Walau tak sempurna, mulai saja. Action... Nanti sambil jalan, disempurnakan... Ini berlaku dalam bisnis juga dalam amal...
Saya bakal ke Bandung.
Ada seminar untuk umum.
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2007532869288905&id=144175158958028
Yang minat, silakan cek di sini.
Ada seminar untuk umum.
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2007532869288905&id=144175158958028
Yang minat, silakan cek di sini.
Ragu-ragu? Tidak akan jadi sesuatu.
Kalau engkau #yakin, maka mereka akan turut yakin dan mengikuti langkahmu.
Tapi, kalau engkau #ragu, mereka akan turut ragu dan jadilah langkah-langkah semu.
Yakin itu menular, demikian pula kalau ragu. Maka, yakinlah selalu. Ya, selalu.
Guru saya pernah berpesan, "Yakinlah. Benar-benar yakin. Menariknya, orang yang yakin bukan saja lebih sukses, ternyata juga lebih sehat." Ternyata otak dan tubuh pun menyukai orang yang yakin.
Satu lagi. Persahabatan akan mempengaruhi kadar keyakinan. Nasihat guru saya, "Sepuluh #OrangTerdekat denganmu akan mempengaruhi akhlakmu, keyakinanmu, bahkan pendapatanmu. Ingat itu."
Sekarang, saya mau bertanya, "Apakah teman-teman yakin bisa lebih sukses pada 2018 ini?" Saya tunggu jawabannya di IG saya https://www.instagram.com/p/BiK9sboBSAn/
Kalau engkau #yakin, maka mereka akan turut yakin dan mengikuti langkahmu.
Tapi, kalau engkau #ragu, mereka akan turut ragu dan jadilah langkah-langkah semu.
Yakin itu menular, demikian pula kalau ragu. Maka, yakinlah selalu. Ya, selalu.
Guru saya pernah berpesan, "Yakinlah. Benar-benar yakin. Menariknya, orang yang yakin bukan saja lebih sukses, ternyata juga lebih sehat." Ternyata otak dan tubuh pun menyukai orang yang yakin.
Satu lagi. Persahabatan akan mempengaruhi kadar keyakinan. Nasihat guru saya, "Sepuluh #OrangTerdekat denganmu akan mempengaruhi akhlakmu, keyakinanmu, bahkan pendapatanmu. Ingat itu."
Sekarang, saya mau bertanya, "Apakah teman-teman yakin bisa lebih sukses pada 2018 ini?" Saya tunggu jawabannya di IG saya https://www.instagram.com/p/BiK9sboBSAn/
Instagram
IPPHO SANTOSA
Nggak ada waktu buat #mengeluh. Tegarlah selalu, walau terkadang gagal dan jatuh. Kalau selalu mengeluh, maka rezeki dan teman akan pergi menjauh... Yang setuju, bantu like ya...
Mana yang lebih mahal? Emas atau berlian?
Ternyata salah satu komoditas paling mahal saat ini adalah racun dari kalajengking, yang dihargai sekitar Rp 145 miliar per liter. Bukan emas. Bukan berlian.
Selain itu, salah satu komoditas yang paling mahal saat ini adalah Californium 252, yaitu zat kimia untuk eksplorasi migas, yang dihargai sekitar Rp 375 miliar per gram.
Ini menurut data dari pemerintah dan telah diberitakan meluas oleh Tempo.
Begitulah faktanya. Kita kecele. Mahalnya emas atau berlian rupanya tidak ada apa-apanya kalau dibandingkan dengan mahalnya Californium 252.
Satu lagi. Mana yang lebih berbahaya? Singa atau hiu?
Ternyata, hiu hanya membunuh 4 orang. Nyamuk? Sekitar setengah juta orang. Bahayanya singa atau hiu rupanya tidak ada apa-apanya kalau dibandingkan dengan bahayanya nyamuk. Ini fakta.
Maka fokuslah pada fakta, bukan persepsi.
Pengalaman saya, anak-anak muda sering tergiur dengan bisnis properti atau kafe. Terkesan bergengsi dan berkelas. Padahal bisnis herbal pun bisa lebih menguntungkan kalau dikelola dengan baik.
Ternyata salah satu komoditas paling mahal saat ini adalah racun dari kalajengking, yang dihargai sekitar Rp 145 miliar per liter. Bukan emas. Bukan berlian.
Selain itu, salah satu komoditas yang paling mahal saat ini adalah Californium 252, yaitu zat kimia untuk eksplorasi migas, yang dihargai sekitar Rp 375 miliar per gram.
