Sekitar 45 juta orang Indonesia ternyata menggunakan media sosial ini secara aktif. Dan tercatat, Indonesia merupakan negara penghasil Instagram Story terbesar di dunia, dengan konten 2X lebih banyak dari rerata global.
Susan Rose, Product Marketing Director Instagram, melihat ini sebagai kesempatan yang bisa brand gunakan untuk lebih dekat dengan konsumennya. Adopsi bisnis melalui Instagram di Indonesia termasuk lima tertinggi di dunia.
Bahkan Instameet (komunitas Instagram) di Indonesia termasuk yang terbesar di dunia. Aktifnya bukan cuma di kota-kota besar, melainkan sampai kota-kota kecil. Ya, Instagram berada semakin jauh di depan rivalnya, Snapchat.
Di Instagram, saya aktif berbagi inspirasi dalam bentuk gambar dan video di akun @ipphoright.
Lantas, bagaimana dengan Facebook? Jumlah pengguna Facebook memang jauh lebih banyak, baik di Indonesia maupun di dunia. Tapi serunya, pengguna Instagram lebih konsumtif, lebih berdaya beli, dan terbiasa dengan belanja online.
Saran saya, "Berhentilah jadi penonton. Saatnya jadi pelaku, jadi pemain." Sayang sekali kalau pasar sepotensial ini sampai diabaikan. Ingat, punya akun Instagram saja tidaklah cukup. Harus dioptimasi agar bisa menjual dengan lebih mudah.
Silakan praktek. Semoga berkah berlimpah.
Susan Rose, Product Marketing Director Instagram, melihat ini sebagai kesempatan yang bisa brand gunakan untuk lebih dekat dengan konsumennya. Adopsi bisnis melalui Instagram di Indonesia termasuk lima tertinggi di dunia.
Bahkan Instameet (komunitas Instagram) di Indonesia termasuk yang terbesar di dunia. Aktifnya bukan cuma di kota-kota besar, melainkan sampai kota-kota kecil. Ya, Instagram berada semakin jauh di depan rivalnya, Snapchat.
Di Instagram, saya aktif berbagi inspirasi dalam bentuk gambar dan video di akun @ipphoright.
Lantas, bagaimana dengan Facebook? Jumlah pengguna Facebook memang jauh lebih banyak, baik di Indonesia maupun di dunia. Tapi serunya, pengguna Instagram lebih konsumtif, lebih berdaya beli, dan terbiasa dengan belanja online.
Saran saya, "Berhentilah jadi penonton. Saatnya jadi pelaku, jadi pemain." Sayang sekali kalau pasar sepotensial ini sampai diabaikan. Ingat, punya akun Instagram saja tidaklah cukup. Harus dioptimasi agar bisa menjual dengan lebih mudah.
Silakan praktek. Semoga berkah berlimpah.
Kadang kita perlu #sinergi, menggabungkan berbagai energi, demi meraih hasil yang lebih besar lagi. Teman-teman setuju dengan kalimat ini?
https://m.detik.com/news/berita/d-3780146/ippho-santosa-hingga-asma-nadia-temui-ketua-MPR-ini-yang-dibahas
https://m.detik.com/news/berita/d-3780146/ippho-santosa-hingga-asma-nadia-temui-ketua-MPR-ini-yang-dibahas
detiknews
Ippho Santosa hingga Asma Nadia Temui Ketua MPR, Ini yang Dibahas
Mereka yang hadir Hermawan Kertajaya, Tung Desem Waringin, Andre Wongso, Ippho Santosa dan Asma Nadia.
Senang sekali tadi diundang Ketua MPR Bapak Zulkifli Hasan. Alhamdulillah kali ini saya diizinkan mengajak motivator-motivator lainnya.
Sekitar 3 jam kami di sana. Memberi masukan untuk MPR, sekaligus menerima masukan dari MPR. Sebagai Ketua MPR, Pak Zul sangat rendah hati, menurut kami.
Semoga segala kebaikan yang kami bahas tadi, bisa membawa perubahan positif untuk negeri ini. Aamiin. Kami datang dengan hati 'zero'. Benar-benar 'zero'.
Maksudnya, kami datang tidak membawa kepentingan apapun, melainkan hanya kebaikan untuk negeri ini. Doakan niat kami tetap tulus dan lurus.
Btw, siapa saja tadi yang hadir?
#IpphoSantosa
#HermawanKartajaya
#AndrieWongso
#TungDesemWaringin
#EllyRisman
#JayaSetiabudi
#DwikiDharmawan
#Asmanadia
#PonijanLiaw
#BongChandra
#TeddySnada
#AhmadGozali
#AwamPrakoso
#PutuPutrayasa
#WendiAbdillah
#DedyHartono
Ya, #IndonesiaBersatu.
