Ippho Santosa - ipphoright
26.1K subscribers
315 photos
57 videos
18 files
297 links
Download Telegram
Tulisan ini saya hide di FB. Tapi saya munculkan di IG. Hanya segelintir netizen yang bisa membacanya. Bersyukurlah kalau Anda bisa membacanya.

Dulu, seorang kawan mengajukan pertanyaan ini kepada saya:
- Benarkah dunia Cina dan dunia Islam itu berseberangan?
- Benarkah tidak ada titik temu antara keduanya?

Untuk mengetahui jawabannya, mari kita simak tulisan ini. Dengan segala hormat, mohon disimak sampai selesai ya.

Sekitar 10 tahun yang lalu, seorang motivator senior pernah mengingatkan saya, “Akan hadir (lagi) dua kekuatan besar di muka bumi ini, yaitu Cina dan Islam.” Selang beberapa tahun, kita melihat bangsa Cina (Tiongkok) melesat secara ekonomi. Penganut Islam pun meningkat secara jumlah, terutama di Eropa juga Amerika. Yang sebenarnya terdapat pertautan antara Cina dengan Islam. Dan ini bukan barang baru. Saya pun sudah menulis soal ini di buku 7 Keajaiban Rezeki (ditulis tahun 2008, dirilis tahun 2010).

Pesan Khalifah ke-3
- Sejarah merekam, Khalifah ke-3, Usman RA pernah mengutus rombongan diplomatik ke Cina (Tiongkok) sebanyak 60 orang yang dipimpin oleh Saad bin Abi Waqqash. Alhamdulillah saya sempat berziarah ke makamnya di Cina, kendati ada beda pendapat soal kebenaran makam ini.
- Ada pepatah Arab yang berbunyi, “Tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina.” Sebagian orang menyebut ini hadis. Terlepas itu pepatah atau hadis, mungkinkah Khalifah Usman RA mengutus rombongan ke Cina karena terinspirasi kalimat ini?
- Salah satu sumbangsih bangsa Cina pada dunia Islam adalah kertas, di mana kemudian berdirilah pabrik kertas di Baghdad pada abad ke-8. Dan ini merupakan pabrik kertas pertama di dunia.
- Menurut pakar studi Islam dari Universitas Hawaii, Prof James Frankel, diduga ada lebih dari 100 juta Muslim di Cina saat ini, yang sebagian besar merupakan etnis Hui. Sekedar informasi, Prof James Frankel dibesarkan dalam keluarga Yahudi.
- Semasa Dinasti Abbasiyah, beberapa komunitas Islam menetap di Cina. Seiring perjalanan waktu, orang-orang Islam di Cina disebut sebagai orang Hui Hui, yaitu pengikut Nabi Muhammad. Ini menurut Isaac Mason. Btw, masih ingat soal Jalur Sutra yang mempertemukan Cina dan Timur Tengah?

Antara Cheng Ho & Columbus
- Berbagai bukti sejarah menunjukkan bahwa penyebar agama Islam di Nusantara berasal dari Arab, Gujarat, dan Cina (Tiongkok).
- Penyebar agama Islam yang terkenal dari Cina adalah Laksamana Cheng Ho (Zheng He). Menurut Matt Rosenberg, ekspedisi laut Cheng Ho dihelat puluhan tahun lebih awal ketimbang tiga pelaut kebanggaan Barat, yaitu Christopher Columbus, Vasco da Gama, dan Ferdinand Magellan. Tercatat, Cheng Ho tujuh kali melawat Nusantara. Jelas sudah, Cheng Ho bukan penjelajah ecek-ecek.
- Lahir di Provinsi Yunan, Cheng Ho dibesarkan dalam keluarga Muslim dan ayahnya sudah berhaji. Jelas sudah, Cheng Ho bukan muslim ecek-ecek. Bukan pula muslim KTP. Wong, saat itu belum ada KTP, hehehe.
- Ketika ke Samudera Pasai, Cheng Ho sempat memberi lonceng besar Cakra Donya kepada sultan setempat, yang kini tersimpan di museum di Banda Aceh. Alhamdulillah, saya pribadi pernah berkunjung ke Samudera Pasai, lokasi kerajaan Islam pertama di Indonesia.
- Ketika ke Cirebon, Cheng Ho sempat memberi piring bertulis Ayat Kursi kepada sultan setempat, yang kini tersimpan di Keraton Kasepuhan Cirebon. Di antara kita pasti banyak yang pernah berkunjung ke sana.

Pesan Presiden Ke-3
- Di Museum Mojokerto (pusat Majapahit zaman dulu) diceritakan, penduduk Jawa zaman dulu berkulit sawo matang dan kebanyakan beragama Hindu juga Buddha. Adalah pedagang-pedagang dari Cina yang memperkenalkan Islam kepada mereka. Berkunjung ke museum ini, alhamdulillah sedikit-banyak saya dipahamkan soal penyebaran agama Islam di Tanah Jawa.
- Pantaslah BJ Habibie, presiden ke-3 Indonesia, menyimpulkan, anugerah terbesar bangsa Cina untuk Indonesia adalah agama Islam. Sebagian orang kadang meremehkan pendapat BJ Habibie yang kemudian dikutip oleh Republika ini. Padahal beliau sudah mendirikan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang dari situ kemudian berdirilah Bank Muamalat, Asuransi Takaful, dan Domp
et Dhuafa. Anda-Anda yang protes sudah mendirikan apa? Hehehe.
- Anda muslim? Bukan mustahil itu karena interaksi orang-orang Cina terdahulu dengan nenek moyang Anda.
- Pernah pakai baju muslim? Baju koko dan topi koko yang jelas-jelas asli Cina sekarang dianggap baju Muslim khas Indonesia.