Ini menurut data dari pemerintah dan telah diberitakan meluas oleh Tempo.
Begitulah faktanya. Kita kecele. Mahalnya emas atau berlian rupanya tidak ada apa-apanya kalau dibandingkan dengan mahalnya Californium 252.
Satu lagi. Mana yang lebih berbahaya? Singa atau hiu?
Ternyata, hiu hanya membunuh 4 orang. Nyamuk? Sekitar setengah juta orang. Bahayanya singa atau hiu rupanya tidak ada apa-apanya kalau dibandingkan dengan bahayanya nyamuk. Ini fakta.
Maka fokuslah pada fakta, bukan persepsi.
Pengalaman saya, anak-anak muda sering tergiur dengan bisnis properti atau kafe. Terkesan bergengsi dan berkelas. Padahal bisnis herbal pun bisa lebih menguntungkan kalau dikelola dengan baik.
Nouman Ali Khan dikenal sebagai pengajar di bidang tafsir, yang kemudian mendirikan Bayyinah Institute, sebuah pusat studi di Amerika Serikat.
Kemampuannya menyederhanakan analisa-analisa terkait Al-Quran disertai dengan bahasa yang lugas berhasil membuat setiap peserta fokus memperhatikan ceramahnya.
Menariknya, 6 Mei 2018 (siang) beliau akan hadir dan berceramah di Jakarta. Insya Allah. Teman-teman silakan mendaftar. Free >> http://www.UstadNouman.com
Kemampuannya menyederhanakan analisa-analisa terkait Al-Quran disertai dengan bahasa yang lugas berhasil membuat setiap peserta fokus memperhatikan ceramahnya.
Menariknya, 6 Mei 2018 (siang) beliau akan hadir dan berceramah di Jakarta. Insya Allah. Teman-teman silakan mendaftar. Free >> http://www.UstadNouman.com
Yang dinanti-nanti...
Alhamdulillah Nouman Ali Khan from Bayyinah is in Jakarta already...
Just join his inspiring lecture tomorrow in Istiqlal...
Ahad siang beliau ceramah di Istiqlal. Penuh inspirasi insya Allah...
Alhamdulillah Nouman Ali Khan from Bayyinah is in Jakarta already...
Just join his inspiring lecture tomorrow in Istiqlal...
Ahad siang beliau ceramah di Istiqlal. Penuh inspirasi insya Allah...
Ada dua sebab sederhana yang mengantarkan kita pada kekayaan. Pertama, karena lihai mendapatkan uang. Kedua, karena pandai mengelola uang. Dulu, Whitney Houston lihai mendapatkan uang, namun kurang pandai mengelola uang. Sekarang, kita tahu sendiri akhir hidupnya seperti apa.
Nah, kali ini kita membahas bagaimana mengelola uang. Sekilas saja.
Saran saya, hiduplah di bawah kebutuhan. Sederhana. Sebagian orang berasumsi, banyak barang mewah yang harus dia beli hanya untuk membuktikan dirinya kaya. Apa-apa dia beli. Padahal nggak perlu. Buat apa? Boleh-boleh saja membeli barang mahal, asalkan itu memang diperlukan.
Mari kita ambil Warren Buffet sebagai contoh. Ia membeli rumah US$ 32 ribu pada 1958 dan masih menempati rumah itu selama puluhan tahun, kendati kekayaannya sudah bertumbuh ribuan kali lipat. Ia juga tak suka membeli barang-barang mewah. Ketika berdonasi, barulah ketahuan bahwa dia adalah 5 besar orang terkaya di dunia!
Saran lain, jangan membayar penuh. Beberapa orang kaya membeli barang di supermarket biasa bukan toko eksklusif. Kadang mereka membeli barang bekas atau bahkan menyewa. Tak semua harus dibeli, walaupun lagi punya uang. Misalnya, kereta bayi. Boleh-boleh saja disewa.
Saran lainnya? Hapus pengeluaran-pengeluaran yang tak perlu. Buat anggaran pengeluaran bulanan dengan rinci, lalu amati dan cermati dari bulan ke bulan. Harus terukur. Kenapa? Karena, hanya sesuatu yang terukur yang bisa ditingkatkan. Betul apa betul?
Saran terakhir, alokasikan 5% sampai 20% pendapatan kita untuk berinvestasi, setiap bulannya. Jadi, diri kita bekerja menghasilkan uang. Investasi kita juga bekerja menghasilkan uang. Mereka yang bermental miskin selalu beralasan bahwa mereka tidak punya cukup uang untuk berinvestasi. Benarkah tidak cukup uang? Padahal karena tak cukup kedisiplinan.
