Pernak-pernik kehidupan di dunia ini kadang membuat kita terlena.
Guru saya pernah berpesan, "Carilah yang benar-benar penting. Jika tidak penting, itu hanya akan menghabiskan waktu dan mengalihkan fokus... Ridha Allah, itulah yang benar-benar penting dan hendaknya menjadi fokus..."
Masya Allah, kalimat ini tepat sekali.
Setelah ridha Allah, yah ridha keluarga terutama orangtua dan pasangan. Percayalah, orang-orang terdekat (baca: keluarga) yang mendukungmu dan ridha padamu, itu lebih berharga daripada puja-puji jutaan orang terhadapmu.
Tak jarang, waktu dan energi kita habis hanya untuk memikirkan 'apa kata orang'. Right? Apalagi sejak merebaknya socmed. Saat mem-posting, kita sering ingin membentuk persepsi tertentu, yang tidak terlalu sesuai dengan kondisi real-nya.
Kita ingin dipersepsi sebagai sosok yang sukses, soleh, bahagia, harmonis dll. Padahal, benarkah kita seperti itu? Hm, belum tentu. Hati-hati, kalau dibiarkan, ini bisa menjauhkan kita dari fokus utama kita. Apa itu? Ridha Allah.
Anda mungkin tahu, melalui beberapa postingan, belakangan ini saya disibukkan dengan penggalangan dana (FR) untuk pembebasan tanah dan pembangunan pesantren di Amerika. Insya Allah ini adalah pesantren pertama di Bumi Amerika.
Suka atau tidak suka, Amerika adalah pusat perhatian dunia. Menurut saya, sekiranya pesantren ini berhasil berdiri di sana, maka ini akan menjadi syiar dan persembahan Muslim Indonesia untuk dunia.
Dalam kesibukan FR saya untuk pesantren ini, saya pun berusaha menata niat saya. Jujur saja, pujian orang atau kritikan orang kadang membuat niat kita melenceng. Mohon doanya agar niat saya dan teman-teman yang lain tetap lurus.
Kembali soal postingan. Bagi saya, setiap posting adalah rangkaian inspirasi dengan niat yang benar. Maka, bila tidak ada inspirasi di sana, bila tidak lurus niatnya, lebih baik batalkan saja postingan tersebut. Perlu ditegaskan, saya menulis ini sebagai peringatan keras buat diri saya.
Semoga tulisan ringkas ini ada manfaatnya buat kita semua. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Guru saya pernah berpesan, "Carilah yang benar-benar penting. Jika tidak penting, itu hanya akan menghabiskan waktu dan mengalihkan fokus... Ridha Allah, itulah yang benar-benar penting dan hendaknya menjadi fokus..."
Masya Allah, kalimat ini tepat sekali.
Setelah ridha Allah, yah ridha keluarga terutama orangtua dan pasangan. Percayalah, orang-orang terdekat (baca: keluarga) yang mendukungmu dan ridha padamu, itu lebih berharga daripada puja-puji jutaan orang terhadapmu.
Tak jarang, waktu dan energi kita habis hanya untuk memikirkan 'apa kata orang'. Right? Apalagi sejak merebaknya socmed. Saat mem-posting, kita sering ingin membentuk persepsi tertentu, yang tidak terlalu sesuai dengan kondisi real-nya.
Kita ingin dipersepsi sebagai sosok yang sukses, soleh, bahagia, harmonis dll. Padahal, benarkah kita seperti itu? Hm, belum tentu. Hati-hati, kalau dibiarkan, ini bisa menjauhkan kita dari fokus utama kita. Apa itu? Ridha Allah.
Anda mungkin tahu, melalui beberapa postingan, belakangan ini saya disibukkan dengan penggalangan dana (FR) untuk pembebasan tanah dan pembangunan pesantren di Amerika. Insya Allah ini adalah pesantren pertama di Bumi Amerika.
Suka atau tidak suka, Amerika adalah pusat perhatian dunia. Menurut saya, sekiranya pesantren ini berhasil berdiri di sana, maka ini akan menjadi syiar dan persembahan Muslim Indonesia untuk dunia.