Kadang #sejarah perlu kita telusuri. Dengan begini, niscaya akan terpetik hikmah di sana-sini. Pada akhirnya membuat kita bisa memahami dan mudah berempati. Tidak saling mencurigai.
Salam hormat, Ippho Santosa.
Suatu hari, seorang anak bertanya kepada ibunya, "Mama, ML itu apa sih?"

Ibunya kaget. Dia pun bingung mau menjelaskan apa, "Mmm..."

"Kok Mama diam aja?" desak si anak.

"Nak, kamu dengar dari mana kata ML itu?"

"Yah Mama, tinggal jelasin doang. Kalau nggak, aku kan makin penasaran."

Akhirnya, ibunya menjelaskan makna ML itu. Tentunya dengan hati-hati. Bukan apa-apa, kuatir anaknya salah paham. Tak kurang dari 30 menit ia menjelaskan.

Sebagai penutup, ibunya menegaskan, "Intinya Nak, kalau kamu belum nikah, kamu nggak boleh ML. Paham?"

"Paham, Ma."

"Nah, Mama sudah jelasin. Sekarang giliran kamu yang jelasin. Kami tahu kata ML itu dari mana?"

"Itu lho Ma, di botol air mineral. Ada tulisan 300ML dan 600ML. Kalau yang gede, 1500 ML."

Ibunya langsung melotot!

Hahaha!

Btw, kenapa seseorang belum menikah? Mungkin jawabannya, karena dia belum menikah. Udah, itu aja. Titik.

Hehehe.

Penjelasan ini sepertinya dapat menghibur mereka yang belum menikah. Hehehe.

Ada pula orang yang setelah bertemu jodohnya dan menikah, lalu melarang jodohnya ini pergi ke mana-mana. Hanya boleh di rumah saja. Ketika ditanya apa sebabnya, ia menjawab, "Kalau sudah jodoh, nggak akan ke mana!" Hehehe, ngawur.

Institusi kemanusiaan, itulah salah satu peran pernikahan. Boleh dibilang, pernikahan adalah institusi yang tertua dan termulia. Menariknya, menikah itu menyehatkan. Sangat menyehatkan.

Studi oleh National Longitudinal Mortality menemukan, mereka yang menikah ternyata lebih panjang umur daripada mereka yang tidak menikah.

Penelitian di Sahlgrenska Academy menemukan, pria yang hidup sendiri (jomblo) cenderung rentan terkena stroke dan berisiko meninggal lebih cepat.

Saya melihat, mereka yang menikah biasanya lebih matang dan lebih sabar. Apalagi saat dikaruniai anak. Cobalah lihat orang-orang di sekitar Anda. Mungkin Anda akan menemukan kecenderungan yang sama.

Maka, menikahlah. Sekiranya belum, berarti ini kesempatan untuk memantaskan diri juga menjaga diri. Hati-hati. Karena lazimnya, kita akan mendapati apa-apa yang kita pantasi.

Menikah bukan sekedar ML.

Menikah itu ibadah.
Menikah itu membaikkan rezeki.
Menikah itu menyehatkan jasmani.
Menikah itu menyehatkan rohani.
Menikah itu menentramkan hati.

Sekian dari saya, Ippho Santosa. Sampaikan tulisan ini kepada kerabat-kerabat kita yang belum menikah.
'Tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina'

Sebagian ulama menyebut ini pepatah Arab.

Sebagian menganggap ini hadis lemah.
Sebagian lagi menganggap ini hadis palsu.

Yang jelas, kata 'walau' di sini menunjukkan benar-benar jauh dan benar-benar berbeda.

Seperti:
- walau ke Kutub Utara,
- walau ke Timbuktu,
- walau ke Eropa.

'Kukejar engkau walau ke Kutub Utara'

Kalimat di atas tidak menunjukkan seruan untuk pergi ke Kutub Utara. Sama sekali tidak. Melainkan, "Kukejar engkau walau jauh sekalipun." Saya yakin Anda bisa menangkap poinnya.

Tercatat oleh sejarah, Khalifah ke-3, Usman RA pernah mengutus rombongan diplomatik ke Cina (Tiongkok) sebanyak 60 orang yang dipimpin oleh Saad bin Abi Waqqash. Alhamdulillah saya sempat berziarah ke makamnya di Cina, kendati ada beda pendapat soal kebenaran makam ini.

Dengan demikian, kita pun boleh berseru, "Sampaikan satu ayat, walau ke negeri Cina." Maksudnya, walau jauh dan berbeda.