Be rich, be right. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah!
Nah, kali ini kita membahas bagaimana mengelola uang. Sekilas saja.
Saran saya, hiduplah di bawah kebutuhan. Sederhana. Sebagian orang berasumsi, banyak barang mewah yang harus dia beli hanya untuk membuktikan dirinya kaya. Apa-apa dia beli. Padahal nggak perlu. Buat apa? Boleh-boleh saja membeli barang mahal, asalkan itu memang diperlukan.
Mari kita ambil Warren Buffet sebagai contoh. Ia membeli rumah US$ 32 ribu pada 1958 dan masih menempati rumah itu selama puluhan tahun, kendati kekayaannya sudah bertumbuh ribuan kali lipat. Ia juga tak suka membeli barang-barang mewah. Ketika berdonasi, barulah ketahuan bahwa dia adalah 5 besar orang terkaya di dunia!
Saran lain, jangan membayar penuh. Beberapa orang kaya membeli barang di supermarket biasa bukan toko eksklusif. Kadang mereka membeli barang bekas atau bahkan menyewa. Tak semua harus dibeli, walaupun lagi punya uang. Misalnya, kereta bayi. Boleh-boleh saja disewa.
Saran lainnya? Hapus pengeluaran-pengeluaran yang tak perlu. Buat anggaran pengeluaran bulanan dengan rinci, lalu amati dan cermati dari bulan ke bulan. Harus terukur. Kenapa? Karena, hanya sesuatu yang terukur yang bisa ditingkatkan. Betul apa betul?
Saran terakhir, alokasikan 5% sampai 20% pendapatan kita untuk berinvestasi, setiap bulannya. Jadi, diri kita bekerja menghasilkan uang. Investasi kita juga bekerja menghasilkan uang. Mereka yang bermental miskin selalu beralasan bahwa mereka tidak punya cukup uang untuk berinvestasi. Benarkah tidak cukup uang? Padahal karena tak cukup kedisiplinan.
Be rich, be right. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah!
Segala sesuatu ada waktunya. Ada saatnya santai, ada saatnya bekerja keras. Ada saatnya bercanda, ada saatnya #belajar serius. Betul apa betul?
Nah, selama 3 hari terakhir, saya memutuskan untuk belajar dan menemani #NoumanAliKhan, seorang da'i internasional yang bertepatan hadir juga berceramah di Indonesia.
Kemarin saya sempat sarapan bareng RI-2, DKI-1, dan Nouman Ali Khan. Alhamdulillah, sangat berkesan. Nikmat Tuhan manakah yang kita dustakan?
Terima kasih Pak JK, terima kasih Pak Anies, terima kasih Mas Irfan dkk. Semoga sehat-sehat selalu. Dan kesibukan kita ini terhitung ibadah. Aamiin.
Pas sarapan, saya sempat nanya-nanya sama Pak JK, apa tips sehat dari beliau. Ternyata hadirnya rasa ikhlas dan rasa enjoy dalam mengerjakan sesuatu. Saya pikir itu tepat sekali.
Di suatu kesempatan, beliau pernah ditanya, "Bapak nggak pernah capek?" Beliau malah balik nanya, "Apa itu capek?" Masya Allah. Rupanya beliau nggak kenal istilah capek.
Saya menulis artikel ini dengan harapan mudah-mudahan kita semua bisa meniru spirit dan antusiasme beliau. Aamiin. Pesan guru saya, "Ambil kebaikan dari setiap orang, terutama orang-orang hebat."
Demikian pula dengan Nouman Ali Khan. Beliau sibuk sekali. Nggak berharap fee. Belum lagi soal jetlag. Tapi, seperti nggak ada capeknya. Mungkin karena keikhlasan beliau alias lurusnya niat beliau.
Pas makan siang, kami memilih sebuah restoran di mall. Saat itu, makanan Nouman Ali Khan telah siap duluan. Dan sebenarnya beliau bisa saja makan duluan. Tapi beliau memilih untuk menunggu siapnya makanan kami semua agar bisa makan bersama.
Dalam hati, saya hanya bisa berdoa, "Terima kasih ya Allah, Engkau pertemukan kami dalam kebaikan dan dalam cinta-Mu. Jagalah ulama-ulama kami, di manapun mereka berada."
Semoga jadi inspirasi.
