Ippho Santosa - ipphoright
26.1K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Bahagia sekali, gathering mitra TK dan SD Khalifah se-Indonesia turut dihadiri guru-guru dan sahabat-sahabat. Mulai Aa Gym, Pak Nasrullah, Mas Jaya Setiabudi, dan Mas Mono. Alhamdulillah.

Bagi saya, #silaturahim dan #persaudaraan itu tak ternilai harganya. Priceless. Kami, mitra-mitra dari Aceh sampai Papua, berkumpul Hotel Ayana, Sudirman. Kami saling belajar satu sama lain.

Di sana Aa Gym wanti-wanti mengingatkan, "Dalam bisnis, #pertumbuhan terlalu cepat tidak selamanya bagus." Bertahap dan berproses sepertinya lebih bagus. Dengan demikian, kita bisa belajar dan berbenah.

Yang punya bisnis tentu tahu bahwa pertumbuhan adalah sesuatu yang diidam-idamkan. Right? Tapi sebenarnya pertumbuhan yang terkendali, itulah yang benar-benar kita butuhkan.

Aa Gym sehari sebelumnya sempat drop dan diinfus. Makannya cuma bubur. Tapi bela-belain datang karena sudah terlanjur janji dan ditunggu oleh mitra-mitra TK-SD Khalifah se-Indonesia.

Satu lagi. Saya pribadi mengucapkan, "Terima kasih atas doa dan harapan teman-teman semua untuk TK dan SD kami. Semoga Yang Maha Kuasa meridhai. Aamiin." Doa dari teman-teman sangatlah berarti.

Kelar acara dengan TK dan SD, saya langsung berbaur dengan mitra-mitra British Propolis. Hotel yang sama, beda ruangan saja. Kami belajar dari siang sampai malam. Terutama tentang mengelola tim.

Ahad siang, saya acara dengan KAHMI di Double Tree, Hilton. Selain saya, acara juga dimeriahkan oleh Raisa, Fenita, Sandiaga, dkk. Melalui acara ini, diharapkan tumbuh lebih banyak entrepreneur. Insya Allah.

Ketika perkataan menjadi inspirasi, ketika perbuatan menjadi contoh, tanpa sadar kita telah menebar benih-benih kebaikan. Mudah-mudahan berkah dan berbalas. Itu harapan saya. Terutama selama acara-acara kemarin.

Apapun bisnis dan kesibukan teman-teman, saya pun mengharapkan hal yang sama. Jadi inspirasi. Jadi contoh. Setidaknya pada lingkungan yang relatif kecil, yaitu keluarga. Sama-sama kita saling mendoakan.
Izin ya, berbagi keceriaan. Ini foto-foto kegiatan saya selama 3 hari terakhir. Bersama Aa Gym, Sandiaga, Raisa dll.
Anda punya usaha? Sudah punya tim?

Sebagai entrepreneur, kita sama-sama tahu, tidak mudah memilih orang dan menyusun tim. Apalagi yang bisa perform dan memuaskan semua pihak. Tantangan memilih orang ini berlaku dalam apa saja, termasuk dalam dunia penjualan.

Apa tips dari saya? Pertama, amat penting untuk mengetahui internal needs dari kita (sebagai entrepreneur). Nah, dari needs inilah kemudian kita bergerak. Mencari orang dengan sifat dan skill yang tepat.

Kenapa saya menyebut sifat di sini? Ya memang begitu. Soalnya sifat itu lebih bertahan lama daripada skill. Misal skill-nya hebat, tapi ketika bekerjasama belum tentu sifatnya cocok dengan Anda dan tim Anda.

Selanjutnya? Jangan terburu-buru dalam menyusun tim. Sekali lagi, jangan terburu-buru. Orang yang tepat biasanya tidak mudah ditemukan. Perlu waktu.

Semoga kita semua dipertemukan dengan tim yang tepat. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Umrah bukan saja menghapus dosa, tapi juga mengundang rezeki dan keberkahan. Insya Allah.
Lihat saja mereka yang pulang berumrah. Tak sampai 12 bulan, tanda-tanda perbaikan rezeki sudah terlihat. Biasanya begitu.
Teman-teman muslim yang belum berumrah, semoga segera ya. Dari Tanah Suci, saya turut mendoakan.
Saya masih di Madinah.

Bagi saya, umrah BUKAN soal mampu atau tidak mampu. Tapi soal mau atau tidak mau. Soal ini, saya yakin Anda sudah tahu. Kalau benar-benar niat (mau) dan dibuktikan dengan memantaskan diri, maka akan dimampukan.

Yang seperti ini sudah banyak contohnya. Ya, b-a-n-y-a-k. Miskin tapi dimampukan Allah dan diundang sama Allah. Eh, berangkat juga akhirnya. Sampai di Tanah Suci.

Sebagian orang teriak-teriak pengen berumrah, "Mau, mau, mau," tapi enggan dan sungkan memantaskan diri. Rekening khusus, nggak ada. DP umrah, nggak ada. Paspor, nggak ada. Ikut manasik, nggak pernah. Baca buku panduan, nggak pernah. Tanya ustadz, nggak pernah.

Mohon maaf, ini asal-asalan namanya! Sekali lagi, asal-asalan!

Jadi, baiknya gimana? Yah pantaskan diri. Percayalah, Allah BUKAN menilai jumlah uang kita untuk mendaftar di travel umrah. Allah menilai kesungguhan kita dalam memantaskan diri.

Buktikan dan tunjukkan kesungguhan itu. Buka rekening khusus (berapapun itu). Nabung secara rutin (berapapun itu). DP ke travel umrah. Bikin paspor. Ikut manasik. Dan seterusnya. Termasuk memperbaiki amal dan sedekah ekstrim.

Lakukan apa yang bisa kita lakukan. Sisanya, biar Allah yang membereskan. Mereka yang sungguh-sungguh memantaskan diri, biasanya tak sampai 12 bulan, berangkat juga insya Allah.

Bukan kata orang. Ini menurut pengalaman saya dan pengelaman alumni seminar saya. Gimana dengan Anda? Yakin? Seberapa yakin? Ayo praktek! Sekian dari saya, Ippho Santosa. Salam hangat dari Madinah.
Kota yang selalu bikin kangen...