Begini. Walau jauh dan berbeda, dunia Islam dan dunia Cina bukanlah dua peradaban yang resisten satu sama lain. Sebaliknya, bahkan saling mengisi satu sama lain. Soal ini sebagian sudah saya tulis di buku #7KeajaibanRezeki. Masih ingat?

Jalur Sutra, satu bukti betapa mesranya hubungan dagang antara dunia Islam dan dunia Cina waktu itu. Boleh dibilang, kemesraan itu masih berlangsung sampai sekarang. Nggak percaya?

Anda harus percaya. Kalau Anda ke Mekkah-Madinah, maka Anda akan menemukan barang-barang 'Made in China' di mana-mana. Mulai kopiah sampai sajadah. Belum lagi besarnya investasi Arab Saudi di Cina baru-baru ini. Percaya sekarang?

Dan salah satu sumbangsih bangsa Cina pada dunia Islam adalah kertas, di mana kemudian berdirilah pabrik kertas di Baghdad pada abad ke-8. Dan ini merupakan pabrik kertas pertama di dunia. Ringkasnya, kertas hadir pertama kali di dunia Cina dan pabrik kertas hadir pertama kali di dunia Islam. Saling melengkapi tho?

Ya, manusia cenderung membenci apa-apa dan siapa-siapa yang tidak ia ketahui. Karena itulah perintah-Nya, "Manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal." Saling mengetahui. Sehingga terkikislah kebencian satu sama lain.

Setelah saling mengenal, bukan mustahil kemudian saling belajar, bermitra niaga, berumahtangga, aliansi militer, dll.

Sebenarnya, begitu banyak hikmah dan kebijaksanaan yang saya paparkan di tulisan yang singkat ini. Saya berharap, Anda bisa memetiknya satu per satu. Bacalah tenang-tenang. Kalau perlu, bacalah berulang. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Weekend kemarin saya lumayan padat.

Sabtu pagi di Sabuga, sharing untuk ribuan peserta. Sabtu siang di Serela, untuk ratusan peserta.

Ahad pagi di Istiqlal, kembali sharing untuk ribuan peserta, bareng Syekh Ali Jaber dan Imam Masjidil Haram. Ahad siang di Gedung Kompas-Gramedia untuk ratusan peserta.

Lelah? Iya.
Tapi, sangat menyenangkan.

Apalagi setelah melihat ribuan wajah yang merasa terinspirasi dan termotivasi. Sungguh, ini tak ternilai!

Saya pun mengingatkan mereka tentang rezeki yang halal.

“Sesiapa yang mengusahakan barang yang halal untuk keluarganya, ibaratnya ia seorang pejuang di jalan Allah. Dan sesiapa yang mencari dunia yang halal dengan menjaga diri dari sesuatu yang tak berguna, maka ia menduduki derajat seorang syuhada,” pesan Nabi Muhammad suatu ketika.

“Sesiapa yang menyantap makanan yang halal selama empat puluh hari, niscaya Allah akan menyinari hatinya dan akan memancarkan hikmah dari hatinya ke lisannya," pesan Nabi Muhammad di kesempatan berbeda.

Ternyata, sesuatu yang halal itu membawa berbagai manfaat. Bukan saja diganjar surga, melainkan juga diberi ilmu, kecerdasan, dan kebijaksanaan.

Saad bin Abi Waqqash, sahabat kesayangan Nabi Muhammad dan kesayangan Usman bin Affan, pernah melontarkan sebuah pertanyaan yang sangat berharga, "Bagaimana caranya agar doaku lebih dikabulkan?"

Lantas, apa jawaban Nabi? "Jaga makananmu."

Ya, rezeki yang halal adalah suatu keharusan, tak bisa ditawar-tawar. Ini harus kita perjuangkan. Apapun posisi kita, apapun profesi kita. Entah karyawan maupun pengusaha. Anda setuju? Sekian dari saya, Ippho Santosa.



(Saya lebih aktif di channel Telegram @ipphoright. Silakan ajak teman-teman kita beralih ke Telegram terus bergabung di channel ini. Lebih ringan dan lebih cepat daripada WA)
Kena Virus WannaCry?

Bukankah sebagian kita kena Virus WannaCry setiap akhir bulan? Ya, ketika pengeluaran lebih besar daripada pemasukan. Rasanya seperti WannaCry, pengen nangis. Hehehe.

Begini. Untuk sehat finansial setiap bulannya, kita harus memberangus "Latte Factor". Apa itu?

Contoh dari Latte Factor adalah pengeluaran untuk baju baru, kosmetik terkini, majalah mode, cemilan harian, nonton mingguan, biaya parkir, biaya transaksi bank, dan sejenisnya. Remeh, tapi selalu menghabiskan uang kita.

Ini harus diatasi. Caranya?

Pertama, tanamkan gaya hidup hemat di mana prioritas diarahkan pada kebutuhan, jauh di atas keinginan. Hal ini bisa dilakoni dengan mengajukan pertanyaan sederhana, "Kalau nggak jadi beli, emangnya rugi apa?”

Kedua, tidak merasa perlu untuk ikut-ikutan gaya hidup orang-orang di sekitar kita, apalagi kalau itu tidak sesuai dengan kemampuan kita. Berani dan percaya dirilah jadi diri sendiri, tanpa harus meremehkan pilihan dan selera orang lain.

Ketiga, menanamkan budaya investasi. Pengeluaran yang ditekan sedemikian rupa membuat kita memiliki uang lebih untuk diinvestasikan secara rutin. Baiknya setiap bulan. Investasi ini tentunya akan berguna untuk segala kebutuhan di masa-masa mendatang.

Keempat, merintis bisnis sendiri. Baiknya cari produk yang bermutu dan marginnya di atas 50%. Syukur-syukur kalau mentornya juga tersedia. Ini semua akan mengurangi resiko kerugian dan kegagalan.

Gimana? Siap praktek?

Sekian dari saya, Ippho Santosa.



(Saya lebih aktif di channel Telegram @ipphoright. Silakan ajak-ajak keluarga kita beralih ke Telegram. Lebih ringan dan lebih cepat daripada WA)
Selama seminggu, saya dan tim membimbing peserta-peserta magang di kantor saya. Mereka datang dari berbagai penjuru Indonesia, berusaha mendalami Internet Marketing.

Sebagian masih bingung, mau bisnis apa. Tapi untunglah, kebingungan itu tidak berlangsung sama. Mereka diajarkan bagaimana mengelola bisnis dengan resiko yang minim.

Di luar sana, para pemula sering bertanya, "Bisnis apa yang bagus?" Sebenarnya, semua bisnis yah bagus. Yang penting, legal dan halal. Iya tho?

Ada yang buka bisnis laundry dan untung. Ada pula yang buka bisnis yang sama dan rugi. Apakah laundry-nya yang salah? Nggak. Ilmunya yang salah. Manajemennya yang salah. Orangnya yang salah.

Ada yang buka bisnis kuliner dan berkembang. Ada pula yang buka bisnis yang serupa dan bangkrut. Apakah kuliner-nya yang salah? Nggak. Ilmunya yang salah. Manajemennya yang salah. Orangnya yang salah.

Karena itu, berhentilah bertanya, "Bisnis apa yang bagus?" Karena pada dasarnya, semua bisnis itu bagus potensinya. Tergantung orangnya saja. Toh bagi saya, bisnis yang bagus adalah bisnis yang dibuka, bukan ditanya-tanyakan terus, hehehe.

Saya harap, Anda setuju dengan saya.
Berlaku baiklah terhadap tetangga. "Tidak masuk surga orang yang mana tetangga tidak merasa aman dari keburukannya,” pesan Nabi Muhammad (HR Bukhari-Muslim). Salah satunya, dalam berbelanja.

Sekiranya masih memungkinkan, belanjalah di warung-warung tetangga. Bukan pada gurita-gurita ritel yang sudah menjalar ke mana-mana (baca: mematikan warung-warung kecil).

Belanja di warung-warung tetangga, buat apa?
- Mempererat silaturahim. Toh, kalau kita sakit atau meninggal, yang peduli dan mengurusi kita adalah tetangga. Bukan gurita itu.
- Saling memakmurkan. Kalaupun Rp500 lebih mahal, tetaplah membeli di warung-warung tetangga. Anggap saja membantu biaya sekolah dan les anaknya.
- Mengurangi dominasi kapitalis. Kita tidak anti sama kapitalis. Tapi apa salahnya kalau kita lebih berpihak pada pemain kecil, apalagi kita kenal baik dengan pemain kecil itu.
- Kadang lebih fleksibel. Anda bisa memesan barang tertentu. Anda bisa minta delivery ke rumah. Hebatnya lagi, Anda juga boleh ngutang, hehehe.

Ini sangat penting. Bukan rahasia lagi, begitu ritel modern beroperasi, maka itu akan mematikan 3-5 warung kelontong di sekitarnya. Yang sebenarnya, kita pun turut mematikan karena absennya keberpihakan kita.

Jujur, saya salut sama kota-kota tertentu yang menolak hadirnya gurita-gurita ritel. Coba bayangkan, membludaknya uang di tangan kapitalis itu, buat apa? Bisa ditebak. Membeli mobil sport, berlibur ke Eropa, membeli villa yang wow, dan sejenisnya.

Sementara, uang receh yang tak seberapa di tangan pemain kecil itu, buat apa? Bayar uang sekolah dan les anaknya. Sambil harap-harap cemas, semoga mengantarkan anaknya kuliah di universitas negeri. Melihat ini, tak bisakah kita sedikit berempati?

Tentu saja, spirit 'belanja di warung tetangga' ini harus diimbangi dengan semangat berbenah dan berubah. Agar warung ini membaik (baca: kompetitif) dari waktu ke waktu.

Satu hal lagi. Belakangan ini sebagian konsumen dibuat geram dan gerah, lantaran adanya ketidakjelasan penyaluran donasi pada gurita-gurita ritel. Saran saya, daripada kesal terus-menerus, mending pindah saja ke warung tetangga.

Sekian dari saya, Ippho Santosa. Share ya.
Siap memasuki bulan puasa?

Waktu itu, saya syuting bareng Ustadz Maulana di Trans TV. Seperti biasa, gayanya ceria, kocak, dan spontan. Ketika saya posting foto saya bareng Ustadz Maulana, ada beberapa orang yang protes, "Ngapain Mas Ippho tampil bareng dia? Lain kali nggak usah, Mas!"

Saya kurang paham apa yang mereka maksudkan. Yang jelas, sewaktu ngobrol-ngobrol bareng Ustadz Maulana, saya justru salut pada beliau dan istri beliau. Setidaknya, dalam beberapa hal. Orang-orang mungkin tidak tahu bahwa Ustadz Maulana rajin berpuasa sunnah, bahkan saat syuting sekalipun!

Walaupun sudah terkenal, istrinya masih mau mengajar sebagai guru di sekolah khusus untuk anak-anak yang tidak mampu. Bukankah ini amal kebaikan yang mengagumkan? Tidak bisakah kita terinspirasi dan belajar dari itu?

Kembali soal puasa.

Berpuasa, selain berpahala, juga menyehatkan. Saya yakin Ustadz Maulana juga mengetahui hal itu. Dan berpuasa minimal selama tiga hari bisa memperbarui sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan. Ini menurut penelitian University of Southern California. Menariknya, Lindsay Lohan, seorang artis non-muslim, pernah mencoba puasa Ramadhan selama tiga hari.

Btw, kebayang kalau Anda harus berpuasa sampai 20 jam?

Di Indonesia, muslim cukup berpuasa Ramadhan sekitar 13 jam saja. Di negara-negara lain? Bisa lebih lama. Saya pribadi pernah berpuasa Ramadhan di beberapa negara, semisal Arab Saudi, Hongkong, Jepang, dan Amerika. Yah, memang lebih lama.

Kota seperti Stockholm bahkan sampai 20 jam! Seorang teman yang baru pindah ke London, mengaku lebih dari 20 jam! Tentu, yang berpuasa lebih lama beroleh keutamaan tersendiri. Namun kita yang berpuasa lebih singkat sudah sepantasnya mensyukuri.

Menjelang Ramadhan, setulus hati saya mengucapkan, "Mohon maaf lahir batin." Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Anda kenal Olla Ramlan?
Meyda Sefira? Dhini Aminarti?

Apa rahasia stamina mereka?

Izinkan saya memberitahu salah satunya. Boleh?

Sebuah suplemen. Bukan sembarang suplemen. Menariknya, selain menjaga stamina, suplemen ini juga bisa membantu mengatasi masalah diabetes, asam urat, dan paru-paru. Ini penting. Apalagi sebentar lagi kita akan memasuki bulan puasa.

Sebelum Anda memutuskan untuk konsumsi, baiknya tahu dulu manfaat yang dirasakan Olla Ramlan, "Sekarang makin concern sama yang aman dan terbukti, apalagi buat dikonsumsi. Sehat dengan British Propolis. Asli dari Inggris, bagus buat stamina dan pemulihan. Khasiatnya terasa dalam 21 hari. Langganan sejak lama soalnya."

Ya, British Propolis. Produk dari mana? Sesuai namanya, produk asal Inggris.

Burberry, Jaguar, Rolls Royce, Mini Cooper, Virgin, dan, BBC adalah global brand asal Inggris yang selama ini identik dengan mutu. Kemudian British Propolis pun hadir, menjanjikan khasiat dan mutu.

Anda pun semakin tertarik untuk konsumsi begitu tahu bahwa British Propolis tanpa efek samping. Alhamdulillah, Meyda Sefira dan Dhini Aminarti juga memberikan testimoni sehat yang kurang-lebih sama seperti Olla Ramlan.

Saya, sebagai distributor British Propolis di Indonesia, sangat senang jika kesehatan Anda terbantu melalui ini. Untuk pemesanan, SMS 0812-8777-7100. Bayangkan juga senyum orang-orang yang tercinta ketika Anda menghadiahkan suplemen ini kepada mereka.

Semoga kita semua selalu dikaruniai kesehatan, keberkahan, dan keberlimpahan. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Sampai sekarang kita masih terheran-heran, kenapa pelayanan bandara Jeddah (Arab Saudi) memakan waktu yang sangat lama, terutama saat kita landing. Lazimnya, ratusan sampai ribuan penumpang terpaksa menunggu 4-5 jam menjelang pemeriksaan imigrasi. Begitu diperiksa di imigrasi, habis lagi waktu 1-2 jam. Ngantri.

Anda bayangkan, lebih dari setengah penumpang asal Indonesia adalah orang-orang yang sangat sepuh. Bahkan di antara mereka berasal dari luar Jakarta. Jadi, sebenarnya mereka telah menempuh perjalanan belasan jam begitu landing di Jeddah. Kebayang kan betapa lelahnya mereka?

Ingat, para penumpang asal Indonesia ini adalah big customer bagi Arab Saudi. Dan, mereka juga Tamu Allah yang hendak berumrah atau berziarah. Mestinya dimuliakan. Setidaknya, yah dilayani dengan cepat dan cekatan layaknya di bandara-bandara internasional lainnya.

Bukan sekali dua kali saya melihat petugas imigrasi di Jeddah melayani penumpang sembari ngobrol-ngobrol sama rekannya sesama petugas imigrasi. Pernah juga saya melihat petugas imigrasi melayani penumpang sambil main Facebook!

Tak heran, pelayanan di sana memakan waktu yang sangat lama.

Manajemen bandara Jeddah biasanya berkilah, lama ini karena banyaknya jamaah umrah. Apa iya? Kalau memang begitu, mbok ya petugas imigrasi dan lajur antrinya ditambah. Dan menurut berbagai survey, bandara Jeddah tidak termasuk dalam bandara-bandara tersibuk di dunia. Sekali lagi, tidak termasuk.

The Airports Council International pernah merilis bandara-bandara tersibuk di dunia. Tenyata, bandara Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport menjadi bandara tersibuk dengan lebih dari 100 juta penumpang pesawat.

Ya, inilah 15 bandara tersibuk di dunia:

No 15. JFK International Airport

No 14. Amsterdam Schiphol

No 13. Shanghai Pudong Airport

No 12. Frankfurt Airport

No 11. Istanbul Ataturk Airport

No 10. Dallas/Fort Worth Airport

No 9. Paris Charles de Gaulle

No 8. Hong Kong International Airport

No 7. Los Angeles Airport

No 6. Heathrow International Airport

No 5. Tokyo International Airport

No 4. Chicago O’Hare Airport

No 3. Dubai International Airport

No 2. Beijing Capital Airport

No 1. Hartsfield-Jackson Atlanta

Sekitar setengah dari daftar di atas, alhamdulillah, pernah saya sambangi. Satu per satu. Adalah benar bandara-bandara tersebut sangat sibuk. Itu yang saya lihat secara kasat mata. Akan tetapi pelayanan di sana tidaklah selambat bandara Jeddah.

Sebagai Muslim, orang Arab mestinya tahu betapa pentingnya melayani tamu. Kata Nabi Muhammad, tamu itu harus dimuliakan. Lha itu tamu biasa, apalagi tamu Allah yang hendak melaksanakan ibadah umrah dan ziarah. Iya tho?

Belum lagi kalau kita bahas dari aspek bisnis. Para penumpang itu kan big customer yang mendatangkan devisa bagi pemerintah Arab Saudi dan turut menggerakkan roda perekonomian Arab Saudi. Terutama jamaah dari Indonesia yang terkenal banyak.

Lantas, apa hikmahnya buat kita? Kalau Anda beragama Islam, hendaknya perilaku Anda juga islami bahkan lebih islami. Cepat, ramah, dan profesional. Bukanlah itu semua adalah nilai-nilai Islam? Mari kita galakkan nilai-nilai Islam ini dalam karier dan bisnis kita. Lalu, perlahan-lahan, kita sebar kepada yang lain.

Ready? Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Inilah tanda-tanda orang yang telah berhasil menaklukkan dunia:

Tidak takut miskin. Tidak takut dipecat. Tidak takut dikucilkan.

Dipuji atau dicaci atau didiamkan, sama saja baginya.

Terkena musibah atau tidak, sama saja baginya.

Apa-apa yang dijanjikan Allah, lebih dia yakini dan dia harapkan.

Lantas, bagaimana ciri-ciri orang yang mengutamakan dunia?
- Tidak menjauhkan diri dari sesuatu yang haram dan ilegal.
- Tidak bersungguh-sungguh menolak sesuatu yang subhat atau meragukan.
- Berlebih-lebihan pada sesuatu yang halal.

Kira-kita kita termasuk yang mana ya? Think.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Mulailah dengan yang kanan. Ini maknanya luas sekali, salah satunya, "Mulailah dengan otak kanan."

Kalau Anda melangkah, pasti mikir. Tapi kalau Anda mikir terus, yah nggak jadi melangkah.

Kalau Anda memulai, pasti ngitung. Tapi kalau Anda ngitung terus, yah nggak jadi mulai.

Mulailah dengan otak kanan. Sekali lagi, mulailah dengan otak kanan. Maksudnya? Action dulu, baru mikir. Tolong dicatat, ini berlaku buat bisnis kali pertama atau bisnis skala kecil.

Kalau bisnis Anda melibatkan investasi miliaran rupiah, barulah Anda ngitung sejak awal. Tapi kalau cuma jutaan rupiah atau kurang, yah sudah, langsung action saja. A-c-t-i-o-n.

Untuk itu, saya menganjurkan Anda sebuah buku yang berbeda. Buku yang satu ini bener-bener beda. Sudah 10 tahun umurnya. Sudah 33 kali cetak ulang. Predikatnya bukan sekedar mega-bestseller.

Menariknya, buku ini nggak pernah diiklankan, nggak pernah diseminarkan. Alhamdulillah tetap dicari-cari. Itulah buku #10JurusTerlarang. Boleh dibilang, inilah 'pesaing' buku 7 Keajaiban Rezeki. Alhamdulillah kedua-duanya adalah karya saya.

10 Jurus Terlarang, Anda pernah baca? Sebagian dari Anda mungkin mengangguk, sudah baca. Ya, buku ini telah menjadi viral di mana-mana. Kenapa? Karena mengajarkan entrepreneur dan calon entrepreneur untuk memulai usaha dengan otak kanan. Btw, royalty for charity.

Pendidikan kita selama ini sayangnya terpaku pada otak kiri. Serba mikir. Serba ngitung. Serba pasti. Serba linier. Nggak heran, orang-orang yang cerdas akademis hanya suka sesuatu yang pasti-pasti saja. Dia menolak segala bentuk ketidakpastian.

Padahal, setiap bisnis mengandung resiko dan ketidakpastian, terutama di awal-awal. Karena itulah kita semakin memerlukan pendekatan otak kanan. Berani melangkah. Berani memulai. Berani mengambil resiko. Toh, dari setiap kejadian kita bisa belajar dan bertumbuh. Right?

Semoga Anda termasuk 'golongan kanan'. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Maukah Anda bisnis yang:
- modalnya cuma Rp1juta?
- marginnya relatif besar?
- balik modalnya cepat?
- repeat order-nya tinggi?
- ongkirnya sangat murah?
- standarnya internasional?
- dipromosikan artis-artis?
- dibimbing oleh mentor?

Jika mau, sisihkan waktu 1 menit untuk membaca tulisan ini.

Boleh dibilang ini PELUANG EMAS bagi teman-teman yang ingin memulai usaha atau mengembangkan usaha (menambah varian produk). Maka wajar saja, semakin membacanya Anda pun semakin tertarik.

Margin produknya sekitar 100% dan ini bukan berarti riba. Agama bahkan membolehkan lelang. Btw, teramat banyak produk di pasaran yang marginnya di atas 100%, termasuk sebuah kosmetik berlabel halal.

Mengetahui potensi margin sangat penting bagi pengusaha dan calon pengusaha. Sebagai gambaran, kalau Anda menjadi reseller pakaian atau makanan, lazimnya margin sekitar 30% sampai 40%.

Berhubung terbatasnya kapasitas kami, maka kesempatan ini akan kami batasi. Ya, dibatasi. Dibuka 2 Juni, ditutup 5 Juni. Akankah dibuka kembali? Belum bisa dipastikan.

Sekali lagi, bagi teman-teman yang serius, saya tunggu action-nya 2 Juni. Ingat, seringkali kesempatan emas hilang hanya gara-gara kita banyak pertimbangan.

Perlu dijelaskan, ini bukan produk MLM dan bukan sistem MLM. Sekali lagi, bukan. Menariknya, produknya dicari-cari ketika hari biasa dan semakin dicari-cari ketika bulan puasa.

Besok, kami beri kabar lebih lanjut. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Minggu lalu, pendiri Facebook yaitu Mark Zuckerberg menjadi pemberi pidato termuda di Harvard. Saat ini, usianya baru menginjak 33 tahun. Ya, ia sangat muda dan sangat kaya.

Di forum itu, Mark sempat menunjukkan empatinya.

Mark merasa prihatin sama pelajar-pelajar yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena alasan biaya atau status imigran. Menurutnya, kita tidak tahu akan seperti apa masa depan mereka dan apa yang bisa mereka lakukan untuk memajukan dunia.

Itu artinya, kita berutang pada dunia karena sebenarnya saat ini kita bisa melakukan sesuatu untuk mereka. Mark menuturkan kalimat-kalimat ini dengan sepenuh hati, sampai berkaca-kaca matanya. Audiens pun turut merasakan keprihatinan ini.

Menariknya, di sana Mark mendapat dua keistimewaan dari Harvard. Pertama, gelar sarjana. Kedua, kesempatan untuk berpidato kelulusan. Kita tahu sama tahu, ia sempat berstatus drop-out dari kampus bergengsi ini 13 tahun yang lalu.

Muda, kaya, penuh talenta, penuh toleransi, dan penuh empati, itulah sosok Mark Zuckerberg. Hebatnya, sebagai orang muda, ia tidak memikirkan dirinya saja. Tapi ia juga memikirkan kesempatan belajar bagi anak-anak muda yang lain.

Walaupun sempat drop-out, bukan berarti ia meremehkan pendidikan. Bukan begitu. Sebaliknya, ia sangat menghargai pendidikan. Tak cukup sampai di situ, ia lalu mengajak audiens untuk turut prihatin dan peduli sama pelajar-pelajar yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena alasan ini dan itu.

Kemudian, Mark lantas menyinggung yayasan yang dibangunnya dengan sang istri, Prisilla Chan. Yayasan yang diberi nama Chan Zuckerberg Initiative ini yang akan mewujudkan mimpi Mark untuk memberikan kesempatan sama pada anak-anak marjinal. Sehingga, mereka memiliki peluang untuk meraih cita-cita tanpa terhalang kendala keuangan.

Apa hikmahnya buat kita? Entah sekarang kita sudah sukses atau belum sukses, hendaknya kita peduli terhadap keadaan orang lain. Kesibukan kita mencari uang hendaknya tidak meredupkan nurani dan kepedulian kita. Tetap saja ada hal kecil atau besar yang bisa kita perbuat untuk sesama.

Apalagi kita tahu, balasan sebuah kebaikan akan kembali kepada kita dan keluarga kita. Itu nyata. Kali ini, saya berharap Anda setuju sama saya.



(Saya lebih aktif di channel Telegram @ipphoright. Channel, bukan grup. Silakan ajak keluarga kita beralih ke Telegram. Lebih ringan dan lebih cepat daripada WA. Pastikan keluarga kita dapat manfaat dari Telegram dan dari saya)
Banyak orang yang suka menunda-nunda untuk memulai usaha. Berat untuk melangkah. Padahal, usia bertambah. Tanggungan pun bertambah.

Dan, satu hal yang paling rugi. Apa itu? Mood. Saat Anda lagi mood dan terlintas keinginan untuk memulai usaha, terus Anda abaikan. Apa jadinya? Mood tadi belum tentu kembali. Jangan-jangan hilang menguap begitu saja.

Di sini akan ditawarkan sebuah peluang usaha kepada Anda. Ya, sebuah peluang kemitraan dengan saya.
- modalnya cuma Rp1juta
- marginnya relatif besar
- balik modalnya cepat
- repeat order-nya tinggi
- ongkirnya sangat murah
- standarnya internasional
- dipromosikan artis-artis
- dibimbing oleh manajemen pusat

Apalagi ketika Ramadhan. Produk ini dicari-cari.

Boleh dibilang ini PELUANG EMAS bagi teman-teman yang ingin memulai usaha atau mengembangkan usaha (menambah varian produk). Maka wajar saja, semakin membacanya Anda pun semakin tertarik.

Berhubung terbatasnya kapasitas saya, maka kesempatan ini akan saya batasi. Ya, dibatasi. Dibuka pada 2 Juni, ditutup pada 5 Juni. Akankah dibuka kembali? Belum bisa dipastikan.

Sekali lagi, bagi teman-teman yang serius, saya tunggu action-nya 2 Juni. Besok, akan kami beri informasi lebih lanjut. Insya Allah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Tidak harus pintar untuk menjadi entrepreneur. Tidak harus kaya. Tidak harus terkenal. Tidak harus ini-itu.

Terus, apa yang penting? Anda memilih dan membuat keputusan. Cuma itu.

Di antara kita, ada yang memilih jadi profesional, ada juga yang memilih jadi entrepreneur. Yah silakan saja. Choice. Masing-masing ada konsekuensi.

Dan inilah saran saya kepada entrepreneur. Mulailah berbisnis semuda mungkin. Mumpung lagi semangat-semangatnya. Mumpung lagi berani-beraninya. Mumpung ada banyak waktu. Mumpung masih sedikit tanggungan.

Yang saya lihat, tingkat semangat dan tingkat keberanian si muda, memang rada beda dengan senior-seniornya. Beneran, beda! Belum lagi, Anda ketika muda punya banyak waktu menghabiskan 'jatah gagal'. Ini sepertinya sepele atau lelucon, padahal nggak.

Dan jangan salah. Di Era Digital seperti sekarang ini, berbagai kemudahan ada di ujung jari kita. Boleh dibilang, jempol adalah aset yang teramat besar pun bisa menghasilkan uang, TANPA HARUS keringatan, TANPA HARUS macet-macetan, TANPA HARUS punya ruko dan kios.

Mungkin Anda cukup menguasai SEO, FB, dan IG saja. Hasilnya sudah lumayan, insya Allah.

Maka, berbisnislah. Siap? Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Bagaimana puasa Anda?

Btw, hanya segelintir orang yang tahu bahwa hal-hal berikut ini beneran terjadi:

-       Sadarkah kita, ternyata Fatahillah merebut kembali Sunda Kelapa (Jayakarta) ketika bulan puasa.

-       Sadarkah kita, ternyata NKRI tercinta ini merdeka ketika bulan puasa, tepatnya Jumat 9 Ramadhan.

-       Sadarkah kita, ternyata Peristiwa Badar dan Peristiwa Tabuk dimenangkan ketika bulan puasa.

-       Sadarkah kita, ternyata Penaklukkan Makkah dan Pembukaan Andalusia terjadi ketika bulan puasa.

-       Sadarkah kita, ternyata Salahuddin Al-Ayyubi membebaskan kembali negeri-negeri yang dikuasai musuh ketika bulan puasa.

-       Sadarkah kita, ternyata pendirian Universitas Al-Azhar, Kairo, terjadi ketika bulan puasa.

Demikianlah. #Ramadhan disebut-sebut bulan yang penuh berkah. Apa ciri-ciri keberkahan itu? Salah satunya, dengan waktu yang sedikit terhasilkan manfaat yang banyak. Oleh karena itu, berpuasa janganlah dijadikan dalih untuk bermalas-malasan.

Ini sama sekali tidak cocok dengan semangat Ramadhan itu sendiri. Sejarah sudah berkali-kali membuktikannya. Ramadhan hendaknya menjadi bulan yang efektif (karena banyak hal hebat yang dicapai) dan efisien (karena banyak hal rutin yang dihemat).

Ramadhan memang hebat, tiada duanya. Sekiranya Anda setuju dengan tulisan ini, silakan tulisan ini di-share kepada keluarga dan sahabat-sahabat Anda. Semoga menjadi amal baik bagi kita semua. Saya, Ippho Santosa, turut mendoakan. Aamiin.