Nah, selama 3 hari terakhir, saya memutuskan untuk belajar dan menemani #NoumanAliKhan, seorang da'i internasional yang bertepatan hadir juga berceramah di Indonesia.
Kemarin saya sempat sarapan bareng RI-2, DKI-1, dan Nouman Ali Khan. Alhamdulillah, sangat berkesan. Nikmat Tuhan manakah yang kita dustakan?
Terima kasih Pak JK, terima kasih Pak Anies, terima kasih Mas Irfan dkk. Semoga sehat-sehat selalu. Dan kesibukan kita ini terhitung ibadah. Aamiin.
Pas sarapan, saya sempat nanya-nanya sama Pak JK, apa tips sehat dari beliau. Ternyata hadirnya rasa ikhlas dan rasa enjoy dalam mengerjakan sesuatu. Saya pikir itu tepat sekali.
Di suatu kesempatan, beliau pernah ditanya, "Bapak nggak pernah capek?" Beliau malah balik nanya, "Apa itu capek?" Masya Allah. Rupanya beliau nggak kenal istilah capek.
Saya menulis artikel ini dengan harapan mudah-mudahan kita semua bisa meniru spirit dan antusiasme beliau. Aamiin. Pesan guru saya, "Ambil kebaikan dari setiap orang, terutama orang-orang hebat."
Demikian pula dengan Nouman Ali Khan. Beliau sibuk sekali. Nggak berharap fee. Belum lagi soal jetlag. Tapi, seperti nggak ada capeknya. Mungkin karena keikhlasan beliau alias lurusnya niat beliau.
Pas makan siang, kami memilih sebuah restoran di mall. Saat itu, makanan Nouman Ali Khan telah siap duluan. Dan sebenarnya beliau bisa saja makan duluan. Tapi beliau memilih untuk menunggu siapnya makanan kami semua agar bisa makan bersama.
Dalam hati, saya hanya bisa berdoa, "Terima kasih ya Allah, Engkau pertemukan kami dalam kebaikan dan dalam cinta-Mu. Jagalah ulama-ulama kami, di manapun mereka berada."
Semoga jadi inspirasi.
Kemarin sampai lusa, saya #liburan bareng mitra-mitra di negara tetangga. Istri saya, ibu saya, dan mertua saya juga ikut. Alhamdulillah.
Sebagian teman-teman mungkin sudah bisa menebak, kita liburan ke mana. Ya, Thailand. Negara tetangga, nggak terlalu jauh.
Mitra-mitra pada senang. Lebih senang lagi karena liburannya saya traktir, alhamdulillah. Tentu saja saya ikut senang. Bagi saya, ini bagian dari melayani tim.
Btw, perlukah liburan? Penelitian Baylor College of Medicine, Amerika Serikat, menemukan, liburan membuat orang tampak lebih muda. Ini beneran.
Sambung David Eagleman, terutama bepergian ke tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.
Perjalanan seperti itu akan memberi efek peremajaan selama 1-2 pekan. Luar biasa ya? Sangat luar biasa!
Selain memperkaya pengalaman dan pemahaman, liburan juga meningkatkan intelektual dan kreativitas.
Namun, manfaat liburan itu akan sia-sia, jika kita tidak berinteraksi dengan sesama. Misal, cuma menyimak televisi atau gadget.
Maka, tak ada salahnya kalau sesekali kita berlibur. Tak harus jauh-jauh. Tak harus mahal-mahal. Betul apa betul?
Minggu yang lalu, misalnya, saya liburan bareng mitra-mitra di Puncak, Bogor. Ini pun tak kalah serunya. Semua orang menikmati, insya Allah.
Kalau liburan sekalian mudik lebaran? Itu pun juga boleh. Silakan. Semoga menyenangkan dan selamat pergi-pulangnya. Aamiin. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Sebagian teman-teman mungkin sudah bisa menebak, kita liburan ke mana. Ya, Thailand. Negara tetangga, nggak terlalu jauh.
Mitra-mitra pada senang. Lebih senang lagi karena liburannya saya traktir, alhamdulillah. Tentu saja saya ikut senang. Bagi saya, ini bagian dari melayani tim.
Btw, perlukah liburan? Penelitian Baylor College of Medicine, Amerika Serikat, menemukan, liburan membuat orang tampak lebih muda. Ini beneran.
Sambung David Eagleman, terutama bepergian ke tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.
Perjalanan seperti itu akan memberi efek peremajaan selama 1-2 pekan. Luar biasa ya? Sangat luar biasa!