Dalam kesibukan FR saya untuk pesantren ini, saya pun berusaha menata niat saya. Jujur saja, pujian orang atau kritikan orang kadang membuat niat kita melenceng. Mohon doanya agar niat saya dan teman-teman yang lain tetap lurus.
Kembali soal postingan. Bagi saya, setiap posting adalah rangkaian inspirasi dengan niat yang benar. Maka, bila tidak ada inspirasi di sana, bila tidak lurus niatnya, lebih baik batalkan saja postingan tersebut. Perlu ditegaskan, saya menulis ini sebagai peringatan keras buat diri saya.
Semoga tulisan ringkas ini ada manfaatnya buat kita semua. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Saya mengenal Imam Shamsi Ali atau Ustadz Shamsi Ali saat berseminar di Amerika.
Saat itu beliau sibuk-sibuk mengurusi seminar saya di New York (NY). Tepatnya, awal tahun 2013. Ada Kang Abik 'Ayat-Ayat Cinta' sebagai saksinya.
Terus Ustadz nganterin dan nyetirin saya keliling NY, masya Allah. Tulus orangnya. Saya bisikin ke teman saya di sana, "Mas, nggak enak nih sampai ngerepotin Ustadz Shamsi."
Tapi teman saya malah bilang, "Nggak apa-apa Mas. Kapan lagi kita bisa dianter-anter sama Imam Besar Masjid New York, hehehe." Alhamdulillah.
Lalu Ustadz mengajak saya untuk mengisi sebuah program acara di TV sana, yang ditutup dengan ngobrol panjang-lebar di rumah beliau sampai larut malam, bareng Kang Abik.
Makanya sejak saat itu, setiap Ustadz datang ke Indonesia dan ada program, saya berusaha berkontribusi. Berkhidmat. Walau sebentar, walau sedikit.
Biasanya dalam setahun, beliau ke Indonesia ada 2X atau 3X. Seingat saya, saya tidak pernah absen. Termasuk program yang sekarang. Apa itu? Pesantren di Amerika.
Ini benar-benar program yang istimewa dan strategis. Nanti bantu share, boleh ya?
Suka atau tidak suka, Amerika dan New York adalah pusat perhatian dunia. Kantor PBB di New York. Kantor Wallstreet di New York. Gedung Broadway di New York. Film-film juga berlatar New York.
Tak heran, semua mata dunia mengarah ke Amerika dan New York. Nah, kalau kita berhasil membangun pesantren dekat New York, maka ini akan menjadi syiar dan persembahan Muslim Indonesia UNTUK DUNIA!
Saya menyebutnya #PesantrenPertamaDiBumiAmerika. Hei, bukan kebetulan, teman-teman di sini membaca artikel ini. Mungkin Allah ingin teman-teman terlibat dalam pembangunan pesantren ini.
Saran saya, terlibatlah. Bukan soal jumlah, tapi ini soal niat, kesungguhan, dan kebersamaan. Setidaknya, kita bantu doa dan sebarkan kabar ini. Boleh ya? Saya harap teman-teman berkenan.
Silakan donasi berapa saja ke Mandiri 164 0000 854 366... Atau BCA 676 060 5555 A/N Yayasan Aksi Cepat Tanggap... Tidak perlu SMS konfirmasi, karena ini rekening khusus...
Ketika pesantren ini berdiri kelak, insya Allah akan menjadi kebanggaan bagi Muslim Indonesia. Dunia akan memperhitungkan Muslim Indonesia. Semoga Allah mudahkan. Aamiin.
Saat itu beliau sibuk-sibuk mengurusi seminar saya di New York (NY). Tepatnya, awal tahun 2013. Ada Kang Abik 'Ayat-Ayat Cinta' sebagai saksinya.
Terus Ustadz nganterin dan nyetirin saya keliling NY, masya Allah. Tulus orangnya. Saya bisikin ke teman saya di sana, "Mas, nggak enak nih sampai ngerepotin Ustadz Shamsi."