Teman-teman punya masukan untuk MPR? Silakan komen di IG saya. Nanti saya teruskan kepada pihak yang terkait. Ini link-nya >> https://www.instagram.com/p/Bc80D9_hPhX/
Sekitar 3 jam kami di sana. Memberi masukan untuk MPR, sekaligus menerima masukan dari MPR. Sebagai Ketua MPR, Pak Zul sangat rendah hati, menurut kami.
Semoga segala kebaikan yang kami bahas tadi, bisa membawa perubahan positif untuk negeri ini. Aamiin. Kami datang dengan hati 'zero'. Benar-benar 'zero'.
Maksudnya, kami datang tidak membawa kepentingan apapun, melainkan hanya kebaikan untuk negeri ini. Doakan niat kami tetap tulus dan lurus.
Btw, siapa saja tadi yang hadir?
#IpphoSantosa
#HermawanKartajaya
#AndrieWongso
#TungDesemWaringin
#EllyRisman
#JayaSetiabudi
#DwikiDharmawan
#Asmanadia
#PonijanLiaw
#BongChandra
#TeddySnada
#AhmadGozali
#AwamPrakoso
#PutuPutrayasa
#WendiAbdillah
#DedyHartono
Ya, #IndonesiaBersatu.
Teman-teman punya masukan untuk MPR? Silakan komen di IG saya. Nanti saya teruskan kepada pihak yang terkait. Ini link-nya >> https://www.instagram.com/p/Bc80D9_hPhX/
Instagram
Motivator Indonesia - IPPHO
Bareng Pak Tung, Pak Hermawan, Mas Bong, dan Mbak Asma. Teman-teman ada pesan untuk beliau-beliau?
"Mas Ippho, ngajak para motivator gitu ketemu Ketua MPR, ketemu Eyang Habibie, dll. Apa nggak merasa kesaing?" Alhamdulillah, sama sekali nggak. Semuanya teman, semuanya saudara.
Kebaikan jangan dimonopoli sendirian. Jangan. Hendaknya di-sinergi-kan dan di-distribusi-kan.
Seminggu ini saya diundang oleh Zoya, Mane Indonesia, dan BPD Jogja. Semacam in-house. Besok pagi (Ahad pagi) insya Allah saya seminar publik di Madiun. Mohon doa dari teman-teman ya. Semoga lancar dan berkah.
Tepat Desember tahun ini, saya berusia 40 tahun. Dan seumur hidup, saya tidak terlalu suka dengan yang namanya unjuk rasa. Bagi saya, kata 'unjuk rasa' memiliki konotasi yang negatif. Namun 17 Desember yang lalu adalah sebuah pengecualian.
Massa, yang dipimpin oleh MUI, berunjuk rasa menolak pengakuan sepihak AS yang menyatakan Yerusalem sebagai ibukota Israel. Ingat, Palestina adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Boleh dibilang, kita berutang budi pada Palestina.
Namun muncul beberapa kendala teknis. Pertama, di hari yang sama anak saya ingin saya hadir di sekolahnya, ada event khusus yang melibatkan anak dan orangtuanya. Kedua, di hari yang sama, saya ada seminar di Semarang dan ratusan peserta telah menanti.
Lantas, apa pilihan saya? Bagi saya, semuanya adalah penting. Maka dari itu, pada akhirnya saya memutuskan untuk menghadiri ketiga-tiganya. Ya, ketiga-tiganya. Lha, gimana cara bagi-bagi waktunya?
Saya subuhan di Monas, tepatnya jam 3.30 pagi (sekitar 45 menit dari rumah saya). Lalu jam 7-an saya bergegas ke sekolah anak. Perjalanan dari Monas ke sekolah anak memerlukan waktu sekitar 1 jam. Ya, saya berusaha memenuhi harapan anak saya. Dan di sekolahnya, saya sempat main 3 game bersama dia, dari total 5 game.
Terus jam 10 saya pamit sama dia. Cuuus ke bandara. Sekitar 1 jam dari sekolah itu. Ya, saya bergegas menuju Semarang. Bukan apa-apa. Ratusan peserta telah membeli tiket seminar saya dan tidak boleh saya kecewakan begitu saja. Btw, mohon doa dari teman-teman ya. Semoga niat saya tetap terjaga.
Sekarang, apa yang terjadi?
Segala puji hanya untuk Allah. Sebanyak 128 negara di PBB akhirnya menolak pengakuan sepihak AS yang menyatakan Yerusalem sebagai ibukota Israel. Hanya 9 negara yang setuju dengan klaim sepihak dan tidak adil itu. Ini terjadi kemarin.
Ternyata doa kita dijawab dan unjuk rasa kita didengar. Berpengaruh. Nggak main-main. Setidaknya, mereka kuatir kalau muslim-muslim sedunia memboikot produk-produk mereka. Bagi mereka, keuntungan ekonomi adalah segala-galanya.
Begini. Keberpihakan kita kepada Palestina bukan semata-mata karena alasan agama, melainkan juga karena alasan kemanusiaan dan keadilan. UUD 45 yang mengamanahkan itu. Saya yakin insya Allah Palestina akan merdeka dalam arti yang sebenarnya. Aamiin. Doakan ya.
Gegara saya ikut unjuk rasa, bisa jadi sebagian follower tidak lagi menyukai saya. Bukan mustahil saya dicap radikal atau apalah. Satu lagi. Bisa jadi Amerika tidak mengizinkan saya masuk ke sana dalam waktu dekat. Maafkan saya. Bagi saya, itu risiko yang harus saya ambil.
Bayangkan, tanah milik ibumu diserobot orang. Karena penyerobotan itu akhirnya ibumu hidup susah dan teraniaya. Akankah engkau berkata, "Bu, aku netral." Tentu tidak. Pastinya engkau akan bersuara dan bergerak, sebisanya! Saya harap Anda setuju dengan saya!
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
(Note: Anda tidak perlu meminta izin kepada saya sekiranya ingin menyebarkan tulisan ini)
Massa, yang dipimpin oleh MUI, berunjuk rasa menolak pengakuan sepihak AS yang menyatakan Yerusalem sebagai ibukota Israel. Ingat, Palestina adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Boleh dibilang, kita berutang budi pada Palestina.
Namun muncul beberapa kendala teknis. Pertama, di hari yang sama anak saya ingin saya hadir di sekolahnya, ada event khusus yang melibatkan anak dan orangtuanya. Kedua, di hari yang sama, saya ada seminar di Semarang dan ratusan peserta telah menanti.
Lantas, apa pilihan saya? Bagi saya, semuanya adalah penting. Maka dari itu, pada akhirnya saya memutuskan untuk menghadiri ketiga-tiganya. Ya, ketiga-tiganya. Lha, gimana cara bagi-bagi waktunya?
Saya subuhan di Monas, tepatnya jam 3.30 pagi (sekitar 45 menit dari rumah saya). Lalu jam 7-an saya bergegas ke sekolah anak. Perjalanan dari Monas ke sekolah anak memerlukan waktu sekitar 1 jam. Ya, saya berusaha memenuhi harapan anak saya. Dan di sekolahnya, saya sempat main 3 game bersama dia, dari total 5 game.
Terus jam 10 saya pamit sama dia. Cuuus ke bandara. Sekitar 1 jam dari sekolah itu. Ya, saya bergegas menuju Semarang. Bukan apa-apa. Ratusan peserta telah membeli tiket seminar saya dan tidak boleh saya kecewakan begitu saja. Btw, mohon doa dari teman-teman ya. Semoga niat saya tetap terjaga.
Sekarang, apa yang terjadi?
Segala puji hanya untuk Allah. Sebanyak 128 negara di PBB akhirnya menolak pengakuan sepihak AS yang menyatakan Yerusalem sebagai ibukota Israel. Hanya 9 negara yang setuju dengan klaim sepihak dan tidak adil itu. Ini terjadi kemarin.
Ternyata doa kita dijawab dan unjuk rasa kita didengar. Berpengaruh. Nggak main-main. Setidaknya, mereka kuatir kalau muslim-muslim sedunia memboikot produk-produk mereka. Bagi mereka, keuntungan ekonomi adalah segala-galanya.
Begini. Keberpihakan kita kepada Palestina bukan semata-mata karena alasan agama, melainkan juga karena alasan kemanusiaan dan keadilan. UUD 45 yang mengamanahkan itu. Saya yakin insya Allah Palestina akan merdeka dalam arti yang sebenarnya. Aamiin. Doakan ya.
Gegara saya ikut unjuk rasa, bisa jadi sebagian follower tidak lagi menyukai saya. Bukan mustahil saya dicap radikal atau apalah. Satu lagi. Bisa jadi Amerika tidak mengizinkan saya masuk ke sana dalam waktu dekat. Maafkan saya. Bagi saya, itu risiko yang harus saya ambil.
Bayangkan, tanah milik ibumu diserobot orang. Karena penyerobotan itu akhirnya ibumu hidup susah dan teraniaya. Akankah engkau berkata, "Bu, aku netral." Tentu tidak. Pastinya engkau akan bersuara dan bergerak, sebisanya! Saya harap Anda setuju dengan saya!
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
(Note: Anda tidak perlu meminta izin kepada saya sekiranya ingin menyebarkan tulisan ini)
Kadang, kita perlu bersikap untuk hal-hal yang bersifat prinsip. Saran saya, jangan pasif. Sebaik-baiknya, proaktif.
Apa pendapat teman-teman soal Palestina? Saya mau dengar pendapatnya. Silakan disampaikan ya di Instagram saya >> https://www.instagram.com/p/BcyOL4WBOzU/
Instagram
Motivator Indonesia - IPPHO
Untuk hal-hal prinsip, kita tak boleh diam. Harus bersikap. Harus bersuara... Tentunya dengan cara-cara yang terhormat dan bermartabat. Teman-teman sepakat? . . . #AksiBelaPalestina1712 #AksiBelaPalestina
Ridha terhadap pencapaian orang lain akan memudahkan pencapaian kita