Selain memperkaya pengalaman dan pemahaman, liburan juga meningkatkan intelektual dan kreativitas.
Namun, manfaat liburan itu akan sia-sia, jika kita tidak berinteraksi dengan sesama. Misal, cuma menyimak televisi atau gadget.
Maka, tak ada salahnya kalau sesekali kita berlibur. Tak harus jauh-jauh. Tak harus mahal-mahal. Betul apa betul?
Minggu yang lalu, misalnya, saya liburan bareng mitra-mitra di Puncak, Bogor. Ini pun tak kalah serunya. Semua orang menikmati, insya Allah.
Kalau liburan sekalian mudik lebaran? Itu pun juga boleh. Silakan. Semoga menyenangkan dan selamat pergi-pulangnya. Aamiin. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Mengapa Mesir menjadi negeri yang sangat sering disebutkan di Al-Quran? Bahkan melebihi negeri-negeri lainnya. Pertanyaan ini pernah saya ajukan ke berbagai tokoh namun jawabannya kurang memuaskan logika saya dan rasa penasaran saya.
Sampailah saya bertemu #NoumanAliKhan (NAK) dan menanyakan hal yang sama. Beliau alhamdulillah menjelaskan itu semua dengan panjang-lebar, tanpa merasa jemu atau bosan sedikitpun. Satu lagi, memuaskan logika saya. Semoga beliau selalu sehat dan selalu dijaga Allah. Aamiin.
"Sebagai negeri, #Mesir menjadi negeri yang paling sering disebut di dalam Al-Quran. Mengapa?" Itu pertanyaan pertama saya kepada NAK di sela-sela acara. Bahkan di antara nabi-nabi besar, setahu saya, ada belasan yang pernah menetap atau melewati Mesir.
Mengapa? Karena politik dan pengaruh Firaun. Itu jawaban NAK. Lanjutnya, peradaban-peradaban yang muncul kemudian seringkali terpengaruh dan meniru Mesir Kuno. Itu artinya, kita perlu mempelajari sungguh-sungguh tentang sejarah Firaun dan Mesir Kuno.
Suka atau tidak, kita harus mengakui bahwa Firaun itu sangat kuat, sangat cerdas, berhasil dari segi pembangunan, tapi sangat zalim. Bahkan untuk menghadapi penguasa sekaliber Firaun, sampai diutus dua nabi dalam waktu bersamaan, yaitu Musa dan Harun. Tentunya ini semua sarat dengan hikmah.
NAK mengaku mempelajari sejarah Mesir secara khusus selama bertahun-tahun. Sebenarnya masih panjang lagi penjelasan NAK soal Mesir. Kapan-kapan kita sambung lagi ya. Doakan saja mudah-mudahan beliau berkenan datang lagi ke Indonesia akhir tahun ini. Aamiin.
Sampailah saya bertemu #NoumanAliKhan (NAK) dan menanyakan hal yang sama. Beliau alhamdulillah menjelaskan itu semua dengan panjang-lebar, tanpa merasa jemu atau bosan sedikitpun. Satu lagi, memuaskan logika saya. Semoga beliau selalu sehat dan selalu dijaga Allah. Aamiin.
"Sebagai negeri, #Mesir menjadi negeri yang paling sering disebut di dalam Al-Quran. Mengapa?" Itu pertanyaan pertama saya kepada NAK di sela-sela acara. Bahkan di antara nabi-nabi besar, setahu saya, ada belasan yang pernah menetap atau melewati Mesir.
Mengapa? Karena politik dan pengaruh Firaun. Itu jawaban NAK. Lanjutnya, peradaban-peradaban yang muncul kemudian seringkali terpengaruh dan meniru Mesir Kuno. Itu artinya, kita perlu mempelajari sungguh-sungguh tentang sejarah Firaun dan Mesir Kuno.
Suka atau tidak, kita harus mengakui bahwa Firaun itu sangat kuat, sangat cerdas, berhasil dari segi pembangunan, tapi sangat zalim. Bahkan untuk menghadapi penguasa sekaliber Firaun, sampai diutus dua nabi dalam waktu bersamaan, yaitu Musa dan Harun. Tentunya ini semua sarat dengan hikmah.
NAK mengaku mempelajari sejarah Mesir secara khusus selama bertahun-tahun. Sebenarnya masih panjang lagi penjelasan NAK soal Mesir. Kapan-kapan kita sambung lagi ya. Doakan saja mudah-mudahan beliau berkenan datang lagi ke Indonesia akhir tahun ini. Aamiin.