Tapi teman saya malah bilang, "Nggak apa-apa Mas. Kapan lagi kita bisa dianter-anter sama Imam Besar Masjid New York, hehehe." Alhamdulillah.
Lalu Ustadz mengajak saya untuk mengisi sebuah program acara di TV sana, yang ditutup dengan ngobrol panjang-lebar di rumah beliau sampai larut malam, bareng Kang Abik.
Makanya sejak saat itu, setiap Ustadz datang ke Indonesia dan ada program, saya berusaha berkontribusi. Berkhidmat. Walau sebentar, walau sedikit.
Biasanya dalam setahun, beliau ke Indonesia ada 2X atau 3X. Seingat saya, saya tidak pernah absen. Termasuk program yang sekarang. Apa itu? Pesantren di Amerika.
Ini benar-benar program yang istimewa dan strategis. Nanti bantu share, boleh ya?
Suka atau tidak suka, Amerika dan New York adalah pusat perhatian dunia. Kantor PBB di New York. Kantor Wallstreet di New York. Gedung Broadway di New York. Film-film juga berlatar New York.
Tak heran, semua mata dunia mengarah ke Amerika dan New York. Nah, kalau kita berhasil membangun pesantren dekat New York, maka ini akan menjadi syiar dan persembahan Muslim Indonesia UNTUK DUNIA!
Saya menyebutnya #PesantrenPertamaDiBumiAmerika. Hei, bukan kebetulan, teman-teman di sini membaca artikel ini. Mungkin Allah ingin teman-teman terlibat dalam pembangunan pesantren ini.
Saran saya, terlibatlah. Bukan soal jumlah, tapi ini soal niat, kesungguhan, dan kebersamaan. Setidaknya, kita bantu doa dan sebarkan kabar ini. Boleh ya? Saya harap teman-teman berkenan.
Silakan donasi berapa saja ke Mandiri 164 0000 854 366... Atau BCA 676 060 5555 A/N Yayasan Aksi Cepat Tanggap... Tidak perlu SMS konfirmasi, karena ini rekening khusus...
Ketika pesantren ini berdiri kelak, insya Allah akan menjadi kebanggaan bagi Muslim Indonesia. Dunia akan memperhitungkan Muslim Indonesia. Semoga Allah mudahkan. Aamiin.
Bisnis online menawarkan kemudahan demi kemudahan kepada pembelinya. Hanya dengan handphone atau smartphone, masyarakat bisa mendapatkan barang yang diinginkan tanpa perlu datang ke toko. Parkir, tak perlu. Antri, tak perlu.
Menteri Perdagangan pun mengakui bahwa keberadaan bisnis online terus-menerus meningkat. Dirinya menilai jika perkembangan bisnis online tidak bisa dihindari oleh masyarakat, pengusaha maupun pemerintah sekalipun.
Di sisi lain Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Ari Kuncoro menilai bahwa dalam hal ini, pemerintah dituntut agar dapat memberikan satu langkah keputusan dalam bentuk regulasi yang mengatur bisnis online sehingga tidak memberangus bisnis konvensional.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, Roy Mandey, mengakui masyarakat tengah mengalami perubahan perilaku, khususnya pola belanja. Sebagian memilih bertransaksi secara online dibanding secara konvensional.
Bila kita memiliki smartphone, ada baiknya kita belajar bagaimana mengoptimasi Facebook dan Instagram agar benar-benar menghasilkan uang secara online. Adalah rugi kalau hanya posting-posting untuk sekadar eksis, tapi tidak menghasilkan uang.
Jadilah penjual! Bukan sekadar konsumen!
Menteri Perdagangan pun mengakui bahwa keberadaan bisnis online terus-menerus meningkat. Dirinya menilai jika perkembangan bisnis online tidak bisa dihindari oleh masyarakat, pengusaha maupun pemerintah sekalipun.
