun.

Termasuk, kegiatan menulis. Ketika anda berhasil menangkap seekor kijang, maka ikatlah. Jika tidak, sia-sialah keletihan dan pengorbanan Anda. Menulis itu mengikat ilmu.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Sebelum Anda membaca tulisan ini, baiknya tarik nafas panjang dulu. Sudah?

Silakan dilanjutkan.

Ketika kita masih kecil, misalnya sakit, tahukah kita ternyata orangtua berdoa, “Ya Allah, sembuhkan anakku. Pindahkan saja sakitnya padaku.” Jelas, doa ini tidak terlalu tepat. Kalau berharap sembuh, yah sembuh saja. Tak perlu berharap sakit yang berpindah segala. Namun itu menunjukkan rasa sayang dan pengorbanan orangtua kepada anaknya.

Kini, kita sudah dewasa dan misalnya orangtua sakit, seperti apa doa dan perhatian kita kepada mereka? Pastilah tidak setara dengan doa dan perhatian mereka dulu. Betul apa betul?

Bahkan sekarang pun, ketika kita sudah dewasa, sudah mandiri, dan sudah sukses, rupa-rupanya hampir semua doa yang orangtua ucapkan adalah untuk kita, anak-anaknya! Hanya sedikit saja doa yang mereka ucapkan untuk diri mereka sendiri!

Mari tingkatkan bakti kita kepada orangtua. Dengan doa. Dengan perhatian. Dengan nafkah. Dengan apa saja. Menariknya, mereka yang rajin dan rutin berbakti, diberikan kehidupan yang lebih lapang dan lebih tenang. Urusan-urusan di kantor pun jadi lebih gampang.

Buktikan saja. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Komeng sang komedian, siapa yang nggak kenal?

Ketika salah satu anaknya meninggal, ia dengan penuh kesadaran berujar, "Anak itu titipan. Terserah Yang Punya, kapan hendak memanggil."

"Bahkan yang ini pun titipan," ujar Komeng seraya menunjuk dua anaknya yang lain.

Jarang orang tahu, selain rajin sholat, Komeng juga aktif memberantas kondisi buta huruf di Tanah Air.

Semoga kita bisa meniru yang baik-baik dari beliau. Doakan juga anak beliau. Aamiin.
Mau sukses lebih cepat?
Carilah mentor.
Carilah guru.
Pembimbing.

Terus?
Belajar langsung darinya.
Bukan sekedar bukunya.

Cara praktisnya?
Jadi partner-nya.
Jadi staf-nya. Atau?
Jadi muridnya.

Saat belajar langsung, kita akan tahu bagaimana ilmu, passion, dan spirit-nya. Dua yang terakhir, nggak bisa diperoleh dari buku. Harus berinteraksi langsung.

Itulah cara praktis dalam belajar.
Orang yang dominan otak kiri akan berpikir panjang untuk sedekah. Mikir ini-itu. Setelah sedekah pun, kepikiran. Hehehe.

Ternyata ada satu hikmah tersirat dari sedekah terkait dengan otak kanan. Apa itu? Begini:
- Sedekah berasal dari kata shodaqoh.
- Shodaqoh artinya benar.
- Benar, Bahasa Inggris-nya adalah right.
- Makna lain dari right adalah kanan.
- Kalaulah boleh dikait-kaitkan, maka sedekah itu otak kanan. Hehehe, maksa!

Hikmahnya, sedekah akan lebih mudah untuk dilakukan dengan pendekatan otak kanan. Barangkali Anda mengerutkan kening pertanda kurang setuju, tapi pada kenyataannya yah seperti itu. Hehehe.

Setuju apa nggak, yang penting Anda tetap sedekah. Ocre?

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Kanan!
GRATIS seminar motivasi #PercepatanRezeki bersama motivator Indonesia, Ippho Santosa
Ahad pagi, siap-siap ya. Seminar motivasi #PercepatanRezeki bareng saya dan kawan-kawan. Tepat jam 8.15 pagi, insya Allah acara kita mulai.

Acara ini GRATIS dan terbuka untuk umum! Nah, mumpung gratis, ajak deh keluarga serta teman-temannya. Dan mohon datang awal, karena diprediksi ribuan peserta akan hadir.

Lokasinya di mana? Demi menampung massa dari seluruh penjuru Indonesia, tim saya memilih Masjid Istqlal, Jakarta. Walaupun demikian, acara ini terbuka untuk umum, dengan latar belakang apapun.

Saya ini motivator, bukan ustadz. Jadi santri aja nggak pantes, apalagi jadi ustadz. Hehehe. Format acara insya Allah tetap seminar, bukan ceramah, bukan kajian.

Pastikan keluarga kita serta teman-teman kita tahu tentang acara ini. Sukses dan menyukseskan. Begitu spirit-nya. Sampai jumpa!
Sekitar 2 jam, itulah waktu yang dihabiskan oleh rata-rata orang Indonesia untuk ber-online-ria. Orang perkotaan bahkan bisa memegang ponsel selama 5 jam sehari. Ya, sehari. Di antaranya untuk online. Hm, sudahkah kita serius menggarap pasar ini?

Belakangan ini, sekitar 88 persen orang Indonesia memiliki ponsel. Bahkan 1 orang bisa punya 2 ponsel. Dan kemungkinan besar, ke depannya semua ponsel tersebut akan berupa smartphone. Ini menurut Account Strategist Google Indonesia, Ricky Tjok.

Indonesia juga merupakan salah satu dari 12 negara di dunia yang penggunaan smartphone-nya lebih tinggi daripada penggunaan komputer. Melalui smartphone, masyarakat memanfaatkan fasilitas BBM, WA, dan Telegram.

Sekali lagi, sudahkah kita serius menggarap pasar ini?
Ippho-Santosa-dan-Istri_n.jpg
27.3 KB
Banyak yang penasaran sama istri saya. Seperti apa sih wajahnya. Kok jarang di-upload? Hehehe, kalau teman-teman penasaran juga, silakan lihat foto yang satu ini :D
Kemarin, alhamdulillah saya memberikan coaching untuk sejumlah pengusaha. Salah satunya bahkan datang dari Malang. Melihat ini, seorang netizen nyeletuk, "Wah, enak banget ya! Bisa makan dan minum bareng Mas Ippho. Semeja."

Hehehe, sebenarnya sih biasa saja. Yang diminum air biasa, bukan air sakti, hehehe. Tapi kalau teman-teman mau juga, saya akan kasih kesempatan. Ahad siang, teman-teman bisa makan siang bareng saya.

Caranya?

Pertama, klik >> http://www.dompetdhuafa.org/post/detail/7682/seminar-motivasi-bersama-motivator-indonesia

Kedua, jawablah pertanyaan ini:
Di seminar motivasi Percepatan Rezeki Ahad di Jakarta, saya akan membahas lima hal. Sebutkan salah satunya. Lalu, kirimkan jawaban Anda via WA ke 0821-1159-6161 (Anda hanya bisa tahu jawabannya kalau membuka link di atas).

Saya dan tim akan memilih tiga pemenang. Insya Allah tiga pemenang ini bisa makan siang bareng saya, Ahad siang, 4 September di Jakarta.

Minat?
Masalah kadang tidak bisa kita prediksi. Dan itu sering membuat mental kita down juga drop. Kalau sudah begitu, hidup terasa kurang bermakna.

Saat itu mungkin kita butuh seseorang yang dapat mengerti kondisi kita, juga membangkitkan semangat kita. Ya, untuk bangkit kembali. Simak tulisan netizen ini » http://bit.ly/2bWQJUg
Kemarin saya diundang oleh CNN, diminta bicara soal TK Khalifah. Kok sejak kecil, anak-anak di TK dan SD Khalifah diarahkan dan dilatih untuk menjadi entrepreneur? Apa urgensi-nya? Saya pun menjelaskan soal ini panjang-lebar.

Dalam bukunya “The Next Trillion” penulis Paul Pilzer mengemukakan bahwa orang-orang yang akan survive dan sustain di masa mendatang adalah mereka yang bergerak di bidang pendidikan. Sungguh, saya senang mendengar kabar ini.

Melihat potensi tersebut, tidak ada salahnya kalau saya mencernanya sebagai peluang. Lagi pula, berbisnis di bidang pendidikan sebenarnya mampu dilakukan oleh siapa saja, karena pada dasarnya setiap orang adalah pendidik. Ya, pendidik.

Kalau anda sudah menjadi ayah dan ibu, berarti anda mempunyai hak untuk mendidik anak, secara penuh. Konsep yang baik dan tujuan yang baik tentu akan menghasilkan generasi yang lebih baik. Ini pemikiran sederhana yang melatarbelakangi berdirinya TK Khalifah.

Semakin ke sini, industri pendidikan semakin diminati. Berbeda dengan bisnis lain (bidang lain) yang seringkali mempunyai nilai dan manfaat yang terbatas waktu, bisnis pendidikan mempunyai nilai dan manfaat yang lebih bertahan lama.

Saya menyadari, pendidikan yang baik bukanlah pendidikan yang memberikan pemahaman akademis dan teknis semata, melainkan pendidikan yang mampu merangsang nilai-nilai luhur tak kasat mata serta membentuk pribadi mulia. Apalagi ini adalah masa keemasan anak dan masa pertumbuhan anak.

Inilah poin pentingnya. Bisnis pendidikan bukan semata-mata mencari keuntungan materi, tetapi dari sini diharapkan hadirlah generasi yang soleh dan tangguh. Semoga ridhai Allah. Semoga menjadi amal jariyah. Semoga postur Indonesia di panggung dunia semakin tegap dan gagah.

Kembali ke pertanyaan di awal. Kok sejak kecil, anak-anak di TK dan SD Khalifah diarahkan dan dilatih untuk menjadi entrepreneur? Karena negeri ini memang memerlukan lebih banyak pengusaha. Negara-negara yang maju adalah negara yang banyak pengusahanya. Indonesia menyusul, insya Allah.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.