Di sisi lain Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Ari Kuncoro menilai bahwa dalam hal ini, pemerintah dituntut agar dapat memberikan satu langkah keputusan dalam bentuk regulasi yang mengatur bisnis online sehingga tidak memberangus bisnis konvensional.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, Roy Mandey, mengakui masyarakat tengah mengalami perubahan perilaku, khususnya pola belanja. Sebagian memilih bertransaksi secara online dibanding secara konvensional.
Bila kita memiliki smartphone, ada baiknya kita belajar bagaimana mengoptimasi Facebook dan Instagram agar benar-benar menghasilkan uang secara online. Adalah rugi kalau hanya posting-posting untuk sekadar eksis, tapi tidak menghasilkan uang.
Jadilah penjual! Bukan sekadar konsumen!
Bagi saya, visi bukan saja penting tapi juga penentu. Ini saya sampaikan kemarin ketika berseminar di raker direksi PLN.
Walau tidak sekantor, walau tidak seruangan, mereka yang #sevisi bisa bekerjasama. Itu menurut saya.
Orang-orang hebat perlu dikumpulkan. Tapi yang lebih perlu adalah orang-orang sevisi. Saya yakin Anda setuju dengan saya.
Begini. Ada persamaan besar antara visi, misi, target, niat, dan impian. Ini semacam arah. Dalam melangkah, yang paling penting itu arah, bukan kecepatan, bukan kekuatan.
Segala target yang ditetapkan oleh perusahaan hendaknya menjadi doa (diselaraskan) dengan keluarga masing-masing dan tim di kantor. Beda dampaknya.
Demikian pula impian pribadi setiap karyawan yang harus selaras dengan keluarganya. Maka dari itu, proaktif-lah. Maksudnya keselarasan impian itu harus dimulai dari keluarga
Saat orang selaras dengan keluarganya, maka visi dan impian akan lebih mudah tercapai. Demikian pula sebaliknya. Bila tidak selaras, apa-apa jadi sulit tercapai.
Think.
Walau tidak sekantor, walau tidak seruangan, mereka yang #sevisi bisa bekerjasama. Itu menurut saya.
Orang-orang hebat perlu dikumpulkan. Tapi yang lebih perlu adalah orang-orang sevisi. Saya yakin Anda setuju dengan saya.
Begini. Ada persamaan besar antara visi, misi, target, niat, dan impian. Ini semacam arah. Dalam melangkah, yang paling penting itu arah, bukan kecepatan, bukan kekuatan.
Segala target yang ditetapkan oleh perusahaan hendaknya menjadi doa (diselaraskan) dengan keluarga masing-masing dan tim di kantor. Beda dampaknya.
Demikian pula impian pribadi setiap karyawan yang harus selaras dengan keluarganya. Maka dari itu, proaktif-lah. Maksudnya keselarasan impian itu harus dimulai dari keluarga
Saat orang selaras dengan keluarganya, maka visi dan impian akan lebih mudah tercapai. Demikian pula sebaliknya. Bila tidak selaras, apa-apa jadi sulit tercapai.
Think.
Ponselmu, rezekimu. Bukankah begitu?
Survei Nielsen Global Survey terhadap fenomena e-commerce menunjukkan, 6 dari 10 orang atau 61% konsumen toko online menggunakan ponsel sebagai perangkat untuk transaksi online.
Sisanya menggunakan komputer dan tablet untuk menjelajahi toko online. Nah, sudahkah kita mengoptimasi ponsel kita untuk bisnis? Sebagai penjual? Sayang sekali kalau belum.
Menurut survei Google Indonesia, produk kecantikan dan perlengkapan bayi menjadi produk paling populer dengan penjualan tertinggi secara online. Di samping itu gadget, aksesori, dan pakaian menjadi jenis produk paling dicari di situs web belanja online.
Namun, ini bukan berarti potensi produk-produk lain tidak menggiurkan.
Perlu juga diingat soal peak session dan low session. Ada waktunya transaksi penjualan online meningkat dan menurun drastis. Menjelang hari raya seperti Lebaran dan Natal, ini merupakan saat paling ramai. Mudah ditebak, transaksi akan menurun drastis usai hari raya.
Untuk produk-produk tertentu, transaksi jual beli online menurun tajam saat liburan atau weekend yang panjang. Mungkin orang lebih fokus berlibur dengan keluarga atau berbelanja langsung di mall. Saat liburan usai dan aktivitas kerja kembali normal, penjualan online pun kembali meningkat.
Satu lagi. Jangan abaikan segmen 'emak-emak'. Mengingat kebanyakan konsumen itu wanita bekerja atau ibu rumah tangga, mereka justru punya waktu senggang untuk browsing-browsing di sela-sela istirahat kerja atau saat pekerjaan rumah sudah selesai.
Sekali lagi, sudahkah kita mengoptimasi ponsel kita untuk bisnis? Jika belum, ada baiknya kita belajar Internet Marketing. Bukan sekadar update status, bukan sekadar posting-posting, tapi hendaknya ponsel kita benar-benar menghasilkan.
Survei Nielsen Global Survey terhadap fenomena e-commerce menunjukkan, 6 dari 10 orang atau 61% konsumen toko online menggunakan ponsel sebagai perangkat untuk transaksi online.
Sisanya menggunakan komputer dan tablet untuk menjelajahi toko online. Nah, sudahkah kita mengoptimasi ponsel kita untuk bisnis? Sebagai penjual? Sayang sekali kalau belum.
Menurut survei Google Indonesia, produk kecantikan dan perlengkapan bayi menjadi produk paling populer dengan penjualan tertinggi secara online. Di samping itu gadget, aksesori, dan pakaian menjadi jenis produk paling dicari di situs web belanja online.
Namun, ini bukan berarti potensi produk-produk lain tidak menggiurkan.
Perlu juga diingat soal peak session dan low session. Ada waktunya transaksi penjualan online meningkat dan menurun drastis. Menjelang hari raya seperti Lebaran dan Natal, ini merupakan saat paling ramai. Mudah ditebak, transaksi akan menurun drastis usai hari raya.
Untuk produk-produk tertentu, transaksi jual beli online menurun tajam saat liburan atau weekend yang panjang. Mungkin orang lebih fokus berlibur dengan keluarga atau berbelanja langsung di mall. Saat liburan usai dan aktivitas kerja kembali normal, penjualan online pun kembali meningkat.
Satu lagi. Jangan abaikan segmen 'emak-emak'. Mengingat kebanyakan konsumen itu wanita bekerja atau ibu rumah tangga, mereka justru punya waktu senggang untuk browsing-browsing di sela-sela istirahat kerja atau saat pekerjaan rumah sudah selesai.
Sekali lagi, sudahkah kita mengoptimasi ponsel kita untuk bisnis? Jika belum, ada baiknya kita belajar Internet Marketing. Bukan sekadar update status, bukan sekadar posting-posting, tapi hendaknya ponsel kita benar-benar menghasilkan.
Orang baik-baik ketika mencari rezeki, ternyata ada level-levelnya.
Level satu.
Dia memastikan kehalalan pada sumber rezeki, cara mendapatkan, dan cara membelanjakan. Bagi dia, halal dan legal itu teramat penting. Mutlak.
Level dua.
Dia berusaha mendapatkan rezeki yang halal sebanyak-banyaknya. Supaya apa? Agar dia bisa bersedekah sebanyak-banyaknya. Mulia? Sangat mulia, insya Allah.
Level tiga.
Dia bukan sekedar bekerja keras. Bukan sekedar rezeki yang halal. Bukan sekedar sedekah yang banyak. Baginya, tak cukup hanya segitu. Dia berusaha 'bersikap lebih'.
Dia memilih #karier dan #bisnis yang sarat manfaatnya, sarat berkahnya. Bukan sekedar halal. Ketika ditanya, buat apa? Dia menjawab, "Biar 8 jam bernilai ibadah semuanya."
Halal, harus. Kerja keras, harus. Sedekah banyak, harus. Tapi alangkah baiknya kalau kita memilih karier dan bisnis yang sarat manfaat juga sarat berkahnya.
Boleh saya jelaskan sekali lagi? Begini. Biasanya kita mencari nafkah 8 jam sehari. Hendaknya itu semua bernilai ibadah. Bukan ketika sholat atau berdoa saja.
Silakan direnungkan.
Level satu.
Dia memastikan kehalalan pada sumber rezeki, cara mendapatkan, dan cara membelanjakan. Bagi dia, halal dan legal itu teramat penting. Mutlak.
Level dua.
Dia berusaha mendapatkan rezeki yang halal sebanyak-banyaknya. Supaya apa? Agar dia bisa bersedekah sebanyak-banyaknya. Mulia? Sangat mulia, insya Allah.
Level tiga.
Dia bukan sekedar bekerja keras. Bukan sekedar rezeki yang halal. Bukan sekedar sedekah yang banyak. Baginya, tak cukup hanya segitu. Dia berusaha 'bersikap lebih'.
Dia memilih #karier dan #bisnis yang sarat manfaatnya, sarat berkahnya. Bukan sekedar halal. Ketika ditanya, buat apa? Dia menjawab, "Biar 8 jam bernilai ibadah semuanya."
Halal, harus. Kerja keras, harus. Sedekah banyak, harus. Tapi alangkah baiknya kalau kita memilih karier dan bisnis yang sarat manfaat juga sarat berkahnya.
Boleh saya jelaskan sekali lagi? Begini. Biasanya kita mencari nafkah 8 jam sehari. Hendaknya itu semua bernilai ibadah. Bukan ketika sholat atau berdoa saja.
Silakan direnungkan.
Mohon doa dari teman-teman, semoga konser nanti malam berlangsung dengan lancar, memuaskan, dan diridhai Allah. Aamiin.
Seperti yang teman-teman tahu, #KonserSatuHati malam ini insya Allah akan menghadirkan Snada, Opick, Dwiki Dharmawan, Dude Harlino, Oki Setiana, Peggy Melati, Shamsi Ali, Ippho Santosa, dan IDP di Kuningan City, Jakarta.
Teman-teman yang sudah konfirm untuk hadir, mohon tiba di lokasi sebelum 18.00 WIB. Baiknya sudah makan, sudah berwudhu, dan siap maghriban di lokasi. Sekali lagi, mohon datang lebih awal. Antisipasi-lah faktor macet dll.
Ada sesi foto bersama Ippho Santosa, Snada dll, sebelum acara. Mohon tertib dan korperatif. Hal-hal lain boleh ditanyakan via WA 0812-8777-8336.
Satu lagi. Karena tingginya animo masyarakat, maka kami pun menyiapkan 100 seat tambahan. Alhamdulillah. Silakan diberitahu kepada kerabat-kerabatnya sekiranya berminat hadir.
Seperti yang teman-teman tahu, #KonserSatuHati malam ini insya Allah akan menghadirkan Snada, Opick, Dwiki Dharmawan, Dude Harlino, Oki Setiana, Peggy Melati, Shamsi Ali, Ippho Santosa, dan IDP di Kuningan City, Jakarta.
Teman-teman yang sudah konfirm untuk hadir, mohon tiba di lokasi sebelum 18.00 WIB. Baiknya sudah makan, sudah berwudhu, dan siap maghriban di lokasi. Sekali lagi, mohon datang lebih awal. Antisipasi-lah faktor macet dll.
Ada sesi foto bersama Ippho Santosa, Snada dll, sebelum acara. Mohon tertib dan korperatif. Hal-hal lain boleh ditanyakan via WA 0812-8777-8336.
Satu lagi. Karena tingginya animo masyarakat, maka kami pun menyiapkan 100 seat tambahan. Alhamdulillah. Silakan diberitahu kepada kerabat-kerabatnya sekiranya berminat hadir.
Tadi pagi saya dan mitra-mitra landing di Papua. Saya berharap, ke depan semakin banyak entrepreneur yang mau liburan dan belajar bareng saya. Seru-seruan...
Setelah sukses besar di Jakarta, Konser Satu Hadir di Bandung...
Bersama Fadly Padi, Teddy Snada, Opick, dkk, termasuk saya